NCT Destiny Squad PART 7 πŸ”ž LucasXJungwoo [Fanfiction Rate M] WARNING!! MATURE CONTENT!!! - Kpop Indonesia

NCT Destiny Squad PART 7 πŸ”ž LucasXJungwoo [Fanfiction Rate M] WARNING!! MATURE CONTENT!!!

Gimana hari kalian guys?

SAYA PERINGATKAN LAGI.
SAYA WARNING LAGI.
PART INI MENGANDUNG UNSUR SEXUAL BXB.

BAGI YANG DI BAWAH 18 TAHUN MOHON CLICK BACK!! PART INI SANGAT TIDAK PANTAS.
(Walaupun sebagaian FF ku memang tidak pantas sihπŸ˜‚ tapi part ini yang paling Tak boleh diliat di bawah umur pokoknya)

Misal Sistem Privat masih boleh pasti aku Privat. Sayang sekali Sekarang FF udah ga boleh di Privat.

YUWIN AREA (YUTA X WINWIN)

Jangan lupa Vote dan Comment ya.

Happy Reading~

Taeyong dan yang lain kembali ke markas. Taeyong meminta Johnny dan Chenle untuk memandu yang lain menemukan kamar mereka.

Bagi yang sudah menemukan pasanganya seperti Renjun-Doyoung, Jeno-Jaemin Dan Winwin-Yuta. Mereka bisa memilih kamar yang sama. Dan bagi yang belum berpasangan, Mereka bebas memilih berbagi kamar dengan siapapun.

Taeyong sebenernya juga ingin satu kamar dengan pasanganya namun itu sungguh tak mungkin bukan?

Jeno mengatakan ada anak yang bisa menandingi kemampuan Jaehyun tapi itu bukan hal yang pasti karna sepertinya Jeno juga tak yakin dengan apa yang ia katakan.

“Sampai kapan kau akan diam disana?”
“Kau tau aku disini?”
Tayong yang sekak tadi terdiam akhirnya membuka suara.

“Sampai kapan kau akan mengurungku seperti ini. Sebenarnya apa maumu? Mengapa kau menculikku? Apa gunanya aku untukmu? Keluargaku bukan orang sekaya yang kau bayangkan,” Ia telah sangat bosan dikurung disana sejak awal hingga saat ini.

Ia tau Taeyong bukanlah orang jahat karna Mereka memperlakukan Jaehyun dengan baik selama disana. Apalagi taeyong sering mengunjunginya walau hanya terdiam disisi lain pintu kamarnya seperti saat ini.

“Keluarkan aku dari sini, Aku tak akan melapor polisi”

“Maafkan aku Jaehyun. Aku tak bisa melakukanya,” Taeyong mulai menampakan wajahnya. Memberanikan diri menatap wajah Jaehyun Di balik Jeruji kamar.

Tampan sekali- Batin Taeyong

“Mengapa tak bisa? Aku lihat kau yang mengendalikan semua orang disini,”

“Kau tau kan? Tidak ada orang normal disini?”

“Aku Normal,”

“Jika kau Normal aku tak mungkin membiarkanmu terkurung disini Jung Jaehyun,” Mata Taeyong nanar penuh air mata melihat Jaehyun dari balik jeruji seperti ini.

Ia tak sanggung.

“Jadi aku seperti kalian juga?”

“Tidak, Kau jauh lebih Istimewa Jaehyun” Taeyong tak sanggup lagi menahan air matanya. Ia menggenggam Jari-jemari Jaehyun dan meletakanya pada pipi.

“Mengapa kau menangis hyung,” Hati Jaehyun ikut merasa sakit melihat Taeyong menangisinya seperti itu.

“Aku tak bisa melihatmu seperti ini, Sekian lama aku mencarimu. Aku fikir kita bisa bersama hiks,” Tangis Taeyong semakin histeris.

“Aku tak tau apa yang kau katakan tapi aku juga tak suka melihatmu menangis seperti ini,” Jaehyun mengusap air mata Taeyong dengan lembut. Sumpah demi apapun Taeyong ingin sekali membuka pintu besi yang menghalangi mereka kemudian memeluk Jaehyun erat.

Selama Bertahun-tahun Taeyong menderita sendirian dan berharap Matenya bisa bersama menemani dalam suka duka.

Tapi apa ini?

Harapanya untuk berbahagia musnah.

Di dalam Ruangan lain, Rupanya Winwin telah sadar.

Taeyong telah membangunkan Winwin dari fantasinya beberapa waktu lalu.

“MAMA!! PAPA!!”
Winwin yang sadar langsung berteriak.

“Winwin,”

“Siapa kau!!”
Winwin menatap nyalang pada Seseorang yang tak pernah ia temui sebelumnya itu. Ia lalu mengedarkan pandangnya dan mendapati dirinya ada di sebuah Ranjang bersama Orang asing dalam kamar yang terlihat seperti banker. Namun ada beberapa fasilitas lain seperti kamar pada umumnya. Sebenarnya kamar itu tidak burum.

“Winwin, Aku Yuta. Kekasihmu,”
Yuta mendekat dan meletakan tanganya di pundak Winwin.

BRUAKK

“Akkhh”

Winwin Menendang Yuta.

“Renjun! Renjun!”
Winwin berteriak-teriak Kemudian berlari keluar.

Di tempat lain, Renjun sedang berada di kamarnya bersama Doyoung menata barang-barang mereka.

“Hyung, Kau tidur disini aku di sana” Renjun menunjuk ranjang mereka yang terbagi menjadi dua namun tetap berdempetan.

“Nde,” Doyoung hanya menurut saja. Sebenarnya Doyong merasa sedikit tak nyaman karna Umur Renjun jauh di bawah Doyoung. Bayangkan saja!? Doyong 21 tahun dan renjun 15 tahun. Apalagi Renjun baru saja mengaku menyukai kakak sepupunya. Tentu membuat Doyoung semakin gusar.

“Hyung, Berapa umurmu?”

“Aku 21 tahun, Tapi tenang saja. Beruntung segelmu sudah terbuka. Jika tidak, Mereka pasti akan memaksaku untuk mencabulimu. Ah…aku tak bisa membayangkanya. Sekarang aku menghawatirkan adiku Jisung,”
Wajar saja, Karna Dari tiga bersaudara hanya Jisung yang belum bertemu jodohnya. Tentu ia takut Jisung punya pasangan di atas 18 tahun dan di paksa untuk bercinta.

“Mencabuli? Jadi Koko ku?”

“Iya, Ko Winwinmu itu mau tak mau harus membuka segelnya. Itulah gunanya kita di pasangkan,”

“Mengapa harus begitu? Ko winwin itu polos sekali walau sudah 18 tahun dia sangat lugu, Dia tak akan bersedia begitu saja di jadikan Jalang untuk anak Jepang itu,”

“Renjun-ah. Kalimatmu kasar sekali. Kau sudah mempunyai aku jadi kau sudah tak bisa seenaknya bicara sekarang. Jangan katakan hal sarkasme seperti itu lagi atau kau ku jadikan Jalangku sekarang juga,” Doyoung sudah menghimpit Renjun ditembok. Mempersempit jarak mereka berdua.

“Hyung, Apa yang ingin kau lakukan. Aku masih di bawah umur,” Doyoung membuang hafas panjang. Kemudian memeluk Renjun.

“Kau terlihat seperti adik kecil yang cantik dimataku, tetap seperti itu sampai tumbuh dewasa baru aku akan menghajarmu,”
(Menghajar dengan Konteks yang beda)

Renjun hanya berdiam diri dalam pelukan Doyoung. Ia memikirkan kakak sepupunya yang mungkin sebentar lagi akan di hajar?

“Sekarang ayo ikut aku,”
Doyoung membawa Renjun keluar kemudian masuk di kamar sebelah.

“Hyung!!!”
Jisung sudah berdiri semangat.

“Apa dia?? dia Kecil sekali tapi manis juga,” Jisung mendekat kemudian mengelilingi Renjun. Tersenyum memandangi Renjun yang menurutnya manis.

“Perkenalkan, Ini adik bungsu ku. Jisung. Dan yang terbaring itu adalah Na Jaemin, Kekasih adik keduaku Jeno,”
Renjun segera mendekati renjun karna merasa iba.

“Dia hampir mati karna melindungi kami, sekarang dia sedang koma dan tak tau bisa bangun atau tidak. Kumohon padamu Renjun-ah. Bujuklah kakakmu agar segera membuka segelnya. Hanya dia yang bisa menolong kekasihku, Kumohon,” Jeno menggam tangan Renjun dengan genangan air mata yang sudah hampir berjatuhan.

“HYUNG!! HYUNG!! HYUNG!!”
Semua perhatian otomatis terpusat pada suara ribut di depan kamar mereka. Doyoung dan yang lain segera keluar.

“Apa apa nii-chan?”
Haechan dan Chenle sudah datang lebih dulu.

“Ada apa?”
Johnny ikut berkumpul mendengar teriakan Yuta.

“Winwin lari, Dia pergi entah kemana,”

“Ini gawat!”
Johnny langsung berlari mencari Taeyong untuk menyampaikan Informasi.

Mendengar Winwin Hilang Taeyong langsung menggunkan kekuatanya untuk menyuruh semua anak terpilih dan penjaga mencari Wiwnin disegala sudut ruangan. Akan menjadi rumit jika Winwin berhasil jeluar dari Markas.

“Ko Winwin,”
Renjun langsung panik kemudian berlari acak mencari Winwin.

Semua orang telah mencari Winwin namun ternyata winwin tak di temukan.

Renjun juga sudah memutari seluruh markas sampai ia hafal tiap sudut ruangan.

“Jeno!” Renjun teringat Jeno yang mempunyai kemampuan menemukan orang. Karna semua panik, Semua orang melupakan kemampuan Jeno.

“Hyung!”
Renjun terengah karna berlarian.

“Winwin sudah ditemukan?”

“Belum! Gunakan! Gunakan kekuatanmu untuk mencari ko winwin,”

Ah benar juga.
Jeno sendiri sampai lupa kekuatanya.

“Baiklah, Karna ini hanya sekitar sini saja, aku tak perlu menggunakan Peta, Tapi Renjun-ah. Sebelum aku menemukan Koko mu, Aku ingin kau berjanji padaku bahwa kau akan membujuk atau melakukan apapun untuk membuka segelnya. Jika kau tak bersedia membantuku, Aku juga tak bersedia membantumu. Biarkan saja dia mati tertangkap toh dia tak perduli pada kami juga,” Ancam Jeno.

“Mengapa kau bisa berbicara seperti itu. Kumohon bantu aku menemukanya. Iya aku berjanji dia akan segera membuka segelnya secepatnya. Cepat Cari dia cepat!”

Jeno Bisa bernafas sedikut lega. Renjun orang yang bisa di percaya kan?

Jeno menyentuh lantai dengan telapak tangnya kemudian memejamkan mata dalam.

“Gawat!! Dia sudah tertangkap! 500 meter dari atas markas, aku akan memberi tau Taeyong hyung kau-”

Renjun sudah menghilang.

Sial! Dia pergi sendiri.
Dia bahkan bukan petarung.

“Oh tidak!” Jeno semakin panik.
Kini Renjun dan Winwin dalam bahaya.

“Hyung! Hyung!”
Jeno berteriak dengan suara beratnya

“Jeno-a! Kau melihat Renjun? Dia juga menghilang” Doyoung

“Renjun pergi menjemput Winwin hyung. Mereka berdua dalam bahaya,”

“Johnny Hyung! Taeyong hyung!” Jeno sudah berlari lagi.

Tentu di antara mereka, petarung yang terkuat adalah Johnny dan Taeyong walau sebenarnya Taeyong bukan petarung, Tapi dia adalah Perisai yang terkuat daripada lain-lainya.

Johnny, Taeyong, Doyoung dan Yuta pergi Menuju Masalah demi membawa kembali adik-adik mereka.

“Ko winwin,”

“Renjun!??”
Winwin bingung mencari keberadaan Renjun yang kasap mata.

“Aku ada di sampingmu ko, Pelan-pelan aku akan membawamu okey,”
“Iya,”

Renjun sudah menggunakan kemampuanya untuk masuk disebuah ruangan. Renjun bisa menembus apapun juga termasuk Banker besi sekalipun.

“Dimana dia?”

“Di dalam tuan,”

“Kau yakin itu adalah dia?”

“Saya yakin tuan,”

“Baik, Bawa aku pada mereka”
Seseorang bertubuh tegap itu membuka Banker.

“Tak ada!!! Dimana dia!!!”

“Dia tadinya ada didalam sana tuan. Sungguh!”

Ckrakk Brakk Duarrr
Kepala seorang itu telah meledak terbelah dan mekar seperti bunga.

Sebenarnya Winwin dan Renjun masih ada disana. Ia melihat adegan tak layak tonton itu dan nyaris saja Winwin menjerit jika saja Renjun tak menutup mulutnya. Winwin sudah menangis ketakutan dalam Pelukan Renjun.

Mereka tak berani mengeluarkan suara sedikitpun. Bahkan untuk bergerak dari tempatnya.

BRAKK BRAAAKKK

CRATAKKK CRAKKKKK CRAKKK

ZRRRRTT DUAGGHH

ZZEERRTTTTT

Johnny, Yuta, Doyoung dan Taeyong menghabisi siapapun yang mereka lihat. Johnny mengangkat meremukan tubuh mereka dengan besi-besi yang ada.

Yuta sangat menggila sampai ia membakar mereka dalam sekali serangan.

Doyoung yang lemah lembut pun berubah menjadi beringas dengan membunuh mereka semua. Menusuk tubuh mereka semua menjadi satu dengan akar-akar lancip yang Doyong keluarkan dari tanah.

Dan Taeyong tak kalah mengerikan…Dia menghabisi lawanya dengan ilusi sampai mereka saling bunuh. Dan lagi Taeyong juga mengeluarkan kemampuannya yang paling kejam.

Mengeringkan Darah dan daging lawan sampai tubuh mereka menyusut seperti mumi hanya dalam 2 detik.

Pasukan yang berada disana ternyata sangat banyak dan Mereka berempat harus membunuh mereka semua tanpa kecuali jika ingin semua adik-adiknya aman.

Taeyong dan lainya sendiri tak menyadari jika ada markas musuh di dekat markas mereka. Mereka harus membinasakan tempat itu agar tak ada yang mengirim informasi pada yang lain.

“Jangan menyebar! Kita cari mereka bersama,” Taeyong memberi Intruksi. Semua mengangguk.

Di Dalam.

“Ayo pergi Ko, Dalam Hitungan ketiga. Kita akan berlari sekencang mungkin ya ko,”
Renjun mengintruksi. Winwin mengangguk.

JDARRRRR. JDAAARRRRR

“Suara apa itu Njun?”

“Entahlah Ko. Yang pasti kita harus pergi dari sini, 1 2 3!!”
Renjun membawa Winwin menghilang kemudian menembus tembok dengan berlari sekencang mungkin.

Renjun masih membawa Winwin yang lari dengan menutup matanya. Winwin masih tak percaya dengan apa yang telah ia alami.

Menembus tembok? Yang benar saja.

Sudah seperti hantu.

Saat mereka berlari, Renjun merasa ada yang janggal karna lorong yang ia lewati penuh mayat. Tempat itu juga hancur berantakan.

Ia berhenti.

“Ada apa Njun?”

“Lihat ini ko,”

Renjun dan Winwin berhenti karna melihat sekeliling yang rupanya sudah luluh lantah.

“Mereka datang untuk menolong kita Ko,”

“Siapa!?”

“Tentu saja Para Hyungdeul, Ayo kita temukan mereka ko. Mereka pasti kebingungan mencari kita,”
Renjun membawa Winwin berlari lagi.

Sebenernya Renjun bisa berlari sangat cepat. Tapi Jika ia berlari cepat, Winwin akan terseret. Menggendong Winwin yang jauh lebih besar darinya juga tak mungkin. Jadi ia memutuskan lari sesuai kemampuan Winwin.

DUAAARRRR
ZZRRAAKKKKKKK
CCRRRRZZZZTTTTTTT
AAKKKKKKKHHHHHHHH
BRAKK CRRTTTZZZ

Winwin dan Renjun Melihat betapa Hebatnya kakak-kakak mereka menghabisi musuh. Sangat hebat dan kejam. Membuat Winwin bergidik ngeri

“WINWIIIIN!!!”
Teriakan Yuta mengalihkan perhatian Hyung yang lain.

CCCCTTTTZZZZZZZZZZZ

“AKKKKKKKHHHHHHH”

Taeyong mengeringkan dua orang yang hampir saja membunuh Winwin dan Renjun dari belakang.

Untung Kemampuan Taeyong bisa digunakan dalam Jarak jauh.

“RENJUN!!”
Doyoung sudah berlari memeluk Renjun. Dan Yuta memeluk Winwin

“Mengapa kau pergi sendiri. Anak Bodoh! Kau bisa mati! Kau kan bisa memanggiku!” Ucap Doyoung. Renjun tak mengatakan apapun. Ia hanya membalas pelukan Doyoung erat.

“Lepaskan aku!”
Winwin mendorong Yuta kasar agar melepaskan pelukanya.

“Ya ampun anak ini keras kepala sekali,” Taeyong mengendus melihat sikap Winwin yang Arogan seperti itu. Padahal Yuta sangat baik padanya.

“Jangan dekat-dekat denganku!” Winwin bersikap garang pada Yuta. Yuta hanya bisa memasang tampang yang tak bisa di artikan.

“Ayo pulang, Sebaiknya kau jangan membuat masalah lagi Winwin-ah” Ucap Johnny. Winwin mengkerut, Winwin takut pada Johnny.

“Bagaimana dengan Markas ini Hyung? Mereka semua masih disini” Doyoung

“Kita serahkan pada Yuta saja,”
Johnny memandang Yuta.

“Siap Hyung!”

DUUUUUUUUUAAARRRRRRRRRRR

Markas hancur terbakar.

Markas NEO.

Mereka masuk kedalam markas dan sudah disambut oleh semua adiknya yang cemas menunggu.

“Hyuuuuung”
Jisung berlari memeluk Doyoung.

“Nii-chaaan”
Haechan sudah berlari dan mengecek keadaan kakaknya. Membolak-balikan…Memutar-mutar tubuh yuta tak aturan.

“Aku baik-baik saja Haechan,”
Haechan mengendus lega.

“Bagaimana denganmu?”
Haechan menghampiri Winwin.

Bukanya Menjawab. Winwin justru mengabaikan Haechan dan hanya menghiraukan Renjun. Menghampiri Renjun yang tengah berbicara dengan Jeno.

“Ya ampun menyebalkan sekali anak itu,” Gerutu Haechan.

“Renjun Aku lelah, Ayo tidur. Dimana kamarmu?” Winwin sudah ada di dekat Renjun.

Renjun terlihat berfikir sejenak.
Ia terus memikirkan kalimat yang baru saja Jeno katakan padanya.

“Kalian semua selamat,”

Muncul Seseorang Pria dewasa yang Tampan dan Di sebelahnya ada Lelaki yang sangat Cantik.

“Minho Hyung!”
Para Hyung tersenyum pada mereka.

“Mengapa kau keluar hyung? Keadaanmu belum stabil,”
Taeyong segera menghampiri mereka.

“Aku mendengar jika kalian dalam bahaya. Aku sedih sekali tak bisa melakukan apa-apa. Aku takut kalian akan seperti Jihoon dan Guanlin,” Si Cantik itu menangis.

“Ssstttttt, Tidak. Kita tak akan kehilangan lagi. Aku tak akan membiarkan mereka menyakiti saudara kita lagi Hyung. Sekarang kau Istirahatlah. Kau masih sangat lemah,” Papah Taeyong.

“Maafkan kami yang hanya orang biasa ini,”

“Jangan berkata seperti itu Minho Hyung. Kami sangat berterima kasih pada kalian berdua karna telah menolong kami,” Johnny menguatkan.

“Siapa mereka?”
Tanya Haechan pada Kun yang berdiri di sebelahnya.

“Yang Itu Minho Hyung dan yang itu Taemin Hyung. Mereka adalah Pasangan yang Mengasuh kami sejak bertahun-tahun lalu,”

“Dan siapa Jihoon Guanlin?” Haechan semakin ingin tau.

“Adik mereka.
Jihoon adik Taemin hyung
dan Guanlin adik Minho hyung. Mereka Juga pasangan. Tapi Naas…Mereka di culik bertahun-tahun lalu dan sekarang entah dimana,” Kun menjawab.

“Bagaimana bisa di culik? Kalian tak melakukan apapun?”
Renjun ikut mendengarkan.

Pasalnya Ia juga baru saja hampir di culik dan mereka semua datang untuk menolongnya bukan? Lalu mengapa tidak menolong si Jihoon dan Guanlin itu?

“Itu terjadi saat mereka belum bertemu kami. Dan lagi mereka berdua adalah orang biasa. Mereka tak punya kemampuan untuk menolong adiknya. Semua keluarga mereka juga telah dibantai. Mereka Hidup karna dilindungi adik-adik mereka.Tapi adik mereka malah di tangkap.

Belum lagi Taemin menderita Sakit yang parah. Dokter mengatakan Kanker Otak nya sudah stadium 4. Ia tak akan bertahan lama,” Chenle menerangkan.

Dari mereka semua, Chenle juga termasuk penghuni lama di Markas itu. Ia tau semuanya

“Kasihan sekali,”
Jisung ikut berkomentar.

“Iya, Semua yang ada disini melalui banyak hal Jisung-ah,”

“Apa kau juga kehilangan Keluargamu?”

“Tidak, Keluarga Chenle kaya raya dan bisa melindunginya dengan baik,”
Kun yang merasa tak seberuntung Chenle ikut berkomentar.

“Iya, Aku disini karna Keluargaku yang mengirimku. Kau kan juga tak kehilangan keluargamu. Jadi Kau tak perlu iri padaku Jisung ah,” Senggol Chenle.

Renjun diam-diam memperhatikan mereka semua kemudian melihat Jeno yang terus menatapnya dengan tatapn memohon. Ia memandang Taemin yang terlihat lemah sekali bahkan untuk kembali ke kamarnya saja harus di bopong dua orang.

Menatap Winwin sejenak untuk memantapkan hatinya.

“Taeyong hyung! Aku butuh bantuanmu,”
Taeyong langsung paham maksud Renjun.

“Loh! Mau kemana Njun?”
Winwin penasaran.

“Mau tidur ko, Koko mau ikut?”

“Iya aku ikuuuuuut,”
Winwin sudah berlari kecil menyusul Renjun dan Taeyong.

‘Tunggu diluar saja dan masuk setelah kami memberi aba-aba’

Taeyong menggunakan telepatinya untuk berbicara dengan Yuta. Yuta memandang Taeyong kemudian mengangguk pelan.

Di Dalam Kamar Winwin.

“Loh kok kita di kamar ini lagi njun? Kita tidur bertiga? Taeyong Hyung ikut tidur bersama kita?” Winwin sudah duduk di sofa.

“Tidak Winwin,”

“Lalu untuk apa ikut kemari?”

“Untuk melakukan Ini,”

Sreeeengggg~
Winwin Ambruk.

“Ayo cepat renjun-ah,”
Renjun sudah berlari membawa tali.

Taeyong mulai melucuti Pakaian Winwin. Kemudian mengikat Winwin dengan bantuan Renjun.

“Maafkan aku Ko,”
Renjun mengikat tubuh Winwin dengan penuh air mata.

Bagaimana tidak? Ia mendandani Koko nya sendiri seperti pelacur yang tengah bermain BDSM.

“Maafkan aku ko winwin hiks hiks,”
Renjun masih tetap menangis. Justru semakin Histeris.

“Sudah tenang Renjun-ah. Ini demi kita semua dan demi Winwin juga,”
Taeyong memeluk Renjun.

“Tak bisakah kita membiarkan dia begini saja? Tak usah sadarkan dia hyung,”

“Tak bisa seperti itu Renjun. Aku harus membangunkan dia agar dia bisa merasakan Hasrat. Ia harus sadar agar bisa mencapai Klimaks nya,” Terang Taeyong

“Hiks Hiks Hiks,”

“Sudah Sudah,,, Ayo bawa dia keranjang. Kau Panggil Yuta ya, aku akan segera menyadarkanya,”
Taeyong mulai menyentuh Winwin.
(Menyadarkanya)

Renjun sudah berlari keluar.
Ia tak ingin Winwin melihatnya. Mengumpankanya dalam keadaan seperti itu.

Di depan Pintu sudah ada Yuta yang menunggu. Pandangan mata Yuta dan Renjun bertemu.

“Bermainlah dengan baik. Jangan sampai Koko ku terluka! Jika kau mengecewakanya sedikit saja. Aku akan membunuhmu!”

“Ya ampuuun, Masih saja seperti itu. Aku janji aku akan bermain lembut dan berusaha sebaik mungkin agar ia tak terluka. Kau jangan khawatir Renjun-ah. Aku akan bersikap baik, menjaga dan menyayangi Koko mu. Terima kasih telah merelakanya padaku,” Yuta menepuk bahu Renjun kemudian masuk kedalam kamar setelah Taeyong keluar dan memberi kode.

Setelah Yuta masuk, Taeyong memeluk Renjun. dan langsung membawa Renjun kekamarnya.

Disana Doyoung sudah menunggu Renjun cemas.

“Renjun-ah, Ayo sini. Kau tidur saja okey,” Doyoung langsung mengambil alir Renjun dari Taeyong.

“Aku pergi dulu ya,”

“Terima kasih Hyung,”

Taeyong segera keluar dari kamar itu dan menuju kamar yang selalu ia rindukan.

“Kau datang lagi?”
“Bagaimana harimu?”
“Sendiri tak melakukan apapun dan hampir mati karna bosan,”
“Aku disini bersamamu sekarang. Ayo kita bercerita tentang sesuatu yang menyenangkan tanpa membuka pintu ini,”
“Terserahmu saja. Kau selalu seperti itu hyung,”
“Jangan membenciku Jaehyun-ah,”

Sementara di dalam Kamar Yuta.
Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar dengan hati yang sangat berdebar.

Matanya terbuka lebar dan matanya tak bisa berkedip. Degup jantunya terasa ingin keluar dari tubuh dan berlari-larian melihat pemandangan luar biasa di atas ranjangnya.

“Siapa disana? Tolong bantu aku membuka ini. Mengapa kalian melakukan ini padaku? Lepaskan aku!!” Winwin berteriak di tengah posisinya yang kini tengah menungging.

Ia tak bisa melihat atau melakukan apapun karna matanya tertutup dan tubuhnya terikat. Taeyong melakukan itu agar Tubuh Winwin menjadi lebih sensitif dan Tak perlu lama untuk mencapai Klimaksnya.

“SHIT!”
Tubuh Yuta sudah menjadi panas. Nafasnya semakin tersengal-sengal.

Sungguh tubuh winwin bagus sekali. Sungguh Yuta orang yang beruntung

“Winwin,”
Yuta memanggil seduktif nama Winwin pada telinga kiri Winwin.

“Kau lagi!!! Lepaskan aku!!!”

“Maafkan aku Win. Kita harus melakukan ini demi semuanya,”

“Persetan!! Lepaskan aku!!!”
winwin bergerak-gerak berusaha melepaskan diri.

“Jangan seperti itu Win, Kau terlihat semakin seksi,”

Tubuh Winwin mulai menegang.
Taeyong sudah memberi arahan pada Yuta untuk menstumulasi Winwin agar ia merasakan hasrat lebih dulu sebelum melakukanya.

“Kau cantik sekali win,”

“Ahh,”
Winwin mendesah terkejut saat merasakan tubuh Yuta memeluknya dari belakang dan meraba halus tubuhnya. Ia tak bisa melihat apa-apa dan hanya bisa merasakan.

“Winwin aku mencintaimu,”
Yuta membawa Winwin dalam pelukanya kemudian mencium winwin lembut.

Winwin masih berusaha menolak, Namun ia tak berkutik setelah Yuta bermain dengan Si Imut yang begelantung di tengah pahanya.

“Ahhhhh,”
Winwin mendongak kuat saat yuta memainkan dirinya dan menciumi leher jenjangnya yang halus.

“Iya begitu sayang, Kau sangat cantik seperti ini,” berbisikan yuta membuat Winwin semakin tak terkenadali.

“Ahhh ahhhh Tolong, Inih tidak eummh”
Bibir Winwin terbungkam Ciuman Yuta yang Lembut namun mendominasi.

Winwin hanya bisa menerima semuanya. Ia hanya bisa Pasrah dengan semua hal yang yuta lakukan padanya.

“Aku akan melakukanya dengan sangat lembut okey,”

“AKKKKKKKHHHHHHHHH”

“Maafkan aku win, Tapi kau sangat luar biasa”

“KELUARKAN ITU!!! Apa itu!!! Lepaskan aku!!”
Winwin berteriak karna ia juga merasa kesakitan.

“Maafkan aku sayang, Aku akan mulai okey,”

“Ahhhh ahhhhh Ahhh”
Hentakan yang awalya lembut kini mulai menguat pelahan.

“Ahhhhh ahhh ahhha pera saanh apah inihhh ahhh,”
Winwin mulai merasakan Hasratnya meningkat.

Yuta semakin memeluk Winwin dan meraba setiap sudut tubuhnya tanpa mengendorkan tempo.

“Ahhh ahhh ahhh ahhh akuhh,”
Melihat Winwin yang sepertinya hampir mencapai Klimaks, ia semakin mempercepat tempo agar semua cepat selesai dan tak terlalu lama membuat Winwin tersiksa.

“Ahhhh ahhhh Yuta ahhh,”

“Keluarkan win, Cepat lepaskan saja” Yuta membuat temponya semakin menggila.

“Akuhhhh ahhhh oohhhh yutahhh,”

“Winwin! Ahh,”

“Yuta aku ahhh,”

“Aku Juga!”

“AAAAKHHHHHHHHHHHHHHH,”

Mereka Datang bersama.

DRRRTTT ZCRAAZZZTTTTT
tubuh Winwin langsung mengeluarkan Cahaya Silau berwarna Indigo.

Cahaya itu sangat kuat sampai Yuta tak bisa melihat apa-apa dan terpental sangat keras.

Perlahan Cahaya mulai redup. Semua ikatan atau penutup mata Winwin terbuka. Bola matanya berubah menjadi warna Indigo.

Yuta segera berlari dan menyelimuti tubuh Winwin yang polos. Winwin tampaknya masih belum sadar walau matanya terbuka sekarang.

Ia sedang mendapat Penglihatan Pertamanya.

“Jungwoo,”
Winwin bergumam.

Setelah beberapa detik kemudian bola matanya kembali menjadi hitam dan mulai tersadar dengan apa yang terjadi padanya. Ia menatap Yuta tajam

“BERANI-BERANINYA KAU MENYETUBUHIKU!!!”
Winwin berdiri di atas ranjang dengan tubuh polosnya. Dan wajah yang berkilat Marah.

ZZZSRRRTTTTTT

Winwin Mengeluarkan Perisai Transparan Berwarna Merah muda dan sebuah Panah yang berwarna sama. (Ini kemampuan Khusus para Perisai)

Mengarahkan Panah itu pada Yuta kemudian

“Aakkhh!!”
Memanah Yuta dengan tepat di dadanya.

Yuta pasti mati sebentar lagi

Yuta tak menyangka Jika Winwin akan semarah itu dan langsung menyerangnya seperti ini bahkan tega memanah organ vitalnya.
Winwin Memanah Tepat di jantungnya.

Panah seorang perisai tak bisa di tangkis dengan apapun juga. Itulah keistimewaan mereka.

“Winwin tersenyum puas melihat Yuta yang sekarat. Kemudian mencabut panah itu dengan sangat kasar,”

“Aakkkhhhhh!!!”

“Bagaimana rasanya? Sakit?”
Winwin tersenyum meremehkan kemudian meletakan tanganya pada luka yuta.

Tak berselang lama Akhirnya Winwin Dan Yuta keluar dari kamarnya.

“Renjun!”

Winwin mencari adik sepupunya itu.

Renjun yang mendengar Suara Winwin langsung berlari keluar. doyoung mengekor seperti biasa.

“Koko,”
Renjun menatap Winwin yang terlihat beda sekali sekarang. Terlihat lebih Kuat, Lebih tegak dan Lebih cantik dari biasanya. Sementara itu ia melihat Yuta, Yuta seperti beringsut ketakutan pada Winwin.

Apa yang terjadi? – Batin Renjun.

“Apa berhasil?”
Renjun bertanya pada Yuta. Yuta hanya mengangguk pelan sambil memandangi lantai. Ia masih ngeri ketika Winwin hampir membunuhnya dan kemudian menyembuhkan lukanya hanya dengan beberapa detik saja.

Tentu saja Winwin berkuasa sekarang. Ia bisa menyiksa Yuta kemudian mengobatinya bukan?

“Maafkan aku Ko, Aku-”

“Dimana Jaemin!?”
Rupanya Winwin tak memusingkan tentang Renjun yang bersekongkol dengan Yuta.

“Disana!! Ada disana win!”
Doyoung langsung menarik tangan Winwin.

BRAKKKKK

“JENO-A!!!”
Doyoung masuk kedalam kamar Jeno dengan raut wajah bahagia sekali.

Disana rupanya tak cuma ada Jeno. Namun ada Jisung, Chenle, Johnny dan Kun yang ikut menunggui Jaemin.

Winwin datang mendekati Jaemin yang terbaring.

Semua orang sudah berdiri memberi Ruang Jaemin dan Winwin.

Winwin meletakan tanganya pada kening Jaemin.

Tak sampai 5 detik, Jaemin membuka matanya.

“JAEMIN AH!!!”
Jeno langsung memeluk Jaemin.

Jaemin Mengedarkan pandangan dan bingung mengapa ia berada di tempat asing dengan Orang-orang yang Sudah di kenalnya?

“Kita dimana?”

“Kita di Markas NEO. Mereka yang menolong kita dan dia! Namanya Winwin! Dia yang menyembuhkanmu,”
Winwin tersenyum melambaikan tanganya pada Jaemin.

“Sekarang Dimana Pengasuh kalian yang akan segera mati itu?”

Winwin Mencari Taemin.

Part 8

Bagaimana Part ini? Kemaren pada minta pakai gambar kan…Nah itu diaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Tapi jujur aja aq juga maluπŸ™ˆπŸ™ˆ Nanti kalau ada yang protes langsung aku hapus deh. πŸ™Š

Part ini super panjang kan?
Jangan lupa Vote and Comment ya guys.

Add Comment