Let Me Love You / Part 2 - Kpop Indonesia

Let Me Love You / Part 2

“Ya kang hyeri kita mau kemana ?” tanya eunhyuk yang masih bingung

hyeri tak menjawab pertanyaan eunhyuk , ia sibuk dengan aktivitasnya mengendarai mobilnya

“seunra-a kita akan kemana?”tanya eunhyuk pada rara

“kita akan ke kota tua”jawab seunra yang terfokus kegadjet eunhyuk

“kota tua ?”

“nde”jawab seunra “kak riri lu yakin ntar bakal ke tempat kak davit ?”tanya rara dengan nada tak yakin

“kenapa emang gua kengen ma dia”jawab hyeri

“kak, kak davit itu gak baik buat lu kak , dia itu cowok bajingan”

“ya kalian bicara apa ?” tanya eunhyuk yang tak mengerti obrolan mereka berdua

akhirnya mereka pun sampai ditempat tujuan mereka . Disana eunhyuk , hyeri dan seunra berkeliling menelusuri yang ada di kota tua tersebut . Tapi sayang di sana ada sebuah pemandangan yang tak enak di lihat oleh hyeri yaitu davit orang yang selama ini dia cintai sedang bergandengan tangan dengan wanita lain .
Tanpa fikir panjang hyeri pun menurut mereka dan…

PLAK.. Sebuah gamparan melekat di pipi davit

“ow jadi ini kerjaan lu saat gua di korea hah” teriak hyeri

“RIRI ini gak seperti yang kamu lihat sayang” ujar davit kaget

“sayang wanita ini siapa ?”tanya cewek yang digandeng davit

“gua ceweknya dia dan lu siapa hah?”

pertengkaran hebat pun terjadi antara hyeri dan davit , eunhyuk dan seunra pun mengejar hyeri .

“hyeri-a waeyo?”tanya eunhyuk yang melihat hyeri sudah menangis .

Tiba-tiba seunra membanting davit ke lantai .

“selama ini gua cuma memperingati lu dan skarang ini balasan gua buat kakak gua”ucap seunra penuh emosi

“dav ternyata slama ini yang dikatain rara benar . Lu cow bajingan . Mulai detik ini kita putus” ucap hyeri lalu pergi

eunhyuk dan seunra pun mengejar hyeri .

“hyeri-a cankamman” teriak eunhyuk memanggil hyeri mau pun rara

hyeri tak mempedulikan teriakan eunhyuk hingga sampai di mobilnya . Hyeri tersandar di kursi stirnya dan sudah berlinangan airmata .

“kak , udah jangan nangis kak , cowok bukan dia aja . Mana kakaknya rara yang kuat dan gak mau dibilang cengeng itu”ujar rara menenangkan hyeri lalu memeluk hyeri .

Eunhyuk yang melihat hyeri menangis di atas mobil pun ikut menenangkan hyeri .

Keesokan harinya hyeripun memutuskan untuk kembali kekorea .
Diatas pesawat hyeri tak banyak bicara eunhyuk terus menatap hyeri yang sedang menatap jauh .

“hyeri-a neo gwencanha ?” tanya eunhyuk mencoba menghilangkan keheningan

“ani”jawab hyeri dingin matanya pun mulai berkaca-kaca

eunhyukpun melihat hyeri yang kembali meneteskan air mata nya .

“jika kau butuh sandaran aku siap jadi sandaran mu”ucap eunhyuk lalu menyandarkan kepala hyeri dibahunya “uljima” lanjut eunhyuk

hyeri pun menumpahkan airmatanya di bahu eunhyuk . Hingga ia pun tertidur di bahu eunhyuk . Eunhyuk menatap wajah hyeri yang sudah tertidur .

“tidurlah kang hyeri bahu ku siap menampung kesedihan mu anggap saja ini sebagai penebus perbuatan ku di 12 tahun yang lalu” ucap eunhyuk lalu merapikan rambut hyeri yang berserakan di wajah hyeri yang mungil

*eunhyuk pov*

aku memang tak tau apa arti bahasa mereka tapi aku mengerti suasana hati mu saat ini kang hyeri .
Ntah mengapa saat aku melihat air mata itu membuat ku beku .

Kami pun akhirnya sampai dirumah .

“hyeri-a waeyo ? Neo gwencanhayeo” tanya eomma yang langsung memeluk hyeri

“ajjumma nae gwencanha yeo”jawab hyeri dengan nada pelan

eomma menatap ku bahkan sepertinya eomma menuduhku yang bukan-bukan kepada hyeri .

“eomma jangan berfikiran yang aneh-aneh padaku , aku tidak melakukan apa-apa padanya”ujar ku membela diri

hyeripun pergi kekamarnya begitu juga dengan ku . Apa dia terlalu menyukai pria itu ? Sampai-sampai dia sepedih itu ? Ku hempaskan tubuh ku di atas ranjang . Pandangan ku menembus kesesuatu arah yang mengingatkan ku tentang 12 tahun yang lalu .

*flashback*

“ya apa yang kau lakukan eunhyuk-a”ujar gadis kecil yang bernama hyeri itu pada ku

“berikan pada ku” ujarku ketus

“ya eunhyuk-a itu bekalku”ujar gadis itu yang sudah meneteskan airmatanya

aku tetap memaksa hyeri untuk memberikan bekalnya pada ku . Hingga bekal hyeri ku dapatkan dengan paksa . Hyeri menangis histeris dan memaki ku .

*flashback end*

aku pun kembli bangkit dari lamunan masa lalu .

“air mata itu mengapa membuat ku mengingat semuanya”gumamku

“hyukjae kau melihat hyeri”terdengar suara eomma dari luar

mendengar teriakan eomma aku pun langsung keluar .

“eomma wae ?”tanya ku

“hyeri tak ada di kamarnya bahkan beberapa barang-barang dikamarnya sudah tak ada”ungkap eomma yg membuat ku tersontak

tanpa fikir panjang pun aku keluar dan mencari hyeri .

“kau dimana kang hyeri ?” gumam ku sembari menghubungi ponselnya

“aish sial” ocehku karna tak ada jawaban dari hyeri .

Sebenarnya kemana dia ? Apa yang akan dia lakukan . Ntah kenapa langkah kakiku menuju rooptop bahkan aku juga melihat hyeri yang sudah dihadapan api dan membakar sesuatu disana .

Eunhyuk menarik nafas lega selega leganya saat melihat hyeri disana , tapi dia bingung apa yang di bakar hyeri sambil nangis lagi .

*eunhyuk pov*

“sedang apa kau disini?” tanyaku sembari mendekatinya

hyeri tak menjawab pertanyaan ku , dia masih sibuk dengan aktivitasnya di depan tong yang sudah merah menyalanya api yang membakar kertas-kertas di masukan hyeri ke dalamnya .

“ya kang hyeri mengapa kau menjawab pertanyaan ku , kau bisu atau apa ?”tanya ku kesal dan mendekatinya

dia tetap tidak menjawab pertanyaanku , aish dasar yeojja ini . Aku mendengar hyeri yang tersedu-sedu . Aku mendekati hyeri kulihat hyeri yang sibuk memasukan foto dan barang-barang tentang namjja yang sempat bertengkar dengan hyeri di indonesia kemarin lusa .

“neo gwencanha ?” tanya ku lagi berusaha mengajaknya bicara

“apa peduli mu dengan menanyakan keadaanku?” hyeri balik bertanya padaku

benar juga apa peduliku untuk bertanya keadaannya ? , tapi entah mengapa hati ku ikut pilu melihat airmata yang mengalir di pipinya . Dan air mata itu selalu mengingatkan aku pada 4tahun yang lalu . Aish apa-apaan ini .

“apa peduliku ? Tentu saja aku peduli kau itu teman ku dan aku berhak tau bagaimana keadaan mu” jawabku asal

“sejak kapan kau menganggapku teman mu ? Bukankah kau akan senang melihat ku seperti ini” ucapnya yang masih menangis

ucapannya itu berhasil membuat ku terhenyak , dan entah keberanian darimana yang aku dapatkan tiba-tiba saja langkah ku mendekatinya dan aku memeluk hyeri dari belakang .

“mianhe karena 12 tahun yang lalu aku selalu membuatmu seperti ini , tapi aku tak rela melihat air mata mu terjatuh karena orang lain”ujar ku yang tak tau mengapa itu tiba-tiba saja terlontar dari mulut ku

hyeri melepaskan lingkaran tanganku dari pinggang rampingnya lalu ia membalikan tubuhnya dan memelukku , aku membalas pelukannya dan tangisan hyeripun pecah dalam pelukanku .

“menangislah hyeri-a , aku siap jadi sandaranmu” ucapku

butuh waktu setengah jam membuat hyeri tenang dan menangis sejadi-jadinya dalam pelukan ku .hyeri melepaskan pelukannya dan menatapku dengan tatapan aneh .

“mianhe karena aku bajumu jadi basah”ucapnya dingin

*eunhyuk pov end*

______

*hyeri pov*

aish apa-apaan ini ? Sungguh memalukan , bagaimana bisa aku menangisi namja sialan itu di pelukannya . Aish dasar bodoh bodoh bodoh nya diriku . Rutukan dalam hati selalu berkumandang

“neo gwencanha?” tanya eunhyuk padaku

aish sialan buat apa dia nanya begitu , ini sungguh memalukan .

“gwencanhayeo”ucapku sedikit malu

eunhyuk menatapku heran , perasaan aneh pun muncul , jantungku berdetak tak menentu .

“ya kang hyeri apa kau benar-benar baik , sedangkan matamu bengkak begitu”ucapnya

“aish kau mengejekku ?” tanyaku sembari membakar barang-barang yang diberikan davit kepadaku .

Eunhyuk tidak mengatakan apapun ia hanya melihat ku dengan tatapan anehnya . Hal itu membuatku sedikit kaku .

“mengapa kau menatapku seperti itu ?”tanyaku

“apa kau begitu mencintainya sampai-sampai kau menangisi dirinya ?”tanya eunhyuk tanpa menjawab pertanyaanku

“kemarin ia aku mencintainya tapi sekarang tidak lagi”jawab ku

*hyeri pov end*

_____

eunhyuk masih menatap heran pada hyeri . Seketika airmata hyeri kembali menetes saat melihat sebuah foto yang dirinya dengan davit . Saat itu pun tangan eunhyuk tiba-tiba menghapus air mata hyeri .

“uljima”ujar eunhyuk “kau sangat jelek jika menangis , expresi itu tak cocok untukmu”lanjut eunhyuk

hyeri hanya terdiam menatap eunhyuk , begitu juga eunhyuk . Mata mereka beradu sangat lama tapi seketika hyeri tersadar dan pergi eunhyuk yang melihat tingkah hyeri pun seketika menjadi gugup dan berdiam diri melihat kepergian hyeri .

“aish apa-apaan ini” rutu hyeri melihat matanya yang bengkak karena menangis semalaman

hyeri bergegas mengambil kaca mata beningnya untuk menutupi matanya yang bengkak , tapi tetap saja tidak bisa membohongi eunhyuk .

“ya kang hyeri kau akan kesekolah dengan keadaan seperti itu ?”tanjya eunhyuk

“apa pedulimu eoh ?”tanya hyeri tanpa menjawab pertanyaan eunhyuk

“aish , pakai ini , ini akan membantu untuk menghilangkan sembab matamu”ucap eunhyuk sembari memberikan sebuah botol krim yang ntah apa namanya “cepat lah aku akan menunggumu diluar”lanjut eunhyuk lalu pergi

*hyeri pov*

aish apa-apaan dia ? Dia fikir aku akan pergi bersamanya ?

Seperti yang dikatakan eunhyuk , ia menunggu ku di gerbang rumah .

“naiklah”ucapnya
“ania aku akan pergi dengan bis”jawab ku dan pergi

eunhyuk turun dari motor sportnya dan mengejar ku yang tak jauh dari pagar . Dia menarik tangan ku untuk mengikutinya naik ke atas motor sport merahnya .

“kau itu tak pernah berubah ya . Keras kepala , cengeng , dan selalu dingin . Sekarang aku sedang berbaik hati padamu , pergi lah kesekolah bersama ku mulai dari sekarang”ocehnya panjang kali lebar yang berhasil membuat ku melongo

eunhyuk melepaskan tanganku dan naik ke atas motornya . Aku masih tak mengerti mengapa dia berubah 190 derjat dari biasanya .

“ya kang hyeri palli , naiklah , kau tak ingin terlambat kesekolah hanya karena berdiam diri yang tak bisa ku mengertikan ?”tanya eunhyuk pada ku yang masih melihatku kebingungan

“ah nde”jawab ku yang ntah dari mana dan mengapa aku mau saja mengikuti perkataannya

*hyeri pov end*

_________

*eunhyuk pov*

oh tuhan aku tak akan berharap bahwa hyeri akan cepat melupakan pria itu , tapi aku hanya ingin mengisi hatinya dan menutup lukanya .

Akhirnya hyeri mau pergi dan pulang sekolah bersamaku . Satu bulan sejak kejadian di indonesia yang membuatnya kehilangan cahaya dan kini cahaya itu telah kembali .

“ya eunhyuk kau lama sekali dari mana saja kau ? Ayo kita pulang aku lelah seharian latihan judo”ocehnya pada ku

dan ocehannya kembali seperti dulu , itulah yang aku suka dari seorang kang hyeri .dingin tapi Ceria , murah nangis tapi emosinya membuat ku merinding .

“kau sudah makan siang ?”tanya ku

“belum sama sekali”jawabnya lemas

“mwo ? Ya kang hyeri kau tadi pagi juga tidak sarapan dan sekarang kau juga tidak makan siang , sekarang kita makan siang dulu baru pulang”oceh ku pada hyeri yang tak pernah berubah dari kebiasaan buruknya itu

“gwenchanayeo , kita pulang saja” jawabnya dengan santai

“arraseo”ucap ku

aku hanya mengikuti perkataannya dibibir saja tapi hati ku berkata lain . Seperti biasa aku memakirkan motorku di sebuah kafe tempat biasa aku dan hyeri makan .

“ya tadi aku sudah bilangkan kita langsung pulang”umpat hyeri padaku

“ania , kau harus makan dulu baru pulang”ucap ku tersenyum

“aish kau ini su….”kata-kata hyeri terhenti karena hyeri lemas dan hampir terjatuh

“kau ini , makan dulu lihat lah dirimu berdiri saja tidak kuat” rutu ku

hyeri pun mengikuti perkataanku . Aku memperhatikan setiap gerak geriknya saat makan dan minum . Seketika mataku tertuju satu titik dan mampu membuat ku menelan ludah . Bagian yang sangat sensitif itu mampu membuat ku ingin menyentuhnya .

“ya kau tak mau makan eoh ?”tanya hyeri yang berhasil membuat ku tersontak dari hayalan ku

“ania”jawab ku menegug expreso di hadapanku

“kalau begitu itu untukku”pinta hyeri menarik steak milikku

“aish jinjja tadi kau seperti tak mau makan sekarang kau seperti orang tak makan selama empat hari”gumamku

“aish kau pikir aku tak mendengar ucapanmu eoh ?”ucapnya sembari menatapku horror .

*eunhyuk pov end*

Bagi yang belum baca part 1, silahkan klik ini  let me love you part 1

bersambung…
next part 3:

Add Comment