Give Me Back My Idol Part 3 [WARNING!! Rate M] (Fanfic Lucas X Jungwoo) - Kpop Indonesia

Give Me Back My Idol Part 3 [WARNING!! Rate M] (Fanfic Lucas X Jungwoo)

WARNING! RATE M
MATURE CHAPTER.
BXB
(JaehyunXJungwoo)

Jaehyun mendapat memar di sisi pojok kiri bibirnya akibat Bogem mentah dari Jungwoo, Dan Jungwoo sendiri. Sekeras apapun ia melawan..Tetap saja Jaehyun lebih kuat darinya.

“Arghhh, Lucas!! Tolong akuuuu,” Jungwoo Berteriak-teriak memanggil lucas. Ia kini telah berada di ranjang lucas dengan Jaehyun di atas dan mengintimidasinya.

Kedua tangan Jungwoo di tahan oleh Tangan Jaehyun. Sementara Jaehyn menindih tubuh Jungwoo, Ia juga mencium bibir jungwoo paska. Jungwoo yang menulak perlakuanya terus keras kepala menutup bibirnya. Membuat Jaehyun kesal.

Plakk
“Ah!” Melihat ada kesempatan. Jaehyun langsung menyerang Jungwoo bersama lidahnya. Jungwoo yang sudah terlanjur membuaka mulutnya kini tak bisa lagi melawan. Tubuhnya di kunci dan ia tak punya ruang bahkan untuk bernafas.

Apakah aku akan mati disini karna di perkosa?- Batin Jungwoo.

Jaehyun baru sadar saat Tubuh Jungwoo melemas karna kehabisan oksigen. Jaehyun melepaskanya. Jungwoo menatap Jaehyun sayu karna berfikir dia akan mati. Karna Otaknya kekurangan Oksigen Jungwoo tak bisa banyak bergerak…Bahkan ia tak bisa bergerak ketika Jaehyun melucuti pakaianya.

“Ahh,” Jaehyun mengerang di sela leher Jungwoo.

“Lucas…Hiks hiks,” Jungwoo tak bisa melawan lagi.

Jaehyun menciumi setiap inci bagian tubuh Jungwoo dari mulai Leher hingga paha.

“Ahhh,” Jungwoo tidak bisa menahan Ransangan Hasrat yang di berikan oleh Jaehyun. Ia sudah tak melawan lagi dan pasrah akan keadaan.

“Kau menyuakainya?”

Jungwoo tak menjawab apapun dan hanya tersisa Wajah merah padam disana. Jaehyun tersenyum manis sembari membelai wajah Jungwoo seduktif. Empunya tak ingin memandang namun mengetahui Jaehyun memang sangat tampan saat itu.

Jungwoo memang mencintai Lucas namun tak pernah sekalipun terbayang dia akan menjadi Homosexual karna berfikir perasaanya sekedar Cinta Fans pada Idola yang telah menariknya dari kegelapan. Alih-alih membayangkan hal seperti ini menimpanya, ia tak menginginkan hal ini. Ia datang kepada lucas untuk menyelamatkanya dari kematian lantas mengapa kini ia berada dibawah Jaehyun yang menciuminya sembari melakukan hal seduktif dengan kondisi sedikit memar dan Telanjang bulat.

“ahh…ahh..ah..,” Jungwoo mendesah dengan manis saat Jaehyun melakukan hal kotor pada bagian sensitifnya.

Jaehyun mengapsen tiap sela tubuh Jungwoo termasuk dadanya.

“kau tau? ini pertama kalinya aku bercinta dengan laki-laki,”

Sialan-Jungwoo.

Ciuman Jaehyun turun semakin kebawah dan Tubuh Jungwoo berjingkat saat Juniornya merasa basah dan hangat. Berusaha bangun dan melihat apa yang Jaehyun lakukan, Jungwoo sangat terkejut. Jaehyun mengeluarkan senyum satu sisinya dan langsung melakukan BlowJ*b Dengan cepat. Jungwoo Shock oleh sensasi yang di rasakanya.

“Ahh…ahhh…ah..ahh..ah,” Jungwoo sudah menutup mata dan mendesah sebisanya. Jaehyun masih belum berhenti dan semakin mempercepat.

“Ahh…Akk…ihhh”.

Jungwoo anak yang polos dan Manis, Ia tak pernah berfikir kotor atau sejenisnya jadi Ini pengalaman pertama Jungwoo mengalami Ereksi.

“Aku..Ahh…Akkkkkk” Jungwoo mendorong kepala Jaehyun agar terlepas darinya karna Ia merasa akan mengeluarkan sesuatu.

Dan benar, Cairan Jungwoo muncrat dan menyebar dimana-dimana. Jaehyun membersihkan beberapa yang mengenai wajah dan rambutnya.

“Kau siap,”

“Apa?”

“Kau mau melakukan BlowJ*b atau Kumasukan saja?”

“Hah??”
Jungwoo benar-benar tak mengerti apa yang Jaehyun maksut. Jaehyun terlihat sedikit kesal.

“Kemari Cantik,”
Jaehyun membalik tubuh Jungwoo dan membuatnya menungging.

“Apa yang kau lakukan?” Jungwoo bertanya polos.

Jaehyun memasukan jarinya pada mulut Jungwoo. Dia mencoba agar Jungwoo tak seberapa kesakitan.

“Hei…hei…heiii Apa-apa’anhhh, ”
Jaehyun mulai memasukan pelan jari tengahnya.
“Aww…aw…Sakit!” Jungwoo mencoba menyingkirkan jari Jaehyun yang memasukinya.

“Diam sayang,” Jaehyun menampah satu jari lagi dan membuat Jungwoo terbelalak karna rasanya semakin sakit.

“Ampun, sudah…lepaskan. Keluarkan itu ahh,”

“Cobalah tenang dan Relax. Aku akan melakukanya pelan,” Jaehyun masih berusaha membuat Jungwoo terbiasa.

Jaehyun melakukan gerakan menggunting agar Hole itu cukup untuk miliknya

“Ahh,”
Jaehyun melirik Jungwoo yang sepertinya mendesah.

Jaehyun mengeluarkan Jarinya dan langsung memasukan miliknya perlahan.

“AKKKKKHHHHHHHH AAAKKH,” Jungwoo sangat terkejut dengan rasa sakit dan perih yang baru saja menerobosnya. Jungwoo berusaha melihat apa yang Jaehyun lakukan dan matanya terbelalak.

“YA!! Keluarkan!! Ah perih sekali! Kau menyiksaku!”

Jaehyun memeluk tubuh jungwoo dari belakang sambil memasukan miliknya semakin dalam.

“Akkkhhh…Sakit! Siphal!! SEKIYA!”

“Santailah sayang, Dan nikmatilah…Sakitnya akan segera berlalu, Tenang dan pejamkan matamu,”

Jungwoo menuruti kata Jaehyun, Lagipula tak ada gunanya melawan toh tak ada siapapun yang akan menolongnya.

Jaehyun mulai bergerak pelan.

“ikkh,”
Jungwoo meringis menahan perih.

Jaehyun mulai bergerak dengan tempo standart

“Ahhh…ikkkh,” Jungwoo masih merasakan Perih namun itu mulai berkurang karna tiba-tiba tubuhnya menegang dan ia mulai merasakan sensasi sama seperti saat ia ereksi.

“Aaaaaahhhhhhh,” Jungwoo menggigit bibir bawahnya menahan sensasi.
Jaehyun melihat itu dan reflex mempercepat tempo karna terbakar desahan Jungwoo yang sexy.

“Ahh..ahh…ahh..Uuhhh..Eemmph,”
Jaehyun sangat senang mendengar Jungwoo berteriak dan mendesah halus seperti itu.

Jaehyun membalik posisi Jungwoo menjadi tertidur, dan memasukinya dari arah depan untuk melihat Expresi Jungwoo juga.

“Ahhhhh..ahhhh..aiihhhmmp,” Jungwoo berteriak dan merancu tak karuan. Menggigit bibir bawah dan mengacak-ngacak Bantal sprei di dekatnya. Jaehyun yang merasa sangat terpancing membuat tempo yang sangat cepat membuat Ranjang Lucas berdecit dan bahkan terdengar nyaris ambrol.

“Mengapa kau Sexy sekali, kau bahkan mendesah seperti Pemain Porno,” Ucap Jaehyun yang di teruskan dengan Ciuman dominasi lidahnya pada Jungwoo. Dan Jungwoo pun tak mengecewakan Jaehyun, Ia mengalungkan kedua lenganya pada leher Jaehyun dan membuat mereka semakin erat.

Mereka sama-sama melakukan hal terkutuk untuk pertama kali, Dan semua berjalan dengan respon alami.

“AKKKKKKHHHH,” Jaehyun berteriak dan mengeluarkanya di dalam Jungwoo. Mereka merebah bersama.

Namun Karna keadaan Jaehyun yang tengah mabuk parah, Ia tak merasakan lelah dan terus menghajar Jungwoo walau dia sudah mengatakan lelah berkali-kali. Lebih dari tiga kali mereka melakukanya semalaman. Pukul 4 pagi Jungwoo baru bisa beristirahat karna Jaehyun tiba-tiba ambruk dan tertidur di tengah kegiatanya. Jungwoo juga merasa sangat lelah dan tidur begitu saja disamping Jaehyun.

Cahaya menembus jendela Kamar lantai 16 Apartemen mewah tersebut.

Drrrrrtttt…Drrrtttt…Drrtttt

“Yoboseyo?”
“Jaehyun kau sudah bangun? ah baguslah. Aku semoat khawatir menibggalkanmu…Blablabla,” Orang di sabrang sana terus berbicara tanpa koma, Jaehyun masih kebingungan dan melihat ponselnya.

“Taeyong,”

Kemudian meletakan ponsel di telinganya lagi untuk mendengarkan leadenya tersebut.

“Jhonny bilang semalam mereka terlalu mabuk dan semua tertidur di Club, Jadi sekarang mereka baru perjalanan menuju Seoul, Oh iya Jae…Tolong bereskan kamar lucas sebelum kau pulang ya, barang-barangnya aku sembunyikan di kamar mandi karna takut kau akan mengacau saat aku meninggalkanmu disana. Tolong tata seperti semula Okey, Gomawo,”

“Kamar lucas?” Jaehyun kebingungan. Namun mencoba mengingat.

“Ah, Haechan..Aiiihh Bocah nakal,”
Jaehyun mencoba bangun dan tertahan sesuatu. Dadanya berat!

Membuka selimut dan langsung Shoch dengan apa yang dilihatnya. Didalam sana ada seseorang yang tidur dan memeluk tubuhnya. Dia sangat ketakutan.

“Oh tidak!! Apa aku tidur dengan lucas semalam? Aggghhhhh,” Jaehyun mengacak rambutnya Frustasi.

“Bagaimana ini,” Jaehyun sudah menangis.

Melihat dirinya sendiri dalam keadaan bulat dan seseorang disana juga, Serta ranjang yang seolah terjadi gempa dan Tsunami. Membuatnya semakin takut. Belum lagi dia berfikir bahwa ia melakukanya dengan lucas. Jaehyun merasa ngeri dan menangis semakin keras.

Jaehyun mendorong tubuh itu pelan kemudian pergi dari kamar lucas diam-diam. Dia memakai pakaian tergesa

“ah! apa ini?” Jaehyun menyentuh sesuatu yang mengering di rambutnya.

“Hiiiiiiiiyyyyy,” Jaehyun jijik.

Jaehyun buru-buru keluar dari apartemen Lucas, Takut Lucas bangun dan memergokinya.

Sementara Jaehyun pergi dari apartemen lucas, Jungwoo terbangun karna mendengar suara Pintu apartemen yang terbuka.

Membuka mata perlahan dan bangkit pelan. Badanya sedikit kesakitan apalagi bagian belakangnya. Rasanya seolah hancur.

Melihat sekeliling dan Kembali mengingat apa yang terjadi.

“Jung Jaehyun,” Ingatan Jungwoo kembali sepenuhnya. Jungwoo pergi kemamar mandi dan membersihakin diri. Setelah itu ia mengganti baju dengan baju lucas lain dan membersihkan kamar lucas akibat kekacauan yang di buat Jaehyun semalam.

“Nappeun Namja!” Jungwoo sangat kesal, Jaehyun pergi tanpa mengatakan apapun.

“Ia bahkan tak menanyakan namaku, Brengsek! awwhh Pantatku” Jungwoo berjalan pelan untuk mencuci selimut dan sprei lucas.

Menghabiskan waktu dengan mengomel dan berguman sendiri di kamar lucas akhirnya Jungwoo menuju dapur menyiapkan makanan untuk lucas.

Tiingg.

Jungwoo yang mendengar pintu apartemen terbuka langsung bersembunyi, Ia takut Member lucas yang lain datang dan memperkosanya lagi.

“Lucas,” Wajah Jungwoo langsung sumringah.

“Lucaaaas,” Jungwoo berlari dan memeluk lucas.

“Eh? Hehehehe,” Lucas sedikit terheran namun ia menyukainya.

“Kau merindukanku Jungwoo?” Lucas membelai rambut Jungwoo. Jungwoo hanya diam dan semakin mengeratkan pelukanya.

kali ini Jungwoo dan Lucas makan bersama untuk pertama kali.
“Jadwal,”

“Hari ini aku kosong, Jadi…Kau ingin melakukan sesuatu?”

“Bagaimana dengamu?”

“Ada banyak hal yang ingin kulakukan namun tak bisa karna aku seorang Idol, Aku tak bisa pergi kemanapun yang kumau. Kadang aku menyesal mengapa aku dulu memilih menjadi idol,”

“Jika begitu, Berhentilah. Tinggalkan Kamera dan pergi bersamaku, ”

Lucas tersenyum.

“Tidak bisa Jungwoo, aku terikat kontrak,”

Ah benar- Jungwoo

Jungwoo tak berfikir sajauh itu. Apa ini yang benernyata Lucas sesalkan?

“Ayo kita kabur saja. Mari pergi keluar negri atau pergi ketempat terpencil, Kau dan aku…Hidup bersama untuk waktu yang panjang”

“Hahaha..Kau terdengar sedang melamarku,” Lucas memakan makanya dengan santai.

“Apa yang membuatmu tak nyaman? atau hal yang kau benci? atau apapun yang tak kau sukai?”

“Apa itu penting?”

“Tentu saja,”

“Mengapa penting bagimu?”

Lucas menatap Jungwoo serius. Jungwoo justru malah berdebar.

“Aku mencintaimu lucas, Aku ada disini karna ingin kau hidup dengan baik,” Lucas terpesona oleh Jungwoo.

“Jungwoo, Kehadiranmu membuatku sangat bingung. Kau begitu misterius dan kau sangat manis,” Lucas mendekati wajah Jungwoo dan berniat menciumnya, Jungwoo mengetahui itu kemudian menolak dengan memalingkan wajah.

“Mianhae,”
Lucas merasa buruk mendapat penolakan.

Bukanya apa, Tapi bekas Ciuman jadi Jaehyun semalam masih ada di tubuh Jungwoo dan Jungwoo tak ingin Lucas tau akan hal tersebut.

“Ah lucas! Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan?”

“Aku selalu ingin jalan-jalan. Tapi aku tak mempunyai teman untuk di ajak jalan bersama. Para member sibuk sendiri-sendiri, Dan keluarga..Ah sudah lupakan, AYO!” Ucap lucas semangat.

“Sebelumh pergih kita harus menyiapkan sezuacu hulu,” Jungwoo berbicara di sela mulutnya yang penuh.

“Aiiih, Menyembur semua Jungwoo. Ah tuhaaan”

Sarapan telah selesai dan kini Lucas dan Jungwoo tengah berada di ruang tamu.

“Tadaaaaaaaaaaa,” Jungwoo memakau wig panjang dan kacamata. Lalu mantel lucas.

“Aigoooo, Kau terlihat seperti kaum duafa,”

“Aiis Sialan,”

“Ckckckkckckckc,”
Lucas terkekeh melihat wajah kesal Jungwoo.

“Mengapa harus seperti itu? Tak akan ada yang mengenalimu, toh ya kamu tidak terkenal,”

“Ah jahat juga mulutmu susi,”

“Aiiih…Jangan panggil aku dengan nama itu,”

“Susi susi susi susi susi,😋”

“Yaaaa! Xuxi! X. U. X. I,”

“Baiklah Yuki,”

“YuKheiiiiiii,”

“Iya…Iya…Iya Lukeeeees,”

“Ah persetan!”
Sekarang Lucas yang merajuk seprti balita.

“Sudaaaaah, Kau kalau merajuk lucu sekali ternyata,” Mencubit pipi lucas

“Hei jangan kurang ajar, aku ini lebih tua darimu ah Jinjja,”

“Ckckckkckckckckck,” Jungwoo terkekeh.

Satu jam berikutnya mereka sudah siap untuk melakukan perjalanan. Yaitu pergi Naik gunung. Ide Jungwoo Gila memang…Tapi Lucas menyukainya.

Lucas berlari di depan Jungwoo, Dan Jungwoo hanya berjalan biasa saja sembari membawa bekal mereka.

Iya benar!
Jungwoo yang membawa semuanya. Lucas sungguh tega.

“Uwu! Uwu! Cepat!” Ucap lucas riang berlarian. Empunya hanya memberi Deathlarge pada Lucas. Lucas tertawa dan malah berlari meninggalkan Jungwoo.

“Sialan, dia mengesalkan sekali ternyata” Jungwoo tertatih membawa banyak barang. Lucas makan seperti kuli yang bekerja 10 jam nonstop. Jadi ia sengaja membawa banyak makanan untuk lucas yang rakus seperti tikus.

Berjalan perlahan akhirnya Jungwoo sampai di puncak, Ia telah melihat Lucas berlari kesana-kemari berputar-putar di hamparan tanah luas.

“Lucas! Lucas!”
Tak mendengarkan. Akhirnya Jungwoo datang pada lucas dan memasang maskernya dengan benar.

“Disini banyak debu, Pakai maskermu dengan baik. Dan Jaketmu juga. Apa kau tak kedinginan eoh?” Lucas hanya merebah seperti Rose saat Berada di pucuk kapal Titanic. Jungwoo Membenarkan pakaian lucas seperti ibu yang merawat anaknya.

Setelah merasa cukup kelelahan, Jungwoo hanya duduk beralas sandal yang ia pakai. Menerawang pandangan mencari tempat strategis untuk membuka Bekal Mereka. Mereka berada dipuncak gunung, hampir tak ada pohon. Hanya ada beberapa tanaman yang memang bisa tumbuh di ketinggian seperti ini. Tapi akhirnya ia menemukan tempat juga. Tapi saat mengedarian pandangan mencari lucas. Ternyata Bocah kingkong itu tengah berada di oinggir tebing melihat-lihqt kebawah. Jantung Jungwoo seolah hampir lepas daribtempatnya.

“Lucaaaaaas, Lucas! lucas!!” Jungwoo berlari dan segara menarik lucas.

“YA!!! Apa kau gila? Dasar begundal petakilan, Apa Otakmu tak bisa berfikir? Apa kau terlalu bodoh untuk mengetahui itu berbahaya? Kau mau mati hah!!?”

Lucas sendiri menciut saat Jungwoo marah. Padahal ia hanya ingin memetik bunga yang ada di bawahnya tadi. Tapi Jungwoo tiba-tiba datang seperti kuda nil murka.

“Aiiiihhhhsss,” Jungwoo langsung menarik lucas.

“Diam disana!”
“Iya..iya,” Lucas berdiri sambil menunduk memainkan kancing jaketnya. Sedangkan Jungwoo kini tengah sibuk menyiapkan tikar dan menata bekal mereka. Jungwoo menyiapkan Piknic yang lengkap untuk lucas agar ia senang di hari liburnya yang suma satu hari ini.

“Kemarilah,”

“Kita sudah berjalan cukup lama dan aku tau kau lapar. Makan ini,”
Memberikan Sandwich yang di sukainya.

“Kau juga tau aku suka Sandwich, Omo Daebak. Apa asaja yang kau tau tentang aku?”

“Hampir semuanya. Oh…Semuanya sih. Semua yang terexpos media,”

“Berarti tanpa perkenalan atau apapun kau sudah sangat memahamiku,”

“Saat aku berada dirumah, aku selalu bertanya dalam hati. Apa semua image dan expresi yang kau tunjukan di depan kamera itu asli? atau hanya settingan? Aku sangat menyukai semua tingkah luca dan hal Menyenangkan yang kau lakukan. Tapi ada kekhawatiran dari semua itu, Apa kau bahagia dengan semua itu?”

“Apa maksudmu? mengapa tiba-tiba seperti ini?”

“Adakah yang membuatmu terbebani?”

“Mengapa kau terus bertanya seperti ini Jungwoo,”

“Maafkan aku lucas, Aku terlalu perduli padamu dan aku menghawatirkanmu. Aku ingin tau apa yang membuatmu tak senang atau tak bahagia,”

“Kapan terakir kau mengunjungi orang tuamu?”

“Mengapa membicarakan mereka?”

“Kau punya adik lelaki kan? Aku banyak mendengar tentang kau dan ibu dan adik Tapi…Aku sama sekali tak pernah mendengar tentang ayahmu,”

“Mengapa kau tiba-tiba membahasnya? Aku tak ingin membicarakan ini,”

“Katakan saja padaku lucas! Tqk usah kau tutupi, aku ada disini untukmu. Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi padamu,”
Jungwoo memaksa

“Kumohon Jungwoo, Cuacanya sedang sangat bagus. Oh lihat itu Jungwoo, Kupu-kupu itu sangat besar..Kira-kira dari mana datangnya. Aku bertaruh saat ulat bulu ia pasti sangat besar,”

“Lucas, Hentikan”
Jungwoo serius.

“Jungwoo, Ayolah…Aku tak ingin Piknic kita rusak,”

“Kalau begitu katakan sesuatu tentang dirimu,”

“Kau sudah mengetahui semua tentangku, apa yang perlu ku katakan? Kau bahkan tau semua yang kusukai, itu sudah cukup Jungwoo,”

“Kau tak mempercayaiku?”

“Eh Jungwoo, Bagaimana kalau kita kesana,” Lucas mengalihkan pembicaraan.

“LUCAS!!!”

“Bagaimana bisa kau percaya pada seseorang yang baru kau temui selama sehari? Apa yang bisa menjaminmu jika ini tak bocor kemana-mana? Bagaimana aku mempercayai seorang Saesang Fans seprtimu yang bisa melakukan apa saja tak terduga! Keberadaanmu saja sudah bisa membuatku dalam masalah, dan kini kau memaksaku bercerita hal yang tak ingin kuceritakan. Lancang sekali kau,”

Seolah tersambar petir. Ia bahkan tak menyangka Lucas bisa sekasar itu padanya. Ia sangat menyayangi lucas sampai mempertaruhkan hidupnya untuk menolong lucas. Kini ia merasa lucas menghempaskanya berkali-kali.

“Jungwoo Aku,”

“Hiks Hiks,”

Lucas menjadi kalangkabut saat melihat Jungwoo menangis tak karuan. Wajah Jungwoo menjadi merah padam karna mungkin merasa sedih sampai menangis menyayat seprti itu.

*Piknic Mereka kacau*

Pukul 7 Malam mereka baru tiba dirumah. Sejak siang Jungwoo mendiamkan Lucas. Ia hanya meladeni apa yang di butuhkan dan mengarahkan apa yang harus Lucas lakukan saja. Hatinya masih sakit

Mereka berdua menonton TV di Sofa dengan Posisi Jungwoo di ujung Kiri dan Lucas di Ujung kanan. Tak ada yang berbicara karna suasanya sangat canggung.

“Uhuk uhuk,” Lucas batuk dan Jungwoo meliriknya. Ia kemudian bangkit dari sofa menuju dapur.

Kembali membawa segelas air putih dan tablet ibuprofen. Meletakan itu disamping lucas tanpa berkata apapun, Lucas mengerti maksudnya.

Lucas Pov.

Sejak apa yang terjadi tadi siang, Jungwoo mendiamkan aku. Sebenarnya jika kufikir-fikir Jungwoo ini sangat manis dari semua segi. Sebelumbya tak ada yang pernah memperhatikan aku sampai seperti ini, jangankan memperhatikanku…Memperdulikanku saja jika ada Urusan saja. Tapi jungwoo tanpa urusan, Tanpa Tujuan tertentu ia terus memperhatikanku seolah aku anak 5 tahun yang Hiperaktif. Ia terus mengawasiku kesana-kemari. Itu sebenarnya sangat membuatku senang karna aku merasa di sayangi.

Ini adalah perasaan sayang yang nyata seorang Fans padaku. Bukan hanya sekedar Hastag atau Viewrs atau Digital sale atau lain-lainya yang Perasaan sayang fans tunjukan lewat dunia Virtual. Aku tau Fansku diluar sana pasti juga mencintaiku seperti Jungwoo. Karna itulah aku tak ingin Berhenti. Aku tetap menjadi Idol untuk bersama mereka. Untuk Jungwoo juga karna dia Fans ku. Ah dia Fanboy termanis yang pernah kumiliki. Kira-kira diluar sana ada berapa Fanboy yang sepeti Jungwoo ya? Lihat…Lihat…Dia pergi mengambil Minum dan obat untuku padahal aku hanya batu dua kali, AIGOO Dia manis sekali. (lucas tersenyum tersipu)

Bagaimana caranya aku berbaikan dengan Jungwoo? Sebenarnya hal ini sangat menyusahkan untuk di katakan. Aku tau keberadaanya bersamaku tidak jelas tapi aku juga ingin tetap seperti ini. Aku ingin tetap dia bersamaku. Tapi sebenaranya aku juga ingin mengetahui semua tentangnya. Ah aku tak berani bertanyaaaa
(Lucas mengacak rambut Frustasi)

Harus bagaimana aku memulainya? Aku tak ingin dia pergi, Aku tak akan bertanya apapun.

Next Part 4

Dont Forget Like, Vote and Krisar guys😘

Add Comment