Don't Go - Kpop Indonesia

Don’t Go

 

Title : Don’t Go

Cast : kim hyewoon , kim jong woon a.k.a yesung

Genre : sad romance

Ratte :13+

Shoot: oneshoot

 

Story…ready……

 

 

 

 

“Kau hanya menyusahkan ku , apa kau tau anak adopsi seperti mu bukan lagi tanggung jawab ku karena aku harus fokus kepada kesehatan jung won ku , apa juga akan seperti ini jika dia bukan kakak kandung mu ?”

kata-kata itu selalu terngiang-ngiang di telinga ku , omma yang slalu ku anggap seperti orang tua ku sendiri , sejak appa meninggal semua berubah ,omma juga selalu bilang aku adalah anak adobsi .
Seperti biasanya aku selalu mengantarkan bubur udang kesukaan oppa . Dan membantu dia untuk berjalan dan selalu menjadi mata untuknya .

“yesung oppa ini aku hye woon”

“nde masuk lah”

ku buka pintu kamar yang begitu tak asing bagi ku , ku lihat sosok seorang pria yang gagah dan sangat aku cintai , dia lah kakak angkat ku kim jung woon orang biasa memanggilnya yesung . Sejak kelas 2 SMA yesung oppa mengalami kebutaan permanen yang disebab kan air keras karena menyelamat kan aku dari siksaan ibu angkat ku . Sejak saat itu juga aku berjanji untuk selalu menjadi mata yesung oppa .
“hyewoon-ie”
“nde wae”
“apa kau akan slalu seperti ini ?”
“mwo ?”
“kau tak akan mungkin terus menjadi mata ku , sekarang aku tak apa-apa aku sudah hafal lokasi rumah ini , kau boleh pergi sekarang”
apa-apaan ini kata-kata itu lebih menyakitkan dari pada kata-kata yang omma katakan pada ku .
“oppa , waegeure ? Mengapa tiba-tiba kau bicara seperti itu ?” tanya ku menahan tangis
“hyewoon-ie kau tak akan mungkin menemani ku terus seperti ini , suatu saat kau juga akan merasakan cinta dan menemukan pendamping hidup mu”
sudah berapa kali kata-kata itu terlontar dari mulutnya . Dan sudah berapa kali juga kata-kata itu membuat dada ku sesak .
“ania , oppa aku tak akan pergi meninggalkan mu , dan aku juga tak akan mencintai pria mana pun” ucap ku dengan nada lantang
“michingeo ania ?”
“oppa wae ??..” ku tarik nafas ku panjang-panjang ” nde michingoeyo , nae cohae oppa” lanjut ku menahan semua amarah ku
“mwo ?? Apa untungnya bagi mu untuk menyukai pria buta seperti ku ini”
ku rasakan semua kepedihan yang ia rasakan saat melontarkan kata-kata itu , pedas memang , tapi itu bukan halangan bagi ku untuk tetap mencintainya .
“oppa kau seperti ini karena aku , kau tau saat aku mendengar kau akan buta permanen hati ku sakit , aku tak mungkin akan meninggalkan mu sendirian . Karena aku tak punya siapa-siapa lagi selain dirimu”
tangisan ku pun pecah karena tak bisa menahan rasa sesak di dada ku . Ku peluk erat tubuh yesung agar dia bisa merasakan detak jantung ku . Yesung pun membalas pelukan ku dengan hangat dia membelai-belai rambut ku dengan lembut .
“hyewoon-ie neo , nae dongsaeng” ucapnya berusaha menggoyahkan keyakinanku
“mwo ? Do dongsaeng ?? Oppa kau menggoda ku”
“neo babo , hyewoon saranghae” ujarnya tersenyum .
Itu lah yesung oppa , dia orang yang aneh , bisa membuat ku menangis dan juga bisa membuat ku tersenyum bahagia . Dulu sebelum dia buta , dia slalu menjaga ku dan sekarang tiba saatnya aku yang menjaganya dan menjadi mata untuknya .

*****

sore hari terlihat sangat indah ingin rasanya aku membawa yesung ke luar rumah .
ku beranikan diri ku untuk melangkah ke lantai 2 dimana letak kamar yesung . Tiba-tiba saja langkah ku terhenti saat omma memanggil nama ku .

“hyewoon aku ingin bicara dengan mu”

“nde omma”

ku ikuti langkah wanita separoh baya yang biasa ku panggil omma .

“hyewoon , aku tak ingin jungwoon ku buta untuk selamanya jadi ku ingin kau mencari pendonor mata untuknya”

“nde omma”

“sudah ku bilang jangan panggil aku omma karena aku bukan omma mu”

DEGHHH……

sakit,perkataan itu terlalu sadis untuk ku dapatkan .

“nde omma , ah maksud ku eommoni , anda tenang saja aku pasti akan melakukan apa saja untuk yesung oppa , karena itu janji ku” ucap ku lalu pergi .

Ku lanjutkan langkah ku menuju kamar yesung oppa .

“oppa hari ini begitu cerah kau mau menemaniku jalan-jalan”

“hem kau meledek ku”

“haha ania , aku hanya ingin membwa mu keluar untuk menikmati sore”

ku gandeng tangan hangat yesung dan ku bimbing ia menuju luar .

“hyewoon”

“nde”

“bolehkah aku merasakan wajah mu”

“tentu saja”

sore ini memang begitu indah sampai-sampai aku mampu mengembalikan senyuman yesung oppa yang dulu pernah pudar . Dan hingga aku melupakan penyakit yang bersarang dalam diri ku sendiri .

“oppa hari sudah malam ayo kita pulang nanti omma marah”

yesung mengganggukan kepalanya pelan menandakan ia setuju dengan ajakan ku .

Setiba dirumah ku antar yesung kekamarnya lalu ku kembli kekamar ku . Sedang sibuknya aku menulis buku harian ku tanpa sadar penyakit ku pun kambuh .

*author pov*
author lupa memberi tau kalau hye woon menderita kanker otak sudah stadium akhir yang menandakan umurnya tidak lama lagi , hyewoon segera mengambil obatnya dan memakannya .

*hyewoon pov*

kali ini aku harus menepati janji ku kepada omma untuk mencari pendonor mata untuk yesung , ku tak perlu berfikir panjang karena sekarang fikiran ku adalah hidup ku dan masa depan yesung . Yesung memang ingin bisa melihat dunia bersama ku lagi tapi semua itu terasa mustahil karna umur ku tak akan lama lagi .

“oppa , bagai mana hasilnya tentang penyakit ku”

“hyewoon aku salut pada mu , karena gadis se usia mu begitu kuat untuk melawan penyakit ini” jelas dokter lee pada ku

“hmm oppa mungkin umur ku tak akan lama lagi , tapi aku berencana untuk mendonorkan mata ku pada orang yang lebih membutuhkan dari pada aku”

“hyewoon-si apa kau yakin dengan keputusan mu ?”

“nde”

“arraseo , tapi itu kemungkinannya sangat kecil , apa kau tau itu”

“aku tau itu , tapi yesung lebih membutuhkan mata ini , walau nanti aku sudah tiada , aku tidak akan bisa menjaga dia lagi dan tak akan bisa membimbingnya lagi , tapi jika mata ku ini didonorkan untuknya setidaknya aku masih bisa melihat masa depan melalui dirinya , donghae oppa jebal”

dokter lee donghae pun akhirnyaa setuju dengan permohonan ku walau sepenuhnya ia tak pernah setuju dengan keputusan ku

*****

*author pov*

hyewoon selalu menemani yesung di sisa hidupnya . Hye woon selalu berfikir dan membayangkan apa yang akan terjadi dengan yesung jika dia tak ada lagi menemani yesung .

*hyewoon pov*

ku coba untuk menenangkan diri ku di atas ranjang . Di saat-saat seperti ini penyakit ku sudah sering kambuh . Setiap jangka waktu 3 jam kepala ku selalu sakit bagai di tusuk-tusuk oleh ribuan pisau dan selalu mengeluarkan darah segar dari hidung ku . Di saat itu pula tekad ku semakin bulat untuk mendonorkan mata ku untuknya . Agar aku akan tetap ada bersama dia pria yang sangat aku cintai , kakak ku sekaligus kekasih ku . Dan hanya dia yang ku miliki di dunia ini .

Ku beranikan langkah ku kembli ke kamar yesung .

“oppa ini aku hyewoon , apa kau sudah tidur”

tak ada jawabn dari yesung . Tanpa berfikir lagi langsung ku masuk ke kamar yesung dan yang ku dapatkan yesung sudah tertidur , ku hampiri pria yang hangat dan yang selalu melindungi ku . Walau ku tau pada awalnya dia adalah kakak ku tapi pada kenyataannya dia bukan lah kakak kandung ku , tapi ku selalu bersyukur pada tuhan karna sudah mengirimkan seseorang yang sangat berarti untuk ku .

“oppa mianhe , mungkin aku tak akan bisa selalu ada di sisi mu , tapi aku janji aku akan slalu menjadi mata untuk mu” ucap ku menahan sesak di dada ku

ku kecup lembut kening yesung , ku selimuti dia hingga sampai dada .

“oh tuhan jaga lah dia untk ku” hati ku menjerit tak tega untuk meninggalkan dirinya

setelah dari kamar yesung aku lalu menemui omma di ruangannya .

“eommoni ini aku , apa aku boleh masuk”

“masuk lah”

“eommoni aku…” seketika aku menghentikan perkataan ku

“apa yg ingin kau kata kan”

“yesung oppa anak anda akan segera melihat dunia ini dan itu akan secepatnya . Jadi besok aku akan pergi menemui orang itu dan aku titip yesung oppa kepada anda”

“geurom”

“besok aku akan pergi sebelum matahari terbenam”

pagi menjelang siang kembli ku temui dokter yg biasa menangani penyakit ku ya itu LEE DONGHAE .

“oppa apa kau sudah pasti kan tentang penyakit ku”

“nde , kim hyewoon apa kau sudah berfikir panjang”

“oppa tekad ku sudah bulat untuk itu , tak ada lagi hidup ku selain dirinya . Oh ya kau tak perlu meminta izin kepada orang tua ku karena dia tak akan peduli . Kau boleh mengambil mata ku pada saat aku kritis”

“araseo , aku sudah memberi tau dokter yg biasa menangani yesung . Apa kau sudah mengisi formulir pendonoran ?”

“sudah jauh-jauh hari ku lakukan itu”

“kau sudah tau kan mulai hari ini kau harus melakukan rawat inap karna kondisi mu sudah tak memungkin kan lagi”

“nde arraseo”

mungkin ini lah takdir ku bertahan hidup demi orang yang aku cintai walau kondisi tubuhku yang tak sepatutnya lagi untuk tetap melakukan rawat jalan . Sebelum aku akan tetap di RS aku tetap memberanikan diri ku untuk bisa menemui yesung.

“oppa chukkae” ucap ku

“hyewoon kau kah itu”

“nde , naya”

“waeire ?? Seperti’a mendengar dari suara mu kau tampak senang”

“nde , tentu saja aku senang karena kau akan segera bisa melihat dunia ini lagi”

“jinjja ?”

“nde . Oppa”

yesung menganggukan kepalanya dan menebarkan senyumnya . Air mata ku perlahan mengalir . Ku peluk erat tubuh pria yang ada dihadapan ku .

“hyewoon-a waegeure ?” tanya yesung kebingungan
“neo gwencana?” lanjutnya lalu membalas pelukan ku

“nde gwenchanayeo , oppa gomawo” ucap ku ter sedu-sedu

yesung meraba-raba wajah ku dan menghapus air mata ku .

“uljima hyewoon-a” ucapnya menenangkan ku

suara ini , kehangatan ini begitu membuat jiwa ku tenang .

“oppa mianhe , dalam 3 bulan ini mungkin aku tak akan bisa menemanimu . Dan mungkin saat kau menjalankan operasi mata mu nanti aku juga tak akan bisa menemani mu oppa , karena ada urusan yang harus aku selesaikan ” ucap ku menahan tangis

“gwencana , aku baik-baik saja . Kau tak perlu khawatir . Tapi kau harus berjanji pada ku stelah urusan mu selesai kau harus kembli”

ucapannya membuat ku gentar . Dan membuat ku semakin berat untuk menjauh dari hidupnya untuk slama-lamanya .

“nde oppa aku janjji”

Yesung tersenyum manis mungkin sangat manis bagi ku , senyuman terbaik yang pernah pudar dari bibirnya . tak ada kata-kata yang bisa ku lontarkan untuknya hanya sebuah kecupan singkat yang bisa ku berikan untuknya .

“oppa aku harap kau akan tetap menjaga dirimu , kesehatamu diamanapun kau berada”

“ya aku berjanjji”ucapnya semakin membuat air mataku mengalir

“meski aku sedang taka da disisimu”

Yesung terdiam mendengar ucapanku , dan ia memegang kepalaku dan membelai rambutku lembut

“hyewon-a weire ??”Tanya yesung oppa gusar

“ania , gwencanayeo “ ucapku lalu kembali aku mengecup bibir manisnya dengan waktu yang lama

 

****

seperti janji ku pada donghae oppa .tepat jam 5 sore aku kembali menuju RS dan menjalan kan kemotrapi . Tapi smua itu hanya mustahil karena kanker sudah menyebar keseluruh tubuh ku . Dan kini rambut ku sudah mulai menipis akibat obat-obatann yang masuk dalam tubuh ku .

*author pov*

2 bulan telah berlalu dan kondisi hyewoon semakin kritis . Dan tiba saatnya juga yesung melakukan operasi pada matanya .

*hyewoon*

ini sudah di luar kekuatan ku . Aku tak tahan lagi menanggung rasa sakit ini . Keadaan ku semakin memburuk , tubuh ku yang terlihat indah kini sudah kurus bagai kulit membalut tulang .dan kini juga waktunya aku memberikan mata ku kepada orang yang sangat aku sayangi

“kau sudah siap untuk melakukan operasi ini” tanya donghae pada ku

“nde oppa , oh ya sebelum operasi berlangsung aku nitip ini”kata ku semabri memberikan sebuah kotak

“mboeyo ?”

“itu buku diyari ku untuk yesung oppa , aku minta tolong kau berikan kotak itu pada yesung setelah operasinya berhasil dan setelah dia bisa melihat dunia ini dengan benar”

donghae tersenyum mendengar ucapan ku , mungkin ini adalah pesan-pesan terakhir ku untuknya .

*author pov*
setelah sebulan operasi yesung pun sudah bisa melihat dunia dengan jelas .

*yesung pov*

sudah lebih dari 1 bulan aku tak lagi mendengar kabar dari hyewoon . Ku coba hubungi ponselnya tetap saja hasilnya nihil .

“omma apa hyewoon sudah ngasih kabar” tanya ku gelisah

“ania , dia sudah 3bulan tidak memberi kabar”

hati ku semakin gelisah karena orang yang aku cintai tak pernah datang .

*author pov*
donghae pun pergi kerumah yesung untuk memberikan pesan terakhir dari hyeowoon .

*yesung pov*

sedang asiknya aku melihat album-album foto terdengar suara bel dari luar. Aku berlari dengan smangat dan berharap itu adalah kekasih hati ku tapi harapan itu sirna karena orang yang ku temui bukanlah hyewoon
dg semangat aku turun menuju pintu utama .

Ting tong…

“jamkkanman”

aku berharap org yg ada di dpan pintu adalah wanita yg slalu aku tunggu . Tapi ternyata bukan dirinya yang ku temui .

“nuguya ?”

“bisa bertemu dengan kim yesung”

“nde naeya”

“seorang gadis yang sangat kuat dan tegar berani mempertaruhkan nyawanya untuk orang yang ia cintai menitipkan ini pada ku” ucap pria itu

dengan tersontak hati ku berkata dan mengingat hyewoon .

“hyewoon ?” tanya ku dengan nada tak yakin

“nde yesung-si , hyewoon menyuruh ku memberikann ini di sisa hidupnya”

“andwe , jangan bilang kalau hyewoon telah tiada” ucap ku frustasi

“smua jawabannya ada di kotak itu permisi karena saya juga ada jam praktek hari ini” ujar pria itu lalu pergi

“jankamman , nuguseyo?”

“naneun lee donghae imnida , saya dokter ahli bedah dan kanker yang menangani nona kim hyewoon , dan permisi”

langkah ku mulai melemah saat mendengar perkataan pria itu . Ku lihat kotak berwarna biru muda warna kesukaan hyewoon . Ku buka kotak itu yang ku temukan sepucuk surat dan sebuah foto ku bersamanya semaktu SMA yang terselip di sebuah buku dyarinya .

” dear yesung oppa , anyeong oppa , jika kau bisa membaca surat ini berarti kau sudah bisa melihat dengan total .chukkae oppa , buku ini adalah hadiah operasimu dariku . Aku senang sekali dengan kepulihan mu . Oppa mianhe hanya surat ini , foto dan buku ini yg bisa ku berikan pada mu . Dan kuharap kau juga cocok dengan mata itu . Ku ingin kau menjaga mata itu untuk ku . Itu adalah hadiah untuk mu yang sudah menjaga ku . Oppa walau aku tak bisa menemani mu lagi . Tapi aku akan slalu di dekat dengan mu melalui mata ku ini . Ku ingin kau mewakili ku untuk melihat dunia yang indah sampai akhir hayat mu . Oppa kau tak perlu merasa bersalah hidup ku memang sudah tak lama lagi karna sebenarnya aku mempunyai penyakit yaitu kanker otak jaringan lunak stadium akhir . Jadi itu bukan salah mu . Oppa uljima , neo arraseo . Ku ingin kau memancarkan karisma dan kebahagian mu dari mata itu . Oppa gomawo . Naneun saranghae, jeongmal saranghae KIM HYEWON”

perlahan air mata ku mengalir membaca surat dari orang yang sangat aku cintai .

“ANDWEE ! KIM HYE WOON KAJIMA JEBAL HISK HISK”

*author pov*

yesung menangis sejadi-jadinya karena frustasi . Walau begitu dia selalu berjanji untuk menjaga mata yang di berikan hye woon padanya .

 

3 tahun berlalu setelah operasi berlangsung , yesung menjalani hidup dengan tenang dan dengan berjuta kenangan bersama hyewoon adik kesayangan sekaligus kekasih hatinya .

Tepat tanggal 14 februari di hari kematian hyewoon dan pemulihan matanya yesung pergi kesungai han dimana ia sering menghabiskan waktu bersama hyewoon , disana ia tersenyum dan menangis mengingat semua yang terjadi dimasa lalu

“hyewoon-a ini kah yang kau inginkan ?? kau tau bahwa aku sekarang sudah baik-baik saja bahkan mata ini sudah menuntuku kemimpi yang kau baying-bayangkan pada ku , hyewoon-a kau tau ??apa kau melihatku ?? aku harap kau melihatku dari atas sana . hyewoon-a aku sekarang sudah menjadi seorang bintang berkat mu , terima kasih atas semua keindahan yang telah kau berikan padaku , mata ini , isi dari buku diary mu dan impian-impian yang kau tulis di buku itu membuatku ingin mengabulkan semua permohonanku dan lihatlah aku sekarang , aku sudah seperti apa yang kau inginkan . hyewoon-a dil gumapgu , saranghantagu jeongmal”

END…
mianhe jika ceritanya rada abal-abal dan gaje . Karena setiap manusia gak ada yang smpurna .mohon kritik dan sarannya ya ^_^

Add Comment