Potret Luka Penganiayaan Goo Hara dan Lemahnya Awareness Kekerasan Seksual Pada Perempuan. - Kpop Indonesia

Potret Luka Penganiayaan Goo Hara dan Lemahnya Awareness Kekerasan Seksual Pada Perempuan.

Potret Luka Penganiayaan Goo Hara dan Lemahnya Awareness Kekerasan Seksual

Sebenarnya, sebelum kejadian bunuh diri terjadi, Hara sudah menunjukkan banyak tanda-tanda keputus-asaannya pada kita.

Bukan hanya soal mentalnya tetapi juga ketidakadilan yang harus ia alami ketika melihat pelaku penganiaya dirinya bebas berkeliaran tanpa dosa.

Masih ingat peristiwa 2018 lalu? Saat tiba-tiba ia dilaporkan pacarnya atas kasus penganiayaan? Tapi setelah diselidiki ternyata Goo Hara lah yang justru menjadi korban penganiayaan. Sekujur tubuhnya lebam dan membiru. Polisi melakukan penyelidikan dan menemukan bukti tubuh Hara dipenuhi luka benturan benda tajam dan pukulan fisik. Hasil visum dokter yang dikeluarkan Dispatch juga menyatakan Hara mengalami pendarahan serius di bagian uterus dan vagina. Tak sampai disitu, ia juga mengalami cedera cervical, lebam di bagian wajah, kaki dan tangan yang memar. Tubuh Hara tak satupun yang lolos dari luka.

Sekarang, mari kita flashback kebelakang, sebelum kebenaran Hara terungkap? Apa reaksi kalian? Mengutuk Hara telah menganiaya pacarnya? Reaksi mayoritas kita yang mengutuk Hara hanya karna artikel di media yang menyebut Hara melakukan pemukulan pada pacaranya itu sama persis dengan apa yang terjadi di Korea. Sebelum kebenaran ini terungkap, banyak yang menyumpahi Hara, menyebutnya perempuan jahat, merutuk dan memaki dengan kalimat-kalimat kasar.

Itu tandanya apa? Bahwa kepedulian publik terhadap perempuan itu sangat lemah, Mereka, bahkan kita dengan mudah percaya kabar-kabar atau berita-berita yang memojokkan perempuan. Tidak hanya di Korea, tapi diseluruh dunia, jika ada berita buruk tentang perempuan pasti akan cepat menyebar. Dan ketika kebenaran itu terungkap, kita hanya menyatakan rasa prihatin, tapi tindakan lebih lanjut? tidak ada. Contoh nyatanya, mantan pacar Hara, Choi Jong Bum, pelaku kekerasan seksual itu bebas berkeliaran dimana-mana. Ia tidak ditangkap ataupun diadili, padahal disana, Goo Hara sedang berjuang melawan rasa takut dan traumatiknya. Ironis kan?

Budaya patriarki di Korea itu masih sangat kental. Bahkan sejujurnya di negara kita pun sama. Budaya patriarki menempatkan kuasa dan kepentingan laki-laki diatas segalanya. Perempuan dianggap manusia kelas kedua dan tidak penting. Posisi perempuan ditempatkan sebagai objek seks. Perempuan tidak boleh lepas dari “dapur, sumur, kasur”. Yang artinya jika ada kejahatan-kejahatan yang berbau seksual itu dianggap normal, karena disitulah peran perempuan, tak jauh dari masalah “kasur”, sangat biadab bukan?

Yaa, itulah yang dirasakan Hara, beban mentalnya berat, sangat berat. Ia hidup dilingkungan dan lingkaran patriarki yang tinggi. Di Korea, status laki-laki diposisikan lebih tinggi daripada perempuan. Rasa malu dan traumatiknya terasa lebih berat setiap hari. Belum lagi hujatan, makina yang setiap hari ia terima. Ia dihujat, padahal ia adalah korban. Ia mengurung diri dirumah, tak berani keluar kemana-mana, padahal ia korban, bukankah seharusnya yang merenungi kesalahannya dan meminta ampunan pada Tuhan itu pelaku? tapi kenapa ia yang harus menanggung semua ini?

Dititik itulah seakan dunia Hara runtuh, bagaimana ia bertahan dengan kondisi society yang judgemental seperti itu. Bagaimana ia bisa melihat seseorang yang telah menyiksanya, membuat tubuhnya terluka, membuat pendarahan di saluran uterus dan robek di bagian vitalnya, bisa berkeliaran bebas? Gimana bisa menerima ketidakadilan yang luar biasa menyakitkan seperti itu? Harga dirinya diambil, direkam, disebarluaskan dan masih dianaya, dipukuli hingga babak belur. Luar biasa biadab.

Goo Hara, adalah cerminan kita semua. Cerminan atas buruknya society dan budaya patriarki yang menjerat dan melukai kita. Jangan ada Hara-Hara lainnya.Ayo semakin awareness, semakin sadar bahwa hubungan yang penuh kekerasan itu tidak baik. Toxic relationship itu bentuk perbudakan yang kejam. Jangan pernah mengijinkan toxic relationship memasuki diri kalian. Ayo sayangi diri sendiri, Cintai diri kalian. Berhenti untuk membayangkan kisah cinta yang fairy tale bak dongeng. Dunia ini keras dan kejam, kejahatan ada dimana-mana dan bisa menimpa siapa saja. Jadi kalau bukan kita yang menyayangi dan melindungi diri kita, lalu siapa lagi?

Written by Sastra Ayu

Via: Kpopindo.id

Add Comment