Give Me Back My Idol Part 7 (Fanfic Lucas X Jungwoo) - Kpop Indonesia

Give Me Back My Idol Part 7 (Fanfic Lucas X Jungwoo)

Halaaawww, Maaf Author mudik jadi ikut libur post kemaren. hehhehehe

Okey Happy Reading😘

Sinar pagi yang cerah menembus melewati jendela dan menerpa wajah Cantik Jungwoo.

“Ah!!!”

Jungwoo tiba-tiba bangun dan mendapati Lucas tak ada di sampingnya.

“Lucas…lucas,” Jungwoo mencari Lucas gopoh.

“Aku disini Wu,”

“Lucas, mengapa kau masih disini? Ah maaf aku bangun telat. Ini pasti gara-gara aku kau telat pula. Ayo…kau harus segera latihan,”

Lucas hanya tersenyum kemudian mendekat pada Jungwoo.

“Tidak perlu wu, Hari ini sampai 2 hari kedepan kami diliburkan karna Member banyak yang mengalami cedera,” Lucas menyisir rambut jungwoo yang acak-acakan.

“Benarkah?? Ah syukurlah…kufikir kau akan terlambat,”

“Tak masalah pula jika sedikit telat kan?”

“Oh No no no, tidak bisa itu, aku tak akan membiarkanmu dalam masalah sedikitpun,” Ucap Jungwoo dengan berkacak pinggang disertai Expresi meyakinkan.

“Kau lucas sekali, Menggemaskan” Lucas memeluk Jungwoo. Jungwoo membalas lucas lembut.

“Eum Jungwoo, aku kan sedang kosong…kau bersedia menemaniku?”

“Kemana?”

Disinilah Jungwoo.

Berada di kediaman keluarga Wong Di Hongkong.

“Salam kenal bibi, Namaku jungwoo” Jungwoo menunduk dan sedikit canggung berbicara menggunakan bahasa cantons

“Ah kau temannya lucas? Aku senang sekali kau bersedia bergaul dengan lucas. Lucas ini memang terlihat ramah tapi sebenarnya dia anak yang tertutup pada orang lain. Senang sekali dia memounyai teman dekat sekarang. Dia mengajakmu pulang berarti dia sangat mempercayaimu Jungwoo. Tunggu sebentar ya, Renjun!”

“Renjuuuun, keluar nak…Kakakmu pulang,” Ibu lucas memanggil anak bungsunya.

“Ren-”

“Iya iya iya aku datang ibu,” Ucap seorang anak lelaki berumur sekitar 14 tahunan.

“Lucas itu adikmu?” Menyenggol lucas menggunakan sikutnya.

“Benar, Kau ternyata Jago berbahasa China?”

“Aku belajar selama 10 tahun. Wauuw adikmu manis dan cute sekali, Lihat…dia juga sangat tampan lucas. Mengapa kau tak memintanya ikut audisi SM?”

“Tidak Jangan, tak perlu”

“Mengapa? Jika ia ikut audisi aku yakin dia akan lolos dan mungkin saja di masukan dalam Unit NCT Dream,”

“Ah itu tidak mungkin, Hanya Good looking saja tak cukup menjadi Idol,”

“Hyung, ah aku mendengarmu,”

“Nah lihat? Dia juga menyebalkan. Aku akan gila jika dia masuk Grup yang sama denganku, Sudah cukup ada satu Haechan saja yang ricuh membuat NCT porak-poranda,”

“Tapi kau kan sama saja dengan Haechan kas,”

“Haiis tentu saja berbeda, aku lebih tampan”

“Terserahlah,” Jungwoo kembali mengedarkan pandanganya. Rumah lucas tampak sederhana dan Rapi.

“Aigo Renjun, tak sopannya kau…Cepat perkenalkan dirimu pada teman kakakmu ini,” Ibu lucas mengintruksi

“Annyeonghaseo, Renjun Imnida”

“Hallo Renjun, Aku Jungwoo”

“Salam kenal Jungwoo hyung,” Ucap Renjun manis.

“Ah lihat, adikmu manis sekali kas,”
Bisik Jungwoo.

“Ah itu hanya kamuflase, dia pintar bermain jebakan betmen, dia penipu ulung”
Ucap santai lucas dengan Tap Game di ponselnya.

“Aku mendengarmu lagi hyung,”

Setelah berada di rumah Lucas sampai malam, kini mereka dalam perjalanan kembali ke Seoul.

Selama berada dirumah Lucas, Jungwoo mudah sekali dekat dengan Ibu dan adik Lucas. Tampaknya Jungwoo memang pintar mengambil hati orang.

Beruntung sekali Jungwoo pintar bahasa China jadi Jungwoo menanyakan semua hal pada ibu lucas. Ibu lucas mentukai Jungwoo jafi dia berceriata apapun semaunya termasuk yang tidak Jungwoo tanyakan.

Kini Lucas tengah memandangi Jongwoo yang tertidur pulas di kursi sampingnya.

“Jungwoo,” Lucas tersenyum lembut memandangi wajah damai Jungwoo.

Kemudian Lucas menarik ponsel Jungwoo dari genggamanya lalu memotret dirinya bersama Jungwoo yang pulas. Lucas berpose konyol dan memasang banyak Expresi tak jelas. Namum beberapa kali juga Lucas memasang Expresi manis pada Jungwoo.

Sampai Pukul 9 malam Penerbangan telah sampai. Dan mereka kini berjalan lunglai dengan Wajah kusut karna lelah dan Semua hal yang menutupi wajah mereka bedua. (Tetap Waspada Paparazi)

Hanya butuh kurang dari 20 menit mereka sudah sampai di apartemen.

“Lucas, Punggungku sakit”
“Tak apa, Aku akan memijatmu,”
“Tak usah. Kau pasti juga lelah,”

Tiiing (Mereka masuk Apartemen)

“Ahahahahaha…Hahahaha”
Lucas dan Jungwoo bercanda riang.

“Uhuk!” Lucas yang tadinya tertawa tiba-tiba tersungkur dan batuk-batuk

“Ada apa, ada apa lucas,”

“Aku menelan nyamuk, Hehe” Jungwoo hanya menatap lucas datar kemudian memutar bola matanya ketika Lucas mulai bertingkah. Jungwoo sudah terbiasa dengan tingkah bodohnya sehari-hari. Jadi ia sudah tidak kaget, Candaan Lucas memang Garing kriukk kriukk.

“letakan itu, Kemari..kemari,” Lucas melepaskan Tas besar jungwoo yang berisi enatah apa dari Ibu lucas.

“Kemari Jungwoo,” Menarik Jungwoo untuk duduk dan memijat pundaknya lembut.

“Aww..Jangan terlalu keras kas, Aww aww..Tanganmu kenapa besar sekali seperti kuli batu kas,”

“Ah, Memang tubuhku besar bagaiamna dong wu,”

“Ckckckckkckckc,” Jungwoo hanya terkekeh.

“Lucas,” Jungwoo menyandarkan Tubuhnya pada lucas yang kini tepat di belakangnya. Lucas Hanya tersenyum lalu melingkarkan tanganya pada perut Jungwoo dan memeluknya lebih erat.

“Pemandangan Macam apa ini,”

Jungwoo dan lucas Terkejut setengah mati mendengar Suara yang tak asing di telinga mereka.

“Haechan,”
Lucas segera melepaskan Jungwoo dan berdiri.

“Ap-ap-apa yyang kau lakukan disini?”
Lucas bertanya gagap.

“Aku datang untuk mengajakmu menjenguk Taeyong hyung. Tapi ternyata aku melihat Kingkong sedang mencari kutu,” Ucap santai Haechan sambil meniup-niup kukunya.

“Hyung, Siapa dia?”
Tanya Mark yang berada di samping Haechan penasaran.

“D-d-dia…Eum..Dia,”

“Sudah kudugong ya Kau Hyung. Aku sudah bertanya-tanya mengapa kau sibuk sekali dengan ponsel ketika kita sedang ada jadwal. Rupanya ada yang kau hiraukan sekarang?”

“Bukan seperti yang kau bayangkan Haechan-ssi,” Ucap Jungwoo berusaha menyelamatkan Lucas.

“Markunyuk! Bayangan apa yang ada jika melihat seseorang memeluk mesra orang lain dari belakang?”

“Tentu saja Kekasih, Eh tunggu! kau panggil aku apa?”

“Nah aku benar kan? Mengaku saja Hyung,” Ucap Haechan dengan wajah sok cantiknya.

“Berapa umurmu?” Haechan mendekati Jungwoo.

“Jangan ganggu dia Haechan,” Lucas menarik Jungwoo di belakangnya.

“Ahh…kita dalam masalah besar. Lucas punya kekasih seorang lelaki dan mereka telah tinggal bersama entah sejak kapan,” Ucap Mark.

“Kami bukan kekasih Mark, Kami hanya berteman” Jungwoo menyanggah.

“Teman itu tidak memeluk dan mesra begitu,” Ucap Haechan berusaha membuat Jungwoo dan lucas mengaku.

“Eum Haechan. Kau bahkan memeluk dan menciumku juga kadang-kadang,” Ucap Mark polos yang langsung mendapat Deatlarge dari Haechan. Mark benar-benar tak mengerti😂

“Mengapa kau menyembunyikanya hyung? Oh tunggu,” Haechan mengingat sesuatu.

“Yaaaaaa kau anak lelaki yang di cari Nctzen…Kau yang telah menendang-nendang Mereka dulu, Omoooo itu 6 bulan lalu,”

“Dia menolong Lucas Ncan,” Ucap Mark. Untuk kesekian kali Mark mendapat Deatlarge lagi.

“Ayolah Hyung Jujur saja,” Ucap Haechan manja. Ia telah selesai mengintimidasi karna semua di gagalkan oleh Mark.

“Jika kuminta kau jujur tentang hubunganmu dengan Mark apa kau bersedia?”

“Apa maksudmu hyung?”

“Aku tau kau dan Mark berkencan,”

“Yaaa…Kau gila hyung,”

“Mark…Ayo jujur. Kau menyukai Haechan kan?”

“Yaaaa….Mengapa sekarang aku yang terpojok,” Lucas berusaha membalik keadaan.

“Iya benar….Walaupun Mark bilang ia tak suka Haechan menciumnya, Tapi tetap saja Ia selalu diam ketika Haechan melakukan itu,” Jungwoo menambahi.

“Orang Asing tidak usah ikut-ikut,”

“Haechan jangan kasar padanya,” Lucas membela Jungwoo.

Setelah beberapa menit saling berDiam-diaman Akhirnya Haechan dan Mark memutuskan Untuk duduk. Begitu pula dengan Lucas dan Jungwoo setelah berdiskusi akhirnya Jungwoo memutuskan untuk memperkenalkan diri.

“Baiklah, Aku akan perkenalkan diriku. Namaku Kim Jungwoo…Aku Lulusan SMK Teknik Seoul tahun ini,”

“Apa hubunganya Anak Teknkk dengan Lucas kami?” Haechan bertanya dengan wajah angkuhnya.

“Aku Saesang Fansnya,”

“OW MY GOD!!” Teriak Mark terkejut.

“Benarkah itu hyung?” Haechan bertanya pada lucas.

“Hm,” Lucas mengangguk.

“Bagaimana bisa kau menjalin hubungan dengan Saesang Fans. Kau tau? Yang kau lakukan ini sangat berbahaya. Jika Saesang fans mu yang lain tau..Tamatlah riwajat nya…Oh siapa tadi namanya?”

“Jungwoo,”

“Iya Jungwoo! Tamat sudah riwayat Jungwoo jika hubungan kalian tercium publik,”

“Hyung…Kau mengambil resiko yang sangat besar hyung Jinjja,” Mark Masih menganga heran.

“Tolong bantu aku melindunginya dari media, Kumohon” Lucas

Haechan dan Mark hanya bisa diam. Kini mereka terlibat dan mau tak mau mereka harus ikut campur.

“Hyung, Kau taukan? Apa yang terjadi padaku saat aku dirumorkan berhubungan dengan Seorang Saesang Fans dulu?”

Haechan dulu pernah berteman baik dengan Seorang Saesang. Dan itu adalah Saesang fansnya sendiri. Mereka sangat dekat bahkan sampai saling memberi kado saat ulang tahun. Tapi pada tahun 2016 Hubunganya dengan Saesang tercium media kemudian menyebar. Haechan mendapat banyak hujatan dan komentar negatif terkait perihal ini. Sejak saat itu sampai saat ini Haechan menjadi sedikit pendiam di depan kamera karna dia merasa serba salah juga. Sejak saat itu ia tak pernah mau bersangkutan dengan Saesang lagi.

“Hyung, Kau sedang bermain api”

Lucas hanya terdiam. Sementara Jungwoo masih menunduk disamping lucas. Sejak tadi ia mendapat pandangan intimidasi dari Haechan.

“Tak masalah,”

“Mwo???”

“Tak masalah, Ku ambil semua resiko agar Jungwoo tetap bersamaku,”

“Hah! kau gila. Kau membahayakan kami juga eoh!”

“Kumohon Haechan, Jangan permasalahkan hal ini”

“Ini adalah masalah! bagaimana bisa aku tak mempermasalahkanya!?” Haechan berkacak pinggang. Kini ia menjadi yang paling berkuasa.

“Ah mark…Batu aku mark,” Lucas bergelendot pada mark.

“Tolong bujuk Haechan, Aku tau hanya kau yang bisa menjinakanya”

“Menjinakan apanya kas? Kau tau sendiri aku sering di tindak kan?”

“Ah kau tak berguna,”

“Haechan,”
Jungwoo memanggil halus.

“Aku ingin berbicara denganmu. Berdua saja,” Haechan mengerti kemudian Jungwoo membawa Haechan kekamar lucas.

Di dalam kamar.

“Katakan,”

“Haechan. Aku tau bagaimana perasaanmu dan bagaimana kau menyayangi membermu. Aku tau kau mengetahui banyak hal namun kau tak mengetahui semua hal. Aku tau perihal Kau dan Saesang fansmu, aku tau bagaimana perjuanganmu dari 0 sebelum masuk NCT. Aku tau semuanya Haechan. Tapi kau tidak,”

“Berani sekali kau berkata seperti itu padaku,” Haechan mulai emosi

“Apa kau tau, atau pernah melihat keluarga lucas sekalipun? Apa kau mengetahui bahwa lucas sekarang sedang depresi? Apa kau mengetahui bahwa lucas berpeluang besar melakukan bunuh diri di masa depan? Atau…apa kau tau bahkan sedikit saja kalau lucas itu orang yang kesepian?”

“Hah. Omong kosong apa ini, Siapa yang kesepian? Lucas hyung? Anak itu? Dia bahkan yang tergila dari semua member,”

“Dia berbohong. Semuanya Kebohongan. Dia terjebak, Dia tak punya pilihan dan menjadi buah simalakama,”

“Dia sendiri yang memutuskan menjadi Idol,”

“Dia menyesalinya,”

“Omong kosong,”

“Baiklah, Perhatikan ini. Lucas tipe sangat perasa dan tak mau menyakiti hati orang lain. Karna itulah dia justru menyakiti diri sendiri. Berhatikan ini Haechan,”

Jungwoo melihat sekitar dan melihat Parfum mahal juga semua aksesoris Branded dimeja kaca Lucas.

“Bagaimana menurutmu jika kurusak semua ini? Apa yang akan lucas lakukan?”

“Tentu saja akan marah. Itu semua barang kesayanganya, bohong sekali jika tak marah”

“Lihat Haechan. Dia tak akan marah padaku karna dia tak akan tega melakukanya lihat baik-baik,”

PRAAANGGGGGGG

“Jungwoo!!!” Lucas masuk tergesa melihat kamarnya berantakan. Barang-barang dan parfum favoritnya juga hancur langsung menghampiri Jungwoo.

“Apa yang terjadi? Kau tak apa? ada yang terluka” Lucas mengecek keadaan Jungwoo dengan Detail

“Haechan apa yang terjadi?” Mark menghampiri Haechan.

“Maafkan aku lucas, aku yang merusaknya. Aksesoris dan Parfum mahalmu,”

“Sudah…sudah…Gwenchana. Itu bukan masalah besar, Yang penting kau tak apa,” Lucas meneliti tangan Jungwoo.

Bagaimana Haechan?- ucap Jungwoo dalam hati sambil memandang Haechan.

Itu bukan karna Parfumnya atau apapun Jungwoo, Sekalipun kau membakar semua miliknya yang ada. Aku yakin dia tak akan mempermasalahkanya karna dia sangat memperdulikanmu. Karna kau sangat berarti untuknya, Aku akan membiarkan kalian – Gumam Haechan dalam hati.

“Hyung, Ayo kita pulang” Haechan menggandeng tangan Mark untuk pergi keluar.

“Hati-hati di jalan kalian,” Jungwoo tersenyum dan melambai.

Sementara diluar Apartemen.

“Hyung, apa aku juga seberarti itu untukmu?” Haechan menyandarkan kepalanya didada Mark.

“Yaaa….Apa yang kau bicarakan,” Mark yang tengah duduk berdua dalam taxi itu tersipu malu.

“Kau ini sangat berbeda sekali dengan Lucas. Dia saja terang-terangan dengan Kekasihnya,”

“Lantas maumu apa? Mengatakan pada dunia bahwa aku mencintaimu?”

“Kau mencintaiku?” Mark yang selama ini seolah menghindari perasaan Haechan kini tak sengaja mengakui perasaanya sendiri.

“a-ak-aku Eum..Anu aku,”
Mark gugup. Pandangan mata menjadi tak karuan.

“Ckckckckkckckckckckkck Kiyowo”
Haechan tersenyum kemudian memeluk tubuh Mark erat.

“Kita sudah bersama sejak kecil, tentu saja aku mencintaimu”

Chu

“Yaaaa…Aku tak suka dicium,”

“Masa bodoh, Emmmumumuach”

“Ya! Ya! Ya! Andwe!” Haechan terus berusaha menciumi Mark. Haechan tau Mark malu Tapi Haechan sengaja agar Mark lebih malu lagi.

“Jaehyun, Pulanglah…Aku yang akan menemani Taeyong”
Ten meletakan pantatnya disofa ruang tamu apartemen Taeyong.

“Tak perlu. Aku akan tetap disini. Eum Hyung, Kau dekat dengan lucas kan?”

“Nde,”

“Eummm….apakah dia pernah membahas sesuatu tentangku?”
Ten mengerutkan alis dan memandang Jaehyun dengan tatapan heran.

“Apa maksud pertanyaanmu?”

“Jangan salah paham…Aku hanya,”

“Tunggu! Kau tidak berfikir lucas menyukaimu kan Jaehyun,” Ten menatap selidik pada Jaehyun yang kini panik.

“T-tt-tentu tidak, itu tak mungkin”

“Lantas apa?”

“Ahahahahaha…Jaehyun itu terus terfikir halusinasinya yang meniduri Lucas. Ahahahhahahaha,” Taeyong tiba-tiba muncul dari balik pintu kamarnya perlahan sambil menahan punggung.

“Meniduri lucas??”
Tanya Ten heran.

“Benar, Jaehyun terus terfikir tentang khayalanya ketika ia mabuk 6 bulan lalu. Dia bilang saat Ia kutinggalkan dikamar lucas. Dia meniduri lucas semalaman tanpa ampun. Ahahahhahahahha aku bahkan tak bisa berhenti tertawa, Kau itu memang Kotor sekali sampai berhalusinasi sepeti itu Jaehyun,”

“Aku tak berhalusinasi hyung. Aku benar-benar menidurinya. Dia bahkan tertidur didadaku saat aku bangun,” Jaehyun membela diri.

“Kau serius?” Ten masih menatap serius.

“Seribu persen serius hyung”

“Jika memang benar, Sayang sekali itu bukan Lucas Karna pada saat itu Lucas bersamaku dibusan,”

“Lantas siapa yang tidur denganku?”

“Kau sudah bertanya pada lucas? Jangan-jangan itu Renjun, adik lucas”

“Renjun bukankah masih kecil? Dia sudah besar,” Jaehyun membenarkan.

“Kau sudah pernah bertanya pada lucas?” Ten membantu Taeyong untuk duduk dan kini memijat punggungnya.

“Mana berani aku bertanya,”

“Heol~ Selama 6 Bulan kau berfikir telah menidurinya dan masih bungkam? Kau berencana menyembunyikan ini seumur hidupmu?” Taeyong kini berbaring memposisikan diri agar lebih nyaman dipijat oleh Ten.

“Sebenarnya aku curiga Lucas sedang dekat dengan seseorang. Apa kaliat tak merasakanya? Akir-akir ini ia selalu fokus pada ponselnya,”

“Bukankah daridulu seperti itu? Lucas kan alay”

“Berbeda yong, beberapa bulan ini aku menergokinya sedang membalas Chating dan sering menghubungi seseorang, Dia 10 tahun bersama kita dan kita tau semua teman juga keluarganya. tapi orang itu..Masih tak terdeteksi.”

“Mungkinkah Lucas sedang berkencan?” Taeyong menyrobot.

“Apa itu artinya, Dia pacar Lucas?”

“Tapi Jaehyun. Kau harus tau Lucas tipe orang yang sangat nekat. Jika benar kau meniduri kekasihnya. Mungkin kau tak akan hidup lagi,”

“Oh tidak. NCT juga akan berantakan,”

“Aigooooo aku harus bagaimana hyungdeul…aku tak sengaja melakukanya,”

“Pertama! Kau harus menyelidikinya dulu. Apa asumsi kami berdua ini benar atau tidak,

Kedua! Setelah mengetahui dan jika benar. Simpan rapat-rapat. Kau harus bisa bernegoisasi dengan kekasihnya.

Ketiga! Mintalah maaf seolah kau akan mati besok pagi,”

Ten berusaha menbantu keduanya.

“Jungwoo..Mengaoa kita tak tidur satu ranjang lagi?” Lucas berdiri memakai piama dan menyincing bantalnya.

“Tidak Lucas, Sudah sana tidurlah,” Jungwoo sudah memposisikan diri tidur disofa lucas yang nyaman dan mahal.

“Mengapa? Kau takut padaku”
Lucas menggoda Jungwoo. Namun tak ada respon karna Jungwoo memang sudah benar-benar tertidur.

Lucas berjalan pelan menghampiri Jungwoo.

“Saranghae,” Mengecup kening Jungwoo lembut.

Pagi menyingsing, Jungwoo sudah melakukan berbagai hal ibu rumah tangga. Kini setelah ia selesai merapikan baju lucas, ia berjalan kekamar lucas untuk membangunkanya.

“Kas bangun..Hari ini kau harus mengunjungi Taeyong hyung” Lucas bergeliat sambil mengucek matanya.

“Hoaaammm,” Ia juga menguap lebar. Kemudian memandang Jungwoo di depanya yang sudah tampak mempesona walau belum mandi.

“Bangun bangun, Ayo bangun ini sudah pagi kas,”

“Iya sayang,”

“Aggh”
Lucas menarik Jungwoo Jatuh ranjang. Jungwoo menindih tubuh lucas dan wajah mereka hanya berjarak beberapa milimeter saja.

“Jungwoo, Bolehkah?” Lucas meminta Ijin. Seolah memberi lampu hijau ia memejamkan mata.

“ahhh,” Jungwoo dan Lucas melakukan Ciuman pertama mereka di pagi hari dengan gairah.

“Engghh,” Jungwoo mulai merancu dan hampir Lucas lepas diri disela Hot kiss mereka. Lucas membalik posisi menjadi Jungwoo di bawahnya. kemudian melanjutkan Ciumanya lagi. Sudah lama Lucas ingin melakukan ini namun tak berani meminta Ijin. Kini Jungwoo telah mengijinkanya dan ia mulai lancang mengabsen leher jenjang Jungwoo juga dan memasukan tanganya dalam kaos putih jungwoo.

“Ahh kas, Sudahhh” Jungwoo mengintrupsi setelah sadar lucas hampir menelanjanginya. Bagaimanapun juga Lucas bukan tipe yang Egois, Dia sangat menghargai Jungwoo. Ketika Jungwoo mengatakan sudah itu berarti dia memang harus berhenti.

“Baiklah, Terima kasih Kim Jungwoo. Aku Mencintaimu” Lucas memeluk Jungwoo yang kini dibawahnya. Jungwoo membalas pelukan Lucas dengan senyum mengembang. Ia sudah hampir menangis karna terharu.

Apakah ini artinya kami menjadi pasangan?- Jungwoo.

Setelah selesai sarapan bersama, Jungwoo meminta Lucas pergi mengunjungi Taeyong karna memang hanya Lucas yang belum mengunjunginya sejak kemarin.

“Aku Pingin kamu ikut wu,”

“idih manjanyaaa,”

“Pokoknya kamu ikut. kut kut kut ikooooot,” Lucas memanyun-manyunkan bibirnya.

“Tidak bisa kas, kau tau kan. Aku tak ingin keberadaanku di ketahui”

“Si ember bolong sudah tau. Jadi hanya tunggu waktu saja. Ayolah wuuuuuuuu,”

“Haechan tidak akan membocorkanya kas, Tidak kas aku tidak mau,”

Pasti nanti disana ada Jaehyun juga- Batin Jungwoo.

“Ayolah Wuuu…Kau tau rumah Taeyong hyung itu jauh, Bisa 3 jam Jalan kaki dan 3 hari kalau jalan mundur,”

“Siapa yang peduli,”

“Ah Jungwoo 10.000 Minus kelucuan!”

“Kau tidak lucu,” Jungwoo menyanggah.

“Kau tidak asik,” Lucas balik membantah.

Lucas yang menyerah untuk merayu Jungwoo akhirnya berangkat menjengung Taeyong sendiri.

Part 8

Dont forget Vote and Comment.

Add Comment