Binding You Prince 1 (Fanfiction SHINee X Wanna One) - Kpop Indonesia

Binding You Prince 1 (Fanfiction SHINee X Wanna One)

BINDING YOU PRINCE 1

Cast:
SHINee All Member
WANNA ONE All Member
TVXQ Changmin
Jisoo and Lisa Blacpink

Main Cast: 2Min ( Minho x Taemin)
Genre: Historical,Ansgt,Incesh, Comedy, family and Romance
Author : Shinka Kyung
Cover: Ulfa

Rate : Rate 17+

 

2min shinee

2min

 

 

Keterangan :
Mama : (panggilan untuk Raja, Ratu, Pangeran, Putri Yang umum) Arti dari Mama adalah ‘yang mulia’.
Jeonha : yang mulia Raja
Jungjeon :permaisuri
Wangseja : Pangeran Mahkota Pertama
Wangseje : Pangeran Mahkota kedua
Seonsaengmin : Guru
Lady : digunakan untuk memanggil Wanita bangsawan. Disini kita gunakan untuk memanggil Selir.

 

Seorang Anak lelaki manis tengah duduk bersila memandangi dan menggoda adiknya yang baru saja lahir.
Cilup Baa, Cilup Baa! Hallo pangeran, kau lucu sekali, begitu menggemaskan.” Changmin menyentuh pipi adiknya yang mengembang seperti bakpau hangat itu. Mencolek-colek Pucuk hidung adiknya.

“Dia laki-laki atau perempuan ibu?” Bertanya pada wanita paruh baya di sampingnya yang merupakan Ratu Joseon.
“Dia laki-laki sepertimu sayang,” mengelus pucuk kepala Changmin lembut.
“Benarkah laki-laki? Terlihat cantik sekali. Yepposeo,”
“Mungkin turunan dari ibunya yang sangat cantik,”
“Ye, Lady Gweboon memang sangat cantik,”

‘Yang mulia Raja Datang berkunjung!’ Seru Penjaga dan pelayan istana dari luar.

“Ah! Seorang anak lelaki?”
“Ye Jeonha”
“Tampan sekali. Kau harus menjadi Pangeran yang kuat. Lelaki yang gagah anaku,” Menggendong putranya dengan sangat lembut.
“Seperti anda yang mulia,” Yang mulia Ratu Jongmi memeluk Sang Raja Lee Jinki yang sudah menjadi Suaminya selama 10 tahun terakir ini.

Yang Mulia Jinki Menikah saat umur 18 tahun dengan Seorang purti kerajaan seberang Kim Jongmi yang 2 tahun lebih tua darinya. Dan Saat umur 25 tahun dia jatuh cinta pada Gadis biasa bernama Gweeboon dan menikahinya. Karna Gweboon berasal dari Kuluarga biasa yang tak punya kuasa, Gweboon hanya bisa menjadi selir Raja dan Gweboon menerimanya karna memang Gweboon juga mencintai Raja Jinki. Pro Kontra terjadi saat Raja Jinki menikahi Gweboon. Namum Sang Raja mempertahankan Cintanya dan Sang Ratu beraika sangat dewasa. Ia sama sekali tak keberatan atas pernikahan itu. Ratu Jongmi menyadari bahwa Raja Jinki yang di jodohkan denganya kini mencintai Wanita lain. Namum itu tak lantas Sang Ratu di abaikan. Raja Jinki Menyayangi Kedua Istrinya dengan adil walau status mereka berbeda. Keduanya juga sangat dekat satu sama lain.

 

Selama menikah dengan Yang Mulia Ratu Jongmi, Raja Jinki telah di karuniai seorang Putra Tampan,Cerdas, baik hati dan periang. Pangeran Changmin adalah pangeran Mahkota kesayangan Raja dan semua orang di istana karna Pangeran Mahkota merupakan Pangeran yang sempurna segala hal. Hari ini adalah hari Ulang tahun Pangeran Changmin ke 7 tahun dan Tepat pada hari ulang tahunya…Lahir Anak lelaki Cantik dari rahim Selir kesayangan Raja ‘Lady Gweboon’.

Pangeran Kedua Joseon ini bernama Lee Taemin. Pangeran Cantik yang mempunyai tanggal lahir sama dengan Kakak nya Pangeran Changmin. Hari ini Istana merayakan Ulangtahun kedua pangeran dengan sangat meriah.

 

Tahun demi tahun berlalu tak terasa bagi semuanya bersama menyaksikan tumbuhnya para pangeran. Kini Pangeran Taemin sudah mulai banyak berbicara di usianya yang menginjak tahun ketiga.
“Hyung…Itu apa?” Taemin menunjuk sebuah pohin besar.
“Itu pohon Taemin, Pohon itu sangat besar ya…Umurnya sudah sangat tua tapi tetap kokoh. Kelak aku juga ingin jadi seperti itu,”
“Kokoh? Kokoh itu apa?” Taemin yang masih berumur 3 tahun sangat aktif bertanya dan ingin tau semuanya.
“Kokoh itu kuat…Hyung akan jadi Kokoh demi melindungimu, Ibu kita dan Negara ini. Hyung ingin Menjadi pemimpin yang Baik dan Hebat,”
“Hebat itu apa?” Changmin tersenyum sambil mengusap kepala adiknya.
“Hebat itu bisa melakukan banyak hal…Biasa di andalkan dan di segani…Hebat itu bisa membawa sesuatu yang positif dan lebih baik Lee Taemin. Seperti ayah kita Raja Jinki…Dia Raja Yang hebat,”
“Raja Itu apa?” Taemin masih bertanya terus dan menerus seakan tak terputus pertanyaan yang di ajukan. Changmin sangat menyayangi adiknya itu tentu tak akan keberatan dengan Taemin di masa Ingin tau ini. Lady Gweboon mengatakan bahwa Changmin juga seperti Taemin ketika dia kecil. Ratu Jongmi juga mengatakan Taemin sangat lucu dan mirip seperti Changmin juga. Changmin menyukai itu.

Setelah mengajak Taemin bermain di halaman istanah. Sekarang Changmin menggendong Taemin membawanya berkeliling Istana. Menggendongnya sambil berlari dan kakak adik itu saling tertawa girang. Para pengawal mengawasi dari jauh. Begitu juga dengan Ratu Jongmi dan Lady Gweboon.
“Anak kita luar biasa,” Ucap Yang mulia Ratu,”
“Ye Mama, Pangeran Mahkota sangat luar biasa,”
“Pangeran Taemin juga sangat Cerdas Lady Gweboon. lihat saja, Umurnya yang masih 3 tahun namun dia seperti sudah berumur 5 tahun, Jika keponakanku datang. Istana ini pasti sangat Ramai seperti Acara parade setiah hari Hahaha.”
“Keponakan anda masih berada diluar negri mama?”
“Nde. adikku yang bodoh Kim Jaehwan. Melancong dan Akirnya Menikah dengan Orang asing lalu kini menetap disana,”
“Ada pasti sangat merindukan Pangeran Jaehwan,”
“Aku sering mengirim surat padanya dan dia membalasku, beberapa waktu lalu ia mengirim Gambar anaknya yang diberi nama Kang Daniel,” Sang Ratu menunjukan Sebuah gambar dari Keponakan satu-satunya yang kini berusia 4 tahun.
“Ternyata Sangat tampan,” Komentar Gweboon.
“Sejenak aku berfikir…karna menikah dengan orang asing Wajah anaknya akan berbeda. Namum ternyata Wajahnya mirip dengan adiku. Ah dia satu tahun di atas Taemin,”
“Ye mama, seandainya mereka bertiga berkumopl pasti akan terlihat semakin menyenangkan,”

GUBRAKKK…!!!

“PANGERAAAAN….!!!” seluruh dayang dan penjanga istana berlari menuju kedua pangeran yang terjatuh.
“Oommona…Nan aegy,” Yang mulia Ratu dan Selir berlari saat melihat anak mereka jatuh.
“Changmin Wangseja Gwenchanaseyo?” Tanya seorang dayang sambil membantu Changmin yang jatuh tertindih tubuh Taemin.
“Nan Gwenchanayo,” Menjawab dwngan bahasa sopan meskipun pada dayang.
“Naega Gwenchanayo Jungjeon,” Changmin berbicara formal pada ibunya.
“Taemin Wangseje Gwenchanayo?”
“Nde,” Menjawab singkat.

“Wangseja!!!” Para pelayan berteriak terkejut melihat kaki Changmin yang terluka dan mengelurkan banyak darah.
Sementara Pangeran kedua. Wangseje Taemin Tengah kebingungan karna semua orang panik. Wangseja mereka tengah terluka.

 

Baru kemarin Changmin dan Taemin merayakan ulang tahun meriah di kerajaan dan Kini Pangeran Changim Tak bergerak Untuk waktu seterusnya.

Pangeran Mahkota Terkena Titanus yang membuatnya kelihangan nyawa karna insiden saat bermain dengan Pangeran Taemin. Kini Kerajaan sangat berduka kehilangan Wangseja mereka yang berharga Terlebih Sang Raja dan Ratu juga Lady Gweboon apalagi Pangeran Taemin yang tak mengerti juga tak henti mencari dan menanyakan keberadaan kakaknya. Kerajaan menjadi sangat sepi tanpa kehadiran Wangseja yang Periang dan Ramah.

Satu tahun berlaru dengan penuh kehampaan…Namun kini Kerajaan Mendapatkan seorang anggota baru. Seorang Putri Cantik lagir dari Yang mulia Ratu Bernama Jisoo. Seorang putri cantik yang sangat amat manis dan di sayang oleh Pangeran Taemin. Satu tahun berikutnya Ratu Jongmi melahirkan Seorang putra lagi dan diberi rama Jihoon…Wajah Pangeran ketiga ini mirip dengan pangeran Changmin kakak kandungnya yang telah tiada.

 

Kerajaan menjadi ramai kembali Setelah kehadiran Si kembar (Jisoo dan Jihoon) Mereka di katakan kembar karna Mereka sodara kandung yang lahir hanya selisih satu tahun jadi pertumbuhan mereka sekilas terlihat sama. Taemin sangat menyayangi kedua adiknya ini. Dia masih mengingat Changmin dan mengingat setiap hal yang di ajarkan Pangeran Changmin padanya. Kini ia sudah berumur 5 tahun dan mengeri arti kematian. Mengerti betul bahwa Kakaknya Changmin telah pergi jauh tak kembali. Kini ia memutuskan untuk meneruskan mimpi kakaknya Changmin Sebagai Raja yang kuat dan Hebat. Namun sangat disayangkan karna Taemin mempunyai fisik yang lemah dan rapuh seperti perempuan, Sangat berbanding terbalik dengan Pangeran Changmin.

2 Tahun berselang Istana kembali mendapat Pangeran yang sangat mempesona. Kali ini terlahir dari Rahim Lady Gweboon. Adik kandung Lee Taemin ini diberi nama Jinyoung. Wajahnya sangat kecil dan menggemaskan.

10 Tahun berlalu.
Pangeran Taemin menjaga dan merawat adik-adiknya dengan sangat baik. Si kembar sering sekali bertengkar akan hal remeh. Karakter Jihoon dan Jisoo sangat mirip. Sama-sama Keras kepala dan Kuat atas keinginanya juga Ambisius. Sangat berbanding terbalik dengan Taemin dan Jinyoung. Walaupun begitu Pangeran Jihoon juga mempunyai karakter yang periang seperti mendiang Wangseja Changmin dia juga Sangat pintar sedangkan Jisoo seorang putri yang sangat baik hati yang bahkan sopan meskipun pada para pelayan, benar-benar sangat rendah hati.

lee taemin shinee

Crown Prince Lee Taemin
(Wangseje)

Pangeran Keempat Jinyoung menjadi adik paling kecil dan imut. Sifatnya sangat penurut dan manja pada kakak tertuanya. Walaupun dia paling kecil dia jarang sekali bertingkah seperti anak kecil dia karakter anak manis yang tenang. Sebenarnya dia lebih dewasa dari umurnya.

 

Besok adalah perayaan Ulang tahun Wangseje ke 18. Semua adik berkumpul untuk mendiskusikan Hadiah yang akan diberikan pada kakak mereka.
“Jisoo…Apa yang akan berikan pada Hyung?”
“Yaaa Jihooni! Noona…Panggil Noona…Kau harus memanggilku noona,”
“Nde nde ndeee…arraseoyooo!”

jisoo

Princess Jisoo

“Ah Gurae!! Besok Oppa akan berumur 18 bagaimana jika kita mulai memilih putri untuknya? dia sudah boleh menikah kan…?”

jihoon wanna one

Prince Jihoon

“Aniyaaaa…..!! andweyo! Aku tak ingin dia jauh dari kita dulu…Bagaimana menurutmu Jinyoung?” Jinyoung yang daritadi hanya menoloeh kekanan dan kekiri memperhatikan kedua kakaknya bedebat kini di perhatikan juga.
“Aku fikir…Kita harus memberikan sesuatu yang Hyung sukai?”
“Oppa banyak menyukai sesuatu,”
“Dia tampak sangat Lembut dan cantik Aku akan memberinya Sutra yang terbaik,”
“Aku akan memberinya kuda terbaik di kerajaan kita, Ah~ Oppa pasti menyukainya,”
“Dan kau Jinyoung?” Jihoon bertanya pada maknae mereka yang tak banyak bicara.

Bae jinyoung Wanna one

Prince Jinyoung

“Aku akan memberikan sesuatu yang kubuat sendiri,”
“Awh Kiyowooo~” Ucap Jisoo mengelus dagu dan Jinyoung Pasrah seperti anak kucing yang di belai dagunya.
“Noona~ aku juga mau di belai seperti Jinyoung!”
“Ayolah Jihoonnie~ Kau imut tapi kau tak cukup menyaingi keimutan Maknae kita,”
“Hufff…!!” Melipat tanganya didada dan mendongakan wajahnya mengendus kesal.

 

Malam hari Jinyoung berjalan bersama para dayang dan pengawalnya menuju istana Lady Gweboon.
‘PANGERAN KE 4 TELAH DATANG’
ucap Pengawal.

[Membuka pintu]

“Ommonim,” Menunduk memberi salam.
“Tak perlu menunduk seperti itu pangeran,”
“Tak apa Ommonim…Apa yang sedang kau lakukan?” Memandang ibunya yang tengah merajut.
“Membuat sesuatu yang indah anaku,” Masih merajut.
“Ibu…Besok adalah ulang tahun Hyungnim dan aku kebingungan mencari hadiah yang bagus untuknya, aku berfikir membuat hadiah sendiri akan bagus namun aku masih tak menemukan sesuatu untuk kukerjakan,” Duduk disamping Lady Gweboon.
“Besok umur Hyungmu 18 tahun..Umur yang sudah lepas dari masa remaja menuju dewasa, Tak kusangka secepet ini. Apa menurutmu dia menjadi kakak yang baik?”
“Sangat baik ibu…dia kesayanganku,”
“Besok adalah waktunya…Jadi kita harus membuat sesuatu yang berguna untuknya di masa depan,”
“Apa Hyung akan melakukan perjalanan?”
“Dia adalah penerus raja. Jadi dia harus tumbuh kuat, Raja kemungkinan akan memindahkanya ketempat yang jauh,”
“Jinjjayo??” Terdiam dan merenung sejenak.

“Jinyoung sayang. Wangseje adalah kakak kandungmu yang berharga, Tapi jangan bersedih hati dia pasti kembali lagi,”
“Apa Jisoo Noona dan Jihoon Hyung tau tentang ini?”
“Tidak,”
“Besok mereka pasti akan Histeris,”
“Kau bisa memberitahu mereka pelan-pelan kan Pangeran Jinyoung?”
“Tentu Ommonim,”
“Baiklah…Eum…Bukankah kau ingin memberi Hadiah yang bagus? Kau bisa mengerjakan ini bersama ku dan memberikan Hadiah ini atas nama kita berdua,” Menyodorkan rajutanya bermotif bunga-bunga mawar merah dan biru.
“Nde ommonim…tapi aku ingin berikan ini saja,” Memungut kain putih berukuran 40cm dan mengikatkanya pada wajah (memakainya sebagai cadar)
“Seperti ini ibu,” aye smile nya terlihat jelas dia tengah tersenyum di balik cadar itu..
“Agar terlihat serasi dengan milik ibu, aku akan membuat motif yang sama. Taemin hyung butuh ini untuk menjaga kesehatanya di perjalanan nanti,”
“Dan butuh itu untuk menjaga identitasnya,”
“Em?” Jinyoung memiringkan kepalanya menatap lady Gweboon seolah bertanya ‘mengapa harus begitu?’
“Hyungmu akan dikirim kepada Sahabat Raja untuk pelatihan diri dan mendalami masalah rakyat lewat statusnya yang akan jadi bangsawan biasa. Statusnya sebagai pangeran akan disembunyikan demi keamanan beliau. Kau tau jinyoung? Kakakmu akan mewarisi tahta kerajaan dan kini banyak yang akan mengincar kakakmu namun kakakmu benar-benar tak ahli dalam menjaga diri atau pertahanan diri. Dia memang berfisik lemah maka dari itu…bisakah aku meminta toling padamu untuk membantu, mendampingi dan menjaganya kelak ketika tahta diwariskan?”
“Mengapa harus menunggu Tahta diwariskan ibu? aku bisa menjaganya mulai sekarang…jadi biarkan aku ikut dengan Hyung ommonim,”

Lady Gweboon hafal betul karakter anaknya itu. Walau Jinyoung masih berumur 11 tahun namun pemikiran Jinyoung sudah seperti anak berumur 17 tahun. Lady Gweboon bisa mengandalkan Jinyoung untuk banyak hal. Selain sastranya yang bagus. Jinyoung jiga bagus dalam bela diri dan kegiatan fisik dia juga anak yang pintar.

“Aku akan berbicara pada raja,”

Jinyoung berpamitan pada ibunya dan menuju Kamar Sang raja, tak lupa ia juga membawa Kain cadar yang di pilihnya.

‘PANGERAN KE 4 DATANG BERKUNJUNG’

“Salam yang mulia” Jinyoung berlutut memberi salam pada Raja Jinki.
“Jinyoung anaku,” Raja Jinki datang pada Jinyoung dan membelai punggunya.
“Ada apa Pangeran?”
“Ommonim mengatakan yang mulia akan mengirim Wangseje untuk Pelatihan. Mohon ijinkan hamba untuk menemaninya yang mulia,”
Berlutut memohon.
“Hahaha…Kau ini menggemaskan sekali, kau tau berapa umurmu? kau fikir kau sudah cukup umur untuk ku ijinkan pergi? Hahahaha…kau lucu sekali anaku,” Membelai pucuk kepalanya.
“Tapi hamba ingin ikut pergi dan melindunginya yang mulia,”
“Kemarilah anaku,” Meminta Jinyoung duduk di dekatnya dan Pangeran ke 4 pun Menurut.
“Anaku, Kau tau mengapa kakakmu begitu lemah?”
“Animida mama,”
“Itu karna sejak kecil dia sudah terbiasa mengandalkan orang lain. Sebelum dirimu dan kakak-kakak mu, Pangeran Mahkota selalu di jaga oleh Kakak pertama Kalian…Pangeran Mahkota sebelumnya,”
“Mendiang Wangseja? Changmin hyung?”
“Benar sekali. Pangeran pertama sangat menjaga Pangeran kedua sepertimu sehingga Pangeran Kedua menjadi manja dan lemah, dia harus menjadi kuat karna dia harus mewarisi tahta kau mengerti kan anaku?”
“Nde abonim,” Menatap datar.
Mengerti bahwa ia tak mendapat ijin dari ayahnya akhirnya ia kembali dari Ruangan raja.

[Keluar dari Kamar Raja dan berjalan menuju Kamarnya sendiri]
“Ya Jinyoungie!!”
“OMO Kamchaga!!!!” Jinyeong terkejut setelah Jihhon tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang.
“Aiih Hyung…!! mwoayo!!!” Kesal
“Apa yang kau bicarakan dengan Ayah kita hah?” Berjalan memutari Jinyoung dengan tangan teripat didada dan wajah yang mendongak (Karna Jinyoung lebih tinggi๐Ÿ˜‚)
“Eum..Hyung mengapa belum tidur?”
“Hei bocah! kau mengalihkan pembicaraan!”

Jihoon memang berwajah Imut, Tampan sekaligus cantik namun sebenarnya itu bukanlah perwujutan asli sifatnya. Dia sangat Usil dan suka memerintah dan suka mengurusi orang. Dengan kata lain dia kakak yang judes dan bawel.
“Hyung kau ini kenapa selalu bertingkah semaumu aiih…jinjja. Jika ku katakan kau pasti akan menangis!”
“Tidak akan! Aku sangat Gentle,”
Menatap Jinyoung tajam.
“Apa yang coba kau lakukan dengan wajah imutmu itu hyung,” Menggoda Jihoon.
Plak! Plak! Plak!
“Kau anak nakal kenapa menyebalkan sekali,” *Memukul punggung Jinyoung pelan namun berkali-kali. Jihoon tak suka dikatakan Imut atau cantik..Mirip sekali dengan Taemin namun Taemin jauh lebih Baik hati dan lembut tak seperti Jihoon.

“Aw aw aw arraseo arraseo!!” Jinyoung akhirnya mau berkata jujur dan Jihoon berhenti memukulnya. Bertatapan serius.

“Taemin Hyung akan diminta keluar istana,”
“MWOOOO!!!! DIA DI USIR!!?? JINJJA!!!”
“Bukan di usir hyung, tapi dia akan dikirim pada teman raja untuk menjalani pelatihan,”
“Pelatihan apa…tak cukupkah selama ini? Taemin Hyung punya fisik yang lemah kita tak bisa biarkan itu. Aku akan menemaninya!!” Jihoon menyincing baju dan berjalan menuju kamar Raja.
“Kau fikir kau akan dapat ijin?” Jihoon terhenti dan memandang Jinyoung.
“Kau fikir untuk apa aku datang kekamar Raja,”
“Jadi dia melarangmu?”
“Gurae,”
“Ah Jinjja…Eotokhae…Hiks,”
“Hyung kau menangis,”
“Tidak!! aku tidak menangis”
Dia tetap mengelak walau memang benar menangis.
“Aku sedikit lega kau mengetahui hal ini, sekarang yang kukhawatirkan adalah Jisoo Noona. Ketika tau perihal ini dia pasti akan Histeris dan menghalangi Taemin hyung berangkat,”
“Ah…lagipula pelatihan macam apa yang mengharuskan Pangeran mahkota di ungsikan? ini seperti tengah di asingkan…seolah dibuang tak masuk akal sekali,” Jihoon terus berbicara negatif.
“Nan molla seo hyung,”
“Aku tau Appa Sudah sentimental sejak dulu pada Hyung, aku bahkan merasa Appa menyalahkan Taemin hyung atas kematian Wangseja,”
“Apa memang begitu?”
“Aku juga berfisik serupa dengan Taemin hyung, jika aku yang jadi putra mahkota Raja pasti juga akan mengasingkanku. Oh tidak…aku akan dibuang kesebuah desa kecil, diminta melakukan pekerjaan berat dan tak cukup makan. Aggghhhh,”
“Jadi hyung mengakui bahwa Hyung itu Lelaki Cantik seperti Taemin Hyung?”
“Nde…Kau pun begitu Jinyoung. Kita bertiga mempunyai wajah serupa,”
“Tidak…tidak…aku Tampan seperti Abonim…”
“Heem…Kau tau? Raja itu berwajah lebih Muda dari umurnya dan sepertinya itu menurun padamu,”
“Bagitulah…”
“Kadang aku merasa iri padamu..”
“Wae?”
“Raja seolah lebih menyayangimu,”
“Aku fikir Raja Menyayangi semua anaknya,”
“Dia tak terlalu memperdulikanku dan Jisoo Noona. Apalagi Pada Taemin Hyung dia sering bersikap jahat dimataku. Tapi dia selalu lembut padamu,” Jihoon memang selalu merasa bahwa dia tak di sayangi oleh ayahnya.
“Ah…aku tak tau harus merespon bagaimana saat hyung mengatakan kalimat semacam ini,” Jinyoung kebingungan dan merasa sedikit bersalah. Jihoon melihat wajah murung Jinyoung…justru menjadi luluh.
“Ah Jinjja Wajahmu itu menggemaskan sekali dalam expreai apapun. Sudahlah…sekarang kita pergi dan beritahu Jisoo Noona,”
“Andwe Hyung…Dia akan histeris dan melarang,”
“Itu ide yang bagus agar Wangseja tak jadi di asingkan,”
“Menurutku ini bukan ide yang bagus,”
“Ah…Kajja!” Menarik tangan Jinyaong berlari menuju Kamar Jisoo.

“PANGERAN KEDUA DAN KETIGA DATANG BERKUNJUNG,” Seru penjaga.

“Eum? Jihoon dan jinyoung?” Jisoo tengah ditata rambutnya oleh para dayang istana.

“Ye Tuan putri,”
“Tumben sekali, Apa ini sudah selesai? Suruh mereka masuk..” Memlihat sekilah tatanan rambut sederhana dari para pelayan.
“Ye Tuan putri,” Penjanga mengijinkan Para adik Jisoo untuk masuk.

“Nunaaaa,” Jihoon lari dan langsung ikut duduk didepan Jisoo.
“Hah?” Jisoo bertanya-tanya. Tumben sekali Jihoon bersikap manja padanya, biasanya mereka selalu bertengkar. Jinyoung menusul Jihoon dengan berjalan tenang.
“Salam Nuna,” Jinyoung berdiri sekitar 2 meter dan menunduk memberi salam.
“Nde Jinyoungie…Ada apa dengan” Melirik Jihoon, seolah memberi Jinyoung kode.
“Ah…Eum…Anu nuna…Sebenar-”
“Taemin Hyung akan di ungsikan di tempat entah berantah nunaaaa,” Jihoon menyelak kaliamat Jinyoung.
“MWOOO!!!” Jisoo terlihat sangat terkejut.
ANDWEYO…!!! ANDWEYO…!!! OPPA…!!!” Jisoo berlari keluar kamarnya sambil menangis Histeris menuju kamar ibunya sang Permaisuri.

Jisoo benar-benar membuat keributan di istana. Alih-alih membuat keputusan Raja berubah..Hal ini justru membuat Raja marah dan memutuskan untuk memberangkatkan Pangeran Taemin diam-diam.

Di kamar Wangseje
Ia telah mengetahui bahwa ia akan di ungsikan ketempat yang jauh dan menyembunyikan identitasnya sebagai Pangeran Mahkota demi keamananya. Dari perasaan terdalamnya dia sebenarnya merasa sangat sedih sekarang karna harus dipisahkan dengan Ibu dan adik-adik yang sangat ia sayangi. Ia sudah mendengar bahwa Jisoo menangis Histeris dan membuat masalah di Istana. Ini benar-benar membuatnya sangat bersusah hati. Ia sudah berusaha menjadi sekuat mungkin namun Kemampuan fisiknya terbatas. Raja terus saja mengatakan dia lemah dan butuh pelatihan diluar istana. Raja mengatakan Dia seperti anak perempuan tak seperti Pangeran Mahkota sebelumnya. Dia sangat mengerti itu bahwa dia anak seorang Selir yang tak seharusnya menjadi Putra Mahkota. Dia juga menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Kakaknya.

“Anda sudah siap Pangeran?” Ong Sungwoo adalah Panglima yang ditugaskan untuk menjaga Pangeran Taemin dalam perjalanan ini.
“Aku siap Panglima…” Para pelayan membawa semua barang Pangeran Taemin. Mereka berjalan menuju pintu belakang untuk Keluar Istanah. Sejenak terhenti…Memandangi istana, Tersenyum sayu teringat adik-adiknya…Ia tak tau kapan ia akan kembali.
“Taemin Hyung,” Jinyoung tiba-tiba muncul. Sedikit berlari dengan mata sembab.
“Hyuuung” Memeluk Taemin erat sesenggukan.
“Cup cup cup…Uljima Uljimayo,”
Menepuk dan membelai rambut adik kandungnya tersebut.
“Jinyoungie Uljimayo,” Masih membelai rambut coklat sang Maknae.
“Aku sudah mengatakan pada Jihoon hyung kalau memberitahu Jisoo nuna bukan ide bagus. Lihat sekarang kau harus pergi bahkan sebelum pesta perayaan ulangtahunmu. Mereka bahkan tak sempat bertemu denganmu…Benar-benar…ini…hiks”
“Ommona ! Gwenchana Gwenchana,” Jinyoung sudah lebih tenang mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.
“Hyung, Saengil Chukae Hamnida. Selamat ulang tahun ke 18 Hyung,” Memberikan sebuah kain. Taemin melihatnya dengan tersenyum.
“Ini dibuat oleh Ibu Gweboon dan ini dariku,” Taemin membuka lebar kain dari ibunya itu dan memakainya di kepala…Melihat Kain yang diberikan Jinyoung.
“Apa ini?”
“Ini cadar untukmu hyung menjagamu dari debu dan membantumu menjaga identitas,” Taemin tersenyum lebar.
“Kau memang adiku yang paling manis,”
“Aku yang paling kau sayang kan hyung,”
“Tentu saja,” Wajah Jinyoung tersenyum merekah
“Tentu saja aku sayang kalian bertiga,” Raut wajah Jinyoung kembali datar.
“Yasudahlah hyung…Berangkatlah..Jaga dirimu baik-baik,”
“Nde Maknae…Kau tidak merajuk kan?”
“Tak,”
“Okey kau merajuk,” Taemin menarik leher Jinyoung untuk dipeluk.
“Ini…ini…Bisa tolong pasangkan Cadarnya?” Wajah Jinyoung kembali cerah memasang Cadar pada kakaknya.

“Jinyoung, Aku tau kau paling kecil namun hyung sangat mengandalkanmu untuk menjaga Kedua kakakmu,”
“Nde hyung…jangan khawatirkan mereka. Aku akan menjaga Jisoo Nuna dan Jihoon Hyung, berlatihlah dengan Giat dan cepat kembali hyung, kami akan sangat merindukanmu…terutama aku dan Gweboon Umma,” Menatap Sendu.
“Nde. Sempai jumpa Jinyoung, sampaikan salamku untuk semuanya nde,” Tersenyum sambil mengusap rambut jinyoung lembut.

 

Di Tengah perjalanan.
“Panglima, Kemana tempat tujuan kita?” Taemin bertanya dari balik cadarnya.
“kita akan segera sampai di tempat tujuan Pangeran, Kau akan dititipkan pada Sahabat lama yang mulia raja, Ia seorang Guru besar beladiri sekaligus tabib,”

5 Jam setelahnya, Mereka telah sampai pada sebuah rumah terpencik terletak di atas perbukitan dan terlihat sederhana sekali.
“Seorang lelaki dan perempuan berdiri menyambut mereka diluar rumah,” Taemin dan Rombongan telah sampai.

“Salam Yang mulia pangeran Mahkota, Hamba adalah Hwang Minhyun. Orang yang ditugaskan yang mulia raja untuk membimbing anda,” Hwang Seonsaengnim berparas tampan, Tinggi dan hangat.
“Dan hamba adalah istrinya, Yoon Jisung Salam Pangeran,” Jisung dan Minhyun adalah pasangan suami istri dengan satu anak lelaki dan satu anak perempuan.
“Dimana anak-anak kalian?” Panglima Ong bertanya.
“Mereka masih tertidur. Saya akan mengenalkanya pada pangeran jika mereka terbangun nanti,”
“Akan lebih baik jika hanya kalian yang tau bahwa Yang mulia ini adalah Wangseje,”
“Oh baiklah panglima tak masalah, Lahipula anak-anaku pasti akan sangat canggung jika tau dia seorang Pangeran,” Pangeran Taemin tersenyum lembut.
“Kemarilah Pangeran,” Jisung memanggil.
“Lee Taemin, Namaku Lee Taemin. Silahkan panggil Namaku saja Ahjuma,”
“Ah Baiklah. Mulai sekarang kau akan menjadi bagian dari keluargaku. Kau bersedia menjadi anak asuhku?”
“Tentu saja Jummonim,”
“Heiiiy Ong! Suruh Pengawalmu untuk menurunkan semua barang anaku ini dan masukan kekamarnya” Jisung memerintah dan hanya di Tanggapi dengan putaran mata dari Ong Sungwoo. Hwang Minhyun hanya tersenyum, Istrinya memang seperti itu. Mereka memang Teman akrab sebelumnya, mereka berteman dengan Sang Raja juga sejak kecil.

 

Masuk kedalam rumah sederhana itu dan duduk diruang tengah.
Bediam diri memandangi sekeliling rumah. Memberhatikan sekitar.
“Taemin…Kau sudah makan?”
“Sudah Jumma.”
“Ah, Kalau begitu istirahatlah…Kau bisa istirahat dikamar kami, Sebenarnya kau akan tidur dengan anak pertamaku. Tapi dia sudah tidur duluan dan memenuhi ranjang dengan tubuhnya, sementara anaku yang lain lain adalah perempuan jadi kau tak boleh tidur denganya hehehe,”
“Aku mengerti jumma, Kau dan Hwang Seonsengnim bisa tidur dikamar kalian saja, aku akan disini lagipula sebentar lagi pagi, aku sudah tak bisa tidur,”
“Ommo…begitukah? Ak kalau begitu aku akan didapur..aku akan menemanimu sambil menyiapkan Makanan ne?”
“Ne jumma aku akan membantu,”
“Aniyaaa…andweyo kau seorang…Oh…Baiklah,” Sempat ragu namun akhirnya mempersilahkan. Jisung dan Taemin menyiapkan masakan diruang tengah bersama.
“Kau tak tidur?” Minhyun datang setelah berbincang dan mempersilahkan Panglima Ong Seungwoo kembali ke Istana.
“Taemin ingin membantuku,”
“Benar,” Taemin tersenyum dari balik cadarnya.
“Mengapa kau tetap memakai cadarmu?” Minhyun datang mendekat dan memandang Taemin “Ah benar, Kau bisa melepas Kerudung dan cadarmu sekarang nak,” Jisung memandang lembut.
“Baiklah,”

Taemin membuka Kaun penutup kepala dan cadarnya perlahan.
“OMMO…!!”
“Wow….!” Pasangan suami istri itu terkejut. Taemin hanya menunduk terdiam dengan pandangan lembut.
“Yeobo…Kau yakin dia anak laki-laki?” Jisung berbisik pada suaminya.
“Tentu saja, Si Ong mengatakan dia pangeran tak mungkin salah karna dia Pangeran mahkota,”
“Tapi mengapa cantik sekali, jauh lebih cantik dari perempuan,”
“Kau benar…Dia juga lembut sekali, berbeda sekali dengan anakmu,”
“Heiiiy…dia anakmu juga,” Pasangan itu saling berbisik dan membuat Taemin kebingungan.

“Apa ada sesuatu yang menggangu?” Seolah tersadar, mereka kembali bersikap biasa.
“Ah Aniyaaa. Hanya saja Kau sangat tampan…tampan sekali,”
“Benar, Wajah Pangeran membuat kami terkejut,” Mendengar jawaban itu Taemin hanya tersenyum manis.

“Euggghhmmm Umma….ige mwoya,” Seorang Gadis keluar dari makarnya dengan rambut berwarna coklat dan berantakan.
“Umma kenapa kalian Bangun pagi sekali dan berisik?” Berusaha memulihkan fikiranya yang belum penuh karna bangun tidur. Melihat seseorang disana yang dirasa asing. mengerutkan alis dan Terkejut. Berjalan menyamping menuju ibunya.
“Umma…Nuguseyo?” Menunjuk Taemin dengan Janggutnya. Jisung hanya tersenyum

“Taemin…Perkenalkan…Ini anak perempuanku Lee Daehwi. Daehwia.. Berikan salamu,”
“Annyeonghaseo Unnie…Daehwi imnida, bangapsumnida,”
“Ya!! Daewhi…Dia laki-laki,”
“EHH?? Tidak mungkin,”
Setelah perkenalan yang canggung dan perdebatan kecil antara ibu dan anak akirnya Mau tak mau Daehwi harus percaya bahwa Taemin seorang anak lelaki.

Fajar telah menyingsing…Taemin membantu Jisung dan Daehwi juga, kini Taemin diruang makan menata Perkakas yang akan digunakan untuk makan pagi bersama.
“Daehwi-aaa Apa dikamar mandi ada orang???” Seseorang berteriak dari kamar.
“Opseoooo….!!!” Daehwi menjawab dengan teriakan juga dari dapur. Taemin sedikit terkekeh karna merasa keluarga itu terlihat sangat lucu. Berbeda sekali dengan Keluarganya di istanah yang Kaku kecuali Adik-adiknya yang imut.

“Eungmmmng,” Seorang anak lelaki keluar kamar dengan wajah berantakan dan hanya mengenakan handuk. Berjalan santai menuju kamar mandi dan melewati Taemin yang sedang berada di meja makan. Merasa aneh (Terhenti dan menoleh)
“HOWAAAA..!!!” Berteriak.
Taemin hanya terdiam dengan pandangan datar.
“NUGUYA!!!” Taemin tetap hanya menatap datar.

“Eommaaaaa !!!” Minho berlari menuju dapur.

Part 2.

 

 

5 Comments

  1. Zoanicta October 8, 2017
  2. Indah Arnia October 8, 2017
  3. song minnie mints October 8, 2017
  4. Rae Taemin Lee October 8, 2017
  5. Iska Taeminlee October 8, 2017

Add Comment