Ayla: The Daughter of War, Sebuah Ketulusan Hati Manusia - Kpop Indonesia

Ayla: The Daughter of War, Sebuah Ketulusan Hati Manusia

Sr: HanCinema

Film yang dirilis empat tahun lalu ini belakangan viral di TikTok sebab kisahnya yang membuat menangis.

Ayla: The Daughter of War merupakan film produksi Turki dan Korea Selatan, disutradarai oleh Can Ulkay, produser oleh Mustafa Uslu, dan kisahnya digarap oleh Yiğit Güralp. Film ini pertama diluncurkan di Toronto International Film Festival pada 11 September, kemudian dirilis di Turki pada 27 Oktober 2017 dan pada 21 Juni 2018 barulah dirilis di Korea.

Sr: HanCinema

Film bergenre drama dan sejarah ini didasarkan kisah nyata selama Perang Korea yang terjadi pada tahun 1950. Syutingnya berlangsung pada 2016 di Turki dan Korea Selatan. Ayla: The Daughter of War dibintangi oleh İsmail Hacıoğlu, Kim Seol, Çetin Tekindor, Lee Kyung-jin, Ali Atay, dan Murat Yıldırım.

Berikut sinopsisnya (beneran sinopsisnya). Yuk, simak!

Tahun 1950. 5 tahun usai Perang Dunia Kedua selesai. Saat itu tentara Turki dikirim ke Korea Selatan, termasuk Sersan Süleyman Dilbrillige (İsmail Hacıoğlu), seorang tentara yang hebat dan mandiri, serta sangat bisa diandalkan.

Ketika tiba di Korea Selatan, Para tentara Turki mengira perang telah selesai sebab tentara musuh sudah mundur, dan tugas mereka selesai. Tetapi baru saja berkata begitu, sebuah serangan menghampiri mereka dengan brutal. Situasi berubah menjadi darurat.

Süleyman bersama komandan dan beberapa tentara lain bergerak menuju markas besar usai diberi perintah. Perjalanan mereka yang hanya ditemani oleh sinar rembulan berubah mencekam ketika tiba-tiba musuh menyerang mobil yang mereka tumpangi. Beruntung Süleyman menyadari keberadaan musuh dengan cepat sehingga mereka semua bisa selamat.

Semua musuh yang hanya beberapa orang tersebut telah mati dibantai oleh Ali (Ali Atay). Setelah itu mau tak mau rombongan tersebut harus berjalan melewati hutan menuju markas besar, karena jika lewat jalan maka nyawa mereka sangat mudah terancam.

Ditengah hutan yang dingin dan seram, ketika Süleyman dan rekannya memasuki sebuah kawasan yang dipenuhi mayat, terdengar suara yang membuat mereka dengan sigap mengangkat senjata. Suara itu terdengar beberapa kali, sehingga Süleyman dengan segenap keberaniannya mencari sumber ketakutan dirinya dan rekan-rekannya tersebut.

Dibalik semak-semak, diantara gelimpangan mayat, Süleyman menemukan sesosok gadis kecil (Kim Seul) yang ketakutan seraya menggenggam tangan ibunya. Gadis sekecil itu, berdiam diri diantara tubuh-tubuh tak bernyawa pada malam yang dingin, sungguh menyayat hati. Seberapa besar derita dan tekanan yang ia terima?

Sr: HanCinema

Süleyman mengulurkan tangan, tetapi gadis kecil bermata bulat besar itu memandangnya ragu, namun pada akhirnya ia menerima uluran tangan laki-laki di hadapannya. Gadis kecil tersebut langsung memeluk Süleyman erat sambil menangis. Menggetarkan hati siapapun yang melihatnya.

Ayla. Süleyman memberinya nama Ayla, yang memiliki arti bulan. Sesuai dengan wajah si kecil yang bulat seperti bulan. Süleyman dengan hatinya yang tulus dan baik hati, memutuskan untuk merawat Ayla, mengurusnya seperti putrinya sendiri.

Sr: HanCinema

Dalam waktu satu tahun lebih, Ayla telah memiliki ikatan yang kuat bersama Süleyman. Pun dengan Süleyman, ia benar-benar menyayangi Ayla selayaknya kasih sayang seorang ayah pada anaknya. Ayla yang tinggal di markas tentara Turki, turut menerima limpahan kasih sayang dari rekan-rekan baba-nya. Keberadaan Ayla sangat diterima di tempat itu.

Hingga waktu pulang telah tiba. Tentara Turki –Süleyman dan kawan-kawan digantikan oleh pasukan kedua. Rekan-rekan Süleyman bergegas pulang, namun ia memutuskan untuk tinggal beberapa waktu bersama Ayla. Ia sangat menginginkan Ayla untuk pulang bersamanya ke Turki, namun tidak diizinkan dengan alasan Ayla merupakan warga negara Korea dan akan tetap tinggal di tanah kelahirannya.

Sr: HanCinema

Süleyman benar-benar tidak ingin berpisah dengan Ayla, bahkan ia menggunakan cara ilegal untuk membawa gadis kecil tersebut, namun gagal. Ia tidak bisa pergi bersama putrinya. Namun pada akhirnya Suleyman tetap pulang, tetapi dengan sebuah janji pada gadis kecilnya.

Ia berjanji pada Ayla akan kembali.

Sr: HanCinema

Sampai Süleyman dan Ayla sudah sama-sama menua, keduanya bahkan tidak lantas dipertemukan begitu saja. Perjuangan Süleyman dan Sang istri sejak bertahun-tahun lalu tidak membuahkan hasil yang seperti diinginkan. Hingga datang orang-orang baik yang bersedia membantunya mencari Ayla. Tetapi sejak itu pun Süleyman tidak langsung bertemu dengan putrinya.

Sr: HanCinema

Namun sebuah akhir bahagia tetap menantinya. Süleyman dengan semua penantiannya berhasil memenuhi janji. Ia akhirnya bisa menumpahkan kerinduannya pada putrinya, Ayla.

Siapkan tisu ketika akan menonton film ini, sebab kisahnya cukup menguras air mata. Film Ayla: The Daughter of War membuktikan bahwa sebuah keluarga tidak selalu berada dalam satu darah, hati kita bisa saja menyayangi seseorang yang bahkan tidak akan pernah kita duga.

Serta menggambarkan ketulusan dan kebaikan hati seorang manusia, yang benar-benar menggetarkan hati yang melihatnya. Suleyman betul-betul menyayangi Ayla, dan bahkan ketika berpuluh-puluh tahun kemudian, Suleyman masih memikirkan Ayla. Ia dan segenap hatinya yakin bahwa Ayla masih hidup.

Sebetulnya film ini diluar ekspetasi pribadi. Dalam bayangan saya, Ayla akan berada di tengah berkecamuknya perang bersama Süleyman, keduanya sama-sama berjuang mempertahankan hidup, dan memiliki sesuatu yang tragis –yang membuat karakter utama sangat menderita sampai akhir hayatnya.

Tetapi sepertinya imajinasi saya terlalu sadis. Kenyataannya, film ini tidak terlalu menyorot keadaan perang—terkecuali pada menit-menit awal. Lebih fokus pada kehidupan Ayla bersama Süleyman dan rekannya yang lain, serta perjuangan Süleyman bersama orang-orang baik untuk menemukan Ayla berpuluh-puluh tahun kemudian.

Walaupun begitu, film ini tetap bagus. Sisi lawaknya tetap ada di beberapa adegan—menurut pribadi saya, atau bisa jadi karena saya yang terlalu receh—, Kim Seul, sama seperti di drama yang pernah dibintanginya, Reply 1988, ia membawakan peran dengan begitu baik. Karakter utama yang lain, İsmail Hacıoğlu, tak perlu diperjelas lagi, kemampuan beraktingnya sangat mantab.

Selamat menonton!


Salam Kpopindo!

Sr: Wikipedia
Kpopindo.id

Add Comment