NCT Destiny Squad PART 12 πŸ”ž Lucas X Jungwoo [Fanfiction Rate M] - Kpop Indonesia

NCT Destiny Squad PART 12 πŸ”ž Lucas X Jungwoo [Fanfiction Rate M]

Album Reguler Mantep banget Yorobuuun.

Okeyy…Jangan Lupa Vote dan Comment ya.

Happy Reading~

Saat ini Lucas CS sudah ada di bandara dan menunggu pesawat mereka yang akan berangkat pukul 4 sore. Perjalanan antara Indonesia dan korea adalah 4 Jam dan kini mereka masih menunggu lagi untuk pesawat mereka yang mengalami delay.

“Wu, Beli minum sama mas Taeil mau?” Tawar Taeil yang duduk di samping Jungwoo.

“Mas Taeil, Temenin Ten ke toilet. Biar Jungwoo beli minum sama Lucas. Mark nunggu tas kita,” Perintah Ten.

“Weh! Kenapa gue?”
Ten mengabaikan protes Mark kemudian menarik Taeil. Ten bukan orang sini dan dia takut tersesat di bandara sebesar ini jika harus pergi sendirian. Tidak lucu jika ia hilang di bandara bukan?

“Ayo wu,” Ajak lucas.
Jungwoo bangkit dari duduknya kemudian berlari kecil menyusul lucas yang sudah berjalan lebih dulu.

Mereka sampai di depan StarBak. Kemudian memesan 4 Coffie.

“Pesan Ukuran apa mas?”

“Reguler hah!?”
Lucas berpose.

“Ngapain sih kas,” Bisik Jungwoo yang malu dengan tingkah Lucas.

“Ini lagi populer wu, Kekinian nih” Ucap Lucas.

Sementara Mas Pelayan hanya menatap Lucas dan Jungwoo dengan senyum lucu.

“Berapa mbak?” Tanya Lucas.

“250 ribu mas,”

“Wu, Ini kasihin dia wu” Lucas memberikan uang itu pada Jungwoo. kemudian lucas yang membawa semua minumanya.

Jungwoo terlihat kebingungan tapi menurut saja, Dan ketika ia maju kasir untuk membayar, sang kasir malah mengembalikan Uang Jungwoo. Mereka memberikan semua minuman mahal itu cuma-cuma pada Jngwoo karna Jungwoo cantik.

“Loh wu, kok uangnya kamu bawa lagi? kamu pakai kekuatanmu ya?”

“Tidak kas, Aura ini memang sudah bawaan. Tidak bisa di hilangkan atau di tutupi,”
Jungwoo yang punya kekuatan Cinta memang tidak bisa menghindar dari takdirnya. Semua orang akan terpesona olehnya dan dia harus terbiasa dengan itu.

Bagi orang biasa, Melihat Jungwoo itu seperti mereka melihat Malaikat cantik yang indah seperti karya seni dan Agung Mempesona seperti seorang Ratu.

“Eh wu, Ikut sini!” Lucas menarik Jungwoo. Membawanya masuk kesemua kedai dan resto. Lucas juga membawa masuk Jungwoo ke AlfaBeta dan IndoFebruari.

Lucas mengambil semua yang lucas inginkan.

“Mana Jungwoo dan Lucas?”
Tanya Ten yang sudah duduk di samping Mark.

“Ga tau, Belum balik daritadi,”

“Duh masa mereka nyasar ya? Aku susuh aja deh”
Taeil mulai resah dan Khawatir.

“WOY!!”
Teriak lucas.

Tak hanya Ten, Mark dan Taeil…Tapi Semua mata menatap Lucas dan Jungwoo yang kini berjalan mendekat sambil mendorong troli penuh snack juga makanan lainya.

“Apanih banyak banget,” Gurat Mark

“Ngapain buang-buang uang buat beli beginian kas???” Taeil sudah berkacak pinggang.

“Tidak beli, Di kasih kok Mas, Hehhehehe,” Lucas cengengesan.

“Wu, Ini ga seperti yang aku fikirkan kan?” Ten menatap Jungwoo yang telah cemberut daritadi.

Dia sangat kesal pada lucas karna membawanya kesana kemari lalu ketika giliran membayar Lucas mendorong Jungwoo maju.

Alhasil…Semua terjadi seperti Rencana lucas. Semua kasir menyukai Jungwoo bahkan tergila-gila sampai memberikan apa saja yang mereka ambil. Tak hanya para kasir yang terpesona, kini orang-orang di bandara juga melihat ke arah mereka karna pesona Jungwoo. Bahkan banyak di antara mereka yang tadinya duduk sampai berdiri-diri.

“Ini memang seperti yang kau fikirkan Ten, Salahkan Lucas,” Jungwoo sudah melipat tangan di dada sambil memasang wajah masam.

“Lucas!! Apa-apa’an kau ini!!! Cepat kembali dan Bayar semua yang kamu ambil ini!” Taeil marah.

“Iya nih kas, Keterlaluan kamu. Masa kamu pakai kekuatanya Jungwoo buat memeras orang-orang kecil,” Ucap Mark hiperbola.

“tidak usah lebay, Orang ini di kasih kok” Lucas membela diri.

“Kamu itu kas, Masih tidak ngerti kekuatanya Jungwoo Juga. Ini cuma makanan begini, Misal Jungwoo nyuruh mereka bunuh diri juga mereka bakal nurut aja,” Ten berkacak pinggang.

“Hah!!? Masa sampai segitunya Ten?”

“Tentu saja. Mereka bersedia mengorbankan Diri mereka Untuk Jungwoo. Semua orang cinta sama Jungwoo tapi aku heran, Kamu sering deket-deket sama Jungwoo tapi kenapa kamu ga terpengaruh sama kekuatan dia ya?” Ucap Ten.

“Ah iya, Aku juga heran. Lucas nih paling dekat sama Jungwoo, Mas Taeil aja klepek-klepek. Disuruh jadi Budaknya Jungwoo juga pasti mau dia. Kalau aku sih, Misal ga ingat kalau aku sudah punya pasangan aku pasti jatuh cinta juga sama Jungwoo. Kas, Kamu bener ga tertarik sama sekali ke Jungwoo?” Selidik Mark.

“A, Aku..aku mau balikin ini dulu ah, kasian orang-orang kecil yang aku peras,” Lucas yang gugup setengah mati langsung berlari menjauh sambil mendorong Trolinya.

Ia mengembalikan semua barang yang ia ambil sambil menghilangkan perasaan berdebarnya.

Lucas adalah anak polos yang belum pernah jatuh cinta, Bertemu dengan Jungwoo sejak pertama saja sudah menarik perhatianya. Namun Lucas tipe yang sangat pemalu menyangkut Asmara seperti ini.

Apalagi mengetahui jika Semua anak terpilih sudah mempunyai pasangan masing-masing. Tentu Lucas tidak ingin patah hati jika seandainya Jungwoo tidak bersamanya.

Mereka masih santai-santai di bandara dan Sementara itu di korea:

Jeno sedang berkeringat deras karna Winwin ada disampinya, menatapnya dengan menyeramkan.

“Bagaimana Yuta!?”
Tanya Winwin.

Jeno sudah mengatakan pada winwin berkali-kali jika Taeyong dan yang lain sedang mendekat di posisi Yuta. Namun winwin tetap saja menuntut Jeno memberi Informasi yang lebih jelas lagi.

“Jeno hanya bisa melakukanya sampai disitu hyung, Tolong jangan memaksanya melakukan hal yang tak ia bisa,” Jaemin merasa kasihan pada kekasihnya. Sedaritadi Winwin terus marah pada Jeno karna Tidak memberi Informasi seperti yang Winwin inginkan.

“Tapi aku menghawatirkan Yuta!!” Bentak Winwin.

“Iya aku mengerti hyung tapi Tolong jangan lampiaskan amarahmu pada Kekasihku,” Jaemin memohon.

“Oh maafkan aku kalau begitu.

Ah iya! Apa kalian kenal seseorang yang bernama Jungwoo?” Tanya Winwin pada Jaemin dan Jeno.

“Siapa itu?” Tanya Jaemin.

“Entahlah…Aku melihat anak itu ketika aku mendapat penglihatan. Dalam penglihatanku dia dan pasanganya adalah Pasangan terhebat dari kita semua,”

“Ah benarkah?”

“Aku fikir Pasangan terhebat adalah Taeyong dan Jaehyun hyung,”

“Memangnya Si Jaehyun itu bisa apa?” Tanya Winwin.

“Hei hei hei, Kau disini rupanya,” Jhonny masuk kekamar Jeno bersama Jisung. Awalnya Karna takut Winwin akan melakukan hal meresahkan akhirnya Jhonny mengajak Jisung untuk menemani Winwin di kamarnya namun ternyata Winwin ada disini.

“kau kenapa Hyung?” Jisung memperhatikan Jeno yang berkeringat kemudian langsung duduk di kursi sebelahnya. Jeno hanya membalas dengan Gelengan.

“Hyung, Yang namanya Jaehyun itu mempunyai kekuatan apa? Mengapa kita tak pernah melihatnya bersama kita?” Jaemin yang manis bertanya.

“Ah, Jadi kalian membicarakanya sejak tadi?”

“Winwin hyung bilang, Dia melihat seseorang bernama Jungwoo dan Pasanganya yang katanya Pasangan terkuat dari kita semua,”

“Dari yang kulihat, Mereka berdua yang menyelamatkan Taeyong hyung dari kekasihnya,” Ucap Winwin.

“Apa yang kau lihat winwin?” Jhonny duduk di samping Winwin.

“Aku tak tau pasti, Tapi Seseorang yang bernama Jaehyun itu berubah mengerikan dan dia menyerang kita semua, Dia bahkan membunuh Jisung dan Jeno,” Ucap Winwin.

“Hah! Aku?” Jisung terkejut.

“Tidak!! Jangan Jeno ku,” Jaemin langsung memeluk jeno.

“Itu berarti kita harus mengubah Kenyataan yang dilihat Winwin.”

“Aku juga melihatmu sedang sekarat hyung, Kau…Kun dan Taeyong Hyung, dan hanya pasangan Jungwoo yang bisa menyelamatkan Kalian,” ucap Winwin.

“Apa dia bisa menandingi kemampuan Jaehyun?”

“Iya, Dia bisa!” Ucap Winwin Yakin.

“Oh! Jangan-jangan dia yang kulihat saat aku mengalami penglihatan?” Saut Jeno.

“Jika seperti itu kita harus cepat menemukanya agar dia bisa melindungi kita dari Jaehyun,”

“Mengapa kalian menyimpan Monster seperti itu disini! Jika kalian membunuhnya semua itu tak akan terjadi bukan!?” Ucap Jaemin.

“Aku tanya padamu Jaemin, Apa kau bisa membunuh Jeno?” Jhonny menatap Jaemin Serius.

Jaemin menggeleng keras.

“Aku tak akan mampu, Jika harus matipun aku akan mengorbankan diriku untuk Jeno,”

“Oh Jaemin,”
Jeno dan Jaemin saling memandang dan menautkan genggaman semakin erat.

“Sekarang kau bisa mengerti perasaan Taeyong bukan? Lagipula Jaehyun bukan musuh kita. Kita hanya perlu menemukan Anak yang lebih kuat darinya agar semua hal buruk itu tak terjadi,”

“Jungwoo dan kekasihnya mempunyai simbol bunga Sakura di bawah punggung belakangnya, aku tau karna dalam pengilahanku aku dan Jungwoo bersahabat dekat dan pernah mandi bersama,” Ucap Winwin.

“MWO?? Ah! Itu tempat yang tidak terlihat, Bagaimana kita menemukan mereka?” Jisung berkomentar.

“Lebih baik jika kita mengecek diri kita, Siapa tau pasangan kita ada disini,” Jhonny menyarankan.

“Aku dan Jeno sudah pasti pasangan. Kami Liliy biru,” Ucap Jaemin

“Ah, Kalau Doy Hyung dan Renjun..Mereka Anggrek Ungu,” Ucap Jeno. Jeno yang pertama kali menemukan Pasangan ini karna tato mereka yang sama.

“Taeyong dan Jaehyun adalah Mawar Merah,

Aku Lotus merah muda dan

Kun adalah Dahlia Orange,” Terang Jhonny.

“Yuta dan aku adalah Krisan Putih,” Ucap Winwin.

“Aku Teratai Putih,” Ucap Jisung.

“Kau teratai putih!!??” Kejut Jhonny.

“Iya hyung, Ada apa memangnya?” Tanya Jisung santai.

“Kau tak tau jika Chenle mempunyai Tato yang sama dengamu!!?”

“Apa!!?????? Jadi!!?”

“Kalian pasangan Jisung,”
Jeno ikut senang mendengar itu.

“Ah ya tuhan. Ternyata Chenle adik iparku,” Ucap Jaemin.

Jisung hanya merespon dengan Kebingungan mengetahui Dia dan Chenle adalah pasangan.

“Tapi Mereka berdua terlalu kecil untuk melakukan ciuman,” Ucap Jeno khawatir. Sedangkan Jisung sudah semerah tomat.

“Ada gunanya juga kita membuka diri seperti ini. Lalu Haechan? Ada yang tau bunga Milik Haechan?” Jhonny bertanya namun semua terdiam.

“Dia bunga Matahari,”

Rupanya Winwin mengetahui bunga adik iparnya tersebut.

“Kalian tampak tidak terlalu akrab tapi kau mengetahuinya, Ini bagus sekali,” Puji Jhonny.

“Jadi disini yang belum menemukan pasangannya hanya Jhonny hyung dan Kun Hyung?”

“Benar,”

Pesawat R235-124 Juanda-Incheon akan segera lepas landas.

Lucas dan lainya kini telah masuk kedalam pesawat. Lucas-Jungwoo Duduk berdua. Dan Mark, Taeil-Ten Duduk bertiga.

“Perjalananya akan sangat lama kas, Kau tidur saja” Ucap Jungwoo.

“Tidak ngantuk wu, Kita cerita-cerita saja yuk. Kita cerita lucu dong,”

“Aku tidak punya cerita lucu kas, Semua menyedihkan,” Ucap Jungwoo lembut.

“Ayolah wu, Cerita tentang Ayah, ibu atau saudara juga boleh,”

“Aku yatim piatu kas, Mereka membunuh semua keluargaku dan Aku kehilangan Saudaku,” Jungwoo parau.

“Oh ya tuhan itu tidak lucu,”

“Sudah kukatakan aku tidak punya cerita lucu. Kecuali saat aku mulai bertemu denganmu, ” Jungwoo tersenyum lembut.

lucas berdebar. Bukan karna efek Ketinggian di atas pesawat, tapi karna Senyum Jungwoo yang terlampau indah dan tak bisa ia tahan.

“Aku mau tidur saja,” lucas memalingkan dirinya dari Jungwoo.

“Tadi bilang tidak mengantuk, sekarang malah mau tidur,” Jungwoo menggerutu.

Pukul 8 Malam, Taeil Cs sudah sampai di bandara Incheon dan menenteng koper mereka.

“Kemana lagi kita Mas?” Tanya Mark.

Karna memang hanya Taeil yang tau Lokasi mereka.

“Setelah ini kita naik Angkot ke Seoul,” Jawab Taeil

Mana ada angkot hadeeeh

“Kalian tunggu disini ya? Mas mau beli karcis dulu. Jangan kemana-mana nanti ilang,” Titah Taeil.

“Iya Mas,” Jawab mereka serempak.

Boss nya mas Taeil sekarang.

Sementara itu di Rusia.

“Lakukan!!”

“Aku tidak bisa! Aku bukan pengendali waktu! Aku tak bisa melakukanya,”

“Kau penyembuh kan? Kau pasti bisa menyembuhkan dirimu sendiri,”

“Tuan, Jika kau memaksanya…Dia akan mati seperti yang lainya,”
Ucap seorang prajurit yang ikut mengawasi.

Taeyong mendengarkan Intruksi Yuta dengan mengikuti setiap jalan yang ia arahkan. Yuta adalah anak yang cerdas, Ia bisa langsung menghafal jalan serumit itu dalam sekali lihat dan kini Yuta telah memperingati Taeyong agar berhati-hati melewati Ruang Exskusi. Yuta mengatakan itu adalah Ruangan para anak-anak terpilih dijadikan percobaan dan di bunuh. Dan kini Taeyong dan yang lainya tengah melihat penyiksaan itu sendiri.

Ruangan itu berukuran 8×10 dan terbuat dari kaca. Orang-orang itu memantau dari luar.

Mereka menancapkan suatu alat yang terhubung dengan komputer pada tengkuk anak manis itu, entah siapa namanya yang pasti anak itu terlihat menderita sekali. Seluruh tubuhnya di penuhi luka dan memar tapi mereka memaksa alat itu menancap di tengkuk si manis.

“Aaaagggkkkkkhhh!!!”
Anak imut itu berteriak kesakitan. Ia berusaha menyembuhkan dirinya sendiri karna ia dipaksa melintasi waktu kembali kemasa 500 tahun lalu.

Alat itu adalah Proyektor Animus, Anak terpilih sebagian besar tidak selamat karna mereka dipaksa memakai alat itu. Alat itu membawa orang melintasi waktu dan dimensi..Membuat tubuh terkoyak-koyak dan hancur.

Contohnya anak ini, Ia dipaksa kembali kemasa 500 tahun lalu untuk mengambil sebuah ‘Apple Creed’ Itu yang Taeyong dengar.

Anak itu mengerang kesakitan saat tampilan ruangan berubah. Lewat alat itu semua orang bisa melihat apa yang di alami si anak saat ia kembali kemasa lalu.

Beberapa berhasil masuk kedalam masa lalu termasuk anak kemampuan penyembuh ini.

Anak itu menggunakan segenap kemampuanya untuk menolong dirinya sendiri dari lintas Waktu yang menyakitkan. Didalam ruangan yang semula kosong itu berubah menjadi kerumunan, Ini adalah Masa 500 tahun lalu yang terlihat oleh anak itu.

“Cari Apple Creed nya!!” Perintah seseorang yang terlihat sangat kejam.

Anak itu kini rupanya berada dalam sebuah istanah yang tengah di serang.

Istanah itu adalah Istanah Neutral Moresnet. Negara ini menjadi korban Perang Dunia I, dan kemudian kini menjadi bagian dari Belgia.

“Kuberikan ini padamu, Kau larilah dan pergi pada Putri Tennie,” Anak terpilih yang merupakan Putri Belgia ini memberikan kotak berukuran 15 cm.

“Tapi putri, Hamba hanya Wanita penghibur rendahan,”

“Jin Ting you! Kau adalah Wanita tercantik disini dan semua orang bertekluk lutut padamu. Gunakan kecantikanmu untuk mengelabui mereka semua. Mereka tak akan mengira jika benda ini ada bersamamu. Pergi ke China dan Cari Putri Tennie dan Ratu Shi Cheng, Berikan Apple Creed ini untuk mereka! Cepat!!” Perintah sang putri, Namun si gadis penghibur itu tidak ingin pergi meninggalkan Tuan putrinya.

“Wong Yukhei!! Temani Jin Ting you! Apapun yang terjadi Lindungi dia dengan Nyawamu!!” Titah sang tuan putri.

“Baik tuan putri,”

“Cepat atau mereka akan masuk dan merampas Apple Creed ini, Jika itu terjadi Dunia akan ada di bawak kekuasaan ya AKkkhhhh,”
Sebuah anak panah menusuk jantung sang putri.

“TUAN PUTRI!!!!”

“Ayo pergi Ting You!!” Tarik seseorang yang di panggil Wong Yukhei.

CCCCCRRTTTTTTZZZZ

Alat itu mati dan menampilkan keadaan anak terpilih di masa ini.

“Mengapa ia ikut tertancap panah?” Bisik Renjun.

“Sepertinya ketika ia dikirim kemasalalu ia menjadi dirinya di masalalu,” Jawab Taeyong.

“Siapa itu putri Tennie dan Ratu Sicheng?” Chenle penasaran.

“Bagaimana denganya? Apa dia yang dari masa ini ikut mati?”

Anak itu tak bergerak.

Dan benar, anak itu ikut mati.

“Malang sekali, Ia sudah kesakitan seperti itu untuk masuk kedalam sana dan kini ia harus ikut mati bersama dirinya di masa lalu,”

“Bagaimana keadaanya?”
“Tak selamat tuan!”
“Dasar Bodoh! Sudah kubilang pada kalian untuk melepasnya sebelum ia mengalami kejadian buruk, Dia satu-satunya yang dapat bertahan disana dan kini mati begitu saja!! Kalian bodoh!!” Orang itu mencengkram kepala mereka.

“Anda tau sendiri jika serangan itu begitu cepat, Kami tak bisa mempredeksinya,”

“Agghhhh!! Pantas saja Susah sekali mencari Apple Creed itu. Ternyata Benda itu sudah pindah tangan. Cari tau tentang Putri dan Ratu yang ia sebutkan tadi, Juga Pelacur sialan itu. Apple Creednya pasti berada bersama mereka,”

“Susah mencaritau tentang orang yang hidup pada jaman 500 tahun lalu. Tapi saya akan berusaha tuan,”

“Aku tidak perduli! Jika kau tak menemukan mereka, aku akan meledakan kepalamu seperti ini,”

DUUAARRRR
(Ia menembak kepala salah satu pasukanya yang tengah berjaga)

“Bbb-ba baik tuan,” Orang itu bersujut.

Mereka semua meninggalkan Ruangan itu dengan membawa mayat di anak terpilih.

“Kasihan sekali hiks hiks,” Chenle menangis dalam pelukan Taeyong. Chenle yang termuda dan ia harus melihat hal kejam seperti ini apalagi Ia yang tengah di tergeletak disana adalah Anak terpilih seperti mereka. Dia yang dulunya seorang putri dan harus menderita di masa ini. Naas sekali garis hidupnya dan lebih menyedihkan lagi kenyataan bahwa dia bukan satu-satunya.

“Sedang apa kalian? Mengapa belum sampai disini juga?” Ucap yuta dalam Fikiran Taeyong.

Ah hampir saja Taeyong lupa jika ia harus segera menolong Yuta jika tak mau adiknya itu mengalami hal yang sama seperti Anak tadi.

“Haechan! Kau sedang apa! Tidak pergi menolong kakakmu? Mau duduk berdiam diri sisini saja?” Ucap Renjun.

Mereka masih tetap berada di Mode invisible milik Renjun.

“Ah Selesai! Kau cerewet sekali Renjun. Nih kuberikan padamu saja,” Haechan meletakan hewan itu di rambut Renjun kemudian menarik Renjun berlari menyusul Taeyong dan Chenle.

Di Korea, Taeil dan yang lain sudah sampai di depan Markas NEO setelah menaiki ‘Angkot’ (Kata Taeil) Selama 2 jam.

“Benar ini tempatnya mas? Kenapa tidak ada apapun?”
Tanya Ten yang kini melihat hamparan rumput luas. Tak ada Markas atau apapun disana. Lucas sudah berlarian mengecek apakah ada pintu tersembunyi di susuh Jungwoo dan Mark.

Tapi dia tak menemukan apapun.

“Aku yakin Markas itu ada disini,”

Taeil sendiri merasa ragu, Karna yang ia lihat saat itu adalah Markas besi yang terlihat sangat kuat. Tapi setelah ia mendatangi tempat itu, Tidak ada apapun disana.

“Maaaaas, Kita udah susah-susah kesini jangan bilang kalau Mas Taeil Cuma ngayal!” Kesal lucas.

“Enggak kas, Tempatnya memang disini,”

“Terus mana maaaaas??? Cuma ada rumput dan belalang disini, ih ada ulet bulu juga iiih,” Lucas berjengkat dan berhambur meminta gendong Mark setelah melihat Ulat bulu.

Lucas mempunyai phobia pada hewan kecil itu dan Mark sangat tau itu. Jadi dengan berat hari sebagai Sahabat sejati yang baik hatinya ia menggendong lucas seperti Beruk di punggungnya.

Dulu Ketika Lucas Remaja ia pernah memanjat pohon Belimbing dan seekor ulat meloncat ke arahnya. Karna terkejut dan ketakutan lucas malah menangkap ulat itu dengan tanganya.

Dan karna Tangan lucas besar, ulat itu teremas-remas penyet di tangan lucas. Lucas merasa Jijik kemudian mengoles-ngoleskan ulat itu di tubuhnya yang ternyata itu malah membuatnya biduran (Badanya bengkak karna Kena ulat) selama 3 hari.

“Apa yang harus kita lakukan mas?” Jungwoo duduk di atas rumput bersama Ten.

“Jangan duduk disitu ada Ulat wuuuuuu!!” Lucas turun dari gendongan Mark, Langsung lari meraih Jungwoo dalam Gendonganya.

“Ecieeeeeee Sayang nih~”
Mark dan Ten Menaik-turunkan alisnya menggoda Lucas.

“Aku tidak takut Ulat kas. Turunin ayo,” Ucap Halus Jungwoo.

“Gak mau!” Jawab tegas lucas.

“iih kenapa Jungwoo Doang yang di gendong? Gak bisa gitu! Aku iri !! Hiyak!” Mark sudah meloncat dan menempel di punggung lucas.

“WOY JANCUK!”

Lucas terkejut.

“Ten sini ten! Ikutan sini kamu di belakangku Ten,” Mark memanggil Ten untuk ikut bergabung

“Jangan Ten! Jangan Ten!!!” Larang lucas.

Bukanya mendengarkan Lucas, Ten malah berdiri kemudian meloncat dan ikut menumpukan tubuhnya di punggung lucas.

“Gak kuat gue Bangsat!”

Lucas menahan dirinya sekuat tenaga untuk tidak jatuh menopang 3 Tubuh sekaligus.

Mark yang iseng malah Menggoyang-goyangkan tubuhnya membuat Lucas tidak imbang.

“WoY! Begundal Asu! MARK BIADAB!! Tibo iki cuuuuuuuuk,” Lucas berteriak-teriak karna Mark terus menggoyang-goyangkan butuh.

Lucas berusaha bertahan sekuat mungkin karna Jungwoo ada dalam Gendonganya. Jika mereka Jatuh, Jungwoo pasti yang pertama terluka.

Taeil hanya menatap datar perbuatan konyol ke 4 Adiknya.

Hidupmu sangat di berkati oh Moon TaeilπŸ˜‚

TBC

Yang mau ada saran, Silahkan Masukan disini.

Kolom Saran.

Atau

Kolom Hujat.

Part 13

Add Comment