BEHIND THE DOOR "문 뒤에" (CHAPTER 1 - PERMOHONAN) MinSul Fanfict - Kpop Indonesia

BEHIND THE DOOR “문 뒤에” (CHAPTER 1 – PERMOHONAN) MinSul Fanfict

“Behind the Door  (문 뒤에CHAPTER 1 – Permohonan “

Maincast : Choi Minho, Choi Sulli, Key .
Subcast : Find by yourself!
Genre : Romance, Comedy, Sad

Author : ChoIndah (Indah Lestari)
>>> Aku merasa kekosongan dalam diriku yang tak dapat kuhindari selama beberapa tahun ini. Namun dia membawa kebahagiaan melalui suatu penghubung diantara kami. <<<

Please dont be silent readers! Enjoy it guys.. ?

@KyeoptaResidence

Komplek perumahan yang tidak terlalu mewah namun dengan tatanan taman yg rapi, lingkungan yang asri dan dipenuhi banyak bunga yang berjatuhan disana membuat perumahan ini menjadi sangat cocok untuk mencari ketenangan dan kedamaian dalam menjalani kehidupan. Puluhan unit rumah yang dimiliki keluarga Choi itu memberi kesan tersendiri pagi para penyewa rumah karna sang pemilik terkenal dengan keramahan dan baiknya keluarga mereka.

“Ya Sulli yah! ”
“Ne eomma. ”
“Rumah sebelah sebentar lagi akan ada yang tempati, coba periksa dulu gimana keadaannya.”
“Hahaha eomma.. Itu rumah bukan manusia seperti sakit saja” tawa Sulli yang membahana sambil mencomot kue yang dimasak sang ibu .
“Ne ne.. Palli yah lusa nanti penyewa rumah akan datang, eomma gak mau memberi kesan jelek saat dia melihat rumah itu nantinya. ”
“Ne arasseo. Eomma kuenya sungguh enak, jinjjah! ” ucap sulli yang tidak juga berhenti mencomot Choccolate mousse cake buatan eommanya.
“Apa kau akan terus seperti itu? ”
Dengan tatapan tajam ibunya menatap Sulli.
“Ahh ne ne.. Aku pergi.” ucap Sulli sambil membersihkan tangannya. “Aish,Mata eomma sangat horror bagiku!” iapun berlalu dan segera melaksanakan perintah ibunya.

*

Sulli kini berada di rumah yang dimaksudkan ibunya yang berada tepat di sebelah rumah mereka dan cuma beberapa meter dari rumah mereka . Dengan sebuah buku ditangan kanannya ia memasuki rumah itu.

“Hah.. Padahal sudah di cek dari kemarin kemarin dan sekarang pun last check juga.” gumam Sulli yang sudah menginjakkan kaki ke rumah itu.
“Eomma terlalu berlebihan. ” gumamnya lagi dan melangkah menelusuri semua ruangan.

Sulli POV

Rumah ini sudah kosong sekitar lima tahun terakhir. Aku bingung mengapa hanya rumah ini yang paling lama kosong dari unit rumah yang lainnya.
Aku masih ingat saat rumah ini entah sudah berapa keluarga yang ingin menempati tapi selalu saja batal. Aku juga tidak tahu kenapa. Mereka hanya mau menempati tidak untuk menempati. Seolah olah rumah ini ditakdirkan untuk seseorang . Aku menuju balkon untuk sekedar menikmati hembusan angin di pagi hari .
#

Kini Sulli berada di Balkon kamar yang berada di lantai 2, lantai paling atas. Ia meletakan bukunya itu di meja kecil yang ada di balkon.
Di sisi balkon Ia mengadahkan kedua tanganya kedepan dan menutup matanya menikmati tiap hembusan angin yang menerpa wajahnya , menikmati angin yang membuat rambutnya mengikuti arah angin itu.

“Wah sejuknya disini. Seakan penatku hilang seketika” ucap Sulli dengan senyumnya yang lebar menikmati angin dan pemandangan yang terlihat dari balkon.

Ia memegang pembatas balkon dan melihat ke arah langit. “YA TUHAN AKU BERHARAP YANG MENEMPATI RUMAH INI NANTI LAKI LAKI. SEMOGA ORANGNYA GANTENG, BAIK, PERUT DAN LENGANNYA PENUH DENGAN ROTI SOBEK :D” teriak Sulli yang menggelegar membuat guntur (gemuruh petir) terdengar saat itu juga.

DORRRR ~~~~ ////

“Ommo ommo!!.. Apa tuhan mendengar permohonan ku? atau tuhan marah karna permintaanku banyak? Ini artinya apa membuat ku merinding saja.” ucapnya sambil mengelus dadanya karena terkejut.
“Gak ada angin, gak ada hujan juga”
Sullipun segera berlalu dari balkon itu karna ia merasa takut .
*
*
*

@IncheonAirport

Terlihat lelaki bersetelan jas tengah menunggu seseorang di depan jalur masuk arrival passenger yang siap untuk ia jemput dari bandara.
“Minho-ssi! ” ucapnya dan melambaikan tangan ke arah orang yang hendak di jemputnya.
Sang pemilik nama melihat ke arah Manajer Nam dengan fashion airport nya yang cukup modis .

Manajer Nam menyamakan langkah nya dengan Minho menuju lobby.
” Apa kau akan ke rumah terlebih dahulu? Ayahmu,, maksud saya Tn. Choi telah menunggu mu dirumah.Kunjungilah mereka terlebih dahulu Minho-ssi”
‘Cihh menungguku? Jika ia menungguku seharusnya menjemputku saat tiba disini.’ batin Minho.
“Tidak perlu Manajer Nam.” ucapnya dengan nada yang terkesan dingin.

“Apa kau sudah mencarikannya untukku? ” lanjut Minho.

“Baiklah. Seperti yang kau minta aku telah mengurus semuanya untukmu ,rumahnya terletak di daerah Daejeon. Apa aku langsung mengantarmu kesana Minho-ssi?”

“Ne ”

“Silahkan tuan. ” Manajer Nam membuka pintu mobil dan mempersilahkan anak dari Choi Yun Gyeom , Owner dari Jet Entertainment itu untuk masuk.
*

Sulli terlihat bermalas malasan dikamarnya. Kamar yang penuh dengan poster cowok dengan roti sobek itu terlihat diberbagai sisi dinding kamarnya.

“Hahhh Ini weekend yang membosankan. Satupun gak ada yang bisa ditelpon, padahal aku kan ingin refreshing biar nih otak lebih jernih buat berpikir” gerutu nya yang terus mengotak ngatik hp nya mencoba mendengarkan sahutan dari seberang sana namun nihil hanya suara operator yang ia dengar.
“Tugas kuliah numpuk, malas banget buat ngerjainnya. ” sambungnya.
Sulli mengingat kejadian 2 hari yang lalu yang membuat nya merinding.
‘Itu artinya apa ya? Oh iya..ini sudah tanggal berapa?’ batinnya dan seketika ia mengecek ponselnya.

“Kyaaaaa!! Hari ini waktunya! Lets Go! ” dengan semangat antusias yang luar biasa ia melompat dari tempat tidurnya dan berkaca sejenak merapikan rambut dan menambahkan lip balm di bibirnya.
“Yeppo!” dengan girangnya ia segera bergegas ke tempat tujuannya yaitu ke rumah sebelah.

*TING NUNG!*
Sulli menekan bel dengan perlahan dan tidak hentinya tersenyum senyum sendiri menatapi pintu rumah yang tidak kunjung di bukakan.
” Semoga guntur kemarin berpihak padaku.” batinnya dan masih menekan bel berulang kali dengan perlahan dan dengan senyum yang semakin sumringrah .
” Ige mwoya? Kenapa gak dibuka sih. Apa pemilik rumah ini belum bangun? Masa iya udah jam 8 pagi belum bangun? ” ocehnya yang semakin kesal karna tidak ada sahutan dari dalam rumah untuk membukakan pintu.
Semakin kesal ia pun menekan nekan bel dengan cepat dan berulang kali.

*TING NUNG! TING NUNG! TING NUNG! TING NUNG! TING NUNG! TING NUNG! *

” Yakkk! Apa yang kau lakukan? ” pria dengan tubuh yang berkeringat dan atletis itu datang dari arah belakang bersama anjing peliharaannya dan sontak membuat Sulli terkejut.
” Ommo!Kau mengejutkanku” ia mengelus dadanya karna terkejut.
“Kau! Apa yang kau lakukan disini? ” ucapnya dingin.
“Aku hanya ingin.. Tunggu sebentar.. ” ia melihat lelaki yang bernama Minho itu dari bawah sampai atas.
‘Roti sobek, dada yang atletis, tangan berotot ditambah keringat yang bercucuran sungguh ini pemandangan yang menakjubkan’ batin Sulli. Ia membolangkan matanya dan menutup mulutnya dengan tangannya sangkin terkejut dengan orang yang ada di hadapannnya saat ini.

“Ommo! Apa kau pemilik rumah ini? ”
“Ne. Kau siapa? Sedang apa disini? ”
‘Astaga!Apa tuhan menjawab permohonanku? Kurasa guntur kemarin berpihak padaku’ batin Sulli .
“Namaku Sulli. Rumah ku tepat di sebelahmu. Senang berkenalan denganmu.” Sulli menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan Minho dan tentunya dengan senyum manis nya yang terukir disana.
” Langsung saja .. Apa yang kau lakukan disini? ” ucap Minho yang terlalu cuek dan dingin.
‘ mwo? apa dia barusan mengabaikanku? Jangan menyerah Sulli-ah ini baru awal saja’ semangat nya dalam hati.
“Ahh.. Langsung saja ya? Aku kesini untuk..”
‘Eoteokkaji? Aku harus jawab apa, tidak mungkin aku jawab cuma mau lihat yang menempati rumah ini ganteng atau tidak. Nanti dia anggap aku cewek yadong lagi. Help me! Help me! ” teriak Sulli dalam hatinya yamg masih saja mencari alasan untuk dia beritahu kepada Minho.

*gung gung gung gung gung gung*

Anjing Minho berlari ke arah Sulli. Sulli pun langsung memeluk anjing dengan bulu putih lebat yang berlari kearahnya itu. Mengingat Sulli penyayang binatang ia mengelus kepala anjing itu dengan senyum nya yang sumringrah.
“Ahh lucunya,,bulumu halus sekali. Namanya siapa?”

Minho menatap Sulli yang tersenyum riang dengan anjingnya.

‘Kenapa jantungku berdetak dengan cepat saat melihat senyumnya? Ada apa denganku ini?’ Minho tidak juga melepaskan pandangannya dari senyum Sulli yang terlihat sangat manis itu.

” Tetangga baru! Apa kau mendengarku?” Sulli bangkit berdiri lalu menatap orang yang ada di hadapannya saat ini.
“Ohh.. kau bilang apa? ” ia tersadar dari lamunannya.
“Aku tanya namanya siapa? Anjingmu..”
“Bee namanya.. Bee”
” Ohh Bee.. Nama yang bagus..Kau sangat cantik Bee yahh” Sulli mengelus kepala bee dan memeluknya.
” Dia itu jantan.”
“Ahh kau sangat tampan Bee yah..”

*Beep beep beep *

Ponsel Minho berdering. Tertera nama Irene di ponselnya.
“Ya Irene ahh.. Ada apa? ”
Minho melihat Sulli sekilas lalu masuk ke rumahnya bersama Bee karna ia mendapatkan panggilan dari seseorang .

Sulli hanya menatap pintu rumah yang berada dihadapan nya itu tanpa bergeming.
“Irene? ” gumamnya.
Ia berpikir apa dia terlalu berharap banyak atas permohonannya atau ia terlalu bersemangat akan orang yang beberapa menit lalu ia ajak bicara.
*
@Studio Pemotretan

” Hana, Dul, Set” *Ceklek*
” Hana, Dul, Set” *Ceklek*
Cahaya flash dari kamera sang fotografer membuat model yang dihadapan nya berganti gaya setiap kali di potret. Setelan jas dengan kacamata dan sesekali berganti pakaian menjadi pakaian casual. Sebisa mungkin ia bermain dalam ekspresi agar tampilan gambar untuk Majalah Crush February issue itu terlihat lebih menarik.
“Good Job Key!” teriak sang Manajer yang sedari tadi mengamati pemotretan itu.
“Terima kasih semuanya” ucap Key sambil tersenyum.
“Ini minummu.”

“Gomawo Manajer Baek”
Photoshoot untuk hari inipun telah selesai. Key mengecek ponselnya, tertera 3 panggilan tak terjawab dari Minho.
“Minho meneleponku? ” ucapnya pelan namun mampu didengar oleh sang manajer yg berada disampingnya.
“Siapa? Minho? Oh dia sudah pulang dari USA kemarin.” sahut Manajer Baek.
“Benarkah? ”
‘Ini sudah 5 tahun lamanya sejak kejadian itu’. Batin Key.

*

@Balkon Kamar Minho

Minho menatap langit yang mulai menyembunyikan cahayanya itu, menikmati semilir angin sejuk dan tentu saja dengan sweater hangat yang ia kenakan.

Ia melihat balkon yang berada di sebelah kanannya, balkon yang terdapat berbagai macam bunga dan dengan lampu yang menerangi balkon itu.
‘Apa itu kamarnya?’
Ia mengingat senyum Sulli saat memperkenalkan namanya.
“Matanya ikut tersenyum.” ucapnya dan tersenyum simpul mengingat senyum Sulli yang sangat manis menurutnya.
Lampu balkon kamar minho terlihat bergerak ke kanan dan ke kiri. Minho yang menyadari arah cahaya yang tidak stabil langsung melihat ke arah lampu balkonnya itu
“Kenapa lampunya… ”

*

Di meja belajarnya Sulli terlihat mendengarkan lagu dengan headset yang tergantung di telinganya sembari menulis sesuatu di catatannya.
Ia mengingat kejadian tadi pagi saat Minho menerima telepon.
“Irene..? Apa dia pacarnya?” gumam Sulli dan masih saja mengingat kejadian tadi pagi. Wajahnya terlihat murung saat ini.
Ia kembali fokus dengan catatan nya.
“K kenapa tangan ku bergetar.. Mejanya.. AKKKKKKKHHHH!!! ”
To be Continue >>>>>>>>>………

Add Comment