Give Me Back My Idol Part 1 (Fanfic Lucas X Jungwoo) - Kpop Indonesia

Give Me Back My Idol Part 1 (Fanfic Lucas X Jungwoo)

Peringatan! ini adalah FF Caswoo (Lucas X Jungwoo )
Mature Content.
#BXB #Yaoi #Rape #NCT #Fanfiction #Comedy #HardYaoi #Lucas #Jungwoo #NC #RateM
Happy Reading!😘

“TIDAAAAAAAK!!!!”

“INI TIDAK MUNGKIN!!!”

“TIDAK BOLEH SEPERTI INI, INI TAK BOLEH TERJADI! INI PASTI BOHONG!”

Ditengah kamar hening dan gelap, seorang anak lelaki yang manis menangis histeris setelah melihat layar ponselnya.

“AKU TAK PERCAYA HAL INI,”

BRAKKK

Ia melemparkan Ponselnya ketembok kemudian menggulung dirinya sendiri kedalam selimut.

Knock knock knock

“Jungwoo apa yang terjadi?” Sang bibi mengetuk pintu dengan tergesa mendengar suara sesuatu yang pecah.
Jungwoo, Anak 18 tahun yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA nya. Seorang yatim piatu sejak umur 8 tahun. Kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah tragedi perampokan dan hanya Jungwoo yang selamat atas insiden itu. Sepeninggalan Kedua orang tuanya, Jungwoo dikirim ke Panti asuhan karna tak mempunyai sanak saudara sama sekali. Tak berapa lama kemudian ia di adopsi oleh pasangan yang baik hati dan penyayang.

“Hiks Hiks Hiks,”

Ia menangis selama berjam-jam di kamarnya sampai matanya membengkak. Walaupun anak lelaki tapi Hati dan jiwa Jungwoo sangat lembut dan mudah menangis untuk hal remeh. Tapi kali ini hal yang ia tangisi bukanlah suatu yang remeh untuknya.

Ia tidak makan atau keluar kamar, Ia tak bicara dan hanya menangis histeris dan kemudian kelelahan. Ia terus memandangi Foto-foto yang menempel di dinding kamarnya.

“Kau tak bisa melakukan ini padaku,”
Jungwoo meratap pada sebuah foto seorang lelaki yang sedang tersenyum manis.

“LUCAS!! Kenapa jadi seperti ini Aggggghhhhhhhhh!!!!” Jungwoo melemparkan semua yang ada di dekatnya kesembarang arah. Ia tengah merasa Hancur karna mengetahui Lucas, Idola yang di cintainya selama 10 tahun ini telah pergi dari dunia karna tindakan bunuh diri.

“Siapa? Untuk siapa aku hidup?”
Jungwoo sangat hancur karna semua yang dicintainya telah pergi. Orang tua asuh Jungwoo seorang pebisnis yang keduanya hampir tak pernah dirumah. Sehari-hari ia hanya bersama Pelayan.

“Tuan muda, Sudah kusiapkan makan malam anda di meja makan. Makanlah semuanya karna Tuan dan nyonya tidak akan pulang malam ini,”
Sang pelayan berpamitan dan Jungwoo hanya diam saja. Tak biasanya Jungwoo tak sopan seperti itu tapi karna dia sedang sangat hancur jadi dia mengabaikan semuanya.

Jungwoo menangis sendiri dikamarnya sampai urat di wajahnya terlihat. Ia turun dari ranjang dan memungut kembali ponselnya yang sudah hancur fisik 50% namun masih bisa menyala. Jungwoo melihat ada ratusan Chat dan Puluhan Misssed call pada Ponselnya. Membuka beberapa

Dari Chenle:
“Jungwoo Hyung Aku dengar Lucas meninggal, apa itu benar?”

Membuka Chat lain

Dari Winwin:
“Jungwoo kau tak apa? aku sangat khawatir padamu”

Dari Yuta Hyung:
“Jungwoo apa kau baik-baik saja? Kau ada dimana sekarang?”

Hampir saja Jungwoo membalas pesan Yuta yang memang seperti kakak yang perhatian baginya. Namun ternyata ia hanya Mengabaikanya.

Melihat Notifikasi lain yang berisi Pertanyaan dan kekhawatiran Teman-teman fandom lain padanya membuatnya Risih.

Mereka yang mengenal Jungwoo dengan baik sangat mengetahui bahwa Jungwoo sangat menyukai Lucas Idolanya dengan sangat dalam seperti keluarga jadi mereka mengkhawatirkanya.

Jungwoo mengabaikan mereka semua dan terus mencoba mencari berita terbaru terkait Lucas dan berharap semua hanya Tipuan atau untuk acara Variety show baru saja.

Nihil.

Yang ia temukan justru Konfirmasi langsung dari pihak management Lucas yang menyatakan bahwa Artis mereka itu tak berhasil di Selamatkan.

“AGGGHHHHHHH” Jungwoo melemparkan semuanya sambil berteriak histeris dan menangis seperti orang gila.

“Karna kau aku masih hidup sampai sekarang, Kau pergi..aku juga akan menyusulmu. Aku tak punya siapapun disini mengapa kau tak membawaku juga, Aku akan berkumpul dengan kalian Ayah..ibu, Lucas,”

Melihat kearah sekitar untuk mencari sesuatu benda yang dapat ia gunakan.
Ia memungut pecahan kaca dan menggoreskan pada pergelangan tangan. Darah mulai mengucur.

“Dasar Bodoh,”

Jungwoo Reflex melihat arah suara yang ternyata seorang lelaki tampan.

“Si-siapa kau!? Bagaimana bisa ada di kamarku!! Keluar!! Enyah kau!” Jungwoo mengusir dengan kasar.

“Sungguh Malang kedua orang tuamu, Mereka mempertaruhkan nyawanya agar kau hidup dan kini kau ingin mati konyol demi orang lain?”

“Lucas bukan orang lain!!!”

“Memangnya dia siapa? apa dia mengenalmu?”

“Aku menyayanginya dengan tulus! Aku tak butuh cela’anmu!”

“Jadi apa dia memintamu untuk Melakukan bunuh diri bersamanya?”

“Aku, Aku”

Jungwoo gelagapan bingung menjawab.

“Jadi apa dia akan bahagia jika kau menyusulnya? apa itu keinginanya? Apa menurutmu begitu?”

“Tidak! Lucas bukan orang seperti itu! Dia sangat baik dan tulus kepada orang lain, Dia sangat lembut dan berperasaan halus,”

“Dan apa yang kau lakukan sekarang? dengan nadi terputus seperti itu? Bagaimana jika kupanggil Lucas untuk melihat tingkahmu ini agar dia semakin tersiksa,”

“Memangnya siapa kau bisa melakukan itu!”

“Aku adalah Malaikat yang ditugaskan bersamamu. Aku adalah semua Hal baikmu dan kedua orangtuamu sewaktu hidup. Aku tak bisa membiarkanmu mati konyol seperti ini, Akan kubawa Idolamu itu kemari jika kau mau,”

“Tidak Jangan!!!” Jungwoo antara percaya dan tidak percaya pada lelaki tampan bercahaya dengan pakaian putih itu.

“Aku ingin melihat bagaimana Expresi Idolamu melihat salah satu Fans beratnya melakukan hal seperti ini,”

Jungwoo membelalakan mata mendengar kalimat sang Malaikat. Ia sangat takut Lucas melihatnya kemudian membuat Lucas semakin terluka dan sedih.

“ANDWE!! JEBAL!” Jungwoo menarik tangan Sang malaikat dan Sebuah cahaya keluar,

“Apa ini??? Agghhhh”

“Dimana aku?”
Jungwoo tiba-tiba berada dalam sebuah Ruangan yang sangat Rapi dan bersih. Memandang sekitar dan menemukan sesuatu yang tampak tak asing.

“Dimana aku pernah melihat ruangan ini?” Berjalan pelan melihat semua perabotan dan memperhatikan detail dengan baik.

Ting! *Suara pintu terbuka.

Jungwoo segera berlari untuk bersembunyi. Kemudian mengintip siapa orang yang masuk. Melihat siapa yang ada di depanya membuat Kedua bola matanya melotot hampir keluar dari tempatnya.

“Aigooo! Lelah sekali ah,”
Meletakan tas besar pada samping Rak sepatu dan merebahkan diri pada sofa ruang tamu.

“Aku pasti gila! aku pasti gila!” Jungwoo memukul-mukul pipinya sendiri

“Itu tidak mungkin Lucas kan?”

“Ba-Bagaimana bisa?”
Jungwoo berfikir seribu kali namun tak menemukan jawaban.

“Apa ini semua terjadi karna seseorang yang mengaku sebagai malaikat itu?” Ia langsung melihat pergelangan tanganya dan Ajaib Goresan itu hilang. Tanganya mulus sempurna.

“Ah nde..nde..nde,”
Lucas berjalan telanjang dada menuju dapur dengan Telephone di telinganya.

“Aigoo, Sejak kapan dia membuka bajunya?” Jungwoo masih bersembunyi dalam lemari.

“Tanggal berapa Managernim? April? Bulan ini? Tanggal berapa? Ah ne, Jakkaman” Lucas berlari kecil mengambil note dan bulpen.

“15 April 2017. Okey baiklah..
Ada berapa Fans yang hadir? Ah itu bagus sekali. Apa member yang lain juga ikut?”

Lucas selesai menulis di Note ia berjalan pada dinding dan melingkari Tanggal pada Kalendernya.

“2017?”
Jungwoo masih berfikir keras. Sudah jelas bahwa Dunia ini adalah 2018.

“Apa aku kembali kemasa lalu?” Memang benar. Karna Jungwoo menyentuh malaikat yang hendak membawa Lucas akhirnya ia terseret masuk kedalam masa lalu Lucas.

“Baiklah terima kasih,”
Jungwoo mendengar Lucas menutup Telephonenya dan berjalan pelan menuju sofa lagi.

Jungwoo masih memperhatikan Lucas yang terdiam melihat langit-langit apartemenya.

“Apa yang sedang ia lakukan?” Jungwoo masih mengawasi.
Kemudian bergumam

“Jika aku berada disini dan tau semua hal. Aku bisa menyelamatkanya kan?”
Jungwoo menyadari satu hal..Yaitu keberadaanya sebagai Fans Lucas yang telah mengetahui semua insiden dan jadwal lucas selama satu tahun terakir bisa membantunya untuk menolong lucas. Kini ia harus mengetahui masalah apa yang menimpa lucas sampai membuatnya Frustasi dan memutuskan bunuh diri padahal selama 10 tahun Jungwoo mengenal lucas. Ia adalah Idola yang sangat Ceria tanpa masalah atau sandungan apapun.

“Apa ini yang setiap hari ia lakukan ketika waktu luang?”
Sudah lebih dari satu jam Lucas memandang langit-langit tanpa bergerak sedikitpun.

3 Jam berlalu dan Lucas masih melakukan hal yang sama.
“Mengapa Ia tak bergerak sedikitpun. Aku lapar,” Perut Jungwoo sudah bernyanyi sejak satu jam lalu.

“YEAAHHH!!!”
“Kamjagiya!!”
Jungwoo terkejut mendengar suara lantang Lucas. Mengintip apa yang terjadi dan ternyata Lucas tengah berdiri lalu berjalan menuju meja rias untuk berkaca. Lucas melakukan Pose-pose Tampan kemudian pose-pose seperti model. Ia juga melakukan pose dengan Expresi aneh.

“Jadi seperti keseharianya?” Jungwoo merasa sedikit menyesal mengetahui sisi Lucas yang ini.

“Ah HELLOOOWW, Hello Yorobeun” Lucas sedang melakukan siaran Vlive.

“Ah! Apa dia sedang melakukan Vlive? Benar juga? saat itu ia melakukan Vlive tengah malam seperti ini. Lihat saja..Kalau dia mengatakan,
*Apa kau sudah makan? Malam ini aku akan jadi seperti pacar kalian* Berarti aku benar,”

“O Yorobeun..Apa kau sudah makan? Malam ini aku akan seperti pacar kalian. Menjadi pacar yang perhatian ndee,” Lucas berseru di depan Layar ponselnya.

“Ah aku benar! Dasar Playboy International,” Jungwoo sangat mengetahui bahwa Lucas tipe lelaki Casanova yang ingin di puja semua orang.

“Lihat saja. Setelah ini dia akan berkata *Aku sendirian dan aku ingin kau menemaniku*”

“O Yorobeun..Aku sedang sendirian dan aku akan memaksa kalian menemaniku AIGOO! Baju? Aku melupakanya. Jakkama Yorobeun..Jakkaman,”

“IGOOOOOH,” seru lucas.

Jungwoo menirukan setiap kata Lucas dari dalam lemari karna memang ia sudah tau apa yang akan di katakan lucas. Lucas tipe idol Ricuh dan penuh Expresi yang bisa membuat orang lain tertawa hanya dengan melihatnya berbicara.

“Kun Hyung? Fat Kun Opseo”

“Lihat dia masih kurang ajar pada Kun hyung seperti biasa,” Jungwoo masih mengawasi Lucas.

“O Yorobeun, Me Begopayo,” Lucas menggunakan tata bahasa bercampur yang kacau balau.

“Setelah ini ia akan memasak dengan Dramatic,” Gumam Jungwoo

“Baiklah Bebe, Ayo kita memasak sesuatu untukmu,” Lucas meletakan Ponsel namun tetap menyorotnya. Terlihat ia sedang membukan kulkas dan berjalan kesana kemari menyiapkan bahan. Memotong berbagai sayur dengan sejuta gaya dan beratraksi dengan beberapa Wortel yang ia lempar-lemparkan.

“HAIEYAAAAA,”
Memainkan Wortel dan Daun bawang.
“O Yorobeun, Mari kita masukan,”

“AKKKHHH. AKKKH.OKKKHHH”
lucas berjingkat-jingkat sampai punggung menabrak tembok. (Ia terkena minyak goreng akibat melemparkan bawang terlalu tinggi)
Jungwoo bersembunyi di lemari Lucas sejak sore dan kelaparan. Benar-benar merasa konyol melihat idolanya melakukan hal-hal seperti itu secara langsung.

“Apakah aku akan mati hanya untuk melihat segala kekonyolanya disini?”
Jungwoo tau bahwa lucas akan melakukan Vlive sampai jam 2 malam jadi Jungwoo tetap menunggunya.

Setelah Lucas dengan semua hal dan kekonyolan yang ia buat. Akhirnya ia Off Vlive dan kini tidur di sofa dengan Tubuh terlentang di tambah mulut yang menganga lebar. Jungwoo keluar dari kemari dan berjalan menghampiri lucas.

“Bagaimana orang sepertimu melakukan tindakan bunuh diri? Sungguh membuatku bingung”
Jungwoo mendekati Lucas dan menatap wajahnya dalam jarak 20cm.
Jungwoo memperhatikan setiap detail wajah Lucas dan mulai terhanyut oleh ketampanan. Wajah Jungwoo semakin dekat dan kini bibir mereka hanya berjarak 5cm.

“WOHOO!!!”
Lucas tiba-tiba mengigau dengan keras dan membuat Jungwoo terkejut sampai terjelembab kebelakang.

“Sialan!”
Jungwoo mengusap pantatnya yang malang.

“Siapa kau?”
Alangkah terkejutnya Jungwoo melihat lucas yang tiba-tiba duduk dan bertanya dengan polos.

“A-aku penolongmu,”
“Oh,” Lucas kembali tidur
Sedangkan Jungwoo mematung dengan keadaan ambigu ini.

“Baiklah, aku akan merawatmu dan membuatmu sangat sibuk hingga kau tak akan berfikir untuk mengakhiri hidupmu ini,” Jungwoo pergi ke kamar lucas untuk mengambil beberapa bantal dan selimut. Memasangkanya dengan benar pada tubuh lucas yang sedang tidur seperti Kingkong terlentang.

Pagi hari yang cerah.

“Euuuunggg,”
Lucas bangun dengan rambut acakadut lengkap dengan jejak liur kemana-mana.

“Kau sudah bangun?” Jungwoo datang menyapa Lucas yang terlihat kebingungan.

“Cepat mandi dan makan sarapanmu,”
“S-siapa kau?”
“Shut up! Aigoo lihat bantal ini. Kau membuat banyak pulau eoh! Cepat mandi dan makan sarapanmu! Palli” Jungwoo datang dengan celemek Plus Spatula penggorengan. Berbicara sembari Menunjuk-nunjuk wajah Lucas dengan benda itu.
“Tapi aku,”
“SEKARANG!!”
“Nde Umma!”
Lucas langsung berlari kekamar mandi.

Sampai di kamar mandi ia melepas pakaianya perlahan sembari berfikir keras siapa anak lelaki yang berada di rumahnya barusan.
Setelah rambut setengah basah..Otak Lucas yang tidak pintar baru benar-benar bisa Berfikir penuh, kemudian Keluar dari kamar mandi bulat-bulat.

“YA!!!”
“KYAAAAAAA,”
Jungwoo menutup matanya dengan Lap dapur.

“Kau Pencuri!”
Lucas bersungut-sungut seperti Gorila.
“Woey!! Dimana bajumu!”
Jungwoo masih menggunakan celemek dan ganti memungut serbet untuk menutup wajahnya lagi (karna Lap dapur itu kotor jadi ia menggantinya, Takut Wajah cantiknya jerawatan)
“Jangan banyak Bicara! Akan ku telpon Polisi,”
Lucas Mondar-mandir mencari Ponselnya. Mata Jungwoo terbelalak. Bukan karna takut pada Polisi tapi Ia Shock melihat Anak Monyet Lucas berayun di selangkangan.

“Dasar Gila!!” -Jungwoo

Jungwoo melepas Celemeknya dan segera berjalan mendekati lucas yang sedang membongkar-bongkar Sofa mencari ponselnya.

“Nah sudah! Kau itu Idol Jadi tolong beradab lah,”
Jungwoo selesai memasangkan Celemek pada lucas dengan kilat. Melihat apa yang di lakukan Jungwoo, Lucas langsung berkacak pinggang.

“Untuk apa pencuri melakukan ini, Sana pergi dan ambil sesuatu” Lucas malah menyuruhnya mencuri.
“……….”
Jungwoo hanya terdiam dan memutar matanya. Setelah itu ia kembali ke dapur untuk menata Sarapan.

“Nah Benar! Kau Pencuri! Lihat…lihat! Kau akan mencuri Makananku, Kau bahkan memasak semua yang ada di kulkasku!” Lucas menunjuk-nunjuk Jungwoo.

“Tunggu disitu! tunggu disitu eoh! Jangan coba-coba lari lewat jendela!”

“Yang benar saja Luke~s Aku kabur dari Jendela sama saja Mati,” Apartemen Lucas ada di Lantai 16.

“Nah!! Kemari kau,” Lucas membawa sebuah tali dan meminta Jungwoo duduk di kursi makan.

“Kenapa aku harus menurutimu”
“Kemari atau kupanggilkan Scurity,”

Jungwoo menarik nafas panjang kemudian menuruti lucas dengan tatapan bosanya.

“Sakit lucas! Jangan terlalu erat, aku tidak bisa bernafas,”

Lucas mengikat tubuh Jungwoo di kursi makan dengan Erat sekali. Kemudian Lucas mengambil kursi dan duduk menghadap Jungwoo.

“Jadi, Apa yang ingin kau ambil dariku?” Lucas duduk sambil memakan makanan buatan Jungwoo.
“Aku bukan pencuri,”
Pletak.
“Auuuwwh”
Lucas memukul pelan Kening Jungwoo menggunakan sendok sayur.

“Ayo bicara Jujur!”
“Lucaaaaas, Kuahnya jatuh di wajahku”
“Kau ini berisik sekali eoh.

Oh tunggu! Kau bukan pencuri…!!
Jika kau pencuri kau pasti sudah pergi dan tak memasak di dapurku,”

“Pabo,” Jungwoo mengumpat pelan.

“Jangan-jangan kau…” Lucas menunjuk-nunjuk Wajah Jungwoo, dan jungwoo hanya menatap Lucas polos.

“Saesang Fans!! KYAAAAAAAAA” Lucas kelabakan menutupi tubuhnya yang hanya menggunakan Celemek. Sementara Jungwoo hanya menatap datar seolah ingin Mati saja.
Setelah berlarian panik, akhirnya Lucas memakai Pakaian dengan benar. Kini ia mendekati Jungwoo yang terikat di kursi dan menatapnya polos.

“Dimana Rumahmu?”
“Jauh”
“Apa Orangtuamu tau kau ada disini?”
“Tidak,”
“Anak nakal!”
“Auwhh”
-Lucas menarik Jambang Jungwoo.

“Bagaimana kau bisa masuk apartementku? Kau punya koneksi kuat?”
“Punya,”
“Siapa?”
“Tuhan dan Malaikat,”
“Haiiisss kau ini ampun aku,”
“Aku sebatang kara Lucas,” Jungwoo berbicara pelan.
“Aku datang kemari untukmu, Aku datang untuk menolongmu, Aku menyayangimu lucas” Lucas sedikit terkejut mendengar apa yang di katakan Jungwoo. Sesaat kemudian ia mendekati Jungwoo dan menatapnya lekat.

“Kau Cantik…,”
Lucas menyentuh Dagu Jungwoo.

“Dan manis juga”
Lucas mengusap pipi Jungwoo lembut.

“Apa kau sungguh menyukaiku?”
“Nde,”

“Waaah…ini masalah. Aku tidak bisa melaporkanmu karna kau Cantik dan sangat menyukaiku,”

“Kalau begitu Simpan aku,”

“Kau bukan barang sayang,” Lucas membelai rambut Jungwoo.

“Aku tidak ingin pulang lucas. Jika kau memulangkan aku, Aku ingin mati saja!”

“Kau tidak boleh melakukan hal bodoh semacam itu!!” Lucas memarahi Jungwoo.

“Lantas mengapa kau melakukanya!!!?”

Lucas bingung dengan apa yang di katakan Jungwoo. Lebih Bingung lagi karna Jungwoo tiba-tiba menangis.

“No no no nooo…Dont Cry baby,” Lucas panik dan segera melepas ikatan Jungwoo.

Lucas dan Jungwoo kini saling diam dan menatap satu sama lain.

-Dia Manis sekali, Dan sepertinya dia anak yang baik, Haruskah aku membiarkan dia disini? bagaimana jika Media tau? Bagaimana jika Para Hyung juga tau? Ini bisa membahayakan karirku dan NCT tapi dia sangat imuuuut ah bagaimana ini-Lucas.

“Siapa Namamu?”
“Kim Jungwoo,”

“Sudah berapa lama kau mengenalku?”
“10 tahun terakir dalam hidupku,”
“OMMO!! Jinjja?”
“Nde,”
“WOAAHH”
Lucas terperanjat kagum. Itu berarti Jungwoo mengikutinya sepanjang karir.

“Berapa Umurmu sekarang?”
“18 Ah Mian! 17 tahun,”
Jungwoo ingat jika di masa ini Umurnya 17 tahun.
“Woaah, Bukankah harusnya kini kau tengah belajar di sekolah!?”
“Aku sudah lulus SMA,”
“Ah begitu, kau pasti anak yang pintar Jungwoo,”
“Benar, tidak sepertimu lucas,” Lucas melirik sebal
-Mulutnya cukup Jahat juga ini si cantik- Lucas

“Apa yang harus kulakukan padamu,” Lucas terlihat berfikir. Sedangkan Jungwoo hanya memandangnya datar. Setelah Mantap ia ber-ultimatum.
“Kau Tertangkap basah menyelinap kedalam rumahku, Namun kau tak kulaporkan pada Polisi. Sebagai Balasan perbuatanmu kau harus menjadi tawanan, Pelayan dan pengasuhku disini sampai aku melepaskanmu,”

“Apa-apaan itu,” Jungwoo sedikit kesal.
“Jika kau tak terima aku tak apa Sebentar,” Lucas mengeluarkan ponsel yang sudah di temukanya dan jungwoo tau benar siapa yang akan Lucas hubungi.

“Baiklah baiklah baiklah,” Jungwoo menyerah. Jika ia diserahkan pada polisi tentu saja Perjalananya kemasa lalu akan sia-sia karna lucas akan tetap melakukan Bunuh diri tahun depan.

“Nah Jungwoo, Sekarang kita pikirkan cara untuk membuat tempat persembunyian ketika ada member atau tamu yang datang kemari” Lucas sibuk mencari-cari sesuatu Sedangkan Jungwoo? Ia bagai ekor lucas.
Lucas membuat sebuah Ruang rahasia Darurat berukuran 1×2 Meter.

“Ini sempit sekali lucas. Ini seperti liang lahat,” Jungwoo merajuk manja.

Ah manisnya anak ini- Lucas

“Ini hanya untuk keadaan darurat saja sayang,” Lucas menarik Jungwoo dalam pelukan.
“A a aku ingin ke kamar mandi,” Lucas mengeluarkan smirk nya.
Dalam kamar mandi, Jungwoo berusaha mengendalikan diri dan berusaha tak tertangkap basah bahwa dia sangat malu di perlakukan seperti itu oleh lucas.

“Jungwoo, apa kau sedang semedi? Kalau iya aku akan kubawakan tikar untukmu,”

-Hah si Busuk- Jungwoo

Jungwoo keluar kamar mandi pelan dengan wajah yang masih merah.

“ada apa dengan Wajahmu? kau keluar karna baunya? hemm iya…aku memang baru saja Kentut tadi, Aku rasa beberapa dari mereka masih berkemah disana,”

-Ah, ternyata sereceh ini- Jungwoo dalam hati. Sembari melewati Lucas begitu saja.

“Jungwoo, Katakan apa hal yang membuatmu menyukaiku,” Ucap lucas sambil menangkupkan kedua tangan pada wajahnya lengkap dengan aksi sok imutnya.

“Lucas jangan memasang wajah seperti itu aku ingin muntah,” Jungwoo mengabaikan lucas dan kembali menata meja makan.

“Ah jungwoo tidak asik,”

“Duduk dan makan sarapanmu, hari ini kau ada jadwal Perform Stage di M Countdown. Jadi kau harus bersiap secepat mungkin sebelum member dan Manager menjemputmu,”

“Bagaimana kau-”

“Dimana kau menyimpan uang cash dan Kartu Busmu?”

“Aku tak biasa melakukan perjalanan dengan bus, tapi jika kau butuh kau bisa pakai kartu ini,” Lucas mengeluarkan kartu berwarna hitam.

“Black Card eoh?”
“Gunakan sesukamu,”
“Kau ini, Baru beberapa menit yang lalu kau menuduhku pencuri dan kini kau memberikan semua uangmu padaku, kau sungguh bagaimana lucas,”
Lucas menarik lengan lungwoo yang otomatis wajahnya mendekat pada lucas. Lucas membelai lembut poni jungwoo turun sampai membelai wajahnya. Mengangkat Dagu Jungwoo sedikit keatas.

“Rampok aku sesukamu Cantik, Seumur hidup aku tak akan melepaskanmu,” Lucas menatap intens penuh Aura sexy kemudian mengedipka satu matanya.

“Hemmeh Dasar Casanova,”
Jungwoo melepaskan diri dari lucas kemudian berjalan masuk ke dalam kamar lucas untuk membantunya memilih baju. Jungwoo masih ingat kostum yang Lucas gunakan saat Tampil di M Countdown tahun lalu bersama NCT.

“Sudah selesai!”
Jungwoo membawa semua hal dari baju sampai sepatu untuk lucas gunakan.
“Terima kasih Jungwoo, Masakanmu yang terbaik,” Lucas tersenyum riang seperti anak kecil.
“Cepat pakai ini dan aku akan segera mendandanimu,” Jungwoo memberikan semua pada Lucas.
Selang 5 menit, Berdirilah seorang Pria tampan dengan setelah Jas mahal dan beberapa aksesoris mencolok.

“Duduk disini,” Jungwoo mengarahkan Lucas untuk duduk di depan kaca Rias.

Jungwoo mulai mendandani lucas dari mulai Fondation sampai membuat alis yang bagus. Jungwoo adalah Juaranya dalam kelas Make up walau dia bukan perempuan.
Setelah memoles wajah lucas, Jungwoo menyisir rambut lucas. Menyemprotkan sedikit Hair sprai kemudian selesai.

“Hiyak! Sudah selesai kan?” Lucas berdiri.

-Howaah tampan sekali- Batin Jungwoo

“Wah Jungwoo, asal kau tau saja…kau bisa menjadi Make up artis dan stylish Idol jika kau mau,”

“Maaf..Aku hanya akan melakukanya untukmu,” Lucas sedikit terkejut kemudian tertawa manis.

“Kau, Aku…” Lucas sangat tersentuh oleh semua hal yang jungwoo lakukan untuknya.

*Tiiiiiiing*
Suara Pintu Apartemen berbunyi. (Member NCT sudah mengetahui Parword lucas karna Lucas bodoh dan sangat jujur)

“XuXi…XuXi, Ah…Anak Gozila itu pasti masih tertidur di kamarnya,” Jhonny Berjalan menuju kamar lucas

“Hyung aku disini,” Lucas Berdiri tegak dan tersenyum canggung.

“Hoaaaaahhh…Apa yang terjadi? Kau sudah siap? Ini adalah keajaiban” Taeyong menyembul dari balik tubuh Jhonny yang besar.

“Lucas kau juga membuat sarapan??? Howaaaa ada apa dengamu semalam?” Haechan dan Mark sudah ada di Meja makan entah sejak kapan.

“Haiiiiih…apa yang kalian lakukan, Ayo kita berangkat. Apa Jaehyun Hyung sudah ada disana?” Lucas segera menggiring membernya keluar dari apartement. Sempat melirik Jungwoo yang bersembunyi. Memberi Wink dan memberi Flying kiss pada Jungwoo sebelum menghilang di balik pintu apartemen.

“Lucas” Jungwoo tersipu.

Next Part 2

Spoiler Part 2
“Apa yang kau lakukan disana Cantik?”

Astaga!! Dia mendekat!

“Mengapa diam?”
Oh tidak, Bagaimana ini! Mengapa Jaehyun terlihat menakutkan!
“B-b-berhenti disana Jung Jaehyun,”
“Oh kau mengenalku? Apa yang kau lakukan di kamarku?”

Jangan lupa Comment dan Vote ya.
Kalau ada yang baca dan Comment ya saya lanjut…Kalo ga ada ya udah sampe sini aja.

Add Comment