You Are My Everything (Fanfiction BTS) - Kpop Indonesia

You Are My Everything (Fanfiction BTS)

You Are My Everything

Author : Dhini
Cast : Kim Taehyung (BTS), Jeon Jungkook (BTS), Kim Yura (OC Girl), etc
Genre : School life, Friendship, Hurt, etc
Leght : Oneshoot [4000+ words]

Ranting : T+
Album : The Mood Of Love pt. 1
Song : I Need U, Hold Me Tight & Love is Over
Cover by : Park Jin Ah Art

 

I need you girl
Wae honja saranghago honjaseoman ibyeolhae
I need you girl
Wae dachil geol almyeonseo jakku niga piryyohae
( I need you girl )
(Why i’am in love alone, why i’am hurting alone )
(I need you girl )
( Why do I’am keep needing you, when i’am know get hurt? )
-ALL POV Author-

Kim Taehyung dan Jeon Jungkook merupakan dua sahabat yang sangat dekat. Mereka sahabat sejak kecil hingga remaja. Tumbuh secara bersama-sama membuat keduanya selalu terikat satu sama lain. Kini mereka berdua berada di tingkat akhir Kirin Art School. Sekolah yang cukup terkenal di Seoul. Sekarang mereka berdua berada di kelas. Suasana kelas masih ramai di karenakan Seongsonim yang mengajar belum datang.
‘’Hei, Jungkook ada yang ingin aku katakan ‘’ucap Taehyung memulai pembicaraan dengan Jungkook
‘’Apa Tae? ‘’balas Jungkook ingin tau
‘’Aku sedang menyukai seorang yeoja. Ia merupakan adik kelas kita. Sebagai teman baik kau bantu aku ne’’ ucap Taehyung tersenyum
‘’Ya boleh saja. Jadi apa yang kau rencanakan, Tae? ‘’balas Jungkook tersenyum
Taehyung menjelaskan rencananya kepada Jungkook. Jungkook mendengarkan dengan serius rencana yang di bicarakan oleh Taehyung. Sekali-kali Jungkook memberikan masukan yang baik untuk rencana Taehyung.

-Malam harinya-
Hari ini adalah hari yang spesial. Taehyung sedang bersiap-siap memakai pakaian yang cocok untuk menemui calon pacarnya. Ia tersenyum senang ke arah cermin karena penampilannya sudah memukau. Ia keluar dari kamarnya lalu menghampiri Jungkook yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
‘’Jungkook, bagaimana dengan penampilan ku?’’ucap Taehyung tersenyum puas
‘’Waw, kau sangat berbeda Tae. Aku hampir tidak mengenali mu ‘’balas Jungkook tersenyum jahil
‘’Kau berlebihan. Kajja, pasti ia sudah menunggu ku’’ ucap Taehyung
‘’Sifat geer mu tidak hilang-hilang juga ‘’ucap Jungkook
Mereka berdua keluar dari rumah Taehyung. Taehyung mengajak Jungkook untuk masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil mereka berdua bercanda. Jungkook lebih banyak menggoda Taehyung. Taehyung selalu membalas ucapan Jungkook dengan senyuman kotaknya. Tak beberapa lama mereka berdua sudah sampai di sebuah tempat.

-Di Sungai Han-
‘’Bagaimana dengan penampilanku Jungkook?’’tanya Taehyung lagi
‘’Ck, kau sudah tampan Kim Taehyung. Cepat kau ke sana, pasti dia sudah menunggu mu’’balas Jungkook
‘’Oh, aku gugup sekali…’’ucap Taehyung
‘’Kau berlebihan Tae. Nanti aku akan bersembunyi dekat pohon itu. Kau harus ingat kata-kata yang aku sudah sarankan untuk mu ‘’Jungkook mencoba menjelaskan kepada Taehyung
‘’Ya, aku ke sana. Doakan aku ne ‘’ucap Taehyung
‘’Semangat Tae’’ ucap Jungkook member semangat dengan senyuman
Taehyung berjalan ke arah yeoja tersebut. Taehyung tersenyum dengan semangat dan melangkahkan kakinya dengan tidak sabar. Ia ingin sekali menemui yeoja tersebut. Lama-lama langkahnya semakin dekat dengan yeoja tersebut.
‘’Kau sudah menunggu lama, Yura’’ ucap Taehyung memulai pembicaraannya
‘’Tidak Oppa ‘’balas Yura dengan senyuman
‘’…’’
‘’Ada apa Oppa mengajak ku ke sini? ‘’ucap Yura
‘’Ada yang ingin aku katakan’’balas Taehyung gugup
‘’Apa?’’ ucap Yura ingin tau
‘’Aku sudah lama menyukai mu, Kim Yura. Maukah kau menjadi kekasih ku? ‘’ucap Taehyung dengan sedikit keras
‘’Oppa serius? ‘’balas Yura kaget
‘’Ne, kau percaya kepada ku kan? ‘’ucap Taehyung menggenggam tangan Yura
‘’Ne Oppa, aku mau ‘’balas Yura malu-malu
Taehyung sangat senang sekali. Ia tidak menyangka bahwa pernyataan cintanya dapat di terima oleh Yura.Taehyung segera memeluk erat tubuh Yura. Mereka berdua tertawa bersama. Kini mereka berdua telah resmi menjadi sepasang kekasih. Jungkook yang melihat sahabatnya bahagia hanya dapat tersenyum manis.

-Beberapa bulan kemudian-
Kini hubungan Taehyung dan Yura semakin dekat. Semua siswa-siswi mengetahui hubungan mereka. Rata-rata dari mereka sering melihat Taehyung yang menggandeng tangan Yura dengan mesra atau Taehyung yang sering pergi ke kelas Yura. Ada yang mensetujui hubungan mereka namun tak sedikit yang menolak hubungan mereka berdua.
‘’Jungkook, hari ini aku akan membuat kejutan untuk Yura’’ucap Taehyung tersenyum
‘’Apa? ‘’balas Jungkook ingin tau
‘’Kali ini aku ingin melakukannya sendiri. Kau tidak usah ikut-ikutan ne’’ucap Taehyung
‘’Ya terserah kau saja, Tae. ‘’balas Jungkook
‘’Jangan ngambek dong. Kau tambah imut kalau sedang merajuk ‘’ucap Taehyung mencubit pipinya Jungkook
‘’Tidak ‘’balas Jungkook dengan singkat

-Malam harinya-
Sekarang Taehyung berada di dalam mobilnya. Ia tidak henti-hentinya tersenyum selama perjalanan ke rumah Yura. Pikirannya sudah memikirkan hal-hal yang menyenangkan dengan kekasihnya. Pasti sangat bahagia bisa merayakan anniversary bersama kekasih sendiri. Tak beberapa lama Taehyung sudah berada di depan rumah Yura. Namun ketika ia ingin keluar langkah kakinya mendadak terhenti. Di depan kaca mobilnya terlihat Yura bersama namja lain. Yang membuat Taehyung kaget ialah Yura berciuman dengan namja tersebut.
‘’Sakit sekali Yura. Kenapa kau melakukan hal ini? ‘’ucap Taehyung meremas dada kirinya

-Keesokan harinya-
Hari ini seperti biasanya Taehyung dan Jungkook berada di dalam kelas. Keadaan suasana kelas ramai. Di karenakan Seongsonim sedang mengadakan rapat tahunan. Jungkook sudah mencoba mengajak Taehyung untuk bicara namun Taehyung tidak merespon pembicaraan Jungkook.
‘’Ada apa, Tae? Sepertinya kau sedang ada masalah ‘’tanya Jungkook penasaran
‘’Ne. kemarin aku melihat Yura sedang berciuman dengan namja lain’’balas Taehyung dengan tidak semangat
‘’Kau sudah mencoba berbicara dengan Yura? ‘’ucap Jungkook
‘’Belum ‘’balas Taehyung singkat
‘’Dasar kau ini. Coba kau tanyakan hal tersebut kepadanya, Tae. Mungkin ia mempunyai alasan tertentu ‘’ucap Jungkook mencoba mengusulkan sebuah ide
‘’Ya, terima kasih atas sarannya Jungkook ‘’ucap Taehyung tersenyum
‘’Jangan bersedih hati. Mana Taehyung yang selalu cerewet dan tersenyum ‘’ucap Jungkook sedikit mengejek Taehyung
‘’…’’ Taehyung hanya membals senyuman Jungkook dengan singkat

-Siang harinya-
Tak beberapa lama bel sekolahan berbunyi menandakan istirahat telah tiba. Seluruh siswa-siswi berhamburan keluar kelas dengan semangat. Mereka bersorak dengan ria dikarenakan tujuan awal mereka adalah kantin. Lalu Jungkook mengajak Taehyung untuk ke kantin. Awalnya Taehyung menolak akan tetapi Jungkook menarik paksa tangan Taehyung yang membuatnya terpakasa mengikuti keinginan Jungkook.
‘’Kau ingin memesan apa, Tae? ‘’ucap Jungkook
‘’Aku tidak mau. Kau saja Jungkook ‘’balas Taehyung
‘’Aku pesankan minuman saja ne. Bagaimana? ‘’ucap Jungkook
‘’Ya, terserah kau saja Jungkook ‘’balas Taehyung tersenyum
Jungkook segera pergi dari tempat duduk Taehyung. Ia memesankan makanan dan minuman untuk dirinya sendiri dan Taehyung. Taehyung hanya duduk diam. Ia melihat dengan sesakma ruangan kantin yang penuh dengan siswa-siswi. Lalu matanya tidak sengaja melihat Yura yang sedang duduk sendirian. Ia bangun dari kursinya lalu melangkah ke arah Yura. Dan ketika Jungkook sudah berada di tempat duduk Taehyung, ia tidak melihat Taehyung. Matanya mengelilingi isi kantin lalu menghela nafas lega ternyata sahabat baiknya sedang bersama kekasihnya.
‘’Yura, ada yang ingin aku bicarakan. Kajja ikut aku ke taman belakang sekolah’’ucap Taehyung tegas
‘’Ne Oppa’’balas Yura bingung

-Di taman belakang-
Kini Taehyung dan Yura sudah berada di taman. Suasana masih hening tidak ada satu kata yang terucap. Taehyung masih belum siap berbicara. Yura yang melihatnya hanya bingug lalu ia memulai pembicaraan tersebut.
‘’Taehyung Oppa, ada apa?’’ tanya Yura ingin tau
‘’Kim Yura, kau berselingkuh di belakang ku ‘’ucap Taehyung dengan tatapan tajam ke arah Yura
‘’Maksudmu apa, Oppa? ‘’balas Yura bingung
‘’Sebenarnya waktu anniversary aku ingin membuat kejutan untuk mu tetapi ketika aku sudah sampai di depan rumah mu. …. ‘’Taehyung sedikit menghela nafas
‘’…’’
‘’Aku melihat mu berciuman dengan namja lain. Bisa kau jelaskan, Kim Yura? ‘’ucap Taehyung
‘’Maafkan aku Oppa. Namja yang Taehyung Oppa lihat, dia adalah calon tunangan ku. Orang tuaku dan Orang tuanya sudah menjodohkan kami berdua‘’balas Yura sedih
‘’…’’
‘’Taehyung Oppa, aku benar-benar minta maaf ‘’ucap Yura menyesal
‘’Sebaiknya kita akhiri saja. Mungkin aku bukan namja yang terbaik untukmu. Semoga kau bahagia Yura ‘’balas Taehyung tersenyum lemah
‘’Taehyung Oppa…’’
‘’Sudahlah Yura. Semoga kau bahagia ne ‘’
Taehyung pergi meninggalkan Yura sendirian di taman. Yura sangat menyesal atas kejadian ini. Ia telah melukai namja yang tulus mencintainya. Namun Taehyung mencoba untuk tidak bersedih dengan hal ini, ia mencoba untuk tegar. Taehyung adalah namja yang mudah memaafkan orang lain namun sekalinya orang tersebut melukainya, ia tidak segan-segan untuk melupakan orang tersebut.

Malam ini suasana kamar Taehyung sepi. Biasanya ia sedang menelephone Yura, namun untuk sekarang dan seterusnya tidak akan lagi. Taehyung mencoba menghilangkan bayangan-bayangan Yura di pikirannya namun sulit. Tangannya terulur mengambil smartphonenya lalu menelephone Jungkook agar dapat bercerita kepadanya.
-via telephone-
‘’Yeboseyo Tae, ada apa? ‘’
‘’Aku sedang besedih Jungkook. Hati ku merasa kesepian ‘’
‘’ Kau dengan Yura baik-baik saja kan?’’
‘’Tidak~’’
‘’Lalu?’’
‘’Aku sudah putus dengannya. Ternyata ia sudah di jodohkan dengan namja lain’’
‘’Kau sabar saja, Tae. Mungkin kau dengan Yura tidak berjodoh’’
‘’Tetap saja. Aku sedang galau, Jungkook’’
‘’Lalu aku harus apa? ‘’
‘’Nyanyikan aku sebuah lagu ne’’
‘’Baiklah..’’
‘’Tapi jangan lagu galau’’
‘’Ya cerewet’’
Akhinya malam ini Jungkook menyanyikan sebuah lagu untuk Taehyung. Taehyung sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Jungkook yang mempunyai suara merdu. Kadang-kadang Taehyung menyarankan Jungkook untuk masuk dunia musik namun Jungkook selalu menolaknya. Alasannya hanya satu Jungkook ingin menyelesaikan dunia pendidikannya terlebih dahulu.
-Keesokan harinya-
Pagi ini Taehyung berangkat sekolah dengan sendirian. Biasanya ia akan mengajak Yura untuk berangkat bersama-sama. Pikiran Taehyung tidak bisa lepas dari sosok Yura. Dan ketika ia sampai halte bus matanya tidak sengaja melihat Yura dengan namja tersebut. Taehyung hanya dapat tersenyum sedih sedangkan Yura menatapnya seolah-seolah ini adalah kesalahan dirinya.
‘’Pagi Tae~ ‘’ucapan selamat pagi dari Jungkook
‘’…’’
‘’Yah, pantas saja tidak mendengarkan ku’’
‘’…’’
‘’TAEHYUNG-AH SELAMAT PAGI~’’teriak Jungkook tepat di telinga Taehyung
‘’Ya! Jeon Jungkook kau membuat ku kaget’’ balas Taehyung sebal
‘’Ck kau tidak mendengarkan ku. Ya, jadi aku berteriak’’
‘’…’’
‘’Kau masih galau ne. Sudahlah masih banyak yeoja lainnya’’ ucap Jungkook mencoba menghibur Taehyung
‘’Huft, dia kekasih pertama aku Jungkook. Mana bisa aku mudah untuk melupakannya’’
‘’ Sudahlah kita cepat-cepat ke sekolahan saja. Kalau kau di sini lama-lama akan membuat hati mu tambah panas, Tae’’ucap Jungkook menyidir Taehyung
‘’…’’Taehyung hanya dapat diam
Jungkook menarik tangan Taehyung agar mereka berdua dapat cepat sampai di sekolah. Sebenarnya Jungkook merasa sedih ketika melihat Taehyung terpuruk namun ia yakin Taehyung dapat melewati masalahnya dengan sendiri. Mereka berdua segera cepat-cepat naik ke bus sekolah.

Bwa gongjeonghaji
Gongpyeonghaji neohante ppaegon da
Ijen danharudo neo eopsineun, Jebal~
Kkwak jabajwo nal anajwo, no~
Can you trust me?
Can you trust me?
Can you trust me?
Kkwak kkeureonajwo
(I can only see you )
(I can only see you alone )
(Look, I’m fair with everyone else but you)
(Now I can’t live a day without day, please )
(Hold me tight, hug me )
(Can you trust me, can you trust me )
(Can you trust me )
(Pull me in tight )
(Hold me tight, hug me )
(Can you trust me, can you trust me)
(Please, please, please pull me and hug me )

-Siang harinya-
Bel berbunyi tanda seluruh siswa dan siswi untuk beristirahat. Jungkook mengajak Taehyung untuk pergi ke kantin namun Taehyung sedang tidak bersemangat. Jungkook hanya berjalan sendirian ke kantin. Lalu ketika ia sudah sampai di kantin, matanya menatap Yura dan namja tersebut. Tiba-tiba rasa lapar Jungkook menghilang. Ia mengintip di sebuah sudut tempat agar dapat mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
‘’Ayo makan dong, Yura. Kau tidak merasa kasian melihat ku mengangkat tangan terus’’ ucap namja tersebut
‘’Tidak mau ‘’balas Yura singkat
‘’Kajja buka mulut mu’’
‘’Aku tidak mau, Namjoon Oppa. Kau selalu memaksa ku, eoh?’’ ucap Yura sedikit kesal
‘’Ini untuk kebaikan mu sendiri’’ balas Namjoon
‘’Tidak. aku tidak pernah mencintai mu, Oppa. Kenapa kau menerima perjodohan kita ini’’ucap Yura sedikit berteriak
‘’Karena aku mencintai mu, Kim Yura. Aku—‘’ucap Namjoon terpotong
‘’Sudah cukup Oppa. Aku tidak ingin mendengarkan alasan mu lebih banyak lagi ‘’ucap Yura
Yura berdiri dari kursi kantin. Ia melangkahkan kakinya keluar dari keramaian kantin. Namjoon yang melihat hal tersebut hanya dapat menghela nafas lelah. Sudah cukup pengorbanan yang di berikan Namjoon untuk keluarga Yura. Namun sepertinya Yura tidak pernah dapat melihat sosoknya lagi. Jungkook yang melihat hal tersebut melangkahkan kakinya mengikuti Yura.

-Di taman-
Sekarang Yura berada di taman belakang sekolah dengan seorang diri. Ia ingin menenangkan pikirannya. Matanya sudah memerah dikarenakan sedari tadi ia menangis. Jungkook yang melihat Yura seperti ini hanya dapat merasa iba. Jungkook tau bahwa keduanya saling mencintai namun ia ingin mencoba untuk membantu keduanya agar dapat kembali bersatu.
‘’Butuh sapu tangan Yura ‘’ucap Jungkook menyerahkan sapu tangan miliknya
‘’…’’ Yura hanya menerima sapu tangan tersebut
‘’…’’
‘’Jungkook Oppa, kau berteman baik dengan Taehyung Oppa kan?’’ucap Yura memulai pembicaraannya
‘’Ne, dia adalah sahabat terbaik yang aku miliki. Aku bahagia mempunyai sahabat seperti dirinya’’
‘’Oppa, kau bisa membantu ku?’’ ucap Yura memohon
‘’Katakan saja, Yura ‘’balas Jungkook tersenyum
‘’Bisa kau ceritakan tentang Jungkook Oppa. Aku ingin mengetahui dirinya lebih dalam lagi ‘’ucap Yura dengan mata berkaca-kaca
‘’…’’
Di taman ini mereka berdua berbicara dengan serius. Yura nampak kaget tentang masa kecil Taehyung. Namun Yura kembali tersenyum ketika Taehyung melakukan hal-hal tak terduga. Jungkook sangat menikmati ekspresi wajah Yura. Tak beberapa lama bel berbunyi menandakan seluruh siswa dan siswi untuk masuk ke dalam kelas.

-Siang harinya-
‘’Kajja, Jungkook kita pulang bersama-sama’’ ucap Taehyung mengajak Jungkook
‘’E- Mian Tae, hari ini aku ada sesuatu hal yang harus aku kerjakan sekarang ini’’ ucap Jungkook
‘’Ada apa? Mau aku bantu untuk mu? ucap Taehyung dengan nada khawatir
‘’Tidak perlu, Tae. Kau pulang lah terlebih dahulu ‘’balas Jungkook
‘’Ya sudah. Kalau kau ada perlu apa-apa hubungi aku ne’’ ucap Taehyung mengingatkan
‘’Siap bos ‘’balas Jungkook tersenyum
‘’Ingat itu. Bye-bye, Jungkook ‘’ucap Taehyung melangkahkan kakinya keluar dari area sekolah
‘’Bye-bye, Tae’’ balas Jungkook melambaikan tangannya
Jungkook melihat Taehyung yang sudah menjauh dari area sekolahan dan sekitarnya. Matanya memandang sekitar takut orang lain mengetahui rencana yang sudah di buatnya. Jungkook mengambil smartphone dari kantung celananya lalu menelephone seseorang. Beberapa menit berbicara dengan orang tersebut, Jungkook segera menutup smartphonenya.

-Di kedai ice cream-
Yura menunggu Jungkook di kedai ice cream. Ini adalah tempat favoritnya bersama Taehyung. Yura yang mengingat hal tersebut kembali sedih. Ia hanya memandang ice cream yang ada di genggaman tanggannya dengan pandangan sendu. Siang ini terik matahari tampak bersemangat menyinari kota seoul. Tak beberapa lama ada sebuah langkah kaki mendekat, segera saja Yura mengangkat kepalanya.
‘’Kau sudah lama menunggu ku, Yura? ‘’tanya Jungkook dengan nafas tersengal-sengal
‘’Tidak, Oppa’’balas Yura dengan senyuman
‘’Wah, kau sudah memesan duluan ne. kalau begitu aku pesan ice cream terlebih dahulu ne’’ucap Jungkook
‘’Tidak usah, Oppa. Aku sudah membelikannya untuk mu. Ini- ‘’ucap Yura memberikan satu cup ice cream utuh
‘’Wah, senangnya. Kita nikmati ice cream ini dahulu ne lalu kau bisa ceritakan masalah mu’’ucap Jungkook tersenyum
‘’Baiklah Oppa’’balas Yura tersenyum ke arah Jungkook
Mereka berdua menghabiskan ice cream milik mereka masing-masing dengan diam. Suasana jalanan seoul tampak sepi, mungkin sebagaian orang memilih untuk berada di dalam rumahnya masing-masing. Dan Jungkook sudah menghabiskan ice cream miliknya, ia menatap Yura dengan pandangan sendu. Jungkook yang melihat keadaan Taehyung dan Yura membuatnya ingin menyatukan hubungan mereka seperti dahulu.
‘’Kau sudah selesai Oppa? ‘’ucap Yura memandang ke arah Jungkook
‘’Iya, sekarang kau bisa ceritakan masalah mu Yura ‘’balas Jungkook dengan senyuman
‘’Sebenarnya Namjoon Oppa sudah di jodohkan dengan ku ketika kami berdua masih kecil. Waktu itu aku sudah menolaknya perjodohan ini namun kedua orang tua ku marah besar. Aku hanya dapat mengurung diri ku di kamar dan menangis dengan sekencang-kencangnya. Tetapi…’’ ucapan Yura terpotong lalu menghela nafas panjang
‘’…’’ Jungkook diam menunggu lanjutan cerita dari Yura
‘’Orang tua ku tidak mempedulikan aku, Oppa. Mereka tetap memaksa ingin menjodohkan ku dengan Namjoon Oppa karena bisnis Appa ku dapat berjalan sukses berkat bantuan dana dari kedua orang tua Namjoon Oppa’’ ucap Yura menyelesaikan ceritanya
‘’…’’
‘’-Hiks jadi apa yang harus aku lakukan, Oppa? ‘’balas Yura tampak sedih
‘’…’’
Jungkook sedang memikirkan sebuah ide. Yura yang ada di sampingnya sudah menangis. Ia tidak mempedulikan tatapan-tatapan orang lain tentang dirinya sendiri. Jungkook masih berfikir, tiba-tiba saja sebuah ide terlintas di dalam otaknya.
‘’Bagaimana, kalau besok kau bertemu dengan Taehyung? ‘’ucap Taehyung melihat ke arah Yura
‘’Tapi Oppa..’’ balas Yura dengan ragu-ragu
‘’Besok kan hari libur dan kau bisa membicarakan masalah ini dengan Taehyung. Aku yakin Taehyung dapat menyelesaikan masalah ini ‘’ucap Jungkook lagi
‘’Aku takut Oppa’’ ucap Yura
‘’Kau tenang saja, Yura. Besok akan aku kabari kau apabila kami berdua jadi pergi ke sungai han ‘’ucap Jungkook tersenyum
‘’Hah? Kok di sungai han, Oppa?’’balas Yura bingung
‘’Tidak apa-apa. Sudahlah aku sudah buat rencana untuk kalian berdua ‘’ucap Jungkook tersenyum
‘’Huh, Oppa~ kau baik sekali. Gomawo Oppa~ ‘’ucap Yura
‘’Ya, Yura. Aku hanya ingin kalian berdua bahagia ‘’balas Jungkook tersenyum
‘’…’’ Yura tersenyum manis kepada Jungkook

-Keesokan harinya-
Perlahan-lahan Jungkook membuka kedua matanya. Sinar matahari melewati jendela kamarnya. Pagi hari ini Jungkook bangun dari tidurnya dengan semangat. Ia segera melesat ke kamar mandi lalu setelahnya ia berganti pakaian dengan rapi. Kaki jenjangnya menuruni tangga ke lantai bawah dan menuju ruangan makan keluarga.
‘’Pagi Appa~ Pagi Eomma~ ‘’ucap Jungkook dengan senyuman riangnya
‘’Pagi sayang’’balas Eommanya tersenyum
‘’Tumben kau sudah bangung, nak. Biasanya kau masih bermalas-malasan di kasur tercinta mu ‘’balas Appanya menyindir Jungkook
‘’Ada sesuatu yang harus aku lakukan Appa’’ ucap Jungkook tersenyum
‘’Pulangnya jangan terlalu malam, sayang. Eomma tau hari ini adalah hari libur tetapi kau harus ingat besok kau harus bersekolah ‘’ucap Eommanya mengiatkan Jungkook
‘’Eomma~ Aku bukan anak kecil lagi. ‘’balas Jungkook cemberut
‘’Sudahlah, ayo habiskan makan mu lalu kau boleh pergi nak’’ucap Appanya
Lalu Jungkook menghabiskan sarapan paginya bersama kedua orangtuanya. Tak beberapa lama Jungkook mencium kedua pipi orang tuanya dan berpamitan kepada orang tuanya. Ia melangkahkan kakinya menuju rumah Taehyung. Tangan kanan Jungkook mengetik sesuatu di smartphonenya untuk di baca oleh Yura.

-Di rumah Taehyung-
Sekarang Jungkook sudah duduk dengan nyaman di sofa. Ia tidak butuh waktu lama untuk sampai ke rumah Taehyung karena rumah mereka tidak terlalu jauh. Beberapa lama menunggu, akhirnya Taehyung menghampiri Jungkook yang berada di ruangan tamu.
‘’Kau sudah lama menunggu ku?’’ ucap Taehyung sedikit tersenyum
‘’Tidak. ‘’balas Jungkook singkat
‘’Kenapa kau ke sini? Sekarang hari libur dan aku sedang ingin sendirian ‘’ucap Taehyung
‘’Aku ingin mengajak kau pergi ke suatu tempat’’ balas Jungkook tersenyum
‘’Kemana?’’ucap Taehyung bingung
‘’Sudahlah, nanti kau akan tau. Sana kau pergi mandi dan berpakaian lah dengan rapi’’balas Jungkook
‘’…’’
Taehyung tidak mengerti jalan pikiran Jungkook. Ia hanya menuruti keinginan Jungkook. Langkah kakinya menuju kamarnya lagi lalu ia pergi ke kamar mandi dan setelahnya ia berpakaian dengan rapi. Jungkook menunggu Taehyung dengan tenang. Tangannya kanannya mengetik balasan pesan dari Yura.
‘’Hei, Jeon Jungkook… ‘’ucap Taehyung memanggil Jungkook
‘’Ya, hei kau sudah tampan. Kajja kita sekarang pergi ke sana ‘’balas Jungkook tersenyum
‘’Kau tidak mau sarapan pagi? Aku ingin sarapan pagi terlebih dahulu ‘’ucap Taehyung tersenyum kotak
‘’Baiklah, aku tunggu ‘’ucap Jungkook cemberut
‘’Hehehe, sudahlah kau tidak usah ngambek gitu dong~’’balas Taehyung tersenyum

-Di Sungai Han-
Yura sudah menunggu lama di sungai han. Ia menunggu Taehyung dan Jungkook akan tetapi mereka berdua belum terlihat. Yura menunggu Taehyung dengan perasaan tidak menentu. Mata Yura melihat-lihat sekeliling sungai han, ia ingin memastikan bahwa mereka berdua datang ke sini.
‘’Kim Yura… ‘’ucap Taehyung kaget
‘’Kau sudah datang, Taehyung Oppa ‘’balas Yura tersenyum
‘’Maksudnya apa ini, Jungkook. Bisa kau jelaskan kepada ku ‘’ucap Taehyung melihat ke arah Jungkook
‘’Tae, aku mengajak mu ke sini karena Yura ingin menjelaskan sesuatu kepada mu. Aku hanya ingin membantu kalian berdua ‘’balas Jungkook tersenyum
‘’Iya, Taehyung Oppa. Sebenarnya … ‘’
Yura menjelaskan secara rinci masalah yang sedang ia alami. Taehyung hanya bisa mendengarkan cerita Yura dengan sesaksama. Taehyung hampir tidak mempercayai tetapi melihat wajah Yura yang menangis akhirnya ia mempercayainya.
‘’Jadi apa yang harus aku lakukan untuk mu, Yura ‘’ucap Taehyung menatap kedua mata Yura
‘’Aku ingin Taehyung Oppa menemui kedua orang tua ku. Kita buktikan kepada orang tua ku bahwa kita saling mencintai, Oppa. Oppa mau kan? ‘’balas Yura
‘’Tetapi Yura, kita masih SMA. Apakah orang tua mu menerima ku ?’’ucap Taehyung ragu
‘’Oppa~ kita harus mencoba melakukannya terlebih dahulu. Kita tidak akan tau hasilnya apabila kita tidak melakukan hal tersebut ‘’balas Taehyung tersenyum
‘’Baiklah, aku akan melakukannya untuk mu Kim Yura ‘’ucap Taehyung tersenyum
Tiba-tiba Taehyung memeluk erat tubuh Yura. Yura yang menerima pelukan tersebut hanya dapat membalas pelukan tersebut lalu tersenyum manis di balik punggung Taehyung. Taehyung memeluk Yura dengan senyum bahagianya. Setelah memeluk Yura, Taehyung melepaskan pelukannya lalu menatap kedua mata Yura dengan tatapan tajam. Yura hanya dapat menundukkan kepalannya.

CHU~
Taehyung mengangkat wajah Yura lalu bibir tebalnya menempel tepat di bibir tipis milik Yura. Yura sangat kaget dengan hal tersebut dan Taehyung hanya membiarkan bibir mereka berdua. Bibir Taehyung menekan dan melumat sedikit bibir Yura. Lalu setelah beberapa menit, Taehyung melepaskan bibirnya dari bibir Yura. Ia menatap wajah Yura yang memerah dan tersenyum manis ke arah Yura.
‘’Ekhem, masih ada aku loh ‘’ucap Jungkook menyidir mereka berdua
‘’Hehehe, mianhae Jungkook Oppa ‘’balas Yura tersenyum
‘’Kau mengganggu saja’’ balas Taehyung
Mereka bertiga tertawa bersama-sama. Suasana pagi ini mendukung keadaan hati mereka yang sedang berbahagia.

Sarangiran apeugo apeun geot yeah
Ibyeoriran apeugo deo apeun geot gatae
Niga eopseumyeon nan andoel geot gata
Saranghaejwo saranghaejwo
Dasi nae pumeuro wajwo
Love is not over, over, over
Love is not over, over, over
Love is not over, over, over
Love is not over, over, over
(Love is so painful )
(Goodbyes are even more painful )
(I can’t go on if you’re not here )
(Love me, love me)
(Come back to my arms)
(Love is not over, over, over )
(Love is not over, over, over )
(Love is not over, over, over )
(Love is not over, over, over )

Sekarang Taehyung dan Yura sedang berjalan berdua. Yura langsung mengajak Taehyung untuk ke rumahnya. Sebenarnya tadi Taehyung agak takut untuk langsung berhadapan dengan kedua orang tua Yura tetapi Jungkook membantu Taehyung dengan cara memberikan kata-kata penyemangat. Dan akhirnya Taehyung menerima ajakan dari Yura.
‘’Oppa, kita hampir sampai di rumah ku ‘’ucap Yura tersenyum
‘’Ne. Yura, sekarang aku agak gugup. Bagaimana ini? ‘’balas Taehyung dengan khawatir
‘’Tenang lah Oppa, aku selalu ada di samping mu ‘’ucap Yura
‘’…’’ Taehyung hanya menatap kedua manik mata Yura dengan sesakma

-Di rumah Yura-
Sekarang mereka berdua sudah berada di ruang keluarga Yura. Mereka menunggu dengan perasaan tidak menentu. Tangan kiri Taehyung menggenggam erat tangan kanan Yura dan Yura hanya dapat membalas genggaman tangan dari Taehyung. Tak beberapa lama kemudian kedua orang tua Yura datang dan duduk di hadapan mereka berdua.
‘’Jadi, ada apa kau datang ke sini? ‘’ucap Appanya dengan tegas
‘’…’’
‘’Sebelumnya saya minta maaf karena telah mengganggu hari santai kalian berdua. Saya ke sini untuk meminta ijin kepada kalian berdua sebagai orang tua Yura agar dapat merestui hubungan kami berdua. Kami berdua saling mencintai ‘’balas Taehyung menatap kedua manik hitam milik Appanya Yura
‘’Lalu kau kira cinta dapat membuat bahagia semua orang? Kau masih kecil tidak tau apa-apa tentang cinta ‘’ucap Appanya dengan sinis
‘’Aku akan berusaha membahagiakan Yura dengan cara ku sendiri. Aku yakin kami berdua dapat melewati semua kesulitan secara bersama-sama’’ucap Taehyung
‘’Cih, ucapan mu seperti orang dewasa saja. Yura akan bahagia bersama namja yang jauh lebih baik daripada kau !’’balas Appanya dengan sinis
‘’Aku tidak mencintai Namjoon Oppa. Appa tidak mengerti ‘’ucap Yura
‘’Sayang, sekarang kau masuk kamar ya’’ucap Eommanya angkat bicara
‘’Tidak, aku masih ingin di sini’’balas Yura
‘’NAMJOON!!! KAU KE SINI CEPAT!!!’’ teriak Appanya memanggil seorang namja
-Beberapa menit kemudian-
‘’Ada apa, Appa? ‘’ucap Namjoon yang sudah sampai di tempat tujuannya
‘’Sekarang kau bawa Yura ke kamarnya. Kunci pintu kamarnya dari luar ‘’perintah Appanya tegas
‘’Tapi Appa aku tidak mau ‘’balas Yura menolak perintah Appanya
‘’Tidak ada bantahan. Sekarang kau bisa keluar dari sini dan jangan pernah kau menjalin hubungan lagi dengan putri ku ‘’ucap Appanya
‘’Baiklah, aku senang bisa berhubungan dengan mu Kim Yura. Semoga kau bahagia dengan namja itu ‘’balas Taehyung segera berdiri lalu melangkahkan kakinya ke luar
‘’Tapi, Taehyung Oppa~ ‘’teriak Yura dengan kencang
‘’…’’Taehyung hanya bisa melangkahkan kakinya menjahui Yura
Taehyung pergi meninggalkan Yura. Langkah kakinya menuju ke rumahnya dan ketika ia sudah sampai di ruangan depan sudah ada Jungkook yang menunggunya dengan perasaan khawatir.
‘’Aku gagal Jungkook. Aku gagal mempertahankannya –hiks aku namja payah ‘’ucap Taehyung duduk di sofa
‘’Sttt- tidak ada perjuangan yang sia-sia. Mungkin kau akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Yura. Aku yakin ‘’balas Jungkook mengelus punggung Taehyung agar tenang
‘’Hiks-aku namja pabo hiks-‘’
Jungkook segera memeluk tubuh Taehyung. Ia ingin sahabatnya dapat tenang dan dapat tertawa lagi. Taehyung menangis di balik punggung Jungkook dan Jungkook memberikan kata-kata lembut agar Taehyung dapat sedikit tenang lalu kembali tersenyum.

-Beberapa bulan kemudian-
Hari ini adalah hari kelulusan siswa dan siswi Kirin Art School. Mereka semua tertawa bersama-sama dengan teman mereka. Tak lupa mereka berfoto bersama-sama untuk membuat kenang-kenangan di sekolahan tercinta ini. Taehyung dan Jungkook tampak sedang bercanda lalu tertawa bersama-sama ketika mengingat-ingat masa-masa sekolah.
‘’Kajja, kita berfoto berdua Tae’’ucap Jungkook mengangkat kameranya
‘’Ayo ‘’balas Taehyung tersenyum
Jungkook sudah siap ingin mengambil foto tetapi ada sebuah suara yang ia kenali mengganggu kegiatan mereka berdua.
‘’Maaf, kalau aku mengganggu kalian berdua ‘’ucap Yura tersenyum
‘’Yu-Yura ..’’balas Taehyung kaget
‘’Hei Yura ada apa kau ke sini?’’balas Jungkook tersenyum manis
‘’Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas kelulusan kalian berdua. Aku membawakan sesuatu untuk kalian berdua. Ini ambillah ‘’ucap Yura memberikan hadiahnya
‘’Tidak perlu, Yura ‘’ucap Taehyung
‘’Taehyung Oppa, aku—‘’balas Yura terpotong
‘’Sudahlah kalian berdua masih bisa berteman kan? Jangan seperti anak kecil, Tae ‘’ucap Jungkook
‘’Iya-iya’’balas Taehyung singkat
‘’Kajja, kita berfoto bersama saja’’ucap Jungkook memberi usulan
Akhirnya mereka bertiga berfoto bersama-sama. Walaupun Taehyung dan Yura tidak dapat bersama tetapi mereka berdua bisa menjadi teman baik. Jungkook yang melihat kelakuan Taehyung hanya dapat tersenyum mengerti akan perasaan yang sudah di alami oleh Taehyung. tetapi Taehyung juga harus mengerti bahwa mereka berdua akan tumbuh dewasa seiring berjalannya waktu dan akan menghadapi masalah yang lebih rumit.
‘’Aku bahagia bisa mengenal mu Taehyung Oppa. Aku harap kau bahagia bersama yeoja yang lebih baik dari ku. Dan terima kasih Jungkook Oppa kau sudah mau membantu ku –Kim Yura’’
‘’Aku tidak menyesal bisa menjalin hubungan dengan mu, Yura. Sekarang aku mengerti tentang perjuangan untuk bisa mempertahankan seseorang yang aku cintai –Kim Taehyung’’
‘’Aku bahagia melihat Taehyung dan Yura tersenyum. Walaupun mereka berdua tidak saling memiliki tetapi mereka dapat berteman dengan baik -Jeon Jungkook ‘’

END

Gomawo yang udah nyempetin baca fanfiction BTS ini. Di Mohon saran dan kritikannya ya chingudeul…..

Baca juga fanfiction lainya DISINI

Add Comment