ive Me Back My Idol Part 10 (Fanfic Lucas X Jungwoo) - Kpop Indonesia

ive Me Back My Idol Part 10 (Fanfic Lucas X Jungwoo)

Karna terlalu asik bersama winwin, Jungwoo sampai lupa waktu dan kini keluar dari rumah winwin pukul 00.23

Itu artinya Jungwoo keluar pada tengah malam. Jungwoo berjalan cepat karna gopoh memikirkan Lucas yang sedih kehilangan dirinya. Sampai tak sadar ia menabrak gerombolan anak-anak muda yang sedang lewat.

Bruggg
(Jungwoo terjatuh)
Ia kemudian berdiri dan berjalan lagi tanpa mengucapkan sepatah katapun pada mereka.

“Bajingan dia,” Ucap salah satu pria tersebut.

“Hei!! Berhenti kau bocah!”
Jungwoo berhenti.

“Kau itu bocah tapi memanggil orang lain bocah!” Celetuk Jungwoo. Tanpa memperdulikan mereka Jungwoo kembali berjalan cepat agar segera kembali pada lucas.

“Sialan!! Kejar dan habisi dia!!” Intruksi dari salah satu orang yang terlihat seperti pemimpin mereka.

Setelah di kejar Jungwoo baru sadar bahwa dirinya dalam bahaya. Jungwoo berusaha menyelamatkan diri dengan berlari sekencang mungkin. Namun di depan apartemen mewah Komplek Perumahan winwin, Jungwoo terjatuh dan tertangkap oleh mereka.

Para pemuda mabuk itu menghajar Jungwoo habis-habisan. Entah dimana Scurity yang biasa menjaga gerbang apartement sampai Jungwoo terkapar tak ada seorangpun yang melihatnya.

Jungwoo sudah tak berdaya, melihat si pemimpin Gank membawa sebuah balok kayu kemudian

Brakkkk

Memukul keras kepala Jungwoo sampai membuat Jungwoo tak sadarkan diri. Setelah berfikir Jungwoo telah mati, mereka meninggalkan Jungwoo begitu saja.

Jungwoo masih tak bergerak dari posisinya hingga pukul 1 dini hari.
Itu adalah apartemen mewah yang memang sepi penghuni karena Mahal.

Pukul 01:30 Akhirnya ada Mobil yang memasuki aparteman dan berhenti melihat tubuh Jungwoo yang menghadang jalan terpaksa membuatnya turun.

“Hey! Bangun! Kau mabuk?” Ucap seseorang yang tengah menggunakan masker dan Hoodie hitam tersebut.

“Hey! Bangun! Jangan tidur disini! Hey…hey…Wake up! Aigoo…kemana perginya Ahjushi penjaga sampai membiarkan anak gila tidur disini,”

“WOY!” Ia berteriak dan menendang tubuh Jungwoo lumayan keras sampai tubuhnya terbalik.

“OH MY GOD!!!”

Setelah Syuting Weekly Idol, Jaehyun pergi ke apartemen Taeyong karna masih menghawatirkan keadaan punggung Taeyong. Para member juga ada disana semua kecuali Lucas yang menghilang seusai siaran padahal Member NCT lain sedang mencoba mendekatkan diri dengan member baru mereka (Jisung, Jeno). Karna Rumah Jaehyun terletak di pinggiran kota, Jam dini hari ia baru sampai rumahnya. Jaehyun memang suka ketenangan jadi ia memilih Apartemen mahal di pinggiran kota walau harganya benar-benar sangat mahal.

Jaehyun yang lelah tak menyangka akan bertemu lagi dengan seseorang yang memang telah lama ia cari.

Saat siang mereka memang telah bertemu namun Salah satu melarikan diri. Dan kini…Entah bagaimana kejadianya Jaehyun tak tau, Ia menemukan anak lelaki yang ditidurinya terkapar penuh lebam dan tak sadarkan diri tepat didepan Gerbang gedung apartemenya.

Karna merasa Ada tanggung jawab telah menidurinya, Jaehyun membawa Jungwoo masuk kedalam apartemanya. Aparteman Jaehyun ada di lantai 19. Itu Adalah yang tertinggi. Ia sengaja memilih nomer itu untuk menghindari kebisingan Penghuni lain dan kebisingan kota. Hidupnya sudah cukup berisik.

Menidurkan tubuh Jungwoo di ranjangnya kemudian melepas jaket dan maskernya. setelah itu ia pergi kedapur mengambil air di Baskom dan washlap. Meletakanya di meja samping ranjang kemudian memperhatikan Wajah Jungwoo.

“Benar, dia adalah dirimu. Baiklah…Mari bersihkan dirimu baru setelah itu kita cari tau siapa kau,” Jaehyun mulai membersihkan wajah Jungwoo.

Setelah itu Jaehyun memandang pakaian Jungwoo yang kotor.

“Apa aku boleh melakukan ini?” Bergumam.

Jaehyun tak punya pilihan selain membuka pakaian Jungwoo, membersihkan dan mengobati lukanya setelah itu mengganti baju Jungwoo dengan miliknya.

Awalnya ragu dan malu tetap ada, Tapi ia yakinkan kalau ia pernah tidur dengan lelaki ini jadi harusnya ia tak merasa seperti itu.

Setelah mengganti pakaian Jungwoo dengan Piama miliknya kini ia memandangi Jungwoo yang tidur bak Princess Disney.

“Kau cantik sekali, entah aku harus senang atau sedih karna menidurimu,” Jaehyun mengusap pipi dan bibir Jungwoo menggunakan ibu jarinya.

“Apa kau sungguh kekasih Lucas?”
Jaehyun tersadar sesuatu. Yaitu ponsel Jungwoo! Berharap menemukan sesuatu disana namun ternyata Ponselnya juga hancur.

“ini butuh waktu untuk memperbaikinya,” Jaehyun bergumam. Jaehyun memandang Jungwoo lagi kemudian membenahi selimutnya dengan baik. Kemudian mengambil satu bantal dan guling.

Pagi menjelang dan cahaya dari Jendela membangunkan Jaehyun yang semalaman tidur di sofa. Karna ia tak pernah tidur disofa punggungnya menjadi sedikit sakit.

“Selamat pagi,”

“Kamcagiya!!”

Jaehyun terperanjat melihat Seseorang di depanya tengah tersenyum.

“Ayo cepat bangun dan cepat makan sarapanmu sebelum dingin,” Jungwoo menarik manja lengan Jaehyun yang tengah berbaring di sofa menatapnya heran.

-Ada apa denganya? -Jaehyun.

Tak banyak drama seperti ketika ia memasak sarapan pertama kali untuk lucas. Jaehyun menurut saja untuk duduk di meja makan dan melihat Jungwoo menyiapkan piringnya.

“Cobalah…Semoga kau menyukainya karna hanya ini yang kuingat,” Jungwoo memandang Jaehyun penuh senyuman. Jaehyun hanya menurut saja untuk mencicipinya.

“Enak,”

“Jinjja? Ah syukurlah kau menyukainya…Lain kali aku akan belajar masakan lain lagi, kau tinggal buat daftar makanan apa saja karna aku melupakan semuanya,”

“Eum..kau,”
Jaehyun ragu untuk bertanya.

“Oh iya, Apa ada yang terjadi padaku kemarin malam?” Jungwoo mendekatkan diri pada Jaehyun.

“Kau terkapar tak sadarkan diri di depan apartemenku. Apa yang terjadi padamu?”

“Entahlah…Tapi aku masih tau jalan pulang. Itu sudah bagus sekali karna sekarang aku melupakan semuanya. Aku bahkan lupa cara mengikat tali sepatu,”

“Apa maksudmu?”

“Sepertinya aku kehilangan semua ingatanku. Yang kuingat hanya di pagi hari aku harus memasak dan menyiapkan segala keperluanmu. Maafkan aku sayang, Sepertinya aku melupakan namamu juga tapi aku tau kau kekasihku dan aku mencintaimu. Coba rasakan ini,” Jungwoo meletakan telapak tangan Jaehyun pada dadanya.

“Berdetak sangat kencang kan? aku merasa berdebar saat melhatmu. Aku pasti sangat mencintaimu sebelumnya sampai aku masih berdebar walau tak mengingatmu,”

Jaehyun hanya tertegun melihat Jungwoo mendekat dan duduk di pangkuanya.

“Maaf bertanya seperti ini, Siapa namamu sayang?”

“J-J-Jaehyun” Jaehyun berdebar kencang.

“Maaf melupakanmu Jaehyunku,” Jungwoo yang duduk di pangkuan memeluk Jaehyun mesra. Jaehyun sudah berdebar, berkeringan dan tekanan darahnya naik drastis nyaris stroke.

“Kapan pertama kali kita bertemu?”

“En-enam..enam bulan lalu,” Jaehyun berkeringat deras.

“Apa kita sudah pernah bercinta?”

Pertanyaan Jungwoo membuat Jaehyun panas dingin, Daun telinganya memerah seperti tomat cerry karna Malu. Ia menelan ludah kasar karna tenggotokanya tiba-tiba terasa kering saking paniknya juga.

“S-s-su-sudah,”
Jaehyun berkata jujur.

“Si-si-siapa namamu?”

“Pertanyaan apa itu? kau tak tau nama kekasihmu sendiri?”

“Kita jarang bertemu, hanya beberapa kali saja”

“Apa pekerjaanmu?”

“Idol,”

“Waah…kau pasti sangat sibuk. Aku bisa mengerti tapi kau melupakan namaku, itu keterlaluan Jaehyun,”
Jungwoo membelai lembut wajah Jaehyun.

“Mianhae, jadi bagaimana aku memanggilmu?”

“Panggil aku sesukamu sayang,” Jungwoo sudah bergelendotan melingkarkan tanganya di leher Jaehyun sambil memeluk dan menciumi Garis rahangnya.

“Aku tau..baumu tidak asing, Ah tentu saja. Bagaimana rasanya tidur denganmu dulu? sayang sekali aku tak mengingatnya. Lain kali kita harus melakukanya ketika kau sedang senggang ya Jaehyun,”

Jaehyun hanya menggangguk gugup. Otak Jaehyun tidak bisa berfikir jernih karna baru saja ia bangun tidur dan diberi Sexual Attack oleh Jungwoo.

“Oh Jesus,” Ucap Jaehyun dengan berdebar.

“Zeus? Jadi namaku Zeus?” Jungwoo salah dengar (Jesus menjadi Zeus)

“Nde,” Karna Jaehyun terlalu panik dia menjawab asal.

“Baiklah sayang, Sekarang makan makananmu” Jungwoo turun dari pangkuan Jaehyun kemudian duduk tepat di depanya.

“Ja-jangan memandangku seperti itu,” Jaehyun gugup karna Jungwoo terus fokus padanya sambil tersenyum.

“Kau tak suka diperhatikan ketika makan? Mianhae…Aku hanya mengagumi ketampananmu. Kau sangat tampan sampai membuatku ingin mengurungmu dalam kamar dan tak membiarkan orang lain melihatmu, Oh beruntungnya aku menjadi pendampingmu,”

“Kau tak bisa melakukan itu, Aku ini Idol selama 10 tahun,”

“Iya aku tau,” Jungwoo memasang expresi sedih. Jaehyun yang melihat itu langsung panik.

“Jika kau mau, kau boleh melakukanya”

“Mengurungmu di kamar?” Jungwoo berbinar.

“Hm” Jaehyun mengangguk

-Mengapa ia seolah berbeda dengan sebelum-sebelumnya? Apa ini karna ia kehilangan ingatan?- Batin Jaehyun.

“Zeu, apa kau benar-benar tak mengingat apapun? sama sekali? Rumahmu? Orang tuamu?”

“Hm” Jungwoo bergeleng-geleng.

“Bagaimana dengan Lucas?”

“Siapa lucas? Artis barat? aku hanya ingat Justin Beiber,”
Jungwoo memainkan jemarinya di meja seperti seorang murid TK yang tak bisa menjawab pertanyaan Bu guru.

-Apa sungguh ia tak mengenal lucas?- Jaehyun.

“Baiklah…ini dia, ini Zeu..ini yang namanya Lucas,” Jaehyun menyodorkan foto lucas dan dirinya yang di ambil sebelum Syuting Weekly Idol kemarin.

“Mollaseo,” Jungwoo tetap menggeleng. Ia sama sekali tak mengingat lucas.

“Aggrhhh” Jaehyun terlihat frustasi.

“Eumm Jaehyun, apa masalah jika aku tak mengingat apapun? Tak bisakah kita biarkan saja dan buat kenangan baru bersama?” Jungwoo sudah meraih dan menggenggam tangan Jaehyun.

-Shitt! So Cute!- Runtuk Jaehyun.

“Tolong Ajari Zeus semua hal dari awal, Zeus lupa semunya Jaehyun”
Jungwoo terlihat sangat Memelas dan manis secara bersamaan.

“Ah Kiyowo,” Jaehyun meletakan sendok makannya kemudian langsung memeluk Jungwoo karna Gemas.

Pagi hari terasa manis bagi mereka tanpa mereka sadari seseorang mempunyai pagi yang sangat sulit karna ia tertekan semalaman tak tidur karna terus menunggu.

“Jungwoo…Jungwoo,” Lucas sudah letih menunggu akhirnya tertidur karna terlalu lama menangis juga.

Setelah menghabiskan pagi mereka dengan sarapan bersama kini Jungwoo benar-benar mengurung Jaehyun didalam kamar.

“Jaehyun, Bagaimana jika kita coba bercinta lagi?” Ucap Jungwoo yang kini tidur didada Jaehyun.

“Tidak Zeu, Terakir kali aku melakukan padamu kau sangat kesakitan”

“Benarkah!!??”

“Benar!”

“Ah kalau begitu mari tidak usah lakukan,”

“Iya aku setuju,”

“Tapi sayang, Setiap hari aku boleh tidur di ranjangmu kan?”

“Te-te-tentu,” Jaehyun sudah kembali panik karna Jungwoo berbicara dengan nada seductif Seperti seorang penggoda.

“Zeu jangan seperti ini, jika aku tak kuat aku bisa kelepasan dan menyerangmu,”

“Ehehehhehe Mian, Habisnya Jaehyunku sangat tampan jadi aku tak bisa membiarkanmu begitu saja. Eumm jadi kau punya jadwal apa hari ini?”

“Hari ini kosong karna kami telah bekerja keras hingga malam untuk Shooting Weekly Idol kemarin,” Jaehyun berbicara sambil tiduran diranjang memeluk Jungwoo dan memandang langit-langit.

-Jasa apa yang telah kulakukan untuk dunia di masa lampau hingga Tuhan memberikamu padaku- Jaehyun.

“Aku ingin seharian mengobrol disini bersama Jaehyun. Aku ingin mendengar semua tentang Jaehyun. Bolehkah?”

“Tentu saja Zeu,” Jaehyun mengusap pundak Jungwoo.

“Aku adalah Idol dari grup NCT, NCT sendiri mempunyai banyak member dan Unit. Aku berada di beberapa Unit Blablablablablabla,”
Jaehyun berbicara panjang lebar langsung pada Jungwoo. Ia menceritakan semuanya…Semua hal pribadi sekalipun tanpa banyak berfikir.

Jungwoo menghabiskan harinya hanya untuk mendengar cerita Jaehyun sambil berpelukan diranjang. Tanpa tau sama sekali Seseorang tengah merindukanya mati-matian.

“Yoboseyo?”
“Haechan! Apa kau tau Jungwoo dimana?”
“Dia belum kembali juga?”
“kau tau dia dimana haechan? kumohon,”
“Kemarin saat dia memberikan ponselmu padaku dia memang mengatakan tak ingin melihat wajahmu dulu, tapi aku tak menyangka akan selama ini”
“Oh tidak,”

Lucas tambah Frustasi mendengar penjelasan Haechan. Saat pulang dari Weekly idol kemaren Lucas sudah cukup berdebar karna Jungwoo pasti akan mengamuk padanya perihal foto. Pihak Management acara telah memberi saksi pada Staff setelah itu Ia segera pulang namun tak menemukan Jungwoo disana.

“Wu,”
Lucas tidur disofa tempat Jungwoo biasa tidur. Memeluk erat bantal dan gulingnya dengan tatapan kosong. Terus berharap Jungwoo segera kembali.

Seolah teringat sesuatu akhirnya lucas mengambil ponsel dan menghubungi Jungwoo untuk ke sekian ribu kali.

Drrrrrrttttt
“Angkat Wu angkat wu, kumohon”

“Nomor yang anda hubungi sedang diluar jangkauan,”

“KIM JONGWOO!!!!”
Lucas berteriak sampai menangis.

“Jadi kau berasal dari luar negri? Apa kau pernah membawaku menemui keluargamu?”

“belum pernah,”

“Ah…ketika kau senggang bawa aku menemui ayah mertua. Atau haruskah aku sakit dulu baru kau akan membawaku padanya?”

“Andwe! Mengapa berbicara seperti itu,” Jaehyun memeluk Jungwoo.

Tak butuh waktu lama bagi Jaehyun untuk mencintai Jungwoo. Menghabiskan seharian dengan bercerita dan saling berpelukan diranjang saja sudah bisa membuat Jaehyun tergila-gila dan mencintai Jungwoo sepenuh hati sampai ia tidak ingin mengembalikan Jungwoo pada ingatan lamanya.

Karna jika itu terjadi Jungwoo pasti akan meninggalkanya dengan segera. Ini pertama kali Jaehyun mempunyai kekasih dan pertama kali pula ia sangat disayang seperti itu. Apalagi ia juga sejak lama mendambakan Jungwoo. Dia tak akan bodoh dengan membuat Jungwoo pergi. Apapun yang terjadi Jungwoo kini adalah milik Jaehyun.

“Zeu, aku mau ke kamar mandi”
“Haruskah aku ikut?”
“Aku ingin buang angin,”
“Okey lakukan sendiri”

Jaehyun berjalan menuju meja dan memungut Ponsel Jungwoo yang telah hancur dan membawanya ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi Jaehyun Menyalakanya Ponsel itu namun ternyata sudah rusak parah.

“Jika kubenahi apa aku akan dapat sesuatu tentangnya?” Namun Nihil. Jaehyun keluar kamar mandi dan justru menyimpan ponsel Jungwoo dalam lemari bersama barang tak terpakai lain.

“Bagaimana perjalananan buang anginnya?”
“Kencang sekali,”
“Ehehehhe…Kau lucu. Aku menyukaimu Jaehyun,” Jungwoo memeluk Jaehyun lagi.

“Eum Zeus, Kau tak ingin punya Ponsel? Besok aku mulai bekerja dan aku akan kesulitan menghubungimu jika kau tak memiliki Ponsel,”

“apa itu Ponsel?”

“Kau juga tak ingat ponsel? Ponsel itu seperti ini” Jaehyun memperlihatkan Ponsel miliknya.
“Bagaimana cara menggunkan itu?”
“Kita tekan nomor tujuan kita kemudian kita bisa berbicara dengan orang yang kita hubungi,”
“Heooool~ Daebak, Ajari aku!”

“Baiklah! Ayo bersiap sekarang sudah pukul 8 malam. Mall sudah lumayan sepi. Kita berangkat jam 9 malam ya agar semakin sepi,”

“Mengapa harus begitu?”

“Kau lupa? aku ini Idol. Akan gawat jika seseorang mengenaliku di tempat umum. Apalagi aku bersamamu. Para Penggemarku akan menggila dan menyerangmu,”

“Itu tak akan terjadi. Aku akan menyinjak-injak wajah mereka satu persatu sebelum mereka mendekatimu,”
Jaehyun ingat ketika Jungwoo menyelamatkanya dari kerumunan fans dulu. Jungwoo memukul siapapun yang menghalangi jalanya sudah seperti Bela diri Pro.
“Nde nde nde..aku sangat percaya,”
Jungwoo tertarik dengan jawaban Jaehyun.
“Apa aku pernah memukul orang Untukmu?”
“Kau memukul banyak orang waktu itu,”
“Aku tau aku memang sangat mencintaimu Jaehyun,”
Senyum di wajah Jungwoo mengembang dan memeluk Jaehyun Entah sudah tak terhitung jumlahnya. Jaehyun membalas pelukan Jungwoo dengan lembut juga.

Jam 9 Malam Jaehyun dan Jungwoo sudah bersiap dengan pakaian rapat. Untung Size Jaehyun dan Jungwoo tak jauh berbeda. Jaehyun berbagi semua pakaianya dengan Jungwoo termasuk celana dalam.

Menempuh perjalanan hanya beberapa puluh menit saja ia sudah sampai dan berjalan menuju tempat elektronik. Melihat-lihat berbagai jenis ponsel pintar namun sepertinya Jungwoo tak tertarik dengan oenjelasan para Salesman Hanphone.

“Ada apa Zeu?” Jaehyun melihat raut wajah Jungwoo.
“Aku bingung dengan apa yang dia katakan,” Jungwoo tak mengerti sama sekali dengan penjelasan Salesman yang terus mengoceh tentang Tekhnology smartphone terbaru.
“Omona!” Jaehyun lupa jika Jungwoo Hilang ingatan.

“Maaf, Aku ingin bertanya. Dari sekian banyak ponsel ini mana yang paling mudah di gunakan?”

“Yang ini tuan, yang ini Blablablablabla” Salesman itu menjalaskan lagi. Jaehyun melihat Jungwoo yang malah justru semakin bingung.

“Maksud kami adalah Ponsel yang biasa saja, Tidak perlu ponsel pintar”

“Jika kalian mencari tipe seperti itu kenapa tidak ambil Samsung SGH- X660?” Salesman itu bercanda sambil menunjuk Model ponsel yang terlihat lawas sekali didalam kotak rapi.

“Yang itu, Aku mau yang itu sayang” Jungwoo menarik-narik lengan Jaehyun. Salesman itu melongo tak menyangka di era semaju ini masih ada yang menginginkan ponsel jadul semacam itu.

“Yang itu, Tolong” Jaehyun mengintruksi.
Akhirnya sang Salesman pun mengambil barang yang diminta dan meminta mereka menuju kasir.

Sampai di kasir Jaehyun mengeluarkan Black Card miliknya. Jungwoo terus melihat kartu tersebut.

-aku seperti pernah mempunyai kartu seperti itu, tak asing sekali- Jungwoo.

Sebenarnya ketika Jungwoo pingsan didepan Apartemen Jaehyun, Anak-anak begundal itu membawa kabur semua uang dan apapun yang ada di Dompet Jungwoo.

Setelah Jaewoo Couple membeli ponsel kini mereka pergi ke toko pakaian dan membeli manapun yang diinginkan Jungwoo.

Mereka berbelanja dengan perasaan sangat bahagia bak pasangan yang baru satu minggu menikah. Sama sekali tak sadar jika di waktu dan detik yang sama seseorang tengah berdiam diri disofa sambil menangis meratapi keadaan karna mulai putus asa.

Next Part 11

*Iiihhh….Yang komen dikit banget, yang baca padahal ada. Yang Vote juga entah gimana jempolnya. Pada Numpang baca trus lewat doang😭😭😭😭 Padahal tiap Komen membuat Author semangat😭😭😭

Add Comment