NCT Destiny Squad PART 3 🔞 LucasXJungwoo [Fanfiction Rate M] - Kpop Indonesia

NCT Destiny Squad PART 3 🔞 LucasXJungwoo [Fanfiction Rate M]

Ada Kritik dan saran?
Ada ada masukan lainya?
Jangan bilang kalian Nunggu adegan NC nya😂😂😂

Please Vote dan Serbu komen juseyo😁😁😁

Happy Readiiiing~

Setelah seharian Jungwoo dan Ten terus terkena apes. Mulai dari Kaki mereka yang terinjak ban mobil, Bakso yang tumpah di atas kepala, Terkena mangkok, Air mampet saat di kamar mandi umum yang membuat mereka kelabakan tidak bisa membasuh pantat. Belum lagi mereka yang di kejar anjing saat mencari penginapan. Di bali memang banyak anjing.

Saat mencari penginapanpun.Semua penuh! Mereka pergi ke pantai Kute dan justru berkelahi dengan Turis hanya karna tersenggol lengan Jungwoo.

Sekarang hari sudah gelap. Jungwoo dan Ten masih berada di kute duduk di pasir tanpa alas.

“Tempat ini sangat indah Jungwoo, Mungkin ini satu-satunya keberuntungan kita hari ini,”

“Iya, Mengapa kita sial sekali hari ini. Sekarang kita harus tidur dimana Ten?”

Ten dan Jungwoo saling bersandar memandang langit tanpa sadar Mark adalah penyebab kesialan beruntun yang menimpa mereka seharian ini. Jika mereka berdiam diri seperti itu mereka tidak akan terkena sial lagi kan?

Seoul, Korea

Tiga bersaudara tengah berada di ruang makan bersama 1 anggota baru mereka.

Jaemin telah banyak bertanya pada Doyoung tentang Jeno. Mulai makanan kesukaan, hobi, prilaku. Semua yang disukai dan apa yang tidak ia sukai. Sekarang ia telah berada di dapur bersama Doyoung untuk menyajikan makanan.

“Ini untukmu Jeno-a” Jaemin meletakan semangkuk daging di depan Jeno.

“Gomawo,” Jeno tersenyum manis.

Ah terima kasih tuhan, Kau memberiku pasangan yang sangat manis dan tampan- Batin Jaemin.

Jaemin berjalan menuju dapur lagi dengan wajah merahnya.

“Ada apa dengan wajahmu?” Doyoung sudah heran dan merasa ada yang aneh dengan Jaemin.

“Eum..itu hyung, Adikmu”

“Ada apa dengan adiku?”

“Eummm eummm,” Jaemin terlihat ragu-ragu mau mengatakanya tapi tetap ia harus mengatakanya agar ia bisa segera membuka segel Jeno.

“Ada apa dengan adiku Jaemin?” Doyoung mulai penasan.

“Dia adalah orang yang di takdirkan menjadi pasanganku,” Jaemin menutup wajahnya malu.

“Maksudmu Jeno?” Doyoung anak yang pintar. Ia memang curiga karna Jaemin terus bertanya tentang Jeno.

“Nde Hyung,” Wajah Jaemin merah.

“Jadi begitu rupanya, Lalu?”

“Mengapa lalu? Kau tak ingin adikmu mendapat kekuatanya?”

“Maksutmu?”

“Bagi Orang terpilih yang segelnya belum terbuka. Itu bisa dibuka setelah dia melakukan ritual dengan pasanganya,”

“Ritual apa?”

“Kami,,,kami harus tidur bersama,”
Ucap Jaemin malu.

“YA!! KAU GILA!!”
Doyoung bersungut.

“Aku serius hyung, Tapi untung saja kami sama-sama dibawah umur jadi kami tak perlu bercinta,”

“MWO!!” Doyoung bersungut mendengar kalimat ‘Bercinta’

“Kami cukup berciuman saja Hyung, Segelnya akan terbuka. Tapi bagi yang berumur 18 tahun ke atas, Mereka harus bercinta,” Jelas Jaemin.

“Oh tidak! Berarti aku harus bercinta juga?” Doyoung memekik mengingat dirinya yang lebih dari 20 tahun.

“Itu tergantung pasanganmu hyung, Dia sudah mendapat kekuatanya atau belum. Berdo’a saja pasanganmu sama sepertimu yang belum mendapat penglihatan tapi sudah bisa menggunakan kemampuanmu. Kau beruntung sekali hyung. Tapi nanti ketika segel Jeno terbuka kita harus segera bersembunyi karna mereka akan segera datang untuk membunuh kita semua,” Jqemin bergetar membayangkan apa yang terjadi pada keluarganya.

“Jika aku dan Jeno orang Terpilih, Bagaimana dengan Jisung?”

“Aku sudah bertemu dengan jisung dan aku tau dia salah satu dari kita. Aku bahkan ingat adikmu itu bisa mengeluarkan Es dari tanganya. Sekarang kita harus mencari pasanganya juga,”

“Kalau Jeno?”

“Seingatku, dalam penglihatan keduaku. Pasanganku mempunyai kemampuan deteksi dan menemukan lokasi orang lain. Kita harus segera membuka segelnya agar cepat berkumpul dengan yang lain, Mereka sangat membutuhkan Jeno untuk mencari para anak terpilih Lainya hyung,”

“Kalau begitu cepat buka segelnya!”

“Tak segampang itu hyung, aku sangat malu. Bagaimana menerangkanya pada Jeno? Kami baru saja bertemu, dan lagi. Jika mereka datang. Hanya kau
yang bisa melindungi kami karna aku dan Jeno tak punya kemampuan bertarung, Jisung juga masih tersegel,”

“Tak apa. Aku yang akan menerangkanya pada Jeno dan aku akan menjaga kalian semua. Kita harus segera Masuk organisani NEO,” Doyoung meyakinkan calon adik iparnya itu.

Setelah pembicaraan dengan Doyoung. Mereka makan malam bersama, Setelah itu Jeno membawa Jaemin kedalam kamar.

Flashback

Doyoung telah menceritakan semuanya pada Jeno dan Jisung. Awalnya Mereka tak percaya Sampai akhirnya Doyoung menunjukan kekuatanya dengan mengeluarkan rotan-rotan dari balik lengan bajunya, Menumbuhkan tanaman dan memerintah hewan-hewan yang ada di sekitar mereka.

Jaemin juga menunjukan Kemampuanya yang bisa mengubah semua layar iklan raksasa di gedung pencakar langit dekat tempat tinggal mereka hanya dengan menyentuh laptop Jisung.

“ini sangat tak bisa di percaya,” Ucap jisung.

“Kau harus percaya Jisung,” Ucap Doyong menenangkan.

“WOW, Ini sangat keren Hyung. Kita bisa membentuk Team Avangers seperti dalam Film,”

Semua memandangkan Jisung dengan pandangan datar. Mereka memaklumi karna Jisung memang masih kecil.

“Oh! Apa kemampuanku? Ah mengapa aku tak merasakan apapun?” Jisung Bersemangat.

“Kan sudah ku katakan, Kau dan Jeno masih tersegel. Menurut apa yang aku lihat. Kemampuanmu adalah Air dan Es,” Jaemin menerangkan.

“WOW, Aku seperti Katara, Ah tunggu.. Dimana pasanganku? aku tak sabar bertemu denganya,” Jisung sudah terlihat sangat bersemangat.

“Sebenarnya ada cara lain mengenali pasangan kalian jika memang belum saling mendapat penglihatan,”

“Apa itu?”

“Dengan melihat tato di belakang telinga kalian, Sebenarnya tato itu bisa di mana saja. Kalau miliku sendiri ada di belakang telinga, Lihat ini” Jaemin menyingkap daun telinganya. Dan menunjukan tato bunga tulip.

“Jeno, coba cek milikmu,” Doyong mengintruksi. Jisung yang duduk di samping Jeno langsung tanggap dan menyingkap daun telinga Jeno.

“Ada Hyung!! Ada! Jeno hyung memilikinya,” Teriak Jisung.

Jeno paham artinya. Ia kemudian menyadari sikap Jaemin yang aneh sejak awal bertemu.

End Flashback.

Di dalam kamar

Jaemin sudah mendudukan dirinya di ranjang, sementara Jeno berdiri mondar-mandir didepanya. Jeno sangat gugup sekarang. Bagaiamna tidak, Tiba-tiba seseorang datang dan mengaku sebagai pasanganya.

“Kemarilah Jeno,”
suara lembut Jaemin mengumpulkan Fokus Jeno.

“Eumm, Apa yang harus kita lakukan?”

“Aku tau mungkin ini sangat mengejutkan untukmu. Tapi kau harus menciumku,”

Jeno Blushing.

“Kau pernah mencium orang sebelumnya?”

Jeno Bergeleng.

“Kalau begitu ini akan menjadi pengalaman pertama kita,”

“Ah Aku gugup sekali,” Jeno berucap dengan Wajah datarnya.

“Tarik nafas dulu Jeno-a”
Mereka berdua menarik nafas.

“Kau tau orang berciuman itu sepeti apa bukan?”

Jeno mengangguk.

Mereka mulai memejamkan mata dan mendekatkan wajah mereka. Perlahan Jeno menyentuh wajah Jaemin lembut.

“Kau manis sekali Jaemin-a,”

“Aku akan terus bersamamu Jeno-a, Semoga kau tak akan bosan,”

“Tak akan”

Sebenarnya Sejak Jeno melihat Jaemin, Ia memang langsung menyukainya. Namun ia terlalu malu untuk mendekati Jaemin

Cup.

Jeno mengecup bibir Jaemin.

1

2

3

Tak terjadi apa-apa.

“Mengapa tak terjadi apa-apa?”

Mereka berdua bingung.

“Jeno, Umurmu benar 17 tahun kan?”

“Tentu saja,”

“Harusnya berciuman saja sudah cukup,”

“Memangnya kenapa kalau lebih dari 17 tahun?”

“Ah…Jangan tanya itu, kau pasti tak ingin tau jawabanya,”

“Apaaa~ Ayolah Jaemin-aaaa~” Jeno menggelayut manja memeluk Jaemin. Jaemin mana bisa menolak jika Jeno seperti itu.

“Baiklah baiklah baiklah,”

Jeno menyimak girang.

“Jika kau berumur lebih dari 17 tahun maka itu artinya kita harus bercinta sampai kau membuatku merasakan Hasrat dan berada di puncak,” Ucap Jaemin dengan wajah merahnya

“MWO!?” Jeno membulatkan mata.

“Sudah kubilang kan, Kau tak ingin mendengarnya tapi kau memaksa,”

“Waah, itu mengerikan sekali. Aku masih tak berani melakukanya,”

“Kau fikir aku berani? Karna itulah aku sangat bersyukur kau seumuran denganku,”

“Tapi petunjuknya sampai kau merasakan Hasrat dan berada di puncak kan?”

“H’m” Jaemin mengangguk.

“Apa kau pernah tau Hasrat itu yang bagaimana?”

“Mana aku tau!! Aku sendiri tak pernah berkencan!” Jaemin bersungut. Rupanya kekasih Jeno ini sedikit pemarah.

“Jaemin,”
Jeno sudah membelai wajah jaemin lembut menatapnya dalam.

“Aku menyukaimu,”
Jeno mendekatkan bibirnya mencium bibir Jaemin lembut. Jaemin masih mengerjap-ngerjakan matanya tak tau harus bagaimana.

Ia memandang Jeno yang ternyata memejamkan matanya kemudian mengulum bibirnya lembut. Ada perasaan aneh dalam diri Jaemin yang membuatnya ikut memejamkan mata dan membalas apa yang di lakukan Jeno.

“Hhhhhh,”
Jaemin mulai merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan. Ia mendesah karna Hasrat, Jaemin menyadari itu kemudian mencondongkan tubuhnya kearah jeno sampai Jeno terjelembab di ranjang. Jaemin harus membuat Jeno merasakan apa yang ia rasakan. Jaemin menindih Jeno dan mendominasi ciuman mereka. Jeno hanya bersikap pasrah dan mulai merasa panas disekujur tubuhnya.

“Jeno, Tubuhmu panas sekali” Jaemin melepaskan ciuman mereka.

“Jeno Jeno,” Jaemin menggoyang-giyangkan Pundak Jeno. namun ia terdiam. Jaemin sangat ketakutan, Jeno tidak bernafas.

“HYUNG!!! HYUUUUUNG,” Jaemin lari keluar kamar dengan panik.

Doyoung dan Jisung segera datang mendengar teriakan dari Jaemin.

“Ada apa Jaemin!”

“Jeno!! Jeno!! Aaakkhhh” Jaemin menyentuh belakang telingnya yang terasa panas. [Tato Lily yang semula berwarna hitam kini berubah menjadi lily Biru yang cantik]

Mereka bertiga segera lari menghampiri Jeno. Disana ternyata Jeno sudah duduk dan mengeluarkan cahaya silau kebiruan. Mata hitamnya berubah menjadi biru selama beberapa detik kemudian kembali lagi menjadi hitam.

“Segelnya terbuka,”
Guman Doyoung

“JENO!!!”
Jaemin berlari dan langsung memeluk Jeno sambil menangis.

“Aku takut sekali hiks,”

“Gwenchana Gwenchana,” menepuk-nepuk punggung Jaemin halus.

“Kau merasakan atau melihat sesuatu Jen?” Tanya Jaemin.

“Nde Hyung, Aku melihat Bumi ini hancur. Aku melihat kau, Jisung dan dirimu yang berdiri di depanku untuk melindungiku,” Jeno menyentuh lembut wajah Jaemin.

“Aku juga melihat anak-anak lain yang membunyai kemampuan mengerikan Hyung,”

“Siapa Jen?”

“Aku tak tau nama mereka tapi kurasa aku akan langsung mengenali mereka jika kami bertemu. Anak itu punya kemampuan menyerap semua kemampuan kita. Dengan kata lain dia bisa meniru dan menggunakan kekuatan kita, ”

“Benar, itu sama ketika aku bertemu Doyoung hyung, Aku langsung mengenalinya walau kami tak pernah bertemu.
Oh tunggu! saat itu aku juga melihat anak yang seperti dirinya. Bahkan dalam penglihatanku dia punya kemampuan yang sungguh berbahaya..Dia bisa membangkitkan orang mati tapi tak bisa mengembalikan mereka, Aku bahkan melihat kedua orang tuaku berjalan kesana-kemari dengan wajah hancur mereka Hiks hiks” Jaemin sangat sedih mengingat itu.
Untung Jeno langsung tanggap dan memeluknya.

“Apa Semacam Mumi hyung?” Jisung ikut menyimak.

“Benar. Karna lawan kita juga berbentuk tak karuan dan dia bukan manusia,” Jaemin menerangkan.

DUUUUARRRRRRRRRRRRRRRR

“AAAAAAAAKKKHHHHHHHHHHH”

Mereka semua terpental. Rumah mereka hancur berantakan. dan hewan-hewan Doyoung Juga mati semua terkena ledakan.

“Hyuuuuuuung!!!!”
Doyoung, Jeno dan Jaemin melihat segerombolan orang yang telah menangkap Jisung. Mereka berpakaian serba putih dengan masker penuh menutup wajah.

Kretek krete kretek.

DUAG DUAGHH BRAK CRAKK

Doyoung Mengeluarkan akar dari tanah dan langsung merebut Jisung dari cengkraman mereka. Menusuk dada menembus dari satu ornag ke orang lainya. Doyoung mengarahkan tanganya kemudian mencengkram melilit tubuh mereka yang tersisa mengunakan tumbuhan dan akar-akar pohon.

“Lindungi mereka!!”

Perintah Doyoung pada Anjing-anjing liar yang entah sejak kapan sudah berjajar di belakang Doyoung. Mereka langsung mengelilingi Jisung, Jaemin dan Jeno.

DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!
Anjing-anjing itu tertembak. Tak ada yang melindungi Mereka lagi karna Doyoung sibuk melawan.

Jaemin melihat salah satu dari mereka mengarahkan pistol ke arah Jeno.

DOR!
Jeno membelalakan matanya melihat Jaemin yang berdiri didapanya Menangkis tembakan dengan sebuah perisai tembus pandang berwarna merah muda.

Jaemin berfikir ia akan mati karna tembakan peluru, tapi ternyata dirinya mengeluarkan sebuah bayangan aneh dan itu menangkis semua tembakan.
“Jeno! Jisung! Berdiri di belakangku!!” Perintah Jaemin.

Doyoung awalnya terkejut. Namun ia sangat bersyukur Jaemin bisa mengeluarkan pelindung aneh itu.

Dalam Kategori Orang terpilih, Mereka di bedakan menjadi dua. Yaitu Pasukan perisai(Pelindung) dan Pasukan Pedang(Penyerang).

Jaemin, Jungwoo, Taeyong, Ten, Chenle, winwin, Renjun, Haechan dan Kun adalah Perisai dan Pasangan mereka adalah Pedang. Kemampuan perisai ini akan keluar jika Pasangan mereka dalam bahaya. Atau ketika mereka membentuk Formasi utuh.

“Hyung!! Berdiri di belakangku!” Jaemin memanggil Doyoung untuk berlindung di belakangnya karna rupanya mereka menggunakan tembak juga.

Doyoung berlari dan segera ikut berdiri di belakang Jaemin sembari bertarung menggunakan kemampuanya jarak jauh.

Tapi pasukan itu terus bertambah banyak entah darimana asalnya
Membuat mereka lelah dan kewalahan.

Zrakkkk Jleb!

“AKKH”

Mereka tiba-tiba muncul dari dalam tanah dan langsung menusuk pundak kiri Jaemin. Perisainya hilang dan mereka terpojok sekarang. Doyoung sudah sangat kelelahan sampai ia hampir tak sanggup bergerak lagi. Ia terlalu banyak memakai kekuatanya.

Organisasi NEO telah mengetahui jika tiap Anak terpilih tak boleh menggunakan kekuatanya terlalu banyak karna itulah Mereka di kumpulkan menjadi satu memang tujuanya adalah agar mereka bisa membagi kekuatan dan tidak berlebihan menggunakan kemampuan mereka. Karna jika mereka melewati batas, akibatnya fatal.

“Hyung! Hyung! Bagaimana ini,” Jisung panik. Mereka sudah mengepung dan tak ada celah sama sekali.

“Kita akan mati,” Lirih Jaemin.

“Tidak Jaemin, Jangan berbicara sepeti itu,” Jeno menekan pundak Jaemin untuk menghentikan pendarahanya.

ZERRRTTTTTT

Krakkk…DEEEMM BRAKK BOOM
BEEMMMMM DUAARRRR

Kratak kratak zzzrrrrrrrrrttttttttt
“AAAAAAAAAAAKKHHH”
“AAAKKKHHH”
“AAAAAAAAAAAAAA”

Tiba-tiba mereka tertindih besi-besi beterbangan. Semua tembok dan benda-benda berpartikel besi ikut menghantam. Tak sampai disitu, Truk-truk Tronton yang terparkir berjarak jauhpun ikut beterbangan menimpa mereka.

“Untunglah kalian masih selamat,”
Taeyong muncul dari belakang tubuh Johnny.

Jaemin dan Jeno langsung bisa mengenali mereka.

“Mereka..Mereka,” Jaemin terbata.

“Aku Taeyong, Ini Johnny dan ini Kun. Kami datang kemari setelah mendapatkan sensor kalian. Apa di antara kalian ada yang baru saja mendapat penglihatan?”

“Benar hyung, Kekasihku baru saja membuka segelku, Perkenalkan. Namaku Jeno, Ini kekasihku Jaemin, Ini adik kami Jisung dan dan ini kakak kami Doyoung, kami semua adalah anak terpilih” Tegas Jeno.

“Ah untung saja kami masih sempat menyelamatkan kalian. Jika tidak kami pasti sudah kehilangan lagi, ah! aku tak sanggup jika harus kehilangan 4 adiku sekaligus,” Wajah taeyong pilu.

“Apa ada hal yang terjadi?” ucap Doyong penasaran.

“Beberapa waktu lalu kami merasakan sensor aktif di korea dan China, Tapi begitu kami datang semua sudah lenyap dan tak ada apapun,” terang Johnny.

Tentu saja yang Taeyong maksud adalah Jaemin, Karna Jaemin satu-satunya Anak terpilih dari korea yang telah mendapat penglihatan kemarin. Mereka fikir Jaemin tak selamat lalu Setelah itu mereka pergi ke China karna mendapat sensor dari Renjun, Tapi begitu mereka tiba Renjun menggunakan kemampuanya untuk bersembunyi jadi Taeyong dan yang lain tak bisa melihatnya. Dan kini Taeyong datang karna Sensor Penglihatan yang di pancarkan oleh Jeno, Untung saja mereka bisa bertahan dan melindungi diri.

“Kami dari Organisasi NEO. Selamat bergabung. Mari ikut kami, Kami akan melindungi kalian”

“Kekasihku terluka, Adakah di antara kalian yang bisa menyembuhkanya?”

“Kami belum menemukan si Penyembuh, Tapi kami akan terus mencarinya” Taeyong

“Aku! aku bisa membantu! Kemampuanku adalah mendeteksi, Tolong segera cari dia dan obati kekasihku,” Ucap Jeno.

“Baiklah Jeno-ya, apa yang harus kulakukan?”

“Peta! Beri aku peta!”

“Ah kami tak punya hal semacam itu,” Jhonny menambahkan.

“uuhhh,” Jaemin mencengkram pundaknya kemudian ambruk.

“Jaemin!!” Semua terlihat khawatir.

“Aku, Aku akan mencoba mengobatinya,” Doyoung mencoba mengobati Jaemin menggunakan tanaman Herbalnya. Namun tentu saja itu terlalu lamban tapi Setidaknya ia terhindar dari Infeksi.

“Lebih baik kita pergi menuju markas dulu dan mengobati Jamein disana,” Ucap Taeyong.

“Kun,” Jhonny memberi Isyarat.

“Semuanya berkumpulah di dekatku, Jangan sampai ada yang terdorong,” Seru Kun. Jeno segera menggendong Jaemin ala Bridal Style berjalan mendekati Kun di ikuti Doyoung dan Jisung di belakangnya.

Mereka ber 7 sudah berkumpul.

CRAZZZZZZZ

Mereka semua menghilang dalam 2 detik.

Lucas terbangun dari tidurnya yang entah sejak kapan ia lupa. Yang pasti ia bermimpi indah bertemu bidadari cantik.

Ia merasa cukup lapar karna seharian tampaknya ia tak makan apapun. Bagaimana bisa ia tak makan apapun? Dan apa yang terakir ia ingat?

“Bukankah aku tersesat di hutan tadi? Mengapa sekarang aku ada di Villa Mark?” Gumam Lucas.

Mark memang mempunyai Villa keluarga yang mewah di bali. Karna itu Mark sering pergi kebali untuk liburan.

“Aduuuh, Lapeeerr” Lucas berjalan kedapur kemudian menyambar sesuatu yang tersedia di dalam Kitchen set. Cekatan Memasak Indomi kari ayam dua bungkus.

“Kasih telor biar mantep,” Lucas sudah memecah telur menggunakan jidat lebarnya.

“Weh! aku membunuh calon anak kembar,” pekik lucas saat menyadari telur itu mempunyai dua kuning membuatnya mengingat seseorang yang memakai baju warna senada dengan kuning telur itu.

“Aduh, Kuning-kuning seperti Kim Jungwoo, Eh? Siapa Jungwoo? Ah iya dia. Aduuuh Jungwoo, Eh! Jungwoo itu cewe apa cowo? pasti cewe ahhh Jungwoo,”
Wajah lucas sudah memerah. Lucas menyentuh kedua pipinya dan sibuk berhayal.

Next part 4

Jangan lupa Vote dan Komen guyyyyssss

Add Comment