ive Me Back My Idol Part 9 (Fanfic Lucas X Jungwoo) - Kpop Indonesia

ive Me Back My Idol Part 9 (Fanfic Lucas X Jungwoo)

“Eum aku ijin kekamar mandimu ya,” Ucap Jaehyun berbisik agar lucas tak mendengar dan langsung masuk kedalam kamar lucas.

Jaehyun mengedarkan pandangan melihat sekeliling. Dan akhirnya ia melihat ruang rahasia Jungwoo. Jaehyun berjalan mendekat karna penasaran karna seperti mendengar sesuatu.

Jungwoo Pov.

“Jaehyung hyung?”

Aku mendengar suara lucas yang memangging sebuah nama. Jaehyun? Aku bertanya-tanya apa benar itu Jaehyun yang datang karna hampir 6 bulan ini dia tak pernah datang kemari.

“Iya aku, Memang kau ingin disusul siapa?”

Dia terlihat mencurigakan. Dia memandang kesana dan kemari.

“Aniya,”

“Eum aku ijin kekamar mandimu ya,”
Astaga! Apa yang dia lakukan? Mengapa dia mendekat kemari? Lucas! Lucas! Ah lucas memang bodoh.

Aku berlari menuju tempat persembunyianku berdiam diri disana sembari mengintip sedikit dari celah. Apa yang sedang dia coba lakukan? untuk apa menyentuh ranjang? Apa dia sedang mencariku?

Dug!
Kepalaku terbentur karna aku terlalu gugup. Aku sangat panik sampai bergerak tanpa kusadari dan itu memancing perhatian Jaehyun.

OH tidak! Dia datang mendekat! Eottokhae.

Aku menutup mata rapat-rapat saking paniknya.
“Oh tuhan tolong aku” Aku berusaha menyembunyikan diri serapat mungkin.

“Hyung!”

Ah Lucas. Tolong aku kas, bawa dia pergi dari sini.

“Apa yang sedang kau lakukan disini hyung?”

“Aku berniat kekamar mandi kemudian aku mendengar suara dari sana,”

Astaga dia menunjuk kemari.

“Tak ada siapapun disini hyung, ayo kita berangkat sebelum terlambat. Palli palli palli,”

Ah bagus lucas, bawa bedebah itu pergi.

Tiiiiiing
(Suara pintu tertutup)

Akhirnya mereka berangkat. Jangtungku sudah hampir meloncat dari tempatnya tadi. Itu tadi nyaris sekali Aigooooo aku tak tau bagaimana nanti jika aku akan benar-benar bertemu Jaehyun secara langsung.

Aku masih sangat takut.

Jungwoo Pov End.

Lucas telah berada di ruang make up bersama yang lainya. Saat make up artis mendatanginya ia menolak dengan halus dan mengatakan ingin menggunakan make up yang sedang ia gunakan saja.

Semua member tengah bermake up termasuk 2 member baru. Lucas yang tak memakai make up Artis menunggu sambil tiduran disofa.

“Mereka terlihat pendiam,”
Lucas meletakan ponsel disofa kemudian mendekati Jisung dan Jeno yang di make up bersebelahan.

“Oh Annyeong hyung,”
“Annyeong hyung,”

“Sudah sudah, Tidak usah buka mata nanti make up kalian berantakan, aku hanya ingin mengatakan. Selamat datang di Grup aku harap kalian senang dan nyaman bersama kami, jika ada sesuatu yang kalian butuhkan kalian bisa bicara pada hyung atau hyung-hyung lain,”

“Terima kasih hyung,” Jawab mereka kaku. Mereka masih member baru jadi mereka belum terbiasa. Sementara itu lucas kembali ke sofa yang ternyata Haechan dan Mark sudah selesai juga.

“Awas awas geser geseeer,” Ucap lucas menepikan Markhyuk.

Saat lucas bersantai diruang make up ia tak sadar jika ponselnya sudah tak berada ditempat. Dan sementara itu Jungwoo dirumah

“Ayo kita lihat berapa Nctzen yang datang untuk mendukung mereka,” Jungwoo membuka ponsel sambil tiduran di ranjang lucas.

“MWO!!! Ige mwoya!!!” Jungwoo terkejut sekaligus marah mendapati suatu foto yang kini menyebar di kalangan fans.

“Jinjja!! Siphal!” Jungwoo marah, sangat marah dengan apa yang dilihatnya. Ia murka dengan apa yang tejadi dan tentu saja pada lucas juga.

Kini foto masalalu lucas bersama mantan kekasihnya(Na Jaemin) Tersebar luas dalam waktu singkat. Semua foto tersebar bahkan termasuk foto mesra mereka. Jungwoo merasa ingin membunuh seseorang hanya dengan melihat foto-foto tersebut. Ia fikir ia telah melihat semua foto namun ternyata Lucas menyembunyikan semua itu di ponselnya. Akibat foto-foto itu Kini semua orang menghujat lucas. Jungwoo marah. Benar-benar sangat marah. Ia tau lucas tak akan melakukan hal yang membahayakan karirnya jadi ini pasti ulah seseorang.

Jungwoo melacak keberadaan ponsel lucas. Setelah menemukan titik lokasi Jungwoo langsung bergegas.

Sampai di lokasi, penuh dengan penjagaan ketat. Jungwoo mengeluarkan kartu VIP yang diberikan Lucas dulu untuk masuk Studio Broadcast. Tak ada maslah..Jungwoo masuk dengan lancar tanpa di curigai.

“Dimana orang itu,”
Jungwoo mencoba melacak ponsel lucas lagi.

“I got it!”
Jungwoo langsung berlari.

Sementara di ruang make up. Jaehyung, Jhonny juga telah selesai dimake up.
“Dimana lucas?” Tanya Jaehyun pada Haechan.

“Di bilang perutnya sedang tak nyaman sekarang ia ada di kamar mandi,”

“Ah aku bosan sekali menunggu, Haechan! Bagaimana kalau kita berkeliling Studio sebentar?”

“Tidak mau, Malas ah hyung”
Haechan asik bermain ponsel.

“Aigoooooooo pemalas,”
Jaehyun keluar make up room sendiri.

“Hah!!? Apa ini?” Haechan.

Di tempat lain Jungwoo telah menemukan tersangkanya. Ia adalah seorang laki-laki dengan postur tinggi besar.

“YA Sekiya!!” Jungwoo memancing perhatian orang tersebut.

“Nuguseyo?”

“Kembalikan Ponsel lucas! Kau bedebah sialan!” Jungwoo langsung datang dan merebut Ponsel lucas. Namun orang tersebut masih mempertahankanya.

“Sialan kau!!”
“Ya! Kau gila,”
“Bajingan keparat!!”
“ada apa dengan anak ini,”
“Mengapa Ponsel lucas ada padamu! Berikan padaku!”
“Tidak! memangnya kau siapa hah!”
“Dasar bedebah!”

Bruakk Bugh Buaggh Brakkk
Mereka berkelahi dan saling pukul. Sementara itu Jaehyun yang tengah berkeliling studio tanpa sengaja melihat mereka berkelahi dan reflek memisahkanya. Ia manahan tubuh Jungwoo.

“Akun kubunuh kau!! Akan kubunuh kau! Berani-beraninya kau melakukan itu pada lucasku! Akan kubunuh kau!!” Jungwoo meronta-ronta dalam dekapan Jaehyun.

“Penjagaaaa Tolong aku, ”
Orang itu lari.

“Ya! Sekiya! Jangan lari! Siphal!!” Jungwoo berteriak-teriak.

“Yaaaa….Yaaaa!!!”

“Tenanglah, Tenanglah…Apa yang terjadi,” Jaehyun masih menahan tubuh Jungwoo.

Jungwoo yang mendengar suara Jaehyun reflek berhenti bergerak kemudian menyembunyikan wajahnya.

“Le-LLepas,” Ucap Jungwoo gugup.

“Apa yang terjadi pada lucas?” Jaehyung melepaskan Jungwoo pelan.

“Molla!” Jungwoo lari.

Grebb
(Ternyata Jaehyun telah menahan pergelangan tanganya dan karna hentakan tarik yang cukup kuat otomatis Jungwoo memalingkan wajahnya pada Jaehyun)

Mata mereka bertemu.

****//////*****
“Kemari Cantik,”

“Apa yang kau lakukan?” Jungwoo bertanya polos.

“Hei…hei…heiii Apa-apa’anhhh, ”

“Aww…aw…Sakit!”

“Diam sayang,”

“Ampun, sudah…lepaskan. Keluarkan itu ahh,”

“Cobalah tenang dan Relax. Aku akan melakukanya pelan,”

“Ahh,”

“AKKKKKHHHHHHHH AAAKKH,”

“YA!! Keluarkan!! Ah perih sekali! Kau menyiksaku!”

“Akkkhhh…Sakit! Siphal!! SEKIYA!”

“Santailah sayang, Dan nikmatilah…Sakitnya akan segera berlalu, Tenang dan pejamkan matamu,”

*****/////*****

Ingatan Jaehyun sepenuhnya kembali dan kini ia ingat betul bahwa anak lelaki cantik yang tengah ia genggam pergelangan tanganya adalah seseorang yang ia paksa untuk melayaninya 6 bulan lalu.

“Kau,”
Jemari Jaehyun berusaha menyentuh wajah Jungwoo.

Jungwoo membelalakan mata panik, ia masih sangat takut pada Jaehyun.

Jungwoo memutar tanganya kemudian menghentakan keras tangan Jaehyun sampai terlepas. Kemudian ia lari sekecang mungkin.

Sementara itu di ruang Make up, Semua Staff heboh.

“Seseorang memukul Hyungmin dan membawa pergi ponsel lucas,”
(Hyungmin adalah Staff yang menyebarkan Foto lucas)

Haechan langsung berlari keluar ruangan.

Haechan melihat sekeliling, Menyusuri lorong dan berusaha mencari.
“Dimana dia sekarang!” Mendengar suara keributan Haechan langsung menuju sumber suara.

“STOP!!”
Haechan melihat Jungwoo yang sudah terpojok dan di kepung oleh Scurity.

“Apa yang kalian lakukan!!” Haechan mengamuk. Jungwoo sudah berlindung di belakang Haechan karna masih takut bertemu Jaehyun.

“Dia seorang Fans gila yang menerobos masuk dan membuat onar!”

“Fans Gila apanya! Dia temanku! Kurang ajar sekali kalian pada temanku! Pergi kalian semua!!” Haechan yang melihat Jungwoo gemetar menjadi sangat emosi.

“Sudah..Kau tak apa, Ayo kemari”
Haechan menunutun Jungwoo masuk menuju ruang kosong.

“Haechan!” Jungwoo memeluk Haechan sambil menangis.

“Aku tau, Pasti sakit sekali melihat hal sepeti itu,” Haechan berusaha menenangkan Jungwoo dengan mengusap punggungnya.

“Sudah kulakukan semuanya, kulakukan berbagai cara untuk menghindarkan ia dari hal ini. Aku bahkan sudah membumi hanguskan foto-foto itu di dalam Closet agar lucas tak mendapat masalah. Tapi mengapa semua ini terjadi!!? aku sangat kecewa sekali ternyata lucas menyimpan foto itu dalam ponselnya , Aku kecewa sekali”

“Memangnya kau tak pernah memeriksa ponsel lucas?”

“Tidak. Kami sama-sama menjaga privasi,”

“Ya ampun Jungwoo. Kalian ini sudah lama tinggal bersama dan saling menyayangi. Tapi kalian masih seperti itu,”

“Aku tak berani selancang itu,”

“Masih ada batasan yang sangat tebal di antara kalian,”
Jungwoo hanya berdiam.

“NCT Member Stand By! Syuting akan di mulai 5 menit lagi!” Ucap lantang Staff.

“Ah Jungwoo, kami akan segera mulai Syuting. Kau disini saja, setelah syuting aku akan minta lucas menemuimu,”

“Andwe! Aku titip ini tolong kembalikan padanya. Staff tadi mencuri ponsel Lucas dan menyebarkan foto lampaunya tolong urus dia,”

“Kemudian kau?”

“Untuk sementara aku tak ingin bertemu lucas. Aku kesal sekali padanya. Aku benar-benar kecewa!”
Haechan hanya mengiyakan kemudian memeluk Jungwoo lagi dan berpamitan.

Jungwoo keluar Studio dengan wajah lunglai. Ia bingung kemana ia akan pergi karna saat ini ia hanya punya tempat dihidup lucas.

Akhinya ia mencoba mengingat apa yang ia lakukan tahun lalu ketika melihat foto ciuman Lucas dengan mantan pacarnya itu.

“Saat itu aku tengah kesal dan bersama Yuta Hyung mengumpat pada Lucas, Berarti saat ini Winwin sendiri? Baiklah..aku akan bersamanya dulu,”

Jungwoo berjalan menuju halte dan menunggu Bus disana. Setelah 15 menit menunggu akhirnya ia pergi menuju rumah Winwin di pinggir kota.

Menempuh perjalanan lumayan jauh membuat Jungwoo lelah juga. Ia bersahabat dengan winwin tapi jarang mengunjunginya karna Rumah winwin yang jauh dan Daerah rumahnya yang terlihat tidak nyaman. Beberapa kali Jungwoo sempat di ancam oleh anak-anak nakal disana, Untung saja Winwin segera menolongnya.

30 menit menempuh perjalanan akhirnya sampai juga. Jungwoo turun dari bus kemudian memandang Apartemen mewah yang terletak 500 meter dari perumahan Winwin.

“Apartemen ini berbeda sekali dengan apartemen winwin walau satu lingkungan,” Jungwoo berjalan melewati bagunan mewah itu kemudian memasuki Gang agar sampai lebih cepat.

Ting Tong,,Ting Tong
“Sebentaaaaar,” Winwin Datang menggunakan celemek.

“Belajar masak win?”
(Winwin tak pandai memasak)

“Loh Jungwoo, Bukankah kau bilang akan bermain bersama Yuta hyung? Lantas apa yang-”

Jungwoo langsung memeluk Winwin.

“Sudah jangan banyak bicara dan ajak aku masuk saja win, Aku sedang sedih sekarang,”

“Okey..Okey,”

Winwin adalah pindah dari China ke korea sejak berumur 7 tahun. Jadi Jungwoo juga banyak belajar bahasa China darinya. Karna itulah bahasa China Jungwoo lancar sampai bisa mengobrol dengan keluarga lucas.

“Kau masih kesal perihal foto-foto itu?”

“Nde,”

“Sadarkan dirimu Jungwoo, Kau tak seharusnya sampai seperti itu. Kau itu hanya satu dari sekian Fans nya. Sudah kukatakan padamu. Jangan terlalu fanatik. Itu tak baik untuk dirimu. Aku mengatakan ini bukan karna aku jahat padamu bukaaaan, Aku mengatakan ini karna aku menyayangimu. Kau mengidolakannya Selama 10 tahun dengan sangat gila. Seolah jika Ia mati kau akan ikut mati juga. Tidak Jungwoo, itu sudah tidak sehat. sudah tak normal sekali sebagai Fans. Sadarkan dirimu”

“Mengapa kau justru memojokanku Win? Aku memang tipe yang akan mati jika Idolku mati,”

“Andwe! Mana boleh kau seperti itu!! Kau sangat egois! Pikir jika kau mati aku nanti bagaimana? Yuta hyung, Chenle dll…Kami semua menyayangimu Jungwoo,”

“Tapi jika aku terlanjur melakukan tindakan bunuh diri…apa yang akan kau perbuat win?”

“Aku akan berusaha keras menyelamatkanmu bagaimanapun caranya. Aku tak ingin kehilangan sahabatku hanya karna Idol yang tak pernah mengetahui keberadaanya. Jangankan mengetahui Keberadaan, mengetahui kau ada di dunia ini pun sepertinya tidak,”

“Kalimatmu sangat menyakitkan win, Aku mencintainya tulus,”

“Cintai sebagai apa? Sebagai kekasih? atau Penggemar? Penggemar itu mendukung dan menyayangi Idolnya sebatas antar Fans dan Idol saja. Jika kau mencintainya sebagai Kekasih yang bermimpi hidup bersama atau menikahinya…berhentilah menjadi penggemar!”

“Aku memang kekasihnya Lucas, Winwin”

“Ahhh…Jungwoo! Aku sungguh miris melihatmu seperti ini. Kau terlalu banyak berdelusi,”

“Mengapa datang padamu justru membuatku semakin tertekan?”

“Jangan merasa seperti itu Jungwoo, Aku sahabatmu…Aku menyayangimu. Aku ingin kau kembali keduniamu. Kurangilah hobimu yang gemar Idol Kpop berlebiha dan kegilaanmu pada Lucas. Kau tau? Kau sudah masuk tahap Fans Tak normal,”

“Mengesalkan sekali kau ini win. Lebih baik aku pergi saja, Selamat tinggal. Aku pamit…Oh iya. Jika dimasa depan kau menemukan aku mencoba membunuh diriku. Tolong selamatkan aku karna aku akan menolong lucas,”

“Kau itu bicara apa sih! aku tak suka kau bicara seperti itu!”
Winwin selalu kesal jika Jungwoo keras kepala seperti itu.

“Habisnya dari tadi kau terus memarahiku. Winwin yang ini galak sekali padaku,”

“Maafkan aku Jungwoo…
Baiklah mari berhenti bahas Hal seperti itu dan kita makan saja?”

“baiklaaaah,”

Winwin dan Jungwoo asik menimkati waktu bersama mereka. Sudah lama Jungwoo tak bertemu Winwin dan sibuk bersama lucas. Ada manfaatnya dia ngambek pada lucas. Jungwoo memang tipe yang sedikit egois, Tipe yang jarang memikirkan orang lain kecuali Lucas. Karna tumbuh tanpa Kasih sayang orang tua Jungwoo memiliki sedikit rasa Simpati dan Empati pada orang. Terkesan Apatis.

Menghabiskan waktu sampai larut malam dirumah Winwin membuatnya luca akan lucas yang kini tengah resah memikirkanya.

“Sudah pukul 11 malam, Jungwoo belum kembali juga. Ah lucaaaaaas…Bodoh sekali kau!! Bagaimana bisa kau lupa tak menghapus foto-foto itu. Kumohon Jungwoo…ada diaman kau sekarang? Kembalilah Jungwoo. Maafkan aku,” Lucas menunggu Jungwoo dengan terus memandang bawah apartemen lewat jendelanya. Dia selalu bersemangat saat mengetahui seseorang masuk gedung apartemen kemudian kecewa karna itu bukan Jungwoo.

“Wuuu…Angkat telfonku wuuuuu,”
Lucas berkali-kali menciba menghubungi Jungwoo namun tak berhasil karna memang Jungwoo sedang sibuk bercengkrama bersama Winwin.

“Jungwoo,,, kau ada dimana! Tidak bisa seperti ini wu,” Lucas sangat takut Jungwoo tak kembali padanya.

“Harusnya aku menciba mengenalmu lebih jauh. Lihat sekarang…Aku bahkan tak tau apapun tentangmu. Bagaimana cara aku mencarimu wu?” Lucas sudah mulai mengeluarkan air mata.

‘Uwu nya Lucas tolong kembalilah, Tak ada dirimu aku benar-benar akan mati wu. Maafkan aku. Berhentilah merajuk tolong Jangan percaya foto-foto itu. Lucas hanya mencintai Jungwoo seorang,’

Lucas mengirim pesan text pada Jungwoo.

Setelah asik bercanda dan berbincang akhirnya Jungwoo mengecek Ponsel tanpa sengaja. Sudah ada ratusan panggilan dan pesan dari lucas. Tak sempat membuka semua pesan jadi Jungwoo hanya membuka pesan terakir.

“Ataga Winwin! Sudah tengah malam! Aku harus pulang,”

“Mengapa harus pulang? Orang biasanya menginap disini,”

“Tidak win, Lucas menungguku. Dia pasti resah sekali sekarang. Ya ampun kasihan dia pasti tak tidur karna menungguku,”

“Ampun Jungwoo kau mulai lagi,”

“Pokoknya aku pamit win, Selamat tinggal!”

Jungwoo langsung berlari tergopoh keluar dari rumah Winwin.

Next Part 10

Add Comment