NCT Destiny Squad PART 9 πŸ”ž LucasXJungwoo [Fanfiction Rate M] - Kpop Indonesia

NCT Destiny Squad PART 9 πŸ”ž LucasXJungwoo [Fanfiction Rate M]

Guys…Kalau ada yang ingin di katakan ??
atau ada yang mau Transfer duwit? tidak usah! Saya menolak.

Jangan Lupa Vote dan Comment Okey. Boooom Booom Nuklir saya pake Komen tak apa.

Happy Readiiing~

Hari ini Jungwoo bagun pagi untuk membuat sarapan bagi yang lain. Entah mengapa ia merasa bertanggung jawab pada mereka semua.

“Aduuuuh, Raden ayu pagi-pagi sudah rajin. Ah benar-benar calon Idaman,” Taeil yang biasanya membuat Sarapan untuk lucas Cukup terkejut melihat Jungwoo sendirian di dapur.

“Mas Moon Taeil bangun pagi juga?”

“Aku selalu bangun pagi untuk mengurusi itu anak beruk,”

Jungwoo terkekeh.

” Aku dulu juga selalu bangun pagi untuk mengurusi Adiku, Ah…YangYang,” Jungwoo memasang expresi yang sangat menyedihkan.

“Sudah jangan di ingat-ingat lagi. Buat dirimu bahagia bersama kami. Kan sekarang ada Mas Taeil, Ada Ten sahabatmu dan Lucas-Mark yang tidak kalah lucu dari Sirkus lumba-lumba,”

“Iya mereka berdua lucu sekali mas. Aku tidak pernah bertemu anak sekacau mereka.”

“Eh tapi Mereka itu lebih Tua darimu loh Dek Jungwoo. Dek Jungwoo harusnya panggil mereka Kakak juga,”

“Kelakuan mereka tidak layak di panggil kakak mas,”

“setuju,”
Tak lama kemudian Mereka berdua bahu membahu membuat sarapan yang hangat untuk yang lain.

“MAS! SUDAH MATANG MAS??,”
Lucas masih turun dari tangga, tapi suaranya sudah sampai di dapur.

“Ga usah teriak kas, Sini bantuin!” Lucas menurut, Ia membantu Jungwoo yang terlihat kerepotan.

Lucas memandang Jungwoo sejenak dan merasa Jungwoo yang sedang minum itu cantik sekali.

“Jangan nglamun! Nanti Setan nya Mark masuk di kamu!” Mas Taeil mengingatkan.

“Iya iyaaa,”
Lucas berjalan membawa lauk-pauk kemeja Makan.

“MASYALLAH!!”

Lucas berjengkat melihat Mark yang tiba-tiba sudah berada di meja makan. Duduk dengan tenang dan melotot pada Lucas.

“Kenapa Melotot sih Mark! Serem weh!” Lucas meletakan Lauk itu di depan Mark kemudian kembali kedapur untuk membantu membawa yang lain.

“Sudah kamu tata kas?”

“Sudah mas, Markonah udah Stand By di Meja makan,”

“Yaudah ayo kita makan, Dek Jungwoo ayo sarapan,”

“Aku mau bangunin Ten dulu mas,”

“Okey kita tunggu di meja makan ya,”

“Iya,”

Mereka bertiga keluar dapur dan berhenti karna suatu pendangan mengejutkan.

Mark disana.

Sedang makan.

MEMAKAN SEMUA MAKANAN!

Mark Menyantap semua masakan dengan rakus. Semua ia lalap sendiri padahal yang masak dan bantu-bantu baru saja mau parkir badan.

“YA GUSTI,”
Taeil mendekati Mark yang terlihat tak memperdulikan mereka bertiga.
“Yah Ayamkuuuuuuu,”
Lucas sudah menangis hampa. Ia bahkan tidak jadi menCuil ayam Incaran yang sengaja ia pisahkan. Ia sudah memilih ayam yang paling besar padahal loh.

“Belum makan sudah habis,”
Keluh Jungwoo.

“Tidak apa-apa dek Jungwoo nanti kita pergi nyari sarapan di luar okey, Kamu bangunin dek Tenten dulu aja ya,” Menuruti Ucapan Taeil Jungwoo melewati Mark yang asik makan sendiri.

“Eh Elu ya!!”
Lucas mendorong pelan kepala Mark menggunakan jari.

“Masio Bajingan ya gak gitu mbut!”
Lucas menarik Jambang Mark. Empunya langsung menghentikan kegiatanya kemudian menatap Lucas Nyalang.

“Apa Lu alis badut Mekdi!” Tantang Lucas, Yang kemudian menarik Alis Mark. Mark masih tak bergeming dan melotot pada Lucas.

“Gue ketekin mampus lu tapir,”
Lucas kesal setengah mati.

“Bentar kas, Minggir coba”
Taeil merasa ada yang aneh pada Mark. Ia meminta Lucas menyingkir karna lucas sepertinya sangat emosi dan siap mengrudungi Mark dengan Tudung Nasi.

Taeil menyentuh pundak Mark.

“Nah benar kan. Sundel Bolong kas,”
Lucas mengambil nafas panjang.

“Anda ini dasar ya Wanita begundal gak punya unggah-ungguh! Lagian Makan kayak gitu bisa bikin Obesitas! Emang bukan sampean yang Melar tapi sahabat saya ! Kan Kasian dia udah pendek, Bulet dan kalah ganteng dari saya kan ironis sekali itu. Keluar atau tak Jahit punggungmu! Biar ga jadi sundel bolong lagi ntar, Jadi sundel Tembel mau!?”

Mark bergeleng.

“Keluar!!”
Bentak Lucas.

BRAK!
Mark langsung lemas tak sadarkan diri.
[Wajahnya masuk kedalam Mangkuk sayur]

“Maaaaark,”
Lucas langsung menolong sahabatnya yang tenggelam didalam sayur lodeh.

“Aduuuuh,, idung gue kemasukan kacang panjang,”
Mark membersikan wajahnya di bantu lucas yang sudah sigap mengambil tisu.

“Maaf ya Mas Taeil, Maaf ya Kas…Tuh Sundel tiba-tiba masuk pas aku bangun tidur,” Mark merasa sangat bersalah.

Ketika ia di rasuki Ia bisa melihat dan mendengar semuanya tapi ia tak bisa mengendalikan Tubuhnya sendiri.

“Berhubung makananya Sudah habis kita pergi keluar nyari sarapan diluar okey,”
Mas Taeil mengajak mereka pergi keluar. Jungwoo dan ten juga sudah turun.

“Dek Uwu…Dek Tenten, Ayo”
Taeil menggandeng Jungwoo.

“Anda tidak usah ganjen pakde!”
Lucas melepaskan pegangan Taeil pada Jungwoo.

“Haihh Bajigur,”

Mereka menunggu diluar rumah.

Taeil telah datang dengan Mobil nya, Mereka segera masuk setelah Lucas mengunci pintu rumah.

ZZZZRRRRRRTTTTTTTTTTTT

Sebuah Kilatan cahaya berwarna Merah kebiruan muncul dan menampilkan 5 Orang berjajar disana.

“Benar disini tempatnya Jeno?”
Taeyong memastikan.

“Benar Hyung. Mereka semua ada disini, Titik koordinasinya sudah tepat. Harusnya sekarang mereka ada disini,”

“Tapi dimana? Rumahnya Kosong. Dan…Heiiiy pintunya terkunci,” Haechan sudah berlari mengecek pintu.

“Tunggu, Apa ini?” Jhonny sudah berada di dapur.

Kali ini Jhonny ikut menjemput karna Mereka harus di temani seorang penyerang bukan? Harusnya Haechan tidak ikut karna dia sudah pasti hanya menyusahkan. Tapi dia merengek dan memaksa ingin ikut padahal dia itu Perisai. Kini Jhonny harus melindungi Mereka ber 4.

Berharap jika Anak terpilih yang mereka jemput ini ada yang merupakan petarung seperti dirinya agar bisa membantu seandainya mereka diserang secara tiba-tiba.

“WOW! Makananya masih hangat, Berarti mereka baru saja disini,” Ucap Haechan.

“Aku akan Cek di atas,”
Haechan menaiki tangga kemudian masuk kedalam kamar Lucas-Mark.
“Yare~Yare, Kenapa berantakan sekali disini”
Haechan keluar dari kamar itu kemudian masuk kamar sebelah kiri (Kamar Jungwoo-Ten) Tapi tetap tidak ada siapapun disana.

“Bagaimana ini? Tidak ada siapapun” Haechan turun tangga.

“Kita tunggu saja bagaimana?” Taeyong mengajukan.

“Baiklah,” semua setuju.

Kun duduk di sofa, Haechan menyalakan TV. Jhonny sedang menyurvei isi kulkas dan Jeno sedang asik bermain Laptop.

Kalian tidak lupa Jaemin bisa menguasai semua electronic dan Virtual World kan? Kini ia sedang mengobrol dengan Jeno lewat Laptop lucas.

Mereka betah sekali dirumah itu Kecuali Taeyong yang menunggu Lucas Dkk dengan perasaan resah.

Sementara itu mereka yang di tunggu kini sedang makan sarapan dengan lahap.

“Dek Jungwoo, ini namanya Nasi pecel. Di Jerman mungkin tidak ada tapi ini rasanya enak kok,”

“Yang ini apa mas?” Ten bertanya sembari menunjuk menu

“Oh itu Penyetan Panggang dek Tenten,” Taeil menjelaskan pada kedua orang asing itu dengan telaten. Untung mereka tidak mengalami kendala masalah bahasa.

“Kalau ini apa mas? Aku yang ini saja,” Jungwoo menunjuk menu.

“Itu Nasi Jagung Wu,”
Lucas membantu jawab.

“Mas minuman ini rasanya aneh, Jangan-jangan nanti makananya rasa aneh juga,” Gidik Jungwoo.

“Itu Es Dawet, Rasanya memang seperti itu dek Jungwoo,” Taeil

“Lagian Jungwoo pagi-pagi makan begitu begitu. Nanti kalau Murus kepentut-pentut baru tau rasa,” Lucas ikut menambahi.

“Kalau penyetan ini bagaimana? Kau makan apa Mark?” Ten bertanya pada Mark.

“Ahh aku rasanya ga tega mau makan, Itu disana ada Pocong loncat-loncat di atas mejanya orang-orang, Kayaknya tempat ini pakai pesugihan”

“Yang bener aja Mark!?”
Lucas terkejut.

“Masa aku bohong sih kas, Tuh di sampingmu juga ada genderuwo ngiler-ngilerin Es dawetnya Jungwoo,”

“Hiiiiiiiyyyy!!”
Lucas yang duduk di sebelah Jungwoo langsung merebut Es dawet yang sedotanya masih menempel di bibir jungwoo, Menariknya tiba-tiba dan membuangnya di Wastafel.

Jungwoo hanya terpaku. Ia sama sekali tak mengerti apa yang di bicarakan Lucas dan Mark.

“Kenapa Minumanku kau buang Lucas!?”

“Bekas genderuwo wu,”

“Genderuwo itu apa?” Ten bertanya penasaran.

“Genderuwo itu mahluk Ghaib kasap mata yang bisa dilihat orang tertentu. Nah kalian tau kan kalau kemampuanku bisa melihat makluk seperti itu. Nih lihat ya,”

Mark membuka ponselnya kemudian Searching ‘Genderuwo’ Dan menunjukanya pada Ten dan Jungwoo. Mereka berdua bergidik ngeri

Mereka Bukan Orang Indonesia jadi mereka perlu mengenal beraneka macam jenis-jenis Demit lokal.

ApadehπŸ˜‘

Mungkin Jenis Hantu yang ada di bayangan mereka adalah Jenis yang sudah ‘Go International’ jadi Mark perlu Mem’visualisasi’kan Wujud Genderuwo tersebut agar mereka lebih Paham lagi.

“Mas Taeiiiiil !!! Mark bilang Rumah makan ini pakai pesugihan mas, Ayo ketempat lain ayok,”

“Ya ampun Mark, Jangan seperti itu. Iya kalau benar kalau salah bagimana? Kalau itu setan lagi jalan-jalan masa ya salah yang punya Rumah makan ini? Jangan gitu Mark. Kamu bisa mateni sandang pangan orang Mark,”
Ucap Taeil bijak.

“Lucas ga mau pokoknya!
Lucas Jijiiiiiiiik,” Lucas merengek.

Setelah Mas Taeil dibuat Pusing oleh lucas yang terus merengek minta pindah. Sekarang akhirnya benar-benar pindah.

“Yah mas, Pagi-pagi sarapan Nasi padang Mas. Mas Taeil kan tau Lucas ga suka makanan padang, Uda-uda nya pelit! Nanti liat aja, Minta tambah kuah suruh tambah 3 ribu,”

“Ya gustiiii, Kaaaaaas kamu rewel banget toh ya!”

“Lah Mas Taeil bawa kita kesini, Lucas kan ga suka,”

“Lah daripada nanti ketempat lain ada Setan-setan lagi mending kesini kan? Orang padang tuh ga mempan Setan,”

“Mas Taeil ini Rendang?”
Ucap Ten.

“iiiih pinter dek Tenten, Kok tau sih?” Taeil membelai pucuk kepala Ten (KesempatanπŸ˜‘)

“Soalnya rendang termasuk makanan terlezat di dunia. Aku sering makan itu dulu,” Ten menjawab.

“Serius ten?” Jungwoo ikut penasaran.

“Benar wu, Kau belum pernah coba? Ambil ini wu,” Ten memberikan bagianya pada Jungwoo kemudian meminta yang baru pada si Uda.

“Mark, Disini ada setannya juga kan mark?” Bisik Lucas sambil berkedip-kedip Ia mencoba memberi kode pada Mark agar mengatakan:

‘Iya ada Setan’

Dan Lucas punya alasan untuk tidak makan Makanan padang di pagi hari.

“Tidak ada lucas,”
Lucas kecewa.

Ia bersungut seolah ingin menjitak kening Mark.

Sementara itu Di Markas NEO.

Para pengasuh sudah mengunjungi para anak mereka dan mendata mereka satu persatu karna sebenatar lagi akan bertambah banyak anggota. Mwreka perlu menambah kamar juga.

Selama Mereka disana, Mereka akan bersekolah dan kuliah seperti biasa agar keberadaan mereka tersamarkan.

“Kau sudah mengurus anak-anak Jisung-ssi?”

“Sudah, Aku akan memasukan Jisung, Chenle, Renjun, Haechan, Jeno dan Jaemin pada sekolah yang sama. Lalu Yang masuk Universitas itu Doyoung, Yuta, Kun, Taeyong, Jhonny, Winwin dan…Bagaimana dengan Jaehyun?”
Jisung kebingungan.

“Entahlah…Kita tak bisa mengambil langkah terburu untuknya, Lebih baik kita tunggu Taeyong saja dulu. Aku akan ikut Rapat dengan Dewan Utama dan Pemerintahan Pusat terkait mereka. Kita tentukan dan lindungi mereka sebaik mungkin,”
Ucap Taemin.

“Minho belum kembali?”

“Belum, Minhyun?”

“Minhyun sudah kembali, Sekarang ia sedang bertemu dengan kepala sekolah yang akan kita titipi anak-anak kita. Oh! Aku sempat mendengar angin tentang seseorang. Aku tak ingin memberimu harapan banyak tapi aku sedikit curiga itu adalah adikmu,” Jisung bergumam.

“Benarkah??? Dimana dia!? Dimana Jisung-ssi!!?” Taemin menjadi sangat Emosional.

“Sekarang dia berada di rusia, Aku tak tau pasti karna aku mendengar ini lewat mata-mata yang ku kirim. Tapi sekarang ia telah tewas, Aku tak mendapat banyak Informasi lainya,”

“Apakah itu benar-benar Jihoon,” Taemin menatap sayu.

“Aku tak berani memastikan tapi mereka bilang Anak itu tak bisa di bunuh. Bukankah Adikmu punya kemampuan penyembuh bukan? bisa saja ia terus menyembuhkan dirinya sendiri dan bertahan sejauh ini”

“Lalu bagaimana dengan Guanlin? apa dia juga masih hidup?”

“Entahlah…Tapi kau mungkin bisa mencuri data mereka lewat satelit,”

“Bagaimana caranya?”

Mereka berdua berfikir keras.

“Ah! Jaemin!”
Taemin menarik Jisung untuk ikut bersamanya.

Tok tok tok tok.

Jisung kecil datang membuka pintu.

Disana ada Winwin, Jaemin, Jisung, Chenle sedang berkumpul. Sepertinya anak-anak memang senang berada di kamar Jaemin. Yuta sedang pergi bersama Minho. Dan Doyoung bersama Minhyun. Dari semua anak terpilih Doyoung adalah yang paling pintar dalam segala hal. Ia juga membantu Minhyun berbicara dengan kepala sekolah.

“Ah sebentar, Ada Bunda Jisung dan Mama Taemin datang ke kamar kita. Nanti aku akan menghubungimu lagi okey, Pastikan dirimu tidak jauh dari monitor atau TV atau apapun yang bisa mengeluarkan gambar karna aku akan tiba-tiba muncul menghubungimu,”

“Baiklah Nana,”

“Okey Bye Jeno,”
Jaemin mengakhiri komunikasi mereka.

“Apa yang terjadi? mengapa mereka belum kembali?”

Taemin duduk disebelah Chenle. Mengelus kepala Chenle lembut. Taemin memperlakukan mereka seperti anaknya sendiri. Bahkan yang masih kecil seperti Chenle dan Jisung..Di anggap Bayi oleh Taemin.

Dan karna Chenle satu di antara yang lain yang tinggal bersama para pengasuh paling lama ia juga sudah akrab dengan semua Pengasuh apalagi pada Taemin. Dia sangat Manja

“Mereka menunggu anak-anak itu di rumahnya. Jeno Hyung bilang Anak-anak itu sedang keluar,”
Ucap Chenle yang memeluk dan bergelayut pada Taemin.

“Mama Taemin, Aku juga suka di peluk. Boleh aku memelukmu juga?” Jaemin memang karakter anak yang bersikap manis dan manja juga.

“Tentu saja, Kemarilah”
Taemin membuka Tanganya. Kini bertambahlah daftar anak-anak Manja Taemin.

“Siang-siang sudah Drama,”
Sarkasik Winwin.

“Ah Winwin ingin di peluk juga rupanya,” Bunda Jisung langsung memeluk Winwin.

“Kau tidak ingin di peluk juga?” Tanya Jisung pada Renjun.

“Kau fikir aku anak kecil!?”

“Apa ada disini yang lebih kecil darimu? Aku bahkan 15cm di atasmu,”

“Dasar adik kurang ajar, akan kuadukan pada Kakakmu!” Omel Renjun.

“Eiiiyyyy aku hanya bercanda Renjun-ah, Jangan mengadukanku. Dia bisa saja membuat pohon tinggi dan menggantungku disana,”

“Tidak perduli!”
Acuh Renjun.

“Uemmmm Jaeminna, Mama ingin meminta tolong padamu bisa? Kau bisa membobol data lewat satelit juga bukan?”

“Apa yang tidak bisa kubobol ma, kemarikan laptopnya dan akan langsung kuincluding Database mereka”

“Baiklah, Kau bawa Laptopnya Jisung-ssi?”

“Tentu saja, ini” Jisung meletakan Laptop khusus itu di depan Jaemin.

“Apa yang perlu ku lakukan mama?”
“Cari tau kode akses masuk Pemerintahan pusat dan dimana Koordinat pertemuan Mereka selanjutnya. Pemerintah korea telah bersekutu dengan pihak asing di belakang kita, Mereka telah menyelundupkan banyak organ ilegal entah untuk apa,”

“Baiklah aku akan coba masuk,”

Zzzrrtttttttttzzzccttttttrrrrrrr

“DESTROYED FALL! Catat itu!

Mereka banyak membunuh secara sembunyi-sembunyi dan mengirim organ mereka ke Rusia.

Ya tuhan! Data apa ini!”

Jaemin terus berceloteh. Ia menatap kosong kedepan dengan tangan menyentuh Laptop. Ia melihat setiap file dan Video yang tersimpan dalam Arsip pemerintahan yang sangat rahasia tersebut.

“Oh tidak! Menjijikan sekali!” Getar Jaemin.

“Apa yang kau lihat Jaemin!? Apa yang kau lihat!?” Desak Taemin.

“Mereka menyambung organ para tentara dan anak kecil. Mereka juga membuat pasukan mereka dengan gabungan berbagai hewan. Mereka menjadikan anak-anak kecil kelinci percobaan. Ya tuhan ini tidak manusiawi sekali Hiks hiks hiks,” Jaemin menangis.

“Aku tidak bisa melihat ini lebih jauh, Bisakah kita berhenti saja?” Jaemin hampir menyerah karna pandangan yang begitu memilukan.

Ia merasa sangat kasihan tapi tak ada yang bisa di lakukan karna mereka semua sudah di rubah.

“Bertahanlah Jaemin! Fokus pada titik koordinasinya Kumohon. Kita harus dapat Kode untuk bisa masuk pertemuan itu,”

“DAPAT!! 1272018 !”

“Baiklah Jaemin, Lepaskan…kita telah selesai,” Perlahan Jaemin melepaskan tanganya dari Lapton. Kemudian ia terisak histeris dalam pelukan Taemin.

“Hiks Hiks Hiks, Tega sekali mereka. Bajingan sekali memperlakukan anak-anak seperti itu, hiks hiks hiks”

“Tenangkan dirimu Jaemin, Tenangkan dirimu”

“Kita harus menghentikan mereka!! Kita benar-benar harus menghentikan mereka, Hiks Hiks hiks”

Dari Reaksi Jaemin semua sudah tau bahwa itu bukanlah hal yang baik untuk dilihat meski mereka tak bisa melihatnya. Hanya Jaemin yang dapat melihat semua data-data yang telah mereka simpan itu.

Ada yang Janggal.

“Tunggu! Aku melupakan satu hal. Dari data yang kulihat itu, Rekaman gambar menunjukan perekaman Visual di lakukan berbagai tahun mulai 1999 sampai 2015,” Jelas Jaemin

“Itu berarti tiga tahun terakir mereka berhenti melakukan percobaan?” Tanya jisung.

“Mengapa bisa begitu?”

Semua berfikir keras dan tak satupun menemukan jawaban.

Part 9

Hayooh…ada yang bisa menebak kenapa percobaanya berhenti?

Tebak aja ga masalah. πŸ˜‚

Add Comment