NCT Destiny Squad PART 6 πŸ”ž LucasXJungwoo [Fanfiction Rate M] - Kpop Indonesia

NCT Destiny Squad PART 6 πŸ”ž LucasXJungwoo [Fanfiction Rate M]

Guys…

Anu,

Gak jadi deh.

Happy Reading.
(Vote komen jangan lupa)

“Astaga Wu, Dia dengar”

Ten sudah mengerut takut. Mereka berfikir Taeil mendengar apa yang mereka ucapkan.

“Nah kan, dia balik arah kesini wu,” Ten sudah memasang expresi yang sudah di jelaskan.

“Kalian,”
Taeil memandang Jungwoo dan Ten lekat. Mereka yang di pandangi justru merasa sungkan dan tak enak hati.

“Maafkan kami, kami tak bermaksut untuk-”
“Kalian Anak-anak terpilih juga?”
Kalimat Taeil memutus ucapan Ten.

Seketika Jungwoo dan Ten membolakan matanya. Terkejut dengan apa yang didengarnya sekaligus tak menyangka.

“Kau,”
Mereka berdua berdiri memandang Taeil lama.

“Aku melihat kalian lewat lucas beberapa waktu lalu saat kalian mempengaruhinya dan mengambil dompetnya,”

“An-anu, itu Jungwoo yang melakukanya,” Ten gugup

“Heiiiiiiyy kan kau yang menyuruhku Ten,” Jungwoo tak mau di salahkan sendiri.

Enak saja.

“Tidak usah saling Jungkrak seperti itu, aku bisa melihat semunya dari lucas,” Ten mendekali mereka.

“Kau, punya kemampuan apa?”
Ten penasaran

“Letakan tangan kalian disini,”
Taeil menengadahkan kedua tanganya.

Ten dan Jungwoo terlihat ragu namun mereka akhirnya meletakan tangan mereka pada telapak tangan Taeil juga. Taeil menggenggam tangan mereka kemudian memejamkan matanya sejenak. Ten dan Jungwoo melihat Taeil yang mengeluarkan air matanya entah mengapa.

Taeil membuka kembali matanya dengan bernafas panjang dan sedikit terisak.

“Apa yang terjadi hah? Kau kenapa?
” Jungwoo memandang Taeil kebingungan.

“Rupanya begitu, Malang sekali kalian adik-adiku.

Aku Bisa membaca fikiran, Menggali ingatan dan Menyembunyikan/melindungi suatu lokasi, Namaku Moon Taeil. Lega sekali bertemu kalian Jungwoo dari Jerman dan Ten dari Thailand”

Mereka reflek menarik tangan mereka dari Taeil. Menghalangi Taeil mengorek lebih banyak lagi tentang kehidupan mereka.

“Harusnya kau katakan lebih awal jika kemampuanmu seperti itu, Mengorek pribadi orang lain seperti itu tidak sopan,” Ten menggerutu.

“Maafkan aku Ten, Tapi jika tidak begitu kalian pasti tak mau meletakan tangan kalian padaku, aku ikut sedih dengan apa yang terjadi pada kalian, Tapi kalian lebih beruntung dari sahabat-sahabatku,” Ten dan Jungwoo terdiam. Mereka kembali teringat dengan kejadian mengerikan yang telah mereka alami.

Kemampuan Taeil sedikit mirip dengan Taeyong, Hanya saja Taeil tidak bisa mempengaruhi orang dan Taeyong tak bisa melindungi lokasi.

“Selama ini aku telah menjaga 2 anak terpilih lainya dan sekarang aku juga akan menjaga kalian berdua. Ikutlah bersamaku,

Mulai sekarang aku Kakak kalian, Panggil Kak Taeil atau Mas Taeil juga boleh”
Taeil tersenyum lembut. Jungwoo dan Ten masih terlihat murung.

“Sudah jangan bersedih lagi, Sekarang kalian bersama kami. Lucas benar-benar penuh keberuntungan. Sekian lama aku mencari justru Lucas membawa kalian kesini begitu saja. Sungguh benar-benar anak itu,”
Taeil mendekati mereka kemudian mengelus pucuk kepala mereka lembut.

“Kalian aman bersamaku, Apalagi disini ada Lucas juga. Kalian benar-benar sangat aman,” Taeil berusaha meyakinkan mereka berdua.

“Lucas? Lucas yang itu? Dia anak terpilih juga?” Kejut Ten dan Jungwoo tentunya. Mereka saling melihat satu sama lain karna tak menyangka sama sekali.

“Benar, Dia anak terpilih juga namun kekuatanya masih tersegel,”

“Astaga Aku tak percaya ini, Kau bilang kekuatanya masih tersegel kan? Berarti sekarang dia masih anak biasa?”

“Aku dan Lucas adalah sepupu jauh. Sebelumnya aku juga mempunyai teman yang sama-sama anak terpilih. Mereka bisa menggunakan kekuatan mereka sejak lahir dan aku? Baru bisa setelah mendapat pengelihatan saat umur 10 tahun. ketika itu aku menginap di rumah Jonghyun dan DO di Jogja. Mereka sahabatku, kakak-beradik.

Tapi Karna aku mereka semua terbunuh. Aku mendapat penglihatanku dan mereka semua membunuh semuanya kecuali aku yang berhasil lari.

Ketika itu aku masih sangat muda dan tak bisa melindungi mereka semua. Berdasarkan penglihatanku itu, aku meminta pindah ke Surabaya untuk menjaga Lucas yang kebetulan bersahabat dengan Mark yang ternyata anak terpilih juga. Tapi hingga saat ini mereka berdua belum mengetahui apapun tentang diri mereka,”

“Kau tak Mencoba menceritakan semuanya pada mereka berdua?”

“Apa jadinya mereka jika tau hal ini? Kehidupan mereka pasti akan berubah drastis. Aku tak mengetahui kemampuan asli mereka tapi yang kulihat, Tanpa mendapat penglihatan, Kemampuan bawaan mereka sudah bisa di gunakan ,”

“Ah, Itu seperti Jungwoo. Dari lahir sudah di takdirkan menjadi penggoda, semua orang ingin membelinya”

“Heiiiyyyy,”
Jungwoo menggerut kesal. Memang dari lahir Jungwoo sudah sangat mudah di cintai orang lain walau ia belum mendapat kemampuanya.

“Ah kalau Lucas dan Mark punya kemampuan bawaanya yang berlawanan. Lucas membawa keberuntungan dan Mark sebaliknya. Hati-hati jangan sampai Mark mengumpat pada kalian,”

“Oh wu, Jangan-jangan kemarin-”

“Benar, kalian di kutuk oleh Mark. Salah sendiri kalian mengganggu sahabatnya,”

“Yaaahhh kami kan tak tau,”

“Loh loh siapa si kasep ini?”
Tante Wendy sudah datang membawa Minuman dan Snack.

“Sejak kapan Mark punya pembantu, perasaan kemarin belum ada” Taeil bergumam.

“Ngawur! Aku ini tetangganya Mark sebelah rumah tuh, Aku yang anter Lucas sama duo cantik ini pulang”

“Ah maaf Tante, Saya ga tau. Dan Makasih sekali Tante, makasih udah nganterin mereka kesini. Lucas emang suka lepas kandang dan merepotkan orang. Maaf ya te,”

“Kamu kakaknya Lucas?”
Taeil sudah membantu Wendy untuk menaruh minuman dan Snack dimeja.

“Iya te, Saya Makasih sekali”

“Ah bagus kalo gitu soalnya tante buru-buru mau balik ke Cianjur, Kalo ada waktu main sana ya. Bawa Lucas sama Mark juga,”

“Siap te. Makasih banyak Te Wendy,”

“Loh? Tau namaku?”

Taeil menyentuh tangan Wendy ketika membantu menurunkan nampan. Tentu saja Taeil sengaja agar mengetahui apa yang telah terjadi.

“Mark pernah cerita te, katanya dia di bali punya tetangga cantik banget namanya Tante Wendy”

“Aduuuh~ Si Markli bisa aja ih,
Oh ya udah kalau gitu. Pamitin tante ke Mark sama Lucas ya. Bye semuanya~” Wendy melambai di ikuti Taeil, Ten dan Jungwoo yang membalas lambaian ramah.

“Okey! Sekarang dimana Mark sama Lucas?”

“Mereka tadi lari kejar-kejaran di belakang,” Ten menunjuk pintu samping yang di lewati Mark dan lucas.

“Mereka mencarimu Mas Moon Taeil,” Tambah Jungwoo

“Kok terdengar aneh kalau yang manggil orang Jerman ya Hehe,”
Jungwoo hanya memasang wajah datar karna kalimat Taeil seolah ejekan di telinganya.

“Tapi Jungwoo Blesteran Jerman yang super cantik, Nanti pas tinggal bareng. Jungwoo boleh bubu sama Mas Taeil,”

Jungwoo tersenyum kemudian menggeleng pelan. Tanda bahwa ia menolak tawaran Taeil. Apapun yang terjadi Jungwoo pasti lebih memilih sekamar dengan Ten.

Untuk Kedepanya, akan ada banyak orang yang jatuh cinta pada Jungwoo. Ia harus terbiasa dengan kondisi seperti ini.

Di istimewakan

“Loh Mas Taeil,”
Lucas dan Mark tiba-tiba kembali lewat pintu utama. Mereka sudah berkeliling mencari Taeil dan akhirnya tembus di depan rumah lagi.

“Kaaaaas,”
Taeil langsung berlari menghampiri lucas dengan wajah khawatir. Lucas tentu saja memasang tampang manja dan sok menderita.

“Aku tadi di pukulin sama Mark tuh mas,”

“Weh! Fitnah njing!”

“Kamu jangan ilang-ilangan gitu Kas, Di luar sana tuh bahaya. Gimana nanti kalau ada orang jahat terus kamu di culik. Nanti Mas Taeil gimana,” Ucap Taeil khawatir.

“Siapa juga yang mau nyulik bekantan pantat tebel kayak dia mas, Makan banyak. Tingkah kayak Waldebis terus Ngeselin lagi,”

“Sembarangan nih Sarimin, gue kutuk juga lu”

“Kebalik kas,” Taeil sudah berada di situasi tidak jelas lagi.

“Aku tuh ganteng sekali mark, Bener Mas Taeil. Kalau aku di culik wanita-wanita binal gimana,”

“Seneng dong lu,”

“Iya dong,”

“Asu,”

“Jancuk,”

“Kalian ini ga malu diliatin mereka ribut kayak anak kecil gitu,”
Taeil menyadarkan LuMark jika ada dua orang cantik menatap mereka jengah.

“Nah itu mas, Lucas buntingin mereka mas,”

“Bunting ndasmu, Jangan asal kalau ngomong Mark” Taeil tentu membela sepupunya.

“Iyanih Mark Ga aturan kalau ngomong. Orang hari-hari aku main sama kamu terus gitu,” Terang lucas.

“Main? Akkkkkkk”

“Dasar Ngeres!”

“Udah-udah kalian sini, Biar mas kenalin sama mereka,”

“Lah yang bawa mereka itu lucas, kok Mas Taeil yang kenalin?”

“Udah siniiiii,”
Taeil mulai jengkel. Mereka berdua akhirnya menurut saja daripada Taeil ngambek dan tidak mau bicara pada mereka.

“Kas, Mark…Mereka berdua ini teman jauh Mas Taeil. Yang ini Jungwoo dia dari Jerman dan yang ini Ten. Dia dari Thailand. Mereka datang liburan ke bali tapi semua harta benda di rampok oleh orang tak di kenal. Selama mereka di Indonesia, Mereka berdua akan tinggal bersama kita di surabaya ya kas,”

“Lah bisa kebetulan gini ya mas, Untung mereka ketemu aku. Emang beruntung mereka tuh,”

“Ya mereka beruntung karna kamu kas, Coba mereka ketemu Mark ya Sial,”

“Mas Taeil. Aku tidak budek,”

“Hehehe…Maaf mark. Udah- Udah ayo cepat kemas-kemas. Besok kalian udah harus masuk kuliah lagi. Hari ini kita pulang ke surabaya,”

Di Jepang-
Rumah Yuta-Haechan.

“Bagaimana Jen?”
Taeyong sudah berdiri sejak tadi disamping Jeno yang tengah berkontrasi mencari saudara-saudara mereka.

“Mereka baru saja diserang. Tak ada yang selamat dari mereka,Hanya ini yang tersisa hyung. Dan ada yang menarik hyung. Ada seorang pelindung dan seseorang yang ku lihat di dalam penglihatanku. Dia bisa memutar balikan bumi dan apapun sesuka hati”

“Benarkah? Apakah dia bisa menyaingi Jaehyunku?”

“Aku rasa bisa hyung,”

“Kita cari dia sekarang juga,”

“Tunggu hyung! Bagaimana dengan Jaeminku? kita harus segera membuka segel Winwin hyung,”

“Tunggu! Ko Winwin, dia belum sadar” Renjun menyaut.

“Ayo buat dia sadar hyung, dan suruh Yuta hyung membuka segelnya,”

“Tidak semudah itu Jeno-a, Jika Segel Winwin terbuka disini. Kita semua akan langsung mati. Kita memang mempunyai Doyoung dan Yuta sebagai Pedang tapi Mereka berdua tak bisa melindungi kita ber 6. Yang terjadi justru semua akan terbantai jika mereka datang,”

“Jika kita menjemput anak itu bagaimana? Kau bisa membawaku Kun? Kita berangkat berdua saja”

Taeyong memikirkan Kun. Ia rasa jika hanya membawa dirinya saja Kun masih bisa.

“Tapi kita tak tau anak itu sudah terbuka atau belum segelnya hyung. Bisa jadi dia belum terbuka dan malah membutuhkan waktu lama mencari pasanganya. Atau bagaimana jika pasanganya ikut terbunuh. Selamanya dia akan menjadi orang biasa,”
Kun bersuara.

“Apa tak Lebih baik kita kembali ke markas dulu hyung?” Jeno ikut bersuara.

“Kemudian jemput si pelindung untuk melindungi kita semua okey? Nanti pokoknya aku ikut,” Haechan ikut-ikutan.

“Ya sudah. Kita kembali ke markas, Kau sudah bisa membawa kami Kun?”

Kun mengangguk menjawab pertanyaan Taeyong.

“Biar aku yang panggil Yuta-nii dan Winwin-Nii,” Haechan berniat berlari menuju ruang tamu.

“Tidak Haechan, ini rumahmu kan? selagi kau masih dirumah Bawa sesuatu yang sekiranya kau perlukan. Aku yang akan memanggil Mereka,” Renjun berjalan pelan. Doyoung mengekori Renjun di belakangnya.

“Renjun?”
Doyung bisa membaca raut wajah Renjun. Renjun terlihat sangat sedih

“Tak apa, Aku hanya belum rela memberikan Ko Winwin pada orang lain hyung,” Terang Renjun

“Kau mencintainya?”
Ucap Doyoung asal

“Iya,”
Membuat Doyoung terkejut. Bagaiamana bisa Renjun mencintai Winwin yang merupakan sepupunya sendiri. Belum lagi Renjun di takdirkan untuk dirinya. Bukan Winwin sepupunya itu. Dan lagi Mereka itu sama-sama Perisai.

“Kau tak bisa seperti itu Renjun-ah. Kau sudah memiliki diriku,”

“Nde, maafkan aku Hyung”
Doyoung memeluk Renjun karna Renjun mulai menangis.

“Kau bisa mencintaiku saja Renjun. Tidak boleh yang lain okey,” Doyoung membelai pucuk kepala Renjun lembut.

“Wow apa ini? Dorama baru? Kau bertemu dengan Jodohmu juga?” Yuta berniat mengambil segelas minum di kulkas dapur karna merasa hari ini sangat panas. Apalagi melihat Winwin tidur…Semakin panas.

“Iya. Aku dan Renjun ternyata berjodoh,”
Ucap Doyoung

“Ah bagus, Sekarang sudah ada pawangnya si judes,”

“Ko Winwin sudah sadar?”
Tak menghiraukan ejekan yuta. Ia hanya perduli pada Koko nya.

“Belum, masih disana. Jangan di ganggu”

“Dia tak akan bagun jika tidak di bangunkan oleh Taeyong hyung. Kau tau? Mungkin sekarang ia tengah bermimpi indah. Taeyong hyung terkadang memberi halusinasi sesuai kebahagiaan orang tersebut. Sekarang ayo kembali ke markas sebelum kita ketahuan”

Renjun sudah duduk di dekat winwin sambil membelai-belai rambut halus winwin.

“Ya ampun kalian lama sekali sih! Ayo!!” Haechan sudah menyusul mereka.

Mereka ber 8 Berkumpul di halaman rumah Haechan dan Yuta.

“Haechan, Bagaimana dengan Oka-san dan oto-san?” Yuta membawa Winwin lagi dalam gendongannya dan menyempatkan diri khawatir pada orang tua mereka.

“Aku sudah menulis surat untuk mereka. Mungkin mereka akan sedih tapi kita akan kembali bukan begitu hyung? biarkan mereka menunggu,” Haechan memandang Taeyong.

“Iya adiku, Aku yakin kita akan kembali” Taeyong sudah membelai pucuk kepala Haechan. Haechan tersenyum.

“Kun, Kau bisa?”

“Aku bisa hyung, Semua siap? Jangan sampai ada yang terpisah atau kalian akan tersesat dalam dalam dimensi hampa udara. Dan itu artinya kalian mati,”
Mereka bergidik terutama Haechan dan Yuta yang baru mengetahui ini.

ZzzZZZTTTTTTTTZZZZHHH

Mereka lenyap.

Surabaya, Indonesia

Jam menunjukan pukul 14.00 dan mereka kini sudah sampai di surabaya. Mark ikut dengan Rombongan Taeil ke Citraland (Rumah Lucas)

“Ini rumahmu? Wah kau orang kaya juga,” Ucap Ten yang terkejut mendapati anak seperti lucas ternyata anak orang kaya. Bagaimana tidak? Lucas terlihat seperti anak kampung ketika berantakan dan belum mandi.

“Sudah ayo turun,”
Taeil mengintruksi.

Semua turun dari mobil kemudian mengekori Taeil yang memegang kunci.

Ceklek

“Woooowww Boleh juga,”
Dua orang yang masih asing itu bergumam.

“Disini ada banyak kamar, kalian pilih saja mau tidur dimana. Mark! Kenapa kamu ga pindah kesini saja tinggal sama lucas biar ga jauh-jauh sama Mas Taeil,”

“Ih kalimat Mas Taeil menjijikan. Aku walaupun gini ya pilih-pilih mas,” Rupanya Mark salah tangkap dengan Maksut Taeil.

Mark malah GR.

“Ya ampun Mark, Gapapa kalau kamu mau jadi kakak iparku, Nanti kita kan saudaraan,” Tambah Lucas.

Aduh si pekok.

“Ora sudi kas, Mas Taeil tua”

“Gaya banget kamu cebol,”

“Gak usah mentang-mentang lu ya kas!”

Taeil hanya mendengus merotasi bola matanya pertanda jengah dengan kelakuan dua bocah itu. Mengabaikan Si kembar tapi beda itu. Taeil mengajak Jungwoo dan Ten memilih kamarnya.

Mereka memilih kamar atas yang ternyata di sebelah kamar Lucas. Mereka tidak tau jika sebelah mereka kamar lucas.
Jika mereka tau mungkin mereka akan menyesalπŸ˜‚πŸ˜‚

“Yakin ga mau di kamar bawah sama mas Taeil?” Jungwoo tersenyum menggeleng.

“Ya sudah, Jungwoo sama Ten Istirahat saja disini. Mas Taeil mau kebawah ngurus adik-adik kalian, Jungwoo kalau butuh bantal lagi atau selimut panggil mas Taeil ya,” Taeil sudah mengerling genit pada Jungwoo kemudian menghilang di balik pintu.

“ih ya ampun dia terlihat seperti Om-om Cabul,” Ten mencela.

“Dia baik ten, Jangan berkata seperti itu”

“Benar, Setidaknya ini lebih baik daripada kita harus tidur di hutan”

Jungwoo dan Ten mengistirahatkan diri mereka di atas ranjang.

Sementara di bawah, Lucas dan Mark rupanya sudah heboh mengacau di dapur.

“Masukan bumbunya Woy!”

Mereka membuat Mie Instan

Lagi.

Kali ini mereka membuat dengan Extra 4 telur.

Katanya biar sehat.

“Haiyyaaaaaa~ ” Lucas sudah menggunakan jurus bangau saat memecah telurnya.

“Ciatt ciatt ciaaaaaatt,”
Mark mengaduk mereka semua menjadi satu bercampur-campur sampai Mie tak karu-karuan.

“Mark mark! serang aku mark,” Lucas sudah menyaut Teflon mahal milik Taeil dan mengayun-ngayunkannya.

“Hadapi ini kau penjahat Jangkung,”
Mark menyaut Spatula di sebelahnya.

Bunyi ‘Trang-Trang-Sring’ Terdengar sangat ribut di dapur apalagi Lucas yang berteriak heboh. Seperti terjadi musibah.

Rumah Lucas sangat besar sampai ia kesusahan menemukan keponakannya itu. Beruntung Mulut lucas seperti Toa Masjid.

Terima kasih Tuhan.

Taeil langsung berlari mendengar teriakan Lucas.

“YA TUHAAAAN !!!
LUCAS SUPRI !!! MARKONAH!!!”
Taeil melihat Lucas memakai panci bergagang yang biasa ia gunakanya merebus air. Panci itu berada tepat di atas kepala lucas dengan Tangan mengayun-ayunkan Teflon kesayanganya.

Itu Teflon dari Mama Taeil sejak dulu kala kaaaaas.
Ya ampuuun.

Dan Mark?

Apa-apa’an anak itu.

Ikut gila rupanya.

Lalu Dapur?

Jangan tanya.
Banyak potongan daun bawang dan kulit telur, bungkus bumbu mie dan Lantai juga basah.

Juga Mie yang sudah mengembang karna Kompor terlalu besar sampai apinya hampir sampai kedalam dan membakar pancinya. Sudah begitu Mie berwarna kuning campuraduk. Mengembang karna terlalu lama direbus.

Sangat menjijikan

“YA GUSTI PANGERAN AMPUNI HAMBA!” Taeil sudah kalangkabut melihat tingkah dua anak itu.

Hanya sebentar di tinggalkan sudah membuat dapur Taeil porak-poranda seperti ini.

Mas Taeil lelah dek.

Yang sabar Mas Taeil.

Part 7

Komen sama Vote woy tulung ya. Jangan jadi penumpang gelapπŸ˜‚

Add Comment