NCT Destiny Squad PART 8 πŸ”ž LucasXJungwoo [Fanfiction Rate M] WARNING!! MATURE CONTENT!!! - Kpop Indonesia

NCT Destiny Squad PART 8 πŸ”ž LucasXJungwoo [Fanfiction Rate M] WARNING!! MATURE CONTENT!!!

Guys…

Tolong hargai karya orang. Maksutku Karyaku ya..

Kalau ga mau hargai Lewat vote dan Comment.
Transfer juga boleh bangaaat.
PM for Rek.

Happy Reading ~

Winwin Yang telah terbuka Segelnya rupanya berubah menjadi sangat kuat dan tangguh. Ia dapat mengobati seseorang dalam beberapa detik saja.

Jaemin yang tak sadarkan diri selama berhari-hari hanya butuh 3 detik untuk disentuh Winwin kemudian dia terbangun.

Setelah menolong Jaemin, Winwin mencari sang Pengasuh NCT yang sedang sakit parah.

Taemin berada di kamar di temani Minho yang sedang duduk di sampingnya.

“Hyung,”
Taeyong datang bersama yang lain.

Winwin mendekat pada Taemin yang tengah berbaring lemah. Semua orang sudah mengerti maksut Winwin, mereka memberi Spasi.

menyentuh kepala Taemin sejenak kemudian membuka matanya.

“Dia sembuh,”
Ucap Winwin.

“GOMAWO WINWIN-AH!! GOMAWO YUTA-AH,” Minho memeluk Yuta dan winwin bergantian. kemudian berlari memeluk Taemin. Semua orang menangis dan terharu karna Pengasuh mereka Lolos dari kematian.

“Taemin-ah!! Taemin-ah!!”
Jisung dan Minhyun yang baru saja pulang dari Kedutaan besar segera berlari mendengar kabar Taemin yang telah di sembuhkan.

“Siapa mereka?”
Tanya Jisung.

“Oh itu Bunda Jisung dan Appa Minhyun. Mereka Ibu dan ayah disini,” Terang Chenle.

“Namanya Sama dengan namaku,”

“Hanya nama, Kau lebih imut,”
Chenle dan Jisung tersenyum.

Setelah kejadian mengharukan itu, semua kembali kedalam kamar masing-masih. Namun tampaknya Yuta maju-mundur untuk kembali ke kamarnya.

Takut jika Winwin akan menindasnya lagi.

“Mengapa kau diam disitu seperti orang bodoh! Masuk!!” Perintah Winwin.

“Iya,” Yuta menurut seperti anak anjing.

Sementara itu Di Surabaya.
Anak-Anak terpilih yang belum di temukan sedang asik tidur.

Mark Memutuskan untuk tinggal sementara bersama lucas sampai Ujian praktek mereka selesai. Kini ia berada di kamar lucas setelah heboh di omeli Mas Taeil gara-gara menghancurkan dapur.

Untung Mas Taeil Lelaki sabar dan tidak berpantat lebar. Jadi dia hanya memaki-maki dan kemudian menyuruh anak-anak itu tidur.

Pukul 23:00q
Mark gelisah dalam tidurnya…
Ia terus gusar dan mengeluarkan banyak keringat

Tubuhnya menjadi sangat panas.

Lucas yang tidur dengan memakai Mark sebagai guling Menjadi terbangun karna merasa kulitnya panas bersentuhan dengan kulit Mark

“HOOOAAMMM”
Lucas bangun kemudian memandang Mark yang mengucurkan banyak keringat dalam tidurnya.

“Mark!?”
Merasa ada yang aneh Lucas menyentuh kening Mark.

“Auch,” Mengangkat telapak tanganya sendiri.

“ASTAGA mark demam!!”

Lucas berlari kedapur kemudian mengambil es batu dan waslap.
Mencampurkan dengan air dan meletakanya di kening Mark.

“Maaark….kenapa panas banget Mark, Hiks Hiks,” Lucas sudah panik melihat Suhu badan Mark yang tidak menurun.

“AAAAAAGGGGHHHHHHHHHH”

Mark bangkit membuka matanya lebar kemudian tubuhnya mengeluarkan cahaya berwarna Orange terang. Lucas sudah terpental kepojok ruangan.

Lucas memandang Mark pun terbelalak karna Pupil matanya berubah menjadi warna Orange juga.

“KYAAAAAAAAAAAAAA,”
Mark berteriak keras. Setelah kilat cahaya menghilang Lucas langsung berlari menghampiri Mark.

“Mark! kamu kenapa Mark! Masa tidur sekali di rumahku langsung Kayak gini duh ya ampun,” Lucas sudah menepuk-nepuk pipi Mark.

“WOY Mark!!”
Lucas mengguncang-guncangkan tubuh Mark. Tampaknya Mark masih belum tersadar.

BRAAKKKKKKK

“Mas Taeil!”
Lucas berlari menuju Taeil yang baru saja menggebrak Pintu.
Taeil fikir Lucas yang tengah mendapat penglihatan, Namun ternyata itu Mark.

Mark masih mematung dengan pupil mata berwarna Orange.

“Mas Taeil tolongin Mark Maaaaaas,” Lucas sudah panik.

“Ada apa!!!???”
Jungwoo dan Ten yang berada di kamar seberan ikut terbangun karna Teriakan Lucas.

“Mark sedang mendapat Penglihatan,” Jelas Taeil. Membuat Jungwoo dan Ten ketakutan.

“Gawat!! Mereka akan datang!!”

“Tidak perlu khawatir. Kalian lupa kemampuan Mas Taeil ya? Kita aman,”

Lucas yang tak tau apa-apa hanya Tolah-toleh seperti kipas angin.

Tak lama kemudian Warna pupil mata Mark kembali hitam dan dia bernafas tersengal-sengal.

“Kas,”

“MAAAAARRKKKKK!!!”
lucas langsung lari lagi kemuju mark dan memeluk sahabatnya itu erat sambil menangis tersedu-sedu.

“Mark tadi kamu kenapa?” Tanya Lucas khawatir. Dia masih menggenggam tangan Mark.

“Tas Taeil mungkin bisa jelasin kas,”
Tampaknya Mark juga telah mengetahui semuanya lewat pengelihatanya.

“Segelmu terbuka Mark,”

“Iya mas, Sekarang di antara kita semua Kurang lucas aja,”

“Kalian ngomongin apa sih,”
Lucas bingung.

“Mas Moon Taeil sebaiknya menjelaskanya semua pada Lucas,”

“Iya Dek Jungwoo,”
Wajah Taeil bersemu merah.

“Apasih Guys,”
Lucas menatap yang lain heran.

“Lucas Ayo duduk sini, Jangan Mondar-mandir kayak Tukang nagih kredit” Mark menepuk Ranjang tempatnya bersila. Jungwoo dan Ten juga sudah ikut duduk di ranjang itu.

Hanya Mas Taeil yang berdiri karna Dia kepala suku.

Bukan.

Dia Yang tertua.

Bukan juga.

Karna dia yang akan menerangkan.

Nah itu betul.

“Naaaah okey semuanya. Kita mulai dengan Lucas yang masih Polos dan belum mengerti hidup ini. Bagaimana kerasnya kita semua berada di tahap ini kecuali Mark. (Yang dengan lancarnya dapat penglihatan)

Begini kas.

Kita semua yang ada disini adalah Orang-orang terpilih,”

“Hah? emang kita ikut Beasiswa keluar negri mas?”

“Bukan lucaaas. Kebiasaan kalau orang tua ngomong suka motong-motong,” Taeil Mbleyer.

“Ya ya okey Orang tua,”
(Taeil Deatlarge)

“Kita semua yang ada disini Anak Istimewa Yang di takdirkan punya nasib besar merubah masa depan kas, Kita semua disini mempunyai kekuatan, Contohnya Mas Taeil. Mas Taeil bisa membaca fikiran dan melindungi wilayah. Ten bisa menjelajah waktu, dan Jungwoo cantik yang bisa Hipnotis dan Regenerasi Sel”

“Jungwoo itu Anti Mati,”
Seru Ten.

“Omo! Jungwoo, Apa kau Deathpool?”

“Mark jangan ikut-ikutan bikin kesal ya,” Jungwoo sudah memsang tampang masam sekali.

“Waaah…Jadi Kalian komplotan X-Men ya? Lucas mau jadi Wolverine”

Hedeeeh

“Kalau Mark, kekuatanmu apa mark? Waah…Keren nih pasti,” Lucas Antusias.

“Aku? Eummm…Melihat Hantu?”

“HUWAAAA…kemampuan apa itu. Tidak berguna!” Lucas kecewa

Huuuuuuuuu~ Penonton kecewa.

“Kamu bisa lihat Hantu Mark?”

“Iya mas, Habis dapat penglihatan aku lihat setan mondar-mandir diruangan ini. Maksutku bukan lucas. Tapi setan yang lain,”

“Murkli minta di kentut sampai Cepirit?” Ucap Lucas.

“Hehehe,,,Tapi aku ini masih kualahan ngendali’in kekuatanya mas. Mana itu Setan-setan Pengen masuk badan- Hihihihihihi. Hihihihi”

Mark yang semula duduk bersila di ranjang kini tertawa-tawa nyaring sambil duduk merapatkan pahanya.

“WOW! Mark Kesurupan Mas!!”
Lucas Bersemangat.

“Kita harus bagaimana Mas Taeil. Kemampuan Mark paling aneh,” Ucap Jungwoo.

“Hihihihihihi,”
Mark masih tertawa-tawa sambil menutup matanya.

“Sini biar aku lihat Jiwanya”
Taeil yang mempunyai kemampuan membaca fikiran itu berusaha mencari tau apa yang telah terjadi pada tubuh Mark. Taeil mulai menyentuh Mark(Melihat semua Mimpi penglihatan termasuk melihat makluk-makluk astral yang dilihat oleh Mark)

“Ya ampun Yang Masuk kuntilanak,”
Ucap Taeil.

“Waduh terus ini gimana mas, Dimana nyari orang pinter buat ngusir. Eh! Tunggu! Dia Kunti kan?”

“Iya kas, Kenapa emangnya? Jangan aneh-aneh kas,” Taeil yang hapal kelakuan Lucas sudah curiga.

“Aku tuh dari dulu udah penasaran mas, Sekarang aku mau tanya langsung,” Lucas mendekati Mark yang duduk dan tertawa-tawa sendiri di Ranjang.

“Mbak kunti, Lucas dari kecil sering nonton Uka-uka mbak. Dan lucas penasaran sama setan-setan apalagi mbak kunti yang rambutnya panjang. Mbak kunti rambutnya panjang ga?”

Mark tersenyum-senyum lalu mengangguk.

“Okeyy…eumm…Mbak kunti beneran pake baju putih, Rambutnya berantakan? Mbak kunti tidak pernah Creambath sih! Kalau abis pakai shampo itu lanjut pakai conditioner biar tidak Hawut-hawutan mbak!”

Mark mengangguk.

“Mbak kunti cantik ga?”

“Hihihihihihihihi,” Mark tertawa nyaring.

“Yeeee tersipu si Demit,” Gumam Ten.

“Kalo gitu coba liat aku mbak, Jujur saja. Lucas ganteng tidak?”

Mark melihat Lucas kemudian beringsut malu sambil tersenyum-senyum ia mengangguk.

“OKeeeeY KELUARIN DIA MAS TAEIL. INI MULAI SEREEEEM,” Lucas heboh.

“Nah kapok! Di taksir setan,” Jungwoo ikut berbisik dan di susul ketawa kecil dari Ten.

“Mas Taeiiiil, Keluarin dia Maaaas. Lucas takut,” Lucas lari dan bersembunyi di belakang Taeil.

“GRRHHHOOOWAAAAA AGGGGRRRRR GRROOOOAAAA,”
mark kini mengangung membuat semua orang yang ada di kamar terkejut. Jungwoo dan Ten bahkan langsung loncat dari ranjang saking terkejutnya.

Mark sudah seperti hewan buas.

“S-si-siapa lagi ini,” Ucap lucas seraya mencoba mendekat.

“GWRAAOOOGGHHH,”

“Siapa disana? Ring-ring olala?”
“Kas, Berhenti main-main”

Taeil menegur Lucas yang masih berkelakuan seperti biasa padahal sahabatnya sedang di rasuki setan.

“Iyadeeh. Ini siapa?”
“Aing Maung,”
“Maungnya Biskuat?”

menepuk jidat masing-masing.

Hadeeeeeh

“Duh kamu tuh bisa tidak sih kas Normal sedikit,” Ten mulai kesal.

“Iya nih lucas, Mark sedang entah dimana ini sempat-sempatnya,”
Jungwoo kompor.

“Iyadeeh, Ini genderuwo?”
Lucas mendekat lagi.

“ARRRRGGGHH, GHA HA HA HA” Mark mengaung kemudian berdiri dan tertawa berat.

“Wah bener loh, Dia genderuwo! Eh Katanya kamu itu bangsa setan paling besar ya?”

Tiba-tiba lucas punya ide gila.

“Sebentar,”
Lucas berlari kemudian membuka lemari. Memakai sesuatu

(Kostum Pokemon)

“Naaah…Sekarang aku Bulbasur, Kau dan aku kini sama besarnya wahai genderuwo”

Hadeh lucasπŸ˜‘

“Kas, Kamu stress?”
Sarkas Jungwoo

“Ini kostum pas perfom Perpisahan SMA Wu, Mark juga punya. Punya dia Pikachu malah,”

“Tidak penting sekali Lucas,” Ten memutar bola mata bosan.

“eeeggggrrrrhhhhhhhh,”
Suara Mark telah berubah lagi.
Sekarang ia berdiri di atas ranjang dan meloncat-loncat.

“Woy! Woy! Itu bukan Trampolin, Rusak ntar kasur gueeee” Lucas menarik Mark turun. Kemu😠dian Mark meloncat kesana-kemari.

“Lah lah Udah…Pocong nih pasti,Aduh capek juga liatin dia loncat sana-sini,” Lucas kemudian tidur-tiduran di ranjang.

Membiarkan Mark meloncat-loncat keliling kamar sendiri.

“WOOOOY!!! Sahabatmu itu!!!”
Ten kesal sekali.

“Mas Moon Taeil kita harus gimana? Masa Mark mau di biarkan Loncat-loncatan sampai pagi?” Tanya Jungwoo. Dia merasa kasihan pada Mark.

“Bagaimana ya dek Jungwoo, Mas Taeil tidak punya kemampuan lebih sih. Apalagi kemampuan Spiritual seperti ini..Mas juga ga menyangka kalau kemampuan Mark seperti ini. Kenapa kemampuan dia ga ada yang bagus…udah bawa sial, Tukang kutuk sekarang kesurupan terus,” Terang Taeil. Ia juga bingung bagaimana mengatasi Mark.

“Cong pocong, Lucas mau tanya. Selama Kamu menjadi pocong kan tidak bisa jalan jadi kamu meloncat terus kan ya? Naaaah…Pernah tidak, Kamu pas loncat terus nginjek taik kucing?” Semua mata kini memberi Deatlarge pada Lucas.

“Lucaaaaaaaas,”
Semua berteriak memanggil namanya serentak.

“Apa? Salah lucas dimana?”

“AGGGGHHHHHHHHHRRRRRRR,”
Mark mulai memberontak dan Bergeram keras.

“Liat mas! Pocongnya ngamum Lucas tanyain gitu, Kenapa pak pocong? Anda Kesel ya di tanyain sama Bulbasur? Ntar lucas lepas deh” Lucas semakin mengekori Mark.

“Oh iya, Satu lagi. Sepanjang Karir anda menjadi pocong pernah tidak, Anda tersandung ? Seperti di film-film lucu tuh, Lucas penasaran tolong di jawab,” Lucas mengikuti Mark.

“GRRaggghhhhhh,”
Mark meloncat menjauh menghindari Lucas yang terus mengejarnya dengan pertanyaan absurd.

“Ya ampun adikmu Mas Taeil,”
Ten dan Jungwoo hanya bisa menggerutu pada Taeil.

Tak berselang lama Mark berhenti meloncat dan.

“EheheheHe Ckckkckckckck,”

Semua mata beralih perhatian lagi pada Mark. Suaranya telah berubah. Sekarang ia tertawa-tawa riang tak seperti tadi yang berat dan besar.

“Nah apalagi ini?”

Melihat Mark tidak seberbahaya tadi, Taeil mencoba mendekat lagi kemudian menyentuh mark untuk mengetahui siapa lagi yang merasukinya.

“Siapa mas?”
Lucas bertanya selidik.

“Anak kecil kas,”

“Ah dedek~ Mau main sama kakak Ukas?” Lucas mendekati Mark dan merangkulnya

Mark memandang Lucas kemudian mengangguk tertawa.

“Dedek mau boneka Pikachu?” Tanya Lucas. Mark mengangguk semangat.

“Kalo gitu Dedek harus keluar dari badan temen kak Ucas ini,”

Mark menggeleng

“Waaaah…Anak bandel ya! Nanti Kak Ucas aduin ke Kak seto loh ya kalau Nakal gitu. Biarin aja, Biar nanti kamu dimasukin Ke Sekolah yang ketat, Yang ga bisa nyontek pas Ujian. Mau!?” Mark menggeleng.

“Nah, Keluar sekarang!”
Mark mengangguk Kemudian terjatuh lemas.

“Aduuhhh kas,” Mark memijat tengkuknya.

Taeil, Jungwoo dan Ten hanya bisa ternganga melihat Lucas dengan mudahnya mengeluarkan setan dari dalam tubuh Mark.

“Gimana bisa kamu kas,” Taeil mendekati mereka.

“Biasa…Lucas ancam pake kak Seto,” Lucas meringis lebar. Merasa bangga dengan diri sendiri.

“Ya ampun kas, Ngawur kamu tuh…Aku bisa denger semua yang kamu omongin. Gila ya kamu, Setan kayak ga ada harga dirinya,” Mark masih memijat-mijat tengkuk dan kepalanya.

“Aku berusaha bikin mereka keluar dari kamu Mark, Kan Bahaya kalau di rasuki terus-terusan. otak kamu bisa pendarahan soalnya mereka menguasai diri kamu itu dengan nyerang fikiran.

Makanya orang kalau kesurupan ga kuat mereka muntah. Tapi kamu enggak loh Mark…Bahkan mereka Gonta-ganti masuk Badanmu masih ga reaksi apa-apa,” Lucas sudah bertepuk tangan terkagum pada dirinya sendiri yang tau banyak hal.

“Tapi Nkamu Ngomongnya tidak aturan kas, Ngawuuuuur!”

Bagaimana tidak? Setannya sampai Kesal pada Lucas.

“Mas, Kok lucas tau hal-hal begitu?” Ten berbisik.

“Dari kecil Lucas suka Nonton uka-uka…Pas remaja nonton Uji nyali Terus sekarang Kalo malem nonton Roy Kimochi,” Ten dan Jungwoo bingung. Tentu mereka tidak tau karna mereka kan dari luar negri. Di Thailand Dan Jerman tidak ada Acara Karma.

“Kas, Itu anak kecil yang tadi kamu janjiin Pikachu nagih terus tuh,” Mark menunjuk sudut Kamar.

“Dimana dia Mark?”

“Disana,”
Mengarahkanya

“Oh okey,”
Lucas berjongkok di depan tempat yang di tunjuk Mark.

“Dedek, Kak Ucas ga bisa lihat kamu tapi Kakak Markli bisa. Jadi Katanya dia yang bakal kasih kamu pikachu,”

“WOOYYYYY,”
Mark bersungut.

“Ya ampun, Udah ayo kita tidur wu. Kalau kita terus disini nanti kita ketularan Tidak punya otak seperti dua Ubur-ubur itu,” Ten menggandeng Jungwoo keluar.

Ten dan Jungwoo sudah kembali ke kamar dan Taeil juga sudah kembali kekamarnya setelah mengomeli Mark dan Lucas karna mereka terus bertengkar.

Sekarang Rumah telah sepi karna semua orang kembali tidur, Kecuali Mark-lucas yang sekarang sedang Curhat-curhatan di bawah selimut.

“Jadi kamu lihat apa aja mark?”

“Aku lihat Bla bla bla bla bla bla,”
Mereka berbisik-bisik takut terdengar Taeil.

Mereka bercerita sampai Subuh.

Pagi Hari di markas NEO

Taeyong sudah berada di dapur bersama Kun dan kini mendapat anggota baru yang akan menguasai Dapur juga.
Doyoung dan Jaemin.

“Kalian kan anggota baru disini, Santai saja dulu. Apalagi Jaemin baru saja sadar,”
Taeyong memotong bahan.

“Tak apa Hyung. Aku baik-baik saja,” Jaemin membantu Taeyong memotong sayur. Kemudian memandang isi dapur

“Mengapa malah kau yang ada disini Hyung? Dimana Renjun?”
Jaemin bertanya pada Doyoung..Pasalnya hanya Doyoung yang Seme disini. Dia punya pasangan mengapa malah dia yang berada di dapur.

“Tidak apa, Dulu juga aku yang menyiapkan makanan untuk Jeno dan Jisung. Aku pintar memasak. Lagipula Renjun masih sangat kecil, aku tak ingin dia terlalu banyak bekerja keras,”

“Ah kau luar biasa kakak ipar,” Jaemin memeluk Doyoung. Taeyong dan Kun ikut tersenyum melihat mereka

“Annyeonghaseyoooooo~ Haechan disini untuk membantu para kakak,”
Haechan datang dengan suara nyaringnya.

“Eh dimana Winwin? Mengapa dia tidak disini? Apa dia tidak mengurusi Nii-chanku dengan baik? Loh…mengapa Doy Hyung ada diaini? Ahh sungguh Mereka berdua sama saja,” Haechan mulai berisik lagi.

Haechan berencana hanya membantu para kakak saja namun ternyata Winwin tidak mengurusi kakaknya dengan baik jadi mau tak mau Haechan yang mengurusi Yuta.

Mereka semua membuat makanan bersama dam mengurusi pasangan masing-masing. Kecuali yang belum mempunyai pasangan seperti Jhonny, Chenle, Jisung dan Haechan tapi ternyata Haechan malah ikut bersama mereka. Jadi sisanya akan di urus oleh Taeyong dan Kun.

Semua telah berkumpul di ruang makan. Awalnya Winwin masih tidak mau berkumpul dengan yang lainya karna ia masih merasa marah pada mereka. Tapi Renjun terus-terusan membujuk dan Yuta juga terus menempelinya bahkan mengancam akan mencium Winwin jika tidak ikut sarapan.

Akhirnya Winwin kini ikut duduk bersama yang lain.

Ada Minho dan Taemin yang memimpin Do’a.

Setelah Selesai berdo’an. Semua mengurusi pasangan masing-masing dan Mulai menikmati makanan mereka tapi tidak dengan Taeyong yang pergi membawa dua piring sekaligus.

“Mau kemana dia?”
Tanya Jaemin.
“Menemui Mate nya,” Jawab Jeno singkat.
“Loh, Mate Taeyong hyung disini? Kenapa aku tak melihatnya sama sekali?” Wajar saja. Jaemin paling tak tau apa-apa mengenai Organisasi karna dia baru sadar dari koma kemarin sore.

Di depan pintu, Taeyong ragu apa dia harus masuk atau tidak.
Selama ini ia tak pernah masuk tapi bagaimana cara memberikan makananya jika ia tak membuka pintu? Mau tak mau ia harus masuk bukan?

“Selamat pagi Jaehyun,”

Jaehyun terjengkat terkejut.

“K-kau,”
Jaehyun cukup heran tapi ia senang melihat Taeyong secara langsung.

“Aku datang mengantarkan sarapanmu,” Taeyong tersenyum

“Dimana temanmu yang besar itu? Atau si kecil yang biasanya,”

“Johnny dan Chenle? Mengapa mencari mereka? Kau tak suka jika aku yang mengantarkanya? Baiklah aku keluar,” Taeyong hampir melangkah pergi jika Jaehyun tak menahanya.

“Andwe!”

Taeyong mendekat kemudian duduk di dekat Jaehyun.

Mereka saling melihat.

1

2

3

Taeyong salah tingkah.

“Itu sarapanmu, Segeralah makan. Jika butuh sesuatu kau bisa memanggilku,” Taeyong sudah tak tahan ingin menangis. Ia harus segera pergi sebelum Jaehyun menahanya lagi.

“Jangan pergi dulu hyung, Bisakah kau disini sebentar bersamaku? Aku sangat kesepian,” Jaehyun menahan tangan Taeyong kemudian menyandarkan dirinya di punggung Taeyong.

“Mengapa kau terus mengurungku hyung? aku ingin pulang,”
Ucap halus Jaehyun.

Namun Taeyong tetap bisa mendengarnya karna bibir jaehyun ada di belakang telinga Taeyong.

Part 9

VOTE WOY VOTE!

Gimana ceritanya…? Bagus ga?
Bayaaaar! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Add Comment