Fanfiction Taemin SHINee 'Mystery Lover'( ff Taemin SHINee) - Kpop Indonesia

Fanfiction Taemin SHINee ‘Mystery Lover'( ff Taemin SHINee)

 Mystery Lover


Cast : Lee Taemin, Shin Eunkyung (OC)

Genre : Horor, Psycho

Author : Donna Katriana

Rating : PG-15

 


Taemin adalah seorang penyanyi muda yang tengah naik daun. Namanya mulai dikenal sejak ia melangsungkan debut solo dua tahun silam. Tak dapat dipungkiri bahwa lelaki itu memiliki paras yang sangat tampan dan suara merdu yang mampu menghipnotis siapapun yang mendengarnya. Dan lagi Taemin memiliki segudang penggemar dari seluruh dunia. Tak jarang pula ia mendapati sasaeng fans yang mengikutinya. Salah satu sasaeng fans yang dikenal Taemin adalah Shin Eunkyung. Gadis itu dulunya adik kelas Taemin saat ia duduk di bangku SMA.

Menurut Taemin, Eunkyung bahkan lebih mengerikan dari sasaeng fan yang lainnya. Ia tak akan segan melukai siapapun yang menghalangi tujuannya. Dan yang paling Taemin takuti adalah fakta bahwa kini dia tengah menjalin kasih dengan seseorang bernama Choi Sulli. Gadis yang dikenalkan rekan satu agensinya, Choi Minho beberapa waktu lalu. Meski hubungan mereka belum terungkap oleh publik, tapi Taemin tetap waswas. Eunkyung sudah beberapa kali mengirim foto-foto hasil jepretannya. Dalam foto itu terlihat Taemin tengah bersama Sulli, meski wajah Sulli tampak tidak jelas karena masker yang digunakannya.

Dering ponsel milik Taemin berbunyi dengan nyaring, membangunkan sang pemilik yang telah terlelap ke alam mimipi. Mengucek pelan kedua matanya, Taemin lalu mengumpat saat melihat jam dinding yang baru menunjukan angka dua dini hari. Lelaki itu meraih ponselnya yang masih berbunyi, lalu mengernyit saat melihat sederet nomor yang tak dikenalinya.

"Hallo?" sapa Taemin setelah mengangkat panggilan tersebut.

"Hai Taemin, kau ingat aku?" Kedua bola mata Taemin nyaris keluar setelah mendengar suara lawan bicaranya. Dia tahu suara ini.

"Shin Eunkyung?"

"Wah, aku takjub kau bisa langsung mengenaliku."

"Mau apa kau meneleponku?" Suara Taemin terdengar sinis. Jantungnya mulai berpacu ketika ia mendengar Eunkyung tertawa keras di seberang sana.

Taemin yakin kalau saat ini ada yang sedang tidak beres.

"Kau sudah mendapatkan paket yang kukirim?"

"Paket apa?" tanya Taemin semakin waswas. Baginya tawa Eunkyung terdengar lebih menyeramkan dari sirine ambulan.

"Coba lihat keluar, aku meletakan paketnya di depan pintu apartemenmu."

Setengah berlari Taemin beranjak dari kamarnya. Ia membuka pintu dan menemukan sebuah kotak yang lumayan besar tepat di bawah kakinya. Sebelum ia meraih kotak tersebut, ia mematikan sambungan teleponnya dengan Eunkyung terlebih dulu.

"Apa ini?" gumamnya. Taemin menengok ke sekeliling dan tak menemukan siapapun di sana. Lantas ia membawa kotak itu masuk ke dalam apartemennya. Bau anyir langsung tercium oleh hidungnya sesaat kotak itu terangkat oleh kedua tangannya.

"Apa dia mengirimku ikan atau apa, Kenapa baunya seperti ini?" Taemin segera membuka kotak itu dengan tidak sabaran.

"Rambut siapa ini?" ujar Taemin. Ia mengangkat rambut itu dan terkejut saat menemukan sebuah tangan manusia di dalamnya. Tangan yang dipotong hanya sebatas pergelangan tangan dengan darah yang masih mengucur.

"Apa-apaan ini?" Napas Taemin memburu, tangannya bergetar saat ia hendak mengangkat potongan tangan tersebut. Namun gerakannya terhenti ketika ponselnya kembali berdering.

Lagi-lagi Eunkyung yang meneleponnya.

"Bagaimana? Kau sudah melihat paket dariku?" tanya Eunkyung terdengar santai seolah dia baru saja mengirimkan bolu coklat pada Taemin.

"Apa kau sudah gila hah? Tangan siapa yang kau kirimkan padaku?" bentak Taemin. Jika saja Eunkyung berada di depannya, sudah dipastikan Taemin akan menampar gadis itu.

"Coba perhatikan apa yang ada di jarinya." Dengan kesal Taemin kembali melongok ke dalam kotak tadi. Ia mengangkat potongan tangan itu dengan sebelah tangannya.

Kali ini Taemin bisa melihat dengan jelas sebuah cincin yang tersemat di jari manis tangan itu.

"Apa sekarang kau sudah bisa menebak potongan tangan milik siapa itu?" Suara Eunkyung kembali terdengar dari seberang sana.

"S … Sulli?" ujar Taemin ragu. Cincin itu mirip sekali dengan cincin yang ia berikan pada Sulli dua hari yang lalu.

"Kau benar!" Eunkyung memekik senang, bahkan sekarang Taemin bisa mendengar suara tepuk tangan gadis itu.

"SHIN EUNKYUNG APA YANG KAU LAKUKAN PADA SULLI?" Taemin berteriak pada ponselnya. Saat ini ia sudah dikuasai oleh amarahnya yang menggebu-gebu.

"Aku sudah memperingatimu untuk tidak berkencan dengan siapapun, tapi kau mengkhianatiku Lee Taemin. Jadi nikmati saja hukuman dariku!" Taemin kalut. Tanpa pikir panjang dia langsung berlari keluar seperti orang kesetanan.

"Gadis sialan, katakan padaku dimana kau sekarang?"

"Aku?"

"Cepat katakan padaku!" Eunkyung tertawa puas karena berhasil memancing emosi Taemin.

"Sebentar!" Samar-samar Taemin bisa mendengar suara kereta dari tempat Eunkyung berada. Suara itu semakin jelas, lalu menghilang tak lama kemudian.

Kenapa ada suara kereta? Taemin bertanya-tanya dalam hati. Apa kereta sudah beroprasi di pagi buta begini?

Begitu sampai di parkiran, Taemin segera melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia terus mendesak Eunkyung agar mau memberitahu lokasi keberadaannya sekarang.

"Baiklah akan kuberitaku …," Eunkyung mengambil jeda sesaat. "Taman dekat jembatan Ame."

"Jembatan Ame? Dimana itu?"

"Lihat layar ponselmu!" perintah Eunkyung, Taemin menurutinya dengan wajah bingung.

Namun tak ada apa-apa di sana. Layar ponselnya mati dan Taemin tidak bisa menghidupkannya kembali.

Aneh!

"Peraturan pertama saat berkendara adalah kau harus fokus memperhatikan jalanan!" Suara Eunkyung menggema di dalam mobil Taemin.

Dan sekali lagi Taemin terkejut ketika melihat sebuah pembatas jalan yang berada beberapa meter di depannya, sontak saja Taemin membelokkan mobilnya dan menginjak rem dengan keras. Dadanya naik turun dengan cepat. Taemin seolah bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berdebar melebihi batas normal. Taemin tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi padanya.

Brukkk

Seonggok mayat tiba-tiba saja jatuh tepat di depan mobilnya. Taemin memekik kaget dan segera keluar dari dalam mobilnya.

"Darimana datangnya mayat ini?" Bulu kuduk Taemin langsung meremang saat menyadari tak ada seorang pun di sana selain dirinya. "Dan dimana aku sekarang?" Taemin memperhatikan sekitar dan merasa asing sendiri karena tak mengenali tempat dimana ia berdiri sekarang. Disisi kiri dan kanan jalan terdapat pohon-pohon besar yang rimbun. Lalu dibalik pembatas jalan tadi terdapat jurang yang entah kenapa bisa ada di sana. Seingat Taemin tadi ia melaju dijalan kota.

"Selamat datang Taemin!"

Suara itu … Refleks tubuh Taemin berbalik dan terkejut saat mendapati Eunkyung yang kini berjalan ke arahnya.

"Mayat itu … apa kau merasa tak mengenalinya?" Ucapan Eunkyung berhasil menahan Taemin yang ingin segera menghajar gadis itu. Pandangan Taemin kembali pada seonggok mayat di atas mobil bagian depannya. Rambut mayat itu seperti telah dipotong asal-asalan. Bajunya penuh darah dan tangan kirinya tidak ada?

"Tidak mungkin." Taemin melotot dan menggeleng cepat. "Katakan padaku kalau ini bukan Sulli!"

"Sayangnya itu memang Sulli." Eunkyung berucap datar. Dia berjalan melewati Taemin dan membalikan tubuh mayat tadi hingga Taemin bisa melihat wajah penuh sayat itu dengan jelas.

Hati Taemin mencelos. Tak disangka ia akan melihat tubuh Sulli semengenaskan ini.

"Shin Eunkyung … kau membunuh Sulli?" Taemin masih belum sepenuhnya percaya. Otaknya mendadak kosong.

"Aku hanya memberinya sedikit pelajaran, dianya saja yang terlalu lemah." Mata Taemin berkilat marah. Dengan satu gerakan dia sudah berhasil mencengkram leher Eunkyung.

"Brengsek kau Shin Eunkyung!"

Tak ada rona penyesalan dalam wajah Eunkyung, gadis itu justru tersenyum penuh kemenangan.

"Aku mencintaimu Lee Taemin."

"Kau masih berani mengatakan hal semacam itu setelah apa yang kau lakukan pada Sulli?!" Cengkraman pada leher Eunkyung semakin keras. Anehnya dia seperti tidak merasa terganggung sama sekali.

"Aku mencintaimu." Sekali lagi Eunkyung mengucapkan hal yang sama. Detik berikutnya wajah gadis itu memucat. Bibirnya mengering dan Taemin baru sadar kalau Eunkyung terlihat seperti tidak bernapas. "Apa kau mau ikut bersamaku Lee Taemin?"

Taemin melepaskan cengkramannya dan melangkah mundur. Jantungnya semakin menggila dan keringat dingin mulai bercucuran pada dahinya.

"Aku mencintaimu." Eunkyung berjalan mendekati Taemin. Wajahnya sudah berubah mengerikan sepenuhnya. "Tepat setelah menyaksikan penampilan perdanamu aku mengalami kecelakaan rasa cintaku padamulah yang membuatku bisa bertahan sampai sekarang. Meski hanya kau yang bisa menyadari kehadiranku, tapi aku merasa sangat senang. Tuhan seolah memberiku kesempatan untuk bisa bersamamu, namun dengan teganya kau mengkhianatiku dan berkencan dengan gadis lain."

"Apa yang kau bicarakan?!" Taemin berteriak ketakutan.

"Aku tidak punya banyak waktu lagi, kau harus ikut denganku Lee Taemin!" Dengan gerakan kilat Eunkyung sudah berdiri tepat di depan Taemin. Kini giliran gadis itu yang mencekik Taemin tanpa ampun.

"S … Shin Eunkyung … lepas … lepaskan aku!" Taemin berucap dengan susah payah. Jangankan untuk berbicara, bernapas saja dia sudah sangat kesulitan.

"Aku mencintaimu Lee Taemin!" Eunkyung mengabaikan Taemin yang meronta minta dilepaskan. Kedua matanya bertatapan langsung dengan mata lelaki itu.

Taemin mengerti sekarang.

Eunkyung sudah bukan lagi manusia. Itulah alasan kenapa gadis itu selalu bisa menyusup dan mencari tahu hal-hal pribadi mengenai Taemin.

Maafkan aku Choi Sulli. batin Taemin. Sebulir air mata meluncur bebas dari sudut matanya. Pandangannya mulai buram, dan tak lama kemudian Taemin sudah kehilangan kesadarannya.

 


Headline news

Penyanyi muda Lee Taemin ditemukan tewas gantung diri di dalam apartemennya.


👻 END 👻

 

 

 


NB Author: Gk bakat bikin ff genre horor jadi maaf kalau gk dapet feelnya -__-

Btw happy anniversary for my shining boy SHINee. Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin moga kalian langgeng ya uri bopung ❤❤❤

Gk peduli seberapa banyak grup rookie yg debut SHINee akan selalu jadi nomor 1 😚

 

 

Baca juga FF Project Anniversary SHINee DISINI ya

Add Comment