Binding You Prince 7 (Fanfiction SHINee X Wanna One) - Kpop Indonesia

Binding You Prince 7 (Fanfiction SHINee X Wanna One)

Pangeran Bungsu berlari sekencang mungkin menyusuri lorong Istana dengan senyum manis mengembang sempurna bersinar 5000 watt. Ia tak pernah tersenyum selebar ini. 

“Hyung! Kau sudah mendengar kabar terbaru? Sudah hyung? Apakah sudah? Coba tebak! Ah tak perlu! Aku akan memberitahu! Dengarkan….Dengarkan~

Taemin Hyung akan kembali!! Dia akan kembali hyung, akan kembali Howaaaaah” Jinyoung berlari menemui Jihoon yang tengah mandi bersama Guanlin di pemandian Istanah. Jinyoung berbicara Dengan penuh semangat dipinggiran kolam. Jihoon seolah tak percaya hanya mengabaikanya.

Jinyoung Melepas pakaian dengan kilat  kemudian mengambil ancang-ancang untuk berlari dan melompat kedalam kolam air hangat yang berisi dua Pangeran tampan.
BYUR~  

[air meluber kemana-mana]

“Hoaaahhhh,” 

Semua Bagian tubuh Jinyoung basah. Dengan senyum tak luntur ia berjalan cepat di kolam menghampiri Jihoon dan Guanlin yang bersandar di pinggiran Kolam. Mereka seolah meremehkan ucapan Jinyoung.

“Hyungdeul!! Taemin Hyung akan pulang, Dia akan kembali!” Ucap Jinyoung dengan semangat.

“Pasti Issue lagi, Bagaimana bisa? Kita telah melakukan pelanggaran berat karna Taemin hyung. Raja tak akan sebaik itu,” Jihoon masih ingat bahwa bekas luka di punggungnya belum hilang. Guanlin mendorong pelan punggung Jihoon untuk melihat lukanya.

“Apa masih sakit?”

“Aniya Hyung, Gwenchana,”  Guanlin tersenyum mendengar jawaban Jihoon. Jinyoung yang merasa di abaikan memandang mereka berdua dengan sangat datar.

“YA!! Aku serius! Jisoo Nuna yang mengatakanya padaku, Dia bilang padaku Taemin Hyung akan pulang sebelum pernikahanya. Dan kalian tau? Pernikahan Jisoo nuna di percepat menjadi Minggu depan. Ah aku senang sekali,” 

“Jinjja?? Ommona!! Aigooo!! Jinyoung!! Guanlin Hyung!! Peluk aku!! Aku sangat senang!! Akhirnya…Akhirnya!!! AKHIRNYAAAA!” Jihoon bersorak riuh. Tanpa menunggu, sang adik Jinyoung sudah menempel seperti cicak pada Jihoon. Sedangkan Guanlin yang sempat ragu akhirnya di tarik oleh Jihoon juga sehingga mereka bertiga berpelukan erat sekali dan melompat bersama dalam Genangan air sambil tersenyum dan bersorak. Guanlin tak bisa berhenti merasa bahagia bersama mereka.

 ‘Aku ingin selamanya seperti ini’ Ucap Guanlin dalam hati. Memeluk Adik-adik palsunya dengan erat dan menyandarkan kepalanya pada kepala Jihoon.

Sementara itu dikediaman keluarga Hwang, Daehwi tengah menangis meraung karna mengetahui bahwa Taemin akan segera pulang ke

Istanah. Dan bagian yang paling ia tangisi adalah, Taemin akan membawa  Minho bersamanya. 

“Oppa, aku tau kita sering bertengkar namum bisakah kau jangan ikut pergi, aku pasti akan merasa sangat kesepian. Jangan Pergi oppa, jangan! Aku berjanji akan baik dan sopan padamu, hajima!” Daehwi terus menangis dan menarik-narik lengan Minho. Rasanya Minho juga ingin menangis namun Minho telah memutuskan diri melepas semuanya dan Ikut kemanapun Taemin pergi.

“Tak bisa Daehwi adiku sayang, Oppa mendapat tugas besar dari Raja selanjutnya. Oppa akan menjadi bagian penting dari Istanah harusnya kau merasa senang Daehwi. Sudah ya, Jangan seperti ini Oppa jadi sedih sekali, Uljima..Uljima” Minho memeluk Daehwi yang sesenggukan.

“Minho, Bawa ini agar kau selalu ingat atas kelahiranmu dan tumbuh kembangmu bersama kami,” Jisung memberikan Sebuah Emblem yang selama ini disimpan.

“Apa ini Eomma?” Memperhatikan lekat simbol-simbol di Emblem itu dengan teliti. 

“Mulai sekarang kau carilah jalan dan jati dirimu sesungguhnya, Sepertinya Kami telah cukup mengasuhmu dan mendidikmu dengan baik, Kau anaku yang sangat hebat dan membanggakan, Hiks Hiks,” Jisung Mulai menangis hebat. Minhyun mengusap punggung Istrinya dengan Expresi tak kalah menyedihkan.

“Sepertinya sudah waktunya kau pergi dari kami dan bertemu Orang tuamu Minho,” 

BLARR!! 

Seolah tersambar petir. Minho dan Daehwi sangat terkejut hingga mereka mematung tak percaya.

“Ap-ap-apa..Apa Maksudmu Aboji?”

Minho tak bisa ber Expresi biasa saja atas ini. 

“Saat itu kau masih bayi. Kami menemukanmu ditengah tragedi Pembunuhan. Saat Aku dan ibumu Jisung terusir dari Istanah 24 tahun lalu kami dalam perjalanan memulai hidup baru dan kami menemukanmu ditengah Tragedi itu,” Minhyun menerangkan.

“Kau sudah memiliki lambang itu sejak kami menemukanmu. Hanya kau yang selamat. Kami dengan lancang membawamu dan mengasuhmu tanpa di ketahui siapapun sebagai anak kami. Itulah mengapa Kau mempunyai Marga berbeda dengan kami, Aku merasa bersalah namun aku tak bisa mengabaikanmu,”

Jisung menambahkan.

“Tapi Umma, Aku juga mempunyai Marga berbeda! Apa aku juga-”

“Benar sayang, Kami mengadopsimu karna kau yatim piatu, Ayahmu seorang Prajurit yang meninggal dalam peperangan dan ibumu adalah sahabatku. Ia meninggal saat melahirkanmu, Karna itu pula Kalian mempunyai Marga berbeda.” Jisung bercucur air mata.

“INI TAK MUNGKIN!!! INI TAK MUNGKIN!!! AKU ANAK UMMA DAN APPA!! INI TAK MUNGKIN!!” Daehwi Menangis dengan berteriak hebat. 

 

Kedua anak itu begitu sangat terpukul dengan kenyataan yang mereka ketahui.

“Aku tak bisa memiliki anak karna penyakit yang kuderita jadi karna itulah kalian bersama kami, Jika kalian ingin marah kami tak akan menghindar. Kalian boleh membenci atau apapun pada kami. Tapi harus kalian ketahui bahwa kami  menyayangi kalian dengan setulus hati,” Jisung penuh air mata.

“Eomma, Tak peduli siapapun Orang tuaku, Bagiku kalian adalah Ayah dan ibu kandungku dan kau adalah Adiku Daehwi yang nakal dan cerewet yang paling kusayangi seumur hidupku. Aku menyanyangi kalian,” Minho membuka tanganya pada Daehwi, Daehwi masih dengan perasaan kacau dan air mata derasnya. Ia tak percaya kakak yang selama ini dikenalnya bukanlah kakak kandungnya bahkan mereka tak ada ikatan darah apapun, Ini sebuah pukulan baginya.

“A-ak-aku…Aku juga tak perduli walau aku bukan anak kandung kalian, Kalian..bagiku Kalian tetaplah Orang tua kandungku, aku tak mau tau! kalian ayah dan ibuku selamanya aku tak mau dengar apapun lagi,” Daehwi tak berhenti menangis. 

Semua anggota keluarga tak bisa menahan air mata mereka. Terlebih Daehwi adalah anggota keluarga paling disayang mengatakan hal seperti itu membuat hati semua anggota haru, Semua datang pada Daehwi dan saling berpelukan dengan air mata.

“Aku lega telah mengatakanya, sangat sulit sekali menyimpan ini selama puluhan tahun,” Jisung memeluk dua anaknya.

“Aku akan berpura-pura tak mengetahui ini jadi mari kita menjadi seperti biasa, aku tak ingin memikirkanya. Membuat hatiku sakit. Aku tak mau mengingatnya jadi aku tak ingin ada yang berbicara mengenai ini lagi Umma, Appa, Oppa” Daehwi berbicara pelan.

“Tentu sayang, Kalian tetap anak kami, tolong jadilah anak kami selamanya,” Minhyun menambahi.

“Tentu saja Aboji, Aku selamanya anakmu” Minho memeluk keluarganya erat.

“Ada apa ini? Mengapa kalian semua berpelukan sambil menangis begitu?” Taemin yang baru saja selesai membereskan barangnya sedikit terkejut melihat keluarga itu berpelukan seperti itu apalagi ia sempat mendengar Daehwi berteriak.

“Apa kau tadi berteriak Daehwi?”

“Aniya Pangeran,” Mereka telah melepaskan pelukan dan kembali tersenyum. Mereka sepakat hanya mereka yang mengetahui permasalahan keluarga ini.

“Kalian menangis karna Minho akan pergi bersamaku? Maafkan aku,” Raut Wajah Taemin menjadi sedih.

“Kalian akan berangkat?” Minhyun mengalihkan pembicaraan.

“Nde Seonsengnim, Pernikahan Jisoo akan digelar Minggu depan dan aku harus kembali sekarang untuk membantu menyiapkan semuanya,” 

“Baiklah kalau begitu ayo kita berangkat Taemin,” Minho yang sudah lebih dulu siap kini telah mengangkat Tasnya.

“Oppa~ Hiks..Hiks…Oppa!” Daehwi masih menahan lengan Minho. 

“Daehwi, Maafkan aku karna membawa kakakmu. Tapi aku tak membawa kakakmu untuk mati mengapa kau menangis seperti itu? Padahal biasanya kau selalu Jahil dan berbuat iseng pada kakakmu,” Taemin datang pada Daehwi dengan mengelus pucuk kepalanya sambil perlahan melepaskan tangan Daehwi dari Minho.

“Dan lagi! Kalian juga datanglah pada acara Pernikahan Jisoo nde? Dan untukmu Daehwi, berbandanlah secantik mungkin. Aku tau kau tertarik dengan adik bungsuku kan? Akan bagus jika kau bisa menjadi adik iparku. Aku akan sangat senang,” Taemin berbisik pada Daehwi.

“Ya!! Oppa~ Jangan begitu, Aigoo~” Daehwi Blushing tersipu malu.

Setelah berpamitan dan berpisah dengan Keluarga Hwang. Dalam perjalanan Minho menjadi sangat pendiam.

“Ada apa Minho?” Merasa heran karna biasanya Minho sangat ceria.

“Opseo,” Menjawab singkat.

“Apa kau menyesal mengikutiku? Jika iya..Kau boleh kembali,” Ucap Taemin On Point.

“Aniyaa, Aku tak menyesal sama sekali. Aku mencintaimu dan selamanya seperti itu. Aku tak akan jauh darimu. Akan Ku ikuti kemanapun kau pergi. Kemanapun itu,” Minho mencoba meyakinkan.

“Bagaimana jika ke neraka?” Ucap Taemin sambil bergurau.

“Kemanapun Lee Taemin,” Minho menjawab serius.

“Eiiy~ Mengapa serius sekali. Itu Jadi terdengar menyeramkan” Taemin sedikit terkekeh namun Minho tak bergeming.

Hari ini hati Taemin sangat-sangat bahagia. Ia berbahagia Tanpa mengetahui Hati Minho yang sedang bersedih mengetahui kenyata’an yang sama sekali tak pernah terbesit difikiranya. Setelah menempuh perjalanan berjal-jam, mereka beristirahat di sebuah kedai. Taemin memesan banyak makanan dan makan dengan lahap sekali, terlihat sangat Riang.

Sementara Minho hanya terdiam memandang tanpa fokus memikirkan banyak tanda tanya dibenaknya. Mulai dari siapa orang tua aslinya dan mengapa ia sendirian dalam sebuah tragedy. Dimana orang tuanya dan apa yang sedang mereka lakukan dan maksud Emblem yang diberikan Jisung Umma padanya.

“Minho!” 

“Nde?” Minho tersentak, Panggilan Taemin membuyarkan lamunan.

“Kau tak dengarkanku berbicara padamu sejak tadi?”

“Bi-bbicara? Apa?” Sedikit tergagap melihat Expresi tak menyenangkan dari Taemin disana.

“Kau ini sebenarnya ada apa? Aku juga penasaran mengapa kalian semua menangis seperti itu, Tak biasanya karna aku tau Hwang Seonsengnim bukan orang yang mudah menangis, dia bahkan tak pernah menangis. 3 Tahun hidup bersama kalian membuatku hafal betul karakter kalian semua.”

“Bukankah Orang akan menangis jika Orang yang disayangi pergi meninggalkan mereka,” Ucap Minho datar.

“Ah! benar! Jinyoung dulu menangis saat kutinggalkan, Apalagi Jisoo..Dia sampai membuat Istanah gempar ehehehe, Tapi Hwang Seonsaengmin sampai menangis seperti itu, Itu berarti dia sangat menyayangimu Aigoo~ betapa irinya aku, dan aku membawamu ah rasanya aku sangat jahat.” 

“Sudah, Tak usah banyak komentar. Sekarang aku hanya hidup untukmu Taemin,” Minho Bergumam.

“Hah? Apa?” 

“Tak ada, Sudah! Ayo cepat kita lanjutkan perjalanan kita. Aku yakin Saudara-saudaramu sudah berbaris didepan gerbang Istanah walau ini masih lama,” 

“Nde! Kajja~ Kajja~” Ucap Taemin dengan semangat.

Tiga Jam kemudian mereka telah sampai didepan gerbang kerajaan. Benar seperti duga’an Minho Jika Semua Saudara-saudara Taemin telah berbaris disana untuk menyambut Kepulangan Taemin di 

Istanah. 

“Hyung!!” Panggil para Dongsaeng. Taemin segera melepaskan tasnya dan berlari menghampiri mereka.

“Adik-adiku,” memeluk mereka semua dalam satu dekapan. 

“Hiks..Hiks..Hyung,” Jinyoung menumpukan tubuhnya pada Taemin dengan pelukan. Jihoon dan Jisoo melakukan hal yang sama.

“Hiks..Oppa,” Jihoon, Jisoo dan Jinyoung Menangis, semua menangis. Mereka menangis bahagia atas kepulangan kakak mereka yang hampir 4 tahun jauh dari mereka

“Adik-adiku yang cantik jangan menangis,” Taemin menyebut semua adiknya cantik. Guanlin terdiam walau sebenarnya ia ingin datang pada mereka dan ikut memeluk. Taemin melihat expresi Guanlin yang maju mundur.

“Guanlin Hyung, Mengapa kau diam disana? Kau tak merasa senang atas kepulanganku?” Guanlin merasa tertolong karna Taemin memintanya mendekat. Tanpa ragu Guanlin ikut memeluk mereka. Guanlin mengetahui Mereka menumpukan tubuh pada Taemin dan pasti Taemin merasa kesusahan menahan berat. Kini Guanlin menumpukan semua pelukan pada Tubuhnya. Tubuh Guanlin paling besar dan tinggi di antara semuanya. Pelukan Guanlin mencakup semuanya.

Minho terus memandangi Guanlin yang seolah ragu-ragu sejak tadi. Ada sesuatu yang membuatnya tertarik pada Guanlin selain Wajah tampan dengan Mata lebar dan tinggi tubuhnya yang hampir sama denganya.

“Ah semuanya, Perkenalkan…Ini Choi Minho, Dia akan menjadi Pengawal pribadiku,” Taemin melepaskan pelukan begitu teringat Minho. langsung memperkenalkan Minho pada semuanya.

“Salam yang mulia Pangeran dan putri,” Minho menunduk pada mereka.

“Ah!! Minho hyung, Kau memutuskan untuk mengikuti Hyungku? Aku senang sekali, Bagaimana kabar Daehwi,” Jinyoung bertanya.

“Ah Daehwi sekarang semakin cantik, dia juga semakin manis kau harus bertemu denganya lagi Pangeran Jinyoung,” Sela Taemin tiba-tiba. Minho tak sempat menjawab. 

“Ah Jinjja?” 

“Nde! Tapi, Dimana Gweboon Umma? Mengapa tak menemuiku?”

Semua terdiam.

“Gweboon Umma merawat Jongmi Umma yang kini tengah tak sehat,” Ucap Guanlin.

“MWO? Yang mulia ratu sedang sakit?”

“Nde, Sudah dua hari ini kesehatan Sang Ratu menurun,” Jihoon tak bisa menyembunyikan kesedihan.

“Kalian Jangan Khawatir, Aku membawa Minho bersamaku, Walaupun bukan tabib dia mengerti obat-obatan dan sangat mahir merawat seseorang,” Ucap Taemin mengunggulkan Minho.

“Guanlin Hyung juga mengerti Obat-obatan. Malah ia paham Obat-obatan Modern, Kemarin saja Guan hyung yang mengobati luka cambuk Jihoon hyung dengan cepat Aawww,” Jihoon mencubit paha Jinyoung.

“Apa? Luka apa??” Taemin bertanya. Jinyoung berbicara sangat cepat sehingga Taemin tak jelas mendengar perkataan Jinyoung. 

“Aniya Hyung, Jinyoung hanya ingin mengatakan kalau Guanlin hyung juga mahir dalam hal pengobatan, Jinyoung sangat senang sehingga merancu” Jihoon menutupi. Ia tak ingin Kakaknya tau akan hal yang telah menimpanya. 

“Waaah, Kalau begitu Kalian bisa bekerja sama merawat Yang mulia ratu, aku yakin dia pasti akan lekas sembuh, Hebat sekali..Selain tampan dan tinggi, Kalian Eh.. Jika dilihat-lihat wajah kalian ini sedikit mirip eoh! Benar tidak Jihoon?” Jisoo berkomentar.

“Benar,” Jihoon menjawab singkat.

“Hah benarkah?” Taemin tak menyadari itu sama sekali.

“Mata mereka sama, dan bentuk bibir juga hampir mirip” Gumam Jinyoung. Yang dibicarakan hanya saling memandang satu sama lain. Mereka hanya menyadari bahwa mereka tampan, tak lebih.

Setelah bertemu dengan para Adik, Mereka semua pergi bersama untuk mengunjungi Ratu Jongmi yang sedang sakit. Kebetulan sekali karna Raja Jinki dan Lady Gweboon juga berada disana. Taemin bisa menyapa mereka secara bersama’an.

“PARA PANGERAN DAN PUTRI DATANG BERKUNJUNG,”

Dayang berseru dan mempersilahkan mereka masuk.

“Eomma,” Taemin tak bisa menahan air mata yang mengalir begitu saja ketika melihat kedua Ibunya yang tengah duduk diranjang. Sedikit berjalan lebih cepat dan kemudian memeluk Ratu Jongmi dan Lady Gweboon bersama’an. 

“Aku merindukan kalian ibu, Hiks Hiks,” Memeluk erat dan menangis haru. Terpisah dari orang-orang yang sangat ia sayangi membuat hidupnya sangat berat.

“Kau sudah kembali anaku, Tak perlu menangis…Tak perlu menangis anaku,” Jongmi menepuk-nepuk halus punggung Taemin. Sementara Gweboon masih memeluk Taemin dengan sangat erat penuh air mata.

“Anaku Taemin, Anaku sayang..Anaku kau pulang!! Akhirnya kau kembali. Umma juga merindukanmu, Taemin Hiks Hiks,” 

Gweboon menangkupkan kedua telapaknya pada wajah Taemin.

“Wajahmu sedikit berubah…Mengapa kau semakin cantik anaku?” Gweboon tersenyum sedih dan senang bersama’an.

“Umma sangat Merindukanmu Taemin!” Kembali Memeluk Taemin.

Semua yang ada diruangan ikut merasakan perasaan haru Ibu dan anak itu kecuali satu orang.

“Taemin, Beri salam pada yang mulia Raja,” Ratu Jongmi mengingatkan karna tampaknya Taemin terlalu haru sampai melupakan Sang Raja yang berdiri disana. Seolah teringat akan kesalahanya Taemin lekas menghampiri Raja dan Menunduk memberi salam.

 
“Salam Yang mulai, Hamba telah kembali. Terima kasih telah mengijinkanku pulang Aboji,” Taemin menunduk dengan expresi yang sangat bahagia. Namun ternyata Raja mengabaikanya dan pergi keluar ruangan begitu saja. Taemin meratapi dirinya yang merasa sedikit terpukul. Sangat sedih sekali karna berfikir Sang Raja marah karna Taemin tak langsung menyapanya. Ia merasa telah membuat kesalahan fatal.

“Taemin anaku, Mengapa kau tak habiskan Waktumu bersama Ibu dan adik-adikmu yang selalu menunggumu ini?” Ratu Jongmi yang mengerti Taemin bersedih segera berusaha untuk menghiburnya.

“Anda sedang tak sehat Omonim, Jika kami semua pergi siapa yang akan merawat anda?” Jihoon menyelak.

“Aku yang akan merawat ratu. Kau tau aku pintar merawat orang kan Jihoon?” Guanlin menawarkan dirinya.

“Ah, Taemin Hyung bilang Minho juga pandai merawat seseorang. Jadi Minho, kau disini saja merawat Baginda Ratu,” Jihoon memerintah Minho, Sebenarnya Minho sedikit keberatan karna ia juga ingin ikut bersama Taemin. Namun Ia tak bisa menolak permintaan Pangeran.

“Baik Pangeran,” 

“Hyung, Minho hyung itu jauh lebih tua darimu harusnya jangan panggil nama,” Maknae memprotes ketidak sopanan kakaknya.

“Iya iya… Hyung, tolong temani  Guanlin hyungku untuk merawat ibuku nde,” Jihoon meminta Minho untuk membantu Guanlin.

“Tentu saja Pangeran,” Kali ini Minho bersedia dengan Iklas.

“Omonim, Minho ini adalah orang kepercayaan dan Orang terdekatku. Kau percayalah padanya nde,” Ucap Taemin pada Ratu Jongmi. Sang Ratu menjawab dengan senyuman.

Sepuluh Menit berikutnya, Ruangan yang mulia Ratu sudah kembali sunyi.  Hanya ada 2 dayang yang berdiri didekat pintu kemudian Guanlin yang duduk diranjang memeriksa kondisi Ratu. Sementara Minho tengah membuat seduhan Herbal untuk sang Ratu. 

Mereka berdua merawat yang mulia ratu tanpa saling bercakap satu sama lain. 

“Kalian..Kemarilah,” Mendengar panggilan sang Ratu. Minho dan Guanlin segera mendekat membantu Ratu Jongmi untuk duduk. Setelah selesai membantu Sang Ratu mereka berdua segera duduk berlutut didepan Ratu Jongmi.

“Kau Guanlin dan Kau..”

“Choi Minho, Mama”

“Benar…Choi Minho. Kudengar kau adalah anak Sulung Hwang Minhyun dan Hidup bersama Taemin selama ini. Aku yakin kalian sangat dekat hingga Taemin membawamu bersamanya. Kau pasti sangat memahaminya. Dan Kau Pangeran Guanlin! Karna kau adalah kakak tertua kau harus mengetahui ini, Mungkin sedikit membingungkan bagimu namun jika kau masih mengingat semua hal yang kukatakan lalu, kau pasti tak akan mengalami kesusahan dalam memahami ini,” Tak ada sela’an dan mereka berdua bersiap mendengarkan dengan cermat.

“Kalian pasti bertanya-Tanya. Mengapa Sang Raja bersikap begitu kejam pada Pangeran Taemin. Semua itu berawal ketika Rang Raja Menemui seorang Cenayang ketika beliau masih muda. 

Saat itu seorang Cenayang dibawa paksa oleh warga menuju Istanah untuk di adili karna duga’an Penggunaan Ilmu hitam pada warga lain. Saat itu Hal Mistis benar-benar masih kental. Hal ini pula yang menyebabkan Ibumu terusir Dari Istanah ini Guanlin,” Guanlin merespon dengan menunduk.

“Karna begitu Kuatnya Rumor, Warga meminta pada Raja untuk menghukum mati Cenayang tersebut. Mereka semua menuntut raja dan berosari besar-besaran didepan Istanah. Warga mengatakan, Cenayang itu telah membunuh banyak orang maka dari itulah Warna menjadi geram padanya. Di Umur Raja yang sangat muda dan Tekanan berat dari warga sang raja mengambil keputusan untuk mengabulkan perminta’an Warga dengan memberi hukuman mati pada Cenayang tersebut,”

Flashback

“Kau!! Kau akan menerima akibat atas semua hal yang kau lakukan padaku!! Aku tidak bersalah!! Dan kau memperlakukanku seperti ini, Kau berdosa!! Kau berdosa!” Ucap Cenayang saat Raja memutuskan hukuman untuknya. 

“Raja, Apakah ini keputusan yang tepat?” Ratu Jongmi telah mencoba untuk meredam sang Raja.

“Hukum Mati Penyihir ini sekarang juga!!” Raja marah karna Cenayang itu bersikap Angkuh.

“KAU!! INGATLAH!! Kerajaamu ini akan hancur!! Penerusmu! Penurusmu sendiri yang akan menghancurkan Kerajaan ini beserta semua Saudaranya!! Putra Mahkota berparas Cantik akan memulai semua Kehancuran!! Terutama kau!! Kau akan kehilangan Banyak hal atas dirinya! Kau bahkan kehilangan anak-anakmu karenanya! Pangeran Mahkota akan merasakan Penderitaan seumur hidupnya!! Dengarkan kata-kataku!! Putramu Yang berwajah cantik yang akan menjadi Raja! AHAHAHAHA!” Cenayang itu terus merancu dan berteriak ketika Pengawal membawanya untuk Exskusi.

And Flashback.

Mereka bedua terdiam mendengarkan kejadian lampau yang sesungguhnya. 

“Orang lain harus melalui masa yang sulit hanya karna sebuah rumor dan Tahayul seperti itu,” Guanlin merasa sangat sedih dan konyol secara bersama’an mengingat Ibunya terbuang dengan alasan tak masuk akal. Begitu pula dengan Minho yang menyesalkan semua hal yang terjadi pada Taemin hanya karna Sebuah Ucapan seseorang yang menurut Minho adalah Orang Gila. 

“Jika Yang lain mengetahui ini, Mereka semua akan membenci Raja karna menelantarkan Taemin dengan alasan Konyol, Dan Ramalan itu akan menjadi kenyataan, Ck” Guanlin berdecak menyesalkan tindakan Raja.

“Kau tak bisa menganggap hal itu Hal konyol ketika seseorang didekatmu meninggal dengan Janggal pangeran Guanlin, Karna kau tinggal di negara barat mungkin kau tak mengetahui bahwa disini hal mistis sangat Dipercayai,” Ratu menjelaskan.

“Maaf menyela Ratu, Jika saya perhatikan semua Pangeran mempunyai Wajah Cantik kecuali Pangeran Guanlin,” Minho sedikit melirik Guanlin disampingnya.

“Kau benar Minho, Dahulu..Anak Pertama Kami ‘Wangseja’ Mempunyai Wajah yang tampan, Karna itulah Raja sempat tak mempercayai Omong Kosong itu. Namun Karna Pangeran Mahkota pertama Meninggal dunia, Gelar turun pada Pangeran Taemin yang mempunyai Wajah Cantik. Hal itu pula yang membuat Raja Takut. Selama ini Ia berusaha menjauhkan Taemin dari Istanah dan Saudara-saudaranya. Raja beranggapan Ramalan itu mulai terjadi.Sebelumnya Raja berencana Memberikan Tahta Pada Jinyoung karna Wajah Jinyoung yang lebih ‘seperti lelaki’ daripada Taemin atau Jihoon. Namun semua Itu tak mungkin karna itu artinya ia harus mengorbankan Taemin dan Jihoon secara bersama’an. 

Tahta tak bisa berpindah begitu saja tanpa Persetujuan Semua pihak. Namun bisa diturunkan jika Pangeran wafat. Raja tak bisa Menyingkirkan kedua anaknya begitu saja, Maka dari itu Raja memutuskan membentuk Taemin menjadi lebih kuat agar bisa memenuhi harapanya. Namun Wajah cantiknya tak berkurang sedikitpun dan sifatnya masih lemah seperti sebelumnya. Apalagi semakin kemari Pangeran Taemin Semakin memonopoli semua anggota keluarga. Raja bahkan tak bisa berbuat apa-apa ketika satu per-satu Keturunanya memberontak,”

“Lantas mengapa Sang Raja kini memperbolehkan Pangeran Taemin kembali keistanah mama?” Minho kembali bertanya.

“Itu karna aku, Gweboon dan Jisoo terus mendesaknya. Ia tak pernah tega membiarkan kami terlalu lama bersedih. Dan aku berfikir karna kini ada Pangeran Guanlin mempunyai Wajah tampan dan memenuhi semua Harapan Sang raja. Belum lagi dia anak tertua, Raja bisa membalik Tahta dengan alasan Tahta adalah Milik pangeran Guanlin, Kau bisa merebut Tahta jika kau mau Pangeran Guanlin,”

“Hamba tak berniat sedikitpun Mama,” Guanlin segera bersujud.

Flashback

[Pertemuan Guanlin dan Ratu Jongmi]

“Ratu Jongmi! Anda tak apa? Aku akan Panggilkan Dokter! Tunggu sebentar,”

“Tak perlu! Tetap disini Guanlin. Aku ingin berbicara denganmu…Hanya denganmu Guanlin. Berbicara denganmu sebagai Aopnaku,”  Guanlin mendengarkan.

“Aku merasa kau adalah anak yang baik dan harapan semua orang juga tumpuan adik-adikmu bersandar. Maka aku juga akan menumpukan amanah padamu sebagai kakak tertua. Aku, Kini tengah menderita sakit parah dan tak tau akan bertahan sampai kapan,” Guanlin sangat terkejut.
“Aku memohon pada Raja untuk mengembalikan Taemin pada kami. Kami berdebat dan kini ia sedikit mengabaikanku, Aku tak mungkin mengatakan ini pada Jihoon atau Jisoo karna Kau tau mereka bedua karakter seperti apa. Aku meminta padamu untuk selalu waspada Guanlin, Apapun yang terjadi Raja akan menjadikanmu penerusnya. Yang itu artinya Ia akan Menyingkirkan Taemin sendiri,”
And Flashback.

Guanlin mengetahui alasan sebenarnya dibalik kepulangan Pangeran Taemin. Ia mengetahui Ratu Jongmi tengah sakit parah karna itulah Guanlin selalu berada di dekat sang Ratu. Sang Ratu benar-benar mengingatkanya pada Mendiang ibunya Lady Lisa.

“Aku mengatakan semua ini pada kalian karna berfikir Taemin akan mengalami banyak hal sulit setelah berada disini dikarnakan Sang Raja sendiri, Seperti yang kukatakan pada Guanlin beberapa waktu lalu. Raja akan melakukan segara cara untuk memberikan gelar Pangeran mahkota padamu Guanlin. Aku bertanya jujur padamu. 

Lai Guanlin, Apa kau menginginkan Tahta?” 
“Sama sekali tidak yang mulia Ratu, Hamba hanya ingin Hidup damai bersama para Saudara. Hamba tak akan pernah merebut Tahta. Hamba berjanji,” Guanlin masih berlutut memasang wajah yang sangat kaku.

“Benarkah itu? Aku senang mendengarnya, Kau adalah anak Lisa. Aku tau kau akan tumbuh seperti ini. Lisa pasti bangga padamu,” Ratu Jongmi tersenyum cerah.

“Tulus dari hati terdalam hamba menyayangi semua saudara walau kami belum lama saling mengenal,” Ratu Jongmi turun dari Ranjangnya dan ikut berlutut didepan Guanlin kemudian memeluknya. 

“Kau seperti anaku Changmin, Walau aku tak ikut membesarkanmu namun Aku merasa bangga sekali padamu pangeran Guanlin, Kau benar-benar sempurna Guanlin anaku,” Ucap Ratu Jongmi membelai punggung Guanlin. 
“Mama,” Ucap Guanlin membalas pelukan Ratu Jongmi.

“Tolong Jaga Pangeran Taemin Untuku, Apa kau mau melakukanya?”

“Ini sudah kedua kalianya Yang mulia meminta hal yang sama padaku, Aku berjanji akan melindungi semua adik terutama Pangeran Taemin Yang mulia,” Mereka melepaskan pelukan.

“Dan kau Choi Minho, Kau Harus waspada dan Menjaga Taemin sampai kau mati, Itu tugas dariku yang kuberikan khusus padamu. Kau mengetahui semua permasalahan dan harus ikut masuk didalamnya seumur hidup,” 

“Hamba mengerti Yang mulia,” Minho menjawab singkat.

Hari-Hari berlalu sangat menyenangkan bagi semua pangeran dan Putri sendiri. Besok adalah Hari pernikahan Putri Jisoo dan pangeran daniel.

“Oppa-Oppa-Oppa, Pakaian mana yang paling cantik untuk ku?” Jisoo berlari kearah Taemin dan Guanlin yang duduk bersama Minho juga. 

“Eumm Coba kulihat,” Mempoutkan bibir imut berpura-pura berfikir untuk memilih. 

“Kau terlihat cantik dengan semua Pakaian Jisoo,” Ucap Taemin dengan senyum cantiknya.

“Ah! Aku memintamu memilih Oppa, Bagaimana denganmu Guan Oppa?” Jisoo bertanya pada Guanlin yang sedari tadi setengah melamun. 

“Nde?? Naega?” Seakan tak percaya bahwa Jisoo meminta pendapatnya karna ia berfikir Jisoo tak menyukainya.

“Aku Anu Eng,” Guanlin sama saja dengan Taemin.

“Ah! Apa susahnya memilih eoh,”

“Gaun sebelah kiri sepertinya akan membuat anda terlihat lebih mempesona Tuan putri,” Minho tiba-tiba memilih walau tak ada yang memintanya.

“Ah benar! Kau sehati denganku Oppa,” Jisoo memanggil Minho oppa untuk mengejek Taemin dan Guanlin yang tak bisa memilih Gaun untuknya. Padahal memang sah-sah saja karna Minho sebenarnya adalah Kakaknya juga. 

Ditengah keramaian ia tak melihat Sang Ayah dan merasa sangat janggal karna semenjak kepulangan Pangeran Taemin sang ayah Ha Sungwoon jarang terlihat. Apalagi Ia mencurigai Ayahnya berbuat sesuatu karna Waktu itu ia kembali beberapa saat sebelum Jisoo dan Raja kembali ke Istanah. Orang-orang memang tak mengetahui hal itu namun Guanlin mengetahui ada yang tak beres terutama ketika Raja mempercepat pernikahan Putri Jisoo. Semakin curiga karna Guanlin menemukan Cairan Obat perangsang didalam kamar ayahnya padahal ia tau ayahnya sangat setia pada Sang ibu. Semenjak kejadian itu Guanlin terus mengawasi segala gerak-gerik ayah kandungnya itu.

“Appa,” Sapa Guanlin yang telah berada dibelakang Sungwoon entah sejak kapan. 

“Ya!! Gualin-ah! Panggil Ahjushi! Panggil ahjushi!” Hasung memperingatkan Guanlin.

“Apa yang kau lakukan? Apa yang kau bawa?” Guanlin mencoba melihat sesuatu yang Hasung sembunyikan. 

“Tak ada apa-apa! Aku sedang sibuk pangeran. Kau pergilah sana pergi bermain dengan para Pangeran,”

“Bermain? Apa aku bisa bermain saat aku menjadi kakak tertua? sekarang aku 25 tahun. Terlalu tua untuk bermain” Guanlin menggerutu.

“Eeyyy Guanlin,# Ada apa? tak biasanya kau seperti ini. Aku minta maaf karna kau harus mengalami masa sulit karna menjadi pangeran tertua. Tapi bertahanlah, Sebentar lagi Tahta akan jatuh padamu dan kau bisa menguasai semuanya,” Guanlin memincingkan mata mendengar perkataan ayahnya.

“Appa! Berhentilah membuat ulah karna aku tak ingin menjadi Raja, Aku tak berhak untuk itu. Aku disini untuk menggantikan Kakakku menjaga mereka bukan menjadi raja. Aku bukan Kakak. Aku anakmu, bukan anak Raja” Guanlin menolak tegas.

“Dasar Bocah sial! Aku melakukan banyak hal untukmu dan kini kau membantahku?” Hasung menjadi naik darah karna tolakan Guanlin. Sementara Guanlin hanya diam.

“Hyung, Guan hyung,”

“Guanlin hyung..Galiiiin~”

“Galin? Kalin?” Jinyoung memiringkan kepalanya menatap  Jihoon bingung.

“Nama Guanlin hyung susah untuk di ucapkan. Lihat! La iy ganlin” Jihoon mengucapkan terbata.
“La iy Galin anirago hyung!”

“Lalu bagaimana yang benar?”

“Lai Guanlin,” Jinyoung menulis nama Guanlin di tangan Jihoon dengan Jari.

“Rai Gwan ryan? Yaaaa~ mengapa malah jadi seperti ini?” [Dalam Hangeul R dan L adalah satu huruf]

“Ah hyung benar Nama nya susah,” Jinyoung sepaham. 

“Memanggil nya Galin atau Gualin lebih mudah,”

“Iya hyung benar Gualin hyung Odiseoyooo,”

“Yaaa Gualin-ah..Nawa! Ahahaha” [Jihoon dan Jinyoung bermain Yaja Time] Guanlin mendengar Jinyoung dan Jihoon memanggil namanya sambil bercanda. 

“Seperti apa hyung, seperti apa hyung!?” Jinyoung menanggapi candaan Jihoon.

“Seperti ini. YA! Lai Guanlin Nawa!”

“Nde!?”

“OMO SESANGE!!! aigooo…,” Jihoon memukul lengan Guanlin karna sangat terkejut. Kini Wajahnya memerah karna tertangkap basah sedang mencandai nama Guanlin.

“Apa ada mencariku?”

“Ah Aniyaaa, Hanya saja Pangeran Daniel akan mengadakan Pesta Lajang sebelum menikah dan meminta kita untuk datang. Ayo kita datang,” Jihoon mengajak Guanlin.

“Siapa saja yang di undang?”

“Semua pemuda di Istanah hyung kita harus ada disana,”

“Taemin dan Minho di undang juga kan?” Guanlin memastikan.

“Tentu saja Hyung. Pestanya akan di adakan di Istanah kita nanti malam. Tepatnya dii Pemandian kolam air panas Kerajaan,” Jinyoung memberitahu.

Sementara itu Taemin yang telah melepas rindu dan kini bahagia kembali kepelukan keluarga. Sedang tidur dikamar ibunya dengan Meletakan kepala pada pangkuan ibunya.

“Ibu, selama aku tak bersamamu..apa saja yang telah aku lewatkan?” Taemin memandang Gweboon.

“Tak ada. Selama kau tak ada…Ibu hampir tak bergerak sehingga kau tak melewatkan apapun. Ibu masih tetap diam disini jadi kau tak melewatkan banyak hal,” Gweboon Membelai rambut Putra cantiknya dalam pangkuan.

“Mulai saat ini aku ingin menghabiskan waktuku bersama ibu untuk menebus semuanya, Aku sangat merindukanmu bu,” Taemin memeluk ibunya dalam pangkuan.

“Kau sudah 23 tahun namun kau masih menggemaskan sekali,” Mencubit pipi Taemin gemas.

Minho kini masih bersama Ratu Jongmi dikamarnya membersihkan sisa darah yang tercecer ketika Sang Ratu batuk terlalu keras. Minho memeriksa suhu Obat dengan di teteskan pada punggung tanganya.

“Pas,” 

Merasa Suhunya pas kemudian menuangkan beberapa mili pada cangkir dan meminumkanya.

“Bagaimana perasaan anda yang mulia? Cobalah menarik nafas panjang” Minho memberi intruksi dan Ratu Jongmi dan Sang ratu mengikutinya. 

Meletakan Cangkir pada meja kecil disamping ranjang Yang mulia Ratu. Menidurkan kembali dan menyelimutinya. Kembali menuju dapur mengambil beberapa Kunir dan madu yang akan ditumbuk sebagai antibiotik Herbal.

“Minho Hyung,” Panggil Jinyoung yang disusul kedua kakak dibelakangnya. Jinyoung berlari seperti anak TK yang akan pergi liburan.

“Ada apa pangeran? Terlihat sedang senang sekali?” Minho sedikit penasaran. 

“Pangeran Daniel mengundang kita untuk Pesta Lajang. Kau harus datang,” 

“Aku akan datang, Tapi tidak untuk ikut dalam pesta,” 

“Jadi kau hanya akan menjaga kami? Apa yang kau khawatirkan?” Guanlin memperhatikan Minho.

“Tak ada, Hanya saja Hamba memang tak selayaknya berteman dengan dengan para pangeran sampai berani mandi bersama,” Minho menunduk. 

“Yasudah, Ayo kita ajak Taemin Hyung,” Jihoon tak memusingkan Minho kemudian Acuh pergi melewatinya dengan menarik Jinyoung dan Guanlin bersama’an.

Minho hanya Diam dan menatap Jejak Punggung Guanlin.

“Taem Hyuuung~ ” Teriak Jihoon sebelum berada di depan pintu. 

“Hyung! Jangan berteriak itu tidak sopan. Ini kamar Gweboon Umma,” Lagi-lagi Jinyoung mengomeli Jihoon. Empunya hanya memutar bola mata dan membuat sudut bibir seolah Lelah di omeli Mertua.

“Kalian Disini?” Taemin tiba-tiba membuka pintu sebelum Dayang memberitahukan kedatangan mereka. 

“Hyung, Daniel hyung akan mengadakan pesta lajang dan Ia mengundang kita semua,” Jinyoung masih belum kehilangan semangat nya.

“Apa Minho ikut?” 

“Minho ikut,” Guanlin menjawab.

“Kau juga ikut kan hyung?” Taemin Tersenyum pada Guanlin [Guanlin kikuk seketika]

“Jika dia tak ikut dia akan berhadapan denganku,” Jihoon sepertinya ingin semua berkumpul kecuali Minho.

Sementara Minho tengah merawat sang Ratu semaksimal mungkin.

“Apakah Ratu tak berencana memberitahu Pangeran Jihoon atau Putri Jisoo terkait penyakit anda yang mulia?” Minho membersihkan beberapa muntahan obat yang bercampur darah dari yang mulia ratu. Tanpa diberitahu Minho juga sudah tahu bahwa Ratu menderita Penyakit yang serius. 
“Tak perlu, Mereka tak akan bisa tersenyum lagi jika mengetahui ini” Ratu Jongmi memandang Minho yang tengah sibuk dengan kain Lap berlamur warna merah. Sedangkan Minho hanya berpasrah mendengar jawaban sang Ratu.
 

Senja telah datang dan Pesta pemandian para lajang telah dimulai. Para pangeran berada diruang ganti untuk melepas semua pakaian yang mereka kenakan. Minho memandang Taemin dan yang lainya yang tengah besenda gurau. Sebenarnya dalam lubuk hati Minho ia ingin terus bersama Taemin namun ia merasa sedikit terabaikan karna Taemin selalu sibuk dengan Para pangeran dan kini tak memperhatikanya.

Memperhatikan sesuatu yang tampak tak asing baginya. 

“Itu,” Terus memperhatikan.

“Hyung! Bantu aku lepaskan ini,” Jinyoung kesusahan melepas Ikat pinggang. 

“Aigoo…Bayi,” Jihoon menggerutu walau begutu ia tetap membantu Jinyoung melepas semuanya. 

“Jinyoung pakai ini,” Taemin datang pada Jinyoung dan melingkarkan handuk dipinggang Jinyoung karna dia berkeliaram hanya memakai celana dalam.

“Apa kau terbiasa seperti ini saat aku tak ada disini eoh!?” Taemin mengikatkan handuk dengan kencang. Sedangkan Jinyoung hanya Diam tersenyum manis.

Guanlin yang sudah selesai sejak tadi memperhatikan Ketiga saudaranya itu dan bertanya dalam hati “Apa Saudara harus seperti itu?”. Mengacuhkan pemikiranya sejenak kemudian berjalan kearah Jihoon dan melihatnya dari atas sampai kebawah seperti sensor Printer. Guanlin melihat pakaian  mereka yang dilepas berserakan sembarangan kemudian memungut semua dan membereskanya. Minho masih memperhatikan Ke’empat saudara itu dengan perasaan campur aduk sekarang. Bertanya tentang kemungkinan buruk dan gila apa yang kini ada di pikiranya. 

“Kajjaaaaa!” Jinyoung menarik Taemin dan Jihoon menarik Guanlin untuk berlari masuk kedalam kolam air hangat. 

BYURRR..

Air meluber berisi para pria tampan

“Hyung! Ayo bermain Saling gendong! Aku akan menjadi Jurinya,” Pangeran Daniel meminta mereka melakukan permainan seperti anak Balita dengan Expresi yang menggemaskan. Ke’empat saudara saling menatap. 

“Tentu saja! Ayo Hyung!!” Jinyoung bersorak dan para Hyung tau bahwa jika Maknae mereka yang meminta mereka harus menurutinya walau tau ini permainan yang sangat kekanakan.

“Sudah siap? Hyung yang sampai di ujung akan mendapatkan Apa saja dariku,” Daniel Memberi aba-aba pada Taemin yang kini menggendong Jinyoung dan Guanlin yang menggendong Jihoon. 

“Kau harus menang hyung, aku akan meminta semua daging dari kerajaanya untuk kita Ahahaha,” Jihoon mengintruksi Guanlin. Guanlin hanya merespon dengan tersenyum dan sedikit menoleh pada wajah Jihoon yang berada disamping kanan Pipinya. 

“Kau juga tak boleh kalah hyung, Tunjukan kemampuanmu setelah berlatih 3 tahun hyung Kajjaaaa,” Jinyoung duduk di punggung Taemin layaknya Taemin Kuda putihnya. Taemin memandang Minho yang dulu pernah melakukan hal yang sama pada Taemin. Namun setelah memandang Minho, Taemin menjadi tak tenang karna Minho terlihat tak baik-baik saja.

“Mulai!!” 

“Hiyaaaakkk”

“Hyung!” Jinyoung mengingatkan Taemin yang telah ketinggalan Start

“Yoooo Guan hyung, Yohooo C’mon” Jihoon Berteriak sambil menirukan Kalimat Guanlin untuk menyemangatinya.

“Ayo Hyung! Kita akan menang!” Jinyoung juga menyemangati Taemin. Jihoon sadar Taemin dan Jinyoung mulai menyusulnya. Lantas Jihooon Jahil mendorong-dorong Jinyoung agar jatuh. Jinyoung membalas dengan menendang-nendang dan berusaha menarik kaki Jihoon. Mereka berdua benar-benar tak memikirkan Kedua kakak yang sempoyongan menggendong mereka di tengah Kolam air setinggi pusar orang dewasa. Itu benar-benar berat ditambah kedua adik saling meraih dan memukul satu sama lain.

“Ahahahaha….Rasakan ini!” Jihoon menarik salah satu tangan Jinyoung.

“Ah! ah hyuuuung~” Jinyoung berteriak, Kemudian membalas dengan meraih salah satu kaki Jinyoung kemudian Mencubit-cubitnya keras. 

“Ak! Akh! Jinyoung! Ya! Appo! Yah! Hentikan, hentikan!” Jihoon menghentak-hentakan pahanya karna terus di cubit oleh Jinyoung. Membuat Guanlin semakin susah.

“Ya!! Ya! Kalian tak boleh saling curang Hoy!” Daniel yang menjadi Juri tak bisa berbuat apa-apa.

Plak plak plak! Jihoon menepuk pantat Jinyoung 3x.

“Anak nakal, Pukul pantatnya Hiyak” Jihoon ingin menepuk Pantat Jinyoung lagi. 

“Andwe! Andweyo! Aih! Aigoo!! Appo Hyuung~ Ah Jinjja” Jinyoung melompat dari gendongan Taemin kemudian menarik Jihoon dari gendongan Guanlin. Mereka Saling menenggelamkan lawan dalam kolam dengan tertawa keras dari keduanya. Pertandingan Gendong telah kacau.
“YAAA! Bagaimana bisa tak karuan begini eoh!” Daniel terlihat cemberut di ujung sana. 

Minho melihat dengan teliti setiap ukiran dan simbol Emblem yang diletakan Guanlin menjadi satu. 

“Bagaimana bisa?” Merasa terheran karna bentuknya sangat mirip dengan miliknya. Benar-benar mirip dan sama persis. Membuatnya semakin bertanya siapa jati dirinya

“Apa aku? apa aku Seorang Pangeran juga?” Memeriksa setiap detil namun janggal karna jumlahnya hanya 3 sedangkan ada 4 pangeran disana.

Berfikir keras siapa pangeran yang tak mempunyai Emblem kerajaan. Minho berharap besar bahwa itu adalah Taemin. Ini mengejutkan bahwa Emblem itu merupakan identitasnya dan kini ia mengetahui bahwa itu adalah Emblem khusus untuk Pangeran. Kini ia telah mengetahui statusnya namun masih merasa kebingungan. Pertama ia harus mencari tau berapa Istri yang dimiliki Raja dan mencari tahu apakah ada pangeran yang hilang. 

“Apa yang ingin kau lakukan dengan itu,” Guanlin memergokinya membongkar baju para pangeran. 

“Aku, Aku…hanya merapikanya,”

“Tak terlihat rapi dimataku, Aku yang telah merapikanya tadi dan kini kau membuat mereka berantakan. Apa yang kau cari!? Jangan Bohong,” Minho benar-benar terpojok. 

“Ada apa?” Taemin datang.

“Dia membongkar pakaian kita. Entah apa yang dia cari,” Guanlin memberitahu Taemin.

“Tak mungkin! Aku sangat mengenal Minho, Kau pasti salah paham hyung. Dia tak akan melakukan hal lancang seperti itu. Benarkan Minho?”

“iy-iy-ya” Minho menjawab terbata.

“Kau lihat kan? Sudah! Jangan berfikiran buruk hyung, ayo kita mandi kemudian makan bersama,” Taemin menggandeng dan menarik Guanlin untuk mengikutinya. Sedangkan Minho hanya menunduk tak berani menatap Mata Guanlin yang terus memperhatikanya. 

“Hemmhuuuuah,” Mengambil Nafas panjang karna ia baru saja selamat dari pelanggaran berat. Bayangkan jika Taemin tak menolongnya sekarang ia pasti akan menjadi Kriminal kerajaan dengan tuduhan pencurian. Minho kembali melihat para pangeran yang kini berkumpul dengan mengunyah makanan mereka dipinggiran kolam. Minho berfikir tak apa jika ia meninggakan mereka dan kembali menuju kamar Baginda Ratu Jongmi.

“Minho, Apa yang kau lakukan? Kau tak ikut bersenang-senang bersama mereka?” Ratu Jongmi semakin terlihat lebih baik dibawah perawatan Minho.

“Tak perlu yang mulia, Hamba kembali untuk merawat anda. Sudah waktunya untuk meminum obat,” Minho menyiapkan Obat Ratu.

“Kau benar-benar handal dalam Pengobatan dan mengurus orang lain seperti seseorang,” Ratu tersenyum pada Minho. Minho merasa tertarik ketika Ratu mengatakan ‘Seseorang’.

“Bolahkan hamba mengetahui siapakah itu mama?” Minho mempersilahkan Ratu untuk meminum obatnya. 

Glek (Meminum dengan cepat)

“Terima kasih,” Ratu mengembalikan cangkir obat pada Minho. Minho masih penasaran siapa Orang yang Mirip denganya. Seolah mengerti isi hati Minho

“Kau mengingatkanku pada seorang Wanita luar biasa, Saat melihatmu aku seolah melihatnya,”

“Siapakah Itu yang mulia?”

“Lady Lisa,” 

Jawaban Ratu Jongmi membuat Minho semakin kebingungan, Ia tahu bahwa Lady Lisa adalah Selir Raja Yang merupakan ibu dari Pangeran Guanlin. Bagaimana bisa ia terlihat seperti Ibu Pangeran Guanlin? 

“Dahulu ketika Lady Lisa masih berada di istanah, Ia merawat semua orang termasuk diriku, Dia sangat baik dan hebat. Ternyata hal itu juga menurun pada pangeran Guanlin,” Minho menyimpan banyak pertanyaan dalam benaknya terutama tentang asal mula Pangeran Guanlin bisa kembali keistana setelah 25 tahun lebih menghilang.

“Maafkan jika hamba lancang bertanya yang mulia, Namun hamba sangat penasaran dengan Pangeran Guanlin,” 

“Kau tau? Kau sangat lancang bertanya hal itu namun karna kau menanyakanya padaku, aku tak akan mempermasalahkanya,” 

“Ampuni hamba yang mulia,” Minho bersujud meminta ampun namun Ratu justru tersenyum.

“Dia datang pada kami dan mengatakan bahwa ia adalah Putra dari Lady Lisa. Lady Lisa telah meninggal sehingga pamanya membawa ia kembali ke Istanah, Dia baru saja menjadi pengeran. Dia Pasti merasa kesulitan, kudengar ia juga menjalani hari yang sulit hanya berdua saja dengan Ibunya dinegara barat. Sebenarnya aku sangat terkejut atas kedatanganya karna kufikir Lisa tak akan kembali. Tak hanya aku, Lady Gweboon yang sebelumnya tak pernah mengetahui apapun tentang Lady lisa pasti merasa sedikit terpukul dan terkejut  karna sebelumnya Raja hanya mencintainya,” Minho menyimak kalimat Ratu Jongmi dengan teliti.

Jika benar Hanya ada 3 Istri, Berarti salah satu dari mereka adalah Ibu Minho. Namun saat pertemuan pertama Ratu Jongmi telah menerangkan bahwa Ia melahirkan putra pertama (Mendiang Pangeran Changmin) Kemudian Lahir Taemin, Lalu Jisoo, Jihoon dan kemudian Jinyoung. Itu berarti Ratu Jongmi dan Lady Gweboon bukanlah Ibunya. Dan Seketika Hancur Bahwa Kemungknan Taemin sebagai adiknya sangat besar. Merasa sangat Kacau sampai tak bisa berfikir Jernih dan Berharap semua asumsinya salah.

“Jika hamba boleh tau, Berapakah Umur Pangeran guanlin yang mulia?” Minho masih mencoba mencari tahu lebih banyak.

“Umurnya? Mungkin sekitar 25-26 Tahun. Walau dia hanya datang secara Kosong kemari, Aku bisa mengetahui dia memang anak Lisa”

“Kosong?” Minho bertanya-tanya pelan. Namun Ratu mendengarnya.

“Aku telah memberikan Sebuah Emblem Kerajaan pada Lisa saat Ia Meninggalkan Istanah dalam keadaan Hamil, Namun Pangeran Guanlin kembali Ke Istanah Tanpa membawa Emblem itu, dia mengatakan Lisa meninggal mendadak karna Sakit jadi dia tak sempat mengatakan apapun dan memberikan Emblemnya pada Guanlin,” Titik Minho sudah mulai terang. Sekarang terjawab sudah siapa Ibunya. Namum masih ada bagian yang janggal. Mengapa Ia bisa berada dalam sebuah Tragedi dan di temukan Oleh Sang ayah Minhyn dan Ibu Jisung Sementara Guanlin di asuh dan tinggal bersama Ibunya. 

“Apa kami kembar? Apa Guanlin tau itu?”

Minho mulai bergumam dan membuat asumsi lain tentang dirinya. Dia dan Guanlin berusia sama. Orang-orang juga mengatakan Mereka mirip. Minho menduga Dia dan Guanlin adalah Saudara kembar. 

“Apa saat itu Ibu mencoba membagi kami? Aku dikirim pada Ayah dan Guanlin bersama ibu? Mungkin Karna Emblem hanya satu, Ia mengirimku bersama Emblem?” Sekarang Jelas bahwa Minho adalah Pangeran. Namun Hanya dia seorang yang mengetahui ini. Selain perasaan terkejut Minho juga tak ada perasaan bahagia sama sekali mengetahui hal ini.

Setelah berbincang dan merawat Sang Ratu, Minho pergi keruangan Pangeran Taemin untuk memastikan sesuatu lagi. 
“Eottokhae,” Minho sangat sedih setelah memastikan bahwa Emblem yang dimiliki dengan milik Taemin sama persis. Tentu saja Taemin adalah Saudara Sedarahnya. 

“Hiks Hiks hiks, mengapa menjadi seperti ini,” 

Kenyataan ini Justru membuatnya menangis dan lebih bersyukur Jika ia tak mengetahui semuanya. Tak ada yang lebih berarti baginya saat ini selain Taemin. Mencintainya saja sudah merupakan dosa dan ia tetap melakukanya tak perduli apapun. Namun kini ia sadar Ia telah melakukan dosar besar melebihi apapun dengan merusak adik Kandung nya sendiri. Taemin akan hancur jika mengetahui semua ini, Minho tak sanggup membayangkanya. Taemin pasti akan menjadi kacau begitu juga dengan Istanah.
“Apa sebaiknya aku diam saja?”

“Minho,”
Mengusap air mata cepat, Menyembunyikan Emblem mereka menjadi satu pada laci Taemin dan segera kembali normal.

“Taemin, Kau sudah selesai? Bagaimana pesta lajang bersama para pangeran?” Minho berusaha bersikap sebiasa mungkin.

“Aku sangat senang, Aku sangat senang kembali keistanah dan bermain bersama para saudaraku,” Taemin berjalan mendekat dan memeluk tubuh Minho lembut, Menyadarkan pipi Taemin pada dada Minho.

“Dan aku juga senang Minho ada disini bersamaku, Itu adalah Kebahagiaaan utamaku,” Memeluk Minho semakin erat. Minho tak membalas apapun [Hanya mematung]

“Hari ini kau tidur dengaku nde, Guanlin hyung mengatakan dia akan menggantikanmu merawat Ratu. Jihoon dan Jisoo juga akan disana. Lagipula aku juga sangat merindukanmu,” Taemin mengusap-usapkan wajahnya pada leher Minho.

“Ah Taemin, Lebih baik aku ikut merawat Ratu,” Minho mendorong pelan tubuh Taemin membuat Taemin Seolah terkejut. Taemin bergeleng heran tak biasa Minho menolaknya.

Grep! 

[Memberi serangan pelukan  dan bersikap manja pada Minho]

“Minho~ Waegure? Katakan padaku ada apa? Apa aku telah membuatmu kesal? Maaf karna aku sibuk dengan yang lain dan mengabaikanmu. Tolong jangan marah eung~” Memasang wajah Aegyeo yang tak pernah dilihat Minho seumur hidup. Tak biasanya Taemin bertingkah menggemaskan seperti ini. Benar-benar Minho ingin menerjanganya namun ia tak bisa karna tersadar Taemin dan dirinya itu siapa.

“Aigoo~ Mengapa diam? Mianhae chagiya~ Mian mian,” Taemin terus berusaha merayu Minho. 

Kenyataan memang tak berjalan sesuai Rencana. Minho yang bertekat menghindari Taemin kini Justru Tidur satu Ranjang dengan Taemin lagi. Minho memang Tidur Bersama Taemin tapi Minho kni Tak akan melakukan apapun lagi pada Taemin walau status mereka masih sebagai pasangan kekasih, Semua orang mengetahui bahwa merekabberdua tidur satu kamar namun tak ada yang mencurigai mereka karna Mereka telah bersama-sama sebelumnya apalagi Taemin yang membawa Minho sendiri kedalam Istanah.

Pagi Menyingsing dengan sinar redup menembus Jendela kertas putih. Minho telah terbangun sejak subuh dan melakukan banyak aktivitas termasuk memeriksa kondisi Ratu. Ia melihat Guanlin tidur terduduk disamping Ratu. 

Minho terus memandang wajah Guanlin dengan seksama

“Jika diperhatikan memang mirip diriku, Namun terlihat lebih muda. Aku pasti lahir lebih dulu kan?” Minho bergumam. Memungut sebuah selimut dan memakaikanya pada Guanlin. Bagaimanapun juga mereka adalah Saudara Kandung satu ibu. Minho akan lebih menjaga semua Pangeran dan Putri sekarang karna Mereka semua adalah Saudara Minho. 

Saat mengambil Obat, Ia juga melihat Jihoon tidur dengan berantakan di ranjang pojok kamar Ratu. Berjalan menghampiri Jihoon. 

“Aigoo~ Anak Lelaki Cantik yang Judes ini juga saudaraku, Daehwi akan sangat terkejut jika mengetahui ini,” Bergumam dengan senyum tipis teringat ketika Daehwi dan Jihoon berebut daging dimeja makan. Minho terkekeh sambil memperbaiki posisi tidur Jihoon. 

Kini banyak sekali yang harus di urus oleh Minho. Ia juga belum Menemui Ayah kandung dan ibu nya yang lain. Namun karna Hari ini pernikahan Putri Jisoo tentu Semua akan berkumpul. Minho akan melihat mereka semua. Melihat semua keluarganya juga melihat adik perempuanya yang cantik menikah.

Entah mengapa ia mulai merasa bersyukur mengetahui ini lebih awal karna sebenarnya Jisoo akan dibawa Pergi Oleh Pangeran Daniel setelah menikah nanti. Tentu akan susah menemui Jisoo jika ia tau ‘Kenyataan itu’ lebih lambat.

Semua orang telah berkumpul. Para pangeran kini bersenda gurau dengan pangeran Daniel. Mereka terus menggoda pangeran Daniel dan membuatnya malu. Minho terus mengawasi semua Hal karna ini hari penting. Ia ingin semua lancar saat pernikahan adiknya. Setelah merasa tak ada yang perlu di khawatirkan dari adik-adiknya, Minho berjalan berkeliling memeriksa sektar memastikan semua berjalan lancar. Setelah itu ia menuju Ruang putri dan sedikit mengintip.

“Minho Oppa, Lihat! Bagaimana Penampilanku?” Jisoo yang memergoki Minho langsung memanggilnya. Ia sangat Bosan terkurung dalam kamar tanpa siapapun dengan Baju Pernikahan seindah itu.

“Kau benar-benar sangat cantik tuan putri. Sangat cantik, Sungguh” Minho mersa sangat bahagia sekaligus haru karna Jisoo Memanggilnya ‘Oppa’ Secara Non-formal. 

“Adiku Jisoo akan menjadi Gadis tercantik Hari ini dan selama” 

“Nde?” Jisoo tak terlalu jelas mendengar perkataan Minho.

“Aku berkata bahwa anda Gadis tercantik hari ini dan selamanya Tuan Putri,” Minho merubah kalimatnya. Jisoo terlihat sangat senang mendengar Kalimat Minho.

Selesai memeriksa semua hal, Minho kembali ke Aula tengah karna acara akan segera dimulai.

“Oppaaaa~ ” Daehwi berlari memeluk Minho. Minhyun dan Jisung juga berada disana. 

“Oppa Bogoshipeo!” Daehwi bersikap manja lagi. Minho mengusap-usap rambut Daehwi.

“Ya Ya Ya! Tatanan Rambutku, Jangan merusaknya! Nanti Kadar kecantikanku berkurang,” Daehwi sibuk menata rambut kembali. 

“Dimana para pangeran? kau tak bersama mereka?” Minhyun bertanya. 

“Aku baru saja memeriksa beberapa hal agar acara berjalan lancar aboji, Aigoo~ Umma sangat cantik,” Minho memuji Jisung yang terlihat bagus dengan pakaian yang di Kenakanya. 

“Tentu saja, Ibumu ini memang cantik,”

“Daehwi-aaa” Jinyoung melihat Daehwi dan langsung menghampirinya di ikuti Guanlin, Teamin dan Jihoon.

“Aigoo~ Uri Daehwi cantik sekali hari ini kan Jinyoung?” Taemin menggoda Daehwi.

“Nde Hyung,” Jawaban Jinyoung membuat Wajah dan telinga Daehwi Blushing.

“Lihat! Wajahnya memerah. Dia pasti senang sekali sekarang,” Jihoon masih terus mencari masalah dengan Daehwi. ‘Aiiih…Biangkerok ini benar-benar’ Ucap Daehwi dalam hati. 

“Aigooo…Para pangeran benar-benar tampan,” Jisung memuji dan Minho ikut tersenyum karna ikut merasa sebutan Pangeran. Mereka berbincang dengan Akrab.

Beberapa waktu selanjutnya Acara telah dimulai dan Minho memilih berdiri dibelakang para pangeran.

Jisoo Telah memasuki Aula dengan berjalan anggun. Terlihat sangat cantik dengan Gaun pilihan Minho dan membuat semua mata tak berkedip memandangnya.

‘Iya, Adiku memang sangat cantik. Dan mereka [Menatap Para pangeran dari belakang] Juga sangat Tampan’

Upacara pernikahan berjalan sangat Lancar tanpa kendala apapun. Kini Tiba saat semua anggota kerajaan bersenang-senang dengan semua hidangan yang telah di sediakan. Guanlin terus menatap sekitar mereka  mencari hal mencurigakan, Ia telah melihat Ayahnya berkeliaran didapur sejak pagi tadi dan Ia merasa ayahnya akan membuat ulah.

“Ayo hyung, Aaaaaaaa” Jinyoung mengambil sebuah camilan dan meminta Jihoon untuk membuka mulutnya. 

“Tunggu!” Guanlin tiba-tiba menghentikan mereka. Minho yang berdiri disamping Taemin ikut heran.

“Apa semua makanan dimeja ini telah di uji? Apa sudah di coba?”

Guanlin melihat makanan itu satu persatu. Membolak-balik camilan seperti anak kucing membongkar tong sampah.

“Hyung, Itu sudah di tata dengan cantik dan kini kau merusaknya” Jihoon menegur Guanlin agar menghentikan kelakuanya.

“Minho mengapa kau berdiri? Duduklah bersamaku dan Daehwi,” Taemin menarik Minho untuk duduk di sampingnya. 

“Aku serius, apa semua makanan telah diperiksa terlebih dahulu?” Guanlin masih keras kepala.

“Aigoo hyung, kita telah punya koki yang memastikan semua makanan aman. Lihat ini,” Jinyoung Mengambil makanan dan langsung memekanya cepat.

“Kauw lihhath khan hyungh, inib amanm,” Jinyoung berbicara dengan mulut penuh sampai bercecer.

“Aigoo pangeran, telan dulu makananmu,” Daehwi membantu Jinyoung membersihkan makanan yang di cecerkanya. Jinyoung sendiri hanya tersenyum bodoh.
Guanlin merasa tenang karna sepertinya semua makanan aman. 
“Baiklah, Yang ayo kita rayakan Pernikahan Jisoo Dengan sebotol Arak Istimewa bersama,” Taemin meminta sebuah arak pada Pelayan.
“Anu hyung, aku dan Daehwi tak bisa ikut minum karna kamuli masih dibawah umur,” sela Jinyoung.
“Tentu saja! siapa yang mengajak kalian? aku hanya mengajak para lelaki dewasa,” Taemin sedikit mengisengi Jinyoung. Dan sukses membuat Jinyoung cemberut di sebut tak dewasa.

“Aku! aku yang akan minum lebih dulu karna ini kali pertama aku boleh minum arak,” Jihoon mengajukan diri. Pelayan datang dan memberi arak pada gelas Jihoon. 

“Hoaaah Aku lelaki dewasa! Aku Sang namja!” Jihoon berseru sebelum meminum Araknya.

“Kau tak boleh,” Guanlin menyambar gelas Jihoon kemudian meminumnya cepat. 

“YA!! Hyung!” Jihoon memberi Deathlarge pada Guanlin yang tak persuli akan itu. Yang pasti Jihoon tak boleh meminum arak itu.

“Kalau begitu giliranku,” Tqemin juga telah di tuangkan oleh pelayan.

“Aku sangat ingin minum jadi biarkan aku mengambil milikmu Taemin,” Guanlin menyambar Milik Taemin juga. 

“Aku sangat suka minum jadi berikan itu padaku,” Guanlin meminta satu botol arak yang di pegang pelayan dan langsung menghabiskan minuman itu dalam satu tenggakan. 

“Baiklah, Kalian baru boleh Minum dan makan apapun sekarang,” Guanln sudah merasa puas mencicipi semuanya.

“Aku akan pergi kebelakang sebentar,” Guanlin berdiri dan langsung berjalan.

“Hyung, aku akan ikut dengan-”
GUBRAKK

[Guanlin pingsan]
“HYUNG!!!” Jihoon segera berlari pada Guanlin. Sangat terkejut karna dari mulut Guanlin kelyar banyak darah merah bercampur kecoklatan.

“Hyung!! Hyung!! Oh Tidak! Guanlin hyung,” Jihoon sangat takut karna Guanlin tak merespon apapun. Yang lain tak kalah terkejut melihat keadaan Guanlin. Minho segera menghampiri Guanlin dan memeriksa darah yang disemburkan guanlin.

“Dia telah menelan banyak racun.”

Minho segera menakan perut guanlin agar racunya keluar namun tak bisa. Guanlin terlalu banyak menelan racun dan dia tak mungkin selamat.

“Guanlin hyung, Guanlin Hyung Hiks ,hiks hiks hiks Hyuuuuung!! Andweyo! Hajima!! Hiks hiks…Hyung irona! Hyung..neo andwe!” Jihoon sudah memeluk kepala Guanlin erat sambil menangis keras. Begitu juga dengan Jinyoung

“Guan hyung, kumohon kumohon!” Jinyoung menggenggam tangan Guanlin erat. 

“Tidak! Kau tak bolah pergi, Andwe hyung andwe,” Taemin mencoba membantu Minho dengan menekan talapak kaki Guanlin. Namun tak ada respon.

“Oh tidak Guanlin, Jangan pergi Guanlin. Hiks..Hiks..Guanlin, ada banyak hal yang ingin kutanyakan padamu bertahanlah guanlin,” Minho masih menekan-nekan perut Guanlin dengan air mata mengalir.

“GUANLIIIIIIIIIIN…..TIDAAAAAKK!!”

Ha sungwoon berlari gopoh dengan air mata deras mengetahui bahwa Guanlin yang telah meminum semua racunya.

Next Part 8

 

One Response

  1. Rae Taemin Lee December 12, 2017

Add Comment