Park Tae Joon Universe! - Kpop Indonesia

Park Tae Joon Universe!

Sumber: Webtoon

Bagi penggemar webtoon apalagi yang bergenre action pasti sudah tidak asing lagi dengan Park Tae Joon atau sering dipanggil PTJ.

Di Indonesia, PTJ mengunggah webtoon bertajuk Lookism yang rilis pada September 2015, yang artinya sudah 6 tahun webtoon ini menghiasi layar ponsel para pecinta webtoon. Lookism diproses langsung oleh PTJ dan dibantu oleh dua asistennya. Lookism sampa saat ini telah mencapai 345 episode dengan jumlah like sebanyak 30.5 juta like, dan memiliki rating 9.82.

Mungkin sudah jadi rahasia umum kalau Lookism terinsipirasi dari Park Tae Joon sendiri yang ketika sekolah pernah mengalami bullying, itu menjadi masa yang kelam baginya. Lantas ia pindah sekolah dan diberikan kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik. PTJ mengatakan bahwa saat pindah ke sekolah baru, ia tidak lagi menjadi penyendiri. Ia berhasil berubah.

Perlu diketahui, selain Lookism, Park Tae Joon juga menciptakan komik daring lain. Walaupun bukan dirinya yang membuat secara langsung. Terdapat tiga judul untuk saat ini, yakni: Lookism, Loser Life, dan How to Fight. Para penggemar menamainya Park Tae Joon Universe. Satu diantaranya sudah tamat, dan belum jelas akan ada season dua apa tidak. Kalau begitu mari kita berharap semoga saja ada.

Namun sebelumnya, tiga komik online asal Korea ini sebetulnya sudah dimuat dalam artikel sebelumnya. Tetapi tidak apa, mari kita bahas satu persatu dengan lebih mendetail.

1. Lookism

Sumber: Webtoon

Karakter utama dalam webtun ini adalah Park Hyung Seok. Pada awal cerita, Park Hyung Seok dirundung oleh teman sekelasnya yang benama Tae Lee dan kawanannya. Sebetulnya fisik Tae Lee tidak berbeda jauh dengan Hyung Seok, sama-sama bertubuh gempal, tetapi mungkin karena Hyung Seok yang lemah sejak awal, membuatnya mudah dibuli.

Hyung Seok disiksa dengan sadis dan memalukan.. Beruntung saja dibalik pembulian yang dialami laki-laki itu, Hyung Seok memiliki pribadi yang ‘lebih positif’, mungkin? Buktinya terletak pada saat Hyung Seok lepas dari jeratan bully Tae Lee, ketika itu Sang mama mengizinkan Hyung Seok untuk pindah sekolah. Disebut mengizinkan karena Hyung Seok yang meminta untuk pindah dengan alasan siswa di sekolahnya terlalu pintar. Tentu itu hanya alasan. Sesungguhnya ia lelah dengan yang dialaminya di sekolah.

Tetapi sepertinya Mama sadar pada apa yang terjadi sebenarnya. Mama tahu bahwa Hyung Seok dirundung disekolahnya. Maka dari itu Mama bukan hanya mengizinkan tetapi memang menyuruh Seok untuk pindah, karena beliau pun mengatakan, “Kamu mau belajar, tapi TEMAN juga penting ‘kan?”

Kembali pada awal, usai pindah sekolah Hyung Seok optimis bahwa ia pasti akan punya teman. Ia kuat sebab tidak terpuruk pada titik yang sama. Tetapi memang tidak akan semudah itu, tak lama usai kepindahannya. Hyung Seok kembali terpukul mundur. Ketika itu ia bertemu seseorang dan orang itu memukulinya. Seok bukan lagi takut hanya pada pukulan yang mengenai tubuhnya, tetapi juga pada kilatan kamera yang merekamnya. Hyung Seok jatuh lagi ke titik yang sama.

Malamnya Hyung Seok terpuruk sebab videonya yang sedang dipukuli terkenal di sosial media. Ia benci pada dirinya yang lari dari masalah, yang selalu menyusahkan ibunya. Dan kini semakin menjadi. Seok prihatin pada hidupnya sendiri. Orang-orang yang menertawakan penderitaannya, ia yang tidak punya teman, tempat tinggal baru yang rasanya akan nyaman ditinggali, kini penuh dengan kesendirian dan kesedihan.

Seok menangis sampai mengantuk. Tapi mungkin penderitaan seseorang pun ada batasnya, walau selanjutnya penderitaan akan datang kembali. Karena sejatinya hidup tidak akan lepas dari sebuah masalah. Hyung Seok terbangun dengan banyak kejanggalan. Langit-langit rumah yang terasa dekat, westafel yang terasa jauh, tubuh yang terasa ringan. Ketika akan mengecek apakah matanya bengkak atau tidak, terdapat sesuatu yang sangat mengejutkan.

Siapa laki-laki sempurna yang sedang ditatapnya saat ini?

Sumber: Webtoon

2. Loser Life

Sumber: Webtoon

Kim Jin Woo, 22 tahun. Hidupnya berantakan. Disaat orang lain kuliah, sementara apa yang sedang dilakukannya saat ini? Tetap bertahan bekerja memalukan seperti ini hanya karena upahnya besar. Mungkin bagi beberapa orang yang hanya bisa menjudge saja, Jin Woo tidak berterima kasih pada apa yang didapatkannya saat ini. Tetapi ketahuilah, apa yang dialami Jin Woo lebih parah dari yang dibayangkan sehingga menyebabkan hidupnya hancur, ia menjadi gagap. Jika seandainya ia tidak gagap, Jin Woo bisa memiliki hidup yang lebih baik dari ini.

Marilah kita bayangkan, apa yang lebih menyebalkan ketimbang melihat hidup orang yang dulu membuat kita menderita sampai sekarang –sukses, dan bahagia? Seperti, tidakkah mereka ingat apa yang mereka perbuat dulu? Bolehkah Jin Woo egois dengan mengharapkan mereka hidup sebagaimana hidupnya yang menderita? Mereka sukses? Itu tidak boleh!

Jang An Cheol, si perusak hidupnya, meminta maaf padanya hari itu. Meminta maaf atas kesalahan dan sikapnya yang kekanakan dulu sambil haha-hehe. Dan Jin Woo tidak bisa menerimanya. An Cheol harus meminta maaf padanya dengan benar dan tulus. Sebab hidupnya menyedihkan seperti itu karena perbuatan An Cheol dan kawan-kawannya. Karena gagapnya. Gagapnya yang membuat Jin Woo hidup dalam kesengsaraan.

Sementara An Cheol, bahkan dia tidak ingat apa saja kesalahannya dulu, padahal setiap hari Jin Woo menderita. An Cheol, apa yang dipikirkannya saat menyiksa Jin Woo? Tidakkah ia sadar bahwa kepuasannya menjadi kesakitan orang lain?

Ah, Jin Woo. Sampai akhir pun ia bodoh. Jin Woo terjatuh dari lantai tiga. Bahkan sampai akhir, apakah ia harus mati di hadapan An Cheol?
Di saat terakhir itu, Jin Woo berteriak dalam hati. Ia mengutuk An Cheol. Seandainya ia bisa memutar waktu dan kembali ke masa SMA. Ke masa dimana semuanya dimulai. Dimana titik terendahnya, dimana awal kehancurannya.

Tetapi Jin Woo. Ini adalah batasanmu. Kau tahu, kutukanmu berhasil. Kelak Jin Woo akan merasakan penderitaan yang ia lakukan padamu. Ya. Secara tiba-tiba Jiwa An Cheol berpindah kedalam tubuh Jin Woo yang sedang disiksa. Disiksa oleh dirinya sendiri.

Sumber: Webtoon

3. How to Fight

Sumber: Webtoon

Ada waktu dimana kita memikirkan tentang diri sendiri, apa kemampuanku? Apa yang bisa kulakukan? Yoo Ho Bin. Ia sedang begitu. Merenungkan hidupnya yang menyedihkan tanpa punya kemampuan. Semua orang punya setidaknya satu. Bahkan Pakgo, orang yang selalu membulinya, meskipun dia bodoh, dia bisa menghasilkan uang dari newtube-nya. Ho Bin ingin juga, tapi apa kemampuannya? Semestinya ia tidak perlu memikirkan hal itu, sebab malah membuatnya semakin menyedihkan.

Di kelas ada yang bernama Jjiksae, siswa yang paling berpengaruh di kelas. Selain itu tugasnya sebagai kameramen dan sekutunya Pakgo, tapi kemampuan bertarungnya yang payah. Meskipun begitu, Jjiksae memiliki kekuasaan atas jasanya menjadi juru kamera secara sukarela. Dan Jjiksae ternyata sama sepertinya! Bocah itu juga ingin menjadi seorang newtuber. Semua orang ingin menjadi newtuber.

Ibu Ho Bin dirumah sakit. Saat berkunjung beliau berkata kalau sudah diperbolehkan pulang. Itu bohong. Padahal nyatanya jika pulang malah akan lebih parah. Dan Ho Bin, sama seperti ibu, dia juga pembohong. Ho Bin menyembunyikan fakta bahwa ia dirundung disekolah. Sepertinya orang-orang sering seperti itu. Menyembunyikan luka untuk mencegah luka lainnya muncul.

Keluarga Ho Bin miskin. Ia teringat pada orang-orang dikelasnya yang mendapat uang dengan mudah hanya karena siaran. Tapi bagi Ho Bin, uang tersebut setara dengan gajinya seminggu! Ho Bin bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ibunya, sementara mereka bisa dapat uang sebanyak itu hanya karena siaran saat makan siang! Ini tidak adil! Hidupnya benar-benar sengsara!

Jjiksae si banyak omong, Ho Bin benar-benar geram. Seharusnya bocah ini ia tonjok saja tadi. Ho Bin tak bisa menolak saat si berandal itu memakai rekening ibunya untuk membuat akun newtube. Dia akan mendapat uang lewat rekening ibu Ho Bin.

Sepertinya nasib baik jarang berada pada Ho Bin. Saat Jjiksae siaran, tanpa sengaja kakinya menyandung kabel monitor hingga lepas, membuat komputer langsung mati. Perkelahian tidak bisa dihindari. Keduanya bertengkar tanpa sadar bahwa kamera tetap melakukan live streaming. Hingga esoknya video mereka yang terunggah otomatis dilihat oleh seluruh dunia sampai mencapai 10 juta viewers! Lalu selanjutnya bagaimana??

Sumber: Webtoon

Ketiga cerita diatas memang tidak saling bersambungan. Namun terkadang muncul menjadi cameo saja.

Yang teramati, ciri khas dari cerita PTJ yaitu karakter utama yang terbuli namun masih memiliki ‘sisi kuat’ sendiri. Tetapi mereka tidak disebut bisa melawan namun tidak bisa juga disebut lemah. Mereka mengasihani diri sendiri, tetapi tidak lantas menggambarkan bahwa para karakter menjadi yang paling menyedihkan. Mereka sanggup berdiri tanpa terus-terusan mengeluh dan berakhir membunuh diri sendiri. Sesungguhnya hal itu sangat memotivasi. Membuktikan bahwa setiap orang memang punya masalahnya sendiri tapi tidak membuat jatuh begitu dalam, ada waktunya untuk bangkit dan ‘membalas dendam’.

Di beberapa kisah terinspirasi dari kejadian yang dialami Park Tae Joon langsung. Penggambaran mengenai bullying di Korea Selatan entah memang seperti itu adanya atau memang hanya sekedar dilebih-lebihkan. Tetapi melihat dari maraknya kasus bunuh diri disebabkan perundungan, mungkin kejadian yang dialami para karakter memang begitu adanya di dunia nyata. Kejam dan benar-benar membunuh.

Ayo tetap dukung Park Tae Joon dan ilustartor lainnya agar tetap melanjutkan karya nya!

Semoga sehat selalu! Salam Kpopindo!

Cr: Webtoon
Written by: Mela Maulina Putri
Kpopindo.id

Add Comment