NCT Destiny Squad PART 14 πŸ”ž Lucas X Jungwoo [Fanfiction Rate M] - Kpop Indonesia

NCT Destiny Squad PART 14 πŸ”ž Lucas X Jungwoo [Fanfiction Rate M]

Pada minta Dabel up tapi hamba belum siap dan baru bisa Post sekarang Main eh MianπŸ˜‚

Pokoknya jangan lupa Krisar😁😁😁

Happy Reading~

Setelah Lucas Cs sampai di korea, Mereka langsung menemukan pasangan mereka kecuali Taeil dan Mark yang pasanganya masih berada di Rusia.

Pagi ini Jungwoo berada di dapur bersama Winwin dan Ten. Ada Doyoung dan Jaemin Juga yang membantu.

Mereka Menyiapkan Sarapan untuk pasangan mereka masing-masing. Dan Untuk Anak terpilih yang pasanganya masih berada di Rusia maupun yang belum mempunyai pasangan, semua adalah tanggung jawab Doyoung.

“Ah, Ini banyak sekali” Keluh Doyoung.

“Aku akan membantumu, Biar Sarapan Lucas, Mark, Mas Taeil dan Jaehyun aku yang buat,” Ucap Jungwoo.

“Oh kau sudah kenal Jaehyun hyung?” Nana yang sedang memotong sayur mendengar percakapan mereka.

“Iya aku sudah berkenalan denganya,” Jawab Jungwoo manis

“Apa dia baik padamu?”
Doyoung bertanya sambil membawa bahan kesana-kemari memindahkanya meminta Winwin mengupas mereka juga.

“Dia terlihat biasa saja, Dia seperti kita. Tak terlihat berbahaya sedikitpun,” Jungwoo duduk di kursi dapur sambil membuat bumbu.

“Kau jangan terlalu dekat denganya wu, Dia itu sudah punya perisai dan kau sudah punya pedangmu,” Saran Ten.

“Apa yang kau bicarakan Ten?” Jungwoo pura-pura tak mengerti. Dari mereka semua Ten lah yang paling lama mengenal Jungwoo. Dan Ten sudah sadar betul jika Jungwoo memang di lahirkan untuk menjadi penggoda.

Ia bersumpah akan menjauhkan Jhonny dari Jungwoo.

Acara masak-memasak yang di kerjakan bersama ternyata selesai lebih cepat. Kini semua makanan telah ada di meja dan semua berkumpul disana kecuali Lucas dan Mark.

“Mas Taeil, Mana Lucas dan Mark?” Jungwoo mendekati Taeil dan duduk di sampinya.

“Lucas menahan Mark didalam kamar agar menemaninya. Lucas tidak mau keluar kamar wu,” Ucap Taeil tenang sambil menerima makanan yang telah di ambilkan Jungwoo.

“Terima kasih Dek Jungwoo cantik,” Ucap Taeil senang.

Jungwoo terlihat Resah dan Cemas pada Lucas. Ia mengambil makanan kemudian berencana mengantarkanya kekamar Mark.

“Kau mau kemana?” Tanya Jhonny
Ten melirik cemas. Bagaimana bisa Jhonny berbicara pada Jungwoo.

“Mengantarkan makanan Untuk Lucas dan Mark,” Jungwoo sudah berdiri.

“Doyoung bilang kau dekat dengan Jaehyun,”

“Benar hyung,”

“Bisa tolong berikan ini padanya? Disini dia hanya mau bertemu denganku, Taeyong dan Chenle. Kau tau sendiri kan Taeyong dan Chenle masih di rusia. Dan Aku masih tidak sempat” Jhonny menyerahkan jatah makan Jaehyun pada Jungwoo.

“Dan ini,” Jhonny menyerahkan Kunci juga.

“Baiklah hyung. Jangan Khawatir,”

Jhonny sekarang sibuk dengan Ten, Jika mempunyai waktu luang lebih baik ia habiskan bersama Ten daripada mengurusi Jaehyun bukan? Apalagi Ten ternyata tipe yang Obsesif

Setelah Ten bertemu Jhonny, Ten menjadi kurang dekat lagi dengan Jungwoo, Jungwoo sekarang Justru lebih dekat dengan Winwin. Bahkan semalam Mereka tidur bersama (Walau tidak tidur dan hanya bercerita sepanjang malam namun itulah yang membuat mereka semakin akrab).

Tok tok tok
Krieeeettt

Jungwoo membuka pintu kamar.

“Jungwoo!!”

Jungwoo melihat Lucas yang pura-pura tidur sambil menindih tubuh Mark agar tidak bisa kabur darinya. Jungwoo tau Lucas sedang pura-pura jadi Jungwoo akan membiarkan Lucas sendiri dulu dan menerima kehadiranya sebagai Pasangan.

Lucas masih sangat terkejut juga polos, Ia Syok tiba-tiba harus bersama Jungwoo seintim itu. Lucas kan sangat pemalu perihal asmara walau dalam hati Lucas ia juga menyukai Jungwoo.

“Aku akan meninggalkan ini disini Mark, Jika Lucas sudah bangun. Tolong minta dia memakan ini,”

“Woy wu! Dia nih pura-pura! Heh Kingkong!! Badan lu Berat banget kayak buldoser!!” Mark menggerutu dan memberontak. Namun badan kecilnya tak berdaya dalam dekapan Tubuh raksasa Lucas.

Jungwoo hanya tersenyum melihat tingkah mereka, kemudian mengisyaratkan bahwa dirinya akan keluar.

Setelah mengantarkan Makanan Lu-Mark Jungwoo pergi menuju orang lain.

“Selamat Pagi Jung Jaehyun,”

Jungwoo membuka gembok pintu Jaehyun. Meletakan makanan itu dimeja kemudian menggandeng Jaehyun duduk di ranjangnya.

“Bagaimana tidurmu?” Jungwoo duduk disamping Jaehyun sambil menggenggam tangan Jaehyun yang ia letakan di pangkuanya.

“Buruk seperti biasa,”

“Kau ingin Segelmu terlepas? Aku bisa melakukanya Untukmu namun setelah itu Kau harus bersamaku,”

“Aku sudah mempunyai Taeyong, Jika tidak bersamanya aku akan mati. Apa kau tidak tau anak terpilih mempunyai pasangan takdir masing-masing,”

“Aku membuat takdirku karna aku tak bisa Mati Jung Jaehyun, Bahkan jika aku berpisah dengan Pasanganku sekalipun aku tak akan mati,” Jawab datar.

“Kau memang tak mati, Tapi aku yang mati Jungwoo,” Jaehyun melepaskan genggaman Jungwoo.

“Aku bisa menjadi pasanganmu juga, Lihat ini” Jungwoo menunjukan Tato bunga mawar kecil di punggung kirinya.

“Itu tak Mungkin,”
Jaehyun tak percaya.

“Kau boleh tak percaya tapi aku mempunyai 3 Simbol bunga berbeda di tubuhku. Kemarin aku menelanjangi Lucas dan aku juga melihat Hal yang sama tapi ia tak mengetahuinya,”

“Menelanjangi? Dan Siapa itu Lucas?”

“Pasanganku,”
Jaehyun hanya ber-Oh saja menanggapi, Mengetahui Jungwoo sudah mempunyai pasangan Jaehyun reflex menjauhkan diri.

Jungwoo memang mempunyai 3 Simbol bunga berbeda namun Jungwoo tetap tau jika bunga miliknya adalah Sakura karna Simbol sakura tercetak paling besar dari yang lain. Bukan tanpa alasan Jungwoo menelanjangi Lucas. Ia juga penasaran dengan Lucas dan benar, Lucas dan Dirinya adalah Tipe Anak terpilih yang Istimewa.

Mereka bisa mempunyai pasangan lebih dari satu, Mereka bisa memilih dengan siapa mereka berhubungan atau menjalin kasih salah satu atau semuanya.

Dengan kata lain, Jungwoo juga bisa nenjadi pasangan Jaehyun dan bisa membuka Segelnya pula.

Sebenarnya sejak awal Jungwoo langsung Jatuh cinta pada Jaehyun, Tapi ia tak bisa merebut Jaehyun dari Taeyong begitu saja. Apalagi Ia belum mengenal Taeyong itu seperti apa. Apa dia bisa lebih baik dari Taeyong?

Jungwoo mencoba untuk meraih Lucas dan Jaehyun bersamaan. Tapi ia akan memutuskan Mengambil Jaehyun atau tidak ketika ia telah bertemu dengan Taeyong nanti.

Lucas punya 3 tanda seperti dirinya. Itu tak menutup kemungkinan bahwa Lucas akan meninggalkanya dan memilih bersama 2 perisai yang lain bukan? Untuk saat ini hanya Jungwoo yang mengetahui fakta ini. Ia tak akan membiarkan yang lain tau, Bayangkan jika mereka tau. Pasti akan kacau sekali.

Lagipula Jungwoo belum tau pemilik tato bunga yang ada di tubuh lucas. Jungwoo harus menghindarkan Lucas dari mereka bukan?

“Mengapa memandangiku saja? Cepat makan. Atau mau kusuapi?” Goda Jungwoo. Jaehyun buru-buru melahap sarapanya namun masih dengan menatap Jungwoo.

*Semua anak Terpilih Mohon berkumpul di bangsal, Taeyong dan Yang lainya telah kembali*

Semua anak terpilih mendengar pengumuman lewat speaker yang terpasang disetiap kamar.

Di Bangsal

“YUTA!”
Winwin berlari keluar dengan tergesa. Begitu pula dengan Doyoung.

“Renjuuun!!” Doyoung berlari dan langsung memeluk Renjun.

Disana Telah berdiri Taeyong, Kun, Chenle, Haechan, Renjun dan Yuta.

melihat Winwin yang berlari Khawatir dan itu membuat Yuta ingin menangis.

“Winwin,” Panggil Yuta halus.

Disana Winwin terlihat marah namun jelas ia juga bahagia. Winwin langsung berlari begitu melihat Yuta tersenyum. Langsung meloncat pada Gendongan Yuta dan memluknya erat.

“Dasar Bodoh! Awas kalau kau membuatku khawatir lagi! aku sendiri yang akan membunuhmu!! Membuatku resah saja!” Winwin memeluk leher Yuta sangat erat sambil mengomel.

“Iya, Aku juga merindukanmu Winwin,” Yuta membelai rambut dan mencubit pipi Winwin

“Chenle,”

“Jisung,”

“Kau baik-baik saja?” Jisung meraih tangan Chenle. Chenle mengangguk tersenyum.

“Aku merindukanmu,”
Jisung memeluk Chenle
Y(Ia meniru para Hyung)

“Tu-tunggu!”

“Kenapa Kau tidak bilang kalau kau teratai Air? Aku pasanganmu,”

“Hah?” Chenle belum menangkap Maksud Jisung.

Kini Haechan, Taeyong dan Kun hanya berdiri menonton para kekasih yang telah berkumpul kembali.

“Ah aku iri sekali, Aku ingin cepat bertemu pasanganku juga. Di mana kau kekasihku ,”
Haechan seolah berbicara dengan udara (Ia menggerutu) Kun yang ada di samping Haechan hanya tersenyum kemudian mengelus pucuk kepala Haechan.

“Mau kemana Hyung?” Tanya Haechan pada Taeyong. Bukanya menjawab Taeyong malah tersenyum pada Haechan.

“Dia sudah pasti menemui Pasanganya, Memangnya dirimu yang tak punya pasangan,” Sarkas” Renjun.

“Kenapa kau menyebalkan sekali bocah!” Haechan kesal.

Taeyong berjalan tergesa karna ia sangat merindukan Jaehyun. Tak butuh waktu lama ia sampai didepan kamar Jaehyun namun kamarnya terbuka? Apa ada seseorang disana? Jhonny dan yang lainya ada di bangsal.

Penasaran siapa yang masuk ke dalam kamar kekasihnya.

“Siapa kau!?”

Taeyong memandang Jungwoo dengan tatapan tidak bersahabat. Seingat Taeyong, Sebelum pergi Taeyong menitipkan Jaehyun pada Jhonny tapi mengapa ada orang asing dikamar Jaehyun sekarang?

“Menurutmu aku siapa?” Jungwoo memberi tatapan menantang

“Mengapa balik bertanya padaku! Mengapa kau ada dikamar Jaehyun! Pergi dari sini! ”

“Mengapa aku harus pergi? Aku punya hak disini?” Jungwoo berdiri dan memandang Taeyong tanpa takut. Ia justru berjalan mendekati Taeyong kemudian mengitarinya.

“Kau Cantik juga, Tak masalah mempunyai madu sepertimu” Jungwoo bergumam.

“Aku tak suka orang lain mendekati Kekasihku! Pergi dari sini sebelum aku menyakitimu,” Ancam Taeyong.

“Memangnya kau bisa?”
Tantang Jungwoo.

“Kau!!”
Taeyong hampir saja menyentuh Jungwoo namun ia menghindar.

“Jangan menyentuhku! Kau Curang!” Jungwoo tau Taeyong mempunyai kekuatan seperti Taeil.

“Kau ingin bermain-main denganku!!” Taeyong mengeluarkan Perisai panahnya dan mulai ia arahkan tepat didada Jungwoo.

Taeyong tipe yang sangat Posesif pada Pasangan dan tak membiarkan sisapapun mendekati Jaehyun.

“Taeyong! Taeyong sudah!” Jaehyun langsung menenangkan Taeyong.

“Dia hanya datang untuk mengantarkan makananku, Tidak ada hal lain. Sudah sudah” Mendengar penjelasan Jaehyun membuat Taeyong mereda.

“Jinjja? Omooo…Mianhae,” Taeyong langsung mendekati Jungwoo dan berusaha meraih genggaman untuk meminta maaf atas sikap kasarnya. Namun Jungwoo langsung menarik tanganya tak ingin disentuh oleh Taeyong.
(Ia takut Taeyong mengetahui Bahwa dirinya mempunyai Jodoh lebih dari satu dan bisa merebut Jaehyun atau Lainya)

Jungwoo cukup terkejut dengan perubahan sikap Taeyong yang drastis. Baru beberapa detik tadi ia terlihat sangat menyeramkan sekarang ramah sekali.

“Maafkan aku umm siapa namamu?”

“Jungwoo,”

“Maafkan aku Jungwoo. Tapi kau siapa? aku baru sekali ini melihatmu”

“Aku anak terpilih baru yang datang dari Indonesia. Salam kenal Hyung,” Jungwoo memberi salam. Awalnya ia ingin merebut Jaehyun, Namun setelah bertemu Taeyong Jungwoo akan mengubur keinginanya dalam-dalam. Taeyong terlihat sangat mencintai Jaehyun dan lagi, Taeyong ternyata Orang yang sangat baik. Ia masih meminta maaf padahal Jungwoo sudah bersikap tidak sopan.

“Aku permisi dulu,”
Jungwoo keluar dari kamar itu.

“Jaehyun aku merindukanmu,”

Sayup-sayup Jungwoo dapat mendengar kalimat Taeyong dan sekilas melihat Taeyong yang memeluk Jaehyun.

“Aah, Aku jadi merindukan Lucas”
Jungwoo berjalan menuju kamar Mark sekarang.

Krieeet

Jungwoo membuka pintu tanpa mengetuk.

“Jungwoo tolong akuuuuuu!” Mark sudah hampir menangis karna sejak tadi Lucas tak mau melepaskanya. Padahal ia hanya ingin keluar dan makan.

“Kas, Bangun ayo! Jangan pura-pura tidur terus,” Lucas masih tak bergeming. Dan Membuat Jungwoo gemas.

“Kau begitu aku akan ikut tidur dan memelu Mark,” Jungwoo ikut naik keatas ranjang kemudian berbaring di samping kanan Mark dan memeluknya.

Lucas mengintip dari sela matanya.

“WOY!! Jungwoo!!”

Lucas langsung bangun dan melepaskan Mark begitu melihat Jungwoo menempelkan wajahnya pada wajah Mark.

“Apa-apa’an kamu wu!!” Lucas berjengkat Cemburu.

“ALHAMDULILAHIROBIL ALAMIIIIIN!” Mark segera melesat keluar kamar begitu terlepas dari lucas. (Ia Rindu kebebasanπŸ˜‚)

“Lucas apa kau merasa terbebani mengetahui fakta aku adalah pasanganmu?” Jungwoo menatap Lantai dengan tatapan sayu.

“T-Tidak!”

“Lalu Mengapa terus menghindariku?” Jungwoo hampir menangis.

“Aku gugup wu,” Lucas panik melihat Jungwoo.

“Sekarang masih gugup?”

“Tidak. Aku habis minum obat penenang,” (Namun seperti obat itu tidak bekerja)

“Kenapa minum obat seperti itu? Kau bisa ketergantungan kas,” Jungwoo mendekatkan dirinya pada lucas. Meletakan kepalanya pada paha lucas yang sedang duduk bersila di ranjang.
Jungwoo mulai mengeluarkan Jurus-jurus imutnya agar lucas menerima dirinya.

YA GUSTI TULUUUUUUNG-
teriak lucas dalam hati.

Mark berjalan di lorong markas. Ia tak ingin kembali ke kamar lagi jika Lucas masih ada disana.

Semalaman tidur bersama Lucas dan Mas Taeil membuat ia sangat tersiksa.

Ia sungguh tertolong dengan kedatangan Jungwoo. Jujur ia senang saat Jungwoo menempelkan wajahnya ia bahkan rasanya ingin mencium jungwoo saja tadi. Tapi ia masih ingat bahwa dirinya punya pasangan. Walaupun ia tak mengetahui pasanganya siapa atau ada dimana. Setidaknya ia ingat betul wajah manis Pasanganya.

“Kau,”
Langkah kaki Mark tiba-tiba terhenti setelah netranya menatap sosok yang tidak asing. Mark masih sibuk menatap seseorang yang sedang berjalan kearahnya.

Membuat Mark berdebar karna ia juga menatap Mark.

Mark tak tau harus memanggilnya bagaimana tapi ia tau benar jika sosok yang berjalan di depanya adalah Orang yang di takdirkan untuknya.

“Kau anak baru yang di ceritakan Nana? Aku baru saja ingin kekamar kalian untuk menyapa,” Ucapnya dengan tersenyum manis.

Mark sudah hampir terbang melihat senyumnya. Sangat cerah

“Bunga matahari, Kau tak mengenaliku?” Ucap Mark.

Kalimat Mark sukses membuat Haechan terbelalak dan bungah setengah mati.

“Kyaaaaaaaaa,”
Haechan langsung berlari dan meloncat kedalam pelukan Mark.

“Emmmmmmmuuuuach,” Haechan langsung mencium- menekan bibir Mark menggunakan bibirnya.

“Kau menemukanku!! Kau menemukanku!!” Haechan masih berada dalam gendongan Dada Mark. Ia memeluk Mark kemudian menciumi pipi kanan-kiri dengan gemas. Tersenyum lebar

“Siapa namamu?”
Mark hendak menurunkan Haechan namun Haechan menolak. (Sepertinya ini karma setelah ia menempeli tubuh lucas seperti ini pula kemarin)

“Namaku Haechan. Namamu siapa Baby?”

“Namaku Mark Lee,”

“Waah seperti nama Bule,”

“Aku memang bule,”

“Waaaah asiiiik,” Haechan menggoyang-goyangkan tubuhnya di atas gendongan Mark.

Sebenarnya Haechan berat tapi Mark berusaha keras menahannya karna tak ingin merusak momen.

Ya ampun, Ternyata pasanganku Manja dan Genit Sekali- Mark

Sementara itu di dapur, Mas Taeil merasa sedih dan kesepian karna Jungwoo dan ten sudah mempunyai pasangan. Lebih menyedihkan lagi pasangan Jungwoo ternyata Lucas. Sungguh Taeil ingin membenci Lucas taoi itu tak mungkin.

Semuanya telah berpasangan namun ia masih tak menemukan pasanganya.

“Hai,”
Suara lembut memasuki ruang pendengaran Taeil.

“Oh hai,”
Taeil menjawab asal, Mengabaikanya. Dan sibuk dengan gelas minum.

“Kau yang katanya membawa anak-anak terpilih dari Indonesia itu?”

“Benar,”

“Boleh aku duduk disini?”

“Silahkan,”

“Siapa namamu? Namaku Kun”

“Aku Taeil,”

“Salam kenal Hyung, Kau tampan sekali,”

Mendengar kalimat yang di lontarkan kun, Taeil reflek melihat lawan bicaranya.

Sebelumnya ia hanya duduk di meja makan sambil memandangi gelasnya tanpa melihat wajah Kun sama sekali.

“Kenapa memandangku seperti itu?”

“Karena Kau manis sekali,”
Ucap Taeil terpana.

“Terima kasih hyung, Kau juga tampan. Ah maafkan aku kau pasti sudah mempunyai pasangan. Aku tak bermaksut untuk menggodamu, Aku hanya berbicara asal maafkan aku,”

“Digoda beneran ya tidak apa dek kunnani,”

“Hah?”

“Aku belum bertemu pasanganku. Aku berharap dek Kunnani juga belum bertemu pasangan juga jadi aku bisa berharap semakin besar pada dek Kun yang cantik,” Kun terlihat tersipu.

“Taeil hyung bisa saja ah aku malu,” Kun semakin merah.

“Aku tau orang manis sepertimu kemungkinan besar adalah jodohku, Coba berikan tangamu cantik,”

Malu-malu kun mengulurkan tanganya. Taeil langsung melihat semua kepribadian, termasuk apa yang di lalui Kun dirusia. Dan satu hal yang membuat Taeil berada di puncak kebahagiaan.

“Benar Dugaanku, Dek Kunnani Sungguh jodoh Mas Taeil,”
Taeil langsung menunjukan Tato bunga Dahlia Orange yang terletak di dada kirinya.

“Dek kunnani melalui banyak hal di rusia untuk menolong yuta, Dek kunkun harus minum ini,” Taeil menuangkan satu gelas penuh susu putih untuk Kun.

“Kekuatan dek kunkun hebat sekali, Memang Cocok bersanding dunia akhirat sama Mas Taeil,” Taeil sudah menaik turunkan alisnya dan membuat gesture kecupan kecil di udara untuk kun.

“Aku kurang mengerti Hyung bicara apa tapi aku menyukainya,” Kun sangat mudah terayu.

“Dek kunnani akan menjadi satu-satunya Seseorang yang Mas Taeil Cintai. Terima kasih sudah lahir di dunia ini Cantik,” Taeil berlutut di depan Kun yang sedang duduk di kursi.

“Mulai sekarang Mas Taeil akan menjaga dek kunkun selamanya,”
Taeil meraih tangan Kun kemudian menciumnya lembut.

Kun menjawab dengan senyum manis dan anggukan lembut.

YA GUSTI PANGERAN MATUR SUWUUUN. AKU TIDAK JOMBLO LAGI~ (Taeil dalam hati)

TBC 14

Add Comment