Binding You Prince 2 (Fanfiction SHINee X Wanna One) - Kpop Indonesia

Binding You Prince 2 (Fanfiction SHINee X Wanna One)

BINDING YOU PRINCE 2

Cast:
SHINee All Member
WANNA ONE All Member
TVXQ Changmin
Jisoo and Lisa Blacpink

Main Cast: 2Min ( Minho x Taemin)
Genre: Historical,Ansgt,Incesh, Comedy, family and Romance
Author : Shinka Kyung
Cover: Ulfa

Rate : Rate 17+

Keterangan :
Mama : (panggilan untuk Raja, Ratu, Pangeran, Putri Yang umum) Arti dari Mama adalah ‘yang mulia’.
Jeonha : yang mulia Raja
Jungjeon :permaisuri
Wangseja : Pangeran Mahkota Pertama
Wangseje : Pangeran Mahkota kedua
Seonsaengmin : Guru
Lady : digunakan untuk memanggil Wanita bangsawan. Disini kita gunakan untuk memanggil Selir.

 

 

 

Setelah terkejut melihat Taemin di meja makan, Minho Datang pada ibunya sambil mengendap dan bertanya dengan nada berbisik.

“Umma! Siapa Gadis cantik yang ada di ruang makan kita!?” Jisung dan Daehwi saling berpandangan.
“Lihat umma…bukan aku saja kan,” Jisung hanya memutar mata.
“Dia adalah Anak dari sahabat ayahmu, dia akan tinggal dengan kita untuk sementara jadi berbaik-baiklah denganya Minho. Oh dan iya…dia akan tidur sekamar dengamu,”
“Kyaaaa…..Andweyo…!!”
“Wae andwe wae..??” Jisung kesal
“Aku…Sekamar dengan seorang gadis, apalagi ini gadis cantik agghh…aku belum siap untuk menikah Umma,”

DOK! Jisung umma mendaratkan sendok nasi pada kepala Minho.
“Awh…Appoo…!” Mengusap-usap kepala.
“Dia itu lelaki oppa…” Daehwi memberitahu Minho.
“Mwoooo…!!!”

 

Minho berjalan mengendap dan mengintip Taemin yang tengah duduk tenang.
“Heeuung…Lihat Wajahnya, sesaat aku hampir jatuh cinta, tak bisa dipercaya dia seorang lelaki” *Minho bergumam.

“Hai,”
Glodakk…Gubrakkk…*Minho terjatuh karena kaget.

“Eum…Hai,” Minho keluar dari persembunyianya.
“Kau anak Pertama Hwang Seonsaengnim?”
“Nde…Aku Choi Minho,”
“Ah…aku Lee Taemin, Senang berjumpa dengamu Minho,” Taemin tersenyum lembut.

Tak melanjutkan keinginanya untuk mandi, Minho justru ikut membantu Taemin di meja makan. Satu jam selanjutnya…Fajar benar-benar menyingsing. Semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan termasuk Taemin.
“Daehwi-a Jam berapa kau berangkat sekolah? Oppa akan mengantarmu,”
“Aniyo…anyio…Woojin akan menjemputku,” Berbicara sambil menyunyah selada dimulutnya.
“Biar ku antar saja daehwi-aa,”
“Aiish Jinjja oppa ini, selalu memperlakukan aku seperti anak kecil…aku sudah 12 tahun Oppa..!!,”
‘Seumuran Jinyoung’ Batin Taemin dalam hati.

“Minho, Lebih baik kau menemani Taemin untuk berlatij nanti. Kau harus menjadi teman tandingnya agar kemampuanya cepat meningkat,”
“Nde,”

 

Siang pertama dalam hidupnya yang dipenuhi keringat juga beban disisi kanan dan kiri tanganya.
“Angkat semuanya Lee Taemin,” Minho berada disamping Taemin dan mengangkat beban yang sama, bahkan lebih berat. Beberapa kali Taemin tertatih dan menjatuhkanbeban yang diberikan karna tanganya tak cukup kuat.
“Ini baru permula’an Lee Taemin! Bagaimana kau bisa Sangnamja jika mengangkat beban sekevil ini tak mampu,” Hwang Seonsengnim menekan Taemin.

Guru Hwang sudah mendengar Taemin lemah, namun ia tak menyangka akan selemah ini. Dia terus menegur dan mengomeli Taemin yang tak bisa memenuhi tugasnya, sementara Minho hanya melihat dan merasa kasihan karna Taemin sudah bekerja sangat keras namun tetap tak bisa melakukan seperti yang diharapkan. Ini sangat menyedihkan.

“Minho contohkan membuat kuda-kuda yang benar!”
“Nde!” Minho cekatan mengajari Taemin, Ia juga membantu Ayahnya untuk memandu Taemin. Taemin merasa sedikit tertekan namun ia tak mempermasalahkan itu karna memang dia merasa butuh semua keausahan ini demi menjadi seperti apa yang ayahnya inginkan.
“Baiklah…sepertinya kau sudah sangat kelelahan, kita istirahat dahulu,” Minhyun membiarkan Taemin istirahat sejenak.
“Minumlah ini,” Minho menyodoran minum untuk Taemin, Langsung menyambar dan meminum dengan cepat.
“Apa kau anak seorang bangsawan? kau tampak tak pernah bekerja keras,”
“Jika kau bermaksut mengejeku silahkan saja, lakukan sesukamu aku tak akan perduli,” Taemin ketus.
“Bukan begitu maksutku. Hanya saja kau ah sudahlah…Mulai sekarang aku akan mendampingin dan membantumu menjadi lebih kuat lagi Taemin,” Tersenyum cerah. Taemin hanya melihat.
“Apa kau memang pendiam sekali? Apa alasan Ayahmu mengirimu kemari? aku ingin tau karna kita akan hidup bersama jika dilihat dari perkembanganmu sepertinya kau akan lama disini. Jadi aku ingin berteman dengamu,”
“Dia Ingin Aku menjadi lelaki sejati dan kuat,”
“Heeem baiklah…Apa ada sesuatu lain yang perlu kau ceritakan padaku?”
“Tak ada,”
“Baiklaah,” Minho kini tau Taemin bukan seseorang yang menyenangkan ketika di ajak berbincang, dia kaku sekali.

“Sudah selesai beristirahat. Ayo mulai lagi! Taemin, Gendong Minho!” Minhyun memerintah.
“Eum…Minho…Dia,”
“Aboji…Dia tak akan bisa,”
“Dengar Taemin!? Anak ini meremehkanmu, Apa kau akan terus di ragukan? bukankah Kau harapan semua orang?” Taemin terdiam sejenak.
“Aku bisa lakukan!” Berdiri kemudian berjongkok didepan Minho.
“Kau! Naiklah!”
“Hei bocah…Kau belum sampai tahap ini, jangan memaksakan diri,” Minho sadar betul bahwa tubuhnya besar dan jauuuh lebih besar dari Taemin.
“Naik!” Taemin Memaksa
“Haih perduli setan!” Akirnya Minho Naik kepunggung Taemin.
“Emph!!” Taemin Menahan nafas karna berat.
“Nah kan…apa kubilang,”
“Bawa Minho Memutari danau itu, Pelan-pelan tak masalah yang pasti kau harus mengangkat tubuhnya sampai ujung. Minho tunjukan jalanya,”
“Em Aboji, ini”
“Aku mengandalkanmu Minho. Kalian boleh pulang setelah mengambil Bendera yang kutinggalkan disana. Ingat Minho bantu dia…Jangan kau manjakan,”
Minho yang ingin menyelapun akhirnya tak jadi mengatakan pemikiranya.
“Baiklah aboji,” Minho menyanggupi, Minhyunpun Pulang meninggalkan mereka berdua disana dengan tugas yang diberikan.

“Kau siap Lee Taemin?”
“Ye!”
“Ayo Jalan Lee Taemiiin…!!”
Taemin berjalan Pelan sambil menggendong Minho dipunggungnya. Minho sebenarnya terus tersenyum karna melihat wajah Taemin yang lucu menahan beban tubuhnya.
“Wajahmu lucu sekali…Harusnya kau serius ketika berlatih…bukanya malah mengajaku bercanda Lee Taemin Cckkckckck,”
“Aku sangat serius Choi Minho,”
“Wajahmu seperti mengakatan ‘Aku ingin buang air besar,’ Ahahahaha” Minho tertawa terbahak di atas punggung Taemin. Taemin Sangat cemberut.
“Dan sekarang Expresi seperti kuda yang akan mengamuk, Hash…Hiyak…Hiyak…Hakk…Hakk…!” Minho bertingkah seolah sedang naik kuda dengan memegang beberapa helai rambut Taemin sebagai Tali Kudanya. Taemin hanya memutar bola matanya sebal.

“Berapa umurmu Taemin?”
“18 Tahun,”
“Aku 20 Tahun…Waah…harusnya kau memanggilku Hyung,”
“Hyung,”
“Bagus Lee Taemin,” Mengusap, dan mengacak rambut Taemin.
“Ommo…rambutmu lembut sekali…aku menyukainyaaaa,” Memeluk kepala Taemin.
“Minho! Tolong diam!”
“Ouwh Mian mian ehehehe,” Minho terus bergerak, mengoceh tentang apa saja pada Taemin. Sebenarnya Taemin tak keberatan hanya saja Minho banyak bergerak dan itu cukup merepotkan Taemin yang sedang menggendongnya.

“Taemin…Kau punya Saudara?”
“Ada yang seumuran dengan Daehwi. Tapi adiku lebih imut dia juga sangat Tampan,”
“Kau tau Taemin? Saat Orang-orang melihatku mereka mengatakan bahwa aku pria tertampan di kota ini, dan banyak yang mengatakan bahwa aku Pria tertampan dinegara kita,”
“Haiiih…dalam mimpimu” Memutar bolamata lagi.
“Aku tidak bercanda, Mereka bahkan mengatakan…Ketampananku sepadan dengan para pangeran,”
“Eum? apa yang mereka katakan?”
“Tentang aku yang tampan?”
“Bukan! Tentang para pangeran,”
“Oh,” Minho Merasa sedikit terjatuh harga ketampananya.😂

“Orang-Orang mengatakan para pangeran sangat Tampan, Tak ada yang tak tampan dari mereka, dan Para Putri juga cantik sekali…Ah…Apa aku bisa menemui Para Putri? aku ingin melihat kecantikanya…oh tidak aku pasti langsung jatuh hati,”
“Maksutnya para Putri? Bukankah Hanya ada 1 Putri?”
“Yang kudengar 3 Pangeran dan 2 putri, Pengeran pertama Meninggal saat bermain dengan putri,” Taemin berhenti.
“Bermain dengan apa!!????”
“Ada apa Taemin?”
“Turun..!”
“Ah kau lelah…? Okey..mari istirahat dulu,” Minho turun dari punggung Taemin dan duduk disebuah akar pohon yang besar.
“Kau bilang Meninggal saat bermain dengan sang putri?”
“Benar,”
“Jadi…Orang-orang beranggapan Anak Kedua dari raja adalah seorang perempuan?”
“Rumornya seperti itu, Memangnya itu salah?”
“Sangat salah!”
“Jadi… Anak kedua Raja adalah Laki-laki?”
‘Mengapa Orang-orang menganggapku perempuan…Aku sudah berusaha keras,’ Taemin menunduk dan bergumam,
“Ada apa Lee Taemin? Terjadi sesuatu?”

“Hiks…Hiks”
“OMMO!!! Waegureee!! Kenapa menangis? Lee Taemin…Ya Lee Taemin…kau kenapa?” Minho Terkejut karna Taemin tiba-tiba menangis. Langsung mengecek kondisi fisik Taemin apakah ada yang terluka.
“Ommooo…Jadi ini,” Melihat kaki Taemin yang memar.
“Kau menangis karna ini kah?”
Taemin Menatap Searah dengan Minho. Taemin hanya terdiam
“Ayo…sudah latihanya sekarang kau naik ke punggungku,”
“Tidak! Ayo kita lanjutkan,”
“Kakimu memar dan berdarah…kau sudah tidak kuat!”
“Aku bisa! Cepat Naik!”
“Kau gila..”
“Naik!” Taemin memberi intruksi dan Minho hanya berdiam saja menatap Taemin, Minho memang tak ingin melanjutkan latihan Taemin.
“Minho cepat Naik!” Taemin berbicara sedikit keras, dengan malas Menho Naik lagi kepunggung Taemin. Mereka melanjutkan Latihan, Mereka pulang kerumah masih dengan posisi Minho yang digendong Taemin.

 

Sudah waktunya Jam Makan malam namun Taemin dan Minho belum sampai rumah juga, Daehwi dan Jisung menunggu diluar.
“Umma…Itu Minho Hyung pulang!” Teriak Daehwi. Mereka berlari menghampiri Minho yang tengah menggendong Taemin dipunggungnya.

“Aku meminta Taemin yang menggendongmu…kenapa malah terbalik?” Minhyun berbicara sambil melipat tangan dengan tenang.
“Dia pingsan karna kelelahan,”
“Ommo ommoooo!!! Ya!!! Michoseo!! Minhyun…kau keterlaluan!!” Jisung mengamuk pada Minhyun.
“Bawa masuk bawa masuk. Ommona…Taeminnie,” Jisung ikut membantu Minho membawa masuk Taemin kekamar.

Sampai dikamar Minho diminta untuk mengganti pakaian Taemin. Namun kini dia berdiam diri hanya memandangi tubuh Taemin dengan baju lusuhnya.
“Ah, dia laki-laki kan? jadi tak apa kan jika aku melihat tubuhnya? Tapi apa dia benar laki-laki? bagaimana kalau dia perempuan yang sedang menyamar menjadi laki-laki agar diterima gurunya? Ah!! Itu mungkin saja…Jadi aku harus bagaimana? Nanti jika terlanjur kulihat aku..”
“OPPAAAA!!! Kenapa lama sekali eoh!! Aku masuk ya,”
Blak!! *Daehwi langsung masuk satu gebrakan.

“Eh?? Mengapa belum berganti baju? Oppa!! daritadi apa yang kau lakukan?? Kau tak bisa mengganti baju? Oke biar kubantu!” Daehwi datang pada Taemin dan melucutinya, Minho langsung menutup wajah dengan telapak tangan dan mengintip dari sela-sela jari. Daehwi membuka baju atas Taemin dengan cekatan. Saat bagian celana…Daehwi menghentikan dirinya lalu menoleh pada Minho.
“Oppa…ini bagianmu, aku perempuan…aku tak boleh melihatnya, Okey…Sebentar lagi Umma akan kemari mengobati lukanya jadi cepat gantikan dia, sebelum Umma yang menggantikanya,” Daehwi langsung berlalu keluar kamar.
“Ya! Daehwiaaa!! ak…aku…Daew,” Daehwi sudah tak dikamar. Melihat tubuh bagian atas Taemin membuat Minho malu dan menutup matanya, sedikit membuka matanya untuk mengecek apa Taemin baik-baik saja setelah itu ia terlalu malu untuk melihat tubuh Taemin dan melempar tubuh Taemin dengan selimut. Setelah Bagian atas Tertutup Minho baru berjalan mendekat pada Taemin. Berfikir untuk melepas celana Taemin dengan cepat dan menggantikanya. Membayangkan sekilas dan membuat wajahnya merah padam karna malu. Akirnya dia menutup matanya dengan kain lalu melepas Celana Taemin perlahan dan menggantikanya dengan cepat.
“Apa aku sudah benar ini ya?” Karna penasaran Minho membuka penutup matanya dan
“KYAAAAAA!!!!” Minho berteriak karna dia memasang celana Taemin tidak tepat(Terlihat beberapa helai rambut dari selangkangan Taemin) Minho langsung cekatan membenarkan posisi celana Taemin dan dengan cepat memasang baju pada Taemin juga dengan mata mengintip.
“Huuuufffft….Aku tak pernah menyangka, mengganti baju sesulit ini,” Menghela nafas lega.

Krieeettt
Jisung Masuk membawa baskom dan obat. Duduk dedekat Taemin.
“Apa yang sebenarnya terjadi Minho?” Ucap jisung sambil memeriksa kulit Taemin.
“Dia memaksakan diri untuk menggendongku memutari danau dan pulang bu..Tapi di pertigaan jalan depan itu dia sudah tak sanggup dan pingsan,”
“Ah…Minhyun mengapa memaksanya melakukan itu aduuh…Harusnya dia lebih halus,”
“aku sudah memintanya untuk berhenti tapi dia tak mendengarkanku bu,”
“Lihat Wajah anak ini…Cantik sekali…Andai dia perempuan, aku pasti akan memohon padanya untuk menjadi menantuku,” Jisung mengusap wajah Taemin dengan lembut. Minho justru blushing di pojok sana.

Setelah selesai membersihkan dan mengobati Taemin, Mereka membiarkan Taemin beristirahat. Sementara waktu berlalu dengan cepat Hingga datang waktu tidur untuk mereka. Minho masuk kekamar paling akir dari anggota keluarga lain. Ia masih merasa aneh karna harus tidur dengan seseorang.

Krieeettttt,
“Minho,”
“UWOOH!!!” *Minho terkejut. Taemin terbangun karna mendengar suara pintu terbuka.
“Mengapa kau bangun? tidurlah lagi…tidur…silahkan…” Minho mempersilahkan Taemin tidur kembali.
“Aku lapar Minho,”
“Eh??”

 

Kini Minho dan Taemin sedang duduk dimeja makan dapur. Minho menemani Taemin makan, Karna pingsan Taemin melewatkan jam makan malamnya dan kini ia kelaparan. Taemin terkekeh karna Taemin makan dengan lahap.
“Apa?”
“Hem?”
“Mengapa tertawa?”
“Kau imut sekali, Kiyowo”
“Apa karna aku melakukan hal idiot dan bodoh?”
“ckckckkckc….Kau menggemaskan sekali,” Minho terus tersenyum melihat Taemin makan. Taemin merasa tak nyaman kemudian membalik tubuhnya, Makan dengan membelakangi Minho.
“Hihihi…Kiyopta,”
“Diam!”

 

 

Matahari bersinar menerpa wajah cantik yang kini baru saja membuka matanya. Bangun dengan mengucek mata dan melihat teman sekamarnya yang tengah tidur dengan selimut menutuo sekujur tubuhnya. Ia bangun kemudian menata selimut dan barang yang tak rapi dikamar. Pergi kedapur sudah ada Jisung yang kerepotan didapur.
“Kau sudah merasa baikan Taemin?” Jisung tersenyum ramah.
“Nde Jumma…” Taemin langsung membantu Jisung.
“Apa yang ini akan digoreng?”
“Nde,”
“Bolehkah…?”
“Oh silahkan…Lakukan apa yang kau sukai Taeminnie…”
“Ummaaaaaaa…..Oh! Annyeong Taemin Oppa,”
“Annyeong Daehwi-a,”
Daehwi datang membantu Jisung juga.

Minho yang sudah terbangun juga menuju kedapur [Mencuci Tangan]
“Ah kalian sedang menggoreng ikan?”
“Iya…Taemin Oppa yang melakukanya,” Daehwi menjawab sambil membersihkan peralatan makan disamping Taemin.
“Taemin…Kau ini suka memasak ya? apa menyenangkan? Ah! Kalau di tambah ini pasti lebih menyenangkan,” Minho mengibaskan tanganya yang basah kuyup pada gorengan Taemin.
“YAAAA!!!! MINHO…!”
“OPPA…! Neo sekiya!”
Daehwi dan Taemin Emosi jiwa raga.

“Ckckckkckckckck….Bwahahahahahaha..Ha ha ha!!” Minho lari dari dapur dengan tawa lebarnya.

 

Hari-hari Taemin bersama keluarga Hwang berlalu menyenangkan walau setiap harinya ia harus menjalani latihan yang berat. Namum Taemin tak merasa terbebani karna seluruh keluarga sangat baik dan hangat pada dirinya. Hari-hari nya terlalui sebagai warga biasa yang bermain dan bekerja seperti anak seumuranya. Tak jarang ia juga ikut mengantar Daehwi kesekolah bersama Minho. Semua anak-anak perempuan disekolah Daehwi mengidolakan Minho dan Taemin. Mereka setiap hari mendekati Daehwi agar diperkenalkan pada Oppa-oppa nya.

 

 

Waktu berlalu begitu cepat karna kini 3 Tahun berlalu begitu saja dan Taemin telah menjadi sosok lelaki dewasa.

“3 Tahun,”
Sudah 3 tahun ia menjalani pelatihan namun tak seorangpun dari kerajaan yang mengunjunginya. Ia sangat merindukan Para ibu dan adik-adiknya. Melihat Kain pemberian ibu dan cadar dari adiknya.
“Umma…Jinyoung, Jisoo, Jihoon…Bagaimana kabar kalian?” Taemin Sangat-sangat merindukan mereka.
Taemin yang berjalan-jalan sendiri kepasar sempat melihat beberapa aksesoris yang cantik dan membelinya untuk Jisoo.
“Hey…Kau dengar kabar? Tuan putri akan segera dinikahkan dengan Sepupunya yang berasal dari luar negri,” Taemin memfokuskan pendengaranya kemudian menghampiri orang tersebut.
“Apa itu benar Ahjushi?”
“Ah? Mwo?”
“Pernikahan Tuan putri…”
“Aaaaa~ rumor yang beredar memang seperti itu,”
“Lantas mengapa tak ada yang mengabari ku?” *bergumam
“Mwo?”
“Ah, Aniyaa…Ini uangnya paman. Terima kasih,”

 

Sementara di dalam istana Para ibu tengah gundah Karna perjodohan anak gadis mereka dan anak-anak mereka yang lain yang kini sudah remaja. Jisoo kini berumur 17 tahun, Jihoon 16 tahun dan Jinyoung 14 tahun. Mereka sudah mengalami banyak perubahan segi fisik dan mental. Jisoo kini menjadi Gadis yang semakin cantik dan lembut. Sementara Jihoon menjadi pangeran tampan yang Tegas dan sangat kritis. Sementara Jinyoung adalah pangeran dengan pesona yang hangat. Paling Pintar dan Bijak juga rendah hati dari semua anak bangsawan yang ada, Sifatnya masih mirip seperti kakaknya Lee Taemin.

“Apa yang sedang kau pikirkan Lady Gweboon?” Ratu Jongmi menghampiri Lady gweboon yang tengah berdiam di taman istana.
“Ah…opseoyo Jongmi Mama,”
“Tak usah mengelak…Pasti Lee Taemin” Ratu jongmi duduk disebelah Lady Gweboon.
“Jika saja Mereka tak diusir…Mungkin Taemin tak harus menjalani tugas seberat ini dari yang mulia Raja.
“Maksut anda apa yang mulia?”
“Mungkin jika anaknya laki-laki…Taemin akan terhindar dari semua ini,” Lady Gweboon sama sekali tak mengerti ucapan Ratu Jongmi.

“Umma….” Tiba-tiba Jisoo sudah ada ditaman, Mendekat pada kedua ibunya.
“Salam Yang mulia Ratu dan Ibu Gweboon,” Membungkuk.
“Ada apa anaku sayang?,”
“Aku ingin membicarakan tentang perjodohanku yang mulia ratu,”
“Kau tak suka jika dijodohkan dengan keponakanku Kang Daniel? Dia anak yang tampan dan baik..kau akan menyukainya,” Sang ratu membujuk putri semata wayangnya.
“Aku dengar Pangeran Daniel adalah seseorang dengan kepribadian bagus dan menyenangkan,” Lady Gweboon menambahkan.
“Tentu saja dia lucu seperti adiku Kim Jaehwan yang bodoh. Untung saja Daniel tak bodoh seperti adiku, ah aku sangat berterima kasih pada adik iparku,”
“Ini bukanya aku tak menyukainya namun aku masih belum ingin menikah,” Jisoo menerangkan. Kedua ibu menghela nafas. Sang Raja memaksa Jisoo untuk menikah demi memperkuat kerajaan meskipun itu dengan kerapatnya sendiri seperti Daniel dan Jisoo yang masih ada hubungan Sepupu.Ketika Memasuki usia dewasa Raja akan menikahkan anak-anak perempuan dan anak laki-laki akan dikirim kekerajaan lain dan medan perang.
“Bukankah seharusnya kita memberi tahu Wangseje? Sudah 3 tahun aku tak melihatnya,”
“apa dengan melihatnya kau bersedia menikah?”
“Jika dia kembali ke istana…aku bersedia menikah dengan senang hati yang mulia,” Para ibu memiliki senyum yang mengembang.

“Kami akan membicarakanya dengan Raja, jadi persiapkan dirimu ne!”
“Nde Jongmi Mama,”

 

 

“Guanlin, Ayo kita berangkat” Seorang Pria dewasa dan seorang Remaja berproporsi tubuh sempurna berumur 17 tahun Tengah berada disebuah Kedai Tengah kota Joseon.

“Aku tak yakin apa ini tindakan yang tepat tapi aku juga ingin bertemu Hyung,” Lai Guanlin, Anak dari Pasangan Suami istri biasa yaitu Ha Sungwoon dan Lisa. Mereka adalah Warga asing yang datang kekorea untuk menemui Kakak Guanlin yang merupakan seorang pangeran Joseon.
“Sudahlah…Kau tak usah banyak bicara. Kau bisa menjadi pangeran dan duduk di singgasana juga seperti Hyungmu jadi kau menurut saja padaku,” Ayah Guanlin, Hasung sangat berambisi memasuki istana yang akhirnya Mengajak Guanlin untuk mencari kakaknya setelah kematian Sang Istri beberapa waktu lalu.
“Nde appa,”

Lisa adalah Selir Pertama Yang mulia Raja. Namun saat hamil, Lisa dituduh berbagai Rumor mulai dari ilmu hitam sampai perselingkuhan. Raja menikahi Lisa awalnya hanya perjodohan belaka. Lisa adalah Warga asing yang di tugaskan untuk belajar sejarah di Joseon, Dan Lisa menjadi Wanita yang sangat berpengaruh karna pengetahuanya. Beberapa bulan menikah Lisa dikabarkan hamil. Namun karna Dia Warga asing, Pola kehidupanya berbeda dengan baginda raja dan sering menentang. Para Mentri yang tak bisa memonopoli Raja mulai berfikir untuk menyingkirkan Lisa. Salah satunya dengan Rumor jahat.

Saat Hamil 2 bulan Lisa di usir dari istanah tanpa ada yang mengetahui bahwa dia tengah hamil. Hanya ada satu orang yang mengetahui dan itu adalah Baginda Ratu. Ratu Jongmi memberikan sebuah tanda Emblem Kerajaan pada Lisa agar Anaknya juga mendapat keadilan. Setelah kembali kenegaranya…Disana Ia bertemu dengan mantan kekasihnya Ha Sungwoon lalu menikah. Setelah kelahiran anaknya…Lisa mengirim Anak lelakinya Kembali ke istana lewat Pengawal khusus. Setelah 6 Tahun berlalu akhirnya Lisa melahirkan anak keduanya dengan Ha Sungwoon yang di beri nama Lai Guanlin. Mereka bertiga menjadi keluarga sederhana yang bahagia, Guanlin tumbuh menjadi anak Penurut yang tinggi dan sangat tampan.

Namun setelah kematian Sang ibu, Ayahnya berubah drastis dan menjadi serakah atas semuanya. Ia menginginkan Guanlin anaknya menjadi pangeran juga dan akirnya mereka menempuh perjalanan Bermil-mil dari negara Barat untuk datang di daratan Joseon ini. Berkelana mencari Informasi tentang keluarga kerajaan dan informasi silsilah keturunan Raja. Setelah cukup lama mencari informasi, mereka mendapati bahwa ada 4 Pangeran dan 1 putri dari 2 Istri Raja dalam Kerajaan Joseon.

“Jika kini tersisa 3 Pangeran dari 2 Isri Raja…itu berarti Kakakmu tak masuk Hitungan. Mengapa bisa begitu? Dimana dia…apa dia tak sampai di Istana?”
“Apa ini artinya Hyungku tak ada disana Appa?”
“Entahlah Guanlin…Dulu aku sudah mengirim Hyungmu ke Istana lengkap dengan Tanda kerajaan yang Ratu Jongmi berikan pada Lisa Ibumu. Ibumu bersikukuh untuk mengembalikan Hyungmu ke istanah agar mendapat Hak nya,” Berbincang sambil melihat masyarakat lalu lalang.

“Sampai Mama meninggal…Dia beranggapan Hyung kini menjadi Pangeran Istanah, pasti sedih sekali jika mengetahui Hyung tak ada disana,” menunduk.
“Kita harus menemunya dan mengembalikan posisinya Guanlin, Pangeran Mahkota pertama telah meninggal dan Gelar pangeran Mahkota turun kepada Pangeran Mahkota yang sekarang Lee Taemin. Dia disebut sebagai Wangseje…Padahal itu seharusnya Kakakmu,”
“Dimana kita akan mencarinya Appa? Sudah lama sekali dia menghilang, Jika dia masih hidup…Pasti sekarang sudah berumur 23/24 tahun,” Gualin menghitung dengan jari.
“Kita harus mencari tau tentang itu Guanlin, Aku harap Kakakmu tetap hidup,” mereka masih merenungkan banyak hal lainya sementara itu,

 

 

“Daehwi-ah….!! Tunggu aku…!,”
“Haiiiih…kau lambat sekali Ujin,”
Daewhi dan Woojin baru saja selesai bersekolah, Mereka akan segera menjalani Ujian Akhir untuk kelulusan Sekolah menengah pertama.
“Tumben sekali kau tak dijempung Oppamu?” Woojin Yang sudah bersahabat dengan Daehwi dari kecil sangat hafal Setiap kegiatan atau hal yang bersangkutan dengan Daehwi.
“Minho Oppa sedang sangat Sibuk dengan Taemin Oppa,” Membetulkan Tasnya.
“Ooh…Begitu, Oh iya Daehwia…Kau tau gosip yang kini beredar? Sang putri akan segera menikah…Ah pasti senang sekali. Akan ada pesta Rakyat yang besar. Aku dengar Sang putri sangat cantik, Dia gadis tercantik di Joseon ini. Beruntung sekali Pangeran yang menikahinya. Dan Oh iya…Orang-orang juga mengatakan Sang pangeran semuanya tampan…Rumornya mereka Sangat Tampan, Aku penasaran…Aku sangat ingin bertemu mereka,” Woojin Bercerita dengan cepat. Membuat Daehwi pusing.
“Aduh Ujinnie…Kau menceritakan seolah kau pernah melihat mereka saja, Secantik dan setampan apa sih mereka…” Daehwi mengkibaskan rambutnya.
“Tentu saja Lebih Cantik darimu pastinya Lee Daehwi,” *Mendapat Deathlarge dari Daehwi.
“Park Woojin kau menyebalkan!”

“Annyeong,”
“Hakk…!! Aigo!!!” Daehwi dan Woojin terkejut karna melihat Taemin tiba-tiba didepan mereka.

“Annyeong Hyung,” Woojin membungkuk memberikan salam. Taemin hanya tersenyum.
“Mengapa kau ada disini Oppa?”
“Aku datang untuk menjemputmu Daehwiah…Sekarang Woojin boleh pulang, Daehwi sudah bersamaku,” Taemin membelai rambut Daehwi lembut.
“Ah Guraeso Hyung…Aku permisi ne…Annyeong Hyung…Annyeong Daehwi,”
” Ndeee~ Gomawo Ujinnie” [Melambai]

 

Taemin dan Daehwi berjalan bersama dengan santai.
“Oppa…kau sudah tinggal bersama kami selama 3 tahun. Kau tau semua tentangku termasuk Warna baju tidur dan lainya…Tapi aku aku seolah tak tau apapun tentangmu. Bolehkah kutanya kau berasal dari mana? Umma dan Appa sangat Khusus padamu…Kau pasti bukan anak biasa. Kau itu siapa?”
Daehwi cukup berani di usianya yang masih 14 tahun.
“Ckckckkckc….” Taemin terkekeh.
“Mengapa Tertawa eoh!!!”
“Setiap melihatmu aku selalu teringat adiku yang paling kecil, Kau seperti Versi perempuan darinya. Membuatku Gemas.”
“Kau punya adik? Ommo…Ceritakan padaku Oppa…” Daehwi sangat Antusias.
“Namanya Jinyoung…Dia sangat Pintar dan menggemaskan seperti dirimu Daehwiaaah~” Mencubit pipi.
“Akkkh….Oppo!!”
“Hihihi,” Taemin sangat menyukai Daehwi. Selama 3 Tahun terakir Taemin menganggap Daehwi seperti adik kandungnya, Apa yang Daehwi Minta Taemun selalu melakukanya.
“Oh Oppa, Kau dengar kabar?”
“Mwoya?”
“Katanya…Sang putri sangat Cantik dan Para Pangeran sangat tampan,”
“Itu benar,” Taemin menjawab Mantap.
“MWO?? Apa kau pernah bertemu mereka?”
“Tentu saja…”
“Jinjja?? Jeongmal?? Heol~”
“Ah kau berlebihan,”
“Ah aku ingin bertemu pangeran jugaaa,”
“Daehwi Lihat aku…Menurutmu aku ini bagaimana? Tampan kan?”
“Kau itu cantik Oppa…Yepposeo…Yepposeo,”
“Haiiih…Aku ini Pangeran Tampan yang kau maksut Daehwiaah~”
“Kalau begitu aku adalah Ibu Suri!”
“Eiiiyyyy,” Taemin menghela nafas.

Sambil berbincang hebong tak terasa ternyata mereka sudah sampai dirumah. Membuka pintu dan menemukan Minho yang tengah tertidur pulas dengan mulut terbuka.
“Haiiiih…Berandal sekiya ini Lupa menjemputku karna tertidur seperti kerbau. Eiih…lihat gaya tidurnya…Auch mulutnya…Mengerikaan!!” Daehwi lari kedapur. Mengambil satu jumput garam, Berjalan kearah Minho dan memasukanya kedalam Mulut.
“Hoek Bhueeh…Bhuuaakhh…Chuiih…Bhueeekkhhh!!” Minho reflek Terbangun karna keasinan.
“LEE DAEWHI…!!!!!”
“AHAHAHAHA!! Rasakan itu!” Daehwi lari kedalam kamarnya dan mengunci rapat. Taemin Ikut tertawa melihat Tingkah Minho yang tengah di usili Daehwi.

“Ah…Aku ingin seperti Mereka juga.

 

Jinyoung, Jisoo, Jihoon…Aku merindukan Kalian,”

Part 3

 

 

 

 

Untuk membaca Part sebelumnya…silahkan Klik Disini

5 Comments

  1. Indah Arnia October 16, 2017
  2. Rae Taemin Lee October 16, 2017
  3. song minnie mints October 17, 2017
  4. Nia October 21, 2017

Add Comment