Flame Of Ghost Love Part 2 (Fanfiction 2min SHINee) - Kpop Indonesia

Flame Of Ghost Love Part 2 (Fanfiction 2min SHINee)

Taemin Meringkuk ditepian ranjang dengan hanya menggunakan celana dalam.

Minho benar-benar keterlaluan.

Minho Mengambil selimut, menyembunyikan Remot Ac dan Menguncinya dalam ruangan dalam keadaan bertelanjang seperti ini. Sejauh Minho mencoba membuat Taemin sakit. Ini adalah percobaan Minho paling parah.

“Hatttcuu…!!”
Mata Minho berbinar. Akhirnya ia berhasil membuat Taemin Flu.

“Taemin!!!”
Taemin Mendengar dan langsung melihat Minho.
“YA!!! Sekiya!!! Kau ingin membunuhku!!!” Taemin berteriak pada Minho karna sangat Kesal.

Minho mengembalikan baju Taemin dan Taemin memungutnya kasar dari tangan Minho.
“Dimana kunci kamarnya!!! Hatthhuu…!!” Taemin mulai mengeluarkan ingus dan mengusapnya kasar dengan mimik muka penuh kekesalan.

“Dasar Hantu Gila, Sekarang aku tau mengapa Malaikat tak mau menjamputmu. Itu pasti karna kau sangat Nista dan menyebalkan, mereka pasti muak padamu! Jinjja, Bisa-bisanya kau melakukan hal seperti ini padaku, Tak hanya Homo dan tubuhmu yang mati tapi Otakmu juga benar-benar mati,” Taemin Marah habis-habisan dan Minho tak berani untuk membantahnya. Kali ini ia memilih untuk diam dulu agar Taemin segera mereda, setelah meresa Taemin lebih tenang barulah Minho berbicara lagi dengan Taemin.

“Eum…Taemin,” Taemin mendengar namanya di panggil langsung merespon dengan tatapan tajam dan intimidasi pada Minho. Minho sedikit bergidik namun Minho harus tetap bertanya.
“Taemin, Siapa anak dalam figora itu? Dia ada hubunganya denganku karna setelah aku melihat foto itu sepenggal kenanganku kembali dan dia adalah salah satunya yang muncul dalam ingatanku,”
“Mwo!!?” Taemin terheran, segera berdiri dan memungut Foto itu lagi.
“Maksutmu anak ini??”
“Banar! yang di samping anak perempuan itu adalah aku. Itu adalah Foto masa kecilku”
“Jinjja!!!!???” Taemin terkejut setengah mati. Di samping gambar keluarga Taemin ada gamba tersembunyi. Ini sangat membingungkan karna ternyata Saudara kembar Taemin akrab dengan Minho ketika mereka kecil.
“Bagaimana bisa? Maksutku, Bagaimana bisa kau mengenalnya dan aku tak mengenalmu?”
“Apa maksudmu Taemin?”
“Yang kau katakan ‘anak itu’ dia adalah Saudaraku, dia saudara kembarku,” Taemin menerangkan sambil menunjukan foto kedua orang tua berfoto dengan bayi kembar.
“Ah tak mungkin! Bagaimana bisa!?”
Minho justru menjadi bingung sendiri. Ini semua sangat Ambigu karna dia adalah Saudara Kembar Taemin. Tapi dia dan Taemin tak saling kenal satu sama lain.
“Dimana sekarang Saudaramu itu?”
“Mollaseo,”
“Bagaimana bisa kau tak tau! kau bilang Dia saudara kembarmu apa itu masuk akal!?” Minho berteriak.
“Aku benar-benar tak tau, lantas kenapa!?? Dan lagi! Jangan berteriak padaku!!!”

Setelah saling membentak dan bertengkar mereka berdua tak saling bicara untuk beberapa waktu.

Keduanya sudah sama-sama tenang. Dan kini saling mencuri pandang satu sama lain.
“Apa! Sudah! Jangan meliriku lagi! katakan saja!” Taemin rupanya membuka jalan.

“Euum…Jika dia saudara kembarmu. Berarti kita berdua memang sudah ada kaitan. Mungkin karna itulah aku bertemu denganmu,”
“Kau ingin bilang bahwa kekasih yang kau maksut itu saudaraku dan aku disini untuk menghubungkan kalian?” Taemin menebak.

“Ah!! Kau benar!! aku baru berfikir tentang itu, jadi bisakah kau menolongku? Aku kehilangan ingatanku jadi aku mungkin melupakan sesuatu yang penting tentangnya,” Minho segera mendekat pada Taemin.
“Aku saja tak mengetahui apapun tentangnya. Bagaimana aku membantumu. Ayah dan ibuku bercerai jadi mungkin dia bersama salah satu dari mereka,”

“Kalau begitu mari kita cari Ayah dan Ibumu,”

“Kau fikir segampang itu?” Minho tak tau jika Taemin sendiri juga penasaran tentang Kedua orang tuanya, Taemin sudah lama tak bertemu dan hampir melupakan kenangan tentang mereka. Sudah sejak umur 7 tahun Taemin tinggal bersama neneknya yang sangat amat pendiam. Sebelum ada Minho, Hari-hari taemin sangat sunyi karna dia tak mempunyai siapapun untuk di ajak bicara.

“Tunggu Minho!! Bukankah kau itu Homo?”
“Benar,”
“Minho, Saudara kembarku itu perempuan. berarti kau tak homo?”
“Tak mungkin! Yang ku ingat dia adalah anak lelaki, Atau mungkin bisa saja bukan dia…Aggghhhh! mengapa ingatanku hanya sepenggal-penggal!” Minho mengacak rambutnya.

“Jadi bagaimana Minho? Apa Nunaku benar-benar kekasih yang kau cari atau orang lain? apa ada kenangan lain yang kau ingat yang menunjukan dia kekasihmu?”
“Tak ada! hanya ada percakapan ketika kami kecil dan tumbuh bersama. Dia laki-laki lee Taemin! Dia laki-laki! Tapi tampaknya dalam ingatanku hanya sebatas itu dan tak bisa memastikan bahwa Dia adalah nunamu, kau bilang saudara kembarmu perempuan kan?”
“Nde,dia seorang gadis. lihat ini Rambutnya Panjang, memakai baju pink dan sangat cantik. Dia tengah memelukmu. kalian berpelukan satu sama lain” Menunjukan foto lain pada Minho.

“Benar! jadi Aku ini Homo atau bukan?? Kalau aku tak homo…Aaaggghhh….menjijikan sekali karna aku telah menciumu! Kyaaaa” Minho sangat ramai disana. sementara taemin hanya memutar mata bosan ketika syndrome Hiperbola Minho mulai kembali.

“Bagaimana ini Taemin? sepertinya aku akan mati jika seperti ini? sangat membingungkan? Bagaimana bisa? dia lelaki atau perempuan?? Aku homo atau tidak? Aaaagggghhh..!!!!!”
“Bukankah kau memang sudah mati -_- ”

Tak ada pentunjuk lain lagi, tak bisa menemukan cara untuk mencari jalan keluar permasalahan mereka karna memang tak ada sumber selain sang nenek.

“Baiklah! aku akan bertanya pada nenek tentang orang tuaku juga tentang Saudara kembarku pada nenek,”
“Ah terima kasih Lee Taemin kau penyelamatku kau panutanku” Mata Minho berbinar.

Sang nenek masih belum kembali sampai hari ini, Dia memang biasa bepergian lama seperti ini dan meninggalkan Taemin sendiri dirumah. Kali ini selagi Taemin bisa melihat Minho, Minho mengajak Taemin untuk pergi menuju tempat pertama kali mereka bertemu yaitu Hutan Binjarim, Jeju. Menempuh perjalanan dengan menaiki Bis umum, Minho duduk disebelah Taemin.

“Ah Permisi, Disini kosong? bolehkan aku?” Seorang gadis cantik ingin duduk disamping Taemin karna sepertinya dia tertarik pada Taemin apalagi bangku sebelahnya kosong (Padahal ada Minho duduk disana)
“Ah Gadis genit ini! Dia ingin mendekatimu Taemin!” Taemin tak merespon kata-kata Minho justru mempersilahkan sang gadis duduk di sebelahnya Dan gadis itu tersipu. sementara Minho mengerutkan alis sebal. Saat sang gadis akan duduk Minho menendang kaki sang gadis sampai terjatuh.
“Ah Mianhae, sepertinya aku terjatuh karna tidak seimbang,” Sang gadis merasa malu. Taemin melotot pada Minho.
“Apa!!?” Minho malah balik menantang.

Sang gadis sudah kembali berdiri dan mencoba duduk di bagian Minho lagi.
“Akkkhhh…!!!” Sang gadis berteriak keras sambil mengusap-usap pahanya. Benar saja! barusan Minho mencubit pahanya dengan keras. Taemin mengetahui itu akirnya terus melotot dan berguman agar Minho tak membuat masalah.

“Jika ku lakukan seperti ini kau mau apa?” Minho menarik Tas Si gadis sampai membuat sang gadis terjatuh lagi.

“Ommona!!! Apa itu tadi!!! Ada yang menariku! kau lihat itu? kau lihat yang barusan!?” bertanya pada Taemin dan Taemin menggeleng seolah tak tau.

“Aigoooo Ahjushi!!! Stop!! Stop!! Ahjushi Bus mu ini berhantu, mengerikan sekali” Gadis itu segera turun.

“Minho!! Apa-apa’an kau ini! Mengapa kau menggangu Manusia eoh!? Kau melanggar kodratmu! kau tak boleh menyakiti manusia! kau hanya hantu,” Taemin kesal karna ini kali pertama Minho menyakiti dan mengganggu orang lain.

“Dia ingin mendudukiku Taemin? kau lihatkan?” Minho membela diri.
“Kau itu Hantu Minho, Hantu! Orang biasa tak bisa melihatmu! kau tak ada di pandangan mereka kau mengerti!? Jika kau melakukan hal seperti itu lagi aku benar-benar tak akan membantumu. Aku akan minum antibiotic setiap hari agar tak mudah sakit jadi aku tak perlu melihat mu lagi,” Taemin mengancam.

“Ah Jangan seperti itu Taemin, jika kau tak membantuku lantas siapa yang akan membantuku? kau tega melihatku berkeliaran sepenjang waktu tanpa tujuan sampai akhir dunia?” Wajah Minho memelas.

“Tentu saja tega, mengapa tidak!?”
Taemin ketus.

“Jangan seperti itu Taemin, Maafkan akuu Mianhaeee,” Minho merengek.

“Awas sampai kau ulangi, aku akan segera minum obat Flu dan Antibiotic setiap hari,”

“Iya maafkan aku, ampun Taemin ampun,” Minho memohon pada Taemin dengan rengekan.

Perjalanan berlalu begitu saja. Dan 30 berikutnya mereka telah sampai di tempat tujuan mereka. Setelah Taemin membayar Bus Ia segera turun dan berjalan menuju Hutan Binjarim. Melihat sekeliling dimana jalan menuju tempat Pertemuanya dengan Minho. Minho dan Taemin mereka bisa menemukan petunjuk disana.

“Disini! Disini aku pertama kali melihatmu,” Taemin menunjuk sebuah pohon besar tempat Minho duduk termenung.
“Dulu aku melihatmu disitu dan terlihat sangat bingung seperti orang hilang,”
“Ah benar! Jadi kau menghampiriku dan bertanya apa aku tersesat,”
“Itu adalah hal yang paling ku sesali๐Ÿ˜‘” Mereka berdua kembali ramai berdebat lagi.

Sementara mereka mencari petunjuk dengan ramai. Seseorang Tengah berjalan dan merewati mereka berdua tanpa sadar apapun.
“Eh! Siapa dia?” Minho memperhatikan orang itu. Dia hanya berjalan lurus tanpa melihat kiri-kanan.
“Apa dia hantu?” Teamin menebak.
“Hei kawan, Kau mau pergi kemana?” Minho mencoba memanggil.
“Taemin, Dia sepertinya tak mendengarkanku. Berarti dia manusia,”
“Hei Tunggu!”
“Hm” Dia berhenti dan tersadar bahwa ada Taemin disana.
“Apa yang sedang kau lakukan disini?” Taemin bertanya.
“Aku? Aku ingin bertemu adiku,” Menjawab singkat. Taemin hanya ber-Oh-Ria mendengar jawabanya.

“Mengapa adiknya ada di hutan seperti ini?” Minho bergumam. Dan itu membuat Taemin tersadar bahwa Orang itu terus berjalan lurus tanpa berhenti menuju tebing setinggi 23 meter.

“Orang itu!” Taemin segera berlari dan menarik orang itu.

“Apa yang kau lakukan!!!” Taemin berteriak.
“Ada apa?” Memasang wajah polos.
“Kau Ingin terjun kan?” Taemin menebak.
“Apa kau gila? Aku hanya ingin mengambil bunga Krisan putih itu untuk adiku,” Taemin melihat bunga Krisan di tepi Tebing.
“Itu berbahaya!” Taemin sedikit membentaknya.
“Memangnya kenapa? apa itu urusanmu? kau lucu sekali,” Mengelus Rambut Taemin dan anehnya Taemin diam saja.
“kau terlihat bukan dari daerah sini,”

“Aku dari Seoul,”

“Ah anak kota rupanya. Perkenalkan. Aku Kim Jonghyun dan kau? Siapa namamu?”

“Lee Taemin,”

“Nah Taemin goon, Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini? Disini sangat sepi dan menyerampan. Ada banyak hantu loh,”
“Iya kau benar. Beberapa hantu memang menyebalkan,” Taemin bergumam sambil memandang Minho di sebelahnya.
“Iya iya iya aku hantu menyebalkan,” Minho menjawab Taemin.

“Kau juga! Kau bilang ingin menemui adikmu disini!”

“Kau mau menemaniku untuk menemuinya?” Taemin malah terlihat kebingungan saat di tawari. Jonghyun reflek menggandeng tangan Taemin dan menariknya pelan untuk mengikutinya.
“Heiiiy apa yang kau lakukan,” Protes Minho.

Jonghyun ampai pada sebuah gundukan dan duduk di depanya.
“Ini adalah adiku,”

“Ini sebuah makam? Mengapa tak ada batu nisan?” Taemin bertanya.

“Aku menguburkanya sendiri. Kami tak punya siapapun yang baik terhadap kami. Kami hanya hidup berdua saja selama ini,” Jonghyun tersenyum lembut dengan air mata mulai menetes perlahan.

“Aku turut sedih,”

“Terima kasih, Kau terlihat seperti adiku. Bukeh aku bersamamu sedikit lebih lama?”

“aeumm, Baiklah” Taemin merasa iba pada Jonghyn akhirnya berada di sana untuk beberapa waktu menemaninya.

“Baiklah, Terima kasih sudah menemaniku. Aku sangat merindukan adiku jadi aku harap kau mengerti,”

“Aku mengerti,”

“Terima kasih Lee Taemin, Aku akan pergi.” Jonghyun berdiri dari depan gundukan di ikuti Taemin.
Knightn tersenyum saat berpamitan pada Taemin setelah itu ia pergi.

“Taemin..Bisakah kau ikuti dia?”
Minho tiba-tiba berbicara.
“Mengapa?”
“Dadaku merasa sakit dan tenggorokanku seolah tercekat ketika aku melihatnya. Aku merasa sangat buruk dan menderita,”
“Jadi karna itu dia diam saja tadi,” Taemin bergumam.
“Apa?”
“Tak ada! Baiklah ayo ikuti dia,”

Kim Jonghyun berjalan lurus dengan lunglai. Beberapa saat memandangi sekitar dan mencoba menemukan sesuatu Kemudian kembali berjalan.

Sampai pada sebuah Jalan searah yang besar dan ia berdiri dipinggiran Jalan tersebut.
“Sebenarnya apa yang sedang ia lakukan?” Taemin dan Minho terus mengawasinya.

Jonghyun Merebahkan Tangan keudara kemudian menutup kedua matanya dan mulai melangkah kedepan. Taemin dan Minho sangat terkejut dan langsung berlari pada Jonghyun.

TOOOTT TOOOOT TOOOOT (Suara supir Truk berusaha memperingati Orang yang berjalan di tengah itu)

Taemin masih berjarak 2 meter dari Jonghyun. Ia tak sempat

TOOOOOOOOOOOOOOTTTTTTTT!!!
(Truk itu berhenti)
“Dasar sialan!! Jika kau ingin mati cari tempat lain!! Hampir saja kau membuatku dalam masalah! Sekiya!” Supir itu Marah pada Jonghyun yang tersungkur di aspal. Jonghyun sendiri terlihat kebingungan mengapa ia masih utuh. Ia berfikir ia akan menjadi 10 setelah tertabrak.
“Siphal! Aiih Jinjja Anak jaman sekarang. Dikit-dikit ingin bunuh diri, Dasar tak berguna” Supir itu masih menggerutu saat kembali menuju Truk nya.

“Ya!! Kau gila!!? Mengapa kau melakukan itu!!” Taemin langsung menghampiri dan menarik Jonghyun yang kebingungan menuju tepi Jalan.

“Kim Jonghyun!! Apa yang kau fikirkan!! Mengapa kau melakukan itu!! Nyawamu nyaris saja melayang!” Taemin memarahi Jonghyun.

“Mengapa, Mengapa aku masih hidup? Mengapa aku bisa selamat! Aku tak menginginkanya! Apa kau yang menolongku?” Jonghyun bertanya pada Taemin oenuh air mata sedabgkan Taemin Justru menatap Minho.

Saat Truk sudah Satu meter di depan Jonghyun, Karna Minho seorang hantu ia menggunakan kekuatanya untuk menolong Jonghyun. Setelah Jonghyun selamat, Minho sendiri bingung dengan apa yang dia lakukan. Hatinya benar-benar sakit melihat Jonghyun namun ia ingin melindunginya.

“Mengapa kau menolongku!! Aku ingin bersama adiku!! Aku ingin bertemu adiku!! Aku ingin pergi denganya!! Hiks Hiks Hiks,” Jonghyun mulai Menangis sejadi-jadinya. Hati Minho sakit sekali melihat Jonghyun yang tak di kenalnya seperti itu. Minho menyentuh tangan Taemin kemudian memelukanya pada Jonghyun.
“Taemin tolong peluk dia,” Taemin mengerti permintaan Minho. Merasa tubuhnya di peluk membuat Jonghyun semakin tersedu-sedu dan membalas pelukan Taemin dengan erat.

30 menit Jonghyun tak berhenti menangis. Taemin dan Minho masih bersama Jonghyun untuk menjaganya. Namun sekarang Jonghyun terlihat lebih tenang.

“Mengapa kau melakukanya Hyung, Adikmu tak akan senang melihatnya,”

“Bagaimana kau tau adiku tak merasa senang? Kau mengenalnya? Kau bisa berbicara padanya? Kau bahkan tak mengetahui bagaimana ia pergi meninggalkan ku Hiks hiks hiks,” Jonghyun mulai terisak lagi.

“Taemin bisakah kau bertanya padanya apa yang terjadi?” Minho berbicara pada Taemin.

“Apa yang terjadi pada adikmu?”

“Dia Bunuh diri, Tepat dipohon tempatmu berdiri tadi,” Taemin terbelalak. Itu adalah Pohon dimana Ia melihat Minho pertama kali.

“Keluargaku mengalami kecelakaan lalu lintas dan hanya Aku dan adiku yang berhasil selamat. Ayah-ibu kakek-nenek semua tewas. Hanya aku dan adiku yang berusia 8 tahun. Kami dikirim kesebuah panti asuhan dan kamu berada disana selama dua bulan. Setelah itu ada sepesang suami istri yang mengadopsi kami berdua namum Pesawat mereka mengalami kecelakaan saat perjalanan bisnis mereka. Jadi kami di oper oleh adik mereka dan kami tinggal bersama nya. Tak seperti orang tua angkat kami, Adiknya sungguh bajingan. Ia menjadikan kami bedua sebagai pesuruhnya dan menyiksaku setiap hari. Aku terus bertahan karna ia mengancam tak akan menyekolahkan adiku jika aku tak menurut padanya,”

“Kau terus dipukuli setiap hari?”
“Iya, Dia punya gangguan kejiwaan yang senang menyiksa dan melihat orang lain kesakitan, Dia sempat ingin menjadikan Adiku sebagai targetnya namun aku tak mengijinkan dan memperbolehkan dia melakukan apa saja padaku setelah Adiku berangkat sekolah,” Aku dan adiku masih dibawah umur saat itu, Jadi semua harta warisan masih diwalikan pada paman kami itu. Aku tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah,”

“Adikmu sama sekali tak mengetahui apa yang telah terjadi padamu?”

“Tak, Dia benar-benar tak mengetahuinya sampai satu tahun yang lalu, Dia telah berumur 16 tahun dan cukup pintar untuk mencari tahu apa yang terjadi padaku” Jonghyun mulai menangis lagi.

“Saat itu hujan sangat lebat, Dia baru saja pulang dari sekolah lebih awal dan masuk kedalam rumah dengan terburu. Biasanya aku mengunci pintu namun Paman sudah meraih dan menghajarku, dan lebih mengerikan dari biasanya. Ia mencoba untuk meniduriku juga, Jadi aku menolak dengan keras dan kami berkelahi hebat. Karna aku melawanya dia menghajarku sampai aku lemas. Aku sudah tak berdaya dan dia tetap ingin meniduriku. Ia melepaskan semua pakaianku dan tiba-tiba Adiku muncul dan menendang Paman kami. Aku melihat adiku berkelahi dengan paman kami sampai akhirnya kesadaranku hilang. 4 Jam kemudian aku tersadar namun tak menemukan adiku, Hanya paman kami yang telah terbaring kaku dengan banyak tusukan diperut dan sekujur tubuhnya. Aku berlari dan mencari adiku namun aku tak menemukan keberadaanya dimanapun. Hanya selembar kertas dengan tulisan singkat,”

Flasback

“Kau!! Dasar anak bajingan tengik! Kalian tak tau terima kasih! Kakak ku telah mengadopsi kalian bahkan mewariskan semua harta pada kalian! Aku bahkan tak dapat sepeserpu!! Tapi yang yang kau melakukan padaku hah?”

“KAU BANGS*T!! TERNYATA KAU YANG SELAMA INI MENYIKSA JONGHYUN HYUNG!!”

“Ayolah, Kau masih kecil jadi belum mengerti, Ahjushi melakukan itu atas kemauan kakakmu sendiri, mana mungkin jika tidak begitu dia pasti sudah melapor pada polisi kan?”

“Aku tak mempercayaimu!!”

“Itu semua karna kau! Kakakmu harus menggantikanmu untuk memuaskanku, Kakakmu menjual tubuhnya padaku untuk membuatmu tetap bersekolah, Benar-benar kakak yang baik kan?”

“ITU TIDAK MUNGKIN!!!”

“Tidak mungkin? Lantas apa jawaban kakak mu tiap kau bertanya tentang luka nya? apa pernah dia mengatakan itu akibat tidur denganku? Eum kakakmu luar biasa saat diranjang. Ah~ Dia hebat sekali. Aku jadi penasaran apa kau juga sehebat dia diranjang?”

“KAU MEMBUAT KAKAKU MELAKUKAN HAL TERKEUTUK SEPERTI ITU!!! AKAN KUBUNUH KAU!!” Berlari mengambil sebuah belati dan menyerang dengan brutal.

Setelah puas menusuk Sang paman ia segera mengambil sebuah kertas dan bulpen dari tas sekolahnya.

To : Jonghyun Hyung yang kusayangi.

Hyung, Maafkan aku karna membuatmu mengalami banyak hal menyakitkan. Aku sungguh bodoh tak mengetahui apa-apa tentang itu. Tapi Hyung, Mulai sekarang kau tak usah khawatir. Aku telah membunuh Ahjushi Untukmu, Serahkan saja surat ini pada Polisi maka mereka akan mengerti posisimu yang tak bersalah. Dan satu hal lagi. Aku ingin kau tak usah menghawatirkan aku lagi. Makan dengan baik, Sehat dan Berbahagia untuk kedepanya. Aku akan menghilang selamanya darimu dan kumohon tak usah mencariku. Aku baik-baik saja dan bahagia. Aku memilih jalanku dan kumohon Hyung juga lalui jalan Hyung sendiri. Terima kasih untuk semua kerasmu hyung, Aku menyayangimu.
Selamat Tinggal.

Dari Adik mu:
Choi Minho

Setelah menulis surat pada kakaknya. Minho pergi kehutan Binjarim untuk menemui seseorang yang telah berjanji 10 tahun lalu denganya. Minho terus menggenggam foto tersebut dengan penuh sumringah.

Ia telah sampai disebuah Pohon diamana mereka pernah mengikat janji untuk bertemu kembali setelah dewasa.
“Lee Taemin, Dimana kau? bagaimana dirimu sekarang? aku tak sabar ingin bertemu lagi dengamu” Minho menunggu Taemin seharian namun Taemin tak datang juga. Ia sama sekali tak mengetahui bahwa Taemin pun tak mengingat masa kecil karna Trauma yang di alaminya 7 tahun lalu. Minho terus menunggu selama 3 hari tanpa makan dan Minum. Jonghyun sendiri juga kebingungan mencari Minho dan pergi dari rumah karna ketakutan.

Menunggu hampir 7 Hari dan Minho benar-benar tak sanggup. Ia kehilangan berat badanya tak mampu bergerak lagi karna Dehidrasi berat. Hati dan fikiranya hancur karna Taemin tetap tak datang padahal seharusnya ia datang dan bertemu dipohon itu seperti janji mereka saat kecil. Minho terus menangis tanpa suara karna sudah putus asa dalam penantian dan kesendirianya. Pulang pada Hyungnya pun sudah tak Mungkin, Taemin yang dicintainya selama 10 tahun terakir ini juga tak memperdulikanya.

Memungut sebuah pecahan kaca di tanah yang tepat di sampingnya. Menggoreskanya perlahan dipergelangan tangan. Darah mengalir deras namun Minho tak begeming. Ia menata posisinya sendiri untuk bersandar di pohon. Ia sudah membayangkan bahwa ia akan membusuk dipohon itu karna orang tak mungkin menemukanya disini.

Jonghyun masih terus mencari Minho di berbagai tempat, Mulai dari sekolah sampai semua teman yang mengenal Minho. Jonghyun juga pergi ketempat Minho biasa bermain namun tak menemukanya dimanapun. Sudah 7 hari dan Jonghyun tak menemukan petunjuk apapun.

Sementara Minho menunggu ajalnya, ia masih sempat mengingat semua yang terjadi pada hidupnya. Mulai dari Persahabatnya dengan Taemin diwaktu kecil, sampai Minho dan Taemin saling mencintai dan mengikat janji dipohon ini namun Kedua orang tua mereka mengetahui itu lalu dipisahkan oleh kedua orangtua mereka lalu, tak berselang lama kemudian mengalami kecelakaan lalu lintas dan orang tuanya meninggal. Kemudian Masuk panti asuhan bersama Jonghyun hyung dan mendapat Orang tua baru yang tak lama mengalami kecelakaan juga.

Dan Ia juga membayangkan setiap luka yang di dapat Jonghyun hyung karena dirinya, juga membayangkan Hyung nya ditiduri berkali-kali. Minho menangis menjadi-jadi karna itu dan kini ia berakir dipohon ini bersama sebuah janji yang diabaikan. Minho menutup matanya pelan saat menyadari bahwa ia akan segera pergi.
“Aku ingin melupakan semuanya, Aku tak Ingin mengingat apapun,”
Itu kalimat terakir yang dilontarkan Minho di satu menit terakirnya.

Minho sudah tergeletak disana tak bernyawa selama 2 jam dan masih tak ada yang menemukanya karna itu memang berada di tengah hutan. Jarang sekali orang melewatinya kecuali Pendaki atau saat Sekolah mengadakan acara berkemah (Itupun hanya satu tahun sekali).

Jonghyun sudah menyerah dan tak tau harus kemana lagi, Ia pergi menuju tebing Binjarim untuk menenangkan fikiranya karna disana tempat yang tenang dan tak ada orang yang akan mengejarnya.

Berjalan satu jam sendirian didalam hutan dan Terbelalak melihat seseuatu yang tak pernah terfikir di otaknya.

“MINHO!!!!” Jonghyun berlari begitu melihat Minho yang bersadar pada sebuah Pohon besar. Jonghyun terkejut melihat darah yang sudah mengering di pergelangan tanganya.

“Minho!! Minho!!” Mencoba menyadarkan Minho. Namun tak bergeming. Mengecek denyut nadi Minho dan tak menemukan apapun. Minho sudah meninggal

“Tidak Minho, Andwe! Andwe! Hiks.. hiks..hiks. Minho andwe! Minho kau masih 16 tahun! kau tak boleh melakukan ini, Jangan tinggalkan Hyung! Minho, Hyung menyayangimu! Andwe!? Minho andweyo! AGGGHHHHHH!! MINHO!!!” Jonghyun menangis Histeris sendirian.

Sudah satu hari berlalu dan Jonghyun masih ada disana membiarkan Minho tidur dalam pangkuanya. Jonghyun telah menata posisi Minho dengan rapi dan menyandarkan kepala Minho dalam Pangkuanya. Sambil terus membelai dan menangisi Minho yang sudah tak bernyawa, Jonghyun berbicara panjang lebar pada Minho selama semalaman.

Bergelut dengan hatinya sendiri apakan Jonghyun akan membiarkan Minho seperti itu semakin lama. Jonghyun menyadari bahwa Minho harus segera dikuburkan namun tak ada siapapun yang membantunya. Jonghyun meletakan Minho dan melepaskan bajunya untuk bantalan kepala Minho. Jonghyun pergi untuk mencari tempat yang pas untuk Minho. Setelah menemukan tempat yang cocok Jonghyun mulai menggali dengan tanganya selama berjam-jam. Setelah dirasa cukup Jonghyun kembali pada Minho dan menangisinya lagi. Mengangkat tubuhnya lembut dan meletakan pelan dalam Liang tanah yang telah dibuat dengan jari-jarinya.

Bukanya langsung mengubur Minho, Jonghyun malah duduk disamping Jasad Minho.
“Akan bagus jika ada orang yang membantu mengubur kita berdua, Kau tenang saja adiku. Hyung akan datang padamu! Hyung berjanji!” Jonghyun tak bisa membiarkan Jasad adiknya tak terurus jika ia ikut melakukan bunuh diri. Setelah mengubur adiknya Jonghyun masih ada disana selama berhari-hari dan terdiam.

End Flasback.

Next Part 3

Jangan Lupa Krisar dan Vote Guys๐Ÿ˜
Mohon jangan Jadi Silent Reader.

Yang baca di Wattpad, Jangan lupa Follow juga๐Ÿ˜

3 Comments

  1. kusuma santi May 27, 2018
  2. Sendi vrtaem May 27, 2018
  3. Indah Arnia June 5, 2018

Add Comment