Mantan Trainee SM Asal Indonesia Mengungkap Betapa Keras Dan Sulitnya Menjadi Trainee Idol Di Korea - Kpop Indonesia

Mantan Trainee SM Asal Indonesia Mengungkap Betapa Keras Dan Sulitnya Menjadi Trainee Idol Di Korea

Latihan 8 Jam & Dibuntuti Haters, Ini Hidup Calon Artis Kpop, Ternyata tak semudah yang kamu bayangkan.

Seorang Mantan Trainee Dari Indonesia membeberkan Fakta-fakta YAng terjdi ketika ia menjadi Trainee di Agensi SM Entertaiment.

Jakarta, – Sewaktu mendapat golden tiket untuk menjadi trainee dan berlatih di salah satu agensi Kpop terbesar di Korea Selatan pada 2008, bukan main girangnya hati Clara Jennifer Daren (28).

Jennifer mendapatkan golden ticket dari audisi tahunan SM Entertainment lewat SM Global Audition yang digelar oleh perusahaan milik Lee Soo-Man pada 2006 silam.

Dihubungi oleh CNBC Indonesia, dara kelahiran 4 November 1991 ini menceritakan pengalamannya saat menjadi trainee sejak 2008. “Aku trainee 1-2 tahun saja. Gak kerasa juga sih,” ujarnya.

“Asal tahu saja, sebenarnya jadi trainee bertahun-tahun belum tentu bakal debut. Apalagi aku foreigner, lawannya orang-orang Korea asli. Ada teman aku, dia sudah jadi trainee sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, sudah 6-7 tahun jadi trainee,” beber Jennifer.

Kepada CNBC Indonesia, Jennifer buka-bukaan soal hidupnya selama jadi trainee di negeri ginseng tersebut.

Latihan Lebih dari 8 Jam
Semasa mejadi trainee, Jennifer dituntut untuk latihan tari dan bernyanyi mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore. Bahkan ia sempat latihan dari pagi hingga jam 12 malam. “Minimal jam 8 pagi sampai 5 sore. Itu minimal ya. Kalau yang ekslusif bisa sampai malam, tapi itu tergantung dengan kebutuhan,” paparnya.

“Dulu pernah latihan paling lama, sampai jam 12 malam. Jadi selama jadi trainee setiap 3 bulan sekali akan ada showcase gitu. Di awal kontrak juga sudah dikasih tau, per 3 bulan trainee harus tampil, entah individual atau berkelompok. Sistemnya kayak buat naik kelas gitu lho,” lanjut Jennifer.

Kontrak Kerja ala Budak?
Menyoal kontrak kerja ala budak atau disebut noye gyeyak, Jennifer mengakui hal tersebut memang benar terjadi. Namun tidak se-ekstrim yang diberitakan banyak orang.

“Iya ada. Di SM memang ada yang gitu. Cuma mereka tidak bilang di awal kayak ‘lo mesti tanda tangan kontrak 15 tahun sama kita’ tapi mereka memperpanjang otomatis,” ujar Jennifer.

Menurutnya, setiap 5 tahun sekali, agensi punya strategi dalam memperbarui kontrak kerja dengan trainee atau idol mereka.

“Dalam waktu 5 tahun, artis SM pasti akan naik. Diujung perbaharuan kontrak, mereka akan dibuat proyek-proyek, yang dimasa itu mereka gak boleh mengundurkan diri dalam proyek. Makanya mau gak mau mereka memperbarui kontrak kerja,” jelasnya.

Penggemar dan Haters itu Nyata
Jennifer juga membenarkan mengenai kekejaman warganet negeri ginseng tersebut. Sebab, menurutnya, netizen Korea itu tidak hanya berisik di media sosial, tetapi juga mereka berani mendatangi orang yang tidak mereka suka secara langsung.

“Aku lebih prefer netizen Indonesia yang cuma berisik di sosial media deh,” imbuhnya.

Ia juga menceritakan kisah rekan yang sama-sama trainee di SM bernama Jessica. Saat itu Jessica sedang main ke kantor JYP. Disangka sebagai trainee JYP, banyak penggemar yang menguntit Jessica hingga 3 kilometer jauhnya.

“Pas Jessica masuk ke toko mana, mereka juga ikutin. Sampai Jessica bilang ke aku dia diikuti Sasaeng fans,” paparnya.

Menurut Jennifer, walaupun masih trainee, mereka sudah punya penggemar sendiri. “Sayangnya fans dan haters ini agak nyaru. Kita gak tau ini fans atau haters. Kita selalu hati-hati. Makanya trainee gak boleh update socmed karena takut diapa-apain sama Sasaeng fans ini,” jelasnya.

Satu hal yang diperingatkan oleh Jennifer kalau istilah menghilangkan nyawa orang bagi mereka itu wajar jika orang tersebut tidak mereka sukai.

“Aku sendiri pernah. Jadi ada fans-fans gila gitu. Aku lagi dimana, mereka tau bahkan ngikutin. Waktu zaman Facebook, salah satunya pernah message aku dengan ‘Hai aku lihat kamu di daerah sini’. Aku kayak, gila ini orang bisa tau aku dimana,” ceritanya.

Jennifer berasumsi jika penggemarnya mengikutinya setelah ia keluar dari kantor SM Entertainment. Selain itu, menurutnya, juga ada banyak penjahat kelamin yang berfantasi mengenai trainee tertentu, dan bahkan mengikuti mereka kemana saja.

Jennifer sendiri tidak pernah berkomunikasi dengan para penggemarnya. Menurutnya, mereka terlalu melewati batas dalam melanggar privasi seseorang.

“Mereka aja bisa tau nomor hape kita. Mereka bisa sms atau KakaoTalk-in kita. Harusnya intel bisa rekrut mereka,” tutupnya sambil tertawa.

Cr: CNBC Indonesia
Kpopindo.id

Add Comment