Binding You Prince 4 (Fanfiction SHINee X Wanna One) - Kpop Indonesia

Binding You Prince 4 (Fanfiction SHINee X Wanna One)

BINDING YOU PRINCE 4

Cat:
SHINee All Member
WANNA ONE All Member
TVXQ Changmin
Jisoo and Lisa Blacpink

Main Cast: 2Min ( Minho x Taemin)
Genre: Historical, Ansgt, Incesh, Comedy, family and Romance
Author : Shinka Kyung
Cover: Ulfa

Rate : Rate 17+

 

Sebuah keluarga dengan 3 orang pangeran tengah berkumpul diruang makan untuk menikmati makan malam mereka.

Jisung menyajikan nasi pada masing-masing mangkuk beserta lauknya kemudian meletakan satu- persatu di hadapan Suami anak dan tamu-tamu secara berurutan.

“Selamat makan,” Seru Jisung dengan ramah pada semua.
Semua tersenyum dan mulai memakan makanan mereka. Namun Jisung memperhatikan kedua tamu mereka yang terus memperhatikan anggota keluarga lain termasuk Minho dan Daehwi yang bercanda akrab saat makan. Taemin juga terlihat seperti keluarga mereka dan tampaknya sudah menyatu dengan keluarga itu.
“Jihoonnie Kau tak tak suka makananya?” Taemin bertanya dengan mulut setengah penuh.
Jihoon hanya menjawab dengan gelengan dan tersenyum. Sementara Jinyoung hanya melihat saja dan terus makan dengan santai.’
‘Bagaimana ada situasi seperti ini? Mereka semua makan tanpa beban, Jinyoung dan Taemin hyung juga, Setelah ini kita tak tau apa yang akan terjadi,’ Ucap Jihoon dalam hati.
Sementara itu,

 

“Kami ingin bertemu dengan yang mulia Raja,” Seorang pria dewasa bersama anak lelakinya berada di depan gerbang kerajaan. Berfikir ribuan kali untuk melakukan ini dan mengambil resiko besar.
“Appa, bukankah kita tak seharusnya bertindak sejauh ini?” Guanlin mencoba mematahkan tekatdan keinginan ayahnya.
“Menurut saja padaku Guan, kita ambil hak kakakmu. Lagipula kau adalah adik kandungnya, aku fikir tak apa jika kau menggantikanya,” Kakak Guanlin yang dicari telah meninggal sehingga tahta yang harusnya jatuh padanya kini kosong. Namun Hasung kini melakukan kesalahan besar dengan menukar Posisi Keduanya dan membawa Guanlin ke Istanah.
Seorang pengawal datang dan mengatakan bahwa Raja tak bisa di temui,

“Katakan padanya! Pangeran Kedua datang untuk menemuinya,” Sang penjaga mengerutkan alisnya.Semua orang di Istanah tau bahwa pangeran kedua adalah Pangeran Taemin dan dia bukanlah Pangeran Taemin.
“Kau!! Yang benar saja!! Pangeran kedua kami sedang tak di Istana dan dia bukanlah pangeran kami,”
“Dia adalah Pangeran kalian!! Dia anak raja!! Ijinkan kami masuk dan bertemu raja sekarang!!”
Mendengar adanya keributan dipintu masuk Istana membuat Ong Seungwoo harus memeriksa keadaan. Melihat seorang lelaki dewasa sedang beradu mulut dengan para penjaga gerbang Istanah. Ong Seungwoo memperhatikan ada seorang Pemuda dengan Paras mencolok dengan tubuh tinggi berdiri terdiam di samping lelaki itu.

“Ada apa ini!” Ong Seungwoo datang memeriksa apa yang tengah terjadi.
“Mereka! Mereka mencoba mengganggu ketenangan Istanah panglima. Mereka mengatakan sesuatu omong kosong,” Seorang penjaga menerangkan pada Seungwoo
“Apa kau penglima disini? Tolong ijinkan kami masuk, Aku mempunyai hal penting untuk disampaikan pada Raja,”
“Apa itu? Katakan saja padaku” Ong seungwoo memberi mereka kesempatan.
“Aku Ha Seungwoon dan Ini Lai Guanlin. Aku datang dari negri sebrang mengantarkan Pangeran Guanlin untuk pulang keIstanahnya,”
“Pangeran apa??” Ong Seunwoo terheran dengan apa yang didengarnya.
“Pangeran Guanlin. Putra dari Lady Lisa dan Raja Jinki,”
“Lady lisa!?” Ong Seungwoo cukup terkejut. Ong memang mengenal dan sempat mengetahui tentang Lady Lisa walau tak banyak. Tanpa banyak bicara Ong Seungwoo membawa mereka berdua untuk masuk istanah dan menemui Raja. Seungwoo sudah menyampaikan apa yang di dengarnya dan itu membuat Raja Jinki sangat terkejut termasuk Ratu Jongmi yang ada di sebelahnya.
“Itu tak mungkin!! Aku telah lama sekali mengusirnya! Mengapa dia datang kemari? dan lagi, dia tidak hamil saat itu, mereka berbohong! Hukum mati mereka berdua sekarang juga!” Raja Jinki menjadi murka.
“Tunggu yang mulia!!” Ratu Jongmi menghentikan perintah Raja.

 

Ceklek.
[Lady Gweboon memasuki ruang raja kemudian berdiri disamping Raja Jinki]
“Dia, dia memang anak anda yang mulia,” Pernyataan Ratu Jongmi membuat Raja Jinki dan Lady Gweboon membelalakan matanya terkejut.

 

“Bagaimana bisa Permaisuri!?”
“Ada apa ini Permaisuri?” Raja Jinki bertanya sementara Lady Gweboon kebingungan dengan apa yang terjadi.
“Sebelum Raja Jinki Menikahi Lady Gweboon ia telah menikahi Lady Lisa terlebih dahulu, Lady Lisa adalah warga asing yang sangat luar biasa. Namun ia di usir dari kerajaan dalam keadaan hamil,” Ratu Jongmi menjelaskan.
“Apa benar Lisa sedang hamil saat itu Ratuku?”
“Benar yang mulia, Ia mengatakan akan mengatakan hal baik itu pada yang mulia sendiri,”
“Dia tak mengatakan apapun padaku, aku sama sekali tak mengetahui tentang kehamilanya,” Terlihat raut wajah bersalah pada Raja, Kini dia sangat menyesal atas apa yang terjadi.
“Ijinkan mereka Masuk kedalama ruang utama,” Dengan raut wajah yang susah di artikan Raja Jinki meminta Hasung dan Guanlin Untuk masuk menemui Raja dan ratu.

 

Guanlin berjalan masuk dengan perlahan sambil melihat sekeliling. berjalan dengan sedikit menunduk karna tak berani menatap Sang raja dan Ratu. Sementara Ha Sungwoon Terlihat senang dengan senyum di sudut bibir.
“Salam Yang Mulia Raja dan Ratu, Hamba Ha Seungwoon dan Ini Lai Guanlin Keponakan Hamba. Hamba datang jauh dari Negara seberang untuk mengantarkan Pangeran kerajaan ini kembali kerumahnya karna Sang ibu, Lady Lisa telah berpulang pada sang pencipta. Mohon terimalah Pangeran Guanlin,” Ha Sungwoon melirik pada Guanlin.

“Salam yang mulia Raja dan Ratu” Ucap Gualin sambil bersujud bersama Hasung.
“Dahulu ketika Lady Lisa meninggalkan istana, aku telah memberikan tanda Kerajaan untuk Bayinya, agar Anak itu bisa kembali kedalam Istanah dan mendapatkan Hak nya. Bisakah kau perlihatkan tanda itu Guanlin?” Ratu Jongmi menatap Guanlin dan membuat Guanlin gugup karna memang ia tak mempunyai tanda itu.
“Maaf yang mulia, Lisa baru saja meninggal secara tiba-tiba. Karna ia tak sempat mengatakan atau menitipkan apapun pada kami,”
“OMONA! Lisa” Ratu Jongmi terkejut mendengar bahwa Lady Lisa telah meninggal.
“Hamba membawa Pangeran kemari karna memang selama ini Ia sebatang kara di negri yang jauh,” Perkataan Ha Sungwoon semakin membuat Raja merasa sangat bersalah karna menelantarkan Lisa dan anaknya.
“Terima kasih Ha Sungwoon, Kemarilah Anaku, Kemarilah Pangeran Guanlin,” Raja bangkit dari kursi tahta dan membuka kedua tanganya. Semanta Guanlin terlihat Sedikit takut dan ragu untuk mendekat. Menoleh pada ayahnya yang asli, Hasung memberi isyarat agar Gianlin datang pada Raja Jinki.

“Maaf Yang mulia, sepertinya Pangeran Guanlin masih Malu dan takut,” Hasung memberi alasan karna Guanlin Hanya terdiam.
“Jangan Takut, Datanglah pada Ayah mu Pangeran Guanlin,” Lady Gweboon ternyata sudah berada di depan Guanlin untuk menggandeng dan membimbingnya datang pada Raja. Lady Gweboon membawa Guanlin berjalan ke arah Raja namun Guanlin terus saja menoleh kebelakang melihat Hasung Ayahnya.

“Ucapkanlah Salam Pada Ayah dan Ibumu Pangeran Guanlin,” Lady Gweboon mengarahkan. Guanlin terlihat kebingungan dan tak tau bagaimana cara menyapa ala Pangeran. Gweboon membantu Guanlin denga memberi tanda tekanan pelan pada punggungnya, Guanlin tanggap dan langsung menunduk di hadapan Raja dan Ratu. Ratu mengangkat pundak Guanlin lalu memeluknya, Guanlin melirik Raja dan Sang Raja seolah meminta untuk dipeluk juga. Guanlin anak yang sangat tanggap ia sangat pintar membaca karakter orang. Dengan sedikit rasa sungkan akhirnya dia memeluk Raja.

“Selamat datang Anaku,” Raja membalas pelukan Guanlin dengan erat.
“Panggilkan Putri dan para Pangeran,” Raja Memerintahakan para pelayan istana untuk menjemput mereka. Disana Ratu Jongmi dan Lady Gweboon terlihat resah seketika, Mereka mengetaui bahwa anak mereka tengah tak berada di Istanah. Kini mereka tak tau apalagi hal yang akan dilalukan untuk menolong anak-anak mereka.

Raja Memerintahkan pada pelayan untuk mengganti baju Guanlin dengan baju Pangeran. Guanlin langsung diberi tempat khusus dan Beberapa pelayan seperti Pangeran lain. Menunggu beberapa saat akhirnya Jisoo sampai di istana Utama kerajaan. Sangat ramai karna semua Pejabat maupun petinggi istanah lain berada disana. bertanya dalam hati mengapa Semua berkumpul seperti ini, sejenak berfikir ini tentang pernikahanya.

Jisoo dipersilahkan memasuki Istana utama dan berdiri disamping Kiri Ratu Jongmi.
“Aku mengumpulkan kalian semua disini bukan tanpa tujuan, Aku ingin Mempermenalkan seseorang pada Kalian Para Penghuni istana, Petinggi dan Rakyat Joseon” Raja Jinki berdiri dan bernarasi dengan lantang.
“Seseorang ini adalah orang yang sangat penting bagi kita semua. dia tumbuh ditempat yang jauh dan terpisah dari kita selama ini. Hari ini ia telah kembali. Dia adalah Putra Keduaku bersama Lady Lisa, Pangeran Lai Guanlin. Sambutlah dia,”
Guanlin Keluar dan maju beberapa langkah didepan Raja.

“UCAPKAN SELAMAT DATANG PADA PANGERAN KITA,
PANGERAN KEDUA LAI GUANLIN,”

 

Suara Teriakan memandu salam dari Panglima Ong Seungwoo.
“SELAMA DATANG YANG MULIA PANGERAN LAI GUANLIN,” Ucap serempak semua orang yang berada didalam Ruang Utama Kerajaan kecuali Jisoo yang terpaku dan kebingungan seolah tak percaya. Seorang anak lelaki tiba-tiba datang menjadi kakaknya?
“Guanlin, Itu adalah Adik Perempuanmu Putri Jisoo dan Pangeran Hah? Dimana Para Pangeran!?” Suasana Istana Menjadi Kisruh. Sementara itu,

 

“Hyung besok kita pulang kembali ke Istanah nde? Jisoo akan menikah Hyung,”
Jihoon, Jinyoung dan Taemin kini tengah berada di bawah sinar rembulan. Mereka saling bercengkrama dan bermanja. Jihoon tengah menyandarkan kepalanya pada bahu Taemin dan Jinyoung menidurkan kepalanya pada Pangkuan Taemin. Kedua tangan Taemin sibuk mengelus pucuk kepala keduanya.

Daehwi dan Minho melihat itu dari kejauhan.
“Mereka terlihat sangat saling menyayangi sekali tak seperti seseorang,” Gerutu Daehwi.
“Ya!! Aku menyayangimu Daehwi, Saranghae Daehwiah. Adiku sayang yang imut, cantik dan cerewet,” Minho memoncongkan bibirnya ingin mencium Daehwi, Namun Daehwi mencomot bibir Minho. mendorong sambil meremas bibir Minho keras.
“YA!! Appooo!!! “
“Tidak perduli,” Bertingkah angkuh.
“Dasar kau adik nista Kenapa kau kurang ajar sekali,” Minho melotot.
“Masa Bodoh,” Daehwi masuk kedalam rumah dengan Minho yang berteriak menyumpah serapah padanya.
“Ya! Ya! Kalian ini sudah besar mengapa masih seperti ini, Minhyun lihat ini anak-anakmu,” Jisung pusing karna Daehwi dan Minho sering sekali bertengkar akan hal remeh. Sementara Sang ayah yang menjadi tempat Aduan Masal akan selalu merespon “Hm” dan “Nde” Seperti biasa.

 

Malam ini Putri tercantik di Joseon penuh air mata tengah pundung bersedih dan terpuruk didalam kamarnya.
“Hiks Hiks Hiks” Jisoo menangis sendiri dikamarnya karna merasa Terhianati oleh Saudara-saudaranya. Hari ini benar-benar snagat mengejutkan. Selain Datang Pangeran baru entah dari mana kini Kedua adiknya menghilang dan diketahui tengah menemui Kakak Mereka Lee Taemin, Jisoo juga sangat berkeinginan menemui kakak mereka itu, namun kedua adiknya justru meninggalkanya di Istana seperti ini. itu sangat menyakitkan bagi Jisoo dan membuat Jisoo sangat terluka. Ia tak berhenti menitikan air mata begitu mengetahui hal ini.

“Sayang,” Ratu Jongmi memasuki kamar Jisoo
“Jisoo hanya memalingkan dan menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan di meja.
“Ibu tau tentang Mereka?” Ratu Jongmi tak menjawab dan hanya datang mendekat pada Jisoo. Duduk disamping Jisoo dan mengelus pucuk kepalanya,
“Jangan bersedih anaku, Besok para penjaga Istanah akan menjemput adik-adikmu. Kau tak usah khawatir,”
“Aku ingin bertemu Taemin Oppa juga ibu! 3 tahun ibu! Apa semua orang berfikir aku tak menyayanginya? mengapa Jihoon dan Jinyoung melakukan ini padaku! Mereka tak boleh melakukan ini! benar-benar keterlaluan.” Jisoo menangis semakin keras. sementara sang ratu hanya memeluknya dari belakang. Ia begitu tau Jisoo juga menyanyangi Taemin. Semua orang menyayangi Taemin kecuali seseorang.
“Ibu!! ijinkan aku untuk ikut menjemput mereka bertiga ibu, ijinkan aku kumohon,” Jisoo memohon agar diperbolehkan menjemput Jihoon dan Jinyoung di tempat Taemin.
“Tak bisa Jisoo-ah. Besok Kang Daniel akan datang kemari, Kau harus ada untuk menemuinya,” Hal ini semakin membuat Jisoo hancur.
“Ratu,” Menatap Ratu penuh kekecewaan.
“Pangeran Guanlin yang akan menjemput mereka, kau tunggu saja mereka disini,” Kaliamat Ratu sama sekali tak menenangkan atau menghibur Putri Jisoo.

 

[Pagi Hari]
Minho terbangun dari tidurnya dan terduduk dengan sedikit mengucek dan membersihkan sesuatu gumpalan empuk disudut mata, Sedikit terheran mengapa ia berada di kursi ruang tamu, harusnya tidur nyaman disamping Taemin dalam kamar. Setelah 5 Detik semua ingatanya terkumpul. Rupanya ini karna anak-anak itu mimita tidur bersama kakak mereka Taemin di kamar Minho tentu saja otomatis Minho terusir dari kamarnya.

Berdiri, berjalan santai menuju dapur untuk mengambil segelas air. Di samping ruang dapur adalah kamarnya. Sekedar penasaran bagaimana mereka bertiga. Para anak laki-laki dengan tubuh besar tidur bersama dalam satu rajang selebar 1,5 Meter saja yang notabenya di tiduri berdua dengan Taemin saja sudah sangat sesak. Ini justru mereka tidur bertiga.

Sedikit mengintip, melihat ketiganya tidur tumpang tindih dengan Posisi Taemin yang terlihat paling mengenaskan. Kedua adiknya menumpangkan kepalanya pada tubuh Taemin. Jinyoung tidur dengan meletakan kepalanya dileher Taemin dan Jihoon didada Taemin. Dan lagi, mereka berdua menumpangkan kaki dan tangan mereka pada Taemin dengan posisi memeluk.
“Apa-apa’an mereka ini, Berjubel seperti anak kucing yang baru lahir,” Walau keadaan sedang terjepit kedua adiknya Taemin tak mengeluh atau mencoba menggesar mereka, Membuka matanya perlahan dan menatap kedepan [Eyes contact dengan Minho]
“OH!” Seru Minho. Namun Taemin meletakan jari telunjuknya di bibir dengan Bentuk bibir ‘Ssssttttttt’ Memberi kode agar Minho tak berisik. Kemudian Taemin membelai pucuk kepala Jinyoung yang menempel pada pipinya tak lupa ia juga membelai Jihoon yang ada di dadanya.

“Jinyoung, Jihoon. Adik-adiku,” Panggil Taemin lembut. Jinyoung mendengar panggilan Taemin lalu terbangun pelan mengusap matanya. Sementara Jihoon tak mau bangun justru mengeratkan Pelukan pada tubuh Taemin.
Jinyoung bangun melihat sekeliling sambil mengerjap-ngerjapkan matanya, Rambut coklatnya berantakan.
“Jihoonnie,” Elus Taemin pada pucuk kepala untuk membangunkan Jihoon yang sepertinya sengaja tak mau bangun. Setelah beberapa detik terbangun Jinyoung baru sadar bahwa Minho tengah menatap mereka. Mengabaikan itu kemudian melihat Hyungnya yang sseolah tersiksa oleh posisi tidur mereka.
“Hyung!!! Palli irona!! Irona!!! Palliwa!!” Jinyoung mengguncang-guncangkan tubuh Jihoon. Dengan Expresi kesal Jihoon terbangun juga.
“3 Tahun tak bertemu kalian rupanya sudah besar sekali, Aku sampai tak bisa bergerak,” Ucap Taemin sambil bangkit dari ranjang dengan memijat tengkuk dan pundaknya. [Yang tidur di leher dan pundak Taemin adalah Jinyoung] Jinyoung hanya mringis kuda Karna dia adalah tersangka yang membuat Leher Kakak tersayang sakit. Jinyoung kini tumbuh lebih tinggi dari Taemin, saat Ia tidur di leher Taemin, tubuh Jinyoung terlalu panjang namun ia memaksakan diri untuk tidur memeluk Taemin akirnya ia tidur meringkuk dengan kaki menggantung.

“Apa yang kau lakukan dengan menatap kami seperti itu?”
Ke Badas’an Jihoon is back.
“Wae! aku hanya kebetulan lewat, Yaaaa! lagipula ini kamarku, aku bebas keluar masuk sesukaku kan?” Tak menjawab, justru Jihoon merespon dengan mengalihkan pandanganya pada Taemin yang masih memijat tengkuknya.
“Apa disini tak ada tukang pijat dan sejenisnya? Kakakku butuh pelayanan!” Sifat ‘Pangeran’ Jihoon memang tak bisa lepas.
“Aniya Hyung, Aku yang akan memijat Taemin hyung,” Jinyoung Menarik Tubuh Taemin agar berada di depannya kemudian memijat pundaknya lembut.

“Nah! Sekarang mereka seperti sekumpulan anak monyet, Khusus yang itu Monyet Jahat”Gumam Minho pelan [Yang di maksud monyet jahat adalah Jihoon]. Sepertinya tak ada yang perlu di khawatirkan jadi Minho hanya berlalu.
Didapur sudah ada Daehwi dan Bunda Jisung sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga dan tamu.
“Minho Sudah bangun rupanya,” Ucap Jisung sambil menata lauk-pauk dimeja.
“Oppa, Mereka sudah bangun?” Daehwi Sudah selesai bersiap kini akan segera berangkat sekolah.
“Mereka sudah bangun. Namu. mereka rumit sekali, Tak seperti saudara. Mereka lebih cocok disebut Suami beristri dua yang akur,” Minho duduk di kursi makan.

“Memangnya ada yang salah oppa? Mereka bertiga sangat Tampan.Jika aku membawa mereka bertiga kesekolahku. Gadis satu sekolah akan mati hanya dengan tatapan mereka saja, Awwwh Mereka luar biasa,” Ucap Daehwi dengan Heboh.
“Berlebihan sekali Daehwi, Bukankah Oppamu ini juga tak kalah tampan? Tapi mereka bertiga memang punya hubungan rumit, Mereka tidur seperti kumpulan anak kucing dan sekarang saling memijit juga merapikan rambut seperti kawanan monyet,” Minho menaikan kakinya dikursi.
“Mereka saling menyayangi, tak ada yang salah jika kau tak bertemu dengan saudaramu selama 3 tahun,” Jisung memberi penjelasan sambil menurunkan kaki Minho lembut.
“Benar! Lagipula Taemin oppa lebih bisa menjaga Adik, Aku yang bukan adiknya saja dijaga dan di sayangi dengan baik tak seperti seseorang,”
“Masih pagi Jangan memulai Daehwi,” Minho dan Daehwi saling memberi Deathlarge kuat.

“Achimida,” Sapa Taemin di ikuti kedua adik yang mengekorinya.
“Nde, Selamat pagi kalian. Bagaimana tidurnya?” Jisung bertanya ramah.
“Ranjangnya sangat sempit, banyak nyamuk dan- Akhh” Jihoon terhenti bicara setelah Jinyoung mencubit pantat Jihoon.
“YA!!” Jihoon menatap Jinyoung kesal, Jinyoung Berkomat-kamit menegur Hyungnya yang justru tak mengerti dan terus berkata “Mwo! Mwo! Mwo!” Sambil mendongak kearah Jinyoung.

“Oh yang itu memang menyebalkan,” Bisik Daehwi.
“Benar, Yang pendek itu ketus dan tajam sekali mulutnya, tak cocok menjadi kekasihmu Daehwi,”
“Benar Oppa, Aku suka yang kalem dan manis seperti Maknae imut yang tinggi itu,” Daehwi menatap Jinyoung.
“Ah jinjja? Wah itu bagus, kalian terlihat cocok. Tapi aku tak yakin dia bisa menyukaimu daehwi, setelah dilihat-lihat kau tak cukup cantik jika disandingkan denganya. Kecantikanmu akan Langsung terhempas,” Daehwi men Deathlarge Minho lagi, Si tersangka hanya berpura-pura tak melihat dan bersiul pelan. Memang benar kalau Jinyoung berwajah Cantik karna dia adalah adik kandung Taemin. Namun tetap saja Kecantikan Taemin tak ada tandinganya.

Mereka semua sudah berkumpul dimeja makan. Makan pagi kali ini ramai sekali, total ada tujuh Orang berkumpul.
“Mari makan semua,” Jisung mempersilahkan. Semua mulai mengambil makanan untuk diri mereka sendiri. Semua makan dengan lahap, Termasuk Daehwi yang berkali-kali menyumpit daging kedalam mangkuknya. Jihoon melihat itu dan mengerutkan kening, kemudian menggeser Lauknya [bergeser didepan Minho] Melihat Mangkuk daging didepanya Minho reflek menyumpit beberapa daging dan diberikan pada Taemin yang ada di depanya, Taemin tersenyum pada minho namun kemudian Taemin memberikan bagianya pada Jinyoung dan Jihoon.

Daehwi yang kesal karna jarak antara dia dan daging cukup jauh, Ia lantas berdiri dan mengarahkan sumpitnya namun ternyata Langsung di tangkis Oleh Jihoon. Tatapan Jihoon dan Daehwi bertemu [Deathlarge Daehwi Vs Jihoon] Sepertinya tak ada yang mau mengalah dari keduanya. Jihoon melirik daging itu kemudian,
“Kau jangan banyak makan daging nanti cacingan,” mengambil mangkuk daging tanpa Ba-Bi-Bu kemudian menyumpit semuanya pada piring Taemin. Daehwi yang kalah cepat hanya menatap sambil menggigit sumpitnya. Minhyun dan Jisung hanya melihat saja sambil sedikit terkekeh. Selama ini tak ada yang bisa mengalahkan Daehwi di keluarga ini.

“Kalian ini ada apa?” Taemin akhirnya berdiri dan membagikan Semua daging yang ada dipiringnya pada semuanya. Daehwi tersenyum merekah penuh kemenangan dengan sedikit mengejek dengan menjulurkan lidahnya pada Jihoon. Minhyun dan Minho bergeleng-geleng melihat tingkah Jihoon dan Daehwi sedangkan Jinyoung hanya bersikap tenang sambil menggaruk hidungnya yang gatal. Mereka semua makan dengan tenang.
Selesai makan pagi, Daehwi bersiap untuk berangkat sekolah.

 

“Daehwi, Daehwiaah” Woojin datang menjemput seperti biasa.
“Nde Ujin, Masuklah terlebih dahulu,” Tariak Daehwi dari dalam rumah ruang tamu, Woojin reflek masuk dan bertemu dengan mereka semua.
“Annyeong Woojin,” Ucap Taemin.
“Annyeong” Ucap Jinyoung mengikuti Taemin.
“Ah nde, Annyeong Hyungduel,”
“Kita seumuran, Panggil Jinyoung saja,”
“Ah nde Jinyoung,” Mereka saling tersenyum. sedangkan Jihoon hanya duduk bersilang saja dirung tamu.
“Oppa! Kau ikut mengantarkanku atau tidak?” Daehwi bertanya pada Minho.
“Untuk apa? toh sudah di jemput Woojin ini,” Minho duduk di pojok kursi dengan mengipas-ngipaskan tangan pada dirinya.
“Kalau begitu biar aku saja yang ikut mengantarkanya,” Taemin mengajukan diri seperti biasa.
“Aku akan ikut, Ayo Daehwiah” Ucap Jinyoung sambil tersenyum cerah ke arah Daehwi ‘Awh Silau‘ *Ucap Daehwi dalam hati
Mereka bertiga keluar rumah.
“Aku Ikuuuut!!!” Jihoon menyusul sambil berlari. Daehwi tersenyum cerah sambil bertkata ‘Aku akan memamerkan kalian‘ Dalam hati.

 

Salam Yang Mulia,
Tiba-tiba Rombongan pasukan datang dengan Ong Seungwoo sebagai Pemimpinya menghentikan Taemin dan lainya saat hendak Mengantar Daehwi sekolah.

Tak pelak hal ini membuat Para Pangeran sangat terkejut.

Para pasukan kerajaan menyusul mereka, itu artinya sang Raja sudah mengetahui apa yang Jihoon dan Jinyoung lakukan, Mereka tertangkap basah. Tamatlah riwayat mereka, entah apa yang akan Raja lakukan pada Para pangeran ini. Para Pangeran melakukan pelanggaran yang cukup berat.

 

 

Baca Part sebelumnya klik disini

6 Comments

  1. Nur hewhew October 29, 2017
  2. Assvia October 31, 2017
  3. Rae Temin Lee November 2, 2017
  4. Siti husniah November 5, 2017
  5. Nung nuriah iah November 5, 2017
  6. Indah Arnia November 14, 2017

Add Comment