I'M JUST A FAN (Fanfiction 2Min, Minho-Taemin) - Kpop Indonesia

I’M JUST A FAN (Fanfiction 2Min, Minho-Taemin)

Halloooooowwww……Kalian pasti ga menduga saya bakal post 2 ff dobel malam ini, kali ini ada ff 2min titipan seorang shawol. Tapi di jamin Jleb-jleb banget gengs….SOOOOOO……Cekidot ya…jangan lupa untuk kasih respon Gengs…I LOVE U SHAWOL

 

 

 

 

 

~I'm Just A Fan~

Author: Liliey

Cast : SHINee

Main Cast: 2Min (Minho-Taemin)

 

Cinta…. Apa itu cinta…? Bagaimana itu cinta…? Bukankah cinta itu bertujuan untuk menyatukan dua hati..? Lalu apakah masih pantas di sebut cinta jika hanya satu hati yang merasakannya…? Bahkan Orang yang kau cintai tidak mengenalmu. Tidak tau dimana rumahmu. Tidak tau siapa namamu. Bahkan tidak tau kau hidup di dunia ini atau tidak. Jadi masih pantaskah itu di sebut cinta…? Namun anehnya. Aku memang merasakannya. Aku mencintainya yang bahkan tidak mengenalku. Tidak tau siapa namaku. Tidak tau dimana rumahku dan mirisnya tidak tau aku hidup di dunia ini atau tidak. Menyedihkan bukan ?

 

 

Namaku Lee Taemin. Mahasiswa jurusan seni di konkuk University. Dan orang yang kucintai adalah Pria bernama Choi Minho. Seorang Penyanyi Terkenal di korea selatan yang telah melakukan debutnya selama hampir 9 tahun. Gila…? Yah mungkin itu salah satu kata yang tepat untukku. Mencintai seseorang yang sangat mustahil untuk kudapatkan. Bagaimana bisa aku mengharapkan seorang Choi Minho yang begitu terkenal, memiliki jutaan orang yang mengaguminya di luar sana. Sedangkan aku ? Hanya satu dari jutaan fansnya yang aku yakin Choi Minho tidak mengetahui keberadaanku sedikitpun. Kami bagaikan langit dan bumi. Begitu jauh dan sulit di raih meskipun kami menghirup oksigen dibawah langit yang sama. Miris sekali memang. Namun itulah yang kurasakan. Aku mencintainya lebih dari sekedar perasaan antara Idol dan penggemarnya. Tapi aku mencintainya sebagai Choi Minho. Pria yang sudah membuatku jatuh Cinta Dengan paras tampannya dan kelakuannya yang begitu baik. Bahkan aku pernah menangis seharian hanya karna mendengar rumor minho dekat dengan seorang wanita. Ingin sekali rasanya aku menjambak rambut wanita itu karna berani mendekati minhoku tapi Hey siapa aku ? Aku hanya seorang penggemarnya (yang mencintainya dengan tulus) dan aku sadar aku tidak punya hak untuk mengatur kehidupan pribadinya. Tapi tetap saja hatiku rasanya begitu sakit..

 

 

 

Sudah hampir 8 tahun aku menjadi seorang Flamer (sebutan untuk penggemarnya minho) Dan tidak sedikitpun rasa cintaku padanya berkurang. Malah semakin bertambah setiap harinya. Dia terlalu mempesona untuk tidak dicintai. Dan yang membuatku semakin mencintainya adalah sifat dan sikapnya yang begitu baik kepada penggemar dan orang-orang disekitarnya. Bahkan dia tidak pernah di terpa(?) Berita negatif sekalipun. Jadi jangan salahkan aku jika begitu mencintainya hehehehe(?)…

 

 

"Taemin. Jangan melamun. Cepat habiskan sarapanmu dan berangkatlah kuliah sebelum terlambat"

 

Aku mengalihkan pandanganku ke sumber suara yang telah mengganggu lamunan pagiku tentang minhoku. Siapa lagi kalau bukan hyungku. Lee Jinki.. Dia adalah satu-satunya keluarga yang kumiliki. Orang tua kami sudah meninggal sejak aku berumur 8 tahun. Dan sejak saat itu pula hanya jinki hyung yang merawatku. Itulah kenapa aku sangat menyayanginya. Namun ada hal yang membuatku terkadang kesal padanya. Salah satunya adalah dia melarangku untuk mengidolakan Minho karna menurutnya itu hanyalah hal yang sia-sia.

 

 

"Dan bisakah kau berhenti untuk memutar lagu itu Lee Taemin ? Aku bosan mendengarnya dari kemarin"

 

 

Aku balas menatap jinki hyung yang kini menatapku dengan tatapan malasnya. Yah kini aku memang sedang memutar salah satu lagu milik Choi Minho dari Album terbarunya yang dirilis beberapa hari yang lalu. Jadi jangan salahkan aku jika aku terus memutarnya. Lagunya benar-benar indah dan membuatku ketagihan..

 

 

"Ck~ apa kau tau hyung. Karna mendengar suara minho hyung lah aku jadi semangat untuk menghabiskan sarapanku. Jadi berhentilah untuk protes " Ucapku sedikit ketus namun cengengesan(?) Di akhir kalimat.

 

"Tsk.. bahkan kau memanggilnya hyung. Kau bukan adiknya tae sadarlah. Dia bahkan tidak mengenalmu jadi berhentilah bersikap bodoh"

"Memangnya kenapa jika aku memanggilnya hyung ? Para Noona saja bisa memanggilnya Oppa lalu kenapa aku tidak boleh"

Aku hanya mendengar jinki hyung mendengus sebal dan setelahnya melanjutkan sarapannya. Mungkin dia malas berdebat denganku yang pada akhirnya akan selalu di menangkan olehku. hahahaha(?)..

 

Setelah selesai sarapan dan mencuci piring kemudian menatanya di tempat semula aku beranjak kekamarku yang terletak disamping kamar jinki hyung. Rumah kami sederhana. Hanya ada dua kamar tidur. Satu kamar mandi. Satu dapur yang didalamnya langsung terdapat meja makan dan satu lagi ruang tamu. Aku membereskan perlengkapan kuliahku. Memasukkan buku dan alat tulis lainnya kedalam tasku. Kemudian melangkah kearah dinding untuk melihat wajah minho yang tertempel di dinding kamarku yang berwujud sebuah poster dengan ukuran yang lumayan besar.

Chup~

Mengecup sekilas poster di depanku dan tersenyum layaknya orang idiot. Ini adalah hal bodoh yang selalu kulakukan sebelum berangkat kuliah maupun sekolah dulu. Karna menurutku melakukan hal itu bisa membuatku lebih bersemangat. Dan memang itulah yang terjadi..

 

"Saranghae Minho Hyung…"

Dan setelahnya aku berangkat kuliah setelah sebelumnya mendengar omelan menyebalkan dari jinki hyung yang membuat telingaku panas..

 

 

 

 

 

 

"Taemin-ah….Disini.."

Aku melihat kearah seorang pria bermata kucing yang kini tengah melambaikan tangannya kearahku seraya meminum minuman yang ada di genggamannya. Aku tersenyum kearahnya dan memutuskan untuk mendekatinya. Setelah sampai di depannya aku menngeser sebuah kursi dan duduk di depannya. Kami sedang berada di kantin saat ini. Dan pria didepanku ini adalah sahabat baikku. Namanya Kim Kibum tapi dia lebih suka di panggil Key. Menurutnya nama key lebih keren. Padahal menurutku biasa saja bahkan terkesan aneh. Ck.. Dan satu lagi. Dia juga seorang Flamer sepertiku namun dia baru beberapa tahun belakangan ini…sejak menginjak bangku perkuliahan. Intinya dia menjadi flamer sejak mengenalku. Awalnya dia hanya sekedar iseng tapi pada akhirnya dia malah benar-benar jatuh dalam pesona Choi minho sepertiku.

 

"Taemin.. aku ingin menunjukkan sesuatu padamu. Dan aku yakin itu pasti akan membuatmu iri hahaha"  Aku memutar bola mataku malas saat melihatnya tertawa tanpa alasan didepanku. Padahal menurutku tidak ada yang lucu sama sekali. Dasar kim kibum..

"Memangnya apa itu..?" Tanyaku malas

"Hey aku yakin tampang malasmu itu akan lenyap setelah melihat apa yang kubawa.." Ucapnya meremehkan.

"Yasudah.. perlihatkan padaku.."

Kulihat kibum merogoh isi tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Mataku langsung Melotot saat melihatnya memamerkan Album terbaru dari Minho di depan mataku dan lebih menyebalkannya lagi album itu memiliki tanda tangan minho. Kutatap lagi wajah kibum yang kini menatapku dengan pandangan kemenangan seolah berkata "Lihat ! benar kataku kan ? Kau pasti akan iri "   Shit. Aku tidak bisa mengelak jika saat ini aku memang merasa sangat iri padanya.

 

"Tsk.. kau berbohong padaku Kim Kibum ! Kemarin kau bilang padaku jika kau tidak akan pergi ke acara Fansign Minho Hyung.. lalu apa ini ? Huh.."

"Ck.. sabar dulu Lee Taemin. Aku memang tidak pergi ke acara Fansignnya. Tapi hyungku yang tampan yang pergi dan dia mendapatkannya untukku.." Ucapnya tersenyum bangga..

"Jonghyun hyung ?!" Tanyaku tidak percaya.

"Tentu saja.. memangnya aku punya hyung yang lain.." Jawabnya enteng..

"Seandainya jinki hyung seperti Jonghyun Hyung. Aku pasti merasa sangat bahagia.." Aku mendengus sebal seraya membayangkan wajah menyebalkan hyungku.

"Hey jangan bilang begitu.. aku yakin pasti jinki hyung memiliki kelebihan yang tidak dimiliki hyungku.."

"Tentu saja.. hyungku lebih tinggi dari jonghyun hyung " Ucapku enteng

"Yak.. apa-apaan itu ?! Itu sama saja kau menghina hyungku taemin !"

"Hey aku hanya bercanda…" Ucapku seraya mengambil makanan milik key yang masih belum tersentuh di depanku.. Key hanya mendengus sebal kemudian ikut mengambil makanannya..

 

"Key… bagaimana rasanya melihat Minho hyung secara langsung..?" Tanyaku akhirnya.. Jujur meskipun aku sudah menjadi flamer selama 9 tahun dan tinggal di Negara yang sama dengan minho namun tidak sekalipun aku pernah bertemu dengannya secara langsung. Baik saat konser, fansign maupun Fanmeet.. Aku berasal dari keluarga yang sederhana. jinki hyung hanya bekerja sebagai pegawai biasa di sebuah perusahaan yang tidak terlalu besar. Dan jinki hyung sudah mengajariku untuk hidup hemat sejak kecil. Itulah kenapa aku tidak pernah melihat Minho secara langsung. Jangankan membeli tiket Konser, untuk membeli album saja aku harus menyisihkannya dari uang sakuku. Dan mirisnya aku belum bisa membeli album terbaru dari minho. Aku tidak mungkin meminta jinki hyung untuk membelikannya. Aku sudah cukup menyusahkannya dengan biaya kuliahku.. Berbeda dengan key yang berasal dari keluarga yang berkecukupan. Dia sudah sering melihat minho secara langsung. Padahal dia baru beberapa tahun menjadi flamer.. hemmm.. nasipku memang..

 

"Apa kau akan percaya jika kukatakan kalau Minho sepuluh kali lebih tampan dari yang kau lihat di foto dan video yang kau tonton.." Key mengabaikan makanannya dan menatap kearahku serius..

"Benarkah..?" Tanyaku tak kalah serius..

"Makanya sesekali ikutlah denganku. Biar bisa kau lihat betapa tampannya dia yang asli.."

"Kau sudah tau aku tidak punya uang key. Walaupun ada, jinki hyung tidak akan mengijinkannya.." Ucapku lesu.. Yah jinki hyung pasti tidak akan mengijinkannya. Aku mau cari pekerjaan saja tidak di ijinkan apalagi menonton konser. Ck..

"Kalau begitu bersabarlah Tae.. suatu saat kau pasti bisa bertemu dengannya.. percaya padaku.." Key tersenyum manis kearahku. Walaupun dia menyebalkan dia tetap sahabat terbaikku.. dia sering mengajakku dan meminta untuk membiayai tiketku namun aku selalu menolaknya. Aku tidak ingin menyusahkannya hanya untuk kesenanganku…

"Yah.. semoga saja…."

 

 

 

 

 

Indah… Sangat indah… Benar-benar indah… Aku tidak pernah melihat tempat seindah ini sebelumnya… Disekitarku dipenuhi dengan berbagai macam jenis bunga. Entahlah aku tidak tau namanya.. aku baru pertama kali melihatnya. Namun yang pasti bunga-bunga di tempat ini begitu indah.. aku seperti merasa berada di negri dongeng saja. Dan juga… Aku menutup mulutku, Tidak percaya dengan apa yang kulihat saat ini. Ini tidak mungkin !

Dia.. Choi Minho kini tengah berdiri di hadapanku dengan senyuman manis Yang menghiasi wajah tampannya.. Dan.. Dan.. Demi tuhan dia berjalan ke arahku.. Oh.. ya ampun! Apa yang harus kulakukan ?! Jantungku.. apakah jantungku masih bisa berfungsi dengan baik ?! Oksigen.. aku butuh oksigen saat ini juga… Oh Tidak.. Dia sudah berdiri di depanku! Tatapannya.. kumohon jangan menatapku seperti itu.. kau bisa membunuhku secara perlahan Minho Hyung..

"Taemin-ah…"

Arrrgghh… aku bisa gila jika seperti ini.. kenapa suaranya terdengar begitu berat(?) Dan.. seksi.. ugh~ Minho hyuuung aku tidak kuat jika seperti ini.. huks..

"Apa yang terjadi eum ? Kenapa wajahmu terlihat pucat..?"

Oh tuhan ! Tangannya.. tangan Minho hyung menyentuh wajahku dan mengelus pipiku ! Oke.. Kurasa jantungku mendadak tidak berfungsi untuk beberapa saat.

"Kau sangat cantik jika dilihat dari jarak sedekat ini..membuatku tidak bisa menahan diri untuk…"

Chuu~

Apa ini ? Bibirnya.. bibirnya menyentuh bibirku.. Dan.. bibirnya bahkan mengecupku… Apa yang harus kulakukan ? Aku bahkan hanya bisa membuka lebar mataku seperti orang bodoh… Sedangkan minho hyung memejamkan matanya seperti begitu menikmati ciuman sepihak yang dilakukannya. Yah sepihak karna aku tidak membalasnya sedikitpun.. Bukan karna tidak menyukai ciumannya tapi… aku bahkan tidak tau apakah diriku masih hidup atau tidak sekarang, aku melayang yeayy~-_-

"Aku.. mencintaimu Taemin-ah.."

Dia menjauhkan wajahnya dari wajahku yg kuyakini sekarang sudah seperti tomat busuk. Ugh memalukan.. Tapi tangannya masih setia mengelus wajahku..

"Taemin…"

"Taemin..."

Entah kenapa tiba-tiba suara minho hyung jadi mirip dengan suara Jinki hyung.. apa karna efek ciuman tadi yah ? Pendengaranku jadi terganggu..

"Taemin.. Yak! "

Eh? Bukan hanya suaranya. Bahkan sekarang wajah minho hyung berubah Menjadi wajah menyebalkan Jinki hyung.. Apakah sebuah ciuman bisa menimbulkan efek samping seperti ini yah? Ck.. aku baru mengetahui hal ini..

"Lee Taemin! Jika kau tidak bangun sekarang juga. Hyung akan menarikmu dari kasurmu! Cepat bangun! "

Tsk.. kenapa wajah menyebalkan jinki hyung semakin terlihat jelas yah ? Kemana perginya minho hyung ?

"Ck.. kau benar-benar Lee Taemin !"

Sret~

Bruk~

"Minho hyuuuunggg… Awww.. Och.."

Slap~(?) (Ini maksudnya taem udah sadar yah xD)

 

"Apa hah ? Siapa yang kau panggil Minho hyung! Disini hanya ada kau dan hyung.. tidak ada Minho hyungmu itu "

"Yak ! Kenapa hyung menarikku ?! Ish.. apa kau tidak tau pantatku sakit !" Teriakku. Aku bahkan menatapnya sinis.Deathlage…deathlage…sarkasik! aku dan tatapan sinisku!  Tsk.. tega sekali dia menarikku dari kasur dan membangunkanku dari mimpi indahku. Padahal kan jarang-jarang aku bisa bermimpi di cium Minho hyung. Huks dasar Jinki hyung menyebalkan persevere emotikon Ingin sekali rasanya kulemparkan bantal ke wajah gembulnya itu. Namun apa daya. Aku menyayanginya.

 

"Inilah kenapa hyung menyuruhmu untuk berhenti Lee Taemin. Choi Minho hanya membawa pengaruh buruk untukmu. Tidakkah kau menyadari hal itu ?!" Jinki hyung menatapku sinis seraya menyilangkan tangannya di depan dada. Namun aku tak mau kalah, bahkan aku menatapnya lebih sinis dari sebelumnya. Sekarang adalah tatapan jahatku.

"Minho hyung tidak membawa pengaruh buruk sedikitpun padaku hyung. Kau saja yang terlalu cerewet "

"Ini bahkan sudah bertahun-tahun Lee Taemin. Dan lihat ? Tidak ada hasilnya sedikitpun dengan kau mengidolakan si Choi apa itu. Dia hanya membawa pengaruh buruk untukmu ! Kau jadi suka begadang hanya untuk sekedar menonton video-video tentangnya. Bangun terlambat karna terlalu terbuai dengan mimpi bodohmu itu. Membuang-buang uang untuk membeli barang-barang tentangnya. Bahkan kau mengabaikan kehidupanmu hanya untuk mengetahui kehidupan orang lain yang bahkan tidak tau kau hidup di dunia ini atau tidak ! Sadarlah Lee Taemin.. fokuslah pada kuliahmu. Lupakan Choi Minho dan berhentilah melakukan hal-hal bodoh yang tidak berguna "

Aku mebangunkan tubuhku dan menatap tajam jinki hyung. Mengepalkan kedua tanganku kuat seraya mengatur nafasku yang tiba-tiba menjadi tidak stabil. Entah kenapa kata-kata jinki hyung membuatku sangat ingin marah dan menangis sekaligus namun aku berusaha menahannya.

 

"Berhenti dan melupakannya tidak semudah menggoreng ayam di atas wajan hyung! Kau sudah tau aku mengidolakannya selama bertahun-tahun dan dengan entengnya kau memintaku untuk berhenti dan melupakannya. Itu tidak mudah hyung.. itu sangat sulit.. dia sudah mendapat tempat khusus di hati dan fikiranku.. maafkan aku hyung.. aku tidak bisa melupakannya begitu saja.."

Aku menunduk. Meremas ujung piyama tidurku. Rasanya ingin menangis saja. Melupakan minho hyung ? Bagaimana bisa ? Bahkan satu hari saja tanpa mengetahui kabar tentangnya membuatku gelisah.. aku tau ini hal bodoh. Tapi aku juga bingung bagaimana harus mengakhiri semuanya. Ini terlalu sulit bagiku..

 

"Taemin-ah.."

Jinki hyung memanggil namaku lembut. Tidak seperti sebelumnya yang sedikit membentakku. Dia mendekat padaku dan mengusap bahuku pelan kemudian menarikku kedalam pelukannya. Hangat.. dan aku selalu menyukai pelukan hyungku. Rasanya begitu nyaman membuatku tanpa sadar membalas pelukannya.

"Tae.. hyung hanya ingin yang terbaik untukkmu. Kau tau, hyung sangat menyayangimu. Hyung tidak ingin kau menghabiskan waktumu hanya untuk seorang bernama Choi Minho. Dia bahkan tidak mengenalmu tae dan tidak akan pernah mengenalmu. Hyung ingin kau lebih fokus pada kuliahmu. Kau bilang kan ingin membanggakan hyung dimasa depan. Jika kau hanya terfokus pada Choi Minho bagaimana kau bisa meraih impianmu ? Hyung tidak menyuruhmu untuk berhenti langsung tae.. tapi berhentilah secara perlahan.."

Aku mengeratkan pelukanku di tubuh hyungku. Yang dikatakan jinki hyung memang benar. Tapi semuanya sangat sulit bagiku. Membayangkannya saja membuatku menangis..

 

 

"Tapi ini sangat sulit hyung.. huks aku mencintainya. Dan aku tau aku sangat bodoh. Sangat bodoh karna mencintai orang yang bahkan tidak tau keberadaanku. Huks.."

 

"Cobalah secara perlahan.. hyung yakin kau bisa eum.."

Jinki hyung melepaskan pelukannya kemudian menatap lembut wajahku yang kini sudah memerah karna menangis. Dan setelahnya tangan hangat jinki hyung mengusap air mataku secara perlahan kemudian mengecup pelan kedua pipiku membuatku memejamkan mataku untuk beberapa saat.

 

"Dan berhenti menangis.. hyung sakit jika melihat air matamu.. maafkan hyung.. mandilah dan segera bersiap-siap. Hyung sudah menyiapkan sarapan untukmu.."

Jinki hyung mengecup keningku sekilas kemudian meninggalkanku sendirian di kamarku. Aku melihat kearah dinding kamarku dimana tertempel poster minho hyung di sana. Aku berjalan pelan kearahnya dan menyentuh pelan bagian wajah minho hyung yang berwujud poster pastinya.

 

"Haruskah aku berhenti dan melupakanmu hyung ? 9 tahun bukanlah waktu yang singkat.. Apa yang harus kulakukan hyung ? Aku juga tidak ingin mengecewakan hyungku.. Tapi harus kau tau hyung.. rasa cintaku padamu tidak berkurang sedikitpun.. selamanya…"

 

 

~I'm Just A Fan~

 

 

 

"Kau kenapa ? Wajahmu terlihat kusut dan matamu terlihat sembab.. apa kau habis menangis sebelumnya ?"

Aku mengabaikan pertanyaan key dan memilih untuk membaringkan tubuhku. Menatap keatas langit, begitu biru dan luas. Pemandangan yang sangat indah menurutku, setidaknya mengajak key ke atap gedung universitasku membuatku merasa lebih baik.. Jujur saja perasaanku masih bimbang seperti sebelumnya. Rasanya seperti kau di suruh memilih antara kekasihmu yang sangat kau cintai atau masa depanmu yang sempat kau abaikan. Entahlah semuanya membuatku kehilangan nafsu untuk melakukan apapun.

"Hey.. kau tidak mendengarku ? Tsk.. Lee Taemin !" Key mengguncang pelan tubuhku membuatku dengan terpaksa melihat kearahnya yang kini duduk di sampingku..

"Ada apa denganmu sebenarnya ? Tidak biasanya kau seperti ini ?"

Key menatapku khawatir. Dan aku senang akan hal itu. Dia begitu peduli padaku itulah kenapa aku menyayanginya seperti saudaraku sendiri. Padahal kami seumuran tapi sifatnya lebih dewasa dariku walaupun terkadang dia juga bertingkah seperti anak kecil yang manja jika bersama hyungnya. Jonghyun hyung..

"Apa ini ada hubungannya dengan minho hyung ?" Tanyanya lagi masih menatapku khawatir.

"Key.. bagaimana jika jonghyun hyung memintamu untuk berhenti mengidolakan minho hyung dan melupakannya. Apa yang akan kau lakukan ?" Tanyaku pelan. Namun pandanganku tidak kualihkan sedikitpun. Aku masih betah menatap pemandangan indah di atasku.

"Eh ? Apa yang akan aku lakukan Jika misalnya jonghyun hyung memintaku untuk melupakan minho hyung ? Tentu saja aku akan menangis. Tapi sepertinya jonghyun hyung tidak akan melakukannya karna dia tidak suka melihatku menangis..Dia tau jika aku bahagia. Jadi dia tidak akan memintaku untuk meninggalkan sesuatu yang membuatku bahagia.." Jelas key pelan seraya memamerkan senyum anehnya. Aku yakin dia pasti sedang membayangkan wajah hyungnya sekarang.

"Memangnya kenapa ? Apa jinki hyung memintamu untuk berhenti dan melupakan minho hyung ?" Tanyanya lagi

"Eum.. dia bilang mengidolakan minho hyung hanya hal sia-sia yang tidak berguna.. dan dia memintaku untuk berhenti dan fokus pada kuliahku key.. Kau tau ini sangat sulit bagiku.."

Aku menatap ke arah key yang kini menatapku sendu. Aku tau dia pasti mengerti keadaanku sekarang..

"Apa menurutmu hal yang kita lakukan selama ini sia-sia dan tidak berguna key ?" Tanyaku lagi. Sangat pelan namun aku yakin key masih bisa mendengarku..

"Entahlah.. yang pasti aku merasa bahagia saat melakukannya. Aku merasa senang saat mendengar lagu-lagunya. Saat melihat video-video tentangnya. Saat membeli album dan barang-barang tentangnya. aku bahagia dan Menurutku itu bukan hal yang sia-sia. Dia sudah memberi kebahagiaan padaku bukankah tidak ada salahnya jika kita membalasnya dengan menghargai karya-karyanya. Membeli albumnya dan yah menonton konsernya. Menjadi seorang penggemar bukanlah hal yang salah menurutku. Selama kita masih melakukan hal positif dan tidak merugikan orang lain. Minho hyung sudah memberikan karya yang luar Biasa untuk kita dan kita cukup menikmatinya saja. Jangan di jadikan sebuah beban.."

Jelas key panjang lebar. Aku juga setuju dengan kata-kata key namun tetap saja aku tidak ingin mengecewakan hyungku lagi. Apa yang harus kulakukan ?

"Key apa kau mencintai minho hyung ?" Key menatapku dan tersenyum manis

"Tentu saja….. jika tidak mana mungkin aku masih bersamanya sampai sekarang "

"Jika kukatakan aku mencintainya lebih dari yang kau bayangkan, apa kau akan percaya ?"

"Maksudmu ?" Tanya key bingung

"Aku mencintai minho hyung bukan hanya sekedar karna dia penyayi yang ku idolakan key. tapi aku mencintainya karna yah aku jatuh cinta padanya. Kau pasti menganggap ku gila "

"APA ?! Ck.. pantas saja kau mengabaikan hyungku.. padahal kau sudah jelas-jelas tau jika jonghyun hyung tertarik padamu.. Dasar "

Key memukul pelan perutku dengan wajahnya yang sedikit tertekuk(?) Karna kesal.

 

 

"Tsk.. aku sangat menyedihkan bukan ?"

Aku tertawa pelan. Menertawai kebodohanku sendiri. Sungguh miris memang kisah cintaku..

"Aku tidak bisa menyalahkanmu tae. Karna aku belum pernah merasakan berada di posisimu. Aku tau itu pasti sangat sulit untukmu. Tapi sebagai sahabatmu aku memintamu untuk menghapus perasaanmu untuk minho hyung. Aku tidak ingin kau terluka nantinya. Kita hanya seorang penggemar tae. Tidak lebih. Dan aku yakin minho hyung juga pasti sudah memiliki seseorang yang special baginya. Meskipun tidak terekspos(?) Ke publik.."

"Tsk.. kau membuatku patah hati key.." Candaku namun aku tidak bisa berbohong jika hatiku terasa sakit saat ini.

"Aku berkata seperti itu karna aku menyayangimu tae.. kau harus tau itu.."

"Iya aku tau.. aku saja yang terlalu bodoh.."

"Kau tidak bodoh.. hanya saja kau mencintai orang yang salah.. Cobalah buka hatimu untuk orang lain. Untuk hyungku misalnya.."

Aku menatap malas key yang kini memamerkan senyum bodohnya yang membuat perutku tiba-tiba terasa melilit(?)-_-

"Kau sedang mempromosikan hyungmu padaku ?"

"Tidak juga.. aku hanya mengingatkanmu saja jika di luar sana ada seorang pria tampan yang menunggumu.."

"Pantas saja jonghyun hyung begitu memanjakan dan menuruti semua keinginanmu. Kau sangat pintar memujinya key.."

"Yak.. dasar kau ini.."

Key mencoba untuk memukul perutku lagi namun aku bisa menghindar dan membangunkan tubuhku secepat kilat dan berlari meninggalkan key yang terus mengomel di belakangku. Ck.. dasar cerewet..

 

~I'm Just A Fan~

 

 

Ini sudah hampir jam 1 malam tapi jinki hyung belum juga pulang. Padahal seharusnya dia sudah pulang dari tadi. Ponselnya juga tidak aktif. Dan di luar sedang hujan. Perasaanku semakin tidak tenang. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada hyungku. Hyung… Kau dimana ? Cepatlah pulang.. jangan membuatku khawatir.. kumohon..

Cklek~

Aku langsung mengalihkan pandanganku kearah pintu ketika mendengar suara seseorang membukanya. Itu jinki hyung ! Dan rasanya air mataku mengalir saat itu juga ketika melihat keadaannya. Seluruh tubuhnya basah kuyup. Penampilannya berantakan dan wajahnya terlihat pucat. Aku langsung mendekatinya dan memeluk tubuhnya erat. Aku tidak peduli dengan tubuhku yang ikut basah karnanya. Aku hanya ingin memeluknya itu saja..

"Hey ada apa ? Kenapa kau menangis eum ?" Tanya jinki hyung seraya mencoba melepaskan pelukanku namun aku menolaknya dan memeluknya semakin erat.

"Huks.. hyung kemana saja ? Kenapa baru pulang sekarang ? Huks. Kenapa bisa kehujanan begini ? Apa kau tidak tau aku begitu menghawatirkanmu " Aku mendengar jinki hyung terkekeh kemudian membalas pelukanku

"Tadi hyung ketinggalan bis. Jadi hyung memutuskan untuk jalan kaki dan yah saat di jalan tiba-tiba hujan makanya hyung basah begini "

"Apa ?! Jadi hyung pulang jalan kaki ?!" Tanyaku terkejut seraya melepaskan pelukanku

"Jangan berlebihan tae.. perusahaan tempat hyung bekerja tidak terlalu jauh dari sini. Lagi pula hyung tidak ingin kau terlalu lama menunggu.." Jinki hyung tersenyum padaku. Kemudian menghapus air mataku seperti biasanya.

"Memang tidak terlalu jauh hyung tapi tidak dekat juga.. tsk.. kau ini memang Menyebalkan. Tapi anehnya aku begitu menyayangimu " Ucapku ketus sambil mempoutkan bibirku

"Dasar.. hyung juga sangaaattt menyayangimu.. kau milik hyung yang paling berharga tae.."

Jinki hyung mencubit hidungku gemas membuatku sedikit meringis dan mengusap hidungku yang memerah karna ulahnya..

"Sekarang masukklah kekamarmu dan tidur. Besok kau harus bangun pagi.. " Jinki hyung memutar(?) Tubuhku dan mendorong pelan tubuhku kearah kamar. Namun sebelum masuk ke dalam kamarku, aku menahan tangan jinki hyung dan membalikkan tubuhku kearahnya.

"Sebentar hyung. Aku akan menyiapkan air hangat untukmu dulu.." Protesku padanya

"Tidak perlu.. kau masuklah dan tidur. Hyung bisa melakukannya sendiri "

"Tapi Hyung.."

"Tidak ada bantahan Lee taemin.. masuklah.." Ucapnya kemudian mendorong pelan tubuhku supaya memasuki kamarku. Mengecup lama keningku kemudian menutup pintu kamarku. Aku hanya bisa mendesah pasrah dengan kelakuannya. Padahal kan aku hanya ingin menyiapkannya air hangat. Dia memang selalu seperti itu, selalu melarangku melakukan ini itu padahal kan aku bukan anak kecil lagi.

 

Cklek~

Pintu kamarku kembali terbuka memperlihatkan kepala jinki hyung. Wajahnya terlihat lebih serius dari sebelumnya.

"Dan ingat ! Jangan begadang untuk menonton video atau mencari berita tentang si Choi itu ! Jangan memutar lagunya sebelum tidur, itu akan membuatmu memimpikan hal-hal bodoh tentangnya. Kau mengerti ?! Nah sekarang tidurlah.. hyung mencintaimu " Ucapnya serius di awal kalimat namun cengengesan di akhirnya. Dan setelahnya dia kembali menutup pintu kamarku. Aku melihat sekilas kearah poster minho hyung, dan tersenyum kecut setelahnya. Lalu aku memutuskan untuk naik keatas ranjangku dan membaringkan tubuhku. Memakai selimut sampai menutupi tubuhku sebatas dada kemudian memejamkan mataku.. Untuk pertama kalinya aku tertidur tanpa mendengar suara minho hyung..

 

 

~I'm Just A Fan~

 

 

Ini baru jam 7 pagi. Dan anehnya aku sudah rapi, biasanya jam segini aku belum bangun. Mungkin karna semalam aku tidur lebih awal dari biasanya. Aku memutuskan untuk keluar dan menemui jinki hyung. Dia pasti sedang menyiapkan sarapan saat ini. Dan untuk pertama kalinya aku tidak memberikan kecupan selamat pagi pada poster minho hyung. Semangatku pasti akan berkurang hari ini..

Ternyata tebakanku benar. Jinki hyung sedang menyiapkan sarapan. Tubuhnya juga sudah terbungkus rapi pakaian kerjanya. Kalian tau ? Hyungku itu sangat tampan. Jika kalian melihatnya aku yakin kalian akan langsung terhipnotis senyuman bulan sabitnya. Aku berani bertaruh hehehehe..

(Iya tem. Gue salah satu korban abang lu-_- *abaikan)

"Hyung.." Panggilku lembut

"Eoh ? Kau sudah bangun tae.. tumben sekali.. biasanya aku harus menarikmu dulu baru kau bangun " Ucapnya tanpa melihat kearahku. Saat ini posisinya sedang membelakangiku.

"Tsk…" Aku berjalan kearahnya kemudian mendudukkan tubuhku di kursi di depannya. Awalnya aku ingin membalas perkataannya namun kuurungkan niatku saat melihat wajahnya.

"Hyung ! Kau sakit ?! Wajahmu begitu pucat dan…."

Aku membangunkan tubuhku kemudian dengan cepat menyentuh dahinya dengan punggung tanganku.

"Oh tuhan.. hyung ! Tubuhmu sangat panas ! Bagaimana bisa kau berangkat kerja dengan keadaan seperti ini !"

"Sudahlah tae.. hyung baik-baik saja.. sekarang duduklah dan makan sarapanmu.. "

Suaranya terdengar lemah dan dia bilang keadaannya baik-baik saja ? Shit.. aku bukan bocah 5 tahun yang bisa kau bohongi hyung.

"Aku tidak mau ! Pokoknya hari ini hyung tidak boleh bekerja. Hyung harus istirahat dirumah! "

"Tae.. hyung sudah minum obat dan sebentar lagi juga sembuh.."

"Hyung.. kumohon.. berhentilah bersikap sok kuat di depanku. Kau bukan robot hyung.. kau juga butuh istirahat.. jadi tetaplah dirumah hari ini.." Ucapku memohon padanya

"Dengar tae.. hari ini ada proyek besar di perusahaan tempat hyung bekerja. Jika hyung tidak masuk kerja, atasan hyung bisa kecewa dan jika atasan hyung kecewa, hyung bisa di pecat dan jika hyung di pecat, dari mana hyung bisa mendapatkan uang untuk biaya kuliahmu dan kehidupan Kita sehari-hari…dan jika hyung tidak bisa membiayai kuliahmu, bagaimana kau bisa meraih mimpimu. Jadi kumohon mengertilah eum.." Tanpa bisa ku cegah, air mataku mengalir begitu saja. Hyungku sudah bekerja mati-matian demi diriku tapi aku malah lebih mementingkan orang lain yang bahkan tidak mengenalku sedikitpun. Aku sudah bersikap begitu egois selama ini. Selalu membantah dan mengecewakan hyungku..

"Huks.. hyuung.. maafkan aku. Huks.. selama ini aku sudah bertindak egois padamu.. huks.." Aku menundukkan wajahku.

"Sudahlah tae.. jangan menangis.. kau itu pria tapi kenapa cengeng sekali " Ucapnya seraya mengangkat pelan daguku

"Mulai sekarang. Huks.. aku akan menuruti semua perkataan hyung.. aku janji.."

"Mulai sekarang belajarlah yang rajin dan fokuslah pada kuliahmu. Jangan mengecewakan hyung dan buatlah hyung bangga Padamu di masa depan.."

"Iya hyung… aku janji.. tapi kumohon hari ini jangan berangkat kerja. Kau sakit hyung, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu.."

"Hyung harus pergi tae. Tapi hyung janji, hyung akan baik-baik saja.."

"Janji ?" Tanyaku memastikan.

"Iya janji.. sekarang makanlah.." ucapnya lembut seraya mendudukkan kembali tubuhku..

Mulai sekarang aku harus mencoba untuk melepaskan minho hyung secara perlahan. Meskipun sulit tapi aku harus melakukannya.. Minho hyung… maafkan aku…

~I'm Just A Fan~

 

Susu pisang ? Sudah… Kopi ? Sudah… Snack ? Sudah… 10 kaleng bir ? Sudah… Sepertinya semuanya sudah kubeli. Sekarang tinggal pergi ketempat kasir kemudian membayarnya dan pulang. Ck.. kau sungguh hebat Lee Taemin hehehe(?)…

Oh iya, saat ini aku tengah berada di sebuah supermarket yang buka 24 jam. Tempatnya tidak terlalu jauh dari rumahku, hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk ketempat ini. Tadi jinki hyung mengajakku nonton di rumah jadi aku meminta izin untuk keluar sebentar untuk membeli minuman dan beberapa cemilan. Dan bicara soal jinki hyung, ini sudah terhitung seminggu semenjak aku berjanji untuk menuruti perkataannya termasuk untuk melupakan minho hyung. Aku bahkan sudah menghapus semua lagu minho hyung di ponselku, walaupun aku melakukannya dengan sangat terpaksa dan berat hati. Semua barang-barang tentang minho hyung termasuk poster di kamarku juga sudah kusimpan di tempat yang aman, awalnya aku ingin membuang atau membakarnya agar aku bisa benar-benar melupakan minho hyung. Tapi setelah kufikir-fikir rasanya sayang sekali, lagi pula kan semuanya kubeli dengan uang bukan dengan daun kering di belakang rumahku-_- jadi aku memutuskan untuk menyimpannya saja. Bahkan key juga sudah kuceritakan semuanya, walaupun awalnya dia sempat tidak terima tapi akhirnya dia bisa memahami posisiku, dan sampai sekarang kami masih berteman baik..

 

Aku berjalan kearah kasir seraya membawa keranjang belanjaanku. Namun aku menghentikan langkahku saat melihat ada orang lain disana. Jadi aku memutuskan untuk berdiri disamping orang tersebut seraya menunggunya. Aku memperhatikannya dari atas sampai bawah.. Tsk.. aneh sekali penampilan orang ini. Saat ini kan bukan musim dingin. Tapi dia malah memakai mantel, topi, kacamata dan masker. Dia sangat mencurigakan, mirip seperti penjahat-penjahat yang kulihat di Film yang sering kutonton bersama jinki hyung. Tapi… ah sudahlah kenapa aku jadi mengurus hidup orang lain. Hidupku saja belum terurus-_-

Pria di sampingku akhirnya pergi. Dan setelahnya pegawai kasir di depanku mengecek belanjaanku dan memberitahuku berapa nominal yang harus kubayar. Setelah semuanya selesai aku memutuskan untuk beranjak pulang namun..

Srett(?)~

Eoh ? Apa ini ?.. Aku menunduk sebentar untuk memungut benda yang tadi tidak sengaja ku tendang saat akan berjalan.

Kunci mobil ? Milik siapa yah ? Apa mungkin milik orang aneh tadi ? Apa aku harus mengembalikan padanya ? Tapi dia terlihat mencurigakan, bagaimana jika dia orang jahat ? Tapi karna aku pria baik jadi aku akan mengembalikan padanya. Sekarang dia pasti berada di parkiran. Dia tidak mungkin pergi jauh jika kunci mobilnya masih di tanganku.

Aku memutuskan untuk mencarinya di Parkiran, tidak terlalu melelahkan karna memang jaraknya hanya beberapa meter dari super market tempatku tadi. Aku mengedarkan pandanganku keseluruh sudut tempat parkir yang kini sudah mulai menggelap(?) Karna beberapa lampu disekitarnya dimatikan, ini sudah tengah malam jadi menurutku wajar saja. Aku memicingkan mataku saat melihat sesosok pria tengah berdiri di samping mobilnya sambil merogoh saku mantelnya berkali-kali. Posisinya membelakangiku namun aku tau dia pria aneh yang kucari. Dan aku berani bertaruh jika sekarang dia pasti sedang kebingungan mencari kunci mobilnya. Tsk.. setelah ini kau harus berterimakasih padaku tuan aneh.

 

 

"Khem(?).. Apakah benda ini yang kau cari tuan ?"

Tanyaku padanya seraya mengangkat kunci mobilnya di tanganku. Sekarang aku berdiri tepat di belakangnya namun dia tidak menyadarinya sedikitpun karna terlalu sibuk mencari benda di tanganku ini. Kulihat dia menghentikan aktifitas (mencari kunci mobilnya) lalu membalikkan tubuhnya kearahku.. Namun….

Deg~

Jantungku rasanya berhenti berfungsi saat itu juga. Tubuhku membeku, oksigen disekitarku terasa menghilang begitu saja, bahkan mataku melotot Tidak percaya…kunci mobil dan belanjaan di tanganku pun jatuh ketanah karna mendadak aku merasa kehilangan kekuatanku. Dia.. Pria aneh itu.. Se..sekarang Berdiri di hadapanku dengan tatapan bingungnya. Tidak ada masker, tidak ada topi bahkan tidak ada kacamata lagi di tubuhnya. Dia.. Dia adalah MINHO HYUNG ! aku tidak mungkin salah orang. Walaupun aku tidak pernah melihatnya secara langsung namun aku sudah mengidolakannya selama hampir 9 tahun dan aku tidak mungkin salah orang.. Dan ternyata key berbohong padaku. Dia bilang minho hyung yang asli sepuluh kali lebih tampan dari yang kulihat di foto dan videonya. Namun yang kulihat di depanku saat ini bahkan berpuluh-puluh kali lebih tampan dari yang kulihat di foto dan video yang selama ini kutonton. Arrrgghh.. aku bisa pingsan jika seperti ini. Dia benar-benar tampan.. aku jadi meragukan apakah dia seorang manusia atau malaikat yang tersesat di bumi..

 

"Maaf Noona.. Apa terjadi sesuatu ?" Tanyanya ramah dan terdengar sangat lembut ditelingaku. Aku tau dia pasti bingung karna melihat seorang orang asing tengah berdiri mematung seperti orang bodoh didepannya. Dan mirisnya dia memanggilku Noona? -_- Tapi untung itu kau hyung jika orang lain pasti sudah kuhadiahi bogem mentahku..

"Noona.. apa kau baik-baik saja ?" Kini nada suaranya terdengar khawatir. Dia bahkan melupakan masalah kunci mobilnya. Dan dengan bodohnya aku masih mematung seperti orang idiot di depannya.

"Min..Minho Hyu..Hyung.." Ucapku pelan. Namun aku yakin minho hyung bisa mendengarnya.

"Kau menyebut namaku ? Apa kita pernah bertemu sebelumnya ?" Aku mengabaikan pertanyaannya. Dan masih setia menatap wajah tampannya yang kini terlihat semakin bingung dengan tingkah bodohku.

"Apakah ini Mimpi ?" Tanyaku lagi.. Aku takut jika nanti wajah tampan minho hyung tiba-tiba berubah menjadi wajah menyebalkan jinki hyung seperti mimpi-mimpi indahku sebelumnya.

"Maksudmu ? Maaf, aku tid.. eh kenapa kau menangis ?"

Kulihat raut panik di wajahnya dan dia segera mendekat padaku. Bagaimana aku tidak menangis ? Jika orang yang selama ini hanya bisa kutemui di dalam mimpiku kini sedang berdiri didepanku. Bahkan jarak kami begitu dekat. Aku kembali mengabaikan pertanyaannya dan memilih untuk memeluknya erat, aku merasakan tubuhnya sedikit menegang, aku yakin dia pasti sangat terkejut dengan tindakanku yang memeluknya tiba-tiba.

 

 

"Huks.. hyung.. Minho hyung.. hiks.."

Aku memeluknya semakin erat. tidak ingin melepasnya sedikitpun. Aku tau dia merasa kurang nyaman namun aku tidak peduli. Aku hanya ingin melakukan hal yang selama ini hanya bisa kulakukan dalam mimpiku..

"Hyung..hiks.. hampir 9 tahun hyung.. hiks dan akhirnya aku bisa bertemu denganmu.. huks.. kau nyata kan ? Kau tidak akan menghilang secara tiba-tiba dan berubah menjadi hyungku kan ? Huks.. "

Dia memegang pelan bahuku dan mendorong tubuhku lembut untuk melepas pelukanku pada tubuhnya. Awalnya aku ingin menolak namun aku tidak ingin Membuatnya merasa semakin kurang nyaman karna tindakanku.

 

"Apa kau seorang flamer ? " Tanyanya sambil menatap lembut wajahku yang memerah karna menangis. Oh tuhan.. dia begitu lembut dan baik. Aku tidak pernah menyesal sudah mencintai dan mengidolakannya selama 9 tahun ini. Aku hanya bisa mengangguk lemah sebagai jawabannya. Dan dia tersenyum manis padaku..

"Dan maaf tadi aku mengira kau wanita.. jujur saja kau sangat manis" lanjutnya masih dengan senyuman manis di bibirnya. Aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapannya. Entahlah aku tidak bisa marah jika dia yang mengatakannya.

"Hyung.. aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Mungkin kau akan menganggapku gila nantinya, tapi.. Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku… Mencintaimu.."

Chu~

 

Aku menangkup pipinya kemudian menarik cepat wajahnya dan mencium lembut bibirnya, sangat lembut.. aku tidak peduli dengan tanggapannya pada sikapku ini, terserah juga jika nantinya dia menganggapku gila, yang pasti aku hanya ingin menunjukkan padanya bahwa aku sangat mencintainya. Aku memejamkan mataku dan terus mengecup bibirnya. Dia tidak membalas ciumanku namun dia juga tidak menolaknya. Terserahlah yang penting aku sudah menyatakan perasaanku yang kupendam hampir 9 tahun ini padanya. Dan untuk jinki hyungku yang tampan.. maaf sepertinya aku harus mengingkari janjiku padamu hyung.. huks..

aku mencintainyaaaaaa dan aku tidak bisa melupakannyaaa.. Apalagi setelah apa yang terjadi malam ini. Tapi aku akan berjanji sekali lagi padamu hyung.. aku berjanji akan menjadi orang yang sukses dan bisa membanggakanmu dimasa depan. Akan kubuktikan padamu jika mengidolakan minho hyung bukanlah hal yang tidak berguna. Mulai sekarang aku akan menjadikannya sebagai motivasiku. Minho hyung memulai semuanya dari Nol dan sekarang dia sudah menjadi penyayi yang sukses karna kerja kerasnya. Aku yakin, aku juga pasti bisa seperti dirinya.

Dan untuk kau minho hyung ! SELAMAT ! kau membuatku jatuh cinta untuk kesekian kalinya.. karna sekeras apapun aku berusaha untuk meninggalkanmu namun pada akhirnya aku akan kembali padamu… Argghhhhhhh Choi Minho ! Kau membuatku Gila…

 

. END

 

 

 

 

 

 

KATA KUNCI:

  • FANFICTION TAEMIN
  • FANFICTION MINHO
  • FANFICTION TWOMIN
  • FANFICTION 2MIN
  • FANFICTION 2MIN SHINEE
  • FANFICTION KPOP ROMANCE
  • FANFICTION TENTANG FANGIRL

 

Add Comment