BEHIND THE DOOR “문 뒤에” (CHAPTER 2 - GEMPA BUMI) - Kpop Indonesia

BEHIND THE DOOR “문 뒤에” (CHAPTER 2 – GEMPA BUMI)

 

Maincast :

Choi Minho

Choi Sulli

Key

Subcast : Find by your self^^

Genre: Romance, Comedy, Sad. 

Author : ChoIndah (Indah Lestari) 

Annyeong! Siapa yang nunggu nih FF? ??

*KRIKK KRIKK*KRIKK KRIKK*

Gak ada ya? Tapi yang baca banyak yang komen kagak ada?.. Diharapkan setelah membaca meninggalkan jejak yah Readersdeul ,biar Author nya updatenya kagak lama ? loplop yoreobun??.

*Mian typo dimana mana. Hope you like it!

••Aku merasa kekosongan dalam diriku yang tak dapat kuhindari selama beberapa tahun ini. Namun dia membawa kebahagiaan melalui suatu penghubung diantara kami. ••

Minho melihat balkon yang berada di sebelah kanannya, balkon yang terdapat berbagai macam bunga dan dengan lampu yang menerangi balkon itu.

”Apa itu kamarnya?”
Ia mengingat senyum Sulli saat memperkenalkan namanya.
“Matanya ikut tersenyum.”

ucapnya dan tersenyum simpul mengingat senyum Sulli yang sangat manis menurutnya.
Lampu balkon kamar minho terlihat bergerak ke kanan dan ke kiri. Minho yang menyadari arah cahaya yang tidak stabil langsung melihat ke arah lampu balkonnya itu
“Kenapa lampunya… ”

*

Di meja belajarnya Sulli terlihat mendengarkan lagu dengan headset yang tergantung di telinganya sembari menulis sesuatu di catatannya.
Ia mengingat kejadian tadi pagi saat Minho menerima telepon.
“Irene..? Apa dia pacarnya?” gumam Sulli dan masih saja mengingat kejadian tadi pagi. Wajahnya terlihat murung saat ini.
Ia kembali fokus dengan catatan nya.
“K kenapa tangan ku bergetar.. Mejanya..”

BRUKKKK..

Rak buku dengan akuran besar yang berada tepat disamping Sulli jatuh dan hampir mengenai tubuhnya .
“AKKKHHHHH!!!” pekiknya . Ia tersungkur ke lantai dan sesegera mungkin ia merangkak untuk berlindung di bawah meja yang berada di sisi dinding .
Ia mengambil ponsel dari sakunya.

“Eomma.. Eomma.. Eomma”

Sulli merasa ketakutan saat ini, tangannya bergetar mencari nama kontak yang bertuliskan Eomma. Getaran gempa semakin ia rasakan membuat ponselnya jatuh dan membuat nya semakin takut. Ia menundukan kepala dan menutup telinganya.

“Eomma, aku takut!” wajahnya kini pucat.

Ia cuma seorang diri dirumah saat ini. Ia hanya bisa merasakan getaran gempa saat ini dan mendengarkan barang-barang yang sudah berjatuhan ke lantai. Ia sungguh takut hanya untuk berlari ke luar rumah.

*

Hal yang sama pun dirasakan oleh Minho.
Melihat lampu balkon nya yg bergerak tak tentu arah dan merasakan getaran. Ia langsung masuk ke dalam kamarnya . Ia melihat ke sekeliling kamar .

Kini barang-barang mulai terjatuh dari tempat semulanya.
Ia segera hendak berlari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri namun sebelum ia membuka knop pintu kamarnya, lukisan yg tergantung tepat berada di dekatnya itu jatuh.

BRUKKKKKK

Ia jatuh bersama lukisan dengan ukuran yang cukup besar yang mengenai kepalanya itu.

“Akhh.. ”
Ia memegang kepalanya yang terasa sakit.

AKKKHHHHH!!!!

Minho mendengarkan suara pekikan dari sebelah rumahnya.

“Itu suara ..”
#Flashback

” Bee-ah ini makananmu ” Minho meletakan makanan Bee di kandang yg berada di halamannya.
Minho yang mendengar percakapan dari sebelah rumahnya, mengedarkan pandangannya ke arah suara itu.

“Eomma perjalanan bisnisnya jangan lama-lama yah.. Anakmu ini tidak mau tinggal sendirian dirumah. Araseo eomma? ” ucap Sulli sambil membawakan koper dan barang – barang lainnya ke dalam bagasi taksi.
“Baiklah.. Anakku perjalanan bisnisnya cuma 3 hari di Busan. Kau jangan tidur larut malam. Mengerti? ”

“Ne, jangan khawatir Eomma. ” Sulli membukakan pintu taksi untuk eommanya.

“Eomma pergi dulu ne.. Bye bye chagi”
“Bye bye Eomma”

#FlashbackEnd

“… gadis itu. Dia sendirian”

Minho langsung bangkit dan berlari ke arah balkon. Ia melihat ke arah balkon yang berada di sebelah kanannya .

“Cuma ini cara satu-satunya yang tercepat” ucap minho yang menatapi sisi pembatas antara balkon Sulli dan balkonnya.

Ia menyingkirkan pot – pot bunga besar yang berada di pembatas balkon. Ia melewati dinding pembatas balkon yang berukuran sempit itu. Mungkin Ia bisa saja jatuh ke bawah saat melewati sisi pembatas balkon dalam keadaan gempa.
Berjalan kecil namun pasti ia pun sampai ke balkon kamar Sulli.

Minho melihat Sulli dibawah meja dengan wajah yang ketakutan.
“Yak! Yak! ” ia mengetuk pelan jendela kamar Sulli .

Namun Sulli sama sekali tidak melihatnya. Ia mencoba membuka jendela itu.

“Tidak dikunci” Ia segara melompat melewati jendela.
Dengan kedua tangan di atas menutupi kepalanya, Ia berjalan ke arah bawah meja.

“Yak! Kamu gak apa apa? Apa ada yang terluka? ” tanya Minho dengan suara yang tersengal sengal.
Sulli yang awalnya menunduk ketakutan kini menaikan kepalanya menghadap kearah sumber suara.

“t t tetangga baru? ”
“Astaga kau pucat sekali. Kau juga berkeringat.” Kini raut wajah Minho sangat khawatir.

BRUKKKKKK!!

Suara yang jatuh kali ini lebih keras dari yang sebelumnya. Serpihan dinding kamar Sulli terlihat jatuh berserakan ke lantai.
Mendengar suara itu sontak membuat Sulli ketakutan dan kaget.
“Akkhhhh!!” ia langsung menutup matanya dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Minho. Ia juga mengeratkan kedua tangannya ke sweater yang dikenakan Minho . Sungguh ia tidak dapat membendung ketakutannya saat ini.

Deg ~
Deg ~
Deg ~
Deg ~
Deg ~
Keadaan yang sulit untuk Minho jelaskan kepada dirinya sendiri yaitu detak jantungnya yang tidak stabil. Hal yang sudah sangat lama tidak terjadi dan terjadi lagi saat ia pindah kerumah ini dan bertemu dengan tetangganya.

‘Dia terlihat berbeda saat ia memperkenalkan dirinya. Ceria, senyum yang terukir diwajahnya. Kini ia ketakutan sangat ketakutan , tapi ia terlihat lucu saat ketakutan seperti ini.’ batin Minho yang masih menatap Sulli yg berada dihadapannya.
*

Televisi yang berada di Lobby hotel menayangkan news highlight akibat gempa yang terjadi di Daejeon dan sekitarnya.

Gempa berkekuatan 4,9 SR kini menimpa daerah Daejeon, Daechukjae dan sekitarnya. Keadaan saat ini masih belum bisa dipastikan namun menurut Skala Richter nya kekuatan gempa tidak begitu parah. Kemungkinan untuk Gempa Susulan juga ada. Kami akan kembali setelah keadaan tempat terjadinya gempa membaik. Terima Kasih. 

Ibu Sulli yang sedari tadi mendengarkan berita dari televisi lobby sangat cemas dengan keadaan anaknya.

“Ommo! Eoteokhae ?Anakku bagaimana keadaannya? ” sahut Ibu Sulli kepada rekan kerjanya. Ia mulai menekan tombol call dengan nama kontak Putriku itu.
“Seperti nya jaringan tidak mendukung Ji Eun-ssi”
“Benarkah?” Ia mencoba menelepon Sulli berulang kali namun tetap saja tidak tersambung.
“Mungkin sebentar lagi jaringan akan stabil.
“Ne .Semoga dia baik-baik saja” ia tambah khawatir karna ia belum mendengar suara anaknya itu

*
1 menit,
2 menit,
3 menit,

Mereka masih dalam posisi yang sama dan masih merasakan getaran gempa walau tidak sedahsyat sebelumnya.
Minho yang masih bergelut dengan pikirannya tersadar bahwa gempa mulai berhenti.

“Yakk!! Sepertinya gempanya sudah berhenti”
“Eoh? Eoh maaf.. ” Sulli mulai melepaskan gengaman eratnya pada sweater Minho sembari mengangguk pelan meminta maaf pada tetangganya itu. Mereka mulai merapikan posisi mereka yang masih dalam keadaan duduk di bawah meja.

“Gomawo euhh.. Aku harus memanggilmu apa? ” ucap Sulli yang masih menunduk karna malu.

“Minho.. Namaku Minho. ”

“Gomawo Minho-ssi “ucap Sulli dari yang menunduk dan kini menaikan kepala nya menatap orang yang berada dihadapannya.
“Ommo!! Minho-ssi kau berdarah.”
“Mwo?”
“Kening mu berdarah.. ” tunjuknya pada kening Minho.
Sulli segera bangkit dari posisinya hendak mengambil kotak P3K .

“Yakk!! Kau mau kemana? ” cegat minho.
“Aku ingin mengambil kotak obat.”
“Apa kau tidak tahu gempa susulan bisa saja terjadi”
“Tapi yang terpenting sekarang lukamu . Kau bisa kehilangan banyak darah nanti. ” ucapnya setengah berteriak.
Minho hanya terdiam ditempatnya.

Walau kamarnya sangat berantakan saat ini ,Sulli masih tetap mencari kotak P3K.

Minho pov

Bagaimana bisa dia terlihat berani saat semula ia sungguh ketakutan saat gempa. Apa dia tidak berpikir bahwa mungkin saja gempa susulan terjadi. Apa mungkin karna aku berada disini jadi dia tidak merasa takut?
Ahh jinjjah!! kenapa sekarang aku merasa nyeri sekali dikeningku saat ia mengatakan dahiku berdarah. Padahal sedari tadi aku tidak merasakan sakit apapun.

Minho pov end.
*****

@JetEntertainmentBuilding

“Sial! Karna gempa penerbangan hari ini ditunda jadi besok.” sahut Manajer Baek kepada Key.
Key hanya diam saja menatapi layar hp nya.

Key-ahh apa kabar? Bogeoshipoyo…chingu.
– Irene –

‘Dia akan terus menganggap ku sama. 5 tahun yang lalu dan sampai sekarang aku sama saja di matanya. Aku hanyalah teman untuknya.’ batin Key yang masih saja menatap pesan dari Irene.
*****

“Mungkin ini akan terasa sangat sakit kumohon tahan sebentar saja Minho oppa. ” ucap Sulli yang mulai mengobati luka minho.

“Mwo? Oppa? Akkkhhhh sakit sakit. ”

“Kan aku sudah bilang ini akan terasa sangat sakit.”
“Tapi apa kau bisa mengoreksi perkataan mu tadi? ”
“Perkataanku yang mana? Obatnya yang terasa sakit? ”
“Bukan.. Oppa kau menyebutku oppa.. ” kesal Minho.
“Ahhh.. Oppa.. Apa aku tidak bisa memanggilmu oppa? ” ucap Sulli.
“Andwae!!! ”
To Be Continue guyss….

 

Don’t be silent readers. !!!?

Add Comment