Destiny | 2min | Chap 1 - Kpop Indonesia

Destiny | 2min | Chap 1

Destiny | 2min  | Chap 1

MinhoxTaemin
Author: Albatroz

Ini ff pertama saya yg baru lahir jadi masih tahap uji coba/? Maafkan typo yg bertebaran dan jika ceritanya jelek ???

Happy Reading..

Apa ada yang bisa melawan takdir
Atau sekedar lari dari takdir?

☆☆☆
“apa kau sudah melihat semua target barumu?”
“sudah”
“lalu kenapa kau masih tiduran seperti ini? Waktumu hanya dua bulan” lelaki bermata sipit itu terus berucap tegas pada lelaki berkulit tan
“iya aku tau hyung. Tenanglah” lelaki berkulit tan itu masih tetap memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menerpa wajah tampannya
“terserah apa yang akan kau lakukan. Baginda memberi waktu hanya dua bulan dan kau harus membereskan semua itu” lagi lelaki bermata sipit itu berucap tegas menasehati Minho sebelum ia terbang dan menghilang sedangkan Minho hanya menghiraukannya ia masih membaringkan tubuhnya diatas rerumputan.
☆☆☆☆
Angin malam behembus dingin ditambah dengan datangnya musim hujan. Lee Taemin pemuda itu kembali menggosok tangannya dan meniupnya berusaha mengahangatkan tubuhnya yang terasa mulai membeku. Sudah lebih dari satu jam ia menunggu di gang sempit ini. Gang sempit diantara bangunan tua, Taemin kembali melihat ujung gang saat ia mendengar derap langkah kaki. Ia segera berdiri tegak membenarkan posisi topi hitamnya.
Seorang pria parubaya dengan dua bodyguardnya yang berbadan besar menghampiri Taemin dengan tatapan angkuhnya. Pria parubaya itu nampak mengeluarkan sesuatu dari balik saku jas hitamnya lalu melemparnya pada Taemin . Dengan sigap Taemin menangkapnya, sebuah amplop coklat yg berisi tumpukan uang. Taemin memasukkan amplop itu pada saku jaketnya setelah memeriksa benda itu.
“apa kau yakin tidak meninggalkan jejak sedikit pun?” suara berat pria parubaya itu mengintrogasi Taemin
“tentu” jawab Taemin singkat
“Hm baiklah. Tapi jika suatu saat polisi mengetahui ini kau akan menerima takdir dariku”
“aku pastikan itu tak akan terjadi”
“bagus. Aku akan memanggilmu lagi jika aku membutuhkanmu” pria parubaya itu segera melesat pergi dengan ke dua bodyguardnya. Taemin pemuda manis itu juga ikut melangkahkan kakinya. Namun beberapa langkah ia terhenti dan melirik kebelakang ia merasakan ada sesuatu yang aneh. Ia menghembuskan nafas panjangnya saat tak menemukan apapun mungkin ini hanya pikirannya saja. Ia kembali melangkahkan kakinya untuk pulang. Tanpa ia sadari ada sepasang mata elang yang sebenarnya mengawasinya sedari tadi.
Taemin melangkah memasuki sebuah klinik hewan yang sekaligus rumahnya. Taemin pemuda berumur 23 tahun ia adalah seorang dokter hewan yang sangat handal namun sesuatu dimasa lalu menariknya pada dunia kelam yang hingga saat ini membuatnya semakin terlena akan itu. Hidup sebagai pecandu narkoba membuatnya rela menjadi pembunuh bayaran hanya untuk uang dan pil haram itu. Puluhan nyawa telah lenyap ditangannya tergantikan dengan uang dan pil surganya. Taemin melepas jaket, topi serta kaos hitamnya mencuci tangannya yang masih terlihat bercak darah begitu juga dengan kaosnya. Ia membasahi kaosnya pada wastafel dan segera mencucinya bersih tak lupa dengan pisau kecil yang melingkar di pergelangan tangannya. Beberapa menit ia habiskan untuk menghilangkan semua sisa jejaknya. Ia melangkah menuju kulkas sambil menyulut rokok ia biarkan setengah tubuhnya terekspos. Tangannya terulur membuka kulkas dan mengambil sebotol wine. Ia berjalan dan menghempaskan diri di sofa meniupkan asap rokok lewat mulutnya sepintas ia teringat lelaki tua yang baru saja ia lenyapkan dan orang yg datang dengan bodyguardnya tadi adalah pesaing bisnis korbannya. Taemin kembali meniupkan asap rokok itu lewat mulutnya memainkan batang rokok itu sejenak lalu kembali menyesap wine. Ia mengambil sesuatu di saku celana. Sebungkus pil kesukaannya. Taemin tanpa ragu dan seakan memakan permen ia menelan pil itu begitu saja. Ini lah dunia kelamnya dunia yang ia anggap surga
“dasar manusia bodoh” ucap pemilik sepasang mata elang yang masih mengawasi Taemin
☆☆☆☆☆
“Taemin”
“ne umma?” bocah berumur sembilan tahun itu menoleh ketika sang umma memanggilnya
“umma dan appa akan pergi ke luar kota selama tiga hari kau dirumah bersama bibi Park arra? Jangan nakal dan jadilah anak pintar” wanita itu berucap lembut namun penuh ketegasan disetiap katanya senyumnya tak pernah luntur ia suguhkan pada anak manisnya.
eum ne umma.. pulanglah tepat waktu dan bawakan aku mainan” wanita itu terkekeh mendengar jawaban lugu anak semata wayangnya itu tangannya terulur mengusap lembut surai hitam Taemin
Taemin melambaikan tangannya sambil tersenyum riang seiring mobil orangtuanya menjauh. Baru hendak bibi Park mengajak Taemin untuk kembali masuk kedalam rumah tiba-tiba terdengar suara tembakan. Taemin segera berlari dan menghampiri mobil orangtuanya
“Umma!! Appa!!” teriaknya saat melihat tubuh tak bernyawa kedua orangtuanya
Taemin terbangun dengan tubuh penuh dengan keringat dingin dan nafasnya yang terengah ia baru saja bermimpi tentang peristiwa 14 tahun lalu, peristwa paling buruk untuknya. Ia mungusap wajahnya kasar lalu mengacak rambutnya frustasi kenapa dia harus bermimpi itu lagi. Ia sudah berusaha melupakan itu. Taemin membangunkan tubuhnya dan berjalan hendak menuju kamar mandi namun tiba-tiba dadanya terasa sangat sakit, ia meringis dan meremas dadanya kuat.
Shit!! Kenapa ini sakit sekali” umpatnya masih menahan rasa sakit didadanya
Selang beberapa detik kemudian rasa sakit itu mulai mereda Taemin mengambil nafas panjang mengatur nafasnya kembali tenang dan kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
☆☆☆
Minho terus mengawasi tiap gerak Taemin, dialah yang membuat mimpi Taemin dia juga yang membuat dada Taemin sakit. Minho menjalankan semua perintah yang ada pada buku hitam besar ditangannya
“ini baru di mulai Lee Taemin” ucapnya lalu melirik bukunya yang berkedip
’09:30 Park Jung So’
Dengan segera ia melesat pergi, kini ada hal lain yang harus diurus, ada nyawa lain yang menunggu untuk dicabut. Minho mengepakkan sayapnya menembus atap rumah Taemin dan melesat cepat menuju salah satu perkantoran kota Seoul. Tak perlu waktu lama Minho mendarat diatas atap diantara segerombolan polisi juga seorang pria parubaya yang berdiri ditepi atap gedung, wajah pria itu nampak berkeringat matanya memerah seperti manahan amarah juga rasa takut
“AKU TIDAK BERSALAH!!! AKU TIDAK MEMAKAN UANG ITU!! AKU DIJEBAK!!! DARI PADA AKU DIPENJARA LEBIH BAIK AKU MATI” teriak pria parubaya itu, nafasnya menggebu dan urat lehernya terlihat, ia semakin memundurkan langkahnya lalu menoleh kebawah nafasnya langsung tercekat, banyak orang yang berkerumun mendongak juga ada beberapa yang menunjuk kearahnya ia benar-benar akan mati jika ia melompat dari atap gedung berlantai 20 ini. Tapi ia telah dikuasi oleh rasa ego karna harga diri dan reputasinya yang akan hancur jika ia dipenjara, ia kembali menoleh menatap tajam para polisi.
Minho yang melihat itu langsung berdecak tersenyum meremehkan “kenapa semua manusia selalu bodoh” ucapnya sambil menggaruk ujung alisnya yang sebenarnya tak gatal sama sekali ia melirik pergelangan tangan kanannya yg seketika muncul deretan angka yg menunjukkan waktunya “5 menit lagi” gumamnya
“baiklah tuan Park jika memang anda tak bersalah tolong jelaskan di kantor kami, kami berjanji akan mengusut ini secara adil jika memang anda tak bersalah kami tidak akan memenjarakan anda” salah satu polisi yang berdiri paling depan mencoba membujuk pria bermarga Park itu
“tidak, tidak, aku tidak ingin ikut bersama KALIAN” teriak Park Jung So sambil bergetar hingga tanpa ia sadari ia semakin pada ujung tepi atap itu jika ia bergerak sedikit lagi maka ia akan benar benar terjatuh, para polisi yang melihat itu ikut berdebar khawatir mereka merasa was-was
“tenangkan diri anda tuan Park, baiklah kami tidak akan memaksa anda untuk ikut bersama kami tapi tolong turunlah dari sana” lagi, polisi itu kembali membujuk ia masih benar-benar berharap agar Park Jung So mau mendengarkannya dan turun
“tidak sebelum kalian pergi” jawab Park Jung So
Polisi itu mendengus dan melirik anak buah di belakangnya
“apa tim penyelamat sudah sampai?” tanyanya pelan
“belum Pak, mereka masih dalam perjalanan” jawab salah satu anak buahnya. Polisi itu berdesis geram tangannya mengepal
“jika ia benar-benar melompat disaat tim penyelamat belum datang dia akan menemui ajalnya” gumam polisi itu
“dia memang akan menemui ajalnya” sahut Minho, tangannya terangkat menunjuk tepat pada Park Jung So dan seditik kemudian Park Jung So kehilangan keseimbangan, kakinya terpeleset dan tubuhnya langsung terjun kebawah
DUM!
Bunyi dentuman terdengar saat tubuh Park Jung So menghantam keras pada aspal. Tak sedikit orang yang berteriak menyaksikan kejadian itu. Minho yang masih ada diatas menengok kebawah juga para polisi itu. Menyaksikan tubuh itu yang kini sudah dikelilingi cairan merah.
Minho terbang turun menghampiri tubuh itu
“hey bangun!” ucap Minho sambil menendang tubuh itu
“jangan membuang waktuku cepatlah bangun atau aku akan memberimu rasa sakit yang lebih” kembali Minho menendang tubuh itu. Seorang dengan perilaku buruk tak perlu diperlakukan baik bukan? Dan itulah tugas Minho mencabut setiap nyawa manusia yang berkelakuan buruk. Merasa tak ada respon Minho mendesis geram ia langsung mencekik leher Park Jung So dengan satu tangannya lalu menarik paksa nyawa itu keluar dari tubuhnya
“Aaakkkkhhhh” nyawa dengan wujud pucat pasih itu pun terlepas dari tubuhnya, meronta kesakitan pada lehernya yang terasa panas dan menyakitkan
“ma akkhh afkan aku… tolong akhhh” ucap Park Jung So kesusahan
“setelah semua ini kau baru meminta maaf?” Minho semakin mengeratkan cengkramannya pada leher Park Jung So lalu menghempaskannya kuat tepat di sebelah tubuh yang telah tak bernyawa itu
Park Jung So merintih kesakitan melihat nanar pada tubuhnya, ia merangkak berusaha meraih tubuhnya berharap ia bisa kembali masuk pada tubuhnya
“Ti..dak ini tidak mungkin, aku tidak mungkin mati, tidak aku tidak ingin mati” ucap Park Jung So berusaha memasuki tubuhnya namun ia justru merasa panas saat ia semakin mencoba memasuki tubuhnya
“bukankah kau sendiri yang ingin mati?” Minho berucap jengah melihat tingkah manusia yang selalu plin plan pada keputusannya. Mereka selalu berkata lebih baik mati saat terkena masalah berat tapi kini apa yang mereka katakan?
“cepat bangun waktumu sudah habis” Minho menarik paksa nyawa itu untuk bangkit
“tidak.. kumohon jangan” Minho tak memperdulikannya ia langsung memasang rantai pada pergelangan tangan itu dan menariknya
Wushhh!
Pada langkah ketiga mereka sudah menghilang menuju dunia berikutnya
☆☆☆
Taemin membasuh mukanya menatap gemericik air pada wastafel itu lalu beralih menatap pantulan wajahnya pada kaca. Bahkan kacapun tak berbohong pada kondisinya kini, ia bisa melihat sosok monster pada pantulan wajahnya. Ya ia adalah monster dan takdir yg membuatnya seperti ini. Darah dan wajah para korbannya ia bisa melihat itu bahkan wajah kedua orang tuanya. Taemin memejamkan matanya dan menggeram keras mencoba melupakan semua ini. Jemarinya mencengkram kuat pinggiran wastafel hingga kukunya memutih. Ia lelah sungguh ia lelah dengan semua ini dia ingin hidup dengan tenang dan damai tapi seakan dunia tak mengijinkannya. Dia tak akan pernah tenang sebelum ia melakukan sesuatu ya sesuatu. Sesuatu yang membuat dirinya menjadi monster seperti ini

TBC?

5 Comments

  1. Jeeyy January 25, 2017
    • hkpltm January 25, 2017
  2. minnalee January 25, 2017
  3. Maya January 26, 2017
  4. adelia flamints shawol January 27, 2017

Add Comment