Binding You Prince 5 (Fanfiction SHINee X Wanna One) - Kpop Indonesia

Binding You Prince 5 (Fanfiction SHINee X Wanna One)

BINDING YOU PRINCE 5

Cast:
SHINee All Member
WANNA ONE All Member
TVXQ Changmin
Jisoo and Lisa Blacpink

Main Cast: 2Min ( Minho x Taemin)
Genre: Historical, Ansgt, Incesh, Comedy, family and Romance
Author : Shinka Kyung
Cover: Ulfa

Rate : Rate 17+

 

Pagi Cerah dengan Senyum Daehwi yang mengembang karna hari ini ia berangkat sekolah bersama para Anak lelaki yang Manis dan Tampan.

Sekedar melirik kebelakang, mencuri pandang pada Jinyoung dan lainya.
“Ah Yeppo,” Daehwi merasa tak percaya diri karna berjalan diantara mereka.

“Salam Yang Mulia,”
Daehwi kebingungan dengan apa yang terjadi. Tiba-tiba ada banyak pasukan kerajaan menghadang mereka.
“Woojin, apa kau telah melakukan tindak kriminal?” Berbisik pada Woojin.
“Haiiyh Sembarangan!”
“Lantas mengapa mereka menghadang kita? Aku takut Woojin,” Daehwi terlihat menciut dan Risau. Namun Daehwi tetap penasaran dan tetap memandang satu persatu dari mereka. Di samping Komandan ada Seorang anak lelaki Tampan dan tinggi besar.

“Salam Para Pangeran,” Ong Seungwoo dan lainya membungkuk di depan Taemin.
“Salam apa? Dia bilang apa!?” Daehwi takut salah dengar jadi dia mengulangi pertanyaanya.

“Pangeran Jihoon dan Pangeran Jinyoung. Hamba Dan Pangeran Guanlin Datang kemari karna perintah dari yang mulia Raja untuk menjemput Kalian kembali ke Istanah,”
‘Pa-Pangeran siapa!!?’ Ucap Daehwi dalam hati samb menutup mulutnya yang menganga terkejut dengan kedua tangan.

“Pangeran Guanlin?” Jihoon terheran Karna memang mereka tak pernah menganal anggota atau kerabat yang bernama Guanlim. Mereka belum mengetahui bahwa jumlah pangeran di Istanah kini telah bertambah.

Hwang Minhyun, Jisung dan Minho Akirnya keluar rumah karna mendengar keributan kecil didepan rumah mereka.
“Salam Minhyun-Shi,” Ong memberi salam pada Minhyun dan yang lainya.
“Ada apa ini?” Jisung bertanya.
“Pangeran Jihoon dan Pangeran Jinyoung kabur dari Istanah dan datang kemari, Jadi Aku dan pangeran Guanlin di tugaskan untuk menjemput mereka,”
“Pangeran siapa? Guanlin?” Minhyun bertanya selidik.
“Benar, Putra kedua dari Raja yang selama ini berada di luar negri telah kembali ke Istanah, Dia adalah pangeran Guanlin. Pangeran yang lahir dari rahim Lady Lisa 23 tahun yang lalu,” Ong Seungwoo memberi penjelasan.
“Ucapkan salam untuk Pangeran baru kalian, Dia adalah Wangseje yang sebenarnya,” Hasung memperkenalkan Guanlin pada semuanya. Mereka cukup terkejut karna Hasung mengatakan Ia adalah ‘Wangseje sesungguhnya’

“Tunggu!!! Jika dia pangeran berarti dia Saudara kami juga? tapi tapi,” Jihoon terlihat kacau.
“Benar yang mulia, Lebih tepatnya dia adalah Kakak tertua kalian,”
“Dia tertua di antara kami!!??” Jinyoung kebingungan.
“Yang benar saja. Dia bahkan terlihat tak lebih tua dariku, bagaimana bisa!!?” Jihoon terus menyelak. Sementara Guanlin hanya terdiam disana memperhatikan masing-masing orang yang akan menjadi ‘adik-adik’ nya untu saat ini dan kedepan. Sejenak melihat Karakter Jihoon dan Guanlin merasa ngeri.

“Apa benar kau lebih tua dariku? Kau terlihat muda sekali, atau kau terlihat jauh lebih muda dari umurmu?” Taemin datang mendekat pada Guanlin.
“Nde,” Guanlin hanya menjawab singkat.
“Ah! Selamat datang di keluarga Hyung, Mohon bimbinganya. Aku Lee Taemin yang kini berarti menjadi Pangeran Ketiga, Ini Adik Ke Empatmu, Pangeran Jihoon dan ini adalah adik bungsu kita, Pangeran Jinyoung. Jihoon-Jinyoung Ucapkan salam pada Hyung kita,” Awalnya Jihoon memalingkan wajah dan menolak adanya kakak baru yang menggantikan posisi kakak kedua Lee Taemin. Namun karna Taemin yang memintanya mau tak mau dia menurut saja.

“Salam Hyung,” Ucap ketiga pangeran pada Guanlin. Kini Guanlin tak tau harus merespon bagaimana karna ia merasa keadaan kaku sekali. Ia juga merasa sangat Canggung akan semua ini apalagi mereka yang lebih tua memanggil hyung ditambah mereka juga membungkuk didepanya.

“Aigooo Mereka Pangeran! Daehwi Selama ini kau tinggal dengan para Pangeran!” Kejut Woojin.
“Omona Tak bisa di percaya, Bagaimana bisa hal ini terjadi. Jadi Yang disana itu juga Pangeran?” Daehwi menunjuk Guanlin dengan janggutnya.
“Benar. Mereka berempat Semuanya adalah pangeran, Ternyata kabar itu benar. Para Pangeran sangat Tampan, Aku bahkan langsung pundung hanya dengan menatapnya Aigoooo,” Woojin terkesima. Sementara Daehwi tengah berdebar ‘Matilah aku, aku telah berebut daging dengan seorang pangeran. Harusnya aku dengarkan Umma. Lee Daehwi kau akan segera tamat,’ menelan ludah kasar membayangkan Jihoon yang sejak awal menjadi musuh bebuyutanya.

 

Ditengah Orang yang berdiri bergurumul disana, ada yang tak kalah terkejut dari semuanya.Yaitu Choi Minho.

Masih tak percaya bahwa selama ini yang tidur denganya adalah seorang Pangeran Mahkota. Tak main-main, Seorang Pangeran Mahkota. Orang yang selama ini Ah Entahlah. Apa yang yang difikirkan Minho tentang Taemin begitu acak.

“Mari lekas kembali ke istana Pangeran,” Ong Seungwoo mengingatkan bahwa mereka harus cepat.
“Ah, Kalau begitu aku akan membantu Pangeran Taemin mengemasi barangnya, Ayo bantu aku Minho,” Jisung menarik tangan Minho untuk kembali kedalam rumah.
“Tunggu!”
“Ada apa Ong?” Minhyun bertanya.
“Raja hanya memerintahkan untuk menjemput Pangeran Jihoon dan Pangeran Jinyoung, jadi-”
“Jadi kau tak mengijinkan Taemin Hyung pulang? YA!! Lancang sekali kau!!” Jihoon menjadi sangat marah
“Bukan Hamba tapi Yang mulia Raja yang telah memberi perintah seperti ini yang mulia pangeran,” Ong Seungwoo menunduk tak berani menatap wajah Jihoon yang murka.
“Tak Bisa!!! Taemin Hyung harus ikut pulang bersama kami, Apa-apa’an ini. Persetan!” Jihoon masih berkeras.
“Benar, Mengapa Ayah melakukan ini pada Hyung kami. Kami semua sudah disini, Kalian juga sudah disini, Taemin hyung sudah kuat. Dia lelaki sejati! Dia sudah waktunya kembali ke istana, percayalah padaku aku benar kan Hwang Ahjushi?” Jinyoung ikut menyuarakan hatinya.
“Nde,” Minhyun menjawab singkat.

“Tak bisa yang mulia, Pangeran Taemin harus tetap disini bersama mereka,” Tegas Ong seungwoo.
“Mengapa!! Mengapa harus seperti itu, Dia harus kembali untuk menerima Tahta. Dia adalah calon raja. Dia adalah Wangseje!!!” Jihoon menegaskan. Hasung merubah pandanganya menjadi pandangan yang penuh kedengkian.
“Benar, Hyung harus pulang segera, Selain Tahta menunggu Jisoo nuna juga akan segera menikah,” Alasan Jinyoung sangat logis.

Sementara mereka berdebat, Guanlin hanya melihat dan mencoba memahami karakter saudara-saudaranya. Suasana benar-benar kacau karna Kedua pangeran terus berdebat bahkan Pangeran Jihoon Murka sekali.

Taemin memandang Orang-Orang di sekitarnya yang kini menjadi kacau. Hwang Seonsengnim ataupun Minho tak bisa melakukan apapun, Jisung telihat khawatir, Daehwi ketakutan dan Woojin terlihat risau. Kedua adiknya masih terlihat berdebat hebat. Bersikukuh atas keinginan mereka membawa dirinya pulang.

Baru kali ini melihat kedua adiknya sangat marah terutama Jinyoung yang sebelumnya tak Marah, jangankan marah, protes atau menentang Orang yang lebih tua pun tak pernah. Semua keributan ini terjadi karna dirinya.

“Kembalilah kalian, Aku akan tetap disini,” Ucap Taemin Tegas. Tak Helak Para pangeran langsung menatapnya.
“YA!? Mwohaeyo!!!! Mwoya hyung!!” Jihoon terkejut sekaligus marah.
“Hyung Wae, Andweyo” Wajah Jinyoung langsung berubah sedih seketika.

“Tak apa kalian kembali saja, bukankah Kemarin kita sudah bersama seharian? Sepertinya itu sudah cukup bagiku, Kalian kembalilah. Ayah dan para ibu pasti menghkawatirkan kalian,”
“Itu tak Cukup bagiku!” Jihoon melawan asumsi Taemin.
“Kau tak perlu seperti ini hyung, Kau punya hak untuk kembali, kau tak merindukan ibu?” Jinyoung selalu mengatakan hal pada intinya.
“Aku sangat merindukanya Jinyoung, Sampaikan salamku untuk Gweboon Umma, Katakan aku baik saja disini dan aku senang berasa disini. Disini semua menyayangiku. Aku diperlakukan seperti keluarga. Sepertinya aku lebih bahagia disini daripada di Istanah. Biarkan aku disini kalian pulanglah saja,” Taemin menghibur diri.
“Hyung, ” Jinyoung menatap Taemin dengan Sayu.
“Hyung!! Kau fikir kami tak menyayangimu!? banyak yang menyayangimu di Istanah. ayolah Jangan mendramatisir keadaan. Kau cukup ikut kami saja. tak usah cari alasan yang tak bisa kuterima hyung,” Jihoon terus mengajar Taemin dengan kata-kata tajamnya.
“Tidak Jihoon, Kau tau betul berapa orang yang menyayangiku, Sudahlah. Mengapa Ribut disini? Kalian tinggal kembali saja kan? Kalian bersikap seolah aku akan ditinggal disini untuk mati,” Teamin sedikit terkekeh agar suasana tak begitu tegang.

 

Sementara itu Guanlin terus memperhatikan Taemin. Satu hal yang ia sadari. Taemin sangat berbeda dari kategori Wangseje di dalam bayanganya selama ini. Dia sangat berhati lembut dan sangat baik hati. Dia bijaksana dan berbudi luhur namun karakternya sangat mudah di geser dan Jiwanya lemah.
“Dia karakter yang sangat mudah untuk manfaatkan orang lain,” Hasung Bergumam.

Setelah berdebat sekian menit. Akhirnya Para pangeran menyerah untuk membujuk Taemin Kembali ke Istanah, Padahal baru kemarin malam ia mengatakan bahwa ia bersedia untuk kembali Ke istanah bersama merekera.

Taemin melihat Daehwi dan Woojin terpaku disana.
“Daehwi, Woojin mengapa kalian terdiam disitu? ayo berangkatlah kalian sudah telat. Aku akan menjemputmu pulang sekolah nanti nde,” Ucap Taemin meminta Daehwi dan Woojin segera berangkat dan mengabaikan mereka. Jihoon dan Jinyoung sudah benar-benar marah dan sedih pada Taemin.

Taemin berjalan pada Guanlin.
“Hyung, Aku lega ada dirimu di Istanah. Bisakah kau menjaga Mereka untuku?”
“Tentu saja, Mereka Saudaraku juga kan,” Yang di Katakan Guanlin memang tak salah. Walau Mereka tidak sedarah Jika di urutkan tetap saja Guanlin juga salah satu Saudara mereka walau bukan pangeran.
“Aku akan menjaga mereka,” Guanlin berkata serius.
“Kalian dengar? Sekarang jangan hanya aku, tapi sayangi juga hyung yang lain mulai sekarang nde! mengerti? Sekarang ada Guanlin Hyung yang akan menjaga kalian dan para ibu, kalian tak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Aku memang butuh latihan lebih lama jadi aku tak apa disini,” Taemin berkata penuh bijak pada semuanya. sementara kedua adiknya terlihat enggan mendengar dan memalingkan wajah.
“Walaupun begitu, Wangseje adalah dirimu Hyung. Sekalipun Guanlin Hyung lebih tua darimu, Tetap Tahta tak bisa berpindah, aku akan menentang keras jika itu terjadi,” Jihoon menyinggung hal yang sangat sensitif ditempat seperti ini.
“Aigooo Mengapa kau mengatakan hal seperti itu di sini Jihoon,” Taemin hanya tersenyum kecut, kemudian memandang Guanlin.
“Benar! Dia hanya akan menjadi Kakak Tertua kita kan. Tak lebih kan? Jangan mencoba menggeser Posisi Taemin Hyung,” Entah apa yang terjadi Tapi Jinyoung, Ia mulai terdengar seperti Jihoon. Kedua adiknya menjadi tajam sekarang.
“Ah Sudahlah, Perpisahan macam apa ini. Mohon jangan di masukan dalam hati nde Hyung, Memang awalnya cukup sulit menerima karakter mereka. Tapi sebenarnya mereka adik yang sangat baik dan manis. Percayalah padaku kau hanya perlu mengenal dan lebih dekat dengan mereka,” Mencoba meyakinkan Guanlin. Sementara Guanlin hanya merespon tenang dengan anggukan pelan.

 

Kini Pangeran Jihoon dan Jinyoung bersiap kembali ke Istanah. Taemin tak banyak memanjakan mereka seperti memeluk, membelai rambut dan semacamnya Karna Taemin takut mereka akan berubah fikiran dan bersikeras membawa Taemin kembali ke Istanah lagi. Jadi Taemin hanya bersikap datar saja terhadap kedua adiknya walau dada terasa sesak ingin memeluk dan menangisi mereka. Rasa rindunya masih belum hilang. Walau tinggal bersama keluarga Hwang sangat menyenangkan tetap saja Ia juga ingin pulang. Rumah adalah tempat terbaik karna berisi orang yang kau Cintai dan mencintaimu seumur hidup mereka.

Jihoon dan Jinyoung terus menatap Taemin dengan genangan Air mata yang tak tumpah. Taemin hanya bersikap seakan ‘Iya…pergilah’ Sambil tersenyum tipis di depan rumah Hwang Seonsongnim.
Melambaikan tanganya untuk memberi salam perpisahan pada Adik-adiknya juga Seorang kakak yang baru.

 

Mereka sudah tak terlihat, Taemin langsung masuk kedalam kamarnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Minhyun dan Jisung mengerti bahwa Taemin sedang Sangat sedih sekarang.
“Biar aku menyusulnya,” Minho mengikuti Taemin kedalam kamar.

“Taemin, Maksudku Pangeran Taemin,” Minho masuk dengan perlahan. Terlihat gundukan selimut diatas Ranjang dan itu adalah Taemin.
“Hari ini ada festival Lampion ditengah kota, Pasti menyenangkan untuk dilihat. Jikau kau mau kita bisa pergi bersama dengan Daehwi, Ayah, ibu dan juga aku. Kita pergi bersama. Otte?”

 

Membuka selimutnya perlahan dan menunjukan wajah sembab penuh airmata yang seleber keseluruh permukaan wajah karna terus menangis dan di usap.
“Minho Hiks hiks,” Matanya terlihat sayu dan merah. Air mata tak henti menetes.
“Taemin,” Minho ikut hancur melihat Taemin seperti itu, Seseorang sebaik dan setulus sepertinya yang selalu bijak dan pengertian mengapa harus mengalami hidup seperti ini. Kini ia mengerti mengapa dahulu Taemin menangis saat awal berlatih. ‘Pasti sakit sekali jika kau mendapatkan perlakuan seperti itu dari orangtuamu sendiri’ Ungkap minho dalam hati.

Datang mendekat pada Taemin yang masih menatapnya dengan air mata. Rambut panjangnya masih indah dan wajahnya tetap cantik walau sedang menangis seperti itu.
“Taemin,” Menyentuh pipi taemin lembut dan membelainya. Taemin melirik telapak tangan minho yang kini menempel pada pipi kirinya.
“Minho, aku tak apa. Ayo kita pergi ke festival lampion. Aku suka sekali Festival lampion,” Ucap Taemin lembut dengan wajah tersenyum manis namun air mata tak berhenti mengalir dari mata indahnya. Minho Sangat perih melihatnya sepeti ini.
“Seberapa banyak kau berpura-pura seperti ini? Apa sakit sekali? Kau pau tak terlihat baik sama sekali” Minho memeluk dan mendekap Taemin. Taemin membalas pelukan minho dengan Tangisan hebat.
“Aku ada disini bersamamu, Semua keluarga disini menyayangimu. Jangan merasa terbuang nde, Para adik dan ibumu sudah pasti sangat menyayangimu. Itu sudah jelas. Dan aku…Aku juga menyayangimu,”
Minho meletakan dedua telapak tanganya membingkai wajah taemin dan menghapis air mata dengan ibu jarinya. Empunya hanya terdiam tak tau harus bereaksi apa karna ini ia tak pernah berfikir Minho akan melakukan hal semacam ini.

“Taemin, kau tidurlah aku yang akan menjemput Daehwi” Minho sejenak lupa bahwa Taemin adalah pangeran.
“Minho,” Menahan tangan minho yang hampir berlalu dari sampingnya.
“Ada apa Taemin, Omo! Pangeran Taemin. Mianhamnida Pangeran,” Minho Baru teringat.
“Tetap disisiku,” Pandangan mereka saling bertemu, Desir perasaan mulai terlihat lebih terang.

 

Sementara 2min tengah bersama. Para adik yang kini sedang dalam perjalanan pulang Hanya berdiam diri. Guanlin terus memandang mereka bergantian.
“Kalian tampak sangat menyayangi kakak kalian,”
“Itu sudah jelas, Tak usah bertanya!” Jihoon menjawab Guanlin dengan sarkasik.
“Pasti bahagia sekali kakak kalian punya adik-adik yang manis dan mencintainya seperti kalian, Seumur hidupku aku hidup sendiri tak bersaudara dan tak punya kawan karna Fisiku berbeda dari Warga kebanyakan yang ada disana. Dan sekarang aku punya banyak saudara walau kalian tak menganggapku aku tetap merasa senang karna kini aku benar-benar mempunyai saudara,”
“Kau senang punya saudara atau senang akan segera merebut tahta Taemin Hyung?” Ucapan Jihoon jahat sekali pada Guanlin. Guanlin yang awalnya warga biasa tak mengerti jika menjadi pangeran akan seberat ini apalagi dengan saudara seperti Jihoon yang terus menyerang dan memojokanya seperti ini. Raut wajah Guanlin berubah seketika, terlihat sangat sedih. Hasung melihat itu dan ada sedikit perasaan bersalah karna membuat anaknya merasakan keadaan seperti ini. Ia tak menyangka Ternyata kedatangan Guanlin tak disambut baik oleh Pangeran lain.

“Hyung! jangan lampiaskan kemarahanmu pada Guanlin hyung. Kita harus mulai menyayanginya juga karna dia hyung kita juga. Dia hidup terpisah dari kita sebagai warga biasa pasti dia mengalami kesulitan karna statusnya tiba-tiba berubah, Ibunya juga baru saja meninggal. Bersimpatilah sedikit hyung,” Jinyoung masih baik hati seperti biasa. Guanlin merasa tersentuh juga terharu menatap Jinyoung dengan senyum yang indah. Sementara Jinyoung juga tersenyum melihat Guanlin tersenyum cerah padanya. Sejenak Jinyoung berfikir Guanlin sangat tampan walau tak punya wajah-wajah cantik seperti dia dan kakak-kakaknya. Jihoon yang melihat Adiknya tersenyum dan membela Guanlin hanya mengendus kesal. Jihoon masih sangat kesal seakan ingin menerjang semua yang ada di hadapanya.

“Guanlin Hyung, Jangan ambil hati ucapan Jihoon hyung, dia hanya sedang abu-abu” Ucap Jinyoung ramah.
“Nde Jinyoung,” Guanlin tersenyum manis pada Jinyoung. Mungkin karna Mereka sebenarnya hanya Selisih satu tahun mungkin karna itu mereka bisa saling memahami. Tapi tetap saja disini umur Guanlin bukan 17 tahun melainkan 23 tahun. dia harus menggantikan umur kakaknya.

 

Menempuh perjalanan berjam-jam dan mereka sampai di Istanah pada Siang menjelang sore.

Para pangerangeran berlajan beriringan menuju ruang utama dan telah ditunggu oleh Raja serta para Kerabat Kerajaan. Hari ini Pangeran Daniel datang dari negri seberang untuk bertemu calon istrinya Putri Jisoo.

Berhenti di depan ruangan Utama.
“Hyung, kira-kira apa yang akan terjadi pada kita?”
“Apa memangnya? seperti kau tak mengenal ayah kita saja,”
“Apa dia akan menghukum kita?”
“Bukankah itu sudah pasti?” Jihoon terlihat tak gentar walau tau mereka akan segera mendapat hukuman yang berat.

Mereka memasuki ruang utama sudah riuh oleh suara manusia. Pelayan mengarahkan para pangeran untuk berdiri di samping Raja menyambut Kedatangan Adik Ratu yang merupakan Raja negri Jauh Kim Jaehwan dan Pangeran Tunggalnya Kang Daniel.

“RAJA JAEHWAN YANG TERHORMAT MEMASUKI RUANG UTAMA,” Seru Panglima Ong.
Raja Jaehwan memasuki ruang utama dengan senyum cerah bersama anak lelakinya yang tampan Pangeran Daniel, Sang Pangeran juga tak mau kalah dalam memancarkan Senyum mempesonanya.
“Tampan,” Komentar Lady Gweboon.
“Benar, keponakanku tumbuh berbeda sekali dari adiku, Bagaimana bisa dia 70% lebih tampan seperti itu,” Komentar Ratu Jongmi saat bertemu Keponakan untuk pertama kalinya

“Salam Raja Jinki dan Ratu Jongmi” Salam Raja Jaehwan dan Pangeran Daniel.

Hanya pergi dari istana selama dua hari Jihoon dan Jinyoung seolah tertinggal banyak informasi. Semua mata tertuju pada Raja dari negri sebrang dan pangeranya yang tampan. Jisoo memperhatikan lekat seseorang yang akan menjadi suaminya itu, ‘Cukup tampan dan gagah’ Komentar Jisoo dalam hati.
Saat Jisoo mengamati Daniel, pandangan mata mereka tak sengaja bertemu karna Daniel juga melihat orang-orang yang menurutnya asing yang kini akan menjadi keluarga dekatnya.
Saat pandangan mata mereka bertemu, Jisoo sangat malu sampai wajahnya memerah sementara Daniel Tersenyum cerah sampai matanya tak kerlihat. ‘Aye smile nya terlihat imut sekali’ batin Jisoo.
“Kemarilah pangeran Daniel, Datanglah kemari Dan berdirilah disamping Putri Jisoo” Ucap Raja Jinki memerintahkan.

“Hari ini adalah hari suka cita dan bersejarah bagi kerajaan Joseon. Telah kami putuskan, Aku Raja Jinki dan Raja Jaehwan. Telah sepakat menyatukan hubungan lewat anak kami Pangeran Daniel dan Putri Jisoo dalam sebuah pertunangan dan Pernikahan yang akan di gelar dalam dua bulan lagi,” Ucap Raja Jinki.

Prokk prokk prokk prokk prokk,
Suara riuh-ricuh kebahagiaan istanah memberi selamat atas keduanya. Sedangkan Jisoo dan Daniel saling tersenyum satu sama lain.

Setelah acara berakhir, Sang Raja secara rahasia memanggil pangeran Jihoon dan Pangeran Jinyoung kedalam Ruang gudang belakang istanah. Para ratu tak mengetahui hal itu karna sedang repot mengurus Jisoo.

Jihoon dan Jinyoung berjalan menuju belakang istanah melewati kamar Guanlin yang memang mendapat kamar paling belakang. Melihat ada bayangan yang lewat didepan kamarnya Guanlin langsung keluar untuk melihat siapa yang baru saja melewati ruanganya. Melihat Jihoon dan Jinyoung berjalan menuju gudang, Dan Guanlin pergi untuk mengikuti mereka.

 

Didalam gudang, Sudah ada Raja dengan Mimik wajah yang seakan ingin membunuh semuanya, Raja terlihat marah luar biasa. Ditemani beberapa penjaga kepercayaan, raja berdiri didepan Jihoon dan jinyoung yang tengah berlutut padanya.

“Kalian lancang sekali, aku membesarkan dan mendidik kalian tak untuk menentangku seperti ini!!” Raja Jinki terlihat menahan Emosi terhadap anak-anaknya itu.
“Jinyoung! aku fikir kau, ah sudahlah. Kau sama saja seperti Jihoon sekarang, benar-benar mengecewakan! KALIAN SEMUA MENGECEWAKAN!”

“LANTAS MENGAPA!?” Bantah Jihoon dengan lantang.
“Kau bilang apa tadi!? Ulangi lagi jika berani!” Raja Jinki mencoba menahan.
“Lantas kalau kami mengecewakan, memangnya apa yang akan kau lakukan? kau akan membuang kami? mengasingkan kami? menelantarkan kami seperti Taemin hyung? Atau apa? Mengapa tak kau bunuh saja kami semua dan pilih Putra yang paling kau sukai Untuk melanjutkan Tahtami agar kau puas! ATAU KAU BISA BUNUH AKU SAJA!” Jihoon mengatakan hal yang benar-benar diluar batasnya sebagai pengeran.

“PENGAWAL! CAMBUK PEMBERONTAK LANCANG INI SAMPAI PINGSAN! ”
Emosi Sang Raja langsung memuncak tak tertahan.

“YANG MULIA! YANG MULIA!! JANGAN LAKUKAN ITU PADA JIHOON HYUNG, YANG MULIA AKU MOHON,” Jinyoung langsung memeluk kaki sang Raja.
“JINYOUNG!! TAK USAH IKUT CAMPUR ATAU KAU AKAN MENDAPAT BAGIANMU JUGA!” Raja Jinki tak ingin mendengar apapun dari Jinyoung.

Sementara Jinyoung memohon pada Raja, Seorang pengawal telah mengambil cambuk dan berdiri dibelakang Jihoon.

CTARRR!
Suara cambukan pada tubuh Jihoon terdengar keras sekali, Jinyoung sangat terkejut karna Hyungnya benar-benar dicambuk.

CTARRR! CTARRR!! CTARR!!
suara cambukan melintas berkali-kali dan membuat Jinyoung menangis. Sementara Jihoon yang tengah dicambuk hanya meringis menahan sakit tanpa mengeluh sedikitpun.

“RAJA! MAAFKAN KAMI! RAJA KUMOHON MAAFKAN KAMI, AMPUNI KAMI, KAMI BERSALAH, KUMOHON HENTIKAN KUMOHON,” Jinyoung memohon dengan air mata dan rengekan pada sang ayah karna melihat hyungnya tak henti dicambuk.

“RAJA KUMOHON!! RAJA KAMI SALAH, TIDAK! BUKAN! AKU YANG SALAH RAJA CAMBUK AKU SAJA,”
Jinyoung berniat berdiri dan berlari pada Jihoon namun pernyata pengawal menahan tubuhnya.

“TIDAK!!! MENGAPA HANYA JIHOON HYUNG!! AKU JUGA BERSALAH!! AKU YANG PALING BERSALAH! LEPASKAN AKU! JIHOON HYUNG!! JIHOON HYUNG!!” Jinyoung menangis meraung Histeris melihat Jihoon yang telah dicambuk entah berapa kali sampai darah terlihat merembes dipunggungnya. Karna Jihoon masih terlihat tegak raja masih memerintahkan Pengawal untuk mencambuknya sampai Jihoon menyerah dan mengakui bahwa ia bersalah. Jihoon punya yang karakter keras kepala itu tak ingin menyerah dan berdiri teguh pada pendirianya bahwa tak melakukan hal salah, ia hanya ingin bertemu hyungnya dan membawanya kembali.

JBRAKKK!
Guanlin yang telah lama memperhatikan mereka dari luar akhirnya tak tahan melihat pemandangan seperti itu dan langsung menerobos masuk kemudian berlari melindungi Jihoon dengan tubuhnya.

CTAR!

“HENTIKAN!!” Raja Jinki terkejut atas keberadaan Guanlin tiba-tiba datang untuk melindungi Jihoon.
“GUANLIN!! APA YANG KAU LAKUKAN!”
“Raja, Kumohon hentikan. Jihoon bisa mati jika anda terus mencambuknya seperti ini,” Ucap Guanlin dengan memeluk Jihoon erat. Tubuh Jihoon gemetar menahan kesadaranya.

“JIKA KALIAN MENENTANGKU SEKALI LAGI. AKU AKAN MEMBERIKAN HUKUMAN DI LUAR YANG KALIAN BAYANGKAN!” Raja melihat Jihoon sekilas kemudian Pergi bersama para pengawal.

 

Setelah Raja berlalu, Jinyoung langsung berlari kearah Jihoon. Hanya ada Guanlin, Jihoon dan Jinyoung yang tengah memeluk Jihoon sambil menangis. Mata Jihoon telah sayu kemudian memutih perlahan [Pingsan]
“HYUNG! HYUNG!!” Jinyoung semakin histeris.
“Sebentar Jinyoung, Ayo cepat kita obati sebelum lukanya terkena infeksi,” Tak dipungkiri Guanlin punya keahlian khusus bidang Obat-obatan yang diperoleh dari ibunya.
Langsung mengangkat tubuh Jihoon, berlari menggendong bridge style menuju kamar Gualin karna memang Ruangan Guanlin yang terdekat dengan gudang. Jinyoung berlari mengekor kemudian mendahului Guanlin untuk membukakan pintu kamar. Meletakan Jihoon secara tengkurap kemudian bergegas melepas bajunya.
“Jinyoung ambilkan kotak hitam disana,” Ucap Guanlin menunjuk sebuah kotak, Jinyoung yang cekatan langsung berlari mengambil kotak yang di tunjuk itu.

 

 

“Akh,” Keluh Jihoontanpa sadar menahan perih saat Guanlin mengoleskan luka pada punggungnya.
“Hyung…Hyung,” Jinyoung terus resah berjalan ke kesamping kanan dan kiri Jihoon tanpa henti.

“I’ts Okey, Done!”
“Mwo?” Jinyoung bingung dengan apa yang Guanlin katakan.
“Ah! Maksudku ini sudah selesai Jinyoung, bisa tolong ambilkan perban?”
“Nde!” Jinyoung membantu Guanlin. Setelah semua selesai Guanlin memberi sebuah tablet untuk diminumkan pada Jihoon, kemudian ia menidurkan Jihoon dalam posisi telungkup kembali,”
“Apa itu hyung?”
“Ini? Ini antibiotik,” Ucap Guanlin sambil menunjukan bungkusan Plastik. Guanlin Berasal dari luar negri yang sudah maju tentang pengobatan dan teknologinya.
“Dan yang hyung ucapkan tadi..itu bahasa yang kau gunakan dahulu?”
“Banar Jinyoung, Aku dan mama menggunakan Bahasa inggris untuk berbicara dengan orang lain disana”
“Terima kasih telah menolong Jihoon hyung, aku tak tau apa yang akan terjadi pada Jihoon hyung jika kau tak datang,” Guanlin tersenyum pada Jinyoung.
“Aku tak suka melihat Orang lain terluka, aku benci melihat orang lain merasa sakit,” Guanlin teringat akan masalalunya yang berlajan tak Sebaik Prilakunya.
“Kau pasti punya masalalu yang tak mudah hyung, tapi kau tak perlu khawatir karna kau telah kembali pada kami,” Ucap Jinyoung lembut membuat Guanlin tersenyum cerah lagi.

 

Sementara itu, Seseorang yang tidur berdua seharian kini telah terbangun.
“OMO! Jam berapa ini? kita belum benjemput Daehwi!!” Ucap Taemin dengan Gugup. Taemin berlari keluar rumah dan ternyata sudah gelap.
“Astaga!! Sudah malam?? Eottokhae?” Ucap taemin dengan resah.
“Tamein…ada apa? oh maksudku Pangeran Taemin,”
“Daehwi! Daewhi..!” Ucap Tamein.
“Tidak usah khawatir, Daehwi sudah pulang di antar oleh Woojin siang tadi,”

“Oppa~” Ucap daehwi dari kamarnya sambil mengucek-ngucek mata. Rupanya keluarga Hwang baru saja bangun dari tidur siang mereka. Hanya Taemin yang tidur sejak pagi hingga petang seperti ini bersama Minho.
“Anak-anaku sudah bangun,” Jisung sudah keluar kamar bersama Minhyun dengan pakaian rapi.
“Kalian tak ikut?”
“Kyaaa…ikuuuut,” Ucap Daehwi. Taemin dan Minho pergi kekamarnya juga untuk bersiap-siap pergi ke festival lampion.

 

Setelah semua anggota keluarga lengkap, mereka berjalan bersama menuju tempat festival. Sejenak berjalan Mereka banyak melihat hiasan dan lampion warna-warni. Satu keluarga sudah sepakat sebelumnya untuk pergi bersama dan menghibur Pangeran Taemin.
“Oppa!! Kesini!” Ucap Daehwi yang telah duduk dibawah oemancingan mini dengan daring ikan kecil. Daehwi mengajak Minho dan Tamein menangkap ikan kecil-kecil disana dengah riuh seakan mereka anak berumur 5 dan 6 tahun. Jisung dan Minhyun bersiri mengawasi mereka bertiga yang sedang sibuk menangkap ikan sembari terkekeh karna mereka bertiga terlihat lucu sekali, bagaimana tidak? 2 anak lelaki dewasa versama seorang gadis bermain permainan seperti itu, membuat orang lain memandangi mereka.

 

Mereka bersenang-senang hingga tak terasa sudah tengah malam.
“Sudah larut sekali, sebaiknya kita pulang dan beristirahat,” Ucap Jisung.

Minho memandang Taemin yang berdiri di atas gembatan memandang lampion yang tengah mengudara. Wajahnya yang cantik dengan rambut panjang terurai nampak seperti ‘Seorang Gadis’ Sekali. Sorotan dari rembulan membuat wajahnya terlihat samar dengan siluet indah.

“Umma appa dan Daehwi pulanglah dahulu, aku dan Taemin akan menyusul,”
“Baiklah kalau begitu, jangan terlalu larut nde,”
“Nde umma,” Mereka pulang kerumah dan membiarkan Minho menemani Taemin untuk sementara. Mereka taeu Taemin pasti merasa sedih jika sendiri seperti itu.

Minho berjalan menuju Siluet cantik di atas jembatan.
“Minho,” Memalingkan wajahnya karna merasa seseorang mendekat dan itu adalah Minho. Taemin tersenyum sangat lembut pada Minho. Minho tak bisa melepaskan tatapanya pada wajah Taemin yang tampak luar biasa malam ini.
“Dimana yang lain?” Tanya Taemin begitu Minho sampai didekatnya.
“Mereka sudah pulang terlebih dahulu,”
“Mengapa tak memberitahuku? kita bisa pulang bersama,”
“Kau terlihat sibuk sekali, aku tak ingin menganggu,” Ucap minho yang kini memposisikan diri disamping Taemin.
“Aku hanya sedang melihat lampion tak sibuk sama sekali,”
“Taemin, Ah Maksudku pangeran Taemin,” Taemin tersenyum pilu setiap Minho memanggilnya Pangeran.
“Tak perlu memanggilku Pangeran, aku bahkan tak yakin apa aku ini sungguh pangeran. Apakah ada seorang pangeran mahkota sepeti aku, aku benar-benar mengecewakan. Aku kecewa pada diriku sendiri,” Taemin memandang lampion dengan genangan air mata mulai penuh.

“Mengapa kau berkata seperti itu? Bagaimanapun kau tetap Pangeran mahkota,”
“Tanpa menjawab kau pasti kau telah mengetahui aku ini bagaimana karna kau yang paling memahamiku,” Itu memang benar, Selama tinggal bersama, Minho selalu tau apa maksud Taemin atau tujuanya walau ia tak mengatakan apapun.
“Lalu apa yang akan kau lakukan Pangeran? kau akan menyerah?”
“Aku benar kan..Kau  memahamiku, Sejenak aku berfikir untuk memberikan Tahta pada kakaku Guanlin, Harusnya Tanta ini memang miliknya bukan?” Taemin memalingkan wajah lembut dan tersenyum pada Minho. Sementara Minho seolah terhipnotis dengan semua yang ada pada diri Taemin. berkata dalam hati ‘Jika kau perempuan, aku akan membawamu kabur jauh dari semua dan kita hidup bersama. Tak perduli apapun bahkan jika aku harus dihukum mati sekalipun.

“Jangan menyerah,” Ucap Minho kemudian meraih tangan Taemin.
“Bertahanlah dan jangan serahkan Tahtamu pada yang lain, itu takdirmu. Aku berjanji, aku akan selalu bersamamu kemanapun kau pergi. Aku bersedia menjadi budakmu seumur hidupku Pangeran” Menggenggam Tangan Taemin erat. Taemin merasa sangat beryukur karna ia terbuang dalam sebuah keluarga yang hangat seperti ini, apalagi ada Minho didalamnya.
“Karna kau yang memintaku bertahan, aku akan bertahan dan menjadi Raja agar aku bisa membawa kalian semua disiku,” Kalimat Taemin mengacu pada Keluarga Hwang termasuk Minho. Taemin memutuskan akan membawa mereka semua masuk dan menjadi bagian Istanah jika Tahta berpindah padanya.
“Aku akan membuat Hwang seonsengnim dan Jisung Jumma kembali keistanah. Aku akan menjadikan Daehwi sebagai Salah satu putri yang aku angkat sendiri. Dan kau akan selalu berdiri disisiku untuk melindungiku sampai aku mati sebagai Panglimaku, aku akan meletakanmu di sampingku selamanya. Tak ada yang boleh menjauhkanmu dariku,” Taemin meletakan tangan lembutnya pada pipi Minho. Mereka saling menatap dengan pandangan yang dalam. Dengan tatapan mendalam dal halus Keduanya saling mengerti posisi masing-masing.

 

Sementara itu seorang gadis tengah mengendap melewati gerbang istana bersama sebungkus keperluan yang akan ia butuhkan diperjalanan yang panjang. Ha Sungwoon yang tengah berjalan malam sekedar mencari udara melihat gadis itu mengendap dan segera mendekatinya.
“Mau pergi kemana Putri,” Sergap Hasung. Jisoo yang terkejut karna tertangkap basah itu tak bisa untuk tak memohon agar membiarkanya.
“Paman…Kumohon biarkan aku pergi. Jebal Dowajuseyo Jebal jebal,” Mohon Jisoo.

Jisoo tak seberuntung Jihoon dan Jinyoung yang bisa lolos dari Istanah begitu saja. berfikir akan lolos dari penjagaan semudah mereka berdua Jisoo Lantas mengikuti langkah nekat adik-adiknya yang pergi menemui kakaknya tanpa ia tau apa yang kini telah terjadi pada Jihoon.
“Pergilah, iya pergilah” Hasung membiarkan Jisoo pergi dari Istanah. Melihat adanya kesempatan Jiso langsung berlari keluar Istanah. Hasung tersenyum satu sudut melihat kepergian sang Putri yang sangat salah mengambil langkah. Hasung kembali kedalam kamar dengan santai sambil bersiul ria.

 

Next Part 6

Baca Part sebelumnya klik disini

 

 

 

 

 

 

 2min fanfiction, fanfiction SHINee 2017,Fanfiction TVXQ 2017,lai guanlin fanfiction, panwink fanfiction, Shinee Fanfiction,wanna one fanfiction, winkdeep fanfiction

 

 

6 Comments

  1. Nung nuriah iah November 6, 2017
  2. Rae Taemin Lee November 7, 2017
  3. Assvia November 8, 2017
  4. Siti husniah November 11, 2017
  5. Indah Arnia November 14, 2017
  6. song minnie mints November 17, 2017

Add Comment