Binding You Prince 6 (Fanfiction SHINee X Wanna One) WARNING - Kpop Indonesia

Binding You Prince 6 (Fanfiction SHINee X Wanna One) WARNING

BINDING YOU PRINCE 6

Cast:
SHINee All Member
WANNA ONE All Member
TVXQ Changmin
Jisoo and Lisa Blacpink

Main Cast: 2Min ( Minho x Taemin)
Genre: Historical, Ansgt, Incesh, Comedy, family and Romance
Author : Shinka Kyung
Cover: Ulfa

Rate : Rate 21+(WARNING)

Rasa kantuk tak menghalangi Putri Jisoo untuk meneruskan perjuanganya seorang diri menemui kakak tercintanya.
“Jihoon dan Jinyoung bisa melakukan ini, lantas mengapa aku tidak,” Sebelumnya Jisoo telah mencari tau keberadaan Taemin, setelah mengetahui ia kemudian mempunyai rencana gila ini.

Pagi telah menyingsing dan ia akan segera sampai. Hanya berjalan sedikit lagi.

Sementara di Istana Raja telah mengetahui bahwa sang Putri pergi dari Istanah lewat sepucuk surat yang diselipkan pada pintu Kamar Raja saat Para penjaga berganti. Saat pagi Raja baru membaca surat yang diselipkan itu kemudian ia sendiri yang memutuskan untuk pergi menjemput Jisoo bersama pasukan khusus secara diam-diam. Raja benar-benar sangat kesal karna semua anaknya memberontak dan tak menurutinya. Dengan Alibi mengajak Keponakanya Pangeran Kang Daniel pergi melihat-lihat kota. Raja membawa serta Pangeran Daniel dalam perjalanan dan memang sengaja untuk mengenalkanya pada Taemin agar Jisoo tak terlalu merepotkan seperti ini. Pangeran Daniel yang memang masih polos itu hanya menurut saja dengan senyum cerahnya. Guanlin sempat melihat mereka ketika meninggalkan Istanah, Bertanya-tanya kemana raja dan Pangeran Daniel pergi sebab itu terlihat mencurigakan sekali mereka pergi di saat Istanah sedang kedatangan tamu dari kerajaan seberang. Namun kali ini prioritasnya adalah Jihoon. Ia harus merawat Jihoon hingga sembuh tanpa diketahui siapapun agar tak membuat kawatirkan para ibu dan yang lainya.

“Hyung,” Sapa Jinyoung yang duduk disamping Jihoon mengipasi lukanya. Jihoon belum bangun sejak kemarin. Pagi ini Guanlin telah memberi antiseptics dan beberapa obat-obatan agar lukanya lekas menutup. Jinyoung masih sibuk mengipasi punggung Jihoon dengan maksud agar obatnya cepat meresap.
“Jinyoung lebih baik kau menunjukan dirimu pada yang lain agar mereka tak menduga kalian melarikan diri lagi,” Ucap Guanlin.
“Ah benar! Bisa gawat kalau Raja menemukan kami tak ada dikamar, Terima kasih telah mengingatkanku hyung tapi Jihoon hyung,”
“Aku yang akan merawatnya,”
“Baiklah hyung Aku permisi,” Jinyoung bergegas kembali kedalam kamarnya. Sementara itu Guanlin berjalan mendekat dan melihat bekas luka Jihoon yang kini terlihat membaik.
“Sepertinya sudah cukup baik,” Melihat luka yang telah tertutup.
“Kau sudah merasa lebih baik Jihoon Hyung? Aku akan membalik tubuhmu agar kau tak merasa sakit dan sesak nafas saat sadar nanti,” Mengangkat tubuh Jihoon kemudian menidurkanya dengan posisi tidur seperti pada umumnya.
“Lukamu sudah membaik, dalam dua hari mereka akan menghilang Hyung,” Guanlin melihat wajah tidur Jihoon dan terkesima.
“Mengapa kalian bertiga cantik-cantik? padahal kalian lelaki. Dan kau adalah yang tercantik dengan mata indahmu,” Guanlin menyentuh Wajah Jihoon. Kemudian mendekatkan wajahnya dan mengamati mata Jihoon yang tertutup.
“Matamu seperti rubah yang cantik, Aku suka sekali pada matamu hyung. Andaikan akulah Saudara kalian AH!! Aku kini memang saudara kalian. Jadi aku punya hak untuk dekat dan menyayangi kalian juga kan?” Berbeda dari parasnya yang Tinggi dan terlihat dewasa juga dingin. Jauh dalam diri Guanlin dia adalah orang yang sangat penyayang pada seseorang didekatnya. Kini ia telah memutuskan benar-benar akan mengambil peran sebagai kakak dan menjadi bagian keluarga Istanah sepenuhnya.

“Hyung, Sebenarnya aku ingin tertawa ketika kau memanggilku Hyung karna aku sebenarnya Jauh lebih muda darimu. Namun aku akan membiasakan diri menjadi Hyung Untuk kalian. Aku akan menggantikan Kakaku merawat dan melindungi kalian. Jika dia masih hidup aku yakin dia juga akan melakukan seperti apa yang telah kulakukan, Jadi tolong terimalah aku sebagai saudaramu juga”
“Eunngh,” Jihoon mulai sadar dan membuka mata pelan.
“Jihoon,” Guanlin terkejut karna Jihoon sadar saat ia tengah berbicara. Sekarang Guanlin bertanya-tanya apakah Jihoon mendengar semua ucapanya dan benar Jihoon mendengarnya, namun hanya mendengar bagian paling belakang saja.
“Guanlin Hyung,” Jihoon berusaha untuk duduk.
“Jangan banyak bergerak dulu, Punggungmu masih terluka,” Ucap Guanlin membantu Jihoon duduk dan menyanggah punggungnya.

“Gomawo Hyung,” Ucap Jihoon tanpa menatap Guanlin. Jihoon merasa bahwa ia telah salah sangka terhadap Guanlin apalagi ia sempat mendengar Guanlin memohon padanya untuk diterima sebagai saudara. Itu sedikit menbuat Jihoon tersentuh dan merasa bersalah karna telah mengatakan hal-hal buruk pada Guanlin. Guanlin terlihat salah tingkah setelah Jihoon bersikap baik padanya. Sempat ketakutan Jihoon mendengar Ucapanya dan lega ternyata Jihoon tak mendengar.

“Kau lapar? Aku sudah meminta pelayan membuat bubur,” Guanlin yang pagi buta menyiapkan bubur khusus untuk Jihoon kini menyuapkanya pada Jihoon.
“Aku sudah memasukan bahan alami yang akan membuatmu sembuh dengan cepat Jihoon, Buka mulutmu,” Guanlin Menyendokan bubur itu dan menyuapkanya pada Jihoon. Jihoon tak menolak namun wajah Jihoon memerah.
“Sudah hyung, biar kulakukan sendiri. Memalukan sekali jika terlihat orang lain Lelaki seumuranku masih di suapi oleh kakaknya,” Jihoon merasa malu menerima kasih sayang dari kakak barunya. Karna dahulu yang merawat dan menyuapinya adalah Kakak Taemin dan kini menjadi menjadi Kakak Guanlin membuatnya merasa canggung. Walau begitu ia merasa senang dan Guanlin juga merasa senang sekali.

“Hyung, OMO! Jihoon Hyung sudah sadar!?” Jinyoung segera berlari menghampiri Jihoon.
“Hyung gwenchana?”
“Gwenchana Jinyoung-ah,” Duduk dengan tenang melanjutkan makanya. Mereka bertiga mulai berbicara mulai dari pembicaraan ringan dan mulai ingin mengenal satu sama lain. Sementara mereka tengah berbicara banyak hal. Seorang gadis telah menyebrangi jembatan dan berjalan sampai di perempatan.

 

Jisoo telah sampai di Cheondap dan kini berjarak 20 meter dari Kediaman keluarga Hwang.

“Kau sudah mengerjakan tugasmu Daehwiah!?” Minho berkacak pinggang di depan rumah bertanya dengan gaya sangat menyebalkan. Daehwi hanya memutar bola mata bosan. Sementara Taemin membantu Daehwi membawa beberapa barang daehwi yang belum di masukan.

OPPA!!!!” Mengalihkan perhatian menuju arah teriakan.
“Jisoo,” Taemin tak kalah terkejut.
“Oppa!!” Jisoo yang berlari langsung datang dan memeluk Taemin erat.
Oppa, Hiks hiks hiks Bogoshipeo, Neomu bogoshippeo,” Air mata deras mengalir dari kelopak cantik Jisoo. Minho dan Daehwi yang ada disamping Taemin saling melihat satu sama lain. Daehwi segera berlari kedalam rumah.
“Umma…Umma!!”
“Wae wae wae,” Ucap gugup Jisung sambil membersihkan meja.
“Itu, itu umma…Anu,”
“Apa sih Daehwi? Yang jelas! Umma tak mengerti,” Tak menghentikan kegiatan dan terus mengelap meja makan.
“Tuan Putri datang,”
“Hah? Apa maksudmu?”
“Di depan, di depan! memeluk Taemin Oppa,”
“Aigo!! Kemarin Pangeran dan kali ini Tuan putri Ah Jinnja,” Jisung segera berlari.

 

Taemin masih mengusap pucuk kepala adiknya yang cantik, adik perempuan tersayang yang juga sangat dirindukanya.
“Uri Jisoo sudah berubah menjadi semakin cantik,” Tersenyum dan terus memeluk adiknya.
“Oppa juga, mengapa rambutmu panjang dan indah seperti ini. Sial sekali aku bisa kalah cantik,” Ucap Jisoo dengan tawa dan jejak air mata yang masih terlihat.

“Aigoo! Siapa ini? Mengejutkan sekali,” Jisung telah melihat Jisoo disana.
“Dia Saudara perempuanku satu-satunya Jumma namanya Jisoo, dia adik perempuan yang paling kusayangi karna hanya dia perempuan di antara kami ehehe,” Taemin melepaskan pelukan dan mengenalkan Jisoo pada lainya.
“Jisoo, Perkenalkan…Ini adalah Ibu asuhku disini, Yoon Jisung. itu Daehwi adik kecil kami dan ini adalah Choi Minho. Ada satu lagi Hwang Seonsaengmin. Guru yang membimbingku disini,” Ucap Taemin memperkenalkan Jisoo pada semuanya.
“Eum Putri…apa Raja telah mengijinkanmu datang kemari? karna kema-”
“Aku kabur dari Istanah,” Ucap Jisoo memotong kalimat Jisung. Tak helak mereka terkejut.

“Ommonaa…ini akan menjadi kasus lagi,” Daehwi berbisik.
“Rumah kita akan ramai lagi,” Minho menambahi. Mereka tau betul hal ini akan segera menjadi masalah baru.

“Aigoo putri, mengapa kau lakukan ini. Kau bisa dalam masalah besar,”
Jisung memberitahu.
“Siapa yang perduli, Adik-adiku juga melakukan hal yang sama dan mereka baik-baik saja lantang mengapa hanya aku yang tak bertemu Taemin Oppa, bukankah itu tak adil? aku hanya meminta keadilan untuku,” Jisoo sedikit kesal karna dia seorang yang menganggap hal yang dilakukanya tak benar sama sekali. Mereka tak merasakan apa yang Jisoo rasakan.

“Jisoo-ah, Kau sudah sarapan? ayo ikut aku mengantar Daehwi sekolah kemudian kita pergi kekota,”
“Ah tak perlu, Aku yang akan mengantarkan adiku, kau pergi saja ajak adikmu ajak jalan-jalan. Kemarin kau tak sempat berjalan-jalan dengan adik-adikmu yang lain bukan?” Ucap Minho sambil meletakan tanganya pada pundak Daehwi, Daehwi hanya menurut saja saat Minho mendorong pelan punggungnya untuk berangkat sekolah.
“Bersenang-senanglah kalian nde,” Lambai Minho pada Taemin dan yang lainya.

“Ah tunggu, jika tuan Putri bersedia menunggu. Aku akan membuat sesuatu lagi yang Lezat,”
“Tak perlu Jumma, Aku memang ingin membawanya jalan-jalan karna banyak yang harus kami bicarakan,” Taemin menolak halus.
“Oh baiklah,” Jisung tersenyum dan memaklumi. Tak perlu waktu lama Taemin segera berpamitan untuk pergi kepusat kota dengan Jisoo dan berjanji akan pulang sebelum tengah hari. Kini mereka berdua berjalan bersama dengan senyum merekah pada keduanya. Berhenti disebuah kedai langganan Minho dan Taemin dan Memesan 2 porsi untuk mereka.

“Jisoo, bagaimana keadaan Istanah? Dan para ibu?” Expresi Taemin menjadi sangat sedih ketika membicarakan ini. Ia juga sangat merindukan ibunya…benar-benar sangat merindukanya.
“Istanah Masih sama hanya lebih membosankan karna tak ada dirimu Oppa, Para ibu baik-baik saja. Hanya saja Gweboon umma sering batuk akhir-akhir ini. Selebihnya tak ada masalah,”
“Ah benarkah? Bagus kalau begitu,” Ucap Taemin dengan senyum sayu.
“Oppa, mengapa kau tak ingin pulang? Kau tak merindukan para ibu? Gweboon Umma? Terkadang aku melihatnya masuk kedalam ruanganmu dan membersihkan barang disana. Terkadang ia terdiam dan terkadang menangis,”
DEG!
Dada Taemin sangat sesak. Ia ingin pulan! ia benar-benar ingin pulang. Ia ingin bertemu semua keluarga terutama Ibunya Gweboon. Tapi Raja tak mengijinkanya dan itu membuat Taemin sangat menderita walau dia terus tersenyum dan tenang.

“Silahkan nikmati mama,” Seorang pelayan datang memberikan minuman mereka.
“Apa dia baru saja memanggil kita ‘Mama‘?” Jisoo memandang pelayan yang berlalu itu.
“Itu pasti hanya perasaanmu saja Jisoo, Sekarang apa yang akan kau lakukan saat Pasukan Kerajaan menjemputmu nanti, karna aku yakin Raja telah mengetahui bahwa kau menghilang,”
“Ah oppa! ayo bicarakan yang lain, kita baru saja bertemu mengapa membicarakan itu,” Jisoo yang kesal memasang wajah marah yang cantik. Taemin hanya tersenyum.
“Tuan silahkan nikmati hidangan dan minuman anda,” Pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.
“Sebentar tuan, seorang pelayan telah mengantarkan minum sebelumnya jadi silahkan bawa minum anda kembali,” Ucap Taemin dengan meletakan kedua minuman pada nampan agar dibawa kembali oleh pelayan,”

“Makanlah Jisoo, Ini makanan terlezat disini. Aku dan Minho. sering datang kemari,” Ucap Taemin sambil mempersiapkan sumpitnya.
“Minho itu yang tinggi tadi Oppa? Dia tampan juga,”
“Iya dia memang tampan,” Taemin tersenyum manis. Mereka berdua mulai menikami makanan dan berbincang bersama. Sementara itu di Istanah.

 

“Appa, Ah! Maksudku.. Ahjushi!” Guanlin datang kedalam ruangan Hasung. Sekedar ingin bertanya tentang raja namun ternyata ayahnya itu tak ada di tempat. Mencarinya kebeberapa sudut dan tempat yang sekiranya di kunjungi oleh ayahnya namun memang ayahnya tak berada di Istanah. ‘Apa dia mengikuti raja?’ Tanya Guanlin dalam hati.

 

Matahari semakin naik dan hari semakin panas. Taemin dan Jisoo telah cukup jalan-jalan hari ini. Mereka telah membicarakan banyak hal termasuk perjodohanya dengan Pangeran Daniel, Taemin menangkap bahwa Daniel sosok yang Baik, ramah dan tampan dari sudut panjang Jisoo. Taemin lega karna Jisoo mendapatkan seseorang baik. Kali ini Mereka harus segera pulang agar Jisoo segera di antarkan. Taemin akan meminta bantuan pada Minho dan Hwang Seonsaengnim untuk mengantarkan Jisoo kembali ke Istanah karna Ia masih belum boleh kembali keistanah. Tak masuk akal jika ia membiarkan Jisoo kembali seorang diri.

“Oppa, Kenapa pusing sekali. Auh!” Jisoo menyentuh keningnya dan mencengkram Taemin disampingnya karna merasa Bumi berputar.
“Jisoo!! Ada apa!? Kau sakit? AKH!!” Taemin juga merasakan hal yang sama.

BRUKK!!

Tubuh Taemin yang berdiri menahan tubuh Jisoo justru jatuh tersungkur. Taemin tak sadarkan diri.
“Oppa!! Oppa!!” Ucap Jisoo menggoyang-goyangkan tubuh Taemin namun tak ada respon.
“Oppa, Waeyo!! Oppa Irona, Oppa!!”
Jisoo berusaha membangunkan Taemin namun tak berhasil.
“Siapa saja Tolong kami!!” Jisoo berteriak meminta pertolongan dan beberapa orang telah datang pada mereka.
“Kakaku tiba-tiba pingsan Ahjushi,” Ucap Jisoo dengan khawatir.
“Tenang nak, aku adalah dokter. Aku akan memeriksa keadaan kakakmu kau tenangkah,” Warga yang tak sengaja menolong mereka dan mengaku dokter ini memeriksa beberapa bagian tubuh Taemin
“Ia tak apa-apa, Ia hanya butuh banyak istirahat. sebaiknya kau mencari penginapan didekat sini dan biarkan kakakmu Istirahat,”
“Baik paman! Bisa tolong jaga kakaku sebentar? aku akan segera kembali,”
“Nde,” Setelah Orang itu bersedia menunggu Taemin. Jisoo berlari dan mencari penginapan terdekat. Tak susah menemukanya karna mereka masih berada di tengah kota. Setelah memesan sebuah kamar Jisoo langsung berlari secepat mungkin menuju kakaknya. Masih disana bersama Paman Penolong dan akhirnya membantu Jisoo untuk membawa Taemin menuju Penginapan.

“Terima kasih bantuanya Tuan, Aku akan selalu mengingatmu, Terima kasih banyak,” ucap jisoo sambil membungkuk berterima kasih.
“Tak masalah, Kalian Itirahat saja Nde, sampai jumpa,” Ucap sang paman dan Jisoo menjawab dengan senyumanya. Setelah sang paman pergi, Jisoo segera menutup Pintu kamar penginapan lalu menghampiri kakaknya yang tengah tak sadarkan diri itu tanpa tau seseorang mengunci Pintu kamar mereka dari luar.

 

 

“Raja, Apa masih lama? Hari sudah menunjukan bahwa sebentar lagi akan segera sore dan aku rasa kita telah berjalan-jalan jauh sekali,”
“Ah, itu karna kerajaanku sangat luar bukan Daniel?”
“Benar sekali Mama,” Raja Jinki Telah sampai di Cheongdap.
“Pangeran Daniel ayo kita makan sesuatu terlebih dahulu,” Raja melihat wajah daniel yang berantakan dan lesu karna kelaparan. Semua itu karna Raja Jinki membawa Pangeran saat masih Pagi buta dan ia tak makan apapun. Ia tau Pangeran Daniel pasti merasa lapar namun ia tak berani mengatakanya. Sementara itu Minho dan Daehwi sudah kembali dari sekolah.

 

“Dimana Taemin?” Minho bertanya pada Ayahnya yang tengah meracik obat.
“Aku fikir ia pergi bersamamu,”
“Dia pergi bersama Tuan putri appa, Apakah belum kembali juga?” Daehwi menambahi.
“Tunggu!! Tuan putri?” Hwang Minhyun memang satu-satunya yang tak mengetahui bahwa tuan putri datang.
“Ia berjanji pulang sebelum tengah hari namun sampai sekarang belum kembali, apa ini baik-baik saja? Taemin tak biasanya seperti ini,” Ucap Jisung.
“Tunggu!! Jadi Taemin Dan Tuan putri bersama-sama?”
“Benar, Mereka pergi ketengah kota,” Ucap Jisung. Seolah sangat terkejut karna ia baru saja berada di tengah kota. Pusat kota Cheongdap bukanlah tempat yang luas dan ia sempat bertemu Noh Taehyung yang menggendong seseorang dan seorang gadis yang sangat Familiar berjalan disampingnya.  Namun karna ia sedang buru-buru ia mengabaikan hal itu. Ternyata kini ia baru mengingat jika gadis itu adalah Gadis yang mengantarkanya menuju Kerajaan Joseon beberapa waktu lalu dan tak lain-tak bukan dia adalah Sang Putri.

“ASTAGA!! MEREKA DALAM BAHAYA!” Ucap Minhyun membuat semua anggota keluarga terkejut.
“YA!! Apa maksutmu Yeobo!”
“Aku melihat mereka bersama Noh Taehyung di sebuah penginapan saat aku membeli bahan Obat. Noh Taehyun adalah Kriminal sewaan yang bersedia melakukan apa saja dengan imbalan seimbang,” Jelas Minhyun.
“OMMONA!! EOTTOKHAE!” Jisung menjadi panik, Daehwi dan Minho pun begitu.
“Dimana mereka Appa? Di penginapan ‘Nan Hana’ Ayo cepat susul mereka,” Minho langsung berlari tak perduli apapun.

 

Sementara ditempat yang sama, Pangeran Daniel dan Raja telah selesai menikmati hidangan terlezat dikota itu, Raja memesan sebuah kamar dan meminta Daniel untuk beristirahan sementara Ia dan pasukan pergi menyusul Jisoo Tanpa mengetahui bahwa Jisoo berada dekat denganya.

 

“Oppa, Irona. Oppah…hhhh uhhh,” Nafas Jisoo terengah. Dan merasa dirinya begitu panas sampai ingin melepas semua yang melekat padanya. Mereka berdua telah masuk dalam Jebakan yang memang sudah dipersiapkan dari awal untuk mereka berdua.

 

Noh Taehyun telah memasukan Spanische Fliege pada minuman keduanya saat mereka berada dikedai pagi tadi dan kini obat itu mulai bereaksi. Namun rupanya tuhuh Taemin tak bisa langsung menerima dengan baik kemudian pingsan seperti itu, Itu karna dosis yang diberikan pada Taemin 10x labih banyak dari Jisoo. Mereka melakukan itu karna berharap Taemin akan menjadi lebih Agresif dari Jisoo. Namun ternyata Reaksi yang terjadi justru sebaliknya.

“Oppa,” Ucap Jisoo membelai wajah Taemin. Jisoo meraba leher dan dada Taemin kemudian membuka pakaian luar Taemin. Taemin membuka matanya perlahan dengan kepala yang terasa berat. Melihat seseorang yang tengah menciumi dadanya [Membelalakan mata]
“JISOO!!! MWOHAEYO!!!” Taemin segera mendorong Jisoo dan membenarkan bajunya.
“Apa yang terjadi padamu! kau gila!?” Melihat Jisoo yang terengah dengan wajah merah padam.
“Oppa tolong aku, rasanya aku akan terbakar,” Jisoo berkeringat sangat banyak.
“Tidak!! Ayo kita pulang,” Taemin berjalan menuju pintu dan membuka kenopnya, Nihil! Pintunya tak bisa terbuka dan Taemin sadar mereka telah dijebak.
“Siapa yang membawaku kemari Jisoo? kita telah dijebak disini! Pintunya terkunci. Bagaimana ini !
Seseorang menjebak kita!!” Taemin panik.
“Oh tidak, Apa paman itu? Tapi aku tak perduli aku sangat meninginkanmu Oppa, Kemarilah Oppa,” Jisoo mendekati Taemin.
“Andwe Jisoo!! Berhenti disana! Jangan kemari! Jangan mendekat! Kita adalah saudara Jisoo!!” Taemin berlari kesana-kemari menghindari Jisoo.

 

Minho berlari secepat kilat mendahului Minhyun. Mencari setiap ruangan yang terlihat mencurigakan.
“Taemin!! Taemin!! Taemin!!” Minho berlari dengan memanghil-manggil nama Taemin dengan harapan Taemin mendengar panggilanya.
“TAEMIN!! TAEMIN!! ODIGA!!” Teriakan Minho semakin keras menyusuri pintu-pintu penginapan.

 

Taemin masih sibuk menhindari Jisoo yang mencoba melakukan hal gila padanya. Ia tak merasakan hal mencurigakan sejak pagi kecuali pelayan dikedai. Pemilik kedai mengantarkan Makanan dan Minuman sementara Pelayanya telah mengantarkan Minum terlebih dahulu.
“Ah bodoh sekali!! Pasti saat itu” Taemin mulai ingat bahwa pelayan itu sangat janggal. Dia merasa bodoh karna tak tak menyadari dan mengabaikanya begitu saja.

DEG!!
Dadanya berdebar cepat. Kepalanya menjadi berputar detak nadinya semakin cepat. Jika diteruskan seperti ini dia akan terkena serangan jantung mendadak dan meninggal. Ia sangat tau bahwa dia telah overdosis. Tubuhnya menjadi lemas lagi dan susah untuk di gerakan. Kesadaranya kembali berangsur menghilang. Jika kali ini ia pingsan lagi entah ia bisa bangun lagi atau tidak.

“LEE TAEMIN!! LEE TAEMIN!!”
Taemin mendengar teriakan Minho ditengah kesadaranya yang tak seimbang.

 

“Siapa kau!” Sang Raja yang mendengar Nama “Lee Taemin” Di panggil segera keluar untuk mengecek siapa yang membuat keributan. Tak ada orang di Joseon yang mempunyai nama ‘Lee Taemin ‘Selain anaknya.
“Anda siapa!? Tolong jangan menghalangi, aku sangat tergesa,” Minho mencoba melewati Raja Jinki.
“Aku adalah Ayah dari Lee Taemin yang kau cari. Ada apa! apa yang terjadi!?” Tak helak Minho terkejut setengah mati karna bertemu dengan sang Raja ditempat seperti itu. Tempat yang tak luas dan mewah sama sekali. menyadari bahwa di depnya adalah Raja Joseon  Minho segera bersujud.

“Tolong Pangeran Lee Taemin dan Putri Jisoo yang mulia, mereka sedang dalam bahaya. Seorang penjahat berniat mencelakai mereka berdua Mama,” Raja Jinki Terkejut bukan main.
“DIMANA MEREKA!! TUNJUKAN!”
Raja memerintah. Namun Minho tak bisa melakukan apapun karna dia juga mencari mereka. Minho hanya diam dan tetap bersujud.

“Minho! Mengapa kau Astaga! Yang mulia Raja! Salam yang mulia,” Minhyun telah sampai dan melihat Minho bersujud pada Raja. Minhyun menyapa dengan membungkuk kemudian,

“Minho!! Mereka ada dikamar itu!” Menunjuk sebuah kamar dengan pintu terkunci dari luar. ‘Ah sial! mengapa aku tak Terfikir‘ Runtuk Minho pada diri sendiri dalam hati.
“MENYINGKIR KALIAN!!” Raja memerintahkan Minhyun dan Minho menyingkir karna mereka hampir saja mendahului sang Raja.

BRAKK!! BRAKKK!! BRAKK!!
Pada pukulan ketiga, kunci pintu rusak dan pintu terbuka. Pengawal dan Raja segera masuk dan melihat pemandangan yang sangat mengejutkan.

 

Kedua anaknya, Mereka hampir sama-sama tak berbusana dan melakukan hal yang benar-benar terkutuk. Taemin terlihat sangat lemah lunglai dilantai namun tengah sadar. Jejak Airmata masih jelas terlihat dimata cantiknya karna ia terlalu lemah untuk menghalangi Adiknya. Dan hal terburuk dari semua hal buruk adalah Sang ayah menyaksikanya Bertelanjang dada bersama adik kandungnya.
“Aboji,” Jisoo sangat terkejut.
“Siappun yang berani Membuka Mata saat ini! Aku akan mencongkelnya!” Semua orang Termasuk Minho dan Minhyun segera menutup mata mereka Rapat. Mereka juga sangat merasa malu melihat hal ini.

Raja berjalan memungut selimut dan menyelimutkanya pada tubuh Jisoo dengar air mata berlinang. Hatinya sebagai Orang tua sangat hancur sehancur-hancurnya.
“Bagaimana bisa kau menjadi seperti ini Jisoo, Putriku tersayang” Raja Jinki memeluk Jisoo penuh air mata. Kemudian memandang Taemin penuh kebencian.
“Aboji!! Ini bukan salah Taemin oppa! Ada seseorang yang memasukan sesuatu pada minuman kami kemudian menjebak kami berdua disini, Sungguh aboji!” Jisoo berusaha menjelaskan.

Tanpa berkata apapun Raja mengangkat Jisoo untuk berdiri, Mengalihkan pandanganya pada Taemin yang terlihat seperti orang kesakitan namun mengabaikanya dan membawa Jisoo keluar dari kamar penginapan begitu saja.

“Taemin!!” Minho langsung berlari kearah Taemin begitu Raja keluar dari kamar bersama Jisoo.
“Taemin, Apa yang terjadi?”
Min..ho…Aku…Aku,” Kalimatnya terputus karna Taemin kembali tak sadarkan diri. Mereka tak tau racun apa yang telah masuk kedalam tubuh Taemin. Satu-satunya cara menolongnya sekarang adalah membawanya pulang secepat mungkin. Sementara itu Raja membawa Jisoo kedalam sebuah kamar dan mengetuknya.
“Appa…Mengapa kauh membawakuh kemari,” Tanya Jisoo dengan wajah memerah dan terengah. Raja tak menjawab pertanyaan Jisoo namun ia tau jika tak melakukan ini Jisoo berpotensi mengalami kerusakan otak bagian depan. Jadi, membawa Kang Daniel memang ada langkah tepat. Tak terbayangkan Jika tak ada Kang Daniel mungkin Raja harus merelakan Jisoo melakukanya dengan Anak Minhyun atau yang lain.
Ceklek. [Pintu terbuka] Sosok Pria blonde yang manis muncul dari balik pintu cukup terkejut melihat Jisoo yang berantakan mengetuk pintu kamarnya.
“Tolong perlakukan putriku dengan baik pangeran,” Ucap Raja kemudian mendorong Jisoo Masuk dan menutup pintunya.
“Tunggu tunggu, mengapa? ada apa? Putri Jisoo apa yang terjadi padamu kau terlihat Akh!!” Tak sempat bertanya lebih jauh karna Jisoo telah menyerangnya lebih dulu.
“Putri! tunggu! putri aku!” Suara Pangeran Daniel terdengar dari luar. Raja hanya bisa merelakan putrinya. Ia akan mencari siapapun yang telah melakukan ini pada anak-anaknya.

Sementara Minho menunggu Taemin yang kini telah berbaring di ranjang mereka, Minho terus mengusap keringat Taemin yang mengucur deras selama ia tak sadarkan diri. Minho ingin bertanya apa yang dia rasakan agar ia tau obat yang pas untuknya. Sang ayah mengatakan bahwa Taemin tertidur dan dia tak apa. Jadi Minhyun menyerahkan Taemin pada Minho.
“Minho, Umma dan Appa akan pergi untuk mencari informasi terkait Noh Taehyun. Kau dirumah dan jaga Taemin nde, Daehwi akan pulang bersama Woojin jadi kau tak usah khawatir.
“Nde umma,”

 

“Taemin…Neo Gwenchana? Kau sangat berkeringat. Kau terlihat tak baik-baik saja. Bangunlah agar aku bisa mengobatimu,” Dokter tanpa tau gejala pasien pasti juga tak bisa mengobati pasienya dengan tepat. Apalagi Minho yang hanya anak seorang tabib.

Ah..Min,” Taemin membukan matanya sayu dengan nafas terengah.
“Panas,”
“Panas?? Omo sebentar biar kubuka bajumu,” Taemin mengeluh kepanasan dan Minho segera membantunya merasa lebih baik. Saat Mencoba membuka pakaian, Minho menyenggol bagian bawah Taemin yang tak di sadari sudah tegang sejak kapan.
“Itu,” Minho melirik bagian tengah selangkangan Taemin. Berfikir yang tidak-tidak.
“Taemin, Jangan-jangan kau meminum obat….” Minho menelan ludah kasar
“Minho aku tak kuat, aku akan meledak,” Tubuh Taemin bergetar karna menahan Hasrat. Noh Taehyun memasukan lebih dari setengah botol pada minuman Taemin dan kini ia mengalami banyak reaksi sampai detik obatnya benar-benar bekerja saat ini. Namun sial sekali karna dirumahnya tak ada siapapun untuk menolong mereka.
“Taemin kau menelan obat perangsang!!?” Minho bertanya dengan cepat.
Nde, Minh..ho..Dowa…Juseyo,” Ucap Taemin terengah. Jika reaksinya seperti ini tentu Taemin menelan dosis yang besar. Minho kelabakan mencari cara untuk menolong Taemin karna jika dibiarkan Taemin akan mengalami kerusakan otak dan serangan Jantung kemudian meninggal. Memeriksa Lengan dan menekan nadi Taemin.
“Nadinya semakin cepat, Oh tidak. Kau harus segera ditolong tapi siapa? Dirumah kita tak perempuan yang AH!! Daehwi!!” Minho teringat Daehwi.
“Aku akan menjemput Daehwi Untukmu dan kumohon Taemin, Nikahi dia nde, Tak apa jika dia menjadi selirmu asal kau bisa selamat, yang terpenting jaga dan sayangi dia dengan baik. Aku menyerahkan adiku padamu,” Minho berdiri dan bersiap keluar kamar.
“ANDWE!! ANIYA!! lebih baik aku mati daripada melakukanya dengan saudaraku sendiri. Daehwi sudah kuanggap adiku sendiri aku tak bisa,” Taemin menolak.
“Lantas siapa? Aku tak punya teman wanita atau sahabat atau apapun. Selama ini yang berada disampingku hanya kau!” Seolah tersadar dengan kata-katanya. Pandangan Minho dan Taemin bertemu.
“Iya, Kemarilah Minho…Aku ingin kau yang menyelamatkanku,” Ucap seduktif Lee Taemin.
“Tapi aku, Dan kita adalah…”
“Apa? Aku Pangeran? Kita laki-laki?”
“Nde,” Minho mengalihkan pandangan. Saat Taemin tersanyum sexy kearahnya dengan rambut rerurai dan dada terbuka.
“Aku tau selama ini kau menyukaiku Minho,” Ucap Taemin sambil menyisir poninya kebelakang. ‘Cantik dan Sexy sekali’ Batin Minho.
“Jangan mengarang cerita Taemin, ah maksudku Pangeran Taemin,” Minho memalingkan tubuhnya agar tak tergoda melihat Taemin yang kini berusaha merayunya. Taemin turun dari ranjang dan berjalan kearah Minho yang menghadap pintu itu.

Grep.
Memeluk Minho dari belakang dengan lembut.
“Sudah lama kau ingin memeluku kan? Kau tertarik padaku Minho. Aku tau itu,” Ucapan Taemin 100% Benar. Jantung Minho berdebar kencang saat Taemin membalik badan Minho untuk menghadapnya.

Kini mereka berdua saling berhadapan dan saling melihat satu sama lain. Pandangan Taemin yang sendu terlihat sangat sexy dimata Minho.
“Taemin aku, Ah maksudku pangeran”
“Ssssssstt” Telunjuk Taemin membungkam Minho.
“Aku tak pernah menjadi Pangeran saat aku bersamamu. Aku hanya Taemin. Aku Lee Taemin mu,” Ucap Taemin dengan membelai pipi Minho. Minho sangat senang dan sedih bersamaan. Ia takut jika Taemin mengatakan semua ini hanya karna pengaruh obat terkutuk itu.
“Minho, Aku mencintaimu. Tulus kukatakan aku mencintaimu,” Tiba-tiba Taemin mengungkapkan perasanya. Lee Taemin yang telah Tiga tahun makan, tidur dan pergi kemanapun bersamanya kini mengatakan perasaan tersembunyi yang selama ini ia simpan rapat. Lee Taemin yang tenang dan tak banyak bicara kini menjadi sesexy dan seliar ini.
“Mengapa hanya terdiam Minho, Kau tak mempunyai perasaan yang sama? Jangan berbohong Minho,” Ucap Taemin dengan mengelus telinga dan menyisir kebelakang rambut Minho yang panjang. Minho benar-benar tak berkutik melawan serangan mental dari Taemin.
“Minho… Jawab aku,” Taemin memandang tepat dan tajam kedua mata Minho.

Grep!
Minho dengan cepat meraih pinggul Taemin dan mengeratkan butuh Taemin pada tubuhnya.
“Nado Saranghae,” Ucap Minho singkan dan kemudian bibir mereka bertemu. Taemin memejamkan matanya dan menikmati Hot Kiss mereka. Ini  Ciuman pertama mereka dan dilakukan dengan sangat panas. Salvia saling bertukar dan mengeratkan pelukan. Minho mengangkat tubuh Taemin ditengah Ciuman mereka dan meletakan Taemin pada Ranjang. Minho tak mengalami kesusahan karna Tamein sudah bertelanjang dada sejak awal.

Berada di atas tubuh Taemin dan saling memandang sejenak.
“Setelah ini kau tak boleh mengabaikan perasaan kita lagi,”
“Tak akan, Selamanya aku akan bersamamu bahkan Jika aku mati,” mereka memutuskan diri untuk menjadi pasangan mulai sekarang.
“Saranghae Choi Minho,”
“Nado,” Minho menyusuri leher jenjang Taemin dan meraba bagian tubuh lain. Taemin Sangat menikamti apa yang Minho lakukan padanya. Dia 100% memasrahkan tubuhnya.

[Skip]

Akkh…Minh..ekh,” Taemin menahan hentakan dari kekasihnya yang terasa perih namun ia menyukainya.
“Apa sakit? atau kita kentikan saja?”
Andwe…! Teruskan minho akuh,” Taemin benar-benar gila sekarang.
“Baiklah, Sepertinya kau akan menyukai ini,” Dalam posisi D*gy Style itu Minho melingkarkan tangan kiri memilih P*ting Taemin dan tangan kanan meraba leher jenjangnya sembari meningkatkan frekuensi hentakan dan membuat Taemin merancu.
[Skip]

 

 

“Pangeran Daniel,” Jisoo baru saja terbangun dari tidurnya setelah melakukan ‘Itu’ Dengan Pangeran Daniel. Pangeran Daniel berdiri disamping jendela terdiam. Jisoo memandang cahaya sore hari yang menerpa wajah tampan tunanganya itu. ‘Dia sangat mempesona,” Batin Jisoo.
“Putri, sejujurnya aku sangat berdebar karna ini pertama kalinya dan aku juga sangat Malu,”
“Ini pertama pula bagiku Pangeran. Sejujurnya aku melakukanya bukan dasar kemauanku. Seseorang meracuni aku dan Teamin Oppa jadi kami-”
“Mwo? Seseorang berniat jahat pada kalian?”
“Benar!” Pangeran Daniel merenung sejenak kemudian mulai menyadari sesuatu.
“Putri, Misalkan saja Pangeran Taemin tak ada kira-kira pada siapa Tahta akan di turunkan?”
“Aku tak begitu tau permasalahan Tahta. Tapi tentu berkemungkinan mewarisi adalah Guanlin Oppa Atau Jihoon, Sejujurnya aku belum mengenal Guanlin Oppa karna dia baru saja masuk dalam keluarga kami,”
“Tunggu! Apa kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya?”
“Tak pernah. Kami selalu baik-baik saja,”
“Tuan Putri….Mungkinkah Jika Guanlin Hyung Menginginkan Tahta?”
“Ah Mollaseo, Jika difikir dia berpeluang besar menjadi tersangka karna Jihoonku pasti tak mungkin. Selain kami Saudara seibu…Jihoon juga tak pernah menginginkan Tahta, Dan lagi! Dia sangat menyayangi Taemin Oppa jadi melakukan hal seperti itu benar-benar tak mungkin,” Mereka berspekulasi bermacam-macam kejadian yang menimpa Jisoo. Tak berselang lama, salah satu pengawal Istanah memerintahkan mereka untuk berkemas karna mereka akan segera kembali Ke Istanah.

 

Di dalam Istanah Jihoon mencari-cari keberadaan Nuna nya itu bersama dua saudara lain. Guanlin dipanggil Khusus Oleh Permaisuri keruanganya.
“Guanlin Sudah datang?”
“Nde Mama,” Guanlin memasuki Ruangan Ratu Jongmi, melihat sang ratu terbaring diranjangnya dan terlihat sangat lemah.
“Anda sedang tidak sehat Ratu?”
“Aku baik-baik saja. Eum apa kau menyukai tempat ini?”
“Ye Mama,”
“Mengapa kau terlihat kaku sekali?”
“Andweyo,”
“Kau pasti sangat canggung. Anggap aku ibumu sendiri Pangeran Guanlin. Dahulu Aku dan Lisa sangat dekat. Dia wanita luar biasa dan sudah kuduga dia akan melahirkan anak yang luar biasa juga sepertimu. Aku tau kau yang telah menolong anaku Jihoon dan kalian merahasiakanya dariku. Kau diam-diam mengobatinya eoh?”
“Maafkan hamba Yang mulia Ratu,”
Ucap Guanlin sambil berlutut karna merasa tertangkap basah.
“Tak perlu, Justru aku berterima kasih. Aku Uhuk Uhuk Ugghh,” Ratu Jongmi menekan dadanya kuat.
“Yang mulai, Yang mulia,” Guanlin berlari dan menyandarkan Ratu pada dadanya. Melihat bercak darah segar keluar dari tepi bibir Ratu Jongmi.
“Ratu Jongmi! Anda tak apa? Aku akan Panggilkan Dokter! Tunggu sebentar,”
“Tak perlu! Tetap disini Guanlin. Aku ingin berbicara denganmu…Hanya denganmu Guanlin. Berbicara denganmu sebagai Anaku,”

“Dengan senang hati yang mulia,”

“Pangeran Taemin akan Pulang,”

 

Next Part 7

Baca Part sebelumnya klik disini

 

 

 2min fanfiction, fanfiction SHINee 2017,Fanfiction TVXQ 2017,lai guanlin fanfiction, panwink fanfiction, Shinee Fanfiction,wanna one fanfiction, winkdeep fanfiction

2 Comments

  1. Indah Arnia November 14, 2017
  2. song minnie mints November 17, 2017

Add Comment