PICK ME NUNA (Fanfiction WANNA ONE X SHINee) - Kpop Indonesia

PICK ME NUNA (Fanfiction WANNA ONE X SHINee)

Happy Valentine Day Semuanya😘 Melewati tahun berat 2018 dan sekarang sampai di tahun 2018 dengan segala hal. Ini Adalah FF SHINee Genre Romance Comedy Busuk Nista Tak layak Baca dan Bikin Mentcret, yang saya Buat untuk Hari kasih sayang dan berharap Bisa menghibur Shawol yang bersusah hati.

Karna Genre nya saya buat menurut Acuan Satu Orang. Jadi saya berharap FF ini sesuai Keinginanmu. Ini pertamakali bikin FF untuk Orang lain jadi Maaf kalo Acak-acakan dan tak sesuai Harapanmu.

Happy Reading.

17 Januari 2018 Adalah Jadwal Ospek para Mahasiswa baru Seoul University. Para senior pembimbing telah berkumpul di Loby D untuk menerima misi dan Pengaturan tentang adik-adik tingkat mereka. Kim Gweboon adalah salah satu kakak pembina para adik-adik MABA. Ia ditugaskan untuk membimbing adik tingkat Jurusanya yaitu Fakultas Ekonomi Management.

“Selamat datang adik-adiku, Aku adalah Senior pembimbing kalian dalam pengenalan Kampus ini. Selama satu minggu lebih kita mungkin akan terus bersama. Aku harap kalian merasa nyaman dan senang dengan Kampus kita. Dan satu lagi, Seperti yang kalian lihat bahwa aku sangat cantik. Mungkin dalam kegiatan kita secara tak sengaja aku bisa membuat kalian terpesona aku meminta maaf untuk itu tapi jujur kukatakan. Kalian jangan sampai jatuh cinta padaku jika kalian lakukan itu, Kemungkinan besar kalian akan menyesal. Baiklah! Sekarang akan ku jelaskan mengenai Gedung dan fungsi ruang di setiap bagian kampus kita. Disini, Gedung tengah yang bertingkat dan besar ini. Itu adalah Gedung A. Gedung itu ada tiga lantai. Lantau satu adalah kelas Untuk Fakultas Hukum, Lantai dua untuk Fakultas Kita, Fakultas Ekonomi dan Lantai tiga Untuk anak-anak Fakultas Pendidikan.
Untuk kelas para MABA itu akan berada Bla bla bla,” Gweboon menjalaskan panjang lebar.

Semua Mahasiswa baru memperhatikan Seniornya lekat terutama para Junior Lelaki. Memang benar Gweboon sangat cantik dan mempesona. Bisa dibilang dia yang tercantik dikampus itu. Semua mata Junior tertuju pada Gweboon yang menjelaskan Perihal gambaran kampus dengan papan besar, berjalan kesana-kemari menunjuk ruangan yang ia maksud.

“Aigoooo, Kakak itu cantik sekali lihat cara berjalanya! Seperti Super Model” Lee Jinki mendengar Gumaman seorang MABA lain yang duduk di sampingnya. Jinki setuju dengan kaliamat tersebut bahwa Gweboon memang sangat cantik dan mengagumkan.

Setelah Kakak-Kakak senior menerangkan detail kampus, Para MABA dibagi menjadi 7 Orang perkelompok dan diberi tugas untuk mencari 1 Senior sebagai Pembimbing, Persyaratanya adalah Senior yang di temui dalam misi pertama kali, Senior itulah yang akan menjadi senior pembimbingnya.

Setelah membentuk kelompok, Semua Maba lelaki Berbondong-bondong mencari Gweboon untuk menjadikanya Sebagai senior pembimbing termasuk Jinki.

Jinki berjalan sendirian tak perduli membentuk kelompok atau apapun itu yang pasti ia ingin mencari Gweboon. Menyusuri setiap ruangan di kampus dan melihat Mahasiswa lain untuk mengetahui apa mereka telah menemukan Gweboon dan ternyata tidak. Jinki masih semangat mencari bahkan setelah dia menyurvei hampir semua kelas. Satu jam Berkeliling dan semua kelompok sudah menemukan senior mereka. Jinki masih tetap menutup mata saat bertemu senior lain agar tak melihat mereka.

“Ah, lelah sekali. Dimana Senior itu, Ahhhh” Jinki melegakan dirinya dengan air seni yang terpancur rapi.

“Uahhhhhh,” Lega setelah mengeluarkan semuanya kemudian membetulkan celanyanya.

“Ah! Kau menemukanku boy,”
Gweboon duduk menyilangkan kakinya anggun di atas meja kamar mandi tepat disamping Jinki.
“OMONA!”

Jinki sangat terkejut melihat Gweboon yang tiba-tiba berada disampingnya saat ia sedang buang air kecil.

“Mengapa Senior ada disini! Mengagetkanku eoh! Tapi apa se-se-senior me-milihat?” Jinki menutupi selangkanganya.

.

“Aigoo, Kenapa memangnya? Tak ada sesuatu yang menarik juga,” Gweboon mengabaikan Jinki kemudian keluar kamar mandi.

“Tak-Tak Tak apa?? Apa dia bilang tadi? Tak menarik?” Jinki merasa Jengkel dengan kaliamat Gweboon yang secara tak langsung menghina harga dirinya. Tak menghiraukan Jinki, Gweboon telah keluar dari kamar mandi Pria.

“Hey Boy! Apa kau akan didalam sana seharian?” Gweboon menampakan kepalanya dari balik pintu.

“Hufftt” Jinki mendengus kesal.

Mereka berdua berjalan bersama dan saling menyadari bahwa Gweboon adalah Senior Jinki sekarang.
“Dimana kelompokmu?” Gweboon bertanya pada Jinki tapi Jinki malah kebingungan.

“Aku hanya sendirian saja,”
“Hah? Yang benar saja kau, Ayo ikut aku!” Gweboon membawa Jinki pada ruang komite kampus untuk berbicara pada Para senior lain.

“Jadi siapa saja yang belum mendapat kelompok?”
“Semua Maba sudah mendapatkanya Nuna,”
“Hah? Semuanya? Lalu agaimana dengan dia? Dia hanya sendirian saja,” Gweboon menunjuk Jinki.

“Apa dia menemukanmu?”
“Nde,”
“Kalau begitu Uruslah dia, Bimbing dia. Misinya kan seperti itu,”
“Tapi dia hanya sendiri saja? Mengapa tak tambahkan saja kedalam kelompok lain?”

“Eum Permisi! Aku ingin intruksi, Aku tak ingin di lempar kekelompok lain karna aku telah menemukan Senior Gweboon,” Jinki berbicara.
“Haiih kau ini merepotkanku saja,” Gweboon bergumam pelan.
“Nah kan nuna, Mulai sekarang dia adalah Junior didikanmu Nuna,”
“Ah terserahlah,” Gweboon pergi dari ruangan bak Model catwalk dan Jinki dibelakang Gweboon bagai ekor.

“Eum Senior, apa yang akan kita lakukan?” Jinki bertanya dan kemudian Gweboon berhenti.

“Kemarilah, ayo duduk disini” Gweboon meminta Jinki duduk di kantin samping Fakultas Informatika. Dan Jinki mengikuti perintah Gweboon sesegera mungkin.

“Perkenalkan dirimu,” Gweboon memberi Intruksi tegas.
“Namaku Lee Jinki, Umur 19 Tahun dan tinggal di daerah Myeongdong, Mempunyai seorang adik lelaki dan aku-”

“Cukup-cukup! aku tak perlu mendengar yang lebih tak penting dari itu,” Gweboon berkata pedas namun Jinki malah mengangap bahwa Gweboon terlihat Mempesona.

“Aku ingin bertanya satu hal, Gadis seperti apa yang ingin kau kencani?” Tiba-tiba pertanyaan Gweboon melenceng.

“Aku menginginkan eumm,” Jinki memandang Gweboon teliti.

“Aku menginginkan Gadis Pintar, Sexy yang manis dan cantik, berkulit putih dan berambut panjang ikal, memakai pakaian sederhana namun terlihat anggun sekali,” Jinki menggambarkan Gweboon sekali.

“Ya ampun persyaratanmu berat sekali, Jika kau mencari yang Cantik, pintar dan sebagainya aku mundur, Tapi kalau kau mencari yang Sempurnya….aku ada di barisan paling depan,” Gweboon mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum sexy pada Jinki dan hal itu membuat Jinki kikuk seketika.

“Oke cukup bercandanya, Aku akan segera memberimu tugas sebagai senior mu. Kau tau kalau kau sedang di Ospek kan Jinki?”

“Nde Senior,”

“Apa kau tau aturan Ospek?”

“Mollaseo,”

“Baiklah, Pertama…Senior mu adalah pembimbing yang akan selalu memantaumu, membantumu mengenal dan mempelajari lingkungan kampus jadi kau harus dengarkan semua kataku tanpa membantah. Kedua, Karna senior selalu ingin yang terbaik untukmu semua yang kukatakan adalah benar. Ketiga, Kembali ke aturan pertama dan kedua. Okey cukup sekarang Pergi bawa tas mu dan tangkap beberapa semut di belakang kampus kedokteran. Jangan kembali padaku jika tak genap 50 ekor,” Gweboon berdiri dari tempat duduk dan berniat meninggalkan Jinki yang ternganga karna diberitugas untuk menangkap semut.

“Tu-tunggu! Tugas macam itu? mengapa seorang Mahasiswa perlu menangkap semut? Apa perlunya senior??”

“Haiiih, kau tak ingat aturan Ospek nya? Itu demi kebaikanmu! Fakultas Hukum penuh dengan Hitung-hitungan dan kesabaran jadi mulailah dengan menghitung semut dan jangan banyak bicara lagi, Batasan! Batasan!” Gweboon kini benar-benar meninggalkan Jinki sendiri yang sepertinya sedikit kesal.

“Ah Jinjja! Ada apa denganya? Aigoo,” Jinki mengacak rambut frustasi.

Sementara Jinki tengah berjongkok-jongkok ria mencari semut, Gweboon kini malah keluar kampus dan pergi Kedai kecil samping kampus.

“Nah kan, Ada disini lu! Dasar bocah curut” Gweboon menjewer telinga adiknya yang sedang makan Oseng kangkung di warung dan sengaja membolos sekolah itu.

“Aw aw awww, ssa-sakit woy Haiih Setan!”

*PLETAK
“Adoooooh Sakeeeeeet!” Woojin mengusap-ngusap kepalanya yang baru saja dipukul menggunakan sendok alumunium.

“Heh Popok Jaran! Emak susah nglairin elu dan elu mesakat gini. Mau jadi apa lu main bolos-bolosan! Tengil banget lu bedes!”

“Haiih, Siapa yang bilang aku bolos!? Ini jam istirahat nunaaa Aigoo Mbendol dah ini kepala,” Woojin mengusap-usap kepalanya.

Gweboon dan Woojin adalah kakak adik berjarak 5 tahun. Sebenarnya mereka saling menyayangi tapi hampir setiap hari mereka selalu bertengkar karena hal kecil. Itu karna kepribadian mereka yang mirip, Sama-sama Jahil suka menganggu satu sama lain dan sama-sama menyebalkan.

“Cepet balik sekolah! ga usah lama-lama’an nongkrong diwarung sini! Ngeles aje lu tutup teko. Awas gue bilangin emak,”

“Ya! Nuna juga kesini ngapain coba? Nuna pasti bolos kuliah juga kan? hayoooooh,”

“Haiiih sembarangan bacot,” Gweboon membantah.

“Jin, Balik yuk! Nanti kita di cari’in Seonsengnim kalau kelamaan disini,” Hyungseop melihat Woojin bersama Gweboon Spontan membungkuk.

“Annyeonghaseo Nuna,” Hyungseop memberi salam.

“Ah ada Seoppie,” Wajah Gweboon langsung cerah melihat Hyungseop. Woojin dan Hyungseop memang sudah berteman sejak SMP dan sejak masuk SMA mereka menjadi sangat dekat dan bersahabat.

“Seoppie sayang kemarilah,” Gweboon berjalan dan langsung memiting kepala Hyungseop di ketiaknya.

“Sebaiknya kalian berdua tak usah datang kesini lagi saat jam pelajaran ya manis, Jika aku mulai marah biasa aku akan membalik meja dan gerobak abang-abang jualan, Aku sangat benci anak sekolah yang membolos. Karna Woojin hanya mendengarkanmu. Jadi kukatakan, Aku akan membalik kepala kalian berdua jika melihat kalian membolos lagi,” Ucap Gweboon pelan dan membuat Hyungseop menelan ludah kasar. Selain Woojin, ia juga sangat mengenal watak Gweboon yang seperti Preman. Jadi Hyungseop hanya mengiyakan semua yang dikatakan Gweboon. Setelah melepaskan Hyungseop Gweboon merapikan rambut Hyungseop

“Nah Seobhi, Kembalilah dan titip itu bocah buluk ya, Aigoo kau manis sekali. Heran mengapa kau bisa betah berteman dengan adiku yang menyebalkan itu. Aku saja kadang kesal dan ingin membasuh wajahnya dengan sambal,”

“Dia sangat baik nuna, Woojin teman yang sangat luar biasa,”

“Aigoo~ Kau manis sekali,” Gweboon mengusap-usap poni Hyungseop dan Menciumnya.

“YA NUNA! Naega! Naega!” Woojin Protes karna melihat Nunanya mencium sahabatnya.

“Mwo! mwo!”

“Kenapa aku tak dicium juga eoh! Adikmu itu aku,” Woojin cemburu.

“Aku tak mecium komedo gajah,” Gwebon pergi meninggalkan mereka.

“Jin! Gimana bisa Gweboon Nuna disini sih?” Hyungseop bertanya pada Woojin yang sedang menyruput Es Teh nya.

“Haiiss Embuh, Nanti pulang pasti di adu’in sama Emak, Duh Jancuuuu Nasip Sobek,”

“Lah kamu ya gitu! Kita tadi ijin ke kamar mandi malah Jablas kesini kan ya jadi kasus ini, dah dah ayo kita balik jin,” Hyungseop menarik Woojin paksa.

“Tung-tung-tung-tungu aku belum,”
“Sudah ayo buluq!” Hyungseop sudah sangat kesal karna Woojin selalu membuat alasan untuk mengajaknya bolos.

Setelah memergoki adiknya membolos Gweboon kembali kekampus dan bersantai di ruang komite. Setelah Menghabiskan satu jam dengan bergulung-gulung sambil bermain ponsel Gweboon merasa jenuh dan akhirnya pergi untuk mencari Jinki.

Gweboon melihat Jinki masih ada di belakang gedung kedokteran sibuk berjongkok-jongkok mencari semut dan memasukanya dalam sebuah plastik kecil.
“Ckckkckc Dia benar-benar melakukan perintahku, Dia manis juga,” Gweboon terkekeh kemudian berjalan mendekati Jinki.

“Sudah selesai?” Jinki tersadar dari kesibukanya yang tak berguna itu kemudian memandang keatas menhat Gweboon yang berdiri didepanya. Gweboon tersenyum manis dan mengulurkan tangan pada Jinki, Reflek Jinki memberikan tanganya pada Gweboon.

“Bukan tanganmu tapi semut itu,” Kalimat Gweboon membuat Jinki malu kemudian menarik tanganya pelan.

“Berdiri, Ikut aku” Gweboon mengintruksi. Jinki pantas berdiri kemudian mengikuti gweboon tanpa bertanya apapun.

Gweboon membawa Jinki pergi kedalam fakultas kedokteran. Menaiki Lift dan menekan Angka 27 Pada lantaubyang akan mereka tuju.
“Apa Fakultas kedokteran sebanyak itu?” Mendengar pertanyaan Jinki membuat Gweboon memandang Jinki dan memojokanya di lift.
“Gedung ini tak hanya berisi Fakultas kedokteran. Tapi berisi apartemen yang di sewakan untuk para mahasiswa,” Meski begitu Jinki masih kebingungan.

Setelah Lift terbuka, Gweboon keluar dan menatap Jinki yang masih berdiam diri didalam Lift. Jinki menatap sekitar dan ternyata itu adalah lantai atap dimana kita bisa melihat kampus dari atas.

“Jinki, Kemarilah” Gweboon tersenyum manis dengan rambut terurai dan diterpa angin. Jinki memandang Gweboon slow Motion saat sedang menatapnya dan kemudian berjalan menghampiri dirinya dan menariknya keluar dari Lift.

“Ya!! Kau hampir saja terbawa turun oleh Lift tadi. Jika kau terbawa turun kau tak akan bisa naik lagi karna Lift ini khusus untuk Mahasiswa yang sudah mempunyai nomor Mahasiswa, Hassh kau ini,” Jinki masih terpesona oleh Gweboon dan tak mendengarkan apa yang di katakan Gweboon.

“Disini, Disini kita bisa melihat semua sudut kampus. Tempat ini cocok untukmu belajar mengenai kampus kita. Aku sangat suka kampus ini jadi kuharap kau bisa menyukainya juga” Gweboon tersenyum lagi dan itu sangat mempesona dimata Jinki.

“Nuna,”
“Ya?”
“Aku jatuh cinta padamu,”
“Hem Seperti biasanya,” Tampaknya Gweboon sudah sangat sering mendapat pengakuan cinta.
“Nuna aku serius, Aku catuh cinta padamu sejak pertama melihatmu,”
“Yayaya aku sudah sering mendengar itu,” Gweboon memutar mata bosan.
“Kau menerima perasaanku?”
“Hah selalu ya, Mereka langsung tertarik padaku hanya karna melihat fisiku. Hey boy..! Kau belum mengenalku bagaimana bisa aku menerima perasaanmu?”
“Aku akan berusaha mengenalmu dengan baik jika kau memberiku kesempatan nuna,”
“Dengar ya boy, sesungguhnya aku tak seperti apa yang ada dibenakmu. Ada sisi dimana hal yang kulakukan tak akan diterima oleh Lawan jenis,”
“Tak masalah! Aku menerima semua sifat baik dan burukmu. Ijinkan aku mengenalmu lebih dalam,”
“Ah yang benar saja. Kau tak akan bisa,” Gweboon tersenyum lagi dan memalingkan wajahnya melihat kedepan.

Setelah membantu Jinki mempelajari kampus. Mereka bersuma kembali menuju Loby D tempat semua mahasiswa berkumpul dan mendapat tugas dari senior lain. Setelah Gweboon mengantar Jinki kembali menuju Loby D ia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun pada Jinki.

Pukul 17:30 Para mahasiswa baru telah berbaris untuk menerima pemberitahuan tugas mereka besok dan kemudian di bubarkan.

Para mahasiswa ditugaskan membuat topi dari karton, mengikatkan pita dan tas dari keranjang. Tugas ini membuat Jinki kerepotan apalagi membuat apa itu…Ia tak mengerti sama sekali. Pulang kerumah dengan lunglai bersama bahan-bahan yangvtelah dibelinya ketika melewati supermarket.

“Bwahahahaha, Matik lu! matik lu su! Cok cok cok Mingger woy! Matamu Ambleg,” Woojin memainkan Controller dengan anarkis.
“Anying, Yang bener des! Kamu jangan curang cong! Haiiss Buluq iki,”
“A YEAAAAAHHHHH!! hajar Pak lek!” Woojin dan Hyungseop asik bermain Video Game di ruang tamu.
“WOHOO…YES MEN! TAK SAPU NDASMU,” Hyungseop tak kalah heboh.
“WOY WOY WOY! NYINGKIR’O SU! HAIISS JAMMMBBuuuu!”
“Woy! Gak boleh Misuh! Gak ilok!” Hyungseop memperingati Woojin dengan mengedipkan matanya karna mengetahui Jinki memperhatikan mereka.
“Siapa yang misuh? Aku bilang Jambu bukan Jancuk atau Jem-” Kalimat Woojin terpotong oleh Hyungseop.
“Ah! Sudah pulang Hyung? Bagaimana Ospekmu?” Hyungseop bertanya pada Jinki seolah perduli.

“Haiih,” Jinki berlalu saja mengabaikan mereka berdua. Sudah sering seperti itu jadi itu biasa saja untuk Jinki.

Meletakan Bahan kerajinan di atas meja kemudian masuk kedalam kamarnya kemudiam melemparkan dirinya sendiri ke Ranjang. Merebahkan diri dan menatap langit-langit. Masih terbayang Gweboon yang selalu tersenyum manis padanya. Setelah mengganti pakaian Jinki kembali merebah lagi.

“Ah~ Hihihihi,” Jinki meringkuk dan tertawa sendiri. membayangkanya lagi dan tersipu lagi membayangkan lagi dan tersenyum lagi begitu terus tak berujung sampai Hyungseop masuk.

“Hyung! Apa kau kau mendapat tugas membuat Topi dan Tas?”
“Iya, Kenapa memangnya? Kau bisa membantuku?” Ucap Jinki sambil menenggelamkan wajahnya dalam bantal.
“Woojin sangat bisa di andalkan dalam hal ini. Dia sering melakukanya,”
“Hah benarkah?” Jinki langsung terbangun dari ranjang kemudian keluar kamar dan melihat Woojin telah selesai mengerjakan tugas kerajinannya.
“Omono! Kau mengerjakan semua ini sendiri?” Jinki terkagum. Sementara Woojin tersenyu satu sudut dengan menaikan satu alisnya dan melipat tangan di dada bersikap Bangga pada karyanya.
“Aku sudah pernah membantu nunaku sebelumnya jadi hal seperti ini sangat remeh,” Woojin menjentikan kelingkinya.
“Haiiih Mulai Tengil nih anak,” Hyungseop mencibir.

“Ah Gomawo, gomawo gomawo Ujin, kau memang hebat” Jinki memeluk dan menepuk-nepuk Woojin.

“Ujin! Ada telfon dari Nunamu!” Hyungseop melihat layar Phone Woojin kemudian segera memberikanya.
“Ah Nde Nuna,”
“Ya!! Sekiya!! Jam berapa ini hah!”
“Iya iya iya aku tak pulang,”
“Dasar bocah begundal, Balik lu!!”
“Iye iye iyeeee,” Woojin lesu karna menerima omelan dari nuna Preman nya.

“Cong gue balik yah, Nuna gue ntar bisa menggila kalo gue ga cepet balik” Berpamitan pada Hyungseop.

“Aku permisi pulang hyung” Woojin berpamitan pada Jinki yang tengah Uforia dengan tugasnya.

“Iya Jin, Terima kasih ya. Sampaikan salamku pada nunamu,”

“Hati-hati dijalan bray,” Hyungseop membantu Woojin mengemasi tas kemudian mengantarkanya sampai depan.

Setelah tidur penuh suka cita kini Matahari sudah menyapa Lee Jinki yang masih menggeliat dikasur nyamanya. Mengerjapkan mata perlahan dan melihat jam kecil dimeja.

“AIGOO!!! Apa jam ini rusak?” Mengecek layar ponsel nya karna berfikir jam ponsel adalah jam tepat. Waktu menunjukan Pukul 08.00 pagi.
“Sialan!” Bukan hanya telat tapi Jinki sangat telat. Jam berkumpul adalah pukul 07:00 Dan kini ia masih berapa di ranjang pukul 08:00. Dia hampir gila karna gugup.

Menghabiskan waktu 3 menit untuk menggosok gigi tanpa mandi kemudian berganti baju. Menyambar minyak wangi dan menggunakanya secepat ia bisa. Setelah selesai ia berlari dengan anggapan sedang dalam Bencana alam dan bumi yang dipijaknya akan membawanya runtuh jika ia tak cepat berlari menyelamatkan diri.

“Jam berapa ini?” Melihat Jam tangan.
“Ah! Hanya 2 Menit, Waah Jinjja aku cepat sekali, Jika aku terus begini mungkin aku bisa di Rekrut Iron Man dan masuk dalam Team Avenger. Ahahahaha,” Masih sempat dia membayangkan hal-hal tidak penting seperti itu.

“Team Aavengers pantatku?” Gweboon sudah ada di depan gerbang kampus memakai kaus putih, celana Jins Sepatu hak 5cm dan Rambut ikal panjangnya yang cantik.

“Pemandangan bagus,” Gumam Jinki.
“Mwo!?”
“Aniya Senior! Nuna,”

“Kau itu masih masa percoba’an menjadi mahasiswa! mengapa kau telat! kau mau belajar jadi madesu hah?”
‘Hah? Madesu? Apa itu?’ Jinki berbicara dalam hati kemudian diam-diam membuka ponsel dan Searching ‘Madesu’ disana.
“Ah, Masa depan suram,” Jinki menemukan arti madesu namun Gweboon sepertinya marah besar pada Jinki karna membuatnya menunggu satu jem lebih.
“Kau ini, Dasar bocah begundal bla blblablablabla,” Gweboon terus mengomel namun Jinki tak mendengarkanya. Ia hanya menatap Gweboon penuh Slow motions dan terpesona lagi dan lagi.

“Nuna, Saranghae”
“MWO!! YA!! Kau tak mendengarkanku eoh!! Bisa-bisanya kau merayuku saat seperti ini blablablablabla,” Gweboon masih mengoceh panjang sepanjang Jalur Rajawali Express. Jinki masih tak menghiraukanya justru tersenyum manis pada Gweboon.
“Hei kau!” Gweboon sangat kesal pada Jinki sekarang.
“Nuna, Aku minta maaf membuatmu menunggu. Aku membuat ini untukmu semalaman jadi aku sedikit terlambat,” Jinki membuat Bunga tlyang dibuatnya dari kertas karton. Woojin telah menyelesaikan tugas yang harusnya ia kerjakan. Karna semalaman Jinki tak bisa tidur karna terus tersenyum dan terbayang Gweboon Jadi ia menyibukan diri dengan membuat bunga untuk Gweboon dari kertas karton sisa Woojin.

“Nuna, Tolong terima bunga ini. Aku membuat mereka sembari memikirkanmu,” Gweboon merasa sedikit tersentuh. Dan bunga karton yang dibuat Jinki memang sangat cantik.

“Nuna, terimalah dan maafkan aku” Jinki memberikan bunga dengan berlutut satu kaki.

“Karna kau memaksa dan aku adalah senior pembimbingmu, aku akan mengambil ini hanya karna aku menghargai kau sebagai juniorku,” Akhirnya Gweboon mau menerimanya.

“Karna kau datang terlambat aku akan langsung memberimu tugas. Ambil bukumu dan minta tanda tangan semua Senior oembimbing dikampus ini,”
“Baiklah, ayo nuna”
“Ayo kemana?”
“Bukankah kau akan memandu ku?”
“Mandu-mandu-apanya yang memandu! Apa gunanya aku mengajakmu pergi ke atas gedung kemarin. Pakai memorimu! Aku tak mau tau! pukul 1 siang kau harus memberikan semua tanda tangan itu. Tak boleh ada yang terlewat!”
“Tapi nuna, bagimana jika aku nanti nyasar? kemudian tak bisa kembail, atau aku diculik orang?”
“Yaa Lee Jinki, Apa kau seorang anak 3 tahun?”
“Aigoo nuna, Aku tidak mau jauh darimu,” Jinki menggelendot pada lengan Gweboon.
“Ya!Ya!Ya!” Gweboon melepaskan Jinki paksa. Jinki hanya memasang tatapan Bunny namun itu tak mempan pada Gweboon.
“Bodo amet, aku pergi.” Gweboon tak mau tau dan meninggalkan Jinki begitu saja.

Sampai Ruang komite kampus Gweboon duduk lesehan diruang itu sendirian karna semua senior tengah bersama Junior mereka. Sedangkan Gweboon sangat merdeka karna hanya mempunyai Jinki sebagai Juniornya.

“Aiih Jinjja anak-anak baru itu bener-bener ngeselin, Eh Gweboon ngapain cengengesan depan bunga karton kayak orang sarap?” Taemin sahabat Gweboon yang lelah setelah bertengkar dengan senior yang membangkang akhirnya pergi keruang komite untuk menenangkan diri.
“Ah Taeminnie,” Gweboon segera mengalihkan dirinya sendiri dari bunga itu dan berfokus pada Taemin.
“Kenapa kesini? sudah selesai?”
“Selesai apanya!? Aku sangat kesal pada salah satu juniorku. Ada satu yang bernama Choi Minho dan dia masuk Club Mapala, Dia sangat-sangat menyebalkan. Eh! Bunga itu dari siapa? Bagus juga kreasinya. Boleh untuku?”
“Andwe! Ini miliku, Salah satu Juniorku yang memberikan ini padaku,”
“Ya Kim Gweboon, Juniormu itu hanya satu. Aku berani bertaruh…Dia pasti sangat menyukaimu,”
“Sepertinya begitu,”
“Hahaha Kasian sekali dia, Saat dia mengetahui kau yang sesungguhnya aku yakin dia akan pergi seperti yang sebelum-sebelumnya,”
“Ya! Apa aku seburuk itu eoh!”
“Kau tidak buruk, hanya saja kau sedikit Gila dan Menyerampankan apalagi ketika pergi menemui Dedek-dedek gemes yang kau sebut sebagai ‘Bayiku atau anaku’ atau apa itu entahlah aku kapok,”
“Ahahaha…Jangan begitu, kau kan sahabat seka duka dan gilaku,”
“Aku sudah ampun-amounan masalah kegilaanmu itu Kim Gweboon. Tunggu sampai Juniormu itu..Siapa namanya? Lee Jin?”
“Jinki!”
“Iya Lee Jinki! Tunggu dia mengetahui semua sisimu. Aku bertaruh dia tak akan kuat denganmu!”
“Bagaimana jika dia menerimaku apa adanya?”

“Jika itu terjadi aku akan mengutuk diriku dengan pergi kesana dan merayu Junior yang paling kubenci Choi Minho,”

“AHAHAHAHA aku akan menjadi orang nomer satu yang mendukungmu,”

Gweboon dan Taeminnie Menghabiskan satu jam dengan leseh-lesahan diruang komite bercakap hal yang tak cukup penting bersamauntuk menghilangkan kejenuhan.
“Nuna. maksudku senior,” Jinki tiba-tiba sudah berada dipintu dan melihat Gweboon tengah tertawa-tawa bergulung seperti anak kecil.
“Ah, Sudah selesai?” Gweboon membenarkan posisi dengan duduk tenang penuh wibawa.
“Silahkan,” Memberikan Buku penuh tanda tangan pada Gweboon.
“Okey bagus, Sekarang kau punya waktu luang. Silahkan lakukan apa yang kau inginkan,” Gweboon meletakan Buku Jinki tanpa memeriksanya kemudian mengusir Jinki dengan halus.
“Aku boleh melakukan apa yang kuinginkan?”
“Tentu, sudah sana”
“Pergilah bersamaku nuna,”
“Hah?” Gweboon rancu dengan Kalimat Jinki.
“Ihiiiyyy~ Cieee. Elu di ajak jalan Gwe, Terima! terima! terima! Tak dukung dek Jinki,” Taeminnie bersorak-sorak.

“Apa maksudmu kencan?”
“Nde nuna,”
“Kau ini, apa kau sungguh serius menyukaiku?”
“Bukan menyukai, tapi mencintaimu. Aku jatuh cinta pandangan pertama padamu Nuna,”
“Okey~ Okey aku mulai bosan mendengarnya. Begini Lee Jinki Juniorku yang manis dan menggemaskan,” Jinki langsung tersenyum lebar disebut ‘manis dan menggemaskan’ oleh Gweboon.

Jinki Masih mendengarkan penuh senyuman menunggu Gweboon melanjutkan kalimatnya.
“Kau, kau tak akan tahan dengan ku. Kau harus tau aku sangat cerewet dan terkadang bersikap menyebalkan”
“Aku tau,” Jawab Jinki penuh senyum.

“Aku pemarah dan bermulut tajam,”
“Baiklah,”

“Aku jarang mandi dan malas,”
“Tak apa,”

“Aku cepat berkeringat sehingga ketiakku cepat basah, aku juga sering mengupil,”
“Bukan masalah,”

“Aku Seorang Fangirl Fanatik,”
“HAH?” Jinki cukup terkejut.

“Sudah kubilang kan! Sudah pergi sana,” Gweboon sudah menebak akan seperti ini. Menjadi seorang Fangirl adalah sebuah Aib bagi orang Normal.

.

“Tak masalah, Aku menerima itu. Aku tak mempermasalahkan jika nuna selama ini atau selanjutnya mengagumi dan menggilai lelaki lain selain aku asal nuna hanya mencintaiku sampai Akhir hidup kita, Aku akan mencintai nuna sampai akhir hidupku jadi maukah nuna hanya mencintaiku secara nyata selama hidup nuna? aku berjanji aku akan menjadi pasangan yang pantas untuk Nuna,” Gweboon sedikit banyak merasa bungah dalam hatinya. Kalimat Jinki terdengar sangat tulus.

“WOHO NYIIIIIING~ KAMU DILAMAR GWE” Taemin berteriak keras sekali.

“Jinki, Kau serius dengan kata-katamu? Aku akan sangat marah jika kau sedang bercanda sekarang,”

“Nuna Saranghae,” Meraih tangan Gweboon dan Mengucapkan dengan lembut menatap mata Gweboon.

“AAAKH! AKU AMBYAR,” Taeminnie Heboh.

Gweboon merasa terganggu dengan Taemin yang terus heboh jadi Ia menarik Jinki segera dan membawanya menuju atap gedung fakultas kedokteran lagi.

Di atas Gedung.

“Jinki, Kau baru mengenalku beberapa hari tapi kenapa kau seberani ini? sudah kubilang kau tak akan tahan denganku. Kau belum mengenalku sepenuhnya,” Gweboon memandang Langit di atas gedung.

“Biarkan aku mengenalmu lebih dalam nuna, Kumohon” Jinki menggenggam tangan Gweboon lembut.
“Aku mencintaimu nuna,” Ucap Jinki dengan mencium kedua tangan Gweboon yang digenggamnya.
“Sekeras apapun aku menghindar jika kau terus datang padaku dengan sikap, kata dan tatapan mata seperti itu aku tak akan bertahan pada pendirianku juga akhirnya,”
“Aku sengaja agar kau mencintaiku juga,”

“Tapi Jinki, Kau belum mengetahui sisi buruku. Kau mengatakan tak apa-tak apa. Tapi setelah mengetahuinya, kau pasti akan langsung meninggalkanku,”
“Tunjukan!”
“Hah?”
“Tunjukan Sisi terburukmu,”
“Andwe,”
“Ayolah nuna,”
“Aniya!”
“Nunaaaa~,” Jinki merengek.
“Baiklah, baiklah. Nanti malam Jam 7 Malam aku menunggumu di depan Jamsil Stadion. Itu kencan pertama kita,”
“Jinjja?? WOHOOOOO” Jinki bersorak girang dan Ia tak berhenti tersenyum.

Chu!
Jinki mencium bibir Gweboon sekilas kemudian menutup wajahnya karna malu. Mengintip reaksi Gweboon dari celah jarinya. Ia melihat Gweboon tengah tersenyum padanya dengan sangat manis dan cantik.
“Indahnya, Terpaan angin,” Jinki bergumam mengagumi Gweboon yang memang sedang terlihat cantik sekali.

Tiba-tiba Gweboon menyingkirkan kedua tangan Jinki dari wajahnya lembut. Jinki membuka mata dan melihat dengan jelas Gweboon tengah memandangnya dengan pandangan yang susah di artikan.

“Jinki, Terima aku dan cintai aku selamanya,” Gweboon mencium bibir Jinki lembut. Jinki justru membelakan matanya kaget. Saat Gweboon membuka bibirnya, Jinki menjadi lebih terkejut. Bahkan Gweboon sedang mengulumnya lembut, ia masih mematung dan mengerjap-ngerjapkan matanya namun dadanya seolah ingin meledak mendapat perasaan senang dan gugup secara bersamaan.

Setelah beberapa lama akhirnya Gweboon melepaskan Jinki. Gweboon melihat wajah Jinki berubah sangat merah dan Suhu tubuhnya naik seketika.
“Mengapa kau seperti kepiting? kau sakit? atau karna ciumanku?”
“Ah Aniya!” Jinki lari meninggalkan Gweboon karna merasa sangat malu. Ia memang masih polos sekali.
“Hahaha Kiyowo,”

Waktu telah menunjukan pukul 6 Sore.
“Hyung, Antarkan aku kerumah Woojin Hyung. Eh! Hyung mau kemana?” Hyungseop Membawa sekotak kacang oven yang ingin ia berikan pada Woojin.

“Aku ada Janji, Tapi Okelah, Hanya mengantar kan? Setelahbitu aku tinggal ya,”
“Siap bro,”

Akhirnya Jinki yang sudah Rapi ingin kencan akhirnya mengantar Hyungseop dulu.

“Wuy cuuuuy~ Jadi sini juga lu, Tos Sek Brayy” Woojin dan Hyungseob melakukan gerakan kompak mereka.

“Haiiih, Mereka seperti Panci dan tutupnya,” Hyungseob sudah tak memperdulikan Jinki lantas masuk begitu saja dengan Woojin. Namun setelah itu mata Jinki terbelalak melihat sosok yang di kenalnya yang hanya memakai Handuk putih.

“Loh! Jinki!?” Gweboon pergi kedepan rumah untuk mengambil bajunya yang dijemur. Ia baru saja selesai mandi.
“Nu-nuna??” Jinki sangat terkejut. Tak menyangka akan melihat Gweboon dalam keadaan seperti itu. Wajahnya kembali memerah.

“Kau datang untuk menjemputku? Ah aku baru saja selesai mandi. Ayo masuk dahulu, akan ku kenalkanmu pada keluargaku,” Gweboon menarik lengan Jinki membawanya masuk kedalam rumah.

Diruang tamu, Gweboon melihat Woojin dan Hyungseb sedang menonton film.

“Film apa itu?” Gweboon berhenti dibelakang mereka sejenak. (Ikut melihat Layar kaca)
“Thor : Ragnarok. Kau mau melihatnya? Kau harus lihat Film Thor yang selumnya agar mengerti. Juga kau harus melihat Avenger, Iron Man, Black Panter, AntMan, Dr: Strange, Captain America, Hulk. Oh! Deadpool sangat Cocok dengan Karaktermu Nuna,”
“Haiih Nonton satu Film aja ribet amet. Mbulet banget Uripmu Jin. Mending Nonton Drama sama Konser aku mah,”

“Repot dah urusan sama Fangirl gilak,”

“MWO!?” Ucap Gweboon sambil menjambak rambut Woojin.
“Ahahahaha Jambak sampe abis nuna. Ini bocah ngeselin emang,”

“Eh Cup! Bantuin gue atulah, ini malah kegirangan lu mbut,”
“Bodo amet, Eh! Jinki Hyung? Kenapa ikut masuk?” Mereka baru sadar bahwa Jinki ada dibelakang Gweboon.

“Kau mengenalnya?” Gweboon melepaskan Woojin dan beralih memperhatikan Hyungseop dan Jinki.

“Tentu saja kenal nuna. Ya tentu saja Orang mereka ini saudara” Woojin memberitahu sambil merapikan poninya yang berantakan.

“HAH?” Gweboon Tampak terkejut dan Jinki juga begitu tapi tak terlalu diperlihatkan.

“Yaaaaa apa ini, Berarti kita ini sudah terhubung lama Jinki. Aku sering mendengar cerita tentangmu dari Hyungseob”

‘Apa yang kira-kira Bocah itu ceritakan’ Batin Jinki dalam hati.

“Apa kalian saling mengenal Nuna?” Hyungseop ganti bertanya.
“Hyungmu ini pacarku Seobbie,”

“Jinjja?? Daebak! Kita Bisa menjadi Saudara cup! Eh tapi sejak kapan kalian saling kenal dan pacaran?”
“Kenal kemarin dan hari hari ini pacaran,”
“Daebak! Sesi kilat nuna?”
“Semoga betah dengan Nuna ku ya Hyung. Aku harap kau tabah,” Ucap Woojin.
“YA Curut! Apa yang kau katakan. Jinki jangan dengarkan dia. Okey kau duduk dulu aku akan segera selesai bersiap,” Mendudukan Jinki Kemudian Gweboon segera masuk kekamarnya untuk bersiap lagi.

Selang 15 Menit Gweboon sudah keluar kamar dengan Visual yang mempesona. Kaus Putih panjang sederhana dengan model leher Sabrina menunjukan bahunya yang cantik. Memakai Rok hitam 20cm di atas lutut. Sepatu yang Match dengan Baju dan rambut Ikal panjangnya membuat ia terlihat feminin dan sangat cantik.
“Neomu Yeppunda,” Guman Jinki.

“Aku siap! Ayo berangkat.” Ucapan Gweboon menyadarkan Jinki.

“Anak-anak Kami berangkat dulu ya,”
“Hati-hati dijalan Nuna dan bersenang-senanglah,”
“Jinki Hyung Yang sabar,”

Jam 7 Kurang Gweboon dan Jinki sudah selesai Checking tickets kemudian mencari tempat duduknya. Gweboon dan Jinki mendapat Row paling depan dan paling dekat dengan Stage.

“Konser apa ini?”
“Idol Kesayanganku WANNA ONE,”
“Ah! Mereka,”
“Kau mengenal mereka?”
“Tidak, Hanya sempat melihat beberapa cuplikan di TV,”

Jam 7 Pas Venue telah penuh lautan manusia. Dan lampu telah diredupkan pertanda WANNA ONE akan memasuki Stage. Layar oembukaan dan Lightning Panggung sudah berjalan menunjukan VCR pembukaan Konser yang bagus. Semua sudah berteriak tak karuan namun Gweboon tak bergeming dan memperhatikan. Satu menit setelahnya 11 Member WANNA ONE Telah memasuki Stage dan membentuk Formasi. Membuka Konser dengan Perform ‘Energitic’

BLARRR
Lampu berpusat menyorot Wanna one dan Minhyun menyanyikan Part awal.

“KYAAAA!! HWANG MINYOOOON,” Tiba-tiba Gweboon berteriak kencang dan hampir membuat Jinki serangan Jantung.

“ONG!! ONG!! JIHUN!! JIHUN! JIHUN KIYOWO!” Gweboon berteriak-teriak memanggil nama tiap mereka berganti Part.

“DEK BAEJIN SARANGHAE!! BAE JINYOUNG KIYOPTA!! JINYOUNGIE SARANGHAE!!!” Gweboon telah berteriak-teriak menggila.
“DEK LINLIN GUANLIN YES SWAG BEYBIIH!!” Gweboon berteriak dengan memutar-mutarkan banner Project dari Promotor.

“HA SENGWEIIIY….HA SENGUN! SUNGWOON-SSI!”

Gweboon berteriak heboh sepanjang lagu dan ikut berFanchart ria. Jinki merasa sangat Frustasi sekarang.

Setelah selesai Perform Energitic, Pick me dan Never WANNA ONE Beristirahat dengan Fun Talk bersama Fans. Semua member berdiri kemudian berbincang sejenak.

“HWANG MINHYUN!! MINYOON!!” Teriak Gweboon mengacungkan sebuah kemoceng. Minhyun melihat kemoceng Gweboon kemudian memberi Sign love untuknya.

“KYAAAAAAAA!!!” gweboon Histeris.
“YOON JISUNG!! ONG SEONGWO! JAEHWAN!! PAKUJIN!! Daehwi-ah” Gweboon memanggil Member yang dekat denganya dan Jisung mendengar panggilan Gweboon itu lantas tersenyum dan melambai pada Gweboon.
“KYAAAAA AKU DI NOTIS!!”

Gweboon heboh sendiri. Jinki benar-benar telah Frustasi sekarang. Ia melihat Pacarnya berteriak heboh dan Girang hanya dengan satu senyuman yang menurutnya adalah biasa saja.

Saat FunTalk MC meminta Member untuk memilih 11 Fans beruntung untuk diberi pelukan oleh mereka sebagai tanda terima kasih pada Fans.

“AKU!! AKU!! AKU!!” Gweboon berteriak heboh Ingin dipilih.
“Jinki!! Jinki angkat aku! Sini! Sini! ” Gweboon memaksa Jinki untuk menggendongnya agar Member WANNA ONE Bisa melihatnya.

Kang Daniel Datang ke arah Gweboon dan tersenyum padanya. Kumudian mengulurkan tanganya dan langsung diraih oleh Gweboon. Daniel langsung menarik Gweboon ke Stage tanpa naik tangga.

Di atas Stage 11 Fans beruntung di perbolehkan memeluk 5 Dari 11 Member. 10 Fans lain telah memilih Member yang ingin mereka peluk dan kemudian dipersilahkan turun panggung. Tinggal Gweboon Fans yang tersisa di atas Stage.

“Omona, Bukankah Fans Ini sangat cantik WANNA ONE? Siapa tadi yang memilihnya?” MC berjalan mendekati Gwebon dan melihatnya dari bawah ke atas.
“Aku! Aku yang memilihnya,” Daniel maju kedepan dengan senyum kelincinya sambil sedikit meloncat-loncat kecil.
“Kau pasti memilihnya karna di sangat cantik,” MC melirik Daniel.
“Semua Fans Cantik tapi Dia terlihat sangat Cantik,” Daniel tersenyum lucu. Gweboon tersenyum sangat girang disana.

“Baiklah, Siapa yang kau pilih untuk mendapat pelukan Nona?” MC bertanya pada Gweboon.

“Ah Eumm…Jihoonnie, Bae Jinyoung, Guanlin! Minhyun dan Daniel,” Gweboon menyebut Member-member yang paling di sukainya.

“Hiyak! Member Yang disebut mohon maju kedepan, Kalian belum kenyan oleh pelukan para gadis kan?”
“Aku, aku belum” Ong mengacungkan tangan.
“Maafkan aku, kau tak ada dalam daftar pilihan Nona cantik ini,” Semua member dan Fans tertawa. Ong Seongwu memasang expresi menangis.

“Baiklah Nona, Siapa yang ingin kau peluk Pertama,” Member sudah maju dan berdiri berjarak 3 meter dari Gweboon.
“Tentu Saja Daniel yang membawaku disini,”
“Daniel!! Baiklah Daniel..” Daniel Datang pada Gweboon dengan senyum cerahnya dan mereka berpelukan Erat. Seseorang sedang Mendidih melihat mereka dari Front Section.
“Baiklah, Selanjutnya?”
“Jihoona Yeppo Come to Nuna,” Jihoon maju sambil tersenyum-senyum kemudian berjalan pelan dan langsung memeluk Gweboon erat.
AAAAAA……*Riuh Fans berteriak melihat Gweboon yang mencium Pipi Jihoon saat mereka berpelukan.
“Aigooo~ Aigooo~ Wahaaaa” Riuh MC.
Setelah Jihoon kembali ketempat duduknya dengan senyum lebar yang ditutupi oleh telapak tanganya, Tiba-tiba Bae Jinyoung langsung maju dan datang pada Gweboon dengan senyum sumringah dan Aegyeo luar biasanya. Setelah sampai di depan Gweboon Bajin memberikan Pipi nya untuk dicium.
“Cup”
“Cup”

“KYAAAAAAAA” Fans Berteriak hebat saat Baejin memberikan kedua pipinya untuk dicium.

“YAAA~ Bae Jinyoung menawarkan diri,” MC Ikut merasa Girang dan Ruangan dipunuhi teriakan riuh dari Fans.
“Nuna, Saranghae,” Ucap Baejin dan langsung memeluk Gweboon.

“ANDWE ANDWE….OMMOOO!!” Jinki ikut berteriak heboh. Namun semua orang juga berteriak dan berisik tentu saja Gweboon tak mendengar apapun dari Jinki.

“Aigooo Bae Jinyoung, Yaaa. Baiklah siapa selanjutnya Nona?”
Gweboon sangat bungah dan tak bisa menyebunyikan wajah merahnya karna terlalu senang.

“Guanlin lin,” Yang disebut langsung maju dengan senyuman Khas nya. Datang dengan Gestul Manly dan langsung memeluk Gweboon.
“Nuna,” Guanlin berdiri diam dan menutup matanya.

“Aigooo, Apa ini? Hari ini para Maknae ada didepan”

“Aniya!! Aniya!! Andwe!! Hey bocah!! itu pacarku!! beraninya kau,” Jinki berteriak heboh namun hanya beberapa Fans didekatnya yang dapat mendengar ucapanya. Dan tampaknya mereka terganggu.

“Aigoo, Di Kehidupan sebelumnya dia pasti pernah menyelamatkan Dunia,”
“Iya dia sangat beruntung,”
“Omo Daebak aku sangat iri,” ini komentar beberapa Fans yang di dengar oleh Jinki.

“Selamatkan dunia pantatku!?” Jinki bersungut-sungut.

Setelah Guanlinn menutup mata dan sedikit menunduk, Gweboon ternyata hanya mencium Dahi Guanlin. Fans kembali Bersorak.

“Wahaa…Mengapa Dahi? Maknae Guanlin terlihat kecewa nona,” Mc bertanya penuh penasaran.

“Itu karna dia yang paling kecil dan aku anggap dia masih anak-anak sekali, di dahi sudah cukup”

“Aigooo, bagaimana bisa anak kecil padahal dia sebesar ini,” MC meyakinkan Gweboon. Sedangkan Guanlinn berpura-pura memasang wajah sedih.

“Tetap saja dia Anak kecil, Tapi Nuna sangat menyayangimu Guanlin. Nuna akan menjagamu dari sini,”

“Terima kasih, tolong jaga aku Nuna,” Guanlin membentuk Love dengan kedua telapak tanganya yang di tujukan untuk Gweboon.

“Nah, Yang tersisa hanya Hwang Minhyun sekarang, Baiklah Minhyun-ssi Silahkan”
“Tunggu!” Gweboon tiba-tiba menghentikan MC. Semua orang Juga terdiam
“Biarkan aku yang datang pada Minhyun,”
“Wahaaaa Okeeey Okeeey, Nona Wannable Cantik ini ingin datang sendiri pada Minhyun-ssi”

Dari semua anggota WANNA ONE, Gweboon paling menyukai Hwang Minhyun karna dia adalah Tipe ideal Gweboon.

“NUNA ANIYA!! NUNA ANDWE!! YAAA NUNA!! ANDWEYO!!! GWEBOON NUNA!!” Jinki berteriak keras sekali saat Gweboon berjalan menghampiri Minhyun. Sementara Minhyun hanya Diam tersenyum lembut menatap mata Gweboon.

[Chu]

“GRRHAAAAAAA KYAAAAAAA
HAAAAAA KYAAAAAA HUUUUU”
Semua Fans berteriak 100x lebih heboh melihat Gweboon yang Datang mencium bibir Minhyun.

“SIALAAAAAN!!! SIPHAL!! SEKIYA!” Jinki berteriak marah ditengah teriakan Fans. Jinki merasa sangat marah dan cemburu.

“OMMAAAA….OMMAAAA…OMMOOOO, AIGOOOOOOO JINJJA DAEBAAAKK, MINHYUN SSI” MC terus heboh sedangkan Minhyun hanya Menganga dan matanya Girang. Melihat Reaksi semua orang Gweboon langsung lari dari atas panggung turun dari Stage.

“Aigoo Minhyun-ssi otteyo?”
“Aku, ah omo! Ahahahahahaha,” Minhyun tak bisa berkata apa-apa dan hanya tertawa lebar.

“Kemana perginya Nuna tadi!? Kemana perginya dia? ini tidak adil. Nuna mengapa kau tak memilihku juga eoh?”
“Ong Seongwu-ssi mohon bersabar ini ujian,” MC menenangkan Ong yang berdiri dari kursinya dan mencari-cari Gweboon dengan Expresi cemberut yang lucu.
“Nuna, Nuna odiga?” Ong masih memeriksa Fans mencari-cari Gweboon.
“Minhyun-ssi bagaimana perasaanmu?” MC bertanya pada Minhyun yang telah duduk di bangkunya.
“Ini pertama kalinya Bibirku dicium oleh seorang penggemar,” Ungkap Minhyun tersenyum menutupi Wajahnya kemudian tersenyum lebar lagi menepuk-nepuk pipinya yang memerah.
“Minhyun hyung, Dicium penggemar itu berat biar aku saja” Ong Menyela
“Baiklah, sekarang kalian percaya kan bahwa semua lelaki sama saja” MC menggoda.

AHAHAHAHAHAHAHAHAHA
Dan semua orang tertawa.

Sementara itu Gweboon telah turun stage tanpa aba-aba dan kini ia tak berani kembali menuju bangku penonton karna Ulahnya sendiri. Ia takut Fans lain akan mengroyoknya. Jadi ia duduk disamping stage depan Sound speakers yang membuat telinganya nyaris tuli.
“Aigoo, Jika Fans lain mengenaliku aku pasti akan langsung tamat” Gweboon mengedarkan pandanganya dan mencari-cari sesuatu.
“Ah Dapat!!” Gweboon menyobek kain pinggiran penutup stage kemudian digunakan sebagai masker wajah. Setelah dirasa dia akan aman, dia mulai bergerak menuju tempat duduknya sedikit-demi sedikit berbaur di keriuhan saat WANNA ONE Tampil dengan lagu ‘Never’

Setelah berhasil mengelabui dan krmbali ketemoat duduknya ia melihat Jinki sedang duduk diam. ‘Apa Jinki sedang marah?’ Tanya Gweboon dalam hati.
“Jinki-ya,” Ucap Gweboon manja meratu Jinki dengan Pelukan. Tapi Jinki masih diam.
“Jangan marah, Aku hanya mencintaimu..itu tadi tak berarti apa-apa,”
“APANYA YANG TAK APA-APA AKU MELIHATMU MENCIUM BIBIR PRIA LAIN!!” Jinki berteriak.

“Aigooo~ Aku adalah penggemar, hal seperti itu adalah Umum. Semua orang boleh mencium mereka,”
“Benarkan?”
“Benar,”
“Nuna tak berbohong kan?”
“tentu saja tidak”
“Tapi apa benar Penggemar boleh mencium bibir Idolanya?”
“Tentu saja benar, kau tak pernah menjadi penggemarkan? Karna itu kau tak tau. Khusus Idol lelaki Mereka di ijinkan untuk Dicium, Dipeluk dan di culik Jika ada kesempatan,” Gweboon membohongi Jinki.
“Tak masuk akal,”
“Aku serius, Percayalah”
“Baiklah,”
Gweboon tersenyum Iblis dari balik maskernya.
“Kau memang Pacarku yang tersayang,” Gweboon memeluk Jinki.

Setelah Gweboon dan Jinki berbaikan, Gweboon kembali Fokus pada WANNA ONE yang kini akan menampilkan Band Version dari lagu ‘Burn it Up’. Ong berada di bagian Drum, Baejin Piano, Jihoon Bass, Minhyun, Hasung Vocalist dan Paling dekat dengan Gweboon adalah Jaehwan yang memegang Gitar. Member sisanya Menampilkan Dance.

‘urn it up! Yeah
burn it up! Ooh Wuh”

[Lagu telah dimulai dengan Live Band]

burn it up! Uh Oh
burn it up! Ooh Yeah

[Suasanya sangat Meriah karna semua orang ikut bernyanyi]

Saeroun sedaega yeollyeo
issneun geudaero badadeuryeo
[Suara Gitar listrik Jaehwan mendominasi music]

mwoga dareunji boyeojulge
nal ttara Follow up
sori nopyeo hanaga dwae
We’ll make you hwal hwal hwal

urin jom Young & Wild
taeeonal ttaebuteo chiyeolhage jarawassji
[Music berfokus pada Drum Ong mengiringi Rapp Daniel]
jogeum dokhan Type geujeo apman bogo
eodumeul tdulhgo wassji gees!

[Bagian rapp Pakujin Music didominasi Bass Jihoon Dan Drumer Ong]

D.I. double F.E.R.E.N.T teoteuryeo
nan Like a boom boom pow
piboda jinhan hyeongjedeulgwa deo nopeun
kkumeul hyanghaega ret’t fly!

[Music menjadi lebih lembut dan didominasi Permainan Piano Baejin Di iringi Suara Drum Ong yang Powerfull]

ije sijagiya It’s time to light
nae ane jamdeuldeon geu bicceul kkaewo
i Stage wi neowa naui gil sigani dwaesseo
ja modu ireona

[Masuk Reff lagu Ong, Jihoon, Jaehwan, Memainkan Permainan mereka dengan sangat Powerfull, Dan itu membuat semua orang menggila]
burn it up! Ooh
We burned in white (hwalhwal)
burn it up! Ooh
We’re burnin’ white (hwalhwal)
taewo

[Setelah Reff Jaehwan mendapat Part Bermain Gitar Solo]

“AKKKKKKGGGGGGHHHHH!!!!”
“DAEBAAAAAAAAAAAAAKK!!”
“SARANGHAEEEE”
[Gweboon berteriak heboh sekali]
“WUHAAAAAAAAAAAAAA”
“WUHOOOOOOOOOOOOO”
“DAEBAAAAAAAAAAAAK”
[Gweboon dan Fangirl-Fangirl lainya bersorak dan meloncat kegirangan]

Ditengah rius suasanya Gweboon meraba tali BH dan melepaskanya. Ia melepaskan BH hitamnya dan memutarnya seperti Sheriff Kelly dan Tali Laso nya. Sembari berteriak heboh ia terus memutar-mutarkan dengan kencang sampai akhirnya melemperkan itu ke atas Stage. ‘Jeroan’ Gweboon terbang tinggi menuju Stage dan mengarah pada Satu member. [‘Jeroan’ Gweboon tersangkut pada Gitar Jaehwan] Reaksi Jaehwan Cukup terkejut kemudian ia tertawa sembari menyingkirkan ‘Si Blacky’ itu. [Untung saja Jaehwan sudah selesai dengan Part solonya, Tak terbayang Jika ‘Si Blacky’ Datang saat ia bermain Gitar solo tadi, Ahahahaha]

“YA!! NUNA!! APA YANG KAU LAKUKAN!!” Jinki melihat Gweboon melepaskan pakaian dalamnya dan melemparkan itu kepanggung.

“Hal seperti ini sudah biasa kulakukan jika aku menyukai pertunjukan mereka,”
“Itu bukan hal yang seharusnya kau lakukan!!”
“Aigoo, jangan kolot sayang. Ini sudah sangat Umum”
“Umum Pantatku! Ada ribuan Fans dan hanya kau yang melakukan hal semacam itu! Itu tak lazim! Kau sudah mencium pria lain didepanku sekarang kau memberikan pakaian dalam mu pada mereka! ini sudah keterlaluan!! Kau sudah melewati Batasku!! Aku pergi!!!” Jinki sangat marah karna manilai Gweboon sungguh keterlaluan padanya.

“Jinki!! Jinki Tunggu!! Jangan pergi! Jikau kau pergi! Kita putus!!” Jinki berhenti ditempatnya.
“Baiklah kalau begitu!! Jika kau mencintaiku maka berjanjilah bahwa ini Konser Terakir yang kau datangi. Jangan temui mereka lagi!” Jinki merasa sangat cemburu pada Idola Gweboon karna merasa Gweboon lebih mencintai Idolanya daripada Dirinya.
“Aigooo!! Perjanjian apa itu!? Shiro!!”
“Baiklah selamat tinggal,” Jinki pergi dari tempat konser tanpa basa-basi. Gweboon yang kesalsamasekali tak menghiraukan Jinki. Gweboon benar-benar egois dalam hal ini.

Acara Selesai pukul 10 malam dan Ternyata Woojin tak bisa dihubungi. Ditambah dengan Batrai ponselnya yang mati membuat Kesulitanya bertambah.
“Ah Eottokhae,” Gweboon tengah menggunakan pakaian Tipis dan mini sekarang. Semua orang sudah dijemput dan hanya tinggal dirinya dan beberapa Fans di depan Venue.

“Ah bagaimana ini,” Gweboon terlihat resah. Satu jam ia terdiam sendirian didepan Venue.

Ia ingin menghubungi Jinki tapi Harga diri menghalanginya untuk melakukan itu.

Kini jarum jam menunjukan pukul 12 malam dan Gweboon masih berada didepan Venue.

“Nuna,”
“Hah?” Gweboon Reflek mengalihkan pandanganya ke arah suara. Melihat seseorang yang sangat dikenalnya.
“Apa Kau Nuna Yang mencium Wanna One Hyung tadi?”
“Nde,” Jawab Gweboon tersenyum saat ia bertemu Seorang anak lelaki manis dengan 3 Orang temanya yang tampaknya Seorang Fanboy juga.
“Mengapa Nuna belum pulang? Bagaimana jika nuna ikut dengan kami” Mereka berempat mendekat dan Gweboon mulai waspada.
“Nah! Kena kau!!” Salah satu dari mereka menangkan Gweboon. Namun Gweboon bisa mengelak karna dia pintar bela diri. Mereka mengetahui itu lantas mengatur rencana untuk

“Kau tahan tangan kanannya, kau tangah kirinya dan kau tahan kakinya. Lalu memukulnya agar dia tak banyak perlawanan. Bagaimanapun juga dia adalah perempuan,” Gweboon yang mengetahui itu segera berlari masuk kedalam lingkungan Venue.

“Jangan lari kau!!” Mereka segera berlari menyusul Gweboon.
“Dowajuseyo!!!” Dowajuseyo!!”
Saling berkejar-kejaran dan akhirnya mereka mendapatkan Gweboon saat Gweboon tersandung dan jatuh.

“Woojin, Kenapa kau masih disini?” Jinki yang baru saja keluar kamar terkejut melihat Woojin sedang bermain Game dirumahnya bersama Hyungseob.
“Memangnya kenapa hyung? Hiyak! Hiyak! Mati lu!! Mateeek cuuuk” Woojin sudah berteriak heboh dengan Game nya.
Jinki segera menghubungi Gweboon dan tak ada sambungan. Melihat Jam sadar dengan apa yang terjadi. Jinki Segera berlari menyalakan motor dan melanjukan motor sekencang mungkin. Sampai disana ia tak menemuka Gweboon.

Hanya menemukan Tas kemudian Ponsel Gweboon yang berjarak 50 meter dari Tas nya.
“Nuna dimana kau, apa yang terjadi padamu” Jinki mulai takut. Ia terus berkeliling Venue untuk menemukan Gweboon dan benar. Ia menemukanya…Namun hanya menemukan Baju Gweboon yang sudah tersobek-sobek. Jinki menangis deras mengetahui Hal buruk pasti telah menimpa Gweboon saat ini dan ia merasa sangat Bersalah.
“Nuna!! Nuna!!” Jinki berteriak sambil menangis mengelilingi Venue.

The end.

FF di lanjut atau tidak tergantung Nana, Kalau mau dilanjut saya lanjut. Kalau tidak ya sudah begini saja. Hehehehehe

Add Comment