Parahnya Rasisme Di Korea Selatan Pada Black People - Kpop Indonesia

Parahnya Rasisme Di Korea Selatan Pada Black People

Saat ini sedang gencar para Artis dan publik figur lainya menyuarakan dukungan mereka pada Black people seperti Tiffany, Yoona SNSD, Johnny NCT dll. Mereka Memberi Dukungan kepada Black People yang kerap kali menerima perilaku rasisme di korea maupun di Dunia.

Dari data yang dihimpun Seoul Institute pada tahun 2015, 94,5% orang asing yang berada di Korea Selatan mengaku pernah mengalami rasisme. Baik dalam bentuk pandangan yang tidak ramah, dihindari di subway, atau terang-terangan dimaki di tengah jalan.

Banyak juga klub malam yang jelas-jelas melarang orang asing atau yang berkewarganegaraan tertentu masuk, atau lowongan pekerjaan guru bahasa Inggris yang bertuliskan ‘white only’

Pengaduan kasus kriminal pertama terkait rasisme, diajukan oleh seorang pria India yang dimaki-maki di dalam bus. Hanya karena ia duduk bersama temannya cewek Korea.
Bonojit Hussain jadi orang pertama yang mengajukan komplain kriminal berbasis rasisme ketika seorang ahjussi atau bapak-bapak Korea tiba-tiba memakinya dengan hujatan merendahkan dan rasis di dalam bus. Ahjussi itu tampaknya tidak setuju jika seorang cewek Korea terlihat ‘bersama’ dengan orang yang berkulit gelap. Cewek Korea-nya pun ikut terkena hujatan ahjussi yang sama. Peristiwa itu memperlihatkan minimnya kesadaran masyarakat dan perlindungan hukum terhadap korban rasisme di Korea Selatan. Bahkan PBB secara khusus meminta pemerintah Korsel bikin UU anti diskriminasi rasial pada tahun 2014 lalu.

Anehnya, banyak perilaku rasis di sana sebenarnya justru terasa ‘polos’ dan dilakukan atas ketidaktahuan. Seperti bagaimana anak kecil mungkin bertanya langsung kepada orang berkulit gelap, apakah kulitnya akan jadi putih jika disabuni

Homogenitas dan kurangnya kesempatan berinteraksi dengan orang asing sepanjang sejarah, ditengarai jadi faktor utama. Makanya perilaku seperti ini biasanya lebih sering dilakukan oleh generasi tua

Paham ‘danil minjok‘ atau kemurnian etnis, dulu juga sempat diagung-agungkan untuk melawan penjajahan Jepang. Mungkin gara-gara paham ini, resistensi atau penolakan terhadap orang asing cukup tinggi

sumber : hipwee

Via: kpopindo.id

Add Comment