ABOUT HIM (ff Onkey SHINee) - Kpop Indonesia

ABOUT HIM (ff Onkey SHINee)

ABOUT HIM


cast: Kim Gweboon, Lee Jinki, Lee Taeyon
genre: Romance

Author: AY

Cover: Chococandy ART


"Temani aku ya~ kali ini saja." Dengan wajah yang memelas aku meminta pada seseorang dihadapanku ini. Tak mudah merayunya.
"Tidak bisa, aku harus membantu ibuku menjaga toko."
"Ayolah Lee Jinki,, kau tahu aku tak berani sendiri."
"Gwe,, dia akan kerepotan mengurus toko sendirian."
"Kau bisa menyuruh sepupumu Kim Jonghyun itu untuk membantu ibumu kan?" Kali ini aku hampir menangis. Memalukan sekali.
"Hmm baiklah akan kutemani. Hanya tiga hari, okay?"
"Lee Jinki,, kau yang terbaik."

Aku Kim Gweboon,, umurku 20 tahun dan aku mahasiswi semester 6 di salah satu universitas di Seoul. Aku terobsesi pada seorang penyanyi tampan bernama Onew yang dalam waktu dekat ini akan mengadakan konser di Jepang,, tentu saja aku akan melihatnya. Dengan penuh perjuangan dan rayuan maut aku membujuk Lee Jinki untuk menemaniku pergi ke Jepang selama tiga hari,, satu hari untuk melihat konser Onew dan dua harinya untuk liburan.
Alasan kenapa aku mengajak Jinki adalah karena aku tak punya pilihan lain, teman-temanku tak mau kuajak pergi ke Jepang,, yahh karena ijin orang tua tentunya dan aku tak perlu repot-repot menyewa hotel karena Jinki menawarkan rumah milik keluarganya untuk kami menginap selama kami di Jepang.
Lee Jinki? Dia bukan pacarku, bukan juga sahabatku. Dulu dia tetanggaku, teman bermainku, tapi suatu hari dia dan keluarganya pindah ke luar kota saat kami akan masuki bangku sekolah dasar. Aku dan Jinki bertemu lagi karena kami satu universitas tapi aku baru bertemu dengannya belum lama ini. Aku dan Jinki memang bukan teman yang sangat dekat,, kami hanya teman biasa yang sesekali mengobrol dan bersenda gurau melalui media sosial.

Jepang, 22 Desember. (11:06 JST)
"Finally,, Jepang~" Aku dan Jinki baru saja sampai di Jepang dan sekarang kami sedang berkeliling melepas penat. Berlari-lari kecil menikmati dinginnya udara,, aku senang sekali. 
"Hey! Jangan berteriak di tempat umum,, kau membuatku malu."
"Huh biarkan saja. Ahh! Jinki,, aku harus menemui temanku,, aku dan dia janji bertemu di taman Yoyogi. Antarkan aku kesana sekarang."
"Kau gila?! Taman Yoyogi itu jauh dari sini! Aku tidak mau."
"Jinki,, aku sudah berjanji pada temanku."
"Bisa kau batalkan kan?"
"Tidak bisa, dia sudah menungguku."
"Gwe,, kita baru saja sampai. Kita belum istirahat dan sekarang kau mengajakku pergi ke tempat jauh?"
"Uhhh~ Baiklah aku pergi sendiri saja!" Lee Jinki ini orang yang sangat baik,, selalu menolongku saat aku kesusahan bahkan tanpa kuminta. Tapi kali ini dia menyebalkan. Aku pergi menjauhi Jinki sekaligus mencari arah menuju taman Yoyogi.
"Hah! Kapan aku bisa menang berdebat dengannya? -_- Yak! Kim Gweboon! Tunggu aku." Ku kejar dan kusamakan langkah kakiku dengan Gweboon. Wanita memang tidak bisa dikalahkan. ㅠ.ㅠ
"Apa? Kau bilang tak mau menemaniku."
"Aku tak bilang begitu."
"Ya ya ya,, terserah kau saja."
"Kau punya teman di Jepang?"
"Ya. Dia teman sekolahku tapi dia dan keluarganya sudah tinggal di Jepang sekarang."
"Lalu kenapa kau memintaku menemanimu menonton konser? Kau kan bisa menonton bersama temanmu itu."
"Aku tak berani pergi ke luar negeri sendiri Jinki."
"Yaa sudah kuduga,, kau memang penakut."
"Apa? Kau bilang apa tadi? Kau mengataiku penakut hah?! Rasakan ini!" Kupululi tubuhnya bertubi-tubi. Aku tak terima Jinki mengataiku penakut,, yah walaupun yang Jinki katakan memang tak salah tapi tetap saja menyebalkan.

Taman Yoyogi. (1:24 JST)
"Taeyon~" Temanku, Lee Taeyon. Cantik, kulit putih, pintar, tubuh ramping, baik hati dan tidak sombong. Sempurna.
"Gwe~ senang sekali bisa bertemu denganmu lagi. Bagaimana kabarmu?"
"Kau tahu kan aku ini wonder woman,, tentu saja baik hehe."
"Hahah selera hurmormu memang tak berubah dari dulu tapi kau semakin cantik Gwe."
"Tentu saja haha. Oh ya kenalkan ini Lee Jinki, dia bodyguardku yang kubawa dari Korea. Abaikan saja jika kau merasa terganggu hahaha."
"Ish! Maaf dia sedikit gila."
Taeyon hanya tertawa kecil melihat tingkah kami berdua. Dia sangat manis.

Jepang, 23 Desember. 06:35 (JST). Kediaman keluarga Lee.
"Gwe, ayo cepat."
"Tunggu sebentar,, aku harus terlihat cantik dihadapan suami masa depanku."
"Hahh jangan bermimpi, dia tidak akan melihatmu Gwe."
"Yak! Mau mati kau!"

Hari ini adalah hari dimana aku akan bertemu dengan suami masa depanku, Onew. Tentu saja hanya dalam mimpiku hahaha.
Aku mengajak Jinki untuk menonton, alasannya agar dia tahu seberapa tampannya Onewku. Aku juga mengajak Taeyon. Kami memang berjanji akan menonton bersama karena dia juga menyukai Onew.
Aku heran kenapa Jinki semangat sekali untuk menonton konser Onew. Bahkan dia bangun pagi sekali, tak biasanya.

Jinki, aku dan Taeyon sudah berdiri mengantri untuk masuk ke dalam venue. Penuh sesak, panas sekali.
"Jinki, wajahmu merah sekali seperti kepiting rebus. Kau sakit?"
"Aku tidak apa-apa."
Aneh, tidak biasanya Jinki seperti itu. Biasanya dia mengeluh lelah jika mukanya sudah merah. Tapi kenapa kali ini dia diam saja?
"Kau yakin tidak apa-apa? Wajahmu merah sekali." Taeyon bersuara.
"Ah ya aku tidak apa-apa, Tae."
Jinki tersenyum menjawabnya. Ah aku benci melihatnya.

20:46 (JST). Saat konser.
"Aaaaaaa~ Onew~ will you marrry me?" Aku berteriak. Jinki benar, Onew tak melihat kearahku.
"Onew~ saranghaeyo~" Teriakan salah satu penonton sampai ke telingaku.
"Ish dasar wanita genit,, beraninya menyatakan cinta pada Onewku." Ucapku pelan.
"Hahaha. Gwe, semua yang ada disini kan menyukai Onew,, sama sepertimu." Taeyon tertawa. Aku melihat Jinki yang lagi-lagi tersenyum pada Taeyon.

Tak terasa sudah 3 jam berlalu, konser selesai dan Onew mengucapkan terimakasih salam perpisahan. Aku tak mau berpisah dengan Onewku ㅠ^ㅠ
"Gwe, ayo pulang." Jinki sudah sadar.
"Onew~ jangan tinggalkan aku." Rintihku.
"Sudah saatnya kau mencari pacar, Gwe. Ayo pulang." Jinki menarik paksa tanganku.

23:12 (JST). Kediaman keluarga Lee.
"Ahh~ Onewku tampan sekali malam ini." Lelah, begitu sampai aku merebahkan diri di tempat tidur. Aku dan Jinki sudah sampai rumah setelah mengantar Taeyon pulang.
"Cih, dia biasa saja." Jinki juga merebahkan dirinya di sofa.
"Yaya setidaknya dia lebih tampan darimu."
Lagi, aku melihat Jinki senyum sendiri seperti tidak waras.
"Hey, Jinki! Kau salah makan ya? Akhir-akhir ini kau selalu senyum sendiri. Atau jangan-jangan kau bisa mengobrol dengan makhuk halus?"
"Ahh aku tidak apa-apa."
Jinki berbicara sambil melewatiku, masih dengan senyumannya itu.
Aneh, tapi aku sadar apa yang membuatnya tersenyum akhir-akhir ini. Dan aku benci mengakuinya.

00:56 (JST).
Larut malam, aku dan Jinki masih berada di depan tv.
Lama kami terdiam,, sampai akhirnya Jinki bersuara.
"Gwe."
"Hmm." Dengan nada malas kusauti Jinki.
"Jika sudah lulus kuliah, kau mau apa? Menikah atau bekerja?"
"Apa? Haha jangan bercanda Lee Jinki,, pacar pun sekarang aku tak punya. Tapi setelah lulus aku ingin bekerja, aku ingin memberi uang untuk ibuku. Memang kenapa?"
"Jika setelah lulus ada laki-laki yang melamarmu, bagaimana? Kau tetap akan bekerja atau menjadi ibu rumah tangga? Aku ingin menikah."
DEMI ABS ONEW!! Lee Jinki, kau sedang melamarku atau apa?!
"Aku iri melihat ayah dan ibuku selalu bermesraan setiap hari. Aku jadi ingin menikah."
"Anu,, Lee Jinki. Apa kau serius?"
"Tentu saja. Tapi,, aku belum menemukan wanita yang cocok untuk kujadikan istri. menurutmu cocok tidak aku dengan Taeyon?" Jinki bertanya dengan penuh kebahagiaan,, seolah yakin bahwa Taeyon cocok dengannya.
LEE JINKI SIALAN!!!!!
PLAK!! Aku bediri dan memukul kepala Jinki dengan keras.
"Aww!! Yakk!! Kenapa kau memukulku?!" Jinki meringis kesakitan. Rasakan!
"Ingin saja."

2 hari sudah berlalu. Tujuanku datang ke negeri matahari terbit inipun sudah tercapai. Hari ini hari terakhir sebelum aku dan Jinki pulang ke Korea.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu selama berada di Jepang, aku mengajak Jinki untuk berkeliling kota Jepang,, tentu saja bersama Taeyon yang tahu tempat ini.

"Gwe, tempat apa yang ingin kau kunjungi di Jepang?" Taeyon sudah bersama kami.
"Emm aku tidak begitu tahu tempat bagus di Jepang. Bagaimana jika berkeliling pusat kota saja? Aku ingin membelikan hadiah untuk ibuku."
"Baiklah. Ayo, kucarikan barang yang cocok untuk ibumu."

Kami berpencar, mencari barang yang cocok untuk ibuku. Tiba-tiba aku melihat Jinki mendekati Taeyon.
"Hai, Tae."
"Oh, Jinki. Apa ini cocok untuk ibu Gweboon?" Taeyon memperlihatkan sesuatu pada Jinki.
"Hmm sepertinya tidak. Bagaimana dengan ini? Sepertinya cocok sekali dengan tampang ibunya yang garang hahah."
Mereka tertawa. Ahh mendadak dadaku sesak. Iseng kulemparkan batu kerikil, tepat mengenai kepala Jinki.
"Aww." Rasakan! Itu tak setimpal dengan seberapa sesaknya dadaku.
"Ada apa Jinki?"
"Sepertinya ada batu jatuh dari langit."
"Haha tidak mungkin ada hujan batu disini tuan Lee."

Seharian ini Jinki begitu menempel pada Taeyon. Jinki terlihat sangat senang.
Mereka sedang kencan atau apa? Aku seperti bodyguard yang melidungi mereka berdua dari serangan orang ketiga -_-
Lee Jinki, awas kau!

Jepang, 24 Desember. 19:55 (JST). Kedai ice cream.
"Emm~ ice cream memang bisa menghilangkan penat ya. Aku suka ice cream."
"Gwe, apa besok kau akan pulang?" terlihat kesedihan diraut wajah Taeyon.
"Ya,, Onewku sudah pulang ke Korea. banyak beredar fotonya di bandara tadi pagi. Ahh dia selalu terlihat tampan, manis, lucu dan modis."
"Bisakah kau sedikit lebih lama disini?"
"Haha tidak bisa Taeyon sayang,, aku harus kuliah dan membantu ibu."
"Huh padahal aku senang sekali bisa bersamamu lagi, Gwe. Aku tak punya banyak teman disini."
"Tae, kau bisa mengirimku pesan atau menelponku saat kau sedang bosan."
"Tetap saja akan lebih menyenangkan jika kita bertemu seperti ini."
"Aku akan mengunjungimu lagi saat aku sudah punya banyak uang. Tak usah khawatir."
"Ya,, baiklah."

Terdiam. Aku melihat Jinki yang begitu sibuk dengan handphonenya. Senyuman aneh itu lagi.
Sekilas kulihat dilayar handphonenya, ada sebuah foto. Aku tahu Jinki mengambil momen itu secara diam-diam. Di dalam foto tersebut ada begitu banyak orang tapi aku tahu siapa yang menjadi objek utamanya. Lee Taeyon.
Tiba-tiba moodku berubah. Aku kesal.

1 minggu kemudian.
Salah satu cafe di Seoul, Korea Selatan.
"Tumben sekali kau menelaktirku,, kau mengambil uang siapa?"
"Hah? Enak saja! Memangnya aku terlihat menyedihkan karena tidak punya uang?! Dasar!"
"Yahh,, kau kan selalu mengeluh karena tak punya uang."
"Walaupun begitu aku masih punya tabungan,, anggap saja ini sebagai rasa terimakasihku padamu karena sudah menemaniku ke Jepang."
"Ya,, terimakasih nona Kim,, kau merepotkan sekali."

10 menit kami terdiam. Jinki sibuk dengan handphonenya. Aku merasa canggung sekali.

"Hey, Jinki?!"
"Apa?"
"Sejak kapan kau menyukai Taeyon?"
"Saat pertama kali melihatnya."
"Kenapa kau menyukainya?"
"Entahlah,, aku menyukainya begitu saja."
"Apa? Haha mana bisa seperti itu? Kau bahkan belum mengenal kepribadiannya."
"Mungkin benar kata orang,, Cinta memang buta." Deg! Lee Jinki,, ini menyakitkan.
"Ngomong-ngomong dari mana kau tahu? Aku tak pernah cerita apapun padamu."
"Lee Jinki bodoh! Terlihat sangat jelas saat kau melihatnya."
"Apa? Dia pasti menganggapku aneh huhu."
"Memang kau aneh."

Seperti yang kubilang,, Jinki memang sangat baik tapi kadang menyebalkan. Dia selalu menolongku bahkan saat aku tak memintanya.
Suatu hari aku dan Jinki pergi ke toko buku,, dan saat dalam perjalanan pulang aku sadar di depanku ada lubang yang cukup besar,, aku akan melompat untuk melewatinya tapi aku ragu-ragu,, tak kusangka Jinki melompat lebih dulu dan mengulurkan tanganya untukku. Kusambut uluran tangan Jinki dan aku berhasil melewati lubang itu.
Jinki,, itu momen yang manis untukku.

Memasuki semester 7. Aku tak pernah bertemu dengan Jinki lagi,, aku sibuk dengan kuliahku dan Jinki pun sibuk dengan kuliahnya.
Aku sangat merindukannya,, setiap malam Jinki selalu hadir di dalam mimpiku. Sampai akhirnya aku tak tahan akan rasa rinduku. Aku mengirimnya pesan.
"P"
"Apa? Kau merindukanku?"
"Itu tidak mungkin terjadi tuan Lee." Dusta! Aku berbohong pada diriku sendiri.
"HAHAHAHAH." Ishh dasar menyebalkan -_-
"Aku sedang stress,, kau tak mau menghiburku hah?!"
"Bukannya kau memang sudah gila? HAHAHAHA."
"YAK! MAU MATI KAU?!!!!"
Tak lama Jinki mengirimku sebuah foto. Itu foto dirinya dengan pose yang biasa saja, hanya mengepalkan tangan kirinya ke atas,, tapi dimataku dia sangat lucu menggemaskan denga pipi chubbynya.
"SEMANGAT NONA KIM!!! KAU PASTI BISA!!! LALALA YEYEYE."
Haha dia menyemangatiku. Manis sekali kau Lee Jinki.

1 bulan berlalu. Jinki tak pernah mengirimku pesan bahkan dia tak pernah terlihat aktif dia akun media sosialnya,, mungkin dia sangat sibuk. Aku merindukannya tapi aku tak ingin mengganggunya. Lebih tepatnya aku tak ingin dia tahu tentang apa yang kurasakan padanya.

Tak sabar ingin segera menikah dengan …..
1 jam yang lalu.

Postingan terbaru Jinki. Aku sangat kaget melihatnya,, aku tahu Jinki tidak sedang menyiapkan sebuah pernikahan karena dia pasti akan mengatakan padaku jika akan menikah. Tapi mungkinkah wanita yang Jinki maksud adalah Taeyon? Apakah Jinki masih menyukainya? Atau ada wanita lain yang sedang singgah di hatinya? Aku tak tahu. Ingin rasanya kutanyakan,, tapi aku tak berani menanyakannya pada Jinki.
Yang ku tahu, Jinki memang sedang mencari wanita tetapi bukan untuk dijadikan pacar. Jinki ingin langsung menikahinya.

Bisakah yang kau pilih adalah aku?
Bisakah kau melihatku dengan cara yang berbeda, Lee Jinki?
Aku memang tak bisa memintamu untuk memilihku,, tapi aku selalu berdoa kita dipertemukan kembali semoga karena kaulah yang menjadi takdirku.
Aku tak ingin berharap lebih padamu,, tapi aku tak mengelak bahwa aku memiliki rasa yang berbeda padamu.
Jika kau memang takdirku, kemanapun dan sejauh apapun kau pergi, kau akan kembali padaku.
Mendoakanmu adalah cara yang paling sempurna bagiku untuk mencintaimu.
Lee Jinki, aku menyukaimu.
-Kim Gweboon-

Add Comment